Tren Pariwisata Seririt Bali: Destinasi Tenang di Bali Utara yang Mulai Menarik Perhatian Wisatawan

Perkembangan pariwisata di Bali tidak lagi hanya terpusat di wilayah selatan seperti Kuta, Seminyak, atau Canggu. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas wisata. Salah satu wilayah yang perlahan masuk dalam radar wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir yang berada sekitar 20 kilometer dari Singaraja.

SERIRIT, BALI – Di tengah tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Bali Selatan, sejumlah wilayah di Bali Utara mulai menunjukkan perkembangan yang semakin terlihat. Salah satu kawasan yang mulai menarik perhatian wisatawan adalah Seririt, sebuah kecamatan pesisir di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan suasana lebih tenang serta akses menuju berbagai destinasi alam di wilayah utara Pulau Bali.

Perkembangan ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Buleleng. Berdasarkan laporan analisis pasar pariwisata daerah, jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng pada 2023 mencapai sekitar 800.949 kunjungan, meningkat sekitar 12,15 persen dibandingkan dengan 2022 yang tercatat 703.642 kunjungan.

Sementara itu, data kunjungan destinasi wisata yang dirilis pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada Januari 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 99.966 orang, meningkat sekitar 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 73.699 kunjungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng juga mencatat bahwa sektor pariwisata di wilayah ini terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi terkait akomodasi, transportasi, dan jasa pariwisata.

Pergeseran Minat Wisatawan ke Bali Utara

Sejumlah pelaku industri pariwisata menilai bahwa peningkatan minat terhadap Bali Utara dipengaruhi oleh perubahan preferensi wisatawan yang kini mencari destinasi dengan suasana lebih santai dan autentik.

“Wisatawan sekarang banyak yang mencari pengalaman yang lebih tenang dan tidak terlalu padat. Bali Utara menawarkan karakter tersebut,” ujar Ibu Ketut selaku Hotel Manager Liberta Home Seririt di kawasan Buleleng.

Jika kawasan selatan Bali dikenal dengan kehidupan wisata yang lebih ramai, Bali Utara menawarkan lanskap berbeda berupa pantai yang relatif lebih sepi, desa tradisional, serta lingkungan alam yang masih cukup terjaga.

Seririt sebagai Bagian dari Jalur Wisata Bali Utara

Secara geografis, Seririt berada di jalur pesisir barat Kabupaten Buleleng dan menjadi salah satu titik penghubung menuju sejumlah destinasi wisata di Bali Utara, termasuk kawasan Lovina yang dikenal sebagai wisata lumba-lumba.

Wilayah ini juga memiliki karakter desa pesisir yang masih mempertahankan kehidupan lokal masyarakat, mulai dari aktivitas nelayan hingga pertanian di wilayah perbukitan di sekitarnya.

Kabupaten Buleleng sendiri merupakan wilayah terluas di Bali dengan luas sekitar 1.322 kilometer persegi, yang menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

Perkembangan Akomodasi di Kawasan Seririt

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali Utara, perkembangan akomodasi di sekitar Seririt juga mulai terlihat, meskipun sebagian besar masih berskala kecil.

Berbeda dengan kawasan wisata utama di Bali Selatan yang didominasi oleh hotel besar dan resor, akomodasi di wilayah ini umumnya berupa homestay, vila kecil, maupun penginapan skala menengah yang menyesuaikan dengan karakter lingkungan setempat.

Salah satu contoh akomodasi yang hadir di kawasan ini adalah Liberta Home Seririt, yang menawarkan konsep penginapan sederhana dengan jumlah kamar terbatas. Kehadiran penginapan seperti ini menjadi bagian dari perkembangan pariwisata lokal yang cenderung tumbuh secara bertahap dan mengikuti kebutuhan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang.

Potensi dan Tantangan Pengembangan

Meski menunjukkan tren pertumbuhan, pengembangan pariwisata Bali Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aksesibilitas dan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Namun, bagi sebagian wisatawan, jarak tersebut justru memberikan pengalaman berbeda dari Bali yang lebih dikenal secara global. Kawasan seperti Seririt menawarkan perjalanan dengan ritme yang lebih santai, dengan lanskap pesisir dan desa yang masih relatif alami.

Dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat serta potensi alam yang dimiliki wilayah Buleleng, Seririt diperkirakan akan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari perkembangan destinasi wisata Bali Utara dalam beberapa tahun mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Wedding Bogor 2026: Outdoor, Intimate, dan Venue-Only Semakin Populer

Tren wedding Bogor 2026 mengarah ke konsep outdoor dan intimate dengan rata-rata 200 tamu. Simak perubahan preferensi pasangan dan peluang venue seperti Amanuba Rancamaya Bogor.

Bogor, April 2026.  Industri pernikahan di Indonesia pada 2026
mengalami pergeseran yang cukup jelas. Pasangan tidak lagi hanya fokus pada
skala besar, tetapi mulai mengutamakan pengalaman yang lebih personal,
fleksibel, dan relevan dengan karakter mereka. Tren ini terlihat kuat di
kawasan Bogor, yang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wedding
favorit, khususnya untuk konsep outdoor.

Pergeseran Tren Wedding: Lebih Personal dan Fleksibel

Dalam beberapa tahun terakhir, preferensi pasangan berubah
dari pesta besar ke konsep yang lebih terkurasi. Wedding tidak lagi sekadar
acara formal, tetapi menjadi pengalaman yang dirancang secara personal.

Tren wedding 2026 menunjukkan beberapa pola utama:

Skala
tamu lebih terkontrol Fokus
pada pengalaman, bukan kemewahan semata Fleksibilitas
dalam memilih vendor Kombinasi
konsep tradisional dan modern

Meskipun tren intimate wedding (50–150 tamu) meningkat,
segmen menengah tetap kuat, terutama untuk pasangan yang ingin menjaga
keseimbangan antara keintiman dan skala acara.

Bogor Makin Kuat sebagai Destinasi Wedding

Bogor menjadi salah satu lokasi yang paling diuntungkan dari
perubahan tren ini. Ada beberapa alasan yang cukup jelas:

Lokasi
dekat dari Jakarta Akses
mudah untuk tamu domestik Lanskap
alam yang mendukung konsep outdoor Pilihan
venue yang semakin beragam

Dibanding ballroom hotel di kota besar, venue di Bogor
menawarkan suasana yang lebih santai dan fleksibel. Ini sesuai dengan kebutuhan
pasangan yang ingin acara terasa lebih natural dan tidak terlalu kaku.

Dominasi Wedding Outdoor di 2026

Salah satu perubahan paling terlihat adalah meningkatnya
minat terhadap wedding outdoor di Bogor.

Konsep ini dipilih karena:

Memberikan
pengalaman visual yang lebih kuat Lebih
fleksibel dalam dekorasi Mendukung
konsep intimate dan semi-formal

Outdoor wedding juga memungkinkan pasangan untuk lebih bebas
dalam menentukan alur acara, dibandingkan format ballroom yang cenderung lebih
terbatas.

Pola Permintaan: 200 Pax Jadi Titik Tengah Baru

Di tengah tren intimate wedding, muncul pola menarik di
segmen menengah.

Rata-rata permintaan wedding di Bogor saat ini berada di
kisaran 200 tamu (pax). Angka ini menjadi titik tengah antara wedding
kecil dan pesta besar konvensional. Skala ini dianggap cukup ideal karena masih
terasa personal, tetapi tetap mengakomodasi keluarga besar dan relasi penting.

Kombinasi Tradisional dan Internasional

Tren lain yang semakin kuat adalah kombinasi konsep acara:

Akad
atau pemberkatan tetap mengusung nilai tradisional Resepsi
cenderung lebih modern dengan sentuhan internasional

Hal yang sama juga terlihat pada pilihan makanan, di mana
pasangan mulai menggabungkan menu tradisional Indonesia dengan hidangan
internasional untuk menjangkau preferensi tamu yang lebih beragam.

Tren Baru: Venue-Only Semakin Diminati

Salah satu perubahan paling signifikan di 2026 adalah
meningkatnya permintaan rental venue saja (venue-only).

Alih-alih mengambil paket lengkap, pasangan kini cenderung:

memilih
vendor secara mandiri merancang
konsep acara sendiri memiliki
kontrol penuh terhadap detail

Pendekatan ini membuat wedding terasa lebih personal,
meskipun di sisi lain menuntut koordinasi yang lebih kompleks.

Bagaimana Tren Ini Terlihat di Lapangan

Perubahan ini tidak hanya terlihat secara konsep, tetapi
juga mulai tercermin dalam pola permintaan di berbagai venue di Bogor.

Di kawasan Rancamaya, misalnya, beberapa venue berbasis
outdoor mulai mencatat kecenderungan yang serupa. Amanuba Rancamaya Bogor
menjadi salah satu contoh yang menggambarkan pola ini, di mana mayoritas
permintaan datang untuk:

acara
dengan kapasitas sekitar 200 tamukonsep
outdoor yang memanfaatkan lanskap alam format
akad tradisional dan resepsi dengan pendekatan internasionalpreferensi
menu kombinasi internasional dan tradisionalserta
meningkatnya permintaan untuk venue-only dibanding paket lengkap

Kecenderungan ini menunjukkan bahwa pasangan tidak hanya
mencari lokasi, tetapi juga fleksibilitas dalam mengeksekusi konsep mereka
sendiri.

“Kami melihat pasangan saat ini datang dengan referensi yang
jauh lebih spesifik. Mereka sudah punya gambaran konsep, dan venue dipilih
bukan hanya karena lokasi, tapi karena seberapa fleksibel tempat tersebut bisa
mengikuti visi mereka,” ujar Pak Angki selaku General Manager Amanuba Rancamaya
Bogor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mahasiswa BINUS @Bekasi Kembangkan Perspektif Global Lewat Study Abroad di Korea Selatan

Bekasi, 10 April 2026 – Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pengalaman belajar di luar negeri menjadi salah satu cara bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta membangun perspektif global yang lebih komprehensif.

BINUS University melalui program Study Abroad menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung pengalaman belajar di lingkungan internasional. Hal ini tercermin dari perjalanan Madeleine Aisyamirah Mahardika, mahasiswi Psikologi BINUS @Bekasi, yang menjalani program study abroad di Hanyang University ERICA, Korea Selatan.

Melalui program tersebut, Maddie berkesempatan untuk belajar di lingkungan akademik global dengan sistem pembelajaran yang terbuka serta interaktif. Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas sudut pandangnya, baik secara akademik maupun personal.

Namun, perjalanan tersebut juga diwarnai berbagai tantangan. Tinggal jauh dari keluarga untuk pertama kalinya menuntut kemandirian yang lebih tinggi. Selain itu, proses adaptasi terhadap budaya baru, keterbatasan pilihan makanan halal, serta penyesuaian aktivitas sehari-hari menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk ketahanan diri.

Di balik tantangan tersebut, Maddie memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi lintas budaya serta kebebasan dalam memilih mata kuliah sesuai minatnya. Lingkungan internasional yang dinamis memberikan ruang untuk berkembang dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.

“Belajar di luar negeri bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi tentang bertumbuh menjadi versi diri yang lebih mandiri dan berwawasan global,” ujar Maddie.

Dukungan dari BINUS @Bekasi turut menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Mulai dari penyediaan informasi yang transparan, reminder berkala, hingga bantuan yang responsif selama proses berlangsung, memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan lebih terarah dan nyaman.

Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, BINUS @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, serta membekali mereka dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan dunia internasional.

Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, BINUS @Bekasi berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman internasional yang tidak hanya memperkaya akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan karier mahasiswa di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Yudhi Isman: Sebuah Perjalanan dari Indonesia Menuju Panggung Teknologi Global

Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo—melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru.

Dari lingkungan sederhana itulah, seorang anak kelahiran 6 Januari 1995, putra kedua dari pasangan Manipol dan Ismawati, tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap komputer, sistem digital, dan cara teknologi menghubungkan manusia. Bersama dua saudaranya, Randi Ramana dan Syifa Ega Ismanda, Yudhi menghabiskan masa kecilnya dengan ketertarikan yang tidak biasa: bukan pada mainan atau aktivitas umum anak seusianya, tetapi pada struktur perangkat lunak, arsitektur sistem, dan logika pemrograman.

Ketertarikan itu kelak membawanya pada perjalanan panjang, menantang, dan penuh tekad, hingga akhirnya menjadi salah satu figur teknologi paling menonjol yang lahir dari generasi baru Indonesia.

Pendidikan Internasional dan Fondasi Teknologi

Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari pusat teknologi dunia, Yudhi memperluas wawasannya secara global. Ia menempuh studi Diploma di International Business Management Institute (IBMI), Berlin, Jerman, sebuah institusi yang memperkenalkannya pada prinsip manajemen modern, kepemimpinan organisasi, dan struktur pengembangan bisnis global.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil: Computer Science BSc (Hons) di University of Essex, Colchester, Britania Raya.

Di sinilah pemahamannya mengenai:

– algoritma,

– kecerdasan buatan,

– pemrograman sistem,

– arsitektur perangkat lunak, dan

– infrastruktur komputasi skala besar

berkembang secara signifikan dan membentuk pola pikir teknologinya.

Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem digital yang kompleks dan berorientasi masa depan.

Awal Perjalanan Profesional: Dari Eksperimen Menuju Ekosistem

Pada 2018, Yudhi memulai proyek awalnya yang bernama Orbisflix, Inc., sebuah eksperimen dalam layanan streaming dan media berbasis internet. Orbisflix bukan hanya sebuah platform, tetapi sebuah laboratorium tempat Yudhi menguji:

– perilaku pengguna,

– sistem backend,

– arsitektur jaringan,

– desain antarmuka, dan

– model distribusi digital.

Konsep VOD yang menjadi fondasi Orbisflix merupakan jendela pertama menuju pemikiran besarnya tentang bagaimana sebuah platform digital harus beroperasi, berkembang, dan berinteraksi dengan manusia.

Selama empat tahun, Orbisflix menjadi wadah eksplorasi intensif. Banyak ide gagal, banyak yang diulang, banyak pula yang berubah arah. Namun proses itu justru membentuk pemahaman mendalam tentang apa yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi berskala global.

2022: Lahirnya Orbis Elite — Visi Teknologi Indonesia untuk Dunia

Pada tahun 2022, sebuah babak baru dimulai. Orbisflix berevolusi menjadi Orbis Elite, Inc., dengan misi jauh lebih besar: membangun ekosistem digital terintegrasi untuk komunikasi, interaksi sosial, dan infrastruktur AI yang dirancang untuk masa depan.

Transformasi ini menandai tiga hal utama:

1. Perpindahan dari satu produk menjadi multi-platform ecosystem

2. Integrasi teknologi komunikasi, sosial, AI, dan cloud dalam satu sistem

3. Penegasan posisi sebagai perusahaan teknologi multinasional

Di bawah kepemimpinan Yudhi, Orbis Elite mulai membangun fondasi teknologi generasi berikutnya, salah satunya adalah platform sosial CoreX dan aplikasi komunikasi CoreX Messenger.

Filosofi Teknologi: Simpel, Manusiawi, dan Berorientasi Masa Depan

Bagi Yudhi, teknologi bukan hanya soal kemajuan, kecanggihan, atau kode pemrograman. Teknologi adalah medium untuk memperbaiki kehidupan manusia.

Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan prinsipnya:

Teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat hidup lebih sederhana, bukan lebih rumit.

Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh arsitektur produk Orbis Elite. Mulai dari desain antarmuka yang intuitif, pengoptimalan sistem berbasis AI, hingga konsep komunikasi real-time yang ringan dan efisien—semuanya diciptakan dengan fokus pada pengguna sebagai pusat ekosistem.

Membangun dari Indonesia

Menuju Perusahaan Teknologi Multinasional Perjalanan Yudhi menjadi salah satu contoh paling nyata dari berkembangnya pemimpin teknologi baru dari Asia Tenggara. Dalam era di mana perusahaan teknologi besar sering muncul dari Silicon Valley, Korea Selatan, Tiongkok, atau India, keberhasilan Orbis Elite menjadi entitas global bermula dari Indonesia menawarkan perspektif baru bahwa:

– inovasi bisa lahir dari mana saja,

– ambisi tidak dibatasi geografi, dan

– talenta digital Indonesia memiliki potensi global.

Di bawah arahannya, Orbis Elite membangun infrastruktur digital yang diproyeksikan untuk:

– ekspansi lintas negara,

– kompatibilitas regulasi internasional,

– kemampuan penskalaan global, dan

– integrasi teknologi masa depan.

Kepemimpinan dan Peran Yudhi dalam Ekosistem Orbis Elite

Sebagai Founder, Chairman & CEO, Yudhi menjalankan beberapa peran strategis:

– arsitek utama produk,

– perancang ekosistem digital,

– pengambil keputusan teknis utama,

– pengembang visi jangka panjang,

– serta pembentuk budaya perusahaan.

Perannya bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga sebagai teknologi yang memahami detail sistem hingga level kode.

Melihat ke Masa Depan

Dengan ambisi untuk memperluas jangkauan internasional, membangun infrastruktur digital baru, dan memperkenalkan generasi platform yang lebih inovatif, perjalanan Yudhi sebagai pemimpin teknologi Indonesia menjadi salah satu narasi penting dalam dunia digital saat ini.

Dari Pekanbaru hingga panggung global, perjalanannya menjadi bukti bahwa visi besar dapat lahir dari tempat yang kecil—dan dengan tekad, dedikasi, serta kerja keras, dapat berkembang menjadi sesuatu yang memengaruhi dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES