Tukar Koin ASRI Living dan Nikmati myBCA Java Jazz Festival 2026

Menikmati festival musik kini jadi semakin mudah dan menguntungkan bersama ASRI Living. Melalui kolaborasi spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026

Menikmati festival musik kini jadi semakin mudah dan menguntungkan bersama ASRI Living. Melalui kolaborasi spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026, ASRI Living mengajak para member setianya untuk menukarkan koin hasil transaksi belanja menjadi akses eksklusif menuju salah satu festival musik terbesar dan paling ditunggu di Indonesia.

Sebagai integrated loyalty application yang terhubung dengan berbagai pusat perbelanjaan dalam ekosistem ASRI, ASRI Living terus menghadirkan pengalaman lifestyle yang lebih rewarding bagi para penggunanya. Tidak hanya memberikan berbagai promo, diskon, hingga keuntungan belanja sehari-hari, kini ASRI Living juga membuka kesempatan bagi customer untuk menikmati pengalaman hiburan dan musik melalui program spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026.

Melalui program ini, para pengguna aplikasi ASRI Living dapat menukarkan koin yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan berbagai benefit eksklusif festival, mulai dari tiket hingga potongan harga spesial. Program redemption ini berlangsung hingga 24 Mei 2026 dan dapat diakses secara eksklusif melalui aplikasi ASRI Living.

Melalui program spesial ini, para pengguna ASRI Living dapat menukarkan koin yang telah dikumpulkan dengan berbagai benefit eksklusif myBCA Java Jazz Festival 2026, mulai dari 3 Days Pass dengan penukaran 200 koin, Daily Pass dan akses Special Show masing-masing dengan 100 koin, hingga potongan harga spesial berupa diskon 20% hanya dengan 10 koin dan diskon 10% dengan 5 koin. Seluruh penukaran koin dapat dilakukan secara eksklusif melalui aplikasi ASRI Living hingga 24 Mei 2026, menjadikan setiap transaksi belanja di ekosistem ASRI terasa semakin rewarding dan penuh pengalaman seru. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen ASRI Living dalam menghadirkan pengalaman yang lebih relevan dengan gaya hidup urban masa kini. Tidak hanya berfokus pada pengalaman berbelanja, ASRI Living juga ingin memberikan added value melalui akses terhadap entertainment, lifestyle experience, hingga berbagai program eksklusif yang dapat dinikmati para member di seluruh mall dalam ekosistem ASRI.

ASRI Living sendiri merupakan aplikasi loyalitas terintegrasi yang dapat digunakan di berbagai pusat perbelanjaan ASRI seperti ASHTA District 8, PIK Avenue, Mall of Indonesia, Grand Galaxy Park, dan Hublife Taman Anggrek. Dengan beragam keuntungan yang tersedia, ASRI Living hadir untuk memberikan kemudahan sekaligus pengalaman belanja yang lebih seamless dan rewarding bagi para customer.

Jadi, saatnya jadikan koin kamu lebih valuable dan bersiap menikmati pengalaman musik yang lebih seru di myBCA Java Jazz Festival 2026 bersama ASRI Living. Download aplikasinya, kumpulkan koin kamu, dan turn your koin into music!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha

Hari raya sering bikin beberapa kebutuhan mendadak naik harga, termasuk saat Iduladha. Penyebabnya biasanya sederhana: permintaan meningkat dalam waktu singkat, sementara stok barang di pasaran terbatas. Akibatnya, harga beberapa kebutuhan ikut melonjak dibanding hari biasa.

Kalau saat Idulfitri orang ramai berburu baju baru dan kebutuhan mudik, suasana Iduladha biasanya identik dengan olahan daging kurban, acara bakar sate, sampai kumpul keluarga. Nah, momen inilah yang sering membuat beberapa barang mendadak lebih mahal dari biasanya.

1. Hewan Kurban

Setiap menjelang Iduladha, harga hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau biasanya ikut naik. Tahun ini, kondisi pasar hewan juga dipengaruhi oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak di beberapa daerah.

Karena permintaan hewan kurban meningkat menjelang hari raya, stok ternak yang sehat biasanya jadi lebih cepat terserap pasar. Akibatnya, harga hewan kurban di beberapa wilayah ikut mengalami penyesuaian.

Selain faktor stok, biaya pakan dan distribusi juga sering memengaruhi harga jual hewan kurban di lapangan.

2. Tusuk Sate

Salah satu barang yang sering mendadak laris saat Iduladha adalah tusuk sate.

Daging kurban biasanya diolah jadi sate untuk acara kumpul keluarga atau bakar-bakaran bersama teman. Karena permintaan meningkat dalam waktu bersamaan, harga tusuk sate di beberapa tempat juga ikut naik.

Kalau di hari biasa satu bungkus tusuk sate bisa dibeli sekitar Rp10 ribuan, saat Iduladha harganya bisa naik tergantung wilayah dan jumlah stok yang tersedia.

Meski terlihat sederhana, kebutuhan kecil seperti ini sering jadi pengeluaran tambahan yang tidak disadari.

3. Arang untuk Bakar Sate

Selain tusuk sate, arang juga jadi barang yang sering dicari saat Iduladha.

Permintaan arang meningkat karena banyak orang memilih memasak sate atau barbecue saat libur Iduladha. Akibatnya, harga arang di pasaran biasanya ikut naik dibanding hari biasa.

Di beberapa daerah, harga arang bisa meningkat hampir dua kali lipat ketika mendekati hari raya, terutama untuk ukuran kecil yang banyak dicari pengguna rumahan.

4. Panggangan Sate

Ada satu barang yang sering “hilang misterius” setiap Iduladha: panggangan sate.

Banyak orang merasa sudah punya alat panggangan di rumah, tapi entah kenapa saat mau dipakai justru tidak ditemukan. Akhirnya, beli baru jadi solusi paling cepat.

Karena permintaan meningkat menjelang Iduladha, harga panggangan sate juga biasanya ikut naik. Apalagi untuk model portable atau yang berbahan stainless steel.

Kalau beli mendadak dekat hari raya, pilihan barang biasanya juga lebih terbatas.

5. Cabai dan Minyak Goreng

Harga cabai sebenarnya cukup sering berubah bahkan di luar musim hari raya. Tapi saat Iduladha, permintaan bahan masakan biasanya meningkat karena banyak orang memasak dalam jumlah lebih besar.

Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng. Kebutuhan memasak saat hari raya membuat permintaan meningkat di pasar dan retail.

Meski pemerintah tetap melakukan pengawasan harga pangan, fluktuasi harga musiman masih cukup sering terjadi di berbagai daerah tergantung distribusi dan stok barang.

6. BBM dan Biaya Perjalanan

Momen libur panjang saat Iduladha juga sering membuat mobilitas masyarakat meningkat. Banyak orang bepergian ke luar kota, pulang kampung singkat, atau sekadar jalan bersama keluarga.

Karena itu, pengeluaran untuk bahan bakar juga biasanya ikut naik selama periode libur panjang.

Harga BBM non subsidi sendiri memang mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan dan kondisi harga minyak dunia. Jadi, saat harga energi global meningkat, biaya perjalanan masyarakat juga ikut terasa lebih besar.

7. Kenaikan Harga Musiman Memang Sering Terjadi

Naiknya harga beberapa kebutuhan saat Iduladha sebenarnya bukan hal baru. Fenomena ini hampir selalu terjadi ketika permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.

Supaya pengeluaran lebih terkontrol, banyak orang biasanya mulai membeli kebutuhan tertentu lebih awal sebelum harga naik mendekati hari raya.

Mulai dari tusuk sate, arang, sampai kebutuhan dapur sederhana kadang justru lebih hemat kalau dibeli jauh-jauh hari. Selain lebih tenang, stok barang biasanya juga masih lebih mudah ditemukan.

Untuk kebutuhan belanja harian saat Iduladha, pembayaran digital seperti QRIS juga semakin sering digunakan karena lebih praktis saat bertransaksi di pasar, minimarket, sampai merchant UMKM. Melalui neobank, pengguna bisa melakukan pembayaran QRIS neobank langsung dari aplikasi untuk membantu transaksi harian jadi lebih mudah dan cepat.

***

Jika ingin mempelajari produk QRIS neobank lainnya yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua

Pada September 2025, Masuo Kuremura, yang sebelumnya
menjabat sebagai Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri,
ditunjuk sebagai Ketua “Dialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG),”
sebuah platform dialog yang didedikasikan untuk memajukan kerja sama ekonomi
praktis antara ASEAN dan Jepang.

Pada bulan yang sama, Pemerintah Jepang memperkenalkan
kerangka kebijakan baru untuk kerja sama dengan ASEAN, yang secara jelas
mendefinisikan pendekatan “Ko-kreasi” (Co-Creation) yang dibangun di atas empat
pilar utama:

1.      
 Resiliensi Rantai Pasok,

2.      
 Investasi
Digital dan AI,

3.      
 Ko-kreasi
Inovasi, dan

4.      
 Transisi
Energi melalui AZEC (Asia Zero Emission Community).

Dengan partisipasi dari 13 organisasi ekonomi di seluruh
ASEAN, DISG akan memainkan peran sentral dalam mempercepat pengembangan dan
pelaksanaan proyek kemitraan pemerintah-swasta konkret yang selaras dengan
keempat pilar tersebut.

* Apa itu DISG?

DISG adalah platform dialog yang didirikan menyusul
Pertemuan Menteri Ekonomi Jepang-ASEAN pada tahun 2020, yang bertujuan untuk
memajukan kerja sama ekonomi Jepang-ASEAN dari “konsep” menjadi “implementasi
nyata” di bawah visi ko-kreasi bersama.

Menanggapi tantangan pandemi COVID-19, ASEAN dan Jepang
menyadari perlunya kolaborasi yang lebih erat, yang kemudian melahirkan DISG.

Berfokus pada bidang prioritas seperti transformasi digital,
inisiatif hijau, dan pengembangan industri, DISG menampilkan proyek kerja sama
Jepang-ASEAN terbaru, sekaligus mempertemukan para ahli dari sektor swasta,
akademisi, dan publik untuk menghasilkan peluang kemitraan baru secara konkret.

DISG juga berkolaborasi erat dengan 13 organisasi ekonomi,
termasuk Japan External Trade Organization (JETRO) dan ASEAN Business Advisory
Council (ASEAN-BAC), menyalurkan tantangan bisnis dunia nyata dan proposal
proyek ke dalam rekomendasi kebijakan yang diajukan ke Pertemuan Menteri
Ekonomi Jepang-ASEAN (AEM-METI).

Siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) terpadu pemerintah-swasta
ini, yang menghubungkan kebijakan dan bisnis dalam siklus keberlanjutan dan
memungkinkan pelaksanaan yang cepat dan berdampak tinggi, adalah fitur utama
dari DISG.

* Latar Belakang:
Pendekatan “Ko-kreasi” Jepang dengan ASEAN

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Jepang terutama memandang
ASEAN sebagai basis manufaktur, mendukung pengembangan industri melalui
produksi.

Saat ini, ASEAN telah berkembang menjadi pasar pertumbuhan
yang dinamis, di mana penanganan tantangan sosial seperti ESG dan SDGs
menghasilkan nilai bersama secara global.

Era dukungan satu arah telah berlalu. Kita sekarang memasuki
fase baru di mana kekuatan teknologi Jepang serta potensi pertumbuhan dan skala
pasar ASEAN digabungkan untuk menciptakan nilai bersama (ko-kreasi).

Terhadap latar belakang ini, Pemerintah Jepang telah
memosisikan ulang hubungannya dengan ASEAN sebagai hubungan “Ko-kreasi.”

* Empat Arah Utama
untuk Kerja Sama Masa Depan

1. Memperkuat Rantai Pasok (Membangun basis manufaktur
yang tangguh dan mandiri)

Di tengah ketegangan ekonomi AS-Tiongkok yang sedang
berlangsung dan negosiasi tarif, pendekatan tradisional, seperti mengekspor produk
murah melalui ASEAN sebagai jalur pengalihan, menjadi kurang efektif.

Bagi ekonomi ASEAN, meningkatkan industri dalam negeri kini
menjadi prioritas kritis. Dari perspektif keamanan ekonomi, membangun rantai
pasok yang mandiri telah menjadi keharusan yang mendesak.

Memperkuat kemampuan manufaktur, mulai dari proses hulu
seperti tanah jarang (rare earths) dan logam langka hingga produksi tahap
akhir, sangatlah penting. Namun, mencapai hal ini secara independen tetap
sulit.

Bersama dengan negara-negara mitra yang memiliki visi yang sama,
Jepang akan mendukung ASEAN dalam membangun rantai pasok yang benar-benar
otonom melalui kolaborasi dan sumber daya bersama.

2. Investasi Digital dan AI

Investasi skala besar oleh hyper-scaler (operator pusat data
besar) sedang berkembang di seluruh ASEAN. Pada saat yang sama, terdapat
pengakuan yang berkembang bahwa model bahasa besar yang lebih ringkas (Compact
LLM) dan dioptimalkan secara lokal mungkin lebih baik dalam memenuhi permintaan
regional dan kebutuhan masyarakat.

Ketergantungan pada sumber daya komputasi yang
terkonsentrasi di sejumlah kecil negara besar menghadirkan risiko dari sudut
pandang keamanan ekonomi.

Kekuatan Jepang terletak pada ekosistemnya yang
komprehensif, mulai dari pengembang aplikasi AI hingga perusahaan yang mampu
membangun LLM, serta teknologi semikonduktor dasar. Hal ini memosisikan
negara-negara ASEAN untuk bermitra dengan Jepang dalam mengembangkan kemampuan
komputasi independen sebagai alternatif yang kredibel.

3. Ko-kreasi Inovasi

DISG dirancang untuk membawa dinamisme sektor swasta secara
langsung ke dalam proses pembuatan kebijakan.

Inisiatif unggulannya adalah “Fast Track Pitch,” sebuah
platform inovasi terbuka di mana perusahaan terkemuka Jepang, startup, dan
perusahaan ASEAN berkolaborasi untuk mengembangkan solusi bagi tantangan sosial
spesifik kawasan.

Pendekatan ini telah memberikan hasil nyata, termasuk
perusahaan Jepang yang mengatasi tantangan ekspansi di ASEAN melalui kemitraan
dengan startup lokal.

Pada tahun fiskal 2025, acara telah diadakan di Singapura,
Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

4. Transisi Energi melalui AZEC

Transisi hijau gaya Eropa yang cepat tidak dapat diterapkan
di Asia tanpa adaptasi.

Di ASEAN, di mana pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,
menjaga pasokan energi yang stabil untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan
aktivitas ekonomi tetap menjadi hal yang esensial. Menyeimbangkan netralitas
karbon dengan keamanan energi merupakan tantangan utama.

Diperlukan pendekatan pragmatis. Pendekatan yang
menggabungkan kekuatan Jepang dalam teknologi canggih seperti hidrogen dan
amonia dengan pembangkit listrik tenaga gas serta solusi efisiensi energi untuk
mengurangi permintaan energi secara keseluruhan.

Jepang akan berkontribusi dalam memberikan solusi transisi
energi yang disesuaikan dan mencerminkan kondisi riil di ASEAN.

— Komentar dari
Ketua DISG Masuo —

Masuo Kuremura, Ketua DISG (Japan-ASEAN Economic and
Industrial Cooperation Committee), METI / Direktur Eksekutif JETRO Singapura

Lahir tahun 1976. Lulusan Fakultas Hukum, Universitas Tokyo.

Bergabung dengan METI pada tahun 2002. Memegang peran kunci
termasuk Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Direktur Divisi
Keuangan Industri, dan Direktur Divisi Industri Dirgantara, Pertahanan, dan
Ruang Angkasa.

Saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif JETRO
Singapura. Sejak Juli 2025, ia telah mengemban perannya dalam mengawasi ASEAN
dan kawasan APAC yang lebih luas dari Singapura, dan memimpin inisiatif kerja
sama ekonomi pemerintah-swasta Jepang-ASEAN yang baru.

 “Sementara kebijakan
‘mengutamakan kepentingan negara sendiri’ (country-first) mendapatkan momentum
secara global, Jepang telah lama berkembang bersama komunitas internasional
melalui sistem ekonomi bebas berbasis aturan dan kerangka kerja seperti CPTPP
dan RCEP.

Agar ASEAN dapat mempertahankan pertumbuhannya, sangat
penting untuk menjunjung tinggi kerangka kerja perdagangan dan investasi bebas
ini, dan Jepang akan terus mendukung serta mempromosikannya secara aktif.

Kekuatan Jepang terletak pada keandalannya—menepati
komitmennya—dan dalam memberikan solusi berkualitas tinggi yang menciptakan manfaat
dalam jangka panjang bagi negara mitra. Alih-alih berfokus pada biaya jangka
pendek, bermitra dengan Jepang menawarkan manfaat jangka panjang yang
signifikan dalam mengatasi tantangan sosial dan meningkatkan produktivitas.

Menangani tantangan lokal melalui kerja sama Jepang-ASEAN
pada akhirnya berkontribusi pada penyelesaian tantangan global. Bukan hanya
korporasi besar, tetapi juga startup dengan teknologi dan inovasi baru yang
akan membentuk masa depan.

Dengan mengintegrasikan ekosistem startup Jepang dan ASEAN,
kita dapat membangun model kapitalisme baru—model yang menyeimbangkan
pertumbuhan ekonomi dengan penyelesaian tantangan sosial, daripada hanya
mengandalkan insentif finansial skala besar.

Saya berharap kaum muda akan membawa ide dan teknologi
mereka ke dalam upaya ini dan membantu menciptakan model baru yang dapat
memimpin dunia.”

Hingga saat ini, DISG terutama beroperasi secara daring. Ke
depannya, DISG akan menyertakan keterlibatan tatap muka untuk lebih mempercepat
pengembangan dan implementasi proyek pemerintah-swasta yang konkret.

Dari dialog menuju tindakan, dari konsep menuju implementasi
nyata—DISG akan membawa kemitraan Jepang-ASEAN ke tingkat berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

Tangerang, 20 Mei 2026 — Penyakit aorta merupakan salah satu kondisi kardiovaskular paling berbahaya yang membutuhkan diagnosis dan penanganan cepat. Keterlambatan penanganan dalam hitungan jam dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan, terutama pada kasus acute aortic dissection. Melihat tantangan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan penanganan aorta kompleks melalui pendekatan multidisiplin dan teknologi bedah modern.

Dalam media gathering bertajuk “Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern”, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village menjelaskan bahwa penyakit aorta sering kali datang sebagai kondisi gawat darurat dengan risiko fatal yang sangat tinggi apabila tidak segera ditangani.

Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2% setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan,” jelas dr. Dicky.

Aorta sendiri merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta seperti aneurisma aorta maupun diseksi aorta dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa. Secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100.000 orang per tahun, sementara beban penyakit aneurisma aorta di Indonesia juga terus meningkat.

Di Indonesia, dari lebih dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, untuk penanganan aorta kompleks, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki kemampuan komprehensif dan pengalaman menangani kasus dengan tingkat kesulitan tinggi. Siloam Hospitals Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit yang mampu menangani kasus aorta kompleks, termasuk kondisi kritis yang membutuhkan tindakan cepat, teknologi modern, dan kolaborasi multidisiplin.

dr. Dicky menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus aorta tidak hanya ditentukan oleh satu dokter atau satu prosedur, melainkan oleh kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh. Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi.

Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan kardiovaskular kompleks dengan pengalaman menangani lebih dari 40.000+ kasus kompleks secara multidisiplin.

Siloam Hospitals Lippo Village saat ini menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), sebuah teknik bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut. Teknik ini menjadi salah satu standar emas terbaru dalam penanganan bedah aorta modern.

Selain teknik bedah terbuka dan FET, Siloam Hospitals Lippo Village juga didukung oleh layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan intensive care.

Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan aorta kompleks berstandar tinggi di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dampak Konflik Internasional terhadap Inflasi Global dan Rantai Pasok Dunia

Konflik internasional, baik dalam bentuk perang fisik, perang dagang, maupun ketegangan geopolitik antarnegara besar, selalu menjadi salah satu guncangan (shock) eksternal paling signifikan bagi perekonomian dunia. Di era globalisasi saat ini, rantai pasok global telah terintegrasi sedemikian rupa, sehingga ketidakstabilan di satu wilayah dapat dengan cepat merambat ke wilayah lain melalui jalur perdagangan dan keuangan. Salah satu dampak paling nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat dunia dari adanya konflik geopolitik adalah lonjakan inflasi global, yang dipicu oleh gangguan pasokan barang-barang esensial dan perubahan kebijakan ekonomi negara-negara terdampak.

Jalur Transmisi Konflik Terhadap Kenaikan Inflasi

Mekanisme utama bagaimana konflik internasional memicu inflasi global adalah melalui supply shock atau kelangkaan pasokan komoditas vital. Ketika wilayah yang kaya akan sumber daya alam terlibat konflik, jalur produksi dan distribusi energi seperti minyak mentah dan gas alam biasanya akan terganggu. Mengingat energi merupakan input dasar bagi hampir seluruh industri dan sektor transportasi, kenaikan harga minyak akan langsung mengerek biaya produksi barang dan jasa secara global, sebuah fenomena yang dikenal sebagai cost-push inflation. Untuk memahami bagaimana volatilitas komoditas ini memengaruhi sentimen pasar dan indikator makroekonomi secara makro, Anda dapat memperdalam analisisnya di Market Analysis KVB.

Selain sektor energi, konflik internasional sering kali memukul sektor pangan global. Banyak wilayah konflik merupakan lumbung pangan dunia yang mengekspor komoditas dasar seperti gandum, jagung, dan bahan baku pupuk. Hambatan pada jalur pelayaran strategis akibat blokade atau ancaman keamanan memaksa perusahaan logistik mencari rute alternatif yang lebih jauh, yang pada akhirnya menaikkan biaya pengapalan (freight rates) secara drastis. Ketika biaya logistik dan bahan baku pangan melonjak, negara-negara pengimpor net akan mengalami imported inflation, di mana harga barang-barang konsumsi di dalam negeri naik bukan karena peningkatan permintaan domestik, melainkan karena mahalnya harga barang dari luar negeri.

Kebijakan Proteksionisme dan Ketegangan Moneter

Dampak sekunder dari konflik internasional adalah lahirnya kebijakan ekonomi yang bersifat proteksionis dari berbagai negara. Demi mengamankan pasokan dalam negeri, negara-negara sering kali menerapkan pembatasan ekspor pangan atau energi. Di sisi lain, penggunaan sanksi ekonomi dan pembekuan aset keuangan antarnegara yang berkonflik menciptakan fragmentasi perdagangan global. Praktik ini memaksa rantai pasok bergeser dari prinsip efisiensi biaya (offshoring) menjadi prinsip keamanan geopolitik (friend-shoring), yang secara struktural membuat biaya produksi global menjadi lebih mahal dalam jangka panjang.

Menghadapi tekanan inflasi yang tinggi akibat konflik, bank-bank sentral di seluruh dunia biasanya akan merespons dengan kebijakan moneter kontraktif, yaitu menaikkan suku bunga acuan secara agresif untuk meredam ekspektasi inflasi. Langkah ini berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan memicu fluktuasi tajam di pasar mata uang. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan bergerak sangat cepat ini, para pelaku ekonomi dan investor membutuhkan infrastruktur perdagangan yang stabil dan transparan untuk melindungi nilai aset mereka dari risiko penurunan daya beli uang.

Kelola Risiko Portofolio Anda Bersama KVB Futures

Dinamika inflasi global yang dipicu oleh konflik internasional menuntut para pelaku pasar untuk lebih jeli dalam mengelola risiko dan mencari instrumen pelindung nilai (hedging). KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan dengan stabilitas tinggi dan dukungan teknologi eksekusi mutakhir, memungkinkan Anda untuk mengakses dan bertransaksi di pasar global secara profesional dan aman. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah finansial Anda dengan menyediakan layanan yang transparan demi menjaga ketahanan portofolio Anda di tengah ketidakpastian geopolitik.

Seluruh fitur dan infrastruktur digital kami dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para trader yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keamanan data di setiap kondisi pasar. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional dalam mengamankan modal dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika ekonomi dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Cuma Hijab Paris Polos, napocut Kenalkan 4 Variasi Hijab Segiempat Paris Tegak Paripurna

Jakarta, 20 Mei 2026 – Selama ini napocut dikenal luas sebagai salah satu pionir yang mempopulerkan penggunaan hijab segiempat Paris di Indonesia. Namun seiring berkembangnya kebutuhan konsumen, brand ini kini mempertegas posisinya melalui pengenalan empat variasi utama yang melengkapi koleksi hijab Paris premium miliknya. 

Transformasi ini menunjukkan bahwa napocut tidak hanya berfokus pada koleksi polos saja. Berangkat dari riset material yang sudah menjadi ciri khasnya, napocut  kini menawarkan empat varian produk:

Plain Paris Scarf

Embroidery Scarf

Plain Tassel Scarf

Plain Crystal Scarf

Keempatnya disiapkan untuk berbagai agenda, mulai dari pemakaian sehari-hari hingga kebutuhan acara yang lebih formal.

Mengutamakan Kualitas Material yang Konsisten

Meskipun hadir dalam empat jenis varian, napocut tetap mempertahankan standar bahan yang sama. Seluruh koleksi tersebut menggunakan material Premium Japan Cotton Voil (Paris) berukuran 115 x 115 cm. Material ini memiliki beberapa keunggulan yang menjadi kualitas napocut:

Tegak Paripurna: Bahan ini mudah dibentuk dan tetap rapi saat dikenakan tanpa mudah berubah posisi meski terkena angin

Daya Tahan Bahan: Serat kainnya kuat dan tidak mudah berbulu, bahkan setelah melewati beberapa kali pencucian secara manual

Perawatan Mudah: Karakteristik kain tetap halus dan tidak mudah kusut, sehingga praktis untuk penggunaan jangka panjang

Saat ini, koleksi hijab paris segiempat napocut tersedia dalam lebih dari 100 pilihan warna yang dikurasi agar sesuai dengan berbagai undertone kulit perempuan Indonesia. Untuk mendapatkan koleksi lengkap ini, konsumen dapat mengunjungi situs resmi napocut.com atau mendatangi langsung 25 napocut store yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inisiatif Pemerintah Indonesia dalam Penanggulangan Penyakit Menular

Penyakit menular merupakan salah satu ancaman kesehatan utama di Indonesia. Penyebarannya yang cepat, terutama di daerah padat penduduk dan akses kesehatan terbatas, menuntut intervensi yang cepat dan terencana. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan berbagai inisiatif untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular dengan pendekatan holistik.

Salah satu inisiatif utama adalah imunisasi. Program vaksinasi mencakup penyakit seperti campak, polio, hepatitis B, difteri, dan tetanus. Pemerintah memastikan vaksin tersedia di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, serta melaksanakan imunisasi massal ketika wabah terjadi. Program ini terbukti efektif menurunkan angka kasus penyakit menular dan meningkatkan imunitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah memperkuat sistem pelayanan kesehatan. Fasilitas seperti puskesmas, rumah sakit, dan laboratorium dilengkapi kemampuan diagnostik untuk mendeteksi penyakit lebih cepat. Penggunaan sistem informasi kesehatan digital memudahkan pemantauan kasus penyakit secara real-time, sehingga langkah pengendalian dapat diterapkan lebih cepat. Surveilans epidemiologi ini menjadi alat penting untuk memprediksi dan mencegah wabah sebelum menyebar luas.

Edukasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi strategi penting. Pemerintah secara rutin menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kampanye Germas. Masyarakat diajak untuk menerapkan cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi risiko penularan penyakit melalui kebiasaan sehari-hari. Peningkatan kesadaran masyarakat memperkuat efektivitas program kesehatan pemerintah.

Kerja sama internasional turut mendukung upaya pemerintah. Indonesia bekerja sama dengan WHO, UNICEF, dan lembaga donor untuk mendapatkan bantuan teknis, vaksin, dan pelatihan tenaga kesehatan. Dukungan ini memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi penyakit menular dan mempercepat respons terhadap wabah.

Selain itu, regulasi menjadi fondasi dalam penanggulangan penyakit menular. Undang-Undang Kesehatan dan peraturan menteri terkait mengatur pelaporan kasus, karantina, dan tindakan darurat saat wabah muncul. Regulasi ini memberikan panduan yang jelas bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sehingga penanganan penyakit menular dapat dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi.

Dengan kombinasi imunisasi, penguatan sistem kesehatan, edukasi masyarakat, kolaborasi internasional, dan regulasi, pemerintah Indonesia berupaya menekan angka penyakit menular. Strategi ini menyasar pencegahan, deteksi, dan penanganan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

Danantara Bahas Indonesia Open Network, Dorong Fondasi Baru Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

Jakarta — Upaya Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional terus bergerak ke arah yang lebih inklusif dan terbuka. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026), sejumlah pemangku kepentingan membahas potensi pengembangan Indonesia Open Network (ION), sebuah konsep infrastruktur digital publik terbuka yang dinilai dapat menjadi landasan baru bagi ekosistem ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Pertemuan tersebut mempertemukan CEO Danantara Rosan Roeslani dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty serta Steering Committee ION dan CEO Indonesia Economic Forum, Sachin V Gopalan. Diskusi berfokus pada bagaimana pendekatan open digital public infrastructure atau infrastruktur publik digital terbuka dapat membantu membangun sistem ekonomi digital yang lebih efisien, lebih terhubung, dan mampu diakses lebih banyak pelaku usaha.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital nasional, pembahasan mengenai infrastruktur digital terbuka muncul sebagai pendekatan baru yang dinilai dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem digital. Alih-alih membangun sistem yang tertutup dan terfragmentasi, model ini menawarkan fondasi bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pelaku, mulai dari perusahaan besar hingga usaha skala kecil dan menengah.

Rosan Roeslani menilai Indonesia saat ini sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi digital generasi berikutnya. Menurutnya, transformasi digital tidak lagi hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi terbaru, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata.

“Indonesia sedang membangun fondasi ekonomi digital generasi berikutnya yang lebih efisien, terbuka, dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Melalui Indonesia Open Network, kami melihat peluang menghadirkan fondasi baru bagi ekonomi digital nasional yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan ION tidak sekadar berkaitan dengan pengembangan teknologi baru. Di balik konsep tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni memastikan pembangunan ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.

“Yang ingin dicapai bukan sekadar percepatan adopsi teknologi. Kami ingin memastikan ekonomi digital Indonesia dapat bekerja untuk semua,” tambahnya.

Belajar dari Infrastruktur Digital Terbuka

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep digital public infrastructure atau DPI semakin banyak mendapat perhatian di berbagai negara. Berbeda dari platform digital tertutup yang biasanya dikendalikan oleh satu perusahaan atau ekosistem tertentu, DPI dirancang sebagai lapisan dasar yang terbuka dan dapat digunakan bersama.

Model seperti ini dinilai mampu menciptakan interoperabilitas yang lebih baik antar layanan digital sekaligus mendorong inovasi lebih luas. India menjadi salah satu negara yang kerap dijadikan contoh penerapan model tersebut melalui berbagai layanan digital berskala nasional yang menghubungkan masyarakat dengan sistem pembayaran, identitas digital, hingga layanan publik.

Dalam konteks Indonesia, Indonesia Open Network hadir sebagai salah satu gagasan yang mencoba mengadaptasi pendekatan tersebut ke dalam ekosistem perdagangan dan layanan digital nasional. Konsep ini berupaya membangun jaringan terbuka yang memungkinkan lebih banyak pelaku usaha terhubung dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengatakan pihaknya memaparkan potensi Indonesia Open Network kepada Danantara, termasuk sejumlah implementasi awal yang tengah disiapkan.

“Kami menjelaskan konsep Indonesia Open Network sebagai jaringan perdagangan digital berbasis open source, termasuk Indonesia One, aplikasi mobilitas berbasis ION yang tengah dipersiapkan untuk hadir di Indonesia melalui Nammayatri,” kata Chakravorty.

Indonesia One disebut menjadi salah satu contoh implementasi yang dibangun di atas ekosistem ION. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai platform mobilitas yang terhubung dengan jaringan terbuka, sehingga memungkinkan kolaborasi lintas penyedia layanan dalam satu ekosistem yang lebih fleksibel.

Peluang Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

Pembahasan mengenai ION muncul pada saat ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Indonesia masih menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, didukung pertumbuhan pengguna internet, transaksi digital, dan meningkatnya adopsi layanan daring.

Di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan baru. Banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi hambatan untuk masuk ke ekosistem digital yang lebih besar. Faktor biaya, akses teknologi, serta keterbatasan integrasi kerap menjadi kendala utama.

Model jaringan terbuka seperti ION dipandang berpotensi membuka peluang partisipasi yang lebih luas. Dengan fondasi yang dapat digunakan bersama, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk terhubung dan berkembang dalam ekosistem digital nasional.

Sandeep mengatakan respons awal yang diterima dari Danantara menunjukkan ketertarikan terhadap potensi pengembangan model tersebut.

“Danantara melihat banyak kemungkinan yang dapat dikembangkan dari inisiatif ini,” ujarnya.

Meski pembahasan masih berada pada tahap awal, pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana Indonesia mulai menjajaki pendekatan baru dalam membangun fondasi ekonomi digital jangka panjang. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, sistem yang lebih terbuka dan inklusif dinilai dapat menjadi salah satu kunci untuk memastikan transformasi digital berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga HYPE Naik Menembus US$48 di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tren Bitcoin 2026

Di tengah ketidakpastian di pasar, minat terhadap aset digital meningkat termasuk altcoin seperti HYPE yang menembus US$48 lebih dari 16% dalam 1 bulan.

Jakarta, Indonesia – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, penguatan harga Bitcoin, serta meningkatnya penggunaan stablecoin global mulai mendorong perhatian masyarakat terhadap pasar aset digital pada 2026. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan dan minat pasar, termasuk Hyperliquid (HYPE).

Berdasarkan data pasar pada 20 Mei 2026 pukul 11.50 WIB, harga HYPE menembus US$48,07* dengan kenaikan aset lebih dari 16% di masa 1 bulan terakhir.

Sementara itu, harga Bitcoin hari ini masih bertahan di area tinggi US$76,862 setelah mengalami penguatan signifikan sepanjang tahun 2026. Sejumlah analis pasar global juga mulai memperhatikan potensi pertumbuhan ekosistem Hyperliquid dalam jangka panjang seiring berkembangnya decentralized trading infrastructure dan integrasi stablecoin di dalam platform.

Di sisi makroekonomi, Rupiah sempat menyentuh level mendekati Rp17.670 per dolar AS di tengah tekanan global dan penguatan dolar AS. Kondisi ini turut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset berbasis dolar seperti Bitcoin dan stablecoin USDT. 

Menurut FLOQ, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa aset digital mulai semakin diperhatikan sebagai bagian dari diversifikasi aset dan eksposur terhadap ekonomi global.

“Dalam kondisi pasar global yang dinamis, masyarakat mulai memperhatikan berbagai instrumen digital seperti Bitcoin, stablecoin, hingga altcoin. Namun penting dipahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik risiko dan volatilitas yang berbeda,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Mengapa Bitcoin, USDT, dan Aset Digital Mulai Dilirik?

Di tengah pelemahan Rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, sebagian masyarakat mulai mencari alternatif aset yang memiliki eksposur terhadap dolar AS dan ekonomi global. Hal ini mendorong meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin, stablecoin seperti USDT (saat ini berkisaran US$0.99), hingga aset digital lainnya.

Selain digunakan untuk aktivitas trading, stablecoin juga mulai dipandang sebagai bagian dari efisiensi transaksi digital dan diversifikasi aset di era ekonomi digital.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menunjukkan jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta pengguna pada 2026, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap ekosistem aset digital dan blockchain di Indonesia.

Mengenal Hyperliquid dan Pendiri di Baliknya

Hyperliquid merupakan proyek decentralized exchange (DEX) yang berfokus pada perpetual futures trading berbasis blockchain. Platform ini mulai dikenal luas di komunitas aset digital karena menawarkan pengalaman trading dengan kecepatan tinggi dan likuiditas yang menyerupai centralized exchange, namun tetap berjalan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi).

Dalam beberapa tahun terakhir, Hyperliquid berkembang menjadi salah satu decentralized perpetual trading platform yang banyak diperhatikan komunitas aset digital global seiring meningkatnya aktivitas decentralized derivatives trading.

Proyek ini dipimpin oleh Jeff Yan, yang dikenal sebagai salah satu figur di balik perkembangan Hyperliquid dan sempat masuk dalam daftar Most Influential versi CoinDesk pada 2025. Pengembangan Hyperliquid sendiri banyak berfokus pada efisiensi infrastruktur trading, likuiditas on-chain, serta integrasi stablecoin dalam ekosistem decentralized finance.

Token HYPE digunakan dalam ekosistem Hyperliquid untuk mendukung berbagai aktivitas jaringan dan tata kelola ekosistem. Meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekosistem platform turut membuat proyek ini mulai diperhatikan oleh pelaku pasar aset digital global.

Mengapa Altcoin seperti HYPE Mulai Mendapatkan Perhatian?

Selain Bitcoin dan stablecoin, sebagian investor mulai melirik altcoin yang memiliki ekosistem dan aktivitas perdagangan yang berkembang cepat. Salah satu faktor yang mendorong tren ini adalah meningkatnya aktivitas decentralized finance (DeFi) dan decentralized exchange (DEX) secara global.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar global mulai memperhatikan proyek-proyek yang memiliki:

utilitas teknologi,aktivitas pengguna,volume transaksi organik,serta ekosistem yang terus berkembang.

Hyperliquid menjadi salah satu proyek yang mulai banyak dibahas komunitas aset digital global karena fokusnya pada decentralized perpetual trading infrastructure.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya rotasi modal dari aset utama seperti Bitcoin menuju aset dengan potensi pertumbuhan lebih agresif. Dengan kata lain, pasar mulai memperhatikan aset digital di luar Bitcoin yang memiliki aktivitas dan pengembangan ekosistem yang terus bertumbuh.”

Kemitraan Strategis USDC Dorong Perhatian terhadap Hyperliquid

Perhatian pasar terhadap Hyperliquid juga meningkat setelah muncul laporan mengenai kerja sama strategis antara Hyperliquid, Coinbase, dan Circle terkait integrasi USDC sebagai base asset utama dalam ekosistem Hyperliquid.

Melalui kerja sama tersebut, Coinbase disebut akan mendukung pengelolaan cadangan USDC di jaringan Hyperliquid, sementara Circle menangani infrastruktur penerbitan dan redemption USDC. Integrasi ini memungkinkan USDC digunakan sebagai aset utama untuk berbagai pasangan trading dan settlement di dalam platform.

Sejumlah analis pasar menilai model ini dapat membuka sumber pendapatan baru bagi ekosistem Hyperliquid di luar trading fee tradisional, terutama dari aktivitas stablecoin dan likuiditas platform. Menurut berbagai estimasi pasar, Hyperliquid saat ini memiliki lebih dari US$5 miliar dana tersimpan dalam ekosistemnya. Beberapa analis juga memperkirakan model revenue-sharing tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan tahunan yang signifikan bagi platform apabila aktivitas pengguna dan volume transaksi terus bertumbuh.

Pasar melihat pendekatan ini sebagai salah satu contoh berkembangnya model bisnis decentralized finance yang mulai menghubungkan pertumbuhan ekosistem, penggunaan stablecoin, dan utilitas token secara lebih terintegrasi.

Selain itu, kerja sama dengan perusahaan besar seperti Coinbase dan Circle juga dinilai meningkatkan perhatian investor terhadap infrastruktur decentralized trading yang memiliki konektivitas lebih luas dengan ekosistem aset digital global.

Apa yang Mendorong Kenaikan Harga HYPE?

Selain sentimen pasar, meningkatnya perhatian terhadap aset digital seperti HYPE juga didorong oleh perkembangan ekosistem decentralized trading yang terus bertumbuh.

Menurut data pasar terbaru, HYPE saat ini memiliki:

Market capitalization sekitar US$12,3 miliarVolume perdagangan harian lebih dari US$729 jutaAktivitas perdagangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir

Peningkatan aktivitas decentralized perpetual exchange secara global menunjukkan bahwa sebagian trader mulai mengeksplorasi alternatif trading infrastructure di luar centralized exchange. Di sisi lain, penggunaan stablecoin seperti USDT dan USDC secara global juga terus meningkat, baik untuk kebutuhan trading maupun penyimpanan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Risiko Investasi Altcoin di Tengah Volatilitas Pasar

FLOQ mengingatkan bahwa altcoin memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding aset digital utama seperti Bitcoin maupun stablecoin. Oleh karena itu, pemahaman terhadap risiko, strategi entry, dan manajemen aset tetap menjadi faktor penting sebelum melakukan transaksi aset digital.

“Edukasi tetap menjadi faktor utama. Investor perlu memahami tujuan investasinya, profil risiko, dan strategi pengelolaan aset sebelum masuk ke pasar aset digital,” tambah Yudhono.

Untuk membantu pengguna memahami perkembangan pasar aset digital global, FLOQ juga menyediakan berbagai artikel edukasi dan market insight, termasuk:

Strategi Investasi Bitcoin Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Panduan Strategi Trading untuk Pemula

Paduan Menentukan Modal untuk Transaksi Kripto

Melalui pendekatan edukatif ini, FLOQ berharap masyarakat dapat memahami aset digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab, terutama di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual aset digital tertentu. Investasi aset digital memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami profil risiko sebelum melakukan transaksi aset digital. Data pasar diambil pada 20 Mei 2026 pukul 11.49 WIB.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

PT KAI (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui program penutupan dan penanganan perlintasan sebidang liar di wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Hingga Agustus 2026, KAI Daop 1 Jakarta menargetkan penutupan sebanyak 40 titik perlintasan liar yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Program tersebut dilaksanakan secara bertahap melalui sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah setempat, Kepolisian, Balai Teknik Perkeretaapian kelas 1 Jakarta, aparat kewilayahan, serta stakeholder terkait lainnya guna menciptakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Adapun sebaran penutupan perlintasan liar meliputi:

* Kabupaten Bogor: 15 titik

* DKI Jakarta: 7 titik

* Sukabumi: 5 titik

* Banten: 8 titik

* Bekasi: 2 titik

* Karawang: 2 titik

* Depok: 1 titik.

Program penutupan perlintasan liar dilakukan sebagai langkah nyata dalam mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang tidak resmi yang sangat berbahaya karena umumnya tidak dilengkapi alat pengaman, tidak dijaga petugas, serta memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan.

Wilayah Kabupaten Bogor – 15 Titik

Lokasi dilakukan di sejumlah lokasi antara lain:

* KM 48+2/3 lintas Cilebut–Bogor kawasan Kampung Pledang

* KM 49+512 lintas Cilebut–Bogor kawasan Gang Blok Asem

* KM 51+7/8 lintas Nambo–Badak di Jalan Klapa Nunggal

* KM 50+2/3 lintas Cilejit–Daru kawasan Desa Mekarsari

* KM 53+285 lintas Daru–Tenjo kawasan Raya Cilaku

* KM 46+172 lintas Bojonggede–Cilebut kawasan Sipatahuanan

* KM 42+265 lintas Citayam–Bojonggede kawasan Dodol

* KM 56+202 lintas Tenjo–Tigaraksa kawasan Kampung Sukalikatke

* KM45+254 lintas Bojonggede-Cilebut

* KM 41+550 lintas Citayam–Bojonggede kawasan Gang Paseban

* KM 49+178 lintas Cilejit–Daru kawasan Kampung Lame

* KM 50+164 lintas Cilebut–Bogor kawasan Tugu Wates

* KM 49+296 lintas Cilebut–Bogor kawasan Gang Mesjid

* KM 40+490 lintas Citayam–Bojonggede kawasan Gang Jamal

* KM 16+269 lintas Maseng–Cigombong kawasan Slawi.

Wilayah DKI Jakarta – 7 Titik

Lokasi dilakukan di wilayah Jakarta Selatan, Barat, Timur, Utara, dan Pusat meliputi:

* KM 13+121 lintas Tebet–Cawang di Jalan Asem Baris, Jakarta Selatan

* KM 12+279 lintas Kalideres–Poris di Jalan Pandan, Jakarta Barat

* KM 9+187 lintas Tanah Abang–Palmerah di Gang Warga, Jakarta Pusat

* KM 0+389 lintas Ancol–Rajawali di Jalan Pademangan Gang Mawa, Jakarta Utara

* KM 2+450 lintas Angke–Duri di Jalan Kampung Angke, Jakarta Barat

* KM 18+575 dan KM 18+844 lintas Buaran–Klender Baru kawasan Penggilingan, Jakarta Timur.

Wilayah Sukabumi – 5 Titik

Lokasi di:

* KM 50+991 lintas Karangtengah–Sukabumi kawasan Pada Asih

* KM 58+179 lintas Sukabumi–Cianjur kawasan Cijangkar

* KM 32+335 lintas Cicurug–Parungkuda kawasan Desa Langsari

* KM 37+663 lintas Parungkuda–Cibadak kawasan Kampung Baru

* KM 22+255 lintas Cigombong–Cicurug kawasan Hawai.

Wilayah Banten – 8 Titik

Lokasi dilakukan di Kabupaten Lebak, Tangerang Selatan, Serang, dan Cilegon meliputi:

* KM 64+526 lintas Maja–Citeras kawasan Perkebunan, Lebak

* KM 38+3/4 lintas Cicayur–Parungpanjang, Tangerang Selatan

* KM 136+6/7 lintas Cilegon–Krenceng kawasan Cilegon, Ramanuju

* KM 147+468 lintas Krenceng–Merak di Cilegon, Jalan Rosalia

* KM 104+7/8 lintas Kreuseuk–Walantaka kawasan Serang, Walantaka

* KM 73+438 lintas Citeras–Rangkasbitung kawasan Lebak, Nameng

* KM 81+346 lintas Rangkasbitung–Jambu Baru kawasan Lebak, Kampung

* KM 38+050 lintas Cisauk–Parungpanjang kawasan Tangsel, Kampung Kandang.

Wilayah Bekasi – 2 Titik

Lokasi dilakukan di:

* KM 30+826 lintas Bekasi Timur–Tambun

* KM 24+780 lintas Kranji–Bekasi kawasan Pangeran Jayakarta.

Wilayah Karawang – 2 Titik

Lokasi dilakukan di:

* KM 85+454 lintas Cikampek–Cibungur

* KM 84+730 lintas Cikampek–Tanjungrasa kawasan Gang Madi.

Wilayah Depok – 1 Titik

Lokasi dilakukan di:

* KM 39+0 lintas Citayam–Cibinong kawasan Jlangen Kampung LIPI.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan bahwa kegiatan penutupan perlintasan liar merupakan program berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap bersama stakeholder terkait guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

“KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Penutupan perlintasan liar dilakukan sebagai langkah preventif dan menciptakan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan tertib,” ujar Franoto.

Franoto menambahkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan dan kolaborasi aktif dari seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, Kepolisian, Balai Teknik Perkeretaapian kelas 1 Jakarta, aparat kewilayahan, hingga masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari masyarakat dan seluruh lini jajaran pemerintah terhadap kegiatan ini. Langkah penutupan perlintasan liar merupakan aksi bersama demi keselamatan bersama, baik bagi perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambah Franoto.

“Rel Bukan Jalan Pintas, Keselamatan adalah Prioritas.”

Humas Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES