DJI FlightHub 2: Manajemen Operasional Drone dari Satu Platform

Operasional drone di lingkungan industri skala besar melibatkan banyak misi, banyak lokasi, dan banyak tim yang bekerja secara bersamaan. Tanpa platform manajemen terpusat, koordinasi misi, pemantauan real-time, dan pelaporan data menjadi proses yang tidak efisien.

DJI FlightHub 2 hadir sebagai platform manajemen operasional drone all-in-one yang mencakup perencanaan misi, eksekusi otomatis, pemantauan live, dan pemrosesan data dalam satu platform. Seluruh misi drone, termasuk misi yang dijalankan sepenuhnya otomatis oleh sistem DJI Dock 3, dikonfigurasi dan dipantau melalui platform ini.

Dikembangkan oleh DJI Enterprise, FlightHub 2 mendukung livestreaming video dengan API untuk integrasi ke sistem CCTV dan VMS yang sudah ada, cloud mapping untuk pengumpulan dan pemrosesan data survei, pembuatan 3D base map dari data drone dan satelit, anotasi dan pinpoint pada live map, serta AI object recognition dan change detection yang dapat dikustomisasi.

Platform ini dirancang untuk kebutuhan operasional multi-site di mana tim perlu memantau kondisi lapangan dari jarak jauh, merespons situasi secara real-time, dan mengelola seluruh armada drone dalam satu dashboard. Koordinat target ditampilkan langsung pada peta live untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat.

“FlightHub 2 menghubungkan seluruh drone, data lapangan, dan tim operasional dalam satu platform. Misi survey, inspeksi, dan keamanan bisa dijalankan, dipantau, dan dievaluasi dari satu titik kendali,” ujar Halo Robotics.

DJI FlightHub 2 menjadi infrastruktur digital yang menghubungkan perangkat keras drone di lapangan dengan tim operasional, menghasilkan visibilitas penuh atas kondisi aset dan kemajuan misi secara real-time.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nira: Platform Cloud untuk Visualisasi 3D dan Pemantauan Perubahan Aset

Data survei drone menghasilkan model 3D beresolusi tinggi yang nilainya bergantung pada seberapa mudah data tersebut diakses, dianalisis, dan dibagikan kepada tim yang membutuhkannya. Platform visualisasi yang membutuhkan instalasi software khusus sering menjadi hambatan dalam siklus penggunaan data tersebut.

Nira hadir sebagai platform cloud untuk visualisasi dan analisis model 3D yang dapat diakses langsung melalui browser tanpa instalasi software. Model point cloud, LiDAR, dan fotogrametri dapat diunggah dan dibagikan melalui URL kepada seluruh anggota tim yang membutuhkan akses.

Dikembangkan oleh Nira, platform ini mendukung pengukuran jarak, area, dan volume langsung di dalam viewer 3D, georeferensi dengan overlay desain DXF, anotasi visual pada model, serta mode perbandingan 2D/3D untuk pemantauan perubahan permukaan dari waktu ke waktu. Ekspor laporan PDF otomatis tersedia untuk kebutuhan pelaporan operasional, dengan keamanan data enterprise-grade menggunakan enkripsi 256-bit.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Nira sebagai bagian dari ekosistem perangkat lunak pengolahan dan visualisasi data survei drone. Platform ini kompatibel dengan output dari berbagai drone LiDAR dan fotogrametri untuk kebutuhan manajemen aset di berbagai sektor industri.

“Model 3D yang dihasilkan dari survei drone bisa langsung dibagikan dan dianalisis oleh tim di lokasi mana pun tanpa memerlukan software khusus. Perubahan kondisi permukaan terpantau langsung melalui mode perbandingan 2D/3D,” ujar Halo Robotics.

Nira memperpendek siklus dari pengumpulan data survei hingga pengambilan keputusan operasional, dengan model 3D yang bisa diakses, diukur, dan dianotasi secara kolaboratif oleh tim lintas lokasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Robot Berkaki Empat Unitree untuk Inspeksi di Area Industri Ekstrem

Inspeksi fasilitas industri di area berbahaya, medan tidak rata, atau lingkungan yang tidak aman bagi tenaga kerja membutuhkan solusi yang bisa bergerak mandiri di kondisi lapangan nyata. Kendaraan beroda tidak bisa menavigasi tangga, lereng curam, atau area dengan hambatan fisik yang kompleks.

Unitree A2 hadir sebagai robot quadruped industri dengan kecepatan maksimal 6 m/s, kemampuan mendaki anak tangga setinggi 40 cm, dan kapasitas payload 25 kg untuk berbagai konfigurasi sensor. Rating IP67 menjadikan A2 tahan terhadap debu dan air, termasuk operasi di kondisi hujan deras dan genangan.

Dikembangkan oleh Unitree Robotics, A2 dilengkapi dual LiDAR sensor depan dan belakang untuk navigasi 360 derajat dan obstacle avoidance secara mandiri. Sistem sensor mounting yang modular mendukung konfigurasi payload yang fleksibel sesuai kebutuhan inspeksi, ditenagai AI module Jetson Orin dengan kapasitas komputasi hingga 100 TOPS untuk pemrosesan data real-time di lapangan.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Unitree A2 untuk kebutuhan inspeksi robotik di sektor pertambangan, minyak dan gas, dan industri berat yang membutuhkan pemantauan area dengan akses terbatas atau kondisi operasional yang tidak aman bagi tenaga kerja.

“Unitree A2 bergerak mandiri di area yang tidak bisa dijangkau kendaraan konvensional. Dengan dual LiDAR, payload 25 kg, dan rating IP67, robot ini bisa dikonfigurasi untuk berbagai misi inspeksi di kondisi lapangan industri yang paling menantang,” ujar Halo Robotics.

Penggunaan robot quadruped seperti Unitree A2 memperluas jangkauan pemantauan aset ke area yang selama ini tidak bisa dipantau secara rutin, sekaligus mengurangi eksposur tenaga kerja terhadap lingkungan berbahaya tanpa mengorbankan kualitas data inspeksi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inspeksi Aset Transmisi Listrik Berbasis Drone LiDAR

Jaringan transmisi listrik mencakup ribuan menara yang tersebar di berbagai kondisi terrain, termasuk area bervegetasi lebat dan lokasi terpencil. Pertumbuhan vegetasi yang mendekati konduktor dan kemiringan tiang yang tidak terdeteksi merupakan dua faktor risiko utama yang membutuhkan pemantauan berkala dan terstruktur.

DJI Zenmuse L3 yang terintegrasi dengan drone DJI Matrice 400 digunakan untuk survei LiDAR koridor ROW jaringan transmisi listrik. Sensor ini menghasilkan point cloud yang merekam posisi konduktor, struktur menara, dan kondisi vegetasi di sekitarnya secara presisi, termasuk di area yang tidak bisa diakses tim ground secara rutin.

Data LiDAR yang dihasilkan digunakan untuk dua kebutuhan utama: analisis perambahan vegetasi untuk menentukan area yang membutuhkan pemangkasan prioritas, dan analisis tilt menara untuk mengidentifikasi kemiringan struktural yang melampaui batas toleransi. Kedua analisis ini mendukung perencanaan maintenance yang lebih terarah dan berbasis data aktual kondisi lapangan.

“LiDAR survey jaringan transmisi menghasilkan data vegetasi dan analisis tilt menara yang akurat. Data ini menjadi dasar perencanaan pemangkasan dan maintenance struktural yang lebih efisien di skala jaringan yang luas,” ujar Halo Robotics.

Inspeksi aset transmisi berbasis drone LiDAR mendukung efisiensi program pemeliharaan jaringan skala nasional, mengurangi risiko keselamatan bagi tenaga inspeksi, dan menghasilkan data yang konsisten sebagai dasar perencanaan maintenance jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Manajemen Integritas Aset Minyak dan Gas Berbasis Drone

Fasilitas minyak dan gas mencakup aset yang beragam, dari flare stack dan tangki penyimpanan hingga jalur pipa dan platform offshore, yang masing-masing membutuhkan pendekatan inspeksi berbeda dengan frekuensi yang konsisten. Keterbatasan akses fisik dan risiko keselamatan membuat inspeksi konvensional tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Drone inspeksi menjawab tantangan ini dengan kemampuan menjangkau aset dari jarak aman, merekam data visual dan thermal beresolusi tinggi, serta menghasilkan model 3D as-built dari aset yang diinspeksi. Halo Robotics menyediakan solusi inspeksi terintegrasi yang mencakup General Visual Inspection (GVI), Close Visual Inspection (CVI), inspeksi thermal, serta kuantifikasi emisi metana untuk fasilitas minyak dan gas.

Sistem yang digunakan mencakup DJI Matrice 400 dengan payload Zenmuse H30T untuk inspeksi visual dan thermal jarak jauh, Flyability Elios 3 untuk inspeksi ruang terbatas seperti tangki dan HRSG, serta MetScan untuk kuantifikasi dan pemetaan emisi metana.

“Aset minyak dan gas membutuhkan inspeksi yang konsisten di berbagai kondisi operasional. Kombinasi drone inspeksi visual, thermal, dan sensor metana menghasilkan data integritas aset yang komprehensif, dari permukaan luar hingga kondisi internal dan emisi gas,” ujar Halo Robotics.

Cakupan inspeksi meliputi GVI flare, jetty, dan fasilitas darat, CVI pada aset kritis seperti HRSG, amine stripper, dan tangki LNG, inspeksi struktural dan korosi berbasis LiDAR, serta survei metana di jalur pipa, platform, dan loading terminal. As-built 3D model dari hasil LiDAR Zenmuse L3 tersedia sebagai referensi kondisi aset secara berkala.

Program inspeksi berbasis drone untuk sektor minyak dan gas mendukung kepatuhan terhadap standar integritas aset internasional, mengurangi kebutuhan scaffolding dan rope access, serta meningkatkan efisiensi shutdown dan turnaround dengan data yang tersedia lebih cepat dan akurat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LiDAR untuk Manajemen Koridor ROW Jalur Pipa Migas

Jalur pipa minyak dan gas membentang di koridor yang panjang dan sering melewati area yang sulit dipantau secara rutin. Perambahan vegetasi, pergeseran terrain, dan perubahan kondisi koridor yang tidak terdeteksi lebih awal dapat menimbulkan risiko integritas pipa dan keselamatan operasional.

LiDAR DJI Zenmuse L3 yang terintegrasi dengan drone DJI Matrice 400 digunakan untuk survei LiDAR koridor ROW pipa secara sistematis. Sensor ini menghasilkan point cloud beresolusi tinggi yang merekam kondisi terrain, vegetasi, dan struktur pipa sekaligus dalam satu penerbangan, mencakup area yang tidak bisa dijangkau tim ground survey secara efisien.

Output survei mencakup Digital Surface Model, Digital Terrain Model, peta kontur, ortofoto 2D, serta as-built model jalur pipa yang ter-georeferensi dan langsung kompatibel dengan workflow GIS seperti ArcGIS. Data ini digunakan untuk pemantauan perambahan vegetasi, analisis kondisi terrain sepanjang koridor, dan dokumentasi as-built jalur pipa sebagai referensi operasional.

LiDAR survey menggunakan drone menghasilkan data terrain dan vegetasi yang langsung bisa digunakan untuk perencanaan maintenance dan mitigasi risiko. Perambahan vegetasi yang terpantau lebih awal membantu tim menentukan prioritas tindakan sebelum menjadi ancaman integritas pipa,” ujar Halo Robotics.

Survei LiDAR ROW berbasis drone meningkatkan efesiensi dan efektivitas survey untuk koridor panjang, menghasilkan data yang lebih komprehensif dengan waktu lebih singkat dan cakupan yang konsisten sepanjang jalur pipa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inspeksi Bawah Air dengan ROV QYSEA Fifish X1

Inspeksi struktur bawah air seperti jetty, buoy, dan lambung kapal membutuhkan akses ke kedalaman yang tidak bisa dijangkau penyelam secara efisien dan aman. Kondisi arus, visibilitas rendah, dan kebutuhan inspeksi berulang menjadi tantangan operasional yang konsisten di sektor energi dan maritim.

QYSEA Fifish X1 hadir sebagai ROV kelas kerja berukuran compact yang mampu beroperasi hingga kedalaman 350 meter. Sistem ini dilengkapi dua kamera 4K, pencahayaan 12.000 lumen, dan omnidirectional position hold untuk stabilitas di kondisi arus yang tidak menentu.

Dikembangkan oleh QYSEA, Fifish X1 mendukung berbagai konfigurasi sensor dan alat kerja melalui sistem plug-and-play, termasuk single dan multi-beam echo sounder untuk batimetri, ultrasonic thickness gauge untuk NDT, cathodic protection sensor, explosive gas detector, water sampler, dan robotic arm. Sistem ini dapat dioperasikan oleh tim dua orang.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Fifish X1 untuk kebutuhan inspeksi bawah air di sektor minyak dan gas, energi, dan maritim. Sistem ini telah dioperasikan untuk inspeksi visual subsea, pemantauan biofouling dan korosi, serta coverage struktur buoy dan tiang jetty di fasilitas industri aktif.

“Fifish X1 mampu menjangkau struktur bawah air yang tidak bisa diakses penyelam, dengan kapasitas sensor yang bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan inspeksi. Data visual dan NDT tersedia langsung dari satu platform tanpa perlu menurunkan tim penyelam,” ujar Halo Robotics.

Hasil inspeksi mencakup rekaman visual 4K, data ketebalan material dari sensor UT, serta bukti visual biofouling dan korosi yang terlokalisasi pada area spesifik. Seluruh data mendukung perencanaan maintenance bawah air yang lebih terstruktur dan terdokumentasi.

Penggunaan ROV seperti QYSEA Fifish X1 mengurangi ketergantungan pada penyelam untuk inspeksi rutin, meningkatkan keselamatan operasional, dan memperluas jangkauan inspeksi ke kedalaman dan kondisi yang sebelumnya tidak bisa dipantau secara konsisten.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Drone Survey untuk Operasional Tambang Skala Besar

Operasional tambang skala besar membutuhkan data lapangan yang konsisten untuk mengelola stockpile, memantau stabilitas lereng, dan merencanakan peledakan secara efisien.

Metode survei konvensional sering tidak mampu mengimbangi ritme operasional yang cepat dan area kerja yang luas.

Strayos hadir sebagai platform AI untuk analisis tambang yang mencakup manajemen stockpile, analisis highwall, perencanaan drill and blast, serta pemantauan fragmentasi secara real-time. Data input dihasilkan dari drone survey yang dioperasikan langsung di site, menghasilkan laporan analisis yang dapat ditindaklanjuti oleh tim operasional.

Dikembangkan oleh Strayos, platform ini menggabungkan pemrosesan data LiDAR dan fotogrametri dengan algoritma AI untuk analisis fragmentasi, prediksi vibration dan airblast, serta perhitungan volumetrik stockpile. Sistem kamera AI Strayos juga mendukung analisis minerologi secara real-time di crusher dan conveyor belt.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Strayos sebagai bagian dari solusi drone tambang yang dioperasikan bersama DJI Dock 3 dengan drone M4D untuk akuisisi dan pemrosesan data survei secara otomatis.

“Perhitungan stockpile, analisis lereng, dan manajemen peledakan membutuhkan data yang akurat dan tersedia tepat waktu. Drone survey menghasilkan data volumetrik yang akurat dan mendukung siklus operasional tambang tanpa gangguan pada aktivitas produksi,” ujar Halo Robotics.

Data yang dihasilkan mencakup perhitungan stockpile dan earthwork, peta topografi lereng untuk analisis geoteknik, pemetaan haul road, serta laporan pre- dan post-blast untuk evaluasi fragmentasi. Seluruh data diproses dan divisualisasikan dalam dashboard yang dapat diakses tim operasional secara langsung.

Penggunaan drone dan platform AI seperti Strayos mendukung pengambilan keputusan operasional tambang yang lebih cepat dan berbasis data, dari manajemen material hingga keselamatan lereng jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inspeksi Ruang Terbatas Tanpa Akses Fisik dengan Flyability Elios 3

Inspeksi aset di ruang terbatas seperti tangki, boiler, dan area bawah tanah selama ini bergantung pada scaffolding atau rope access yang memakan waktu dan berisiko bagi tenaga kerja.

Metode konvensional juga sering mengharuskan penghentian operasional aset selama proses inspeksi berlangsung.

Flyability Elios 3 hadir sebagai drone inspeksi yang dirancang untuk beroperasi di ruang terbatas yang tidak bisa dijangkau drone konvensional. Rangka pelindungnya memungkinkan drone terbang aman di area sempit, gelap, dan berdebu tanpa risiko kerusakan akibat benturan.

Dikembangkan oleh Flyability, Elios 3 dilengkapi kamera 4K @ 60FPS, kamera thermal, dan pencahayaan LED 16K tahan debu. Payload LiDAR survey-grade dengan kemampuan 720.000 poin per detik menghasilkan model 3D beresolusi tinggi dari dalam ruang terbatas. Tersedia pula opsi sensor UT (Ultrasonic Testing) untuk kebutuhan NDT.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Elios 3 untuk kebutuhan inspeksi di sektor minyak dan gas, pertambangan, dan energi. Sistem ini telah dioperasikan untuk inspeksi tangki crude oil, boiler, HRSG, dan area underground stope di berbagai fasilitas industri aktif.

“Inspeksi ruang terbatas yang biasanya membutuhkan scaffolding dan penghentian operasional kini bisa dilakukan dalam hitungan menit. Data visual dan LiDAR dari Elios 3 langsung tersedia untuk tim inspeksi tanpa perlu akses fisik ke dalam aset,” ujar Halo Robotics.

Hasil inspeksi mencakup dokumentasi visual beresolusi tinggi dan model 3D LiDAR di mana setiap temuan dilokalisasi langsung pada model untuk pelaporan yang sistematis. Data ini digunakan sebagai dasar analisis integritas aset, perencanaan maintenance, dan dokumentasi kondisi aset secara berkala.

Penggunaan drone seperti Flyability Elios 3 mengurangi kebutuhan scaffolding dan rope access secara signifikan, sekaligus meningkatkan frekuensi dan akurasi inspeksi di fasilitas yang selama ini sulit dipantau secara rutin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES