Sambut Idul Adha 1447 H, Berkurban Semakin Praktis di Aplikasi Raya

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Bank Raya terus mendorong minat masyarakat dalam bertransaksi digital secara mudah dan praktis dengan menghadirkan beragam program promo menarik melalui Aplikasi Raya

Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Bank Raya terus
mendorong minat masyarakat dalam bertransaksi digital secara mudah dan praktis
dengan menghadirkan beragam program promo menarik melalui Aplikasi Raya,
seperti mendorong semangat berbagi dan berkurban di momentum penuh berkah ini.
Untuk menyambut perayaan Idul Adha, Bank Raya menggandeng YBM BRILiaN untuk
mengajak nasabah berkurban secara praktis dengan bertransaksi melalui Aplikasi
Raya. YBM BRILiaN menyalurkan kurban melalui program nasional “Qurban
BRILiaN” dengan menggandeng peternak lokal dan mendistribusikan daging ke
berbagai pelosok negeri.

Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya mengatakan, “Momentum
Idul Adha menjadi kesempatan bagi Bank Raya untuk terus menghadirkan inovasi
layanan perbankan digital yang memudahkan transaksi nasabah. Melalui Aplikasi
Raya, kami ingin mendorong masyarakat semakin aktif bertransaksi secara digital
sekaligus mendukung semangat berbagi dan berkurban dengan cara yang lebih
praktis, aman, dan inklusif.”

Nasabah yang ingin bertransaksi kurban dapat membuka Aplikasi
Raya terlebih dahulu, kemudian klik “Semua Menu” dan dilanjutkan dengan memilih
Zakat & Donasi”. Selanjutnya, nasabah dapat memilih “Infaq YBM
BRILiaN”, memasukkan nominal hewan kurban sesuai pilihan, serta menambahkan
catatan Qurban “Nama Pequrban”. Setelah itu, nasabah dapat menekan tombol
“Bayar Sekarang” serta memasukkan PIN Aplikasi Raya. Syarat dan ketentuan lebih
lanjut dapat di akses melalui website atau sosial media Bank Raya.

Nasabah berkesempatan memperoleh cashback mulai dari
Rp100.000,- hingga Rp700.000,- untuk setiap transaksi pembelian hewan kurban
YBM BRILiaN yang dilakukan melalui Aplikasi Raya.

Selain itu, di bulan Mei ini, Bank Raya juga menghadirkan
berbagai program apresiasi kepada nasabah, yaitu MVP Payday Mei, nasabah
berkesempatan memperoleh cashback dengan menyelesaikan tiga babak
transaksi digital harian menggunakan QRIS dan top up e-wallet melalui Aplikasi
Raya. Informasi terkait syarat dan ketentuan program dapat diakses pada website
maupun social media Bank Raya.

“Bank Raya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan
perbankan digital yang tidak hanya berfokus pada kemudahan transaksi, tetapi
juga memberikan pengalaman yang bermakna bagi nasabah dalam setiap momen
penting, termasuk Idul Adha.” tutup Kicky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

Info Daop 2 Bd

Selasa, 26 Mei 2026

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

Bandung (Jawa Barat), 26 Mei 2026 – Menghadapi masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyiapkan sebanyak 102.186 tempat duduk untuk melayani kebutuhan masyarakat selama 7 hari perjalanan masa angkutan libur Idul Adha periode Selasa (26/5) s.d. Senin (1/6).

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menjelaskan, selama periode tersebut KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 28 perjalanan kereta api yang terdiri dari 26 perjalanan KA reguler dan 2 perjalanan KA tambahan relasi Bandung – Solo Balapan.

“Kami menyiapkan sebanyak 102.186 tempat duduk untuk 7 hari perjalanan selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026. Adapun perjalanan yang dioperasikan sebanyak 28 perjalanan kereta api, terdiri dari 26 perjalanan reguler dan 2 perjalanan KA tambahan tujuan Solo Balapan,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api pada masa libur panjang Hari Raya Idul Adha tahun ini cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 61.664 tiket telah dimiliki pelanggan atau sekitar 60,3 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Sementara itu, untuk keberangkatan hari ini (Selasa 26/5 siang), tingkat okupansi bahkan telah melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tercatat sebanyak 14.907 tiket telah terjual atau mencapai sekitar 102 persen dari total kapasitas harian sebanyak 14.598 tempat duduk.

“Tingginya okupansi pada hari ini menunjukkan bahwa minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026 sangat tinggi. Kondisi okupansi yang melebihi 100 persen dimungkinkan karena adanya penumpang dinamis yang naik dan turun di berbagai stasiun antara,” jelasnya.

KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau seluruh pelanggan untuk mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik, terutama pada masa libur panjang yang berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik menuju stasiun.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pelanggan untuk memperhitungkan waktu perjalanan dari rumah menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta api yang telah dipesan. Datang lebih awal ke stasiun akan membantu pelanggan melakukan proses boarding dengan lebih nyaman dan tenang,” kata Kuswardojo.

Selain itu, pelanggan juga diimbau untuk tidak membawa barang bawaan secara berlebihan demi menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan menggunakan kereta api.

“Kami juga mengingatkan agar pelanggan membawa barang secukupnya dan tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu kenyamanan diri sendiri maupun pelanggan lainnya selama perjalanan,” tambahnya.

KAI Daop 2 Bandung turut mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi yang telah bekerja sama dengan KAI, seperti aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun mitra penjualan resmi lainnya guna menghindari penipuan.

“KAI Daop 2 Bandung senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan agar perjalanan selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026 berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Produktivitas Karet, PTPN I Fokus Benahi Kebun Padang Pelawi

Bengkulu – PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara terus memperkuat produktivitas komoditas karet di Regional 7. Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Direktur Produksi PTPN I, Fauzi Omar, ke Kebun Padang Pelawi, Bengkulu, Rabu (06/05), guna memastikan optimalisasi produksi dan penguatan operasional kebun serta pabrik pengolahan karet.

Didampingi tim teknis kantor pusat, Fauzi Omar meninjau langsung jalur-jalur sadap di areal kebun untuk melihat kondisi operasional di lapangan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap unit yang diproyeksikan sebagai salah satu tulang punggung produksi karet PTPN I Regional 7.

Dalam peninjauan tersebut, Fauzi menilai produktivitas kebun mulai menunjukkan pertumbuhan, namun capaian yang ada masih berada di bawah target perusahaan. Menurutnya, potensi produksi yang belum tergali secara optimal harus segera dibenahi agar mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap kinerja perusahaan.

Dalam arahannya, Fauzi Omar menekankan pentingnya disiplin dalam penggalian produksi, khususnya pada aspek kegiatan penyadapan. Ia menyoroti kekurangan hari kerja (HK) sadap serta kapasitas penyadap yang belum optimal akibat masih adanya areal yang belum tersadap secara maksimal.

Instruksi tersebut ditegaskan agar seluruh potensi tanaman produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Selain meninjau areal kebun, Fauzi juga melakukan kunjungan ke fasilitas pengolahan di Unit Padang Pelawi. Dalam kesempatan itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap aspek efisiensi dan tata letak (layout) pabrik yang dinilai memiliki standar operasional yang baik.

Pabrik Padang Pelawi bahkan ditetapkan sebagai rujukan atau studi banding bagi rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Merbuh, Regional 3. Hal tersebut mempertegas posisi Unit Padang Pelawi sebagai salah satu pusat keunggulan teknis pengolahan karet di lingkungan PTPN I.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan peran strategis Kebun Padang Pelawi sebagai backbone komoditas karet di Regional 7 serta barometer pengembangan industri karet di lingkungan perusahaan.

Melalui penguatan pengawasan, pembenahan teknis, serta optimalisasi produktivitas di seluruh lini operasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I optimistis dapat terus meningkatkan daya saing komoditas karet nasional sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap industri perkebunan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Portofolio

Jakarta, 26 Mei 2026 – Bitcoin mulai stabil seiring membaiknya sentimen pasar global pasca periode volatilitas beberapa pekan terakhir. Sejalan dengan kondisi tersebut, Bittime menyoroti pentingnya strategi diversifikasi portofolio di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

Mengutip laporan Economic Times, dalam tiga pekan terakhir Bitcoin sempat mengalami volatilitas dengan pergerakan harga di kisaran $74.000 hingga $79.000. Namun, kondisi pasar mulai menunjukkan fase konsolidasi, di mana Bitcoin kini bergerak stabil di area $77.000 seiring meredanya tekanan sentimen global yang sebelumnya memicu fluktuasi pada aset kripto. 

Perubahan kondisi pasar ini membuat perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pentingnya pengelolaan risiko dalam menghadapi pergerakan aset digital yang cenderung cepat berubah mengikuti sentimen global.

Di tengah kondisi tersebut, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak diperhatikan investor dalam menjaga keseimbangan aset. Hal ini dilakukan untuk menghadapi perubahan pasar yang dapat terjadi secara cepat dalam siklus kripto. 

Menariknya, di tengah fase konsolidasi ini Bitcoin kembali dipandang memiliki karakter pergerakan yang relatif lebih stabil dibandingkan periode volatilitas sebelumnya, meskipun tetap berada dalam kategori aset berisiko tinggi. Perubahan persepsi ini mencerminkan mulai pulihnya sentimen investor terhadap aset kripto di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung.

Menanggapi kondisi pasar tersebut, Bittime menyoroti pentingnya diversifikasi aset sebagai bagian dari strategi pengelolaan investasi yang lebih adaptif. Pendekatan ini dinilai dapat membantu investor menjaga fleksibilitas dalam menghadapi pergerakan harga aset digital. 

Sejalan dengan hal tersebut, Bittime menghadirkan berbagai pilihan aset digital yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, sehingga investor memiliki lebih banyak opsi dalam menyesuaikan komposisi aset sesuai kondisi pasar. 

Selain itu, pemahaman terhadap manajemen risiko dan siklus pasar kripto juga menjadi faktor penting dalam membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih terukur.

Meski demikian, investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Oleh karena itu, diperlukan riset mendalam sebelum melakukan aktivitas investasi.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Akomodir Kebutuhan Pengguna LRT Jabodebek di Libur Nasional dan Weekday

KAI menyesuaikan pola perjalanan LRT Jabodebek selama 27 Mei–1 Juni 2026 yang mencakup libur Idul Adha, cuti bersama, dan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Pada hari libur nasional dan cuti bersama, KAI mengoperasikan 270 perjalanan dengan tarif maksimal Rp10.000. Sementara pada Jumat 29 Mei yang merupakan hari kerja, operasional 430 perjalanan dengan tarif maksimal Rp20.000 saat peak hour. Pengguna diimbau jaga ketertiban, tidak membawa barang berbau tajam, tidak makan-minum di kereta, dan awasi barang bawaan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menginformasikan pola perjalanan pada hari libur nasional serta cuti bersama pada periode 27 Mei s/d 1 Juni 2026. Hal ini karena bertepatan dengan hari besar keagamaan Hari Raya Idul Adha, cuti bersama, Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, maupun hari kerja (weekday) Jumat 29 Mei 2026.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa KAI mengoperasikan 270 perjalanan LRT Jabodebek pada hari libur nasional tersebut, dan 430 perjalanan LRT Jabodebek pada Jumat (29/5) atau pada hari kerja (weekday).

“Adapun tarif maksimal pada hari libur nasional yakni Rp 10.000 dan maksimal Rp 20.000 pada jam sibuk (peak hour) di hari kerja / Jumat (29/5),” terangnya.

Ditambahkannya, bagi seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk selalu menjaga kenyamanan dan keamanan bersama selama menggunakan layanan LRT Jabodebek. Termasuk tidak membawa barang bawaan yang berbau tajam, membuang sampah sembarangan, duduk dilantai kereta, serta makan dan minum selama berada di stasiun maupun di kereta.

“Perhatikan barang bawaannya agar tidak tertinggal maupun tertukar saat berada di stasiun maupun dalam perjalanan LRT Jabodebek,” tambahnya.

KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi LRT Jabodebek yang selamat, aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat pada masa libur nasional dan hari kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiga Kampus, Satu Semangat: SATU UNIVERSITY Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri di Usia Ketiga

SATU University merayakan Dies Natalis ke-3 secara serentak di tiga kampusnya, yakni Bandung, Palembang, dan Pontianak. Momentum ini menjadi simbol perjalanan dan pertumbuhan SATU University dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Bandung – SATU University merayakan Dies
Natalis ke-3 secara serentak di tiga kampusnya, yakni Bandung, Palembang, dan
Pontianak. Momentum ini menjadi simbol perjalanan dan pertumbuhan SATU
University dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi yang relevan dengan
kebutuhan industri dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung
tema “Growing Stronger, Building Trust”, perayaan Dies Natalis ini tidak hanya
menjadi ajang refleksi perjalanan institusi, tetapi juga momentum memperkuat
kepercayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama mitra industri, sekolah,
akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian
kegiatan diisi dengan berbagai sesi inspiratif dan kolaboratif yang
menghadirkan akademisi maupun praktisi industri. Salah satunya melalui
pembahasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung
inovasi dan transformasi bisnis, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa
menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus berubah.

Momentum
Dies Natalis ke-3 SATU University juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti
peluncuran aplikasi dan laboratorium baru, campus tour, serta networking
bersama industri dan sekolah.

Vice
President of BINUS Higher Education, George Wijaya Hadipoespito, menyampaikan
bahwa SATU University merupakan bagian dari BINUS Higher Education yang
memiliki komitmen untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat
Indonesia.

“Sebagai
bagian dari BINUS Higher Education, SATU University memiliki peran penting
dalam memperluas kontribusi pendidikan bagi masyarakat. Kehadiran SATU
University juga memperkuat komitmen kita untuk menghadirkan pendidikan tinggi
yang relevan, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara
itu, Rektor SATU University, Win Ce, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa perjalanan
tiga tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi harus terus relevan dengan
kebutuhan zaman dan dunia industri.

“Melalui
enrichment program, 100 persen mahasiswa SATU University mendapatkan kesempatan
internship selama satu tahun di perusahaan nasional maupun multinasional
terbaik sebelum mereka lulus. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya
belajar secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman industri yang relevan
dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Win Ce.

Ia
juga menyampaikan bahwa momentum Dies Natalis menjadi pengingat bagi seluruh
civitas akademika untuk terus menjaga semangat inovasi, kolaborasi, dan
kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Perjalanan
ini masih panjang. Karena itu, kami ingin terus memperkuat kualitas
pembelajaran, kolaborasi, layanan, serta kontribusi nyata bagi lingkungan
sekitar. Kami berharap SATU University dapat terus bertumbuh menjadi institusi
yang semakin dipercaya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat
Indonesia,” lanjutnya.

Saat
ini, SATU University terus mengembangkan program pendidikan yang relevan dengan
kebutuhan industri di masing-masing kampusnya. SATU University Bandung
menawarkan program S1: Akuntansi, Manajemen, Informatika, Sistem Informasi,
Desain Komunikasi Visual, dan Psikologi. Sementara itu, SATU University
Palembang dan Pontianak juga terus memperkuat program unggulan yang disesuaikan
dengan potensi dan kebutuhan daerah yang menawarkan program S1: Informatika dan
Sistem Informasi (Kampus Palembang), Akuntansi dan Manajemen (Kampus
Pontianak). SATU University juga menyediakan program kelas malam (kelas karyawan)
bagi mereka yang ingin tetap bekerja sambil melanjutkan pendidikan tinggi.

Melalui
momentum Dies Natalis ke-3 ini, SATU University juga membuka kesempatan bagi
lulusan siswa/i SMA atau sederajat untuk bergabung melalui berbagai program
beasiswa yang masih tersedia di kampus Bandung, Palembang, maupun Pontianak
melalui website resmi www.satu.ac.id. Hal ini menjadi bagian dari komitmen
SATU University dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi
generasi muda Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Dukung Penguatan Mobilitas Penumpang di Sumbagsel

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), kembali dipercaya oleh induk perusahaan dalam menangani pengiriman heavy cargo melalui layanan logistik terintegrasi. Pada akhir Mei ini, Perusahaan melakukan pengiriman secara bertahap sebanyak 25 kereta dari wilayah Daop 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjung Karang. Penugasan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara induk dan anak perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas serta optimalisasi operasional transportasi kereta api nasional.

Direktur
Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa
langkah strategis ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang kuat antara induk
dan anak perusahaan dalam upaya mendukung optimalisasi operasional kereta api
di tanah air. “Melalui pengiriman 25 unit kereta ini, KAI Logistik berkomitmen
untuk mendukung kesiapan sarana operasional kereta api penumpang di wilayah
Sumatera, khususnya Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel),” ujar Aniek.

Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang kereta api di wilayah Non Jawa
(Sumatera dan Sulawesi) pada Triwulan I tahun 2026 tercatat mencapai sekitar
1,9 juta orang, atau rata-rata sekitar 637 ribu penumpang per bulan. Penambahan sarana tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan layanan
transportasi publik yang semakin andal dan responsif terhadap kebutuhan
mobilitas masyarakat di Sumatera.

Proses pengiriman
dilakukan melalui layanan KALOG Pro pada segmen Project Logistics yang
memiliki kapabilitas khusus dalam menangani kebutuhan logistik berskala besar.
Pada pengiriman tahap ini, sebanyak 25 kereta yang terdiri atas 18 kereta
penumpang, 3 kereta makan, dan 4 kereta pembangkit, dengan total bobot mencapai
773 ton. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan standar operasional yang
ketat mulai dari proses pemuatan, pengamanan unit selama perjalanan, hingga
proses distribusi menuju lokasi tujuan.

Aniek menambahkan bahwa
distribusi kereta dilakukan melalui jalur multimoda yang terintegrasi guna
memastikan proses pengiriman berlangsung secara optimal. “Distribusi kereta ini
dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2026 melalui rute pengiriman dari Stasiun JICT
di wilayah Daop 1 Jakarta. Seluruh proses pengiriman diestimasikan dapat
diselesaikan dalam waktu 60 hari, namun tidak menutup kemungkinan proses ini
dapat selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan seiring penerapan
pola kerja operasional yang optimal dan efisien pada setiap tahapan
pengiriman,” ujar Aniek.

KAI Logistik terus
berkomitmen menghadirkan solusi logistik yang andal bagi kebutuhan pengiriman
berskala besar, termasuk mendukung pengembangan ekosistem transportasi kereta
api nasional. Keberhasilan pengiriman ini juga diharapkan mampu memberikan dampak
positif terhadap peningkatan konektivitas regional serta mendorong pertumbuhan
ekonomi di Sumatera Bagian Selatan. Melalui komitmen KALOG Pro dalam
menghadirkan layanan logistik yang aman, tepat waktu, dan terintegrasi, KAI
Logistik terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi logistik nasional
yang andal dalam mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

Jakarta, 26 Mei 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) Group kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelindo Berbagi Qurban tahun 2026. Tahun ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban disalurkan kepada masyarakat di beberapa kota, di antaranya Jakarta, Bekasi, Semarang, Surabaya, Mempawah, Pontianak, Banjarmasin, Maluku, Ambon, Palembang, Jambi, Lampung, Natuna, Bitung, Makassar, Kuala Tanjung dan Belawan.

Di tengah suasana Idul Adha yang sarat makna pengorbanan dan kepedulian, SPSL Group tidak hanya menyalurkan bantuan hewan kurban, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan yang menjangkau masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung perputaran ekonomi peternak lokal, sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong bantuan kemasyarakatan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha ternak dalam negeri.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa pelaksanaan program kurban tahun ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga untuk memastikan manfaat ekonomi yang dirasakan lebih luas.

“Melalui program Pelindo Berbagi Qurban tahun 2026, kami ingin memastikan bahwa momentum Idul Adha dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus mendukung peternak lokal. Hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak dalam negeri dan telah melalui proses verifikasi secara ketat, mulai dari identifikasi ternak, pemeriksaan kesehatan, hingga pemastian kesesuaian syariat,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, SPSL Group juga memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang ditetapkan pemerintah, termasuk terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD/lato-lato), antraks, maupun cacingan. Seluruh tahapan pelaksanaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta berpedoman pada ketentuan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tidak hanya menjadi agenda tahunan perusahaan, program ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, SPSL Group menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah operasional perusahaan agar proses distribusi berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Mariam, salah satu warga penerima manfaat di sekitar wilayah operasional perusahaan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya tahun ini. “Alhamdulillah, kami merasa senang dan terbantu. Terima kasih kepada SPSL dan Pelindo Group yang setiap tahun terus hadir berbagi dengan masyarakat. Semoga kebaikan ini membawa berkah untuk semua,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari mitra penyedia hewan kurban yang turut merasakan dampak positif program tersebut. Lukman dari CV Sumber Guna Keluarga menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam menggunakan hewan ternak lokal memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan usaha peternak.

“Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program kurban seperti ini juga sangat berarti bagi peternak lokal karena membuka peluang usaha dan menggerakkan roda ekonomi,” katanya.

Sebagai subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo yang bergerak di bidang layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan terintegrasi, SPSL Group berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berkelanjutan, humanis, dan memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, kurban bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian, memperkuat hubungan antarsesama, dan memastikan manfaat perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Semangat berbagi inilah yang ingin terus kami jaga dan tumbuhkan bersama,” tutup Dewi.

-selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara, Dukung Fiskal Nasional

Dengan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.

SURABAYA– PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi
kepada negara mencapai Rp1,73 triliun sepanjang tahun 2025. Setoran ini
mencerminkan kuatnya peran perusahaan dalam menyokong fiskal nasional.

 

Kontribusi tersebut terdiri atas setoran
pajak sebesar Rp1,45 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai
Rp55,59 miliar, serta pembayaran konsesi sebesar Rp224,5 miliar.  Dari total pajak yang disetorkan, kontribusi
terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp485,45 miliar.
Selain itu, terdapat kontribusi signifikan dari PPh Pasal 25/29 senilai
Rp360,13 miliar dan PPh Pasal 21 sebesar Rp267,35 miliar.

 

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal
Petikemas
Widyaswendra mengatakan kontribusi perusahaan kepada negara merupakan
wujud kepatuhan terhadap regulasi dan kewajiban yang telah ditetapkan
pemerintah. Menurutnya, setoran sebesar Rp1,73 triliun tersebut menjadi bukti
komitmen dan kontribusi perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional.

 

“Dukungan tersebut menjadi wujud nyata
komitmen perusahaan sebagai bagian dari Pelindo Group dalam mendukung
pembangunan nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),”
ujarnya, Selasa (26/5/2026).

 

Ia yakin dengan meningkatnya aktivitas
logistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi
salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Efisiensi layanan
terminal petikemas juga diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional,
mempercepat distribusi barang, memperkuat daya saing ekspor, sekaligus
meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.

 

Hal itu diperkuat dengan data dari Badan
Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa sektor transportasi dan
pergudangan nasional tumbuh 8,98 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada
Triwulan IV tahun 2025. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor
logistik menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

 

 

Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan menilai
sektor logistik Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang seiring
meningkatnya aktivitas perdagangan antarpulau maupun antarnegara.

 

“Memang sebenarnya sejak awal tahun 2000-an
bisnis logistik ini mulai tumbuh di Indonesia. Ini seiring dengan maraknya
mekanisme industri yang melakukan perdagangan antarpulau maupun antarnegara,”
jelas Anton ketika dihubungi Jumat (22/5/2026).

 

Sebagai negara kepulauan, Indonesia
membutuhkan sistem distribusi yang kuat agar rantai pasok berjalan efisien.
Anton menilai pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir telah
membantu mendukung sektor logistik, terutama melalui pembangunan jalan tol.
Namun, pengembangan pelabuhan dan konsep tol laut dinilai masih perlu
dioptimalkan.

 

Optimalisasi pelabuhan akan berdampak
langsung terhadap efisiensi distribusi barang, khususnya di kawasan Indonesia
Timur. Hal itu dinilai penting untuk menekan disparitas harga antarwilayah.

 

“Bagaimana logistik supply chain di
Papua itu bisa lebih baik sehingga perbedaan harga beberapa produk komoditas
bisa dikurangi dan harganya menjadi lebih murah,” ujarnya.

 

Modernisasi Pelabuhan

 

PT Pelindo Terminal Petikemas juga terus
melakukan modernisasi dan penguatan kapasitas pelabuhan peti kemas melalui
penambahan dan relokasi alat bongkar muat di sejumlah terminal strategis.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan mempercepat
distribusi barang.

 

Sejumlah alat utama bahkan telah tiba di
terminal tujuan, seperti tambahan empat unit Quay Container Crane (QCC) di TPK
Semarang dan satu unit QCC di IPCTPK Panjang. Terminal Petikemas Surabaya
memperoleh tambahan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan empat unit QCC untuk
memperkuat kapasitas bongkar muat.

 

Penguatan fasilitas juga dilakukan di
terminal regional, seperti pengiriman satu unit RTG ke TPK Kendari, empat unit
RTG ke TPK Banjarmasin, dan satu unit RTG ke TPK Nilam guna mendukung
konektivitas logistik antardaerah.

 

Selain itu, sejumlah alat tengah dalam
proses produkti yakni dua unit QCC dan empat unit RTG untuk TPK Belawan, dua
Unit QCC untuk TPK Perawang, dan dua unit RTG untuk Terminal Kijing.
Optimalisasi juga dilakukan melalui relokasi alat antarterminal, termasuk
pemindahan dua unit QCC dari TPS Surabaya ke TPK Berlian.

 

Pakar Maritim dari Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS) Raja Oloan Saut Gurning mengatakan peningkatan jumlah
alat bongkar muat pada dasarnya merupakan respons atas kenaikan kunjungan kapal
dan volume kontainer yang harus ditangani terminal. Peningkatan trafik peti
kemas menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi dan perdagangan laut.

 

“Secara mendasar, kenaikan kedatangan kapal
yang membawa kargo dalam kemasan kontainer menandakan adanya kenaikan ekonomi.
Turunannya adalah perdagangan atau interaksi ekonomi lewat laut,” katanya saat
dihubungi, Selasa (26/5/2026).

 

Namun demikian, efisiensi terminal peti
kemas tidak melulu ditentukan oleh jumlah alat, tetapi juga kesiapan
infrastruktur pendukung seperti dermaga, lapangan penumpukan, gudang kontainer,
hingga gate keluar masuk terminal. Salah satu indikator utama efisiensi
terminal adalah kemampuan menekan waktu kunjungan kapal atau turn around time
agar tetap sesuai slot pelayanan yang tersedia.

 

Selain relokasi alat dari terminal yang
tingkat utilisasinya lebih rendah, PT Pelindo Terminal Petikemas juga melakukan
retrofitting atau pembaruan alat lama untuk memperpanjang usia operasional dan
meningkatkan performa.

 

Penguatan kapasitas di terminal regional
juga dinilai strategis. Di Terminal Kijing, misalnya, lonjakan aktivitas
logistik sepanjang 2025 tercermin dari peningkatan kunjungan kapal hingga 15%
atau mencapai 741 panggilan kapal.

“Terminal Kijing mengalami lonjakan
kunjungan kapal dengan volume kargo nonpetikemas yang cukup besar, baik curah
kering maupun curah cair dari industri hilirisasi kelapa sawit dan alumina,”
ujarnya.

 

Ia menyebut selama ini operasional peti
kemas di Kijing masih banyak bergantung pada Harbour Mobile Crane (HMC) dan
Reach Stacker sehingga tambahan alat dinilai penting untuk meningkatkan
produktivitas layanan.

 

Sementara itu, TPK Banjarmasin disebut
menjadi salah satu urat nadi logistik utama di Kalimantan dengan arus barang
domestik yang terus menunjukkan pertumbuhan.

 

“Arus barang domestik di koridor ini
menunjukkan resiliensi yang kuat, terutama dipicu konsumsi domestik dan
kebutuhan industri hinterland pendukung pertambangan,” katanya. Dampaknya,
frekuensi kunjungan kapal peti kemas domestik terus meningkat dan mulai memberi
tekanan terhadap kapasitas lapangan penumpukan.

 

Adapun di Kendari, kebutuhan penguatan
kapasitas terminal meningkat sejak operasional dipindahkan ke Bungkutoko atau
Kendari New Port. Sejak operasional dipindahkan ke Bungkutoko, kapasitas
terminal melonjak signifikan hingga menyentuh kisaran 116.000 TEUs.

 

Sementara, pengamat transportasi sekaligus
anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory
Damantoro, menilai kontribusi PT Pelindo Terminal Petikemas terhadap negara
membuktikan bahwa perusahaan memiliki posisi strategis sebagai “jangkar fiskal”
yang mendukung pembangunan nasional.

 

“Sebagai operator pelabuhan komersial
nasional, Pelindo punya peran sejati sebagai enabler ekonomi makro agar target
penurunan biaya logistik menjadi 8 persen terhadap PDB dapat tercapai,” ujarnya
ketika dihubungi Selasa (26/5/2026).

 

Ia juga mendorong agar perseroan melakukan
efisiensi layanan pelabuhan agar dapat menciptakan efek berganda (multiplier
effect) bagi perekonomian nasional. Ketika biaya logistik turun dan arus barang
semakin lancar, volume perdagangan nasional akan meningkat dan memperluas basis
pajak negara secara berkelanjutan.

Menurutnya, PT Pelindo Terminal Petikemas
kini dihadapkan dengan tantangan membangun efisiensi logistik yang lebih luas
melalui konektivitas antarpulau dan integrasi sistem distribusi nasional.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem logistik maritim yang
mampu menjaga keseimbangan arus barang antardaerah agar biaya logistik dapat
ditekan.

 

“Pelindo harus mengambil peran lebih besar,
bukan sekadar efisiensi operasi pelabuhan, tetapi juga efisiensi alokatif
geografis agar konektivitas logistik antarpulau menjadi lebih seimbang dan
murah,” katanya.

 

Tory menilai terminal petikemas memiliki
peran vital dalam mendukung ekspor nasional. Standarisasi terminal petikemas
disebut menjadi kebutuhan utama industri masa depan Indonesia, mulai dari
manufaktur, agribisnis olahan, hingga industri hilirisasi.

 

Karena itu, Pelindo dinilai perlu
bertransformasi dari sekadar operator pelabuhan menjadi integrator rantai pasok
nasional. Bagaimanapun percepatan arus barang di pelabuhan juga sangat
menentukan daya tarik investasi Indonesia di tengah persaingan global.
Efisiensi pelabuhan akan meningkatkan kepastian waktu distribusi barang serta
menekan biaya logistik industri. Hal tersebut dinilai penting agar Indonesia
tidak hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi juga mampu masuk dalam rantai pasok
global atau Global Value Chain (GVC).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

Jakarta (26/5) – Perubahan kebijakan industri baja global menunjukkan bahwa semakin banyak negara menggunakan belanja publik dan proyek infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat industri domestik.

Tren ini
mempertegas pentingnya penguatan implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) di Indonesia agar pembangunan nasional turut memperkuat industri
baja dalam negeri. 

TKDN Perkuat Industri Baja
Nasional
 

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, menegaskan
bahwa penguatan implementasi TKDN menjadi langkah strategis agar pembangunan
nasional juga memberikan manfaat langsung bagi industri dalam negeri. 

“Implementasi
TKDN sangat penting untuk memastikan proyek infrastruktur nasional dapat
sekaligus memperkuat industri strategis nasional seperti industri baja,” ujar
Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).

Ia
menambahkan bahwa kebijakan kandungan lokal sejalan dengan agenda Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian
ekonomi dan membangun industri nasional yang berdaya saing global. 

Tren Global Perkuat Industri
Baja Domestik

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menilai bahwa Uni Eropa dalam beberapa tahun
terakhir telah memperkuat perlindungan industri baja melalui pembatasan impor
serta peningkatan tarif dalam kebijakan perdagangan baru yang akan menggantikan
skema safeguard setelah 2026.

Pelaku industri baja di Eropa mulai
mendorong agar kebijakan industri dan investasi publik juga menciptakan
permintaan langsung bagi baja yang diproduksi di kawasan Eropa melalui konsep Made in EU Steel.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan serupa
juga terlihat di berbagai negara lain. Amerika Serikat memperkuat industri baja
melalui tarif impor dan kebijakan Buy
American
, sementara India menjalankan strategi Make in India melalui preferensi produk domestik dalam pengadaan
pemerintah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES