DARI TRADISI MASA LALU MENJADI GAYA HIDUP MODERN – FUGUKU LUNCURKAN TAS ‘AIKIDO’ DAN KOLEKSI BUSANA READY-TO-WEAR

JAKARTA, Indonesia – Bagaimana sebuah tradisi tekstil yang berusia ratusan tahun dapat bertahan melintasi zaman? Jawabannya adalah dengan beradaptasi. Dalam edisi kedua dari seri Literasi Budaya kami, Fuguku mengeksplorasi titik temu yang indah antara siluet budaya tradisional dengan fungsionalitas mode modern yang berkelanjutan.

Sepanjang sejarah mode, para desainer selalu meminjam inspirasi dari kejeniusan struktur pakaian masa lalu—mulai dari cara kain disampirkan pada pakaian kuno hingga garis tegas seragam seni bela diri. Hari ini, Fuguku dengan bangga melanjutkan tradisi adaptasi budaya global tersebut dengan meluncurkan Koleksi Busana (Ready-to-Wear/RTW) dan tas unisex, Aikido Bag.

Aikido Bag: Simbol Disiplin dan Desain Dalam seni bela diri Jepang, sabuk Aikido melambangkan kedisiplinan, keseimbangan, dan energi yang terpusat. Terinspirasi dari filosofi ini, Fuguku memperkenalkan Aikido Bag.

Filosofi Desain: Tas selempang unisex ini menampilkan tekstur 3D kami yang tegas, dipadukan dengan tali sandang (strap) lebar unik yang terinspirasi langsung dari bentuk sabuk Aikido.

Fungsionalitas: Dirancang dengan kapasitas yang cukup besar untuk membawa kebutuhan sehari-hari, menjadikannya statement piece fungsional bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Pilihan Warna: Tersedia dalam warna laut Aqua dan warna klasik Solid Black.

Fuguku RTW: Mendefinisikan Ulang Siluet Modern Untuk pertama kalinya, Fuguku menerjemahkan teknik Redefined Bai-Shibori dan Jumputan khas kami ke dalam koleksi busana siap pakai (RTW) yang lengkap. Dengan mengadopsi bentuk-bentuk tak lekang oleh waktu seperti Kimono Jepang dan Ponco universal, kami membuktikan bahwa desain warisan budaya adalah milik dunia.

Koleksi Esensial: Menampilkan Ponco Top yang luwes, Kimono yang terstruktur, dan Straight Pants Velvet yang elegan. Potongan-potongan utama ini hadir dalam lima warna bernuansa bumi dan elemen alam: Olive, Solid Black, Navy, Silver, dan Terracotta .

Koleksi Statement: Untuk tampilan yang lebih berani, koleksi ini juga menghadirkan Bicolor Top (tersedia dalam Navy-Terracotta dan Navy-Olive) serta Harem Pants bervolume dalam warna Black (Space Noir) .

Koleksi Luaran (Outerwear): Sebagai jangkar koleksi, hadir Fugu Jacket, jaket bergaya bomber dengan tekstur 3D penuh yang memukau. Dibuat dari 100% Poliester Daur Ulang, jaket ukuran All Size ini dibanderol dengan harga Rp 2.399.000 (tersedia dalam warna Black atau warna lain sesuai permintaan).

Pakaian Pelindung (Armor) Berkelanjutan untuk Sehari-hari Setia pada DNA inti Fuguku, evolusi tradisi ini tidak dicapai dengan mengorbankan bumi kita. Setiap karya dalam lini Aikido dibuat dari material daur ulang (seperti 100% Poliester Daur Ulang kami) dan seluruhnya diwujudkan sepenuhnya oleh tangan manusia—dikerjakan oleh lebih dari 70 ibu-ibu pengrajin kami di Jabodetabek.

Kami mengundang para pecinta mode untuk mengenakan koleksi ini bukan sekadar sebagai pakaian, melainkan sebagai “zirah modern” (modern armor)—sebuah perayaan akan warisan budaya global, inovasi tanpa limbah (zero-waste), dan pemberdayaan komunitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KALOG Express Sukses Distribusikan Sekitar 820 Ribu Barang Sepanjang Kuartal I 2026

KAI Logistik mencatatkan kinerja yang impresif melalui layanan ritel andalannya, KALOG Express. Sepanjang Kuartal I 2026, perusahaan berhasil mendistribusikan sekitar 820.000 barang kiriman ke berbagai wilayah di Indonesia, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini menegaskan perannya sebagai solusi logistik yang semakin dipercaya masyarakat.

Tak hanya dari sisi jumlah kiriman, performa kinerja juga tercermin dari volume angkutan yang mencapai 18.671 ton, atau tumbuh signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 14.649 ton. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan pengiriman berbasis kereta api yang mengedepankan keamanan, ketepatan waktu, dan efisiensi.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan secara menyeluruh. “Capaian ini mencerminkan bagaimana penguatan ekosistem layanan, baik melalui digitalisasi maupun perluasan jaringan, mampu menghadirkan kemudahan yang semakin dirasakan pelanggan. Kami akan terus menjaga konsistensi kualitas layanan agar setiap proses pengiriman berjalan dengan optimal,” ungkapnya.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan pada Kuartal I 2026 berasal dari layanan pengiriman sepeda motor yang mencatatkan realisasi sebanyak 34.652 unit, atau tumbuh sekitar 23% secara tahunan (year-on-year). Peningkatan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat, khususnya menjelang periode libur keagamaan Idulfitri.

“Kami melihat antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kirim motor melalui kereta api mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara, sekaligus menjadi alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” tambah Ayi Suryandi.

Pilihan ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan perjalanan. Berdasarkan data dari Polri, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 3.517 kejadian, atau menurun 6,31% dibandingkan tahun 2025. Penurunan ini turut mencerminkan dampak positif dari perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin mengedepankan aspek keselamatan.

Melalui capaian di awal tahun ini, KAI Logistik terus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan logistik yang andal dan terintegrasi. Tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, perusahaan juga berupaya memberikan nilai tambah melalui kontribusi nyata terhadap keselamatan dan kenyamanan mobilitas masyarakat Indonesia secara luas.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ramah Lingkungan, Gedung-gedung di IKN Gunakan Beton Bersertifikasi Green Label dari Batching Plant WSBP Sepaku

Jakarta, April 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali tunjukan komitmennya dalam penerapan konstruksi berkelanjutan melalui perolehan sertifikasi Green Label Indonesia (GLI) dari Green Product Council Indonesia pada Batching Plant WSBP Sepaku yang beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Batching Plant WSBP Sepaku meraih Sertifikasi Green Label Level Gold dengan skor 92, menjadikannya sebagai batching plant kedua WSBP yang memperoleh pengakuan tersebut setelah sebelumnya diraih oleh Batching Plant WSBP Pegangsaan.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi menuju konstruksi yang lebih ramah lingkungan bukan hanya sebuah inisiatif, tetapi telah menjadi bagian dari standar operasional kami,” ujar Fandy Dewanto, Vice President of Corporate Secretary WSBP.

Sertifikasi Green Label dilakukan melalui penilaian berbagai aspek keberlanjutan, meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi dan polusi, manajemen limbah, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta inovasi proses produksi. Penerapan aspek tersebut di Batching Plant WSBP Sepaku antara lain melalui efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan genset dan idle time, penggunaan dust collector serta pengendalian debu, pemanfaatan kembali air produksi, pengelolaan limbah B3 sesuai standar, serta monitoring konsumsi air. Penggunaan material fly ash serta inovasi seperti admixture polimer larut air turut membantu mengurangi penggunaan semen dan emisi CO₂, didukung command batch system berakurasi tinggi untuk memastikan efisiensi dan konsistensi dalam proses produksi.

Capaian ini melanjutkan keberhasilan WSBP sebagai pelopor dalam sertifikasi Green Label untuk kategori Beton Readymix di Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa standar hijau yang diterapkan Perusahaan merupakan standar terintegrasi yang dapat diimplementasikan di berbagai fasilitas produksi.

Adapun proyek yang disuplai dari Batching Plant WSBP Sepaku antara lain Gereja Basilika, KLHK Tahap 3, IPAL 1, 2, dan 3, Rusun MBR, serta kawasan perkantoran seperti DPD, MA, MPR, DPR I, dan DPR II, yang seluruhnya dibangun menggunakan Beton Readymix WSBP yang telah tersertifikasi Green Label Indonesia, sehingga menjadikannya bangunan ramah lingkungan sekaligus mendukung terciptanya infrastruktur yang berkelanjutan.

Capaian ini tercermin dari tingkat emisi karbon yang dihasilkan Batching Plant WSBP Sepaku. Emisi CO₂ tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dengan penurunan sampai dengan 58%. Dengan kapasitas produksi mencapai 57.702 m³ per tahun, penggunaan Beton Readymix WSBP berlabel green product berkontribusi dalam mengurangi emisi hingga 3.116 ton CO₂ per tahun.

“Dengan penerapan standar Beton Readymix bersertifikasi Green Label ini, kami ingin memastikan bahwa setiap produk yang kami hasilkan tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan dampak lingkungan dan pencapaian target keberlanjutan proyek,” tambah Fandy.

Dengan perolehan sertifikasi ini, WSBP akan terus mendorong peningkatan standar produksi serta memperluas implementasi inovasi ramah lingkungan di berbagai fasilitasnya dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini sejalan dengan upaya Perusahaan dalam menghadirkan solusi beton yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Topotels: 7 dari 10 Tamu Kini Booking Hotel Secara Last Minute, Tren Terlihat di Berbagai Unit di Indonesia

Topotels Hotels & Resorts mencatat 7 dari 10 tamu kini booking hotel secara last minute di berbagai unitnya termasuk Ayola Sentosa Palembang, mencerminkan tren traveler yang semakin spontan, book sekarang di www.topotels.com
untuk penawaran terbaik.

Jakarta, April 2026 – Jumat sore, setelah minggu kerja yang padat, seorang pekerja di Jakarta membuka ponselnya. Tanpa rencana panjang, ia mencari hotel untuk menginap malam itu juga, bukan untuk liburan jauh, tetapi sekadar “escape” sejenak dari rutinitas.

Fenomena ini kini semakin umum terjadi di berbagai kota di Indonesia.

Topotels Hotels & Resorts mencatat bahwa sekitar 7 dari 10 tamu melakukan pemesanan hotel secara last minute, bahkan dalam hitungan jam sebelum check-in. Tren ini terlihat konsisten di berbagai unit yang dikelola Topotels, mulai dari Jakarta, Palembang,Batam, hingga Medan dan Pekanbaru.

Terlihat Nyata di Berbagai Unit Hotel

Di properti yang berada di pusat kota, tren ini semakin terasa. Banyak tamu melakukan booking mendadak untuk kebutuhan sederhana: beristirahat, bekerja dengan suasana baru, atau sekadar menikmati waktu sendiri.

Di Odua Golden Mansyur Medan, peningkatan reservasi mendadak sering terjadi dari tamu yang sedang transit atau melanjutkan perjalanan ke destinasi lain seperti Danau Toba. Sementara di Ayola First Point Hotel Pekanbaru, pola serupa terlihat dari tamu bisnis yang memutuskan menginap di hari yang sama karena kebutuhan pekerjaan yang dinamis. Di Palembang, tren ini juga terlihat di Ayola Sentosa Palembang, di mana tamu domestik kerap melakukan booking mendadak untuk staycation singkat maupun perjalanan bisnis yang tidak direncanakan jauh hari.

Sementara di area urban seperti Jakarta dan Batam, hotel-hotel di bawah brand Ayola dan Odua mengalami lonjakan staycation spontan, terutama di akhir pekan maupun midweek sebagai bentuk “quick reset”.

Dari Planned Trip ke Spontaneous Escape

Menurut Topotels, perubahan ini menandakan pergeseran pola pikir traveler dari yang sebelumnya merencanakan perjalanan jauh hari, kini menjadi lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan saat itu.

“Kami melihat tamu tidak lagi selalu menunggu waktu liburan. Banyak yang memutuskan untuk menginap secara spontan, bahkan hanya untuk satu malam, sebagai cara cepat untuk recharge,” ujar Corporate Director of Sales Topotels. Staycation dan short escape menjadi pilihan utama karena lebih praktis, tanpa perlu perencanaan panjang, namun tetap memberikan pengalaman yang dibutuhkan.

Hotel Kini Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel kini berperan sebagai ruang untuk beristirahat, bekerja secara fleksibel, hingga menjaga keseimbangan hidup.

Tren ini terutama terlihat di kalangan milenial dan Gen Z, yang lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan kemewahan. Mereka cenderung memilih hotel yang nyaman, relevan, dan mudah diakses bukan sekadar yang paling mahal.

Adaptasi Industri: Cepat, Fleksibel, dan Digital

Perubahan ini mendorong industri hotel untuk beradaptasi lebih cepat. Kemudahan akses, fleksibilitas booking, serta kehadiran di kanal digital menjadi faktor krusial dalam memenangkan perhatian tamu.

Topotels merespons dengan memperkuat sistem direct booking dan pengalaman digital, sehingga tamu dapat menemukan dan memesan hotel dengan cepat sesuai kebutuhan mereka.

“Hari ini, keputusan tamu bisa terjadi dalam hitungan menit. Karena itu, kami memastikan proses booking di semua unit Topotels bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan efisien,” ujar Corporate Revenue Manager Topotels.

Bagi traveler yang ingin menikmati pengalaman menginap yang praktis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan saat ini, berbagai pilihan hotel dari Topotels dapat dipesan langsung melalui website resmi:

Book your next stay now at www.topotels.com, Lebih cepat, lebih mudah, dan penawaran terbaik tersedia untuk direct booking.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES