60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

Solo, 15 April 2026 — Pertumbuhan penggunaan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif, dengan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial muda, menjadi penggerak utama adopsi nasional. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Roadshow Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, pada tanggal 14 April 2026, hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), dan Tokocrypto.

Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, sebanyak 93% responden telah familiar dengan aset kripto, dengan lebih dari separuhnya merupakan Gen Z yang aktif menjadikan kripto sebagai bagian dari percakapan finansial sehari-hari di media digital dan komunitas online. Fenomena ini menegaskan peran generasi muda sebagai motor utama dalam pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia.

Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) Otoritas Jasa Keuangan, Dino Milano Siregar, menilai tingginya partisipasi generasi muda di pasar kripto belum sepenuhnya mencerminkan tingkat literasi finansial yang matang. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Gen Z tidak selalu didasarkan pada pertimbangan investasi yang rasional, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial di ruang digital.

“Partisipasi yang tinggi ini perlu kita lihat secara lebih kritis. Tidak semua didorong oleh pemahaman yang kuat, tetapi juga oleh faktor social learning, peer influence, hingga fear of missing out atau FOMO yang sangat kuat di kalangan generasi muda,” ujar Dino.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat edukasi. “Di sinilah pentingnya peran literasi. Kita ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko, memiliki strategi, dan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak,” tambahnya.

Gen Z Cenderung Lebih Aktif di Kripto

Business Development & Research Lead Tokocrypto, Indriana, mengungkapkan bahwa dari sisi platform, Gen Z menunjukkan karakteristik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. “Gen Z cenderung lebih aktif dan memiliki risk appetite yang lebih tinggi. Mereka cepat dalam mengambil keputusan, terutama saat melihat peluang dari tren pasar. Namun di sisi lain, mereka juga mulai menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya literasi, seperti diversifikasi aset dan pengelolaan portofolio yang lebih strategis,” ujarnya.

Data internal Tokocrypto menunjukkan bahwa sebanyak 26,9% investor berada pada rentang usia 18–24 tahun dan 35,1% di usia 25–30 tahun. Artinya, lebih dari 60% pengguna platform didominasi generasi muda. Selain memiliki frekuensi transaksi yang tinggi, Gen Z juga dikenal sebagai digital-native yang mengandalkan media sosial, komunitas, dan influencer dalam mengambil keputusan investasi.

Indriana menambahkan bahwa peran platform exchange tidak hanya sebatas sebagai fasilitator transaksi, tetapi juga sebagai penggerak edukasi.

“Kami melihat edukasi sebagai fondasi penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif seperti Tokocrypto Academy, Weekly Research, webinar, hingga workshop dan kolaborasi dengan kampus, kami ingin memastikan pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko dan strategi investasi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi, Tokocrypto juga mengembangkan program edukasi berbasis komunitas seperti OBRAS (Obrolan Komunitas) yang telah menjangkau lebih dari 50 kota dengan total partisipasi lebih dari 200 ribu orang sepanjang 2025. Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan inklusif untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, termasuk di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau edukasi.

Selain edukasi, fitur-fitur pendukung seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert juga dihadirkan untuk membantu pengguna membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih disiplin. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi perilaku spekulatif dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terukur.

Fenomena Dominasi Gen Z di Industri Kripto

Fenomena dominasi Gen Z dalam adopsi kripto juga tercermin secara global. Studi Protocol Theory menunjukkan bahwa generasi muda di Amerika Serikat memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi terhadap kripto dibandingkan institusi keuangan tradisional, dengan 22% Gen Z lebih mempercayai kripto dalam menjaga aset mereka, dibandingkan hanya 13% pada Gen X dan 5% pada baby boomers. Preferensi ini didorong oleh kebutuhan akan kontrol, transparansi, dan akses terhadap aset digital.

Menanggapi tren tersebut, Indriana, menilai bahwa pola ini juga mulai terlihat di Indonesia, terutama dari cara Gen Z memandang kepemilikan aset. “Gen Z cenderung ingin memiliki kendali langsung atas aset mereka dan lebih transparan dalam memantau pergerakannya. Ini yang membuat kripto menjadi menarik, karena memberikan rasa kontrol dan akses yang sebelumnya tidak mereka dapatkan di sistem keuangan konvensional,” ujarnya.

Di sisi lain, laporan World Economic Forum juga menyoroti bahwa tekanan ekonomi seperti stagnasi pendapatan dan meningkatnya biaya hidup mendorong sebagian Gen Z untuk mencari alternatif investasi yang lebih berisiko, termasuk kripto . Hal ini menunjukkan bahwa selain faktor teknologi, kondisi ekonomi juga berperan dalam membentuk perilaku investasi generasi muda.

Indriana menambahkan bahwa kombinasi faktor teknologi dan ekonomi ini perlu diimbangi dengan pendekatan edukasi yang tepat. “Ketertarikan yang tinggi perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat. Tanpa literasi yang cukup, keputusan investasi bisa menjadi terlalu reaktif terhadap tren, bukan berdasarkan strategi jangka panjang,” katanya.

Melalui diskusi panel dalam rangkaian BLK 2026, para pelaku industri berupaya mengeksplorasi secara kritis apakah tingginya partisipasi Gen Z di pasar kripto mencerminkan literasi finansial yang kuat, atau justru lebih dipengaruhi oleh dinamika sosial dan tren digital. Ke depan, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Jakarta, 15 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan laba sebesar Rp91 miliar pada tahun 2025. Hasil ini menempatkan perseroan di antara entitas anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang tetap mencetak kinerja positif di tengah capaian yang beragam pada level group.

Kondisi industri pembiayaan yang belum sepenuhnya pulih, terutama pada segmen otomotif, mendorong perusahaan untuk menyesuaikan arah ekspansi. Penyaluran pembiayaan dilakukan secara lebih selektif, dengan penekanan pada kualitas portofolio dan pengendalian risiko agar tetap berada dalam koridor yang sehat.

Pendekatan tersebut memungkinkan BRI Finance mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus menjaga perannya dalam mendukung lini pembiayaan konsumer di dalam ekosistem BRI Group. Di saat yang sama, perusahaan terus melihat adanya ruang pertumbuhan, seiring kebutuhan pembiayaan masyarakat yang tetap berkembang.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, sinergi dalam BRI Group menjadi salah satu faktor penting dalam membuka peluang tersebut.

“Sebagai bagian dari BRI Group, kami terus mengoptimalkan sinergi untuk menangkap peluang pertumbuhan, khususnya pada sektor pembiayaan konsumer yang masih memiliki potensi besar. Pendekatan ini kami lakukan secara terukur, dengan tetap mengedepankan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian,” ujar Dhani.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan fondasi bisnis menjadi fokus utama agar arah pertumbuhan tetap terjaga secara berkelanjutan.

“Fokus kami adalah memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang disiplin, serta optimalisasi proses dan kapabilitas operasional. Dengan strategi tersebut, kami berharap dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi ekosistem BRI Group,” katanya.

Ke depan, BRI Finance akan terus mengembangkan pembiayaan konsumer dengan pendekatan yang lebih terarah, didukung oleh peningkatan kapabilitas operasional dan pemanfaatan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mempertahankan kualitas pembiayaan, sehingga perusahaan tetap relevan dalam mendukung kinerja BRI Group secara keseluruhan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

Komitmen Bank dalam meningkatkan likuiditas pasar alternatif melalui SPPA, guna mengembangkan ekosistem pasar yang lebih dinamis dan berkelanjutan

Jakarta, 15 April 2026 – Persaingan
di pasar keuangan makin ketat, tapi OCBC justru menunjukkan taringnya. Lewat
lini bisnis Global Market, OCBC baru saja mencatatkan pencapaian yang cukup
membanggakan di ajang Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA)
Award 2025 yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia.

Bukan sekadar hadir, OCBC
berhasil membawa pulang predikat Rising Star of The Year 2025—kategori
yang diberikan kepada institusi dengan pertumbuhan transaksi paling signifikan
sepanjang tahun. Artinya, aktivitas OCBC di pasar surat utang dan pasar uang
memang sedang naik daun.

Jika ditarik ke belakang,
penghargaan ini bukan datang tiba-tiba. Kinerja Global Market OCBC memang
sedang menunjukkan tren positif, terutama di transaksi obligasi yang jadi salah
satu fokus utama. Di sinilah peran tim Global Market terlihat, tidak hanya
aktif di pasar, tapi juga mampu memberikan harga yang kompetitif dan eksekusi
transaksi yang optimal.

Menariknya, kekuatan Global
Market OCBC sebenarnya tidak hanya di obligasi. Lini bisnis ini punya
portofolio yang cukup lengkap, mulai dari foreign exchange (FX) untuk kebutuhan
lindung nilai, perdagangan obligasi, hingga berbagai produk wealth
management
untuk nasabah yang ingin mengembangkan asetnya.

Pendekatannya pun tidak
sekadar transaksional. OCBC mencoba memposisikan diri sebagai partner, bukan
hanya penyedia layanan. Jadi, nasabah tidak cuma “beli produk”, tapi juga
mendapatkan insight dan strategi yang lebih menyeluruh sesuai kondisi pasar.

Lebih jauh, pencapaian ini
juga menjadi bagian dari kontribusi nyata OCBC dalam mendukung upaya pemerintah
khususnya di bawah arahan Kementerian Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia dalam
hal memperdalam pasar obligasi domestik. Melalui partisipasi aktif di platform
SPPA dan peningkatan volume transaksi surat utang, OCBC turut mendorong
likuiditas pasar serta memperluas basis investor, yang pada akhirnya memperkuat
stabilitas dan daya tarik pasar keuangan Indonesia.

Ajang SPPA Award sendiri
memang dirancang untuk mendorong pelaku pasar lebih aktif memanfaatkan platform
SPPA, yang jadi salah satu kanal penting untuk meningkatkan likuiditas di pasar
alternatif. Penilaiannya pun cukup komprehensif, berdasarkan total nilai
transaksi sepanjang tahun.

Bagi tim Global Market OCBC,
“Penghargaan ini jelas jadi validasi bahwa strategi yang mereka jalankan sudah
berada di jalur yang tepat. Tapi di sisi lain, ini juga jadi tantangan baru
untuk terus menjaga momentum. Terlebih dari itu, pencapaian ini juga tidak
lepas dari kepercayaan dan dukungan para nasabah. OCBC menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya atas hal tersebut, karena kepercayaan inilah yang menjadi
fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan dan inovasi Global Market.”

Ke depan, OCBC tampaknya
tidak ingin berhenti di sini. Dengan kombinasi produk yang lengkap, layanan
yang semakin terintegrasi, dan fokus pada harga yang kompetitif, lini Global
Market berpotensi jadi salah satu motor pertumbuhan yang semakin diperhitungkan
di industri.

Singkatnya, penghargaan ini
bukan cuma soal trofi, tapi tentang bagaimana OCBC semakin mengukuhkan
posisinya di pasar, sekaligus membangun kepercayaan nasabah lewat performa yang
nyata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

JAKARTA – MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan proyek-proyek strategis hilirisasi di seluruh Anggota Grup.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyampaikan bahwa MIND ID konsisten meningkatkan perannya sebagai pengelola sumber daya alam mineral dan batu bara, sekaligus menjalankan agenda hilirisasi yang selaras dengan mandat pemerintah.

Melalui sinergi dan kolaborasi antar Anggota Grup MIND ID, berbagai proyek hilirisasi dikembangkan untuk memperkuat kapasitas nasional dalam pengolahan, pemurnian, dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam. Langkah ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kinerja ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi.

“MIND ID berkomitmen memastikan agenda hilirisasi nasional tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata dan terukur bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi, transisi energi terbarukan, serta pembangunan industri masa depan Indonesia,” kata Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Salah satu fokus utama Grup MIND ID saat ini adalah pengembangan rantai terintegrasi bauksit–alumina–aluminium. MIND ID membangun integrasi proses dari hulu ke hilir, di mana ANTAM mengelola tambang bauksit, kemudian bauksit diolah menjadi alumina oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Selanjutnya, INALUM mengembangkan smelter aluminium yang didukung pasokan energi dari Bukit Asam melalui PLTU Mempawah.

Integrasi ini memperkuat basis industri nasional karena seluruh rantai pengolahan berjalan di dalam negeri, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada impor aluminium.

Pada komoditas emas, ANTAM juga membangun fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik. Kolaborasi yang melibatkan Freeport Indonesia sebagai pemasok bahan baku emas diharapkan memperkuat daya saing Indonesia dalam memenuhi kebutuhan emas investasi masyarakat.

Dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional, Grup MIND ID mengambil peran melalui pengembangan proyek Coal to DME sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Bukit Asam selaku operator proyek telah mengalokasikan cadangan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku DME, termasuk menyiapkan kawasan industri pendukung.

Di sisi mineral kritis, MIND ID melalui Vale Indonesia mengembangkan proyek-proyek strategis, antara lain pengolahan nikel berkadar rendah di Sorowako serta pembangunan smelter HPAL di Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako. Proyek ini ditujukan untuk menghasilkan MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) dan feronikel (FeNi) sebagai bagian dari rantai pasok industri baterai dan industri logam.

Untuk komoditas timah, hilirisasi diarahkan pada pengolahan logam timah menjadi timah bubuk melalui fasilitas seperti Batu Ausmelt dan Batu Industri, guna meningkatkan nilai tambah produk timah nasional melalui produk turunan yang lebih beragam.

Dalam pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV Battery), Grup MIND ID juga membangun rantai industri yang lebih terintegrasi, mulai dari penambangan bijih nikel, pengolahan dan pemurnian nikel di Halmahera Timur, hingga pembangunan pabrik battery cell dan battery pack di Karawang.

Proyek ini diharapkan memperkuat kapasitas nasional untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik yang terus tumbuh.

Maroef menegaskan bahwa pengembangan proyek hilirisasi ke depan juga akan diperkuat melalui program riset dan pengembangan (R&D) yang lebih agresif. Menurutnya, penguatan R&D merupakan praktik yang lazim dijalankan negara yang mengembangkan operasi tambang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kami sangat ingin memiliki R&D sendiri, khususnya terkait pertambangan mineral dan batu bara. Dan juga yang non-teknisnya terkait laboratorium untuk persaingan pasar. Itu akan kami laboratioum-kan, sehingga kita bisa mengantisipasi pasar di luar negeri,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bangkit dari Trauma Scam, Pria Ini Buktikan 7 Tahun Trading Aman di HSB Investasi

Sempat trauma tertipu scam, pria ini buktikan keamanan dana di HSB Investasi. Penarikan dana (WD) lancar dan pelayanan profesional selama 7 tahun terakhir.

Di tengah maraknya isu kegagalan penarikan dana (withdraw) dan skema investasi bodong yang merugikan masyarakat, konsistensi sebuah platform dalam menjaga kepercayaan nasabah menjadi nilai yang tak ternilai. Tasroni, atau yang akrab disapa Roni, seorang trader sekaligus tenaga ahli untuk proyek internasional ini membagikan kisahnya bertahan sebagai nasabah setia HSB Investasi selama tujuh tahun terakhir.

Bagi Roni, aspek keamanan dana menjadi faktor penting yang ia evaluasi sejak pertama kali bergabung pada tahun 2018. 

Belajar dari Scam Internasional

Sebelum memantapkan hati di HSB Investasi, Roni mengakui sempat memiliki pengalaman pahit dengan platform investasi luar negeri. Ia menceritakan bagaimana dirinya pernah terjebak dalam skema scam yang berbasis di Kamboja saat mencoba peruntungan di pasar saham.

“Saya waktu itu pernah kecolongan. Kantornya tidak jelas, adminnya tidak tahu di mana, website tidak bisa dibuka. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya,” ujar Roni.

Pengalaman tersebut membuatnya jauh lebih selektif dan memprioritaskan legalitas di atas iming-iming keuntungan instan.

Saat kembali ke Indonesia dan mencari aplikasi investasi yang aman, Roni melakukan riset mendalam. Ia tidak hanya melihat profil perusahaan secara daring, tetapi juga mendatangi langsung kantor fisik HSB Investasi yang saat itu berada di Gedung Mayapada, Jakarta Selatan.

“Saya tanya legalitas semuanya dari pemerintah, terutama BAPPEBTI. Karena mereka yang menaungi trading forex dan emas. Dari situ saya percaya. Kantornya ada, orangnya ada, sertifikat legalitasnya pun terpajang jelas di dinding. Kalau perusahaan tidak patuh, mereka pasti akan berhadapan dengan pemerintah, yang memiliki kewenangan lebih besar,” tegasnya.

Pengalaman Trading 7 Tahun, Withdraw Tanpa Drama

Salah satu pilar utama kepercayaan Roni adalah kemudahan dalam mengelola modal. Di tengah banyaknya keluhan nasabah di platform trading lain yang kesulitan menarik dana, Roni justru merasakan pengalaman yang sebaliknya.

“Di HSB, withdraw dalam sehari pun selesai. Pagi ajukan, siang atau sore sudah masuk rekening. Berbeda dengan tempat lain yang kadang harus menunggu berhari-hari. Deposit pun sangat mudah. Komitmen perusahaannya memang terasa nyata sejak dulu,” ungkapnya.

Sebagai seorang profesional yang sering bekerja di lokasi terpencil, Roni membutuhkan mitra yang bisa memberikan edukasi, bukan sekadar platform transaksi. Ia mengapresiasi peran Relationship Manager (RM) di HSB yang selalu mendampinginya sejak awal.

“Staff HSB itu profesional dan sopan. Mereka tidak memaksa nasabah untuk terus deposit, justru sering mengingatkan soal money management. RM-nya sering kasih update harga dan membantu saya belajar baca candlestick serta kapan waktu entry yang tepat. Pendekatannya sangat edukatif, berbeda dengan broker lain yang agresif menelepon hanya untuk mengejar komisi,” jelasnya.

Menutup cerita, Roni memberikan pesan kuat bagi trader pemula yang baru ingin memulai trading. Ia menekankan pentingnya menggunakan akun demo untuk belajar dan memastikan broker yang dipilih memiliki izin resmi.

“HSB bisa menjadi salah satu pilihan. Saya dari 2018 sampai sekarang ikut, tidak ada masalah dengan sistem maupun dana. Kalaupun ada rugi, itu karena salah entry atau strategi saya sendiri, bukan karena masalah dari brokernya. Untuk pemula, yang penting cek legalitas dan pastikan kantornya jelas,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumatera Utara

KAI Logistik, Anak usaha KAI terus memperkuat portofolio bisnis di seluruh segmen usaha termasuk segmen bisnis B2B yang dilayani melalui KALOG Pro, salah satunya melalui ekspansi layanan bisnis pada angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara dengan target angkutan lebih dari 200.000 ton per tahun dengan melayani rata-rata 2 (dua) rangkaian kereta api per hari.

Layanan ini
menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik end-to-end
yang terintegrasi dengan layanan pengangkutan utama melalui moda kereta api oleh
KAI. Implementasi ini sekaligus mencerminkan sinergi dan integrasi layanan
dalam ekosistem KAI Group, yang mengoptimalkan kekuatan moda rel dan dukungan first
mile–last mile
secara menyeluruh. Melalui skema layanan pra purna, KAI
Logistik menghadirkan layanan pada rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Yuskal Setiawan,
Direktur Utama KAI Logistik, mengungkapkan “Crude Palm Oil merupakan
salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan
terhadap devisa negara, industri hilir, serta ketahanan energi nasional melalui
pemanfaatan biodiesel. Oleh karena itu, keandalan distribusi CPO, khususnya
dari sentra produksi di Sumatera Utara menuju titik distribusi dan pelabuhan,
menjadi aspek yang sangat penting. Melalui sinergi layanan multimoda bersama
KAI, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan solusi logistik end-to-end
yang efisien, aman, dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas
nasional.”

Dalam
implementasinya, layanan pra purna angkutan CPO mencakup keseluruhan proses
operasional, mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, proses
pembongkaran, hingga layanan purna angkutan dengan metode jaringan pipanisasi
pump di titik muat dan bongkar. Dengan model layanan terintegrasi ini,
pelanggan memperoleh kemudahan dalam pengelolaan layanan pra purna  komoditas secara lebih efisien, aman, dan
andal.

“Sinergi antara
KAI Logistik dan KAI dalam layanan ini menjadi bentuk nyata integrasi layanan
logistik berbasis rel, di mana pelanggan tidak hanya memperoleh layanan
pengangkutan, namun juga solusi rantai pasok yang menyeluruh dari titik asal
hingga tujuan akhir. Pendekatan ini memperkuat posisi KAI Logistik sebagai
penyedia integrated logistics solution yang mampu menjawab kebutuhan
industri komoditas skala besar,” lanjut Yuskal.

Dalam memastikan
kelancaran distribusi, proses pra purna mencakup di sejumlah titik stasiun di
Sumatera Utara, yakni Stasiun Rantau Prapat, Stasiun Padang Halaban, Stasiun
Hengelo, Stasiun Kisaran, Stasiun Sei Bejangkar, Stasiun Perlanaan, Stasiun
Tebing Tinggi, Stasiun Dolok Merangir, Stasiun Perbaungan, dan Sei Mangke dengan
titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan.  Implementasi pekerjaan pra purna angkutan CPO
ini diproyeksikan mampu berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan membuka peluang
perluasan bisnis pada rantai nilai CPO yang lebih panjang.

Kesiapan
operasional KAI Logistik juga didukung oleh pengalaman perusahaan dalam
menangani layanan pra purna komoditas minyak seperti BBM dan BBK, yang memiliki
karakteristik operasional serupa dengan CPO. Selain itu, perusahaan telah
memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian tangki melalui steaming
dan cleaning yang telah teruji untuk menjamin kualitas dan keamanan
pengangkutan.

Dari sisi
legalitas, KAI Logistik telah memiliki izin IUJP, sehingga implementasi
kegiatan pra purna angkutan CPO dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan
standar operasional yang berlaku. ”Melalui sinergi dan integrasi layanan ini,
KAI Logistik optimistis dapat terus mendukung kelancaran distribusi komoditas
unggulan nasional sekaligus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam
mendorong efisiensi logistik nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

A rare cultural experience combining a 200-year-old sake brewery, chef-crafted cuisine, and immersive storytelling
Tokyo, Japan —

As international travel to Japan reaches unprecedented levels, a new premium experience is inviting global travelers to discover Japan through one of its most iconic cultural traditions: sake.

Tablecross Inc., the company behind the global food tourism platform byFood, has partnered with KOKUBU Group Corp., one of Japan’s most historic food and beverage distributors, to launch an exclusive sake brewery journey designed for international visitors seeking deeper cultural experiences.

Now available through byFood, this curated experience allows guests to step inside a 200-year-old brewery, meet the artisans behind Japan’s most celebrated drink, and enjoy a refined culinary pairing created by a renowned sushi chef.

The experience was first piloted in November 2025 at Tamura Sake Brewery, a historic brewery founded in 1822 in Fussa, Tokyo, where participants described the tour as “one of the most authentic cultural experiences in Japan.”

Why this experience is gaining global attention
Japan’s inbound tourism has entered a new era of growth.
In 2025, the country welcomed 42.7 million international visitors, surpassing 40 million travelers for the first time in history. Visitor spending also reached a record 9.5 trillion yen, reflecting strong demand for experiential and culturally immersive travel.
At the same time, interest in Japanese sake is expanding rapidly worldwide.
According to Japan’s National Tax Agency, exports of Japanese alcoholic beverages surged in 2024, with sake exports growing by 106% in both value and volume.
As a result, international travelers are increasingly looking for experiences that go beyond sightseeing—seeking opportunities to understand the craft, philosophy, and heritage behind Japanese food culture.
This new program was designed specifically to meet that demand.

A journey into the culture of sake
The experience has been developed in collaboration with IRIS Inc., a company known for designing sake tours that focus on storytelling and cultural interpretation.
Rather than simply explaining brewing techniques, the program explores the deeper cultural role of sake—its connection to Japanese spirituality, seasonal traditions, and community life.
Guests visit Tamura Sake Brewery, whose historic buildings are registered as national cultural properties, representing over two centuries of craftsmanship.
During the tour, visitors walk through the brewery grounds, learn about the delicate brewing process, and discover the philosophy that has guided the brewery for generations.
The experience concludes with a guided sake tasting, tailored to each guest’s preferences and level of familiarity with sake.

Culinary pairing by a renowned sushi chef
One of the most distinctive elements of the program is its culinary collaboration with Sushi Udatsu, a celebrated sushi restaurant located in Tokyo’s Nakameguro district.
Chef Hisashi Udatsu prepares a specially designed lunch at the brewery, pairing Tamura Brewery’s signature sake with dishes inspired by traditional Edomae sushi.
The result is a rare opportunity to explore the relationship between Japanese cuisine, craftsmanship, and sake culture in a single immersive setting.

Experience highlights
The High-Value Sake Brewery Experience includes:
• Welcome ceremony hosted by the brewery
• Private guided tour of the historic brewery
• Cultural storytelling about sake traditions
• Personalized sake tasting session
• Premium lunch paired with curated sake
• A custom-labeled bottle of sake as a souvenir
Experience page
https://www.byfood.com/experiences/tokyo-signature-sake-journey-46701

Expanding sake tourism across Japan
Tablecross Inc. and KOKUBU Group Corp. plan to expand the program by collaborating with sake breweries across Japan.
By connecting travelers with the people, stories, and traditions behind regional sake production, the initiative aims to support local breweries while encouraging tourism beyond Japan’s major cities.

About byFood
byFood is a global platform dedicated to sharing Japan’s food culture with the world.
Through byFood, international travelers can book culinary experiences, reserve restaurants, and discover Japanese food products directly from local producers.
Website
https://www.byfood.com/
YouTube
https://www.youtube.com/@JapanbyFood

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan.

Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional (Rabu, 25/03/2026) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber.

“Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya.

Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan.

Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan.

Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.

Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Namun demikian, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal.

“Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ungkapnya.

Karena itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan.

Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan.

Dalam konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis.

Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital.

Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia. Dikembangkan oleh Computer Engineering BINUS @Kemanggisan, Bianka menghadirkan cara baru menikmati alat musik tradisional yang lebih modern, interaktif, dan relevan bagi generasi masa kini. Inovasi ini turut berpartisipasi dalam Techman Day pada 31 Maret 2026 sebagai bagian dari showcase teknologi dan kreativitas, sekaligus untuk memperkenalkan perpaduan budaya dan teknologi kepada audiens yang lebih luas.

Dikembangkan oleh Christian Lokonanta, Rudy Susanto, Rinda Hedwig, dan Marcel Saputra, inovasi ini menggabungkan mekanik, musik, dan teknologi digital. Sistemnya digerakkan oleh motor yang dikontrol menggunakan minikomputer dan mikrokontroler, serta dapat diakses melalui smartphone berbasis Android. Lagu yang dimainkan dapat dieksekusi dengan tingkat akurasi hingga 100%, sekaligus tetap menghasilkan suara angklung yang hangat dan natural.

Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Bianka menjadi simbol bagaimana budaya Indonesia dapat diangkat ke panggung global. Bianka pernah tampil di Ars Electronica di Austria dan menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia. Bahkan, sekitar 81% responden menyatakan tertarik untuk lebih mengenal dan mempelajari Indonesia setelah melihat sistem ini.

Saat ini, Bianka dapat ditemui di lobby BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus, dan terus menjadi salah satu inovasi kebanggaan yang menggabungkan budaya dan teknologi

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Work from Hotel Jadi Alternatif Baru Bagi Profesional di Jakarta

Jakarta, 14 April 2026 – Perubahan pola kerja dalam beberapa tahun terakhir mendorong banyak profesional untuk mencari cara baru dalam menjaga produktivitas. Meski work from home (WFH) memberikan fleksibilitas, tidak sedikit yang mulai merasakan tantangan seperti distraksi di rumah hingga sulitnya memisahkan waktu kerja dan istirahat.

Di sisi lain, kembali bekerja dari kantor juga tidak selalu menjadi solusi ideal, terutama di kota besar seperti Jakarta yang identik dengan waktu tempuh panjang dan kepadatan aktivitas.

Melihat dinamika ini, konsep “work from hotel” mulai muncul sebagai alternatif yang menawarkan keseimbangan antara fokus dan kenyamanan. Lingkungan yang lebih tenang serta fasilitas yang mendukung menjadi alasan mengapa pendekatan ini semakin dilirik oleh para profesional urban.

TMG Hotel Tebet Jakarta menjadi salah satu yang menghadirkan pendekatan tersebut melalui program Work from TMG, yang dirancang untuk memberikan pengalaman bekerja dalam suasana yang lebih kondusif dan fleksibel.

Berlokasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, hotel ini menawarkan lingkungan yang relatif lebih tenang dibandingkan pusat bisnis, sekaligus tetap mudah diakses dari berbagai area di Jakarta.

Menurut Wiwi Ardina, Sales and Marketing Manager TMG Hotel Tebet Jakarta, kebutuhan akan ruang kerja kini tidak lagi terbatas pada kantor atau rumah. “Kami melihat adanya pergeseran kebutuhan, di mana banyak profesional mencari tempat yang bisa memberikan fokus tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Konsep work from hotel menjadi salah satu alternatif yang menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Dengan semakin berkembangnya pola kerja hybrid, kehadiran ruang alternatif seperti ini mencerminkan bagaimana cara kerja masyarakat urban terus beradaptasi, tidak hanya dari sisi lokasi, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

TMG Hotel Tebet Jakarta

Instagram: @tmghoteljakarta

Website: www.tmghoteljakarta.com

WhatsApp: 0818-0266-8818

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES