BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Jakarta, 21
Juli 2026 – BP Tapera menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan
sertifikasi tanah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan
perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen tersebut
disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Direksi BRI, Wali Kota
Bandung, Komisioner BP Tapera, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait.

 

Dalam rapat
tersebut, dibahas langkah strategis mempercepat sertifikasi tanah lintas sektor
sebagai upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus memperkuat
akses terhadap pembiayaan perumahan. Pemerintah juga mempersiapkan pelaksanaan
penyerahan sertifikat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang
direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa
Timur.

 

Komisioner
BP Tapera menyampaikan bahwa percepatan sertifikasi tanah merupakan salah satu
fondasi penting dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih kuat.
Dengan kepastian status kepemilikan tanah, masyarakat akan memiliki peluang
yang lebih besar untuk mengakses berbagai program pembiayaan rumah yang
disiapkan pemerintah.

 

“Sinergi
antarlembaga menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap
pembiayaan perumahan. Kepastian hukum atas tanah akan memperkuat ekosistem
pembiayaan sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dapat
memiliki rumah layak huni,” ujar Komisioner BP Tapera.

 

BP Tapera
menyambut baik langkah pemerintah yang memprioritaskan percepatan sertifikasi
tanah bagi penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan hasil verifikasi, masih
terdapat sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS yang belum memiliki sertifikat.
Pemerintah menargetkan percepatan penerbitan sertifikat sebagai bagian dari
agenda nasional penyerahan sertifikat kepada masyarakat.

 

Dalam rapat juga
disepakati penyusunan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kementerian PKP,
Kementerian ATR/BPN, dan Badan Pusat Statistik (BPS). SEB tersebut akan menjadi
pedoman pelaksanaan percepatan sertifikasi tanah lintas sektor, termasuk
penyediaan dan pemutakhiran data, verifikasi penerima manfaat, serta
pendampingan pelaksanaan sertifikasi di lapangan.

 

BP Tapera
mendukung pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai
dasar penentuan penerima manfaat agar seluruh program perumahan dapat berjalan
lebih tepat sasaran. Integrasi data antarlembaga dinilai penting untuk
memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh manfaat secara
optimal.

 

Selain membahas
percepatan sertifikasi tanah, rapat juga membahas penguatan ekosistem perumahan
melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan UMKM yang bergerak di bidang
perumahan, serta pemanfaatan konsep Smart City dalam mendukung pembangunan
kawasan hunian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Menteri PKP
menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah harus dilaksanakan secara terpadu
melalui kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga terkait.

“Kita harus
membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh. Sertifikasi tanah harus
dipercepat agar masyarakat memiliki kepastian hukum, sekaligus membuka akses
yang lebih luas terhadap pembiayaan perumahan. Seluruh kementerian dan lembaga
harus bekerja secara terpadu agar program ini memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat,” tegas Menteri PKP.

 

Dalam kesempatan
yang sama, Wali Kota Bandung turut menyampaikan perkembangan penyelesaian
persoalan pertanahan sebagai bagian dari rencana pembangunan rumah susun
sederhana milik (Rusunami) di Kota Bandung. Menteri PKP menilai penyelesaian
aspek pertanahan menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan hunian
vertikal di kawasan perkotaan.

 

Sebagai
tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data
calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta
membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10
Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera
menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku
kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan
perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan
Rendah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah

Kucing abu-abu menjadi salah satu warna bulu yang paling banyak menarik perhatian para Pawfriends. Warna yang elegan, lembut, dan memberikan kesan mewah membuat kucing abu-abu sering menjadi pilihan untuk dipelihara di rumah. Menariknya, kucing abu-abu bukan hanya berasal dari satu ras saja. Ada banyak ras dengan warna abu-abu yang memiliki karakter, bentuk tubuh, hingga kebutuhan perawatan yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, beberapa jenis kucing abu-abu cukup mudah ditemukan, baik dari breeder maupun hasil adopsi. Tidak heran jika kucing abu-abu menjadi salah satu primadona di kalangan pecinta kucing.

Mengapa Kucing Abu-Abu Banyak Disukai?

Selain tampilannya yang menawan, kucing abu-abu juga memiliki daya tarik tersendiri. Warna abu-abu memberikan kesan kalem, bersih, dan elegan sehingga banyak orang jatuh hati sejak pertama melihatnya.

Namun perlu diketahui bahwa warna bulu tidak menentukan sifat seekor kucing. Karakter kucing abu-abu lebih dipengaruhi oleh ras, lingkungan, dan pola pengasuhan yang diberikan sejak kecil.

Jenis Ras Kucing Abu-Abu yang Populer

British Shorthair

Jika berbicara tentang kucing abu-abu, British Shorthair mungkin menjadi ras pertama yang terlintas di pikiran. Ras ini terkenal dengan bulu pendek yang tebal, tubuh berisi, pipi bulat, dan mata berwarna keemasan.

Kucing abu-abu dari ras British Shorthair memiliki sifat tenang, penyayang, dan mudah beradaptasi sehingga cocok dipelihara oleh keluarga maupun pemilik kucing pemula.

Russian Blue

Russian Blue dikenal sebagai salah satu ras kucing abu-abu paling elegan di dunia. Bulunya berwarna abu-abu kebiruan dengan kilau silver yang sangat khas.

Selain tampilannya yang cantik, kucing abu-abu jenis ini juga terkenal cerdas, lembut, dan cukup pemalu terhadap orang asing. Namun setelah akrab, Russian Blue sangat setia kepada pemiliknya.

Chartreux

Chartreux merupakan ras asal Prancis yang memiliki bulu abu-abu tebal dengan tekstur lembut.

Kucing abu-abu dari ras ini terkenal pendiam, tidak banyak mengeong, namun sangat dekat dengan keluarga. Chartreux juga aktif bermain sehingga tetap membutuhkan stimulasi melalui permainan setiap hari.

Persian Blue

Persia tidak hanya memiliki warna putih atau oranye. Banyak pula kucing abu-abu dari ras Persia yang menjadi favorit Pawfriends.

Dengan bulu panjang yang lebat dan wajah datar yang menggemaskan, kucing abu-abu Persia membutuhkan perawatan ekstra seperti menyisir bulu setiap hari agar tidak kusut.

Domestic Shorthair Abu-Abu

Tidak semua kucing abu-abu berasal dari ras murni. Banyak kucing domestik di Indonesia memiliki warna abu-abu yang sama cantiknya.

Walaupun bukan ras tertentu, kucing abu-abu domestik tetap memiliki karakter yang unik, sehat, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan rumah.

Rekomendasi artikel lainnya: Fakta Menarik Kucing Mujair yang Populer di Indonesia

Cara Merawat Kucing Abu-Abu Agar Tetap Sehat

Memiliki kucing abu-abu tentu membutuhkan perhatian yang sama seperti warna kucing lainnya. Perawatan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan sekaligus membuat bulunya tetap indah.

Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:

1. Memberikan makanan dengan nutrisi seimbang.

2. Menyediakan air minum yang selalu bersih.

3. Menyisir bulu secara rutin, terutama pada ras berbulu panjang.

4. Mengajak bermain setiap hari agar tetap aktif.

5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter hewan.

Selain makanan utama, Pawfriends juga bisa memberikan camilan sebagai bentuk apresiasi maupun sarana bonding bersama kucing abu-abu kesayangan.

Pilih Camilan Berkualitas untuk Kucing Abu-Abu

Selain makanan utama, kucing abu-abu juga membutuhkan camilan yang aman dan bernutrisi. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Deli-Joy Snack Tasty Journey dari Unicharm Pet Indonesia. Camilan ini dibuat dengan tekstur yang lembut dan cita rasa yang disukai banyak kucing, sehingga cocok dijadikan treats saat bermain, latihan, maupun sebagai bentuk penghargaan.

Keunggulan Deli-Joy Snack Tasty Journey dari Unicharm Pet Indonesia:

1. Mengandung protein hewani tinggi dengan 100% ikan asli

2. Bersertifikat Halal: Komposisi Halal dengan sertifikasi oleh MUI

3. Tekstur lembut creamy & jelly yang disukai kucing

4. Tersedia dalam berbagai varian cita rasa dunia yang unik seperti Chicken Wings, Tuna Cheese Pizza, Sup Ikan Kakap, dan Sashimi Platter

5. Tanpa pengawet dan tanpa pewarna.

Deli-Joy Snack Tasty Journey dari Unicharm Pet Indonesia hadir dalam berbagai varian rasa yang dapat menjadi pengalaman baru bagi kucing abu-abu saat menikmati camilan. Meski demikian, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan porsi yang dianjurkan dan tidak menggantikan makanan utama.

Tips Memilih Kucing Abu-Abu yang Sesuai

Sebelum memelihara kucing abu-abu, ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan:

Kenali Karakter Ras

Setiap kucing abu-abu memiliki kepribadian yang berbeda tergantung rasnya. Pilih yang sesuai dengan aktivitas dan lingkungan rumah Pawfriends.

Perhatikan Kondisi Kesehatan

Pastikan kucing abu-abu memiliki mata yang bersih, bulu mengkilap, nafsu makan baik, dan aktif bergerak.

Sesuaikan dengan Kemampuan Perawatan

Beberapa kucing abu-abu berbulu panjang membutuhkan grooming lebih rutin dibandingkan ras berbulu pendek.

Simpulan

Kucing abu-abu memang memiliki pesona yang sulit ditolak. Mulai dari British Shorthair, Russian Blue, Chartreux, Persian Blue, hingga kucing domestik, masing-masing menawarkan karakter dan keunikan tersendiri. Apa pun ras yang dipilih, kucing abu-abu tetap membutuhkan nutrisi seimbang, perhatian, dan kasih sayang agar tumbuh sehat dan bahagia.

Melengkapi makanan utama dengan camilan berkualitas seperti Deli-Joy Snack Tasty Journey dari Unicharm Pet Indonesia juga dapat menjadi cara menyenangkan untuk mempererat hubungan Pawfriends dengan kucing kesayangan.

Berikan Camilan Terbaik untuk Kucing Abu-Abu Kesayangan

Masih bingung memilih camilan yang tepat untuk kucing abu-abu kesayangan? Yuk, kenali varian Deli-Joy Snack Tasty Journey dari Unicharm Pet Indonesia dan berikan pengalaman ngemil yang lezat sekaligus menyenangkan untuk teman berbulu di rumah!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah semua kucing abu-abu berasal dari ras tertentu?

Tidak. Kucing abu-abu bisa berasal dari berbagai ras maupun kucing domestik. Warna bulu tidak selalu menunjukkan jenis rasnya.

2. Ras kucing abu-abu apa yang paling populer di Indonesia?

British Shorthair dan Persian Blue termasuk kucing abu-abu yang paling banyak dipelihara oleh Pawfriends di Indonesia.

3. Apakah kucing abu-abu membutuhkan perawatan khusus?

Perawatannya mengikuti kebutuhan masing-masing ras. Yang terpenting adalah menjaga pola makan, kebersihan bulu, kesehatan, dan memberikan aktivitas bermain secara rutin.

4. Apakah camilan boleh diberikan setiap hari?

Boleh, selama diberikan dalam jumlah yang sesuai anjuran dan tidak menggantikan makanan utama. Pawfriends dapat memilih camilan berkualitas seperti Deli-Joy Tasty Journey dari Unicharm Indonesia sebagai pelengkap nutrisi harian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem yang mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berpartisipasi dalam InnoVibes 2026, forum inovasi yang diinisiasi oleh DKST ITB sebagai wadah kolaborasi antara industri, akademisi, startup, pemerintah, dan talenta digital dalam mendorong pengembangan AI di Indonesia.

Diselenggarakan di ITB Innovation Park, Bandung, InnoVibes 2026 menghadirkan serangkaian agenda, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), industry showcase, industry sharing, hingga networking session. Melalui forum tersebut, para peserta berbagi wawasan mengenai perkembangan teknologi AI, mendiskusikan tantangan implementasinya di berbagai sektor, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi untuk mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Pada hari pertama, Research & Growth Lead AI Campus Telkom berpartisipasi sebagai narasumber dalam FGD bertajuk Integrating AI Into Business Innovation bersama perwakilan ITB dan Bio Farma. Diskusi tersebut membahas peran AI sebagai katalis inovasi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, serta penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. Selanjutnya, InnoVibes juga menghadirkan FGD bertema Leveraging AI for Cybersecurity yang berfokus pada isu pemanfaatan AI untuk memperkuat sistem keamanan siber di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital.

Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti sesi live podcast bertajuk Implementation of Artificial Intelligence in the Electronics, Creative Industry, and Defense Sectors bersama perwakilan Agate dan Pindad. Diskusi tersebut memberikan gambaran mengenai implementasi AI di berbagai sektor strategis sekaligus tantangan dan peluang pengembangannya.

Memperkenalkan AIcosystem sebagai Langkah Menuju AI Sovereignty

Selain berpartisipasi dalam forum diskusi, Telkom juga memperkenalkan AIcosystem pada sesi Industry Showcase sebagai langkah strategis menuju terwujudnya AI Sovereignty Indonesia. AICosystem merupakan ekosistem AI besutan Telkom yang dikembangkan melalui tiga lapisan utama, yaitu AI Infrastructure, AI Models & Platform, serta AI Solutions & Applications. Ketiga lapisan tersebut menjadi fondasi dalam menghadirkan inovasi AI nasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor.

Dalam kesempatan terpisah, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa menilai bahwa masa depan AI Indonesia ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem yang terhubung dan saling menguatkan.

“Pengembangan AI membutuhkan kolaborasi yang erat antara industri, akademisi, pemerintah, startup, dan talenta digital. Melalui AIcosystem, Telkom membangun fondasi AI yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, platform, hingga solusi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat AI sovereignty Indonesia sekaligus menghadirkan inovasi AI yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat,” ujar Komang.

Pengembangan AIcosystem diperkuat melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang berperan sebagai pusat kolaborasi, riset, dan pengembangan AI. AI CoE dibangun melalui lima pilar utama, yakni AI Campus untuk memperkuat kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, AI Playground sebagai ruang eksplorasi dan pengembangan model AI bagi para developer, AI Connect untuk mengembangkan talenta digital Indonesia, AI Native guna mempercepat adopsi AI di lingkungan Telkom, serta AI Hub yang menghadirkan berbagai use case AI yang telah teruji sehingga siap dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri.

Pada sesi Industry Showcase, Telkom turut menampilkan berbagai solusi berbasis AI melalui AI BigBox sebagai implementasi nyata pemanfaatan AI di berbagai sektor. Solusi tersebut meliputi AI Computer Vision yang mampu melakukan analisis gambar dan video untuk mendukung otomasi proses bisnis, AI Chat Assistant untuk meningkatkan efisiensi layanan pelanggan dan produktivitas organisasi, Social Media Analytics yang mengolah data media sosial menjadi insight berbasis data, serta AI Legal Analytics yang membantu pengelolaan dokumen hukum dan bisnis secara lebih efektif. Berbagai solusi tersebut menunjukkan bahwa AI telah menjadi teknologi yang siap diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan dunia usaha di berbagai sektor.

Keikutsertaan Telkom dalam InnoVibes 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem AI nasional yang berkelanjutan. Melalui AIcosystem dan Telkom AI Center of Excellence, Telkom akan terus mendorong pengembangan talenta, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan solusi AI yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dunia usaha, dan percepatan transformasi digital Indonesia.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik

Jakarta, 21 Juli 2026 –
Komisi B DPRD DKI Jakarta
melakukan peninjauan lapangan
ke dua fasilitas operasional PAM JAYA, yaitu
Distribution Center (DC) Pondok Kopi,
Jakarta Timur dan DC Cilincing, Jakarta Utara. Kunjungan ini bertujuan
untuk melihat secara langsung pengelolaan Non Revenue
Water (NRW)
atau air yang telah diproduksi namun belum seluruhnya tercatat sebagai
air berekening.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh
beserta anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Rombongan diterima langsung
oleh Direktur Utama PAM JAYA Arief
Nasrudin beserta jajaran.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi B melihat proses
pengelolaan jaringan distribusi, pemantauan kebocoran, hingga berbagai upaya
yang dilakukan PAM JAYA dalam menekan angka NRW sebagai bagian dari peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh,
mengatakan bahwa kegiatan peninjauan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai
pengelolaan NRW. Menurutnya, NRW tidak hanya berkaitan dengan kebocoran
pipa, tetapi juga mencakup aspek konsumsi
resmi yang belum
berekening, kehilangan komersial, hingga kehilangan fisik pada jaringan distribusi.

“Melalui peninjauan ini, kami mendapat pemahaman yang lebih
utuh mengenai Non Revenue Water (NRW). Penanganannya tentu membutuhkan
investasi dan dilakukan secara bertahap, mulai
dari perbaikan jaringan
pipa, percepatan sambungan
rumah agar air yang sudah
tersedia dapat segera dimanfaatkan masyarakat, hingga penguatan fungsi
reservoir sebagai cadangan pasokan air. Kami berharap upaya-upaya ini dapat
terus didorong sehingga pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta
semakin optimal,” ujar Nova.

Secara sederhana, Non Revenue Water
(NRW)
merupakan selisih antara
jumlah air yang diproduksi dengan air yang tercatat
sebagai pemakaian pelanggan. Kondisi ini dapat terjadi karena dua faktor
utama, yaitu kehilangan air secara fisik,
seperti kebocoran pada jaringan pipa, sambungan, maupun
reservoir, serta kehilangan secara nonfisik, seperti ketidakakuratan meter air,
penggunaan air yang belum tercatat sebagai rekening, maupun kesalahan dalam
pencatatan data.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa angka NRW tidak dapat dilihat hanya dari besarnya persentase semata, tetapi
juga harus dipahami seiring dengan pertumbuhan sistem penyediaan air minum yang
terus berkembang.

“Saat ini cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 82,33% dengan panjang
jaringan pipa sekitar 13.078
kilometer. Artinya, semakin
luas jaringan yang dibangun dan semakin
besar volume air yang kami distribusikan, maka tantangan dalam mengelola NRW
juga semakin besar. Karena itu, upaya penurunan NRW tidak hanya dilakukan
melalui perbaikan kebocoran, tetapi juga melalui penguatan sistem,
digitalisasi, serta pengelolaan jaringan secara lebih efektif,” ujar
Arief.

Arief juga menjelaskan bahwa tidak seluruh air yang masuk
dalam perhitungan NRW berarti hilang atau terbuang. Pada saat PAM JAYA membangun jaringan baru, reservoir, maupun infrastruktur distribusi lainnya,
sebagian volume air masih berada
di dalam pipa atau fasilitas tersebut sebagai
bagian dari proses pengisian sistem. Air tersebut belum tercatat sebagai air
berekening pada periode yang sama karena belum seluruhnya mengalir hingga ke
pelanggan.

“Jadi, tidak
semua air yang belum tercatat sebagai pendapatan berarti hilang. Sebagian masih
tersimpan di jaringan dan infrastruktur baru yang sedang diisi sebelum akhirnya
dialirkan kepada pelanggan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses
pengembangan layanan yang memang perlu dipahami secara utuh,” tambah
Arief. 

Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat
semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator
penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi
dan perbaikan kebocoran,
penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga
penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara
optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Turun: Buy the Dip atau DCA, Strategi Mana yang Lebih Sesuai?

Ketika harga Bitcoin turun, dua kalimat biasanya mulai ramai muncul di media sosial: “buy the dip” dan “tunggu harga paling bawah”. Keduanya terdengar sederhana, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui secara pasti kapan harga sudah mencapai titik terendah.

Harga yang terlihat murah hari ini masih dapat turun lagi besok. Sebaliknya, menunggu harga yang dianggap sempurna juga dapat membuat seseorang tidak pernah mengambil keputusan sesuai rencana.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan koreksi pasar sering membuat pengguna merasa harus mengambil keputusan dengan cepat. Padahal, keputusan yang sehat dimulai dari pemahaman terhadap risiko, kondisi keuangan pribadi, dan tujuan yang jelas, bukan dari rasa takut ketinggalan.

Pada 13 Juli 2026, Bitcoin berada di sekitar US$62.328. Sebagai pembanding historis, Bitcoin pernah mencapai sekitar US$68.999,99 pada November 2021. Artinya, harga pada snapshot tersebut berada sekitar 10% di bawah puncak 2021.

Perbandingan ini bukan berarti kondisi pasar 2026 sama dengan 2021. Bitcoin telah mencapai level yang lebih tinggi setelah 2021, sehingga angka tersebut hanya digunakan sebagai titik referensi untuk menunjukkan bahwa harga yang terlihat familiar dapat muncul dalam konteks pasar yang sangat berbeda.

Mengapa Harga Bitcoin Bisa Turun Tajam?

Bitcoin diperdagangkan selama 24 jam setiap hari dan dapat bereaksi cepat terhadap berbagai informasi. Pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh:

1. Perubahan suku bunga dan likuiditas global.

2. Kondisi geopolitik dan perubahan selera terhadap aset berisiko.

3. Aktivitas investor besar dan arus dana institusional.

4. Regulasi aset digital.

5. Likuidasi posisi dengan leverage.

6. Pergerakan pasar saham dan aset berisiko lainnya.

7. Sentimen media dan media sosial.

Penurunan harga tidak selalu berarti terdapat masalah mendasar pada jaringan Bitcoin. Sebaliknya, kenaikan harga juga tidak berarti risikonya telah hilang.

Apa Itu Buy the Dip?

Buy the dip adalah pendekatan membeli aset setelah harganya mengalami penurunan dari level sebelumnya. Tujuannya adalah memperoleh harga yang dianggap lebih menarik dibandingkan sebelum koreksi.

Tantangan utamanya adalah menentukan kapan penurunan dianggap cukup dalam. Seseorang dapat membeli setelah harga turun 10%, tetapi harga masih dapat turun 10%, 20%, atau lebih setelah transaksi dilakukan. Risiko utamanya bukan hanya salah memilih aset, tetapi juga salah menilai waktu dan menggunakan modal terlalu besar dalam satu keputusan.

Apa Itu DCA?

DCA atau dollar-cost averaging adalah pendekatan membeli aset secara berkala menggunakan nominal yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh, pengguna mengalokasikan Rp500.000 setiap bulan selama enam bulan, terlepas dari apakah harga sedang naik atau turun.

Dengan DCA, pengguna tidak harus menentukan satu titik masuk yang dianggap sempurna. Harga pembelian rata-rata terbentuk dari beberapa transaksi dalam periode berbeda. Namun, DCA bukan strategi tanpa risiko. Jika harga aset terus turun dalam waktu panjang, nilai portofolio tetap dapat mengalami kerugian. DCA juga tidak menjamin keuntungan.

Buy the Dip vs DCA

Tidak ada pendekatan yang otomatis sesuai untuk semua orang. Pilihan bergantung pada tujuan, kondisi keuangan, toleransi risiko, jangka waktu, dan pemahaman terhadap aset.

Bitcoin 2026 dan Bitcoin 2021: Harga Serupa, Konteks Berbeda

Pada November 2021, Bitcoin mencapai puncak mendekati US$69.000 sebelum memasuki periode penurunan besar pada tahun berikutnya.

Pada Juli 2026, Bitcoin kembali berada di area harga yang berdekatan dengan referensi tersebut. Namun, pengguna tidak boleh menyimpulkan bahwa pola setelahnya pasti akan sama. Pelaku pasar, kondisi likuiditas, produk institusional, regulasi, dan lingkungan ekonomi telah berubah.

Riwayat harga dapat memberikan konteks, tetapi tidak dapat digunakan untuk menjamin arah berikutnya. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa saya ingin memiliki Bitcoin, berapa lama saya siap memegangnya, berapa besar penurunan yang dapat saya toleransi, dan apakah kondisi keuangan saya mendukung keputusan ini?

Checklist Sebelum Buy the Dip atau DCA

1. Dana darurat sudah tersedia.

2. Dana yang digunakan tidak dibutuhkan untuk kebutuhan jangka pendek.

3. Utang berbunga tinggi sudah dipertimbangkan.

4. Tujuan transaksi dan jangka waktunya sudah jelas.

5. Batas nominal sudah ditentukan.

6. Pengguna memahami volatilitas Bitcoin.

7. Tidak menggunakan leverage yang tidak dipahami.

8. Keputusan tidak hanya didasarkan pada influencer, FOMO, atau tekanan sosial.

9. Harga dan informasi pasar telah diperiksa.

10. Pengguna siap menghadapi penurunan lanjutan.

Gunakan Informasi, Bukan Emosi

Penurunan harga dapat menciptakan peluang bagi sebagian pengguna, tetapi juga dapat menghasilkan kerugian bagi pengguna yang masuk tanpa perencanaan. Buy the dip memerlukan penilaian terhadap harga dan penggunaan modal. DCA mengurangi kebutuhan untuk menentukan satu waktu pembelian, tetapi tetap membawa risiko pasar.

Sebelum mengambil keputusan, cek harga dan pergerakan Bitcoin di Pasar FLOQ dan pelajari manajemen risiko kripto melalui FLOQ Academy.

<Diolah dari berbagai sumber>

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

About FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.   

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES