WIKA Beton Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru, Catat Kinerja Solid di Kuartal I 2026

WIKA Beton Raih Pendapatan Usaha Rp677 M di Kuartal I 2026

Jakarta, 30 April 2026 — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjaga kinerja bisnis yang berkelanjutan melalui penunjukan Ignatius Harry Sumartono sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) baru, efektif per 30 April 2026.

Penunjukan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjawab dinamika komunikasi korporasi yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat fungsi hubungan dengan pemangku kepentingan. Ignatius Harry menggantikan Yushadi yang memasuki masa purnabakti setelah memberikan kontribusi signifikan sejak tahun 2014.

Dalam struktur organisasi, Sekretaris Perusahaan memegang peran vital dalam memastikan efektivitas komunikasi antara perusahaan dengan pemangku kepentingan, termasuk regulator, investor, dan publik. Fungsi ini juga mencakup pengelolaan keterbukaan informasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan implementasi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).

Penunjukan tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 April 2026 melalui surat nomor SE.01.01/WB-0A.0439/2026, sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan OJK dan Bursa Efek Indonesia terkait keterbukaan informasi.

Ignatius Harry memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di WIKA Beton sejak bergabung pada tahun 2003, dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Parahyangan dan Magister Teknik Sipil dari Universitas Indonesia. Pengalaman lintas fungsi di bidang teknik, riset dan pengembangan, hingga QHSE diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam mengelola komunikasi korporasi dan menyampaikan narasi bisnis yang transparan.

Sejalan dengan penguatan organisasi tersebut, WIKA Beton juga mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal I 2026. Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp677 miliar dengan laba sebesar Rp1,5 miliar, mencerminkan resiliensi di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Kinerja ini ditopang oleh diversifikasi lini bisnis yang efektif, dengan kontribusi utama berasal dari segmen produk putar sebesar 48,36%, diikuti produk non-putar 32,84%, konstruksi 15,85%, dan jasa 2,95%.

Selain itu, WIKA Beton berhasil meraih kontrak baru senilai Rp919,9 miliar. Perolehan tersebut didominasi oleh pelanggan swasta sebesar 53,61%, diikuti kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 34,00%, BUMN sebesar 11,23%, dan internal WIKA sebesar 1,16%. Berdasarkan sektor, kontribusi terbesar berasal dari infrastruktur sebesar 58,72%, disusul industri 17,49%, properti 12,17%, pertambangan 5,77%, kelistrikan 4,89%, dan energi 0,96%.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga efisiensi dan kesehatan finansial.

“Perolehan laba ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan deleveraging yang kami jalankan. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada penguatan margin dan pengelolaan arus kas yang sehat,” ujarnya.

Melalui kombinasi penguatan tata kelola dan kinerja operasional yang solid, WIKA Beton optimistis dapat mempertahankan momentum positif sepanjang tahun 2026. Perusahaan juga terus berkomitmen untuk menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan peran aktif dalam ekosistem Danantara dan BUMN untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berdaya saing global.

#SolutionandTrust #ConcretExpert #BringBackOurGlory

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Railink Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Layanan KA Srilelawangsa

PT Railink mencatat kinerja positif layanan KA Srilelawangsa relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai sepanjang tahun 2025 dengan total jumlah penumpang mencapai 2,5 juta penumpang. Sementara itu, pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 651 ribu penumpang.

Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya di wilayah Sumatera Utara. KA Srilelawangsa menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat dalam mendukung mobilitas harian, baik untuk keperluan bekerja, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Sebagai operator kereta bandara di wilayah Sumatera Utara, PT Railink terus berkomitmen untuk mendukung konektivitas antarwilayah, termasuk melalui integrasi layanan yang memudahkan akses masyarakat. Kehadiran layanan kereta api ini tidak hanya memberikan alternatif transportasi yang efisien, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui, seperti Medan, Binjai, hingga Kuala Bingai.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan, “Capaian jumlah penumpang KA Srilelawangsa ini menjadi bukti bahwa kehadiran layanan kereta api sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendukung mobilitas masyarakat. Selain itu, konektivitas yang terbangun juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara, khususnya di daerah yang dilalui oleh layanan ini.”

Keberangkatan dari stasiun Medan menuju stasiun Binjai paling awal pada pukul 07.55 wib dan dari stasiun Binjai menuju Stasiun Medan keberangkatan pertama pada pukul 04.55 Wib. Sedangkan dari Stasiun Kuala Bingai menuju Stasiun Medan terdapat 2 keberangkatan, yaitu pada pukul 06.45 wib dan 18.25 wib.

Ke depan, PT Railink akan terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang terintegrasi, guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sumatera Utara.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Conducts API 570 Training to Improve Piping Integrity in Operations

Improve piping integrity in operations with PetroSync API 570 Training. Build inspection skills, reduce risk, and advance your engineering career confidently.

Many engineers in oil and gas have faced this moment: you’re doing your job, handling inspections, but when it comes to making a decision, there’s still hesitation. The data is there, but the confidence is not.

This is where growth starts to slow down. Not because you lack experience, but because making the right call under pressure is still a challenge.

When Piping Integrity Issues Start Impacting Operational Reliability

In real operations, piping problems rarely start big. They begin as small leaks or corrosion, but when missed, they can quickly escalate and disrupt reliability.

The real challenge is not just identifying issues, but making the right decision before they turn into bigger problems.

1. Small Leaks and Corrosion Can Escalate into Major Operational Failures

Small leaks and corrosion can develop over weeks without immediate signs. If ignored, they may lead to failures causing 24–48 hours of downtime and impacting overall operational reliability.

2. Engineers Hesitate When Evaluating Piping Conditions in the Field

Many engineers spend 20–30% more time validating inspection data due to uncertainty. Without a clear approach, decisions become slower and less confident during critical field situations.

3. Inconsistent Inspection Approaches Create Conflicting Decisions Across Teams

Different teams often produce 2–3 different conclusions for the same piping condition. This inconsistency delays action and creates confusion when quick and accurate decisions are required.

4. Delayed Inspection Actions Increase Risk to Safety and Operations

Delays in inspection or repair decisions can increase risk significantly. What starts as a manageable issue may develop into safety concerns that impact both equipment performance and team safety.

At this stage, many engineers start to feel stuck. The more they review the data, the more uncertain the decision becomes, especially when time pressure continues to increase.

But the real problem is not the system—it is the lack of a clear and practical way to evaluate and act on piping conditions.

How Engineers Can Improve Piping Inspection Accuracy and Decision-Making

Improving inspection outcomes requires more than experience—it requires the ability to make the right call under pressure using a clear and structured approach.

When engineers follow a consistent method, decisions become faster, more accurate, and easier to justify in real operational situations.

1. Understand Real Piping Conditions Beyond Theoretical Knowledge

Engineers who focus on real piping scenarios can significantly improve how they interpret conditions. This approach helps connect theory with field reality and improves overall inspection accuracy.

2. Build Practical Inspection Skills through API 570 Training

Through API 570 Training, engineers follow a structured learning path over 40–60 hours. This helps them apply inspection concepts directly and improve consistency in real working conditions.

3. Make Clear Decisions Between Continue Operation and Required Repair Actions

With a structured framework, engineers can reduce decision time by up to 30%. This allows them to act faster and more confidently without relying on assumptions.

4. Apply Consistent Inspection Standards Based on API 570

Applying API 570 standards helps reduce conflicting inspection results across teams. Engineers can align decisions more effectively and improve reliability in evaluating piping conditions.

When inspection decisions become structured and consistent, the work is no longer reactive. It becomes controlled, predictable, and more reliable.

This is where the right training starts to accelerate both performance and career development.

Why PetroSync Helps Engineers Improve Piping Inspection Confidence

At some point, engineers realize that improving inspection skills is not optional—it is what defines their value in the field.

PetroSync focuses on delivering training that is practical, relevant, and directly applicable to real operational challenges.

1. Training Built Around Real Piping Cases from Field Experience

The training is designed using real piping cases encountered in daily operations. This helps engineers understand actual challenges and prepares them for similar situations in their work.

2. Structured Learning That Improves Daily Inspection Decision-Making

Each session is built to improve how engineers think and decide. The structured approach makes it easier to apply knowledge directly in inspection and maintenance activities.

3. Delivered by PetroSync to Support Certification and Long-Term Career Growth

PetroSync provides guided preparation that helps engineers stay consistent and focused. This support improves readiness for certification and opens opportunities for long-term career advancement.

In the end, piping inspection is not just about identifying problems—it’s about making the right decision at the right time. That confidence is what separates a capable engineer from a trusted one.

In an industry where reliability and safety define performance, engineers who move forward are the ones who take control. If your decisions still feel uncertain, your growth will follow the same pattern.

Now is the time to strengthen your skills and move forward with PetroSync.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Karaoke Manekineko Malaysia sponsors The 23rd Japanese Speech Contest

St. Giles Hotel, Kuala Lumpur – April 18th, 2026 – Karaoke Manekineko (managed by KOSHIDAKA International / KOSHIDAKA Malaysia) was invited to participate as one of the esteemed sponsors for The 23rd Japanese Speech Contest hosted by Japan Foundation Kuala Lumpur (JFKL).

Our company strives to promote Japanese culture and contribute to local communities via entertainment. Through our support for this competition, we hope to encourage the many aspiring young talents working hard to master the Japanese Language in Malaysia.

■ Contest Overview and Results

From the nationwide submissions, 14 high school student finalists were selected. The theme for this year was “Hoshi (Star)”. The participants each has to submit a draft of their speech on what the word “Hoshi” means to them, and are free to interpret the theme as they will.

After a rigorous judging process, Ms. Lim Ern Yii from Tsun Jin High School, Kuala Lumpur was named as the first place winner. In Ms. Lim’s speech “Watashi ni Hikari wo kureta Star (The Star who gave me light)”, she eloquently conveyed her profound gratitude to her supportive mother in Japanese, employing deeply moving language and emotionally resonant expressions.

■ Our Contribution

In recognition of the dedication and passion demonstrated by all 14 finalists—who showcased the fruits of their daily efforts—we presented each of them with a gift voucher from Karaoke Manekineko, redeemable at all our outlets across Malaysia.

■ Future Prospects

KOSHIDAKA International/KOSHIDAKA Malaysia remain committed to actively supporting the promotion of Japanese language education and cultural exchange initiatives. Through our karaoke service, we aim to foster activities that serve as a meaningful bridge between Malaysia and Japan.

This article is also published on VRITIMES

PetroSync Provides API 510 Training to Strengthen Pressure Vessel Inspection

Strengthen pressure vessel inspection skills with PetroSync API 510 Training. Build practical knowledge, improve decision-making, and advance your engineering career.

Many engineers in the oil and gas industry reach a point where experience alone is no longer enough. You’ve handled daily operations, solved real problems, but when it comes to inspection decisions, uncertainty still shows up.

This is where things start to slow down. Not because of lack of effort, but because the right structure and confidence in decision-making are still missing.

When Pressure Vessel Inspection Decisions Carry Real Operational Risk

In real operations, pressure vessel inspection is not just a routine task. One wrong decision can impact safety, reliability, and even production targets.

The challenge is not always visible at the start. But once issues escalate, the consequences become difficult to control.

1. Small Inspection Mistakes Can Trigger Downtime and Safety Incidents

Even small inspection mistakes can lead to unplanned downtime lasting 24–48 hours. In some cases, overlooked issues may escalate into safety incidents that affect both operations and team performance.

2. Engineers Hesitate When Evaluating Pressure Vessel Conditions in the Field

Many engineers spend 20–30% more time validating inspection results due to uncertainty. Without a clear approach, decisions become slower and less confident during critical field evaluations.

3. Different Inspection Approaches Lead to Conflicting Decisions Across Teams

Different teams may produce 2–3 conflicting conclusions for the same inspection case. This lack of alignment delays action and creates confusion when quick and accurate decisions are required.

4. Difficulty Interpreting Standards Creates Uncertainty in Critical Decisions

Engineers often spend hours reviewing standards but still feel unsure when applying them. Without practical understanding, interpreting inspection requirements becomes difficult during real operational situations.

At this stage, many engineers start to feel stuck. The more they try to understand, the more complex it seems, especially when real decisions need to be made quickly.

But the issue is not the standards themselves. It is the lack of a clear and practical way to apply them in real inspection scenarios.

How Engineers Can Make More Accurate and Confident Inspection Decisions

To improve inspection outcomes, engineers need more than experience. They need a structured way to understand conditions, interpret standards, and make decisions with confidence.

With the right approach, inspection becomes clearer, faster, and more consistent across different situations.

1. Understand Real Pressure Vessel Scenarios Beyond Theoretical Knowledge

Engineers who focus on real scenarios can improve decision accuracy by up to 30–40%. This helps them connect theory with actual field conditions and respond more effectively.

2. Build Practical Inspection Skills through API 510 Training

Through API 510 Training, engineers can follow structured learning over 40–60 hours. This approach improves their ability to apply concepts directly in real inspection situations.

3. Make Clear Decisions Between Safe Operation and Required Repair Actions

With a structured framework, engineers can reduce decision time by up to 30%. This helps eliminate hesitation and ensures actions are based on clear evaluation, not uncertainty.

4. Apply Consistent Inspection Standards Based on API 510

Using standards like API 510 helps improve consistency across teams. Engineers can align decisions more effectively, reducing conflicting outcomes and improving reliability in inspection results.

When engineers begin to apply structured thinking and consistent standards, inspection becomes more than just a task. It becomes a confident and controlled decision-making process.

This is where the right training environment plays a critical role in accelerating that transformation.

Why PetroSync Helps Engineers Improve Inspection Accuracy and Confidence

At some point, engineers realize that improving inspection skills is not optional. It is essential for both performance and career growth.

PetroSync provides a training approach that focuses on real application, not just theory, helping engineers become more confident in their daily work.

1. Training Built Around Real Pressure Vessel Cases from Field Experience

The training uses real pressure vessel cases commonly faced in the field. This helps engineers understand actual challenges and prepares them to handle similar situations in their daily responsibilities.

2. Structured Learning That Improves Daily Inspection Decision-Making

Each session is designed to improve how engineers think and decide. The structured approach makes it easier to apply knowledge directly in inspection and maintenance activities.

3. Delivered by PetroSync to Support Certification and Long-Term Career Growth

PetroSync supports engineers in preparing for certification with a clear learning path. This not only improves technical capability but also opens opportunities for long-term career advancement.

In the end, inspection is not just about checking equipment, but about making the right decision at the right time. That confidence is what separates a good engineer from a trusted one.

In an industry where risks are real and expectations keep rising, engineers who grow are those who take control of their development. If decisions still feel uncertain, progress will always be limited. Now is the time to strengthen your skills and move forward with PetroSync.

This article is also published on VRITIMES

Film Program BINUS UNIVERSITY Dorong Kolaborasi Global melalui “AI Meets Traditional Culture” Exhibition 2026

Tangerang, Indonesia 29 April 2026 – Program Film BINUS University dengan bangga berperan sebagai co-host dalam acara puncak “AI Meets Traditional Culture” China-Indonesia Youth AI Visual Works Exhibition 2026 yang bertempat di BINUS @Alam Sutera. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi kreatif lintas negara yang mempertemukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kekayaan budaya tradisional.

Bekerja sama dengan Shanghai Vancouver Film School dan berbagai mitra internasional, Program Film BINUS menghadirkan platform bagi generasi muda untuk mengeksplorasi storytelling visual berbasis AI yang tetap berakar pada perspektif dan kreativitas manusia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa mengikuti workshop intensif dari praktisi global, termasuk pengenalan AI Filmmaking Pipeline oleh Odet Abadia. Lokakarya kedua bertema Bringing Traditional Culture to Life: A Hands-on Guide and Case Sharing bersama tim Movie Flow, salah satu aplikasi AI untuk produksi film. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI dapat mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan peran kreator sebagai pengarah utama ide dan narasi.

Hal ini menegaskan komitmen Program Film BINUS dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam kurikulum, sekaligus memastikan bahwa mahasiswa tetap menjadi pusat dari proses kreatif. Pengalaman di atas juga akan memperkaya silabus Transmedia Storytelling yang tugasnya berupa produksi film AI pendek.

Hampir 500 karya dari kreator muda Indonesia dan China terkumpul dalam ajang ini, mencakup berbagai format seperti video, ilustrasi, komik, hingga buku cerita visual berbasis AI. Karya-karya tersebut menampilkan perpaduan unik antara elemen budaya kedua negara, seperti batik dan sutra, wayang dan opera Beijing, hingga interpretasi arsitektur tradisional dalam pendekatan visual modern.

Sebanyak 50 karya terbaik terpilih untuk dipamerkan di Jakarta dan Shanghai, dengan 10 karya menerima penghargaan utama. Para pemenang juga mendapatkan peluang eksposur global, termasuk partisipasi dalam festival film internasional dan kompetisi seni dunia.

Ajang puncak adalah Penghargaan kepada para pemenang, yang didahului dengan sambutan dari Danendro Adi (Dekan School of Design Binus University) dan David Chen (Vice-President of Shanghai Vancouver Film School/ PhD Supervisor at Shanghai University). Acara dimulai dengan diskusi panel bertema AI Empowering Traditional Culture and Film Education bersama Jerry Fan (Industry Instructor, Producer/Screenwriter, AI Generated Content Creator) dan Adilla Amelia (Ketua Jurusan Film, Binus University). Keduanya saling berbagi dan belajar tentang kurikulum dan silabus berdasarkan best practice kedua sekolah film tersebut.

Pemenang pun diumumkan, yang terdiri dari peserta dari Cina dan dan Indonesia. Dalam hal ini, BINUS Film meraih juara 2 dengan judul Samudra Batin (Elijah Caleb Yael Sakti, Merin Grescia Natali, Meitry Yeo, Rocky Marciano Wowor, Yashn Rajkumar Asrani).

Selain Juara 1,2, dan 3, ada Grand Prize yang merupakan pemenang utama. Sedang excellent prize adalah semua karya yang lolos daftar seleksi pendek (finalis). (Daftar pemenang ada di bawah).

Tampak hadir pula Karen Wei (Head of marketing SHVFS), serta delegasi dari SMA Abdi Siswa, yaitu Jusuf Iskandar (Chief Executive Director), Ir. Pandji Kusuma (Ketua Dewan Pembina) dan Ferdinand Widagda (member board of Patrons).

Di sesi siang, ada sesi pemutaran film terpilih dari SHVFS dan BINUS FIlm.

Dalam sambutannya, Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi, menegaskan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan nilai kemanusiaan:

“Tema ‘AI Meets Traditional Culture’ adalah tentang pemberdayaan, bagaimana kita menggunakan teknologi masa depan untuk menghidupkan kembali warisan masa lalu. Dalam kurikulum kami, kami mengadopsi teknologi ini dengan filosofi yang jelas: kreativitas dan pemikiran kritis tetap berpusat pada manusia.”

Beliau juga menambahkan penegasan terkait peran AI dalam proses kreatif:

“AI adalah co-pilot, bukan pengganti kreator. Teknologi ini tidak akan menggantikan peran creative, melainkan berjalan berdampingan untuk memperkuat eksekusi dan eksplorasi ide. Visi, emosi, dan makna tetap harus datang dari manusia.”

Pendekatan ini menegaskan bahwa teknologi bukanlah pengganti kreativitas, melainkan medium baru yang memperluas cara bercerita dan berekspresi.

Partisipasi Program Film BINUS dalam inisiatif ini mempertegas perannya sebagai penghubung antara pendidikan, industri, dan kolaborasi internasional serta mempersiapkan generasi kreator yang adaptif, inovatif, dan tetap human-centered di era AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Integrasi BIM dan Point Cloud untuk Verifikasi As-Built di Proyek Konstruksi

Verifikasi kondisi aktual site terhadap desain BIM membutuhkan data lapangan yang akurat. Deviasi antara gambar final dan kondisi nyata yang baru terdeteksi di tahap akhir proyek jauh lebih mahal untuk diperbaiki.

SHARE SLAM S100 adalah handheld LiDAR scanner untuk merekam kondisi site secara menyeluruh sesuai jalur yang direncanakan. Bentuknya yang ringkas memudahkan operator bergerak di area sempit, indoor, maupun lokasi tanpa akses GNSS.

LiDAR scanner ini menghasilkan point cloud beresolusi tinggi yang langsung kompatibel dengan workflow BIM, termasuk di lingkungan terowongan, gedung bertingkat, dan fasilitas industri tertutup.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan SHARE SLAM S100 untuk kebutuhan as-built survey, quality control, dan dokumentasi kondisi site di sektor konstruksi, infrastruktur, dan energi.

“Point cloud yang dihasilkan SLAM S100 langsung diintegrasikan ke BIM, sehingga deviasi antara desain dan kondisi aktual teridentifikasi sebelum pekerjaan selesai. As-built verification tidak lagi bergantung pada pengukuran manual,” ujar Halo Robotics.

Proses integrasi berjalan dalam empat tahap:

1. Pengambilan data menggunakan SHARE SLAM S100.

2. Point cloud processing untuk validasi data.

3. Integrasi BIM dan Point Cloud untuk identifikasi deviasi.

4. Verifikasi as-built untuk konfirmasi pekerjaan sesuai gambar final.

BIM diperbarui berdasarkan kondisi aktual dan tersimpan sebagai dokumen digital.

Data as-built yang akurat memberi tim referensi solid untuk manajemen aset, renovasi, maupun ekspansi ke depannya. Sistem seperti SHARE SLAM S100 menjadi bagian dari cara industri konstruksi mendokumentasikan dan memverifikasi kondisi site secara lebih terukur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan Dari IPA Portabel PAM JAYA

Menjawab kebutuhan tersebut, PAM JAYA menghadirkan solusi nyata melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel Semanan yang diresmikan pada Rabu, 29 April 2026. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan layanan dasar bagi masyarakat Jakarta.

Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan Dari IPA Portabel PAM JAYA

Jakarta, 29 April 2026 – Bagi sebagian warga, layanan air perpipaan adalah hal yang mudah didapat. Namun bagi warga RT 03 dan RT 10 RW 08, Kelurahan Semanan, Jakarta Barat, keterbatasan suplai air sempat menjadi tantangan sehari-hari akibat dari kondisi jaringan yang belum mampu menjangkau kebutuhan akses air berkualitas bagi warga.

Menjawab kebutuhan tersebut, PAM JAYA menghadirkan solusi nyata melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel Semanan yang diresmikan pada Rabu, 29 April 2026. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan layanan dasar bagi masyarakat Jakarta.

IPA Portabel merupakan inisiatif PAM JAYA dalam meningkatkan dan memberikan pelayanan maksimal kepada warga Semanan dalam pemenuhan air berkualitas sehari-hari, yang kemudian dikaji lebih lanjut oleh tim PAM JAYA. Hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah pemukiman tersebut tidak memiliki suplai dari jaringan lain, sehingga diperlukan tambahan instalasi pengolahan air untuk memastikan ketersediaan air berkualitas yang berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan dua sumber air baku, yakni Anak Kali Semanan dan Waduk Aseni, IPA portabel ini diharapkan mampu menghadirkan akses air yang lebih layak bagi masyarakat. Terdapat dua unit IPA portabel dengan total kapasitas 4 liter per detik, yang terdiri dari 2 lps relokasi unit IPA portabel eksisting dari Penjaringan serta 2 lps dari unit IPA portabel baru yang dibangun pada 2025–2026 dan saat ini diresmikan.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran IPA portabel ini merupakan bentuk respons cepat PAM JAYA terhadap kebutuhan masyarakat.

“Yang kami lakukan hari ini berangkat dari kebutuhan warga. IPA portabel ini menjadi solusi adaptif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air yang layak, terutama di wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan eksisting,” ujarnya.

Arief menambahkan bahwa air yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023, sehingga aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, IPA portabel ini juga menjadi solusi strategis dalam kondisi darurat atau krisis air.

Dengan kapasitas yang ada, fasilitas ini berpotensi melayani sekitar 295 Sambungan Rumah di wilayah RW 08, khususnya RT 03 dan RT 10. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam hal air berkualitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan PAM JAYA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai inisiatif ini sebagai solusi yang cepat dan tepat dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menjadi contoh pentingnya kolaborasi dalam memastikan pelayanan publik dapat menjangkau seluruh warga secara merata.

PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang adaptif, inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

-Selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Bersama

Info Daop 2 Bd

Rabu, 29 April 2026

KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Bersama

Bandung (Jawa Barat), 29 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa disiplin dalam berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan menjadi tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan dengan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas diperlintasan sebidang.

Di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung saat ini terdapat 342 perlintasan sebidang, dengan rincian 115 perlintasan memiliki palang pintu yang terjaga secara resmi dan sisanya merupakan perlintasan tidak dijaga yang tersebar di berbagai daerah. Perlintasan yang memiliki palang pintu secara resmi adalah perlintasan yang telah dilengkapi palang pintu, rambu-rambu, pos penjagaan, serta dioperasikan oleh petugas penjaga perlintasan yang bersertifikat.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa disiplin masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Perlintasan sebidang merupakan titik temu antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta mematuhi rambu-rambu dan instruksi petugas penjaga perlintasan. Jangan menerobos palang pintu. Sesuai undang-undang saat terdengar bunyi sirine dan/ atau palang pintu perlintasan yang begerak menutup, maka semua pengendara wajib berhenti untuk mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Kuswardojo.

Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 2 Bandung mencatat sejumlah kejadian temperan yang melibatkan perjalanan kereta api, yaitu:

– KA tertemper orang di jalur: 51 kejadian;

– KA tertemper kendaraan roda 2 di perlintasan sebidang: 11 kejadian;

– KA tertemper kendaraan roda 4 di perlintasan sebidang: 3 kejadian.

Sementara pada Triwulan I Tahun 2026, tercatat:

– KA tertemper orang di jalur: 14 kejadian;

– KA tertemper kendaraan roda 2 di jalur; 1 kejadian;

– KA tertemper kendaraan roda 4 di jalur; 2 kejadian.

– KA tertemper kendaraan roda 2 di perlintasan sebidang: 3 kejadian;

Menurut Kuswardojo, sebagian besar insiden tersebut disebabkan kurangnya disiplin masyarakat, baik dengan menerobos perlintasan maupun masyarakat melakukan aktivitas di jalur rel yang bukan peruntukannya.

“Jalur rel bukan tempat untuk beraktivitas selain operasional kereta api. Kami masih menemukan masyarakat yang berjalan, berhenti, bahkan menempatkan kendaraan di dekat area jalur rel. Hal tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan keselamatan, KAI Daop 2 Bandung telah melakukan berbagai upaya preventif bersama stakeholder terkait dan komunitas pecinta kereta api, di antaranya Railfans Cimahi, Railfans Cianjur, Sahabat Kereta Api, Garut Railfans, dan IRPS.

Kegiatan yang telah dilakukan meliputi:

– Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang;

– Publikasi keselamatan melalui media pemberitaan;

– Edukasi ke sekolah-sekolah dan warga sekitar jalur rel;

– Pemberian bantuan CSR kepada masyarakat di sekitar jalur rel.

“Kami berharap melalui berbagai kegiatan edukasi ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang dan tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung menjelaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI dan petugas di lapangan, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kedisiplinan dalam mematuhi aturan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar jalur rel, serta kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.

KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib dan peduli keselamatan, dengan selalu mendahulukan perjalanan kereta api, mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang, serta tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman bagi semua.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kurs Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah di Tengah Ketidakpastian Global, Bittime Hadirkan IDR Swap Zero Fee

Jakarta, 29 April 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan hari Rabu, 29 April 2026. Bertepatan dengan ini Bittime hadirkan fitur IDR Swap zero fees yang memungkinkan investor menukarkan Rupiah secara langsung ke dalam bentuk aset kripto. 

Sebelumnya, berdasarkan laporan dari berbagai sumber berita ekonomi, mata uang Rupiah merosot ke zona merah hingga menyentuh level Rp17.358 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini mencerminkan fluktuasi pasar yang cukup tajam seiring dengan dinamika ekonomi global yang sedang berlangsung di penghujung bulan ini.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah dipicu oleh sikap waspada para investor yang tengah menantikan keputusan suku bunga terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) yang diyakini akan menjadi keputusan kebijakan moneter terakhir dari Jerome Powell, berdasarkan artikel MarketScreener.

Di sisi lain, hal ini menyebabkan tekanan terhadap nilai rupiah dan mempengaruhi kondisi psikologis pasar ekonomi Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia khususnya para investor mulai berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil.

Bersamaan dengan ini fitur IDR Swap pada platform Bittime memungkinkan investor menukarkan aset rupiah (IDR) ke dalam bentuk aset kripto. Hal ini dipandang sebagai alternatif pilihan yang efisien dan mudah untuk dimanfaatkan.Apalagi, investor dapat  menukarkan IDR melalui platform ke berbagai aset kripto terkemuka seperti $USDT, $BNB, $BTC, $ETH, $ONDO, $SOL, hingga $PEPE tanpa perlu membeli aset terlebih dahulu.

Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Bittime adalah kemudahan transaksi dengan biaya nol rupiah alias zero fees untuk setiap aktivitas penukaran aset dengan IDR Swap. Dengan kebijakan tanpa biaya admin ini, investor bisa memaksimalkan nilai transaksi tanpa harus khawatir saldo terpotong saat ingin berpindah dari rupiah ke aset kripto pilihan. Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES