Perkuat Komitmen Keberlanjutan, SUCOFINDO Dukung Aksi “Mageri Segoro” di Jawa Tengah

Semarang, (12/6) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT SUCOFINDO (PERSERO) melakukan aksi penanaman mangrove dan tanaman pantai di Pantai Tirang, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, BUMN, dunia usaha, komunitas lingkungan, akademisi, serta masyarakat dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir. Mengusung tema “Mageri Segoro” atau memagari laut, kegiatan ini menitikberatkan pada aksi nyata pelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi abrasi, perlindungan kawasan pesisir, serta peningkatan ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.

Kegiatan diawali dengan penanaman mangrove dan tanaman pantai secara serentak di 16 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah dengan total 92.290 bibit. Aksi tersebut dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Pantai Tirang yang melibatkan lebih dari 700 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang dilakukan secara bersama-sama.

“Merawat lingkungan bukan pilihan, melainkan kewajiban kita bersama. Dengan Mageri Segoro, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi kita juga menanam harapan bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Semarang, Habib Krisna Wijaya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah provinsi Jawa Tengah mengundang PT SUCOFINDO (PERSERO) untuk berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik kolaborasi yang dibangun pemerintah melalui gerakan Mageri Segoro. Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, SUCOFINDO siap mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk pelestarian lingkungan hidup dan penguatan aksi mitigasi perubahan iklim. Melalui berbagai layanan dan program keberlanjutan yang dijalankan, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus mendorong penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog interaktif yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah bersama para bupati dan wali kota untuk menyelaraskan langkah strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir.

“Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), SUCOFINDO berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai inisiatif yang mendukung ketahanan lingkungan dan aksi mitigasi perubahan iklim. Partisipasi dalam gerakan Mageri Segoro menjadi salah satu dari langkah nyata perusahaan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Habib Krisna Wijaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadirkan Booth “MINERALive” di Invirotech 2026, MIND ID Demonstrasikan Pengelolaan Limbah Terintegrasi

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, menghadirkan booth bertajuk “MINERALive: Tambang yang Menghidupkan” dalam ajang Invirotech 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup.

“Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur dalam pembukaan Invirotech 2026, Kamis (11/6/2026).

Menurut Jumhur, teknologi dan inovasi perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus membantu industri menjalankan tanggung jawabnya.

“INDO ENVIROTECH merupakan ruang yang mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, inovasi dengan kebijakan, serta komitmen dengan implementasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa teknologi harus memberikan manfaat yang konkret bagi sektor industri maupun masyarakat. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” ujar Jumhur.

Booth ini turut dikunjungi oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, yang meninjau langsung berbagai program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular yang ditampilkan oleh MIND ID bersama anggota grupnya.

Adapun, kehadiran Grup MIND ID melalui booth ini merupakan bagian dari upaya untuk menunjukkan praktik nyata pengelolaan limbah yang berorientasi pada pengelolaan dampak lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

MIND ID memperlihatkan bahwa limbah yang dikelola dengan tepat dapat menjadi sumber daya yang memberi manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dalam booth tersebut, MIND ID menampilkan tiga area utama yang merepresentasikan pendekatan pengelolaan limbah terintegrasi.

Pada area pertama, ditampilkan program pengolahan sampah organik berbasis maggot yang telah dijalankan di berbagai wilayah operasional. Selama penyelenggaraan Invirotech 2026, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung diolah secara langsung menggunakan maggot, dengan hasil pengolahan seperti volume sampah terurai dan pupuk organik yang dihasilkan disampaikan secara terbuka.

Dari aktifasi ini, pengunjung mendapat pupuk yang merupakan ajakan untuk bersama memulihkan kelestarian alam sekitar.

Pada area kedua, MIND ID menghadirkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik melalui alat plastic press dan plastic crusher yang merepresentasikan implementasi program bank sampah di masyarakat.

Pengunjung dapat berpartisipasi dengan menyetorkan sampah plastik yang kemudian diolah dan ditampilkan sebagai bagian dari proses daur ulang.

Ditampilkan pula teknologi 3D printer yang menjadi representasi bahwa sampah anorganik di Grup MIND ID mampu menghasilkan produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan bernilai tambah ekonomi. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan inovasi yang tepat maka limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Pada bagian atas booth, MIND ID menghadirkan instalasi bertema “awan mendung dan awan cerah” sebagai simbol komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Instalasi ini merepresentasikan tujuan jangka panjang dari berbagai program pengelolaan limbah yang dijalankan, yakni menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

MIND ID meyakini pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih berkelanjutan.

Harapannya, semakin banyak pula dukungan publik terhadap penguatan praktik pengelolaan lingkungan berbasis inovasi dan teknologi.

Bagi MIND ID, pertambangan tidak hanya tentang menghasilkan mineral, tetapi juga memastikan bahwa setiap prosesnya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Jumhur menegaskan bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan tidak perlu dipertentangkan.

“Membangun Indonesia bukan berarti mengabaikan lingkungan. Memelihara lingkungan juga bukan berarti melupakan pembangunan. Jangan mempertentangkan pembangunan dengan lingkungan,” tegasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hari Terakhir! BRI Finance Hadirkan Promo Bunga 0% di Pameran Otomotif di Sumatera Barat

Padang, 11 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperluas akses pembiayaan kendaraan melalui berbagai program yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran otomotif di BRI Branch Office (BO) Padang dan BRI Branch Office (BO) Payakumbuh pada 8–12 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi BRI Finance untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pelaku industri otomotif di daerah. Dalam pameran tersebut, BRI Finance menggandeng dealer Geely di Padang dan dealer Chery di Payakumbuh untuk menghadirkan berbagai pilihan kendaraan terbaru yang dapat dicoba langsung melalui fasilitas test drive.

Sebagai daya tarik utama, BRI Finance menawarkan promo pembiayaan bunga 0%, yang didukung berbagai pilihan produk seperti KKB Prioritas, KKB Reguler, Captive, Non-Captive, serta BRIFlexy.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Sebagai bagian dari BRI Group, kami terus berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui pameran ini, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dekat bagi calon nasabah untuk mengenal berbagai produk pembiayaan BRI Finance, sekaligus memanfaatkan berbagai promo menarik yang kami hadirkan, termasuk program bunga 0%.”

Kolaborasi dengan dealer dan jaringan BRI di berbagai daerah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif yang berkelanjutan. Perseroan mendorong masyarakat Sumatera Barat khususnya di Padang, Payakumbuh, dan sekitarnya untuk memanfaatkan momen ini semaksimal mungkin.

“Melalui kesempatan ini, kami mengundang masyarakat Padang, Payakumbuh, dan sekitarnya untuk datang langsung ke lokasi pameran, mencoba berbagai kendaraan yang tersedia, serta berkonsultasi dengan tim kami mengenai solusi pembiayaan yang paling sesuai. Berbagai promo menarik telah kami siapkan untuk membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan kendaraan dengan lebih mudah dan nyaman,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kendaraan Bekas Jadi Alternatif Favorit, Pembiayaan BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Jakarta, 12 Juni 2026 – Dalam situasi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif nasional, kebutuhan akan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau tetap menunjukkan tren positif. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan bekas yang dinilai mampu menjadi alternatif mobilitas yang ekonomis tanpa mengurangi fungsi dan kenyamanan.

Melihat tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen pembiayaan mobil bekas. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tumbuh sebesar 77,64% secara tahunan (year-on-year), menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap segmen kendaraan bekas di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kendaraan bekas saat ini menjadi salah satu pilihan yang semakin relevan bagi masyarakat yang tetap membutuhkan kendaraan pribadi dengan pertimbangan efisiensi pengeluaran.

“Di tengah pelemahan daya beli masyarakat dan semakin kompetitifnya pasar otomotif, kami melihat segmen pembiayaan mobil bekas masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan ini mencerminkan bahwa kendaraan bekas tetap menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat yang membutuhkan solusi mobilitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Dhani.

Industri pembiayaan otomotif saat ini menghadapi berbagai dinamika pasar yang perlu dicermati, mulai dari kondisi ekonomi domestik, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga perkembangan tingkat suku bunga yang berpotensi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Meski demikian, BRI Finance menilai segmen pembiayaan mobil bekas memiliki tingkat ketahanan yang baik karena menawarkan nilai ekonomis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain memberikan alternatif kepemilikan kendaraan dengan harga yang lebih kompetitif, segmen ini juga dinilai mampu menjangkau kelompok konsumen yang lebih luas.

Untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BRI Finance terus menerapkan strategi bisnis yang prudent dengan mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan, pengelolaan risiko yang optimal, serta penyaluran pembiayaan yang selektif sesuai prinsip kehati-hatian.

“Kami tetap optimis terhadap prospek pembiayaan mobil bekas kedepannya. Dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan karakteristik segmen yang relatif adaptif terhadap kondisi ekonomi, kami meyakini pembiayaan kendaraan bekas akan terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis BRI Finance,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Parepare Awasi Ketat Kendaraan Masuk Dermaga

Parepare, Juni 2026 – PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare terus meningkatkan pengawasan dan pengendalian di kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare, khususnya terhadap kendaraan yang akan memasuki area dermaga untuk melakukan penyeberangan menggunakan kapal Ro-Ro.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus kendaraan dan penumpang di pelabuhan. Pengawasan difokuskan pada area boarding pass Ro-Ro yang menjadi titik pemeriksaan sebelum kendaraan memasuki dermaga dan naik ke kapal.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Parepare, Beny, mengatakan bahwa peningkatan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang masuk ke area dermaga telah memenuhi prosedur dan persyaratan yang berlaku.

“Pengawasan di area boarding pass Ro-Ro terus kami tingkatkan sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan. Setiap kendaraan yang akan masuk ke dermaga wajib melalui proses pemeriksaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ujar Beny.

Ia menjelaskan, petugas pelabuhan secara rutin melakukan pengecekan terhadap dokumen perjalanan, tiket penyeberangan, serta kesesuaian data kendaraan sebelum diberikan akses menuju area sandar kapal.

Menurutnya, pengawasan yang ketat juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran, menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan, serta mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi kapal Ro-Ro.

“Kami terus mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan operasional pelabuhan. Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan seluruh proses pelayanan kapal dan kendaraan dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa,” jelasnya.

Selain meningkatkan pengawasan, Pelindo Parepare juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan operasional pelabuhan berjalan sesuai standar pelayanan dan keselamatan yang berlaku.

“Kami berharap dengan langkah ini dapat memberikan pelayanan yang semakin baik sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi laut dan distribusi logistik melalui Pelabuhan Nusantara Parepare,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?

Jakarta, 12 Juni 2026 — Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan industri aset kripto di Indonesia. Aturan baru tersebut memuat sejumlah pokok perubahan, termasuk penguatan pengaturan aset keuangan digital dan aset kripto.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso, mengatakan OJK telah terlibat dalam berbagai pembahasan substansi terkait revisi UU P2SK bersama pemerintah.

“Jadi kan OJK selama ini bersama pemerintah tentunya menjadi bagian dalam diskusi tentang terkait dengan bahan. Tapi finalisasi diskusinya adalah dilakukan oleh pemerintah dengan DPR. Jadi pada prinsipnya sudah terjadi tata kelola sebagaimana yang sudah ditentukan oleh tata keuangan negara kita,” ujar Adi kepada wartawan usai agenda CFX Crypto Conference 2026 di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Adi menegaskan, setelah aturan tersebut resmi berlaku, OJK akan berperan sebagai pengawal implementasi regulasi. Peran tersebut mencakup aspek pengaturan, pengawasan, perlindungan konsumen, hingga penegakan hukum di sektor aset keuangan digital dan aset kripto.

Dari sisi industri, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif pengesahan revisi UU P2SK. Menurutnya, penguatan payung hukum di tingkat undang-undang dapat menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan industri kripto nasional yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami menyambut positif pengesahan revisi UU P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola industri aset kripto di Indonesia. Saat ini, kami juga menunggu dan menantikan draft final didistribusikan kepada pelaku industri agar dapat melihat lebih rinci perubahan apa saja yang akan berdampak pada ekosistem,” ujar Calvin.

Arah Implementasi Aturan

Calvin menambahkan, pelaku industri perlu memperoleh kejelasan teknis mengenai arah implementasi aturan baru tersebut. Hal ini penting agar proses transisi regulasi dapat berjalan efektif, tidak menimbulkan ketidakpastian baru, dan tetap mendukung inovasi di sektor aset digital.

Tokocrypto siap bersinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan regulasi baru ini dapat diimplementasikan dengan baik. Kami percaya, regulasi yang kuat, jelas, dan adaptif akan menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan industri kripto Indonesia,” kata Calvin.

Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI sebelumnya resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis, 4 Juni 2026.

Penguatan Industri Kripto

Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Materi muatan dalam revisi UU P2SK mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, perluasan kewenangan OJK, serta penyempurnaan tugas dan tata kelola Bank Indonesia. Salah satu poin penting dalam aturan tersebut ialah penguatan pengaturan aset kripto.

Meski disambut positif, implementasi revisi UU P2SK tetap menjadi aspek krusial yang perlu dikawal. Pelaku industri menilai kejelasan aturan turunan, mekanisme pengawasan, serta ruang dialog antara regulator dan industri akan menentukan efektivitas beleid tersebut dalam memperkuat perlindungan investor sekaligus menjaga daya saing ekosistem kripto nasional.

Dengan dukungan regulator dan kesiapan pelaku industri, revisi UU P2SK diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, meningkatkan perlindungan konsumen, serta membuka ruang pertumbuhan yang lebih sehat bagi industri aset kripto di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS University Dorong Transformasi Pasar Bunga Rawa Belong Menuju Destinasi Florikultura Bertaraf Internasional

Jakarta International Flower Festival (JIFF) 2026 merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan dan revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong yang telah dilakukan BINUS University bersama para mitra. Melalui kolaborasi pentahelix, festival ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas kawasan, memperkuat ekosistem florikultura, menggerakkan ekonomi lokal, dan menjadi warisan positif menuju Jakarta 5 abad pada 2027.

Jakarta, 12 Juni 2026 – BINUS
University terus memperkuat revitalisasi Pasar Bunga Rawa Belong sebagai pusat
florikultura terbesar di Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta. Sebagai kelanjutan dari berbagai program pemberdayaan
yang telah berjalan, BINUS University dan ITTA Foundation sebagai penggagas
bersama, berkolaborasi dengan Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian
(PPSHP) akan menyelenggarakan Jakarta International Flower Festival (JIFF) 2026 pada 14–15 Juni 2026. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh
dari Gubernur DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem
florikultura, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menghidupkan kembali
kawasan Pasar Bunga Rawa Belong sebagai destinasi unggulan Jakarta.

Mengusung tema ‘Jakarta’s 5th
Century: Unity in Diversity, Innovation, and Co-Creating the Intelligent
Society for the Nation’s Future’
, ajang perdana JIFF 2026 menjadi bagian
dari kontribusi berbagai pemangku kepentingan dalam menyambut Jakarta menuju
usia lima abad pada tahun 2027. Festival ini tidak hanya menghadirkan perayaan
keindahan bunga, tetapi juga menjadi platform kolaborasi untuk memperkuat
ekosistem florikultura, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan
visibilitas Pasar Bunga Rawa Belong sebagai salah satu ikon kota Jakarta.

Pasar Bunga Rawa Belong selama
puluhan tahun menjadi pusat perdagangan bunga dan tanaman hias yang menopang
kehidupan ribuan pelaku usaha. Namun, perubahan perilaku konsumen, perkembangan
teknologi, dan dinamika pasar menuntut kawasan ini untuk terus bertransformasi
agar tetap relevan dan berdaya saing.

Menjawab tantangan tersebut,
BINUS University secara konsisten mendampingi para pedagang dan pelaku usaha
Rawa Belong melalui berbagai program pemberdayaan, capacity building,
peningkatan literasi digital, serta pengembangan inisiatif yang mendukung
transformasi ekosistem usaha secara berkelanjutan. Salah satu hasil dari
pendampingan tersebut adalah pemanfaatan platform digital yang membantu
memperluas akses pasar para pedagang sekaligus memperkuat daya saing mereka di
era ekonomi digital.

Penyelenggaraan JIFF 2026 menjadi
salah satu bentuk nyata dari keberlanjutan upaya tersebut. Melalui festival
ini, BINUS University ingin memperkenalkan kembali Pasar Bunga Rawa Belong
kepada masyarakat luas sebagai kawasan yang memiliki nilai ekonomi, sosial,
budaya, dan pariwisata yang kuat. Festival ini juga diharapkan mampu
meningkatkan aktivitas ekonomi para pedagang sekaligus memperkuat posisi Rawa
Belong sebagai destinasi florikultura unggulan di Jakarta.

Salah satu agenda utama JIFF 2026
adalah Flower Parade yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026.
Parade mobil hias bunga ini akan melintasi kawasan Pasar Bunga Rawa Belong dan
Kemanggisan sebagai simbol kebangkitan kawasan florikultura Jakarta. Masyarakat
dapat menyaksikan parade secara terbuka, berfoto bersama kendaraan hias, serta
mengunjungi bazar bunga yang menghadirkan para pedagang Pasar Bunga Rawa
Belong.

Lebih dari sekadar atraksi,
Flower Parade menjadi representasi kolaborasi pentahelix yang mengkolaborasikan
pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam mendorong
revitalisasi kawasan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan Pasar Bunga
Rawa Belong tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan
sinergi berbagai elemen untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang
berkelanjutan.

Pada hari yang sama, masyarakat
juga dapat menikmati berbagai aktivitas pendukung di kawasan Rawa Belong dan
Kemanggisan. Kehadiran festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan
masyarakat, menggerakkan roda ekonomi lokal, serta membuka peluang usaha yang
lebih luas bagi para pelaku UMKM di sekitar kawasan.

Rangkaian JIFF 2026 akan
berlanjut pada Senin, 15 Juni 2026 melalui penyelenggaraan International
Floriculture Forum and Exhibition
di BINUS @Senayan. Forum ini akan
mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional dari unsur
pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan pelaku usaha florikultura untuk
membahas masa depan industri bunga dan tanaman hias.

Selain menghadirkan pameran
florikultura, forum ini akan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai inovasi,
tren industri, peluang investasi, pengembangan bisnis, serta strategi
memperkuat daya saing sektor florikultura Indonesia di tingkat global. Hasil
dari forum ini diharapkan dapat dirumuskan dalam bentuk policy brief
yang memuat rekomendasi strategis bagi pengembangan kawasan Rawa Belong ke
depannya.

Sebagai institusi pendidikan yang
mengusung semangat fostering and empowering the society to build the nation,
BINUS University percaya bahwa revitalisasi kawasan tidak cukup dilakukan
melalui pembangunan fisik semata. Transformasi yang berkelanjutan membutuhkan capacity
building
masyarakat, pengembangan ekosistem usaha, serta kolaborasi yang
mampu menciptakan dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui Jakarta International
Flower Festival 2026, BINUS University berharap semakin banyak masyarakat
mengenal potensi Pasar Bunga Rawa Belong sekaligus mendukung pertumbuhan para
pelaku usaha yang menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Festival ini
diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pentahelix dalam
membangun kawasan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan
warisan positif bagi Jakarta menuju perayaan lima abad pada tahun 2027. ***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perluas Peluang Bisnis, WSBP Tambah Kegiatan Usaha

Jakarta, Juni 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kedua pada Kamis, 11 Juni 2026 untuk persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait penambahan kegiatan usaha melalui beberapa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penambahan kegiatan usaha sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis Perseroan. Penambahan kegiatan usaha tersebut meliputi jasa laboratorium, jasa sewa plant, serta jasa sewa kendaraan ekspedisi. Langkah ini diambil untuk memperluas peluang usaha sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan kapabilitas yang dimiliki Perseroan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Penambahan kegiatan usaha ini merupakan salah satu langkah strategis WSBP dalam memperkuat daya saing dan menciptakan peluang pertumbuhan baru. Kami melihat potensi yang baik pada sektor-sektor usaha yang memiliki keterkaitan dengan kompetensi dan sumber daya yang telah dimiliki Perseroan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan, seluruh kegiatan usaha yang ditambahkan telah melalui kajian Studi Kelayakan Bisnis yang dilakukan oleh penilai independen. Kajian tersebut mencakup aspek pasar, operasional, keuangan, serta prospek pengembangan usaha untuk memastikan kelayakan implementasi dan keberlanjutan bisnis ke depan.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, penambahan kegiatan usaha dinilai layak untuk dijalankan dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Selain membuka sumber pendapatan baru, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung efisiensi operasional melalui optimalisasi pemanfaatan aset yang dimiliki WSBP.

“Melalui penambahan kegiatan usaha ini, WSBP semakin memperkuat perannya sebagai one stop solution di industri beton terintegrasi, konstruksi, modular, serta peralatan pendukung sesuai kebutuhan pelanggan. Kami optimis langkah ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam mendukung pembangunan nasional,” tambah Fandy.

WSBP berkomitmen untuk menjalankan setiap pengembangan usaha secara prudent dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Perseroan meyakini bahwa tata kelola yang baik merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Becomes a Trusted Training Partner for Oil and Gas Professionals in Asia

PetroSync becomes a trusted training partner for oil and gas professionals in Asia through industry-focused programs that enhance technical competency, operational readiness, and professional development.

Maintenance and Reliability Challenges Continue to Affect Oil and Gas Operations

Inconsistent Maintenance Practices Reduce Operational Efficiency

Many oil and gas facilities still apply inconsistent maintenance standards across operational departments. These inconsistent practices often create delays, repeated failures, and higher unplanned maintenance expenses.

Limited Technical Readiness Increases Equipment Downtime

Many engineers struggle handling unexpected equipment failures during critical operational production periods. Limited technical readiness often increases downtime duration and disrupts daily production targets.

Companies Face Pressure to Improve Reliability Across Operations

Energy companies face growing pressure maintaining reliability while reducing operational maintenance spending. Management teams also expect stronger workforce readiness across multiple operational and engineering divisions.

Industry Training Helps Strengthen Maintenance Competency

Practical Learning Supports Better Maintenance Planning and Decisions

Practical maintenance training helps engineers improve planning decisions during challenging operational situations. Programs like CMRP Training support better maintenance understanding through realistic operational learning discussions.

Standardized Training Helps Reduce Reliability Skill Gaps

Different technical competency levels often create communication problems between engineering and maintenance teams. Standardized training helps organizations reduce reliability gaps across operational departments and project locations.

Continuous Development Supports Effective CMRP Implementation Across Operations

Continuous workforce development helps companies maintain stronger reliability practices across long-term operations. Understanding CMRP principles also supports better maintenance culture development inside organizations.

Stronger Technical Competency Helps Improve Equipment Reliability

Better technical competency helps teams identify operational risks before equipment failures become serious. This proactive approach supports more stable production performance and predictable maintenance scheduling activities.

PetroSync Supports Reliable Workforce Development Across Asia

Training Programs Are Designed Around Real Operational Challenges

Engineering professionals prefer practical training reflecting realistic maintenance challenges from operational environments. PetroSync designs industry programs based on situations frequently experienced across oil and gas operations.

Flexible Learning Solutions Help Professionals Improve Technical Readiness

Busy operational schedules often prevent engineers joining conventional technical development training programs. Flexible learning solutions help professionals improve readiness without disrupting operational responsibilities and targets.

petrosync Supports Long-Term Reliability and Workforce Performance

Long-term operational reliability depends heavily on consistent workforce competency development across engineering teams. Through industry-focused learning programs, PetroSync supports sustainable workforce readiness across Asia’s energy sector.

This press release has also been published on VRITIMES

Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini

Jakarta, 11 Juni 2026 – Penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan atau Rumah Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan tren positif. Per 11 Juni 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. Capaian tersebut merupakan kolaborasi bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia.

Jakarta, 11 Juni 2026 – Penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan atau Rumah Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan tren positif. Per 11 Juni 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. Capaian tersebut merupakan kolaborasi bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia.

Di sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau 48,56 persen dari total capaian penyaluran saat ini. Diikuti dengan Bank Syariah Nasional menyalurkan 19.088 unit (24,61 persen), Bank BRI 6.275 unit (8,09 persen), Bank BNI 5.608 unit (7,23 persen), dan Bank Mandiri 2.755 unit (3,55 persen), dan 7,96 persen sisanya adalah mitra bank penyalur FLPP lainnya.

Sementara dari sisi kalangan asosiasi pengembang, capaian tersebut berasal dari REI dengan realisasi tertinggi sebesar 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran saat ini. Posisi berikutnya ditempati APERSI dengan 23.048 unit (29,72 persen), HIMPERRA sebesar 10.426 unit (13,44 persen), ASPRUMNAS sebanyak 3.532 unit (4,55 persen), dan PI sebesar 2.475 unit (3,19 persen), dan 7,8 persen sisanya berasal dari para asosiasi pengembang lainnya.

Berdasarkan data BP Tapera, minat generasi muda terhadap program pembiayaan rumah subsidi menempati posisi tertinggi. Kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima manfaat FLPP terbanyak dengan 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari capaian total nasional tahun ini. Hal tersebut membuktikan minat masyarakat usia muda untuk memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan bersubsidi ini cukup besar.

Dari sisi jenis pekerjaan, kelompok jenis pekerjaan swasta masih menunjukkan kelompok yang paling besar memanfaatkan layanan FLPP, yaitu sebesar 52.592 atau 67,83 persen. Diikuti dengan kelompok jenis pekerjaan Wiraswasta sebesar 12.699 atau 16,38 persen, PNS sebesar 6.343 atau 8,18 persen, Lainnya 4.723 atau 6,09 persen, dan TNI/Polri sebesar 1.175 atau 1,52 persen.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, optimis penyaluran FLPP akan terus meningkat setiap bulan. Menurutnya, BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur maupun asosiasi pengembang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai target.

BP Tapera juga terus memperluas sosialisasi program rumah subsidi kepada masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. “Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak MBR yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan” ujar Heru.

Bidik Hunian Vertikal

Di tahun 2026 pemerintah juga mendorong keterjangkauan rumah vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah MBR dalam hal keterjangkauan, terutama dalam hal kemudahan akses seperti lokasi bekerja, fasilitas umum, dan jarak dengan pusat kota. Oleh karena itu BP Tapera sebagai unsur pemerintah memiliki peran melalui penyaluran FLPP dengan turut mendorong penyaluran pada hunian vertikal di tahun 2026.

Beradasarkan data yang dimiliki oleh BP Tapera, saat ini tersedia 2.908 unit rumah susun ready stock / siap jual yang tersebar di Indonesia, baik yang dikelola oleh pihak swasta / pengembang maupun oleh Perum Perumnas. Oleh karena itu, BP Tapera melihat ketersediaan ini menjadi salah satu peluang bagi masyarakat generasi rumah tangga muda untuk dapat menjangkau hunian dengan aksestabilitas yang lebih menarik dari aktifitas sehari-hari.

“Kami juga melihat, berdasarkan data SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang), terdapat juga data potensi rusun mencapai 9.217 unit. Kita akan dorong ini untuk dapat segera direalisasikan,” terang Heru.

Guna mendorong hunian vertikal tersebut, saat ini BP Tapera terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan berbagai pihak di pemerintah, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku Ketua Komite Tapera terkait dengan penetapan aturan mengenai tenor dan suku bunga bersama dengan Kementerian Keuangan terkait penyedia anggaran, serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna memastikan tata kelola yang diterapkan telah sesuai.

Adapun usulan yang saat ini sedang dirumuskan oleh Kementerian PKP bersama dengan BP Tapera adalah berupa tenor mencapai 40 tahun hingga layanan pelunasan dipercepat tanpa dikenakan denda. Usulan tersebut termasuk sudah mengakomodir layanan FLPP yang selama ini telah berjalan, seperti uang muka ringan, suku bunga tetap dan angsuran yang terjangkau. “Jika kita meninjau keterjangkauan berdasarkan upah minimum, maka apabila calon debitur mengajukan tenor hingga 40 tahun, angsuran per bulannya hanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu untuk rumah susun,” pungkas Heru.

Dengan realisasi yang telah lebih dari 77 ribu unit hingga saat ini, program FLPP menunjukkan tren positif dalam mendukung kepemilikan rumah bagi MBR sekaligus mempercepat pencapaian target penyediaan hunian layak dan terjangkau yang ditetapkan pemerintah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES