Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026

Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat peningkatan arus bongkar muat komoditas curah kering di Branch Belawan selama Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus curah kering yang dilayani mencapai 2,95 juta ton, meningkat sekitar 7,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,74 juta ton.

Sepanjang Semester I 2026, Pelabuhan Belawan melayani berbagai komoditas unggulan untuk curah kering, di antaranya komoditas food and feed, soybean meal, semen, hingga batubara. Kinerja tersebut turut didukung produktivitas pelayanan curah kering yang mencapai 3.517 ton/ship/day, melalui optimalisasi proses operasional, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, serta koordinasi yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis, mengatakan bahwa peningkatan arus curah kering menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan operasional. “Kami akan terus melakukan berbagai upaya pengembangan layanan melalui optimalisasi operasional, peningkatan produktivitas, penguatan koordinasi dengan pengguna jasa, serta penerapan aspek keselamatan kerja agar pelayanan yang diberikan semakin efektif, aman, dan andal,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan layanan dan kinerja secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan produktivitas operasional, penguatan kompetensi sumber daya manusia, maupun penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas

MetScan V1 mendeteksi kebocoran gas dari jarak aman menggunakan teknologi open-path TDLAS dan menghasilkan peta sebaran metana. Dirancang untuk operator migas dan LNG di Indonesia.

Jakarta — Halo Robotics menghadirkan MetScan V1, sistem pemindai metana berbasis drone untuk industri minyak dan gas. Sistem ini mendeteksi kebocoran gas dari jarak aman, tanpa menempatkan petugas di dekat sumber potensi bahaya.

MetScan V1 memakai teknologi open-path TDLAS untuk mengukur konsentrasi metana, lalu menghasilkan peta sebaran metana yang dapat ditindaklanjuti. Fitur Sector Scan otomatis memungkinkan pemindaian area secara sistematis. Pendekatan berbasis pengukuran ini mendukung pelaporan emisi yang dapat diverifikasi.

Penerapan mencakup pemantauan fasilitas produksi, kilang, terminal LNG, dan jaringan pipa. Data metana yang terukur membantu deteksi dini kebocoran, menekan kehilangan produk, dan mendukung kepatuhan terhadap standar pelaporan emisi seperti OGMP 2.0.

MetScan V1 tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics, sehingga unit, pelatihan, dan layanan purna jual tersedia di dalam negeri. Ulasan lengkap tersedia di artikel review ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS University @Semarang Gelar DIGINEXIA 2026 x Discovery Day, Kenalkan Dunia Perkuliahan Digital Sejak Dini

Semarang, Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, generasi muda dihadapkan pada tantangan untuk tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga memahami arah perkembangan tersebut sejak dini. Keputusan dalam memilih jalur pendidikan menjadi semakin penting, karena akan menentukan bagaimana mereka beradaptasi dan berkembang di masa depan.

Melihat dinamika ini, dibutuhkan pengalaman yang mampu memberikan gambaran nyata tentang dunia perkuliahan sekaligus relevansinya dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya sekadar informasi, tetapi juga kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana proses belajar dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan transformasi digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University @Semarang sebagai Digital Transformation & AI Experience Campus menghadirkan DIGINEXIA 2026 x DISCOVERY DAY, sebuah rangkaian acara interaktif yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon mahasiswa dan orang tua dalam mengenal dunia perkuliahan berbasis teknologi.

Mengusung konsep eksploratif, acara ini menjadi ruang bagi siswa SMA/sederajat untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar di BINUS University @Semarang, mulai dari pilihan program studi, pendekatan pembelajaran berbasis digital, hingga peluang pengembangan diri dan karier di masa depan.

Selama empat hari penyelenggaraan, DIGINEXIA 2026 x DISCOVERY DAY menghadirkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman menyeluruh mengenai kehidupan perkuliahan. Peserta dapat mengikuti Trial Class untuk merasakan suasana pembelajaran di kelas, mendapatkan wawasan melalui Career Talk bersama praktisi industri, serta mengeksplorasi berbagai karya mahasiswa melalui Exhibition.

Pengalaman tersebut juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif seperti Food Market dan Business Booth yang menghadirkan karya bisnis mahasiswa dari program Enrichment jalur Entrepreneurship. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak 

hanya mempelajari konsep kewirausahaan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis, mengelola produk, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen. Antusiasme terhadap produk-produk yang ditawarkan terlihat dari tingginya minat pengunjung, di mana berbagai tenant mahasiswa berhasil mendapatkan respons positif dan produk yang dipasarkan selalu sold out selama kegiatan berlangsung.

Salah satu highlight utama adalah Soft Launch AI, yang memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Selain itu, tersedia sesi Open House serta informasi lengkap mengenai program beasiswa yang memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa SMA/sederajat untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Melalui DIGINEXIA 2026 x DISCOVERY DAY, BINUS University @Semarang menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital. DIGINEXIA 2026 x DISCOVERY DAY diselenggarakan pada 23–25 Juli 2026 di BINUS University @Semarang Main Campus, menghadirkan pengalaman yang membantu siswa SMA/sederajat mengenal lebih dekat dunia perkuliahan sekaligus mempersiapkan langkah awal mereka. Karena masa depan bukan hanya tentang memahami teknologi, tetapi tentang bagaimana memanfaatkannya untuk menciptakan peluang dan perubahan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

TAMBAK MERDEKA DARI KAPORIT DAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA: FisTx Disinfection System Hadirkan Standar Baru Budidaya Berkelanjutan

FisTx Indonesia perkenalkan sistem sterilisasi air tambak 3 lapis tanpa bahan kimia berbahaya, menjawab keresahan industri udang nasional soal limbah kaporit dan seruan ahli untuk inovasi teknologi air baku dalam negeri

YOGYAKARTA, – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, resmi memperkenalkan FisTx Disinfection System (FDS) — sistem sterilisasi air tambak terpadu yang memadukan tiga teknologi non-kimia: Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan. Peluncuran ini diusung dengan tema “Tambak Merdeka dari Kaporit”, mengajak industri udang nasional untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada bahan kimia berbahaya dalam sterilisasi air budidaya.

Fakta yang Jarang Disorot: Kaporit Termasuk Limbah B3

Selama puluhan tahun, kaporit (kalsium hipoklorit) menjadi andalan petambak udang untuk mensterilkan air tambak. Namun ada fakta yang jarang dibicarakan secara terbuka di industri: begitu melewati masa pakai, tumpah, atau dibuang, kaporit termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena sifat pengoksidasinya yang kuat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Risiko ini bukan sekadar teori di atas kertas. Pada Februari 2025, Kompas.com melaporkan insiden keracunan di Bekasi setelah bubuk kaporit yang dibuang sembarangan ke selokan memicu gangguan pernapasan pada beberapa warga sekitar. Sebuah pengingat nyata bahwa bahan kimia yang selama ini dianggap “biasa” digunakan di tambak menyimpan risiko serius jika penggunaannya tidak tepat.

Di luar isu limbah B3, ketergantungan pada kaporit juga membebani petambak secara ekonomi. Berdasarkan data lapangan FisTx, dosis kaporit standar 30 ppm untuk kolam seluas 1.000 m² dapat menghabiskan biaya hingga Rp 44 juta per siklus, dengan biaya sterilisasi mencapai Rp 1.200 per m³. Residu klorin yang tersisa juga kerap menghambat pertumbuhan mikroba baik (beneficial bacteria) dan memicu kembalinya bakteri Vibrio yang resisten setelah efek kaporit memudar.

Seruan Pakar: Saatnya Inovasi Sterilisasi Air Tanpa Bahan Kimia

Keresahan ini turut disuarakan kalangan pakar dan praktisi senior industri udang nasional. Dr. Hasanuddin Atjo, petambak udang senior sekaligus Dewan Pakar Shrimp Club Indonesia (SCI) dan pelopor sistem budidaya supra-intensif serta two-step nursery, dalam artikel opininya di All Fish News (Oktober 2025) menegaskan bahwa “Teknologi treatment air baku untuk budidaya perlu menjadi perhatian.”

Dalam tulisan yang sama, Dr. Atjo mendorong lahirnya inovasi infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang terjangkau — ia secara spesifik menyebut teknologi UV dan elektrolisis — sebagai jalan keluar agar industri budidaya udang nasional tidak lagi bergantung pada bahan kimia dalam proses sterilisasi air baku.

FisTx Disinfection System: Jawaban atas Seruan Itu

FisTx Disinfection System (FDS) dirancang menjawab persis seruan tersebut, dengan memadukan tiga teknologi non-kimia dalam satu sistem perlindungan berlapis — dari air pertama kali masuk ke tambak hingga hari panen tiba:

1. Baskara UV — sterilisasi air input menggunakan sinar UV-C pada panjang gelombang 253,7 nanometer, dengan umur lampu hingga 12.000 jam (empat kali lebih tahan lama dibanding lampu UV standar), tanpa residu kimia apa pun.

2. Cakra Elektrolisis — teknologi electrochemical oxidation yang menghasilkan disinfektan alami (HOCl) langsung dari air, dengan efektivitas 80–90%, dan tetap bekerja optimal bahkan pada kondisi air keruh — melengkapi keterbatasan UV di air dengan kekeruhan tinggi.

3. Nano Disinfektan — disinfektan cair berbasis 150.000 ppm ion nano tembaga yang bekerja merusak membran sel bakteri, virus, dan alga secara langsung, terbukti efektif mengendalikan bakteri, virus, dan Vibrio hingga 90%, tanpa risiko resistensi, serta aman dicampurkan ke pakan maupun air sepanjang siklus budidaya.

Hasil di lapangan mendukung klaim ini. Di Tambak Agro Udang Manis, Bali, penerapan Baskara UV mendongkrak total panen dari 8,76 ton menjadi 13,6 ton, dengan ukuran udang panen membaik signifikan. Uji laboratorium independen oleh PT Suri Tani Pemuka (JAPFA) Animal Health & Laboratory Service di Banyuwangi turut mengonfirmasi perbaikan kualitas air pasca-instalasi teknologi FisTx, dengan salah satu kolam mitra mencatat survival rate 82% pada siklus panen pertama pasca implementasi Cakra Elektrolisis.

Petambak yang menggunakan Nano Disinfektan di Pangandaran, Bali, dan Lampung juga melaporkan keberhasilan menekan wabah EHP dan menjaga survival rate di atas 85% pada siklus-siklus berikutnya. Mas Bayu, Petambak di Pangandaran. “Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.”

“Tambak Merdeka dari Kaporit”: Momentum Kemerdekaan untuk Budidaya Berkelanjutan

Memperkenalkan FDS sengaja diusung berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk menegaskan pesan yang lebih besar: kemandirian teknologi akuakultur nasional. Setelah lebih dari lima tahun beroperasi di 25 provinsi dan tiga negara (Kuwait, Timor-Leste, dan Bahrain), dengan lebih dari 40.000 unit produk terdistribusi kepada lebih dari 1.500 pembudidaya serta kontribusi pada peningkatan tingkat keberhasilan budidaya hingga 83,6% di lokasi yang mengadopsi teknologinya, FisTx menempatkan FDS sebagai bukti bahwa solusi biosekuriti tambak kelas dunia bisa lahir dari inovasi anak bangsa tanpa harus bergantung pada bahan kimia impor maupun praktik lama yang berisiko.

“Kemerdekaan bagi kami bukan hanya soal lepas dari penjajahan, tapi juga lepas dari ketergantungan pada cara-cara lama yang sudah terbukti berisiko bagi lingkungan dan kesehatan. FisTx Disinfection System adalah komitmen kami agar petambak Indonesia punya pilihan sterilisasi air yang lebih aman, lebih murah dalam jangka panjang, dan diciptakan oleh anak bangsa sendiri.” — Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

Tentang FisTx Indonesia

FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap & Nomor 1 di Indonesia asal Yogyakarta yang menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi tambak, dan pendampingan lapangan bagi pelaku perikanan budidaya di Indonesia dan mancanegara. Lini produk FisTx mencakup Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan, AquaSupport, TipTopp Pond, dan Nawasena Test Kit.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

10 Alasan Penjualan via WhatsApp Lebih Untung Dibanding Marketplace

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Marketplace telah menjadi salah satu channel penjualan utama bagi banyak bisnis karena mampu membantu menjangkau pelanggan dengan cepat. Namun, di balik kemudahan tersebut, banyak pelaku usaha mulai menghadapi tantangan seperti biaya admin yang terus meningkat, persaingan harga yang ketat, hingga keterbatasan akses terhadap data pelanggan.

Kondisi ini membuat semakin banyak bisnis mulai membangun channel penjualan sendiri melalui WhatsApp. Selain dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, WhatsApp juga memberikan peluang bagi bisnis untuk mengelola hubungan pelanggan dan meningkatkan keuntungan secara lebih berkelanjutan.

Mengapa Banyak Bisnis Mulai Mengurangi Ketergantungan pada Marketplace?

Ketika seluruh penjualan bergantung pada marketplace, bisnis memiliki kontrol yang terbatas terhadap pelanggan. Data pelanggan umumnya berada di dalam ekosistem marketplace sehingga perusahaan kesulitan membangun hubungan jangka panjang dan mendorong pembelian berulang.

Selain itu, kenaikan biaya layanan dan persaingan harga membuat margin keuntungan semakin menipis. Tidak sedikit bisnis yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan agar produknya tetap terlihat di tengah persaingan yang semakin ketat.

Karena itu, banyak perusahaan mulai mengembangkan channel penjualan sendiri agar dapat berkomunikasi langsung dengan pelanggan, memiliki data pelanggan, dan membangun strategi penjualan yang lebih berkelanjutan.

Apa Keuntungan Menjual Langsung melalui WhatsApp?

WhatsApp tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai channel penjualan yang membantu bisnis membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Berikut 10 alasan penjualan via WhatsApp lebih untung dibanding marketplace:

1. Tidak ada biaya admin per transaksi.

2. Bisnis memiliki data pelanggan sendiri.

3. Komunikasi dengan pelanggan lebih personal.

4. Peluang repeat order lebih tinggi.

5. Bisa melakukan follow-up secara langsung.

6. Lebih mudah membangun loyalitas pelanggan.

7. Dapat menjalankan promosi yang lebih terarah.

8. Tidak bergantung pada algoritma marketplace.

9. Margin keuntungan lebih besar.

10. Memiliki kontrol penuh terhadap pengalaman pelanggan.

Dengan memiliki hubungan langsung dengan pelanggan, bisnis juga dapat lebih mudah memahami kebutuhan mereka, membangun kepercayaan, dan menciptakan peluang penjualan jangka panjang.

Bagaimana WhatsApp CRM Barantum Membantu Bisnis Membangun Channel Penjualan Sendiri?

Ketika jumlah pelanggan dan percakapan semakin meningkat, mengelola penjualan melalui WhatsApp secara manual dapat menjadi tantangan. Bisnis membutuhkan sistem yang mampu membantu mengelola komunikasi, data pelanggan, dan proses penjualan secara terintegrasi.

Melalui WhatsApp CRM Barantum, perusahaan dapat membangun channel penjualan sendiri sekaligus mengelola seluruh aktivitas penjualan dalam satu platform.

WhatsApp CRM Barantum membantu bisnis dengan cara:

● Mengelola seluruh chat pelanggan dalam satu dashboard.

● Menyimpan data pelanggan secara otomatis.

● Membantu follow-up dan distribusi leads.

● Menjalankan broadcast dan promosi yang lebih terukur.

● Memantau performa penjualan secara real-time.

● Terintegrasi dengan CRM dan Omnichannel.

Dengan dukungan CRM, bisnis tidak hanya memperoleh channel komunikasi dengan pelanggan, tetapi juga sistem yang membantu mengelola setiap peluang penjualan secara lebih efektif dan terukur.

Membangun channel penjualan sendiri bukan berarti meninggalkan marketplace sepenuhnya. Sebaliknya, strategi ini membantu bisnis menciptakan sumber penjualan yang lebih berkelanjutan, memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, dan mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga.

Jika bisnis Anda ingin meningkatkan profit dan memiliki kontrol yang lebih besar terhadap pelanggan, mulai membangun channel penjualan melalui WhatsApp bisa menjadi langkah yang tepat. Dengan WhatsApp CRM Barantum, Anda dapat mengelola pelanggan, mengoptimalkan follow-up, dan membangun pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES