Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Baru Jurusan Kesehatan POLTERA, Ditargetkan Rampung Akhir Agustus 2026

Jakarta, Agustus 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus melanjutkan pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (POLTERA). Saat ini, pekerjaan memasuki tahap akhir dengan fokus pada penyelesaian arsitektur bangunan, instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta penyelesaian berbagai ruang praktik dan fasilitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung kegiatan pendidikan di bidang kesehatan secara optimal.

Gedung Jurusan Kesehatan POLTERA dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik melalui berbagai laboratorium dan fasilitas kesehatan. Dalam proses pembangunannya, Waskita Beton Precast terus memastikan setiap elemen bangunan dan fasilitas pembelajaran terintegrasi dengan baik melalui pengendalian mutu pada setiap tahapan pekerjaan. Langkah ini dilakukan agar seluruh sarana pembelajaran dapat berfungsi sesuai standar teknis dan siap dimanfaatkan secara optimal oleh civitas akademika.

Salah satu fasilitas yang menjadi bagian penting dalam tahap akhir penyelesaian adalah area praktik kesehatan berkonsep mini hospital. Fasilitas ini dirancang menyerupai lingkungan pelayanan kesehatan sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sebelum memasuki dunia kerja. Area tersebut dilengkapi dengan Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), ruang triase, ruang medikal bedah, serta berbagai ruang praktik yang mendukung simulasi pelayanan Kesehatan secara nyata. Dalam proses penyelesaiannya, Waskita Beton Precast juga melakukan pengendalian mutu dan pengujian fungsi berbagai fasilitas secara bertahap agar seluruh sarana pembelajaran dapat berfungsi sesuai peruntukannya ketika mulai dimanfaatkan.

Pada tahapan ini, Waskita Beton juga tengah menyempurnakan penambahan fasilitas pembelajaran seperti utilitas bangunan, lift, serta penataan infrastruktur lingkungan melalui pekerjaan paving dan dinding penahan tanah. Keseluruhan fasilitas ini dihadirkan POLTERA untuk mendukung proses pembelajaran vokasi kesehatan yang semakin komprehensif dan adaptif terhadap kebutuhan Pendidikan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 92% atau berada di atas target pelaksanaan (deviasi positif), sehingga penyelesaian proyek tetap diarahkan sesuai jadwal pada akhir Agustus 2026.

“Kami memastikan seluruh pekerjaan dapat selesai sempurna pada tahap akhir, termasuk penyelesaian penambahan berbagai fasilitas pembelajaran dan sistem pendukung bangunan, terlaksana dengan baik agar gedung ini memberikan manfaat yang optimal bagi proses belajar mengajar. Komitmen kami tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga pada penyediaan lingkungan pembelajaran yang berkualitas, aman, dan mampu mendukung pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di masa depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Memasuki tahap akhir pembangunan, penyelesaian pekerjaan arsitektur, sistem MEP, serta optimalisasi fungsi berbagai ruang dan fasilitas menjadi fokus utama. Tahapan ini mencakup integrasi sistem utilitas, penyelesaian ruang praktik, serta pengujian fungsi seluruh fasilitas secara bertahap guna memastikan bangunan siap mendukung proses belajar mengajar sesuai kebutuhan operasional Jurusan Kesehatan POLTERA.

“Kehadiran Gedung Jurusan Kesehatan ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa. Dengan dukungan berbagai laboratorium, ruang praktik, mini hospital, hingga penambahan fasilitas lain yang dilakukan, harapannya mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi secara lebih aplikatif sehingga siap menjawab kebutuhan dunia kerja maupun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Taufik Hidayat, Humas POLTERA.

Melalui pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA, Waskita Beton Precast kembali menunjukkan kapabilitasnya dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan dengan spesifikasi teknis yang kompleks dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Waskita Beton Precast terus mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dalam setiap tahapan proyek sehingga hasil pembangunan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Sumargo Films bersama LYTO Pictures merilis official trailer & poster Baby Udon pada 3 Agustus 2026 di Senayan City XXI, Jakarta, mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime.

Jakarta, 13 Agustus 2026 – Rumah produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures secara resmi merilis official trailer dan official poster untuk film drama layar lebar terbaru mereka, Baby Udon. Peluncuran trailer dan poster film perdana dari Sumargo Films ini digelar dalam acara Press Conference di Senayan City XXI, Jakarta.

Bukan sekadar drama fiksi, Baby Udon diangkat langsung dari fenomena kisah nyata yang pernah menyentuh hati jutaan warganet di media sosial. Film ini menghidupkan kembali perjalanan emosional content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh.

Publik mengenal mereka lewat perjuangan panjang yang tak kenal lelah demi memiliki buah hati melalui proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Namun, di tengah asa dan penantian tersebut, ujian besar datang menghampiri: Hajime didiagnosis mengidap kanker hingga akhirnya tutup usia. Keteguhan cinta Fanny yang membesarkan buah hati mereka, yang dijuluki Baby Udon, menjadi simbol harapan bagi banyak pasangan di Indonesia.

Kisah cinta lintas negara yang menyayat hati ini diabadikan secara indah ke layar lebar oleh sutradara Fajar Bustomi. Karakter Fanny Kondoh diperankan dengan sangat emosional oleh Caitlin Halderman, sementara sosok Hajime Kondoh dihidupkan oleh Denny Sumargo.

Lewat official trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan ketimpangan perasaan yang intens: dari kehangatan perjuangan berdua mendapatkan momongan, hingga runtuhnya dunia Fanny saat sang suami harus melawan penyakit kritis. Chemistry apik dan akting mendalam dari Caitlin Halderman serta Denny Sumargo terbukti sukses membuat seisi bioskop terharu.

Acara peluncuran ini berlangsung megah dengan kehadiran jajaran pembuat film (filmmakers) dan pemeran utama. Hadir di antaranya Produser Eksekutif Andi Suryanto; jajaran Produser Marcella Daryanani, Olivia Sumargo, dan Denny Sumargo; Sutradara Fajar Bustomi; Penulis Skenario Oka Aurora; serta para pemain seperti Vonny Anggraini (Retno), Naufal Samudra (Tony), Ayya Renita (Susi), Putri Ayudya (dr. Shinta), Royhan Hidayat (Teddy), Miyu Okazaki (Yumiko), dan Hiroaki Kato (Hiro).

Momen paling mengharukan terjadi saat sosok nyata di balik cerita ini, Fanny Kondoh, hadir secara langsung di atas panggung bersama sang buah hati, KazKaz, untuk menyapa awak media. Di depan poster yang terinspirasi dari foto asli Fanny bersama dengan foto almarhum Hajime saat kelahiran Kazkaz, Fanny mengaku sangat tersentuh saat menyaksikan langsung penggalan hidupnya diproyeksikan ke layar lebar.

“Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu,” tutur Fanny Kondoh dengan suara bergetar.

Denny Sumargo, yang juga memproduseri film ini di bawah naungan Sumargo Films, merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyampaikan pesan cerita ini ke masyarakat luas. “Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi,” tegas Denny Sumargo.

Siapkan tisu dan sambut kisah perjuangan cinta, harapan, serta keteguhan hati yang menginspirasi dalam film Baby Udon, yang siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan terkini, dan materi eksklusif di balik layar, silakan kunjungi akun media sosial resmi kami di Instagram: @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

VRITIMES Hadirkan Solusi SEO, AIO, dan Brand Awareness di IBW 2026

Jakarta, 13 Agustus 2026 — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi blockchain yang kian berfokus pada dampak nyata, tantangan terbesar bagi para inovator Web3 kini bukan lagi sekadar membangun teknologi, melainkan membangun kepercayaan publik serta visibilitas yang valid di ruang digital. Menjawab tantangan tersebut, platform distribusi siaran pers berbasis SaaS, VRITIMES, hadir membuka booth interaktif dalam gelaran Indonesia Blockchain Week (IBW) 2026 Summit yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta. Sejalan dengan tema utama konferensi “Turning Infrastructure into Impact”, VRITIMES membawa narasi baru tentang bagaimana strategi publikasi berita yang tepat dapat mengubah infrastruktur teknis yang rumit menjadi reputasi digital yang kuat, tepercaya, dan berdampak nyata.

Melalui keikutsertaannya di IBW 2026, VRITIMES memperagakan bagaimana narasi perusahaan dapat diolah menjadi aset komunikasi terpadu yang mendongkrak Brand Awareness, SEO (Search Engine Optimization), hingga AIO (Artificial Intelligence Optimization). Dengan mendistribusikan siaran pers ke ratusan media massa berotoritas tinggi, VRITIMES membantu proyek blockchain dan startup teknologi menembus batas pasar konvensional untuk membangun Brand Awareness secara luas di mata publik maupun investor. Jejak publikasi di media tersebut secara otomatis menghasilkan backlink yang memperkuat performa SEO dan peringkat kata kunci organik di mesin pencari Google.

Manajemen VRITIMES Inc. mengungkapkan bahwa di era pencerapan informasi berbasis AI saat ini, siaran pers telah bertransformasi menjadi infrastruktur reputasi digital yang menentukan apakah suatu merek diakui dan direferensikan secara akurat oleh algoritma masa depan. Antusiasme tinggi terlihat di booth VRITIMES sepanjang acara, di mana puluhan pendiri Web3, pengembang teknologi, dan eksekutif pemasaran melakukan konsultasi strategi PR digital serta menguji langsung dasbor platform. Kehadiran perusahaan asal Tokyo ini di IBW 2026 menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi transformasi industri teknologi Indonesia melalui solusi komunikasi yang efisien, terukur, dan siap menghadapi lanskap pencarian masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

VRITIMES Dorong Inovasi Brand Awareness, SEO, dan AIO Perusahaan Melalui Kehadirannya di INTI Asia 2026

Jakarta, 13 Agustus 2026 — Platform distribusi siaran pers berbasis teknologi, VRITIMES, sukses memperkenalkan layanan unggulannya dalam ajang pameran teknologi terkemuka Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Melalui booth interaktif yang dihadiri para pelaku industri B2B, eksekutif pemasaran, dan pendiri startup, VRITIMES memperkenal pendekatan publikasi siaran pers modern yang dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem digital perusahaan secara menyeluruh.

Dalam pameran tersebut, VRITIMES menyoroti tiga pilar utama layanan yang menjadi solusi atas kebutuhan bisnis digital saat ini, yakni peningkatan Brand Awareness, optimasi SEO (Search Engine Optimization), dan kesiapan AIO (Artificial Intelligence Optimization). Dari sisi Brand Awareness, jaringan kemitraan dengan ratusan media berita nasional dan regional memungkinkan setiap pengumuman bisnis menjangkau audiens target secara masif dan membangun kredibilitas publik secara cepat. 

Manajemen VRITIMES Inc. menyampaikan bahwa pemasaran modern menuntut sinergi antara publisitas media, performa mesin pencari, dan teknologi AI, sehingga siaran pers kini tidak lagi sekadar formalitas humas melainkan aset investasi digital yang sangat kuat. Kehadiran solusi ini mendapat respon positif dari ratusan pengunjung booth yang memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai strategi komunikasi serta menyaksikan demonstrasi langsung fitur dashboard platform. VRITIMES menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kemudahan publikasi dan memperluas jangkauan eksposur bagi bisnis di kawasan Asia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

IDX, IIX, dan BRIDS menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan tangguh.

Dengan Orange Bond sebagai salah satu studi kasus utama, forum ini mempertemukan pelaku pasar untuk membahas peluang pasar, praktik terbaik, serta langkah konkret dalam memperluas pipeline obligasi tematik di Indonesia.

Jakarta,
13 Agustus 2026
– Indonesia memiliki salah satu pasar
obligasi mata uang lokal terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai outstanding
mencapai sekitar Rp7.800 triliun (setara dengan USD480 miliar). Pemerintah
Indonesia juga telah menunjukkan kepemimpinan global dalam pengembangan
keuangan berkelanjutan, termasuk sebagai penerbit green sukuk terbesar di dunia,
sebuah instrumen pembiayaan inovatif yang kini telah direplikasi oleh berbagai
negara berkembang lainnya. Saat ini, surat utang negara mencakup lebih dari 90%
pasar obligasi domestik, mencerminkan peran sentral obligasi pemerintah
sekaligus menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan keuangan berkelanjutan di
masa depan.

Di tengah kondisi
tersebut, Indonesia mencatat tonggak baru dengan menjadi negara dengan komitmen
penerbitan Orange Bond terbesar di dunia sekaligus negara pertama yang
menerbitkan Orange Sukuk. Pencapaian ini justru didorong oleh sektor korporasi.
Jika penerbitan obligasi tematik di Indonesia selama ini banyak ditopang oleh
pemerintah, transaksi ini menandai semakin besarnya peran korporasi dalam
mendorong keuangan berkelanjutan, sekaligus membuka potensi pertumbuhan pasar
yang saling melengkapi. 

Sejalan
dengan momentum tersebut, Indonesia juga menargetkan penghimpunan Orange
Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030, sebagaimana disepakati bersama
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas). Pendanaan ini ditujukan untuk memberdayakan 100 juta
perempuan, anak perempuan, dan kelompok minoritas gender, khususnya dalam
mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan yang berperspektif gender.

Untuk
memperkuat momentum tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (IDX), Impact
Investment Exchange (IIX)
, dan PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable bertajuk “Indonesia’s
Trillion-Rupiah Opportunity: Advancing an Inclusive and Resilient Economy
through Thematic Bonds” yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Forum
ini mempertemukan calon penerbit obligasi dan para pelaku pasar modal untuk
membahas perkembangan pasar obligasi tematik di Indonesia, termasuk kerangka
kerja sebelum dan sesudah penerbitan (pre- and post-issuance framework) yang
diterapkan oleh para penerbit, dengan Orange Bond sebagai studi kasus utama.
Selain itu, forum ini juga akan membagikan pembelajaran dan praktik terbaik
dari berbagai penerbitan obligasi tematik, sekaligus merumuskan langkah-langkah
konkret untuk memperluas pipeline transaksi obligasi berbasis dampak
(impact-linked bonds) di Indonesia.

Listyorini Dian
Pratiwi, Wakil Direktur Pengembangan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia,

mengatakan, “Momentum saat ini memberikan keyakinan kepada kami bahwa
target perolehan dana dari penerbitan instrumen utang berkelanjutan sebesar
lebih dari Rp200 triliun pada 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Sustainable
Finance Roadmap, dapat tercapai. Nilai perolehan dana dari instrumen utang
berkelanjutan terus menunjukkan tren peningkatan dan sejak 2023 telah
berkontribusi lebih dari 10% terhadap total nilai perolehan dana instrumen
utang kami. Penerbitan Orange Bond dan Orange Sukuk oleh PNM tahun lalu yang
menjadi terobosan baru juga menunjukkan adanya permintaan yang jelas dari pasar
Indonesia terhadap peluang investasi yang berfokus pada gender. Seiring dengan
terus bertumbuhnya basis investor di pasar kami, kami meyakini pasar Indonesia
mampu menyerap lebih banyak penawaran instrumen utang berkelanjutan yang
inovatif dengan skala lebih besar di masa mendatang.”

Prof.
Shahnaz, CEO dan Founder Impact Investment Exchange (IIX),
mengatakan, “Selama lebih dari dua dekade, IIX membangun
infrastruktur pasar modal yang mampu menyalurkan investasi swasta untuk
mendorong kesetaraan gender dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Indonesia
telah lama menjadi pasar prioritas bagi kami, mengingat besarnya pasar modal
nasional serta ambisi Indonesia dalam mengembangkan keuangan berkelanjutan. Penerbitan
perdana Orange Bond di Indonesia, yang didorong oleh sektor korporasi,
membuktikan bahwa modal tematik dapat bergerak melampaui neraca pemerintah dan
masuk ke arus utama pasar. Seiring Indonesia berupaya memobilisasi Orange
Capital sebesar USD10 Miliar pada 2030, kami terus bekerja bersama para mitra
ekosistem, termasuk BEI, BRIDS, serta para penerbit, investor, dan regulator
yang membentuk pasar ini, untuk menjalankan misi kami membangun perekonomian
yang inklusif dan tangguh melalui pasar modal yang memberikan manfaat bagi
semua. Roundtable ini merupakan bentuk kolaborasi yang kami butuhkan untuk
mewujudkannya.”

Plt.
Direktur Utama, Fifi Virgantria
mengatakan, “Obligasi
tematik membuka peluang besar untuk menghubungkan kebutuhan pendanaan korporasi
dengan meningkatnya minat investor terhadap investasi berkelanjutan. Sebagai
Joint Lead Underwriter (JLU) yang telah memimpin sejumlah penerbitan Orange
Bond dan Orange Sukuk, termasuk untuk PNM dan FIF, BRIDS melihat langsung
besarnya potensi pasar ini. Melalui kolaborasi dengan IDX dan IIX, kami
berharap semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan obligasi tematik sebagai
alternatif pendanaan sekaligus mempercepat terbentuknya pipeline penerbit
obligasi tematik di Indonesia.”

Rangkaian
acara roundtable meliputi pemaparan utama dari Bursa Efek Indonesia, sesi
pengenalan Orange Bond beserta peluang pasarnya oleh IIX, serta talk show
mengenai penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia yang menghadirkan BRI
Danareksa Sekuritas, IIX, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Acara akan
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan networking.

Indonesia
Thematic Bonds Roundtable diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas
partisipasi sektor korporasi dalam pasar obligasi tematik sekaligus mendukung
target nasional menghimpun Orange Capital sebesar USD10 miliar pada tahun 2030,
sejalan dengan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar dan salah satu pasar
modal paling berkembang di Asia Tenggara.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Orange
Capital dan kerangka kerja Orange Bond, kunjungi https://orangemovement.global/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rayakan Kemerdekaan di Menara Jakarta dengan Promo 17•8•45

Semangat kemerdekaan tahun ini hadir dengan kesempatan baru untuk memiliki hunian maupun ruang perkantoran di salah satu kawasan terintegrasi Jakarta Pusat. Melalui Promo Kemerdekaan 17•8•45,

Semangat kemerdekaan tahun ini hadir dengan kesempatan baru untuk memiliki hunian maupun ruang perkantoran di salah satu kawasan terintegrasi Jakarta Pusat. Melalui Promo Kemerdekaan 17•8•45, Menara Jakarta menghadirkan berbagai benefit spesial bagi konsumen yang ingin memiliki properti sekaligus menikmati kemudahan hidup dan beraktivitas di kawasan dengan akses premium.

Hadir hingga 31 Agustus 2026, Promo Kemerdekaan 17•8•45 menawarkan tiga benefit utama, yaitu 17 Bulan Free IPL, Rp 8 Juta Voucher ASRI Living, serta cicilan developer hingga 45 kali dengan bunga 0%. Rangkaian promo ini menjadi kesempatan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki properti dengan skema pembayaran lebih ringan sekaligus menikmati berbagai keuntungan tambahan.

Nikmati Benefit Spesial Promo 17•8•45

Promo Kemerdekaan 17•8•45 dirancang untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen yang ingin memiliki properti di Menara Jakarta. Melalui promo ini, konsumen dapat menikmati 17 Bulan Free IPL yang memberikan kemudahan dalam biaya pengelolaan properti, Rp 8 Juta Voucher ASRI Living untuk melengkapi kebutuhan lifestyle, serta cicilan developer hingga 45 kali dengan bunga 0% yang memberikan fleksibilitas lebih dalam proses pembayaran.

Dengan periode promo yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026, penawaran ini menjadi momentum tepat untuk mulai memiliki hunian maupun ruang perkantoran di kawasan strategis Jakarta Pusat. Berbagai benefit tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen yang ingin mendapatkan properti sekaligus menikmati kemudahan finansial dalam satu penawaran.

Menara Jakarta, Kawasan Terintegrasi dengan Akses Premium

Menara Jakarta merupakan kawasan hunian dan perkantoran terintegrasi seluas 5 hektare di Jakarta Pusat yang menghadirkan berbagai pilihan properti, mulai dari apartemen hingga office. Tidak hanya menjadi tempat tinggal dan bekerja, Menara Jakarta juga terus mengembangkan area lifestyle, commercial, dan working place yang mendukung berbagai kebutuhan aktivitas sehari-hari dalam satu kawasan.

Mengusung konsep Integrated, Menara Jakarta memberikan pengalaman kawasan yang lebih praktis dengan berbagai fungsi yang hadir dalam satu lingkungan. Keunggulan tersebut semakin lengkap dengan akses premium menuju berbagai destinasi penting di Jakarta Pusat. Berada dekat dengan Stasiun Rajawali serta memiliki akses mudah menuju Kemayoran, Menara Jakarta menawarkan konektivitas yang mendukung mobilitas menuju berbagai area bisnis, lifestyle, healthcare, hingga commercial hub di sekitarnya.

Dengan perpaduan lokasi strategis, kawasan terintegrasi, serta Promo Kemerdekaan 17•8•45, Menara Jakarta menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki properti sekaligus menikmati berbagai benefit spesial di momen kemerdekaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Promo Kemerdekaan 17•8•45 dan pilihan properti

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BPR KS Carnival 2026: Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan di Tengah Masyarakat

Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di BPR KS Leuwipanjang pada Sabtu, 8 Agustus 2026. BPR KS menggelar BPR KS Carnival 2026, sebuah acara yang dirancang bukan sekadar sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Lewat rangkaian lomba, bazar UMKM, hiburan musik, hingga penampilan kreatif dari berbagai tenant, BPR KS Carnival 2026 menunjukkan bahwa nilai patriotisme bisa disampaikan dengan cara yang hangat dan membumi — dirayakan bersama, bukan sekadar diperingati. Berikut rangkuman lengkap jalannya acara.

Merayakan Kemerdekaan Sebagai Nilai yang Terus Ditumbuhkan

BPR KS Carnival 2026 digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang jatuh setiap 17 Agustus. Acara ini bukan yang pertama kali diadakan — BPR KS Carnival sudah menjadi agenda rutin tahunan BPR KS, konsisten diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud komitmen menjaga semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.

BPR KS Carnival digelar untuk menumbuhkan rasa patriotisme, terutama di kalangan generasi muda dan pelaku UMKM yang menjadi mitra BPR KS. Ia berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi terus terpupuk lewat kegiatan-kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Nuansa merah putih mewarnai hampir seluruh sudut acara, mulai dari dekorasi, seragam panitia, hingga semangat para peserta yang hadir dengan antusias sejak pagi hari.

Rangkaian Acara yang Menghidupkan Semangat Kebangsaan

BPR KS Carnival 2026 diisi berbagai kegiatan yang dirancang agar pengunjung tidak sekadar menonton, tetapi ikut larut merasakan semangat kemerdekaan sepanjang hari.

Pengunjung bisa menikmati lomba-lomba khas tujuh belasan yang mengundang tawa dan mempererat kekompakan, bazar dengan beragam pilihan jajanan dan produk dari tenant UMKM, hingga hiburan musik yang menemani jalannya acara dari pagi hingga sore. Setiap kegiatan dirangkai dengan sentuhan nasionalisme, mengingatkan pengunjung akan nilai perjuangan dan kebersamaan yang menjadi semangat di balik peringatan kemerdekaan.

Salah satu momen yang turut mewarnai suasana adalah penampilan kreatif dari sejumlah tenant, dan beberapa cabang BPR KS, yang tampil dengan berbagai kostum dan karakter — salah satunya sosok Pejuang 45 yang menghadirkan kembali semangat perjuangan kemerdekaan di tengah keramaian acara. Penampilan semacam ini menjadi salah satu cara unik untuk mengajak pengunjung, khususnya generasi muda, mengenang jasa para pahlawan lewat pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Beberapa hal yang membuat rangkaian acara ini terasa hidup:

1. Lomba tujuh belasan yang mempererat kebersamaan

2. Penampilan kreatif tenant yang menghadirkan kembali semangat perjuangan dengan cara yang menghibur

3. Bazar UMKM yang sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh

Antusiasme Masyarakat dan Tenant

Animo yang terlihat sepanjang acara mencerminkan sambutan positif dari masyarakat sekitar maupun tenant yang terlibat. Lebih dari 500 pengunjung tercatat memadati lokasi acara sepanjang hari, sementara lebih dari 10 tenant UMKM ikut ambil bagian, baik sebagai peserta bazar maupun penampil.

Beberapa tenant yang ikut berjualan mengungkapkan kesan positif atas jalannya acara. Menurut mereka, BPR KS Carnival 2026 berlangsung meriah dan tertata dengan baik, sehingga tidak hanya berhasil menghidupkan semangat kemerdekaan, tetapi juga memberikan keuntungan tersendiri dari hasil berjualan selama acara berlangsung. Dukungan terhadap pelaku UMKM juga menjadi bagian dari perhatian BPR KS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain menghadirkan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya, BPR KS juga menyediakan solusi pembiayaan untuk mendukung kebutuhan usaha, salah satunya melalui SmartLoan, pinjaman dengan jaminan BPKB Mobil atau Motor. 

Antusiasme semacam ini menjadi indikasi bahwa perayaan kemerdekaan yang dikemas secara kolaboratif — melibatkan masyarakat dan pelaku usaha secara langsung — punya potensi besar untuk terus ditumbuhkan setiap tahunnya.

Mengapa Momentum Seperti Ini Penting Ditumbuhkan

BPR KS Carnival 2026 menunjukkan bagaimana sebuah lembaga keuangan bisa berperan lebih dari sekadar penyedia layanan finansial, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Alih-alih sekadar seremoni tahunan, acara ini dikemas sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan semangat patriotisme dengan kebersamaan warga dan pelaku UMKM.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan semangat menjaga rasa cinta tanah air agar tetap relevan bagi generasi muda, tanpa kehilangan esensi perjuangan yang ingin diwariskan. Bagi pembaca yang ingin tahu lebih jauh soal produk-produk BPR KS, informasi lengkapnya bisa dicek di BPR KS, sementara aktivitas komunitas BPR KS lainnya bisa diikuti lewat Komunitas KS.

Penutup

BPR KS Carnival 2026 menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat terus ditumbuhkan lewat kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Lewat kolaborasi bersama tenant dan rangkaian acara yang meriah, BPR KS berhasil menghadirkan momentum kebangsaan yang tidak hanya berkesan, tetapi juga bermakna bagi semua yang hadir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nikmati Perjalanan Merdeka Dengan Diskon Istimewa dari Daop 2 Bandung

Info Daop 2 Bd

Kamis, 13 Agustus 2026

Nikmati Perjalanan Merdeka Dengan Diskon Istimewa dari Daop 2 Bandung

Bandung (Jawa Barat), 13 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengajak masyarakat untuk menikmati perjalanan pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2026 dengan memanfaatkan program diskon tarif sebesar 17 persen untuk seluruh perjalanan kereta api kelas ekonomi komersial dan tarif Rp.8,- untuk perjalanan KA Commuter Line.

Pada program diskon kali ini, penggunajasa keretaapi dapat melakukan pembelian tiket ekonomi komersial mulai tanggal 14 Agustus s.d. 17 Agustus 2026 untuk perjalanan pada tanggal 17 Agustus 2026, pembelian hanya melalui aplikasi Access by KAI dan web.kai.id.

Melalui program diskon ini diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta api dengan lebih aman, nyaman, dan tarif yang lebih terjangkau. 

Selama periode tersebut, KAI Daop 2 Bandung menyediakan sebanyak 4.040 tempat duduk untuk kereta api ekonomi komersial keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung. Terdapat 13 layanan kereta api yang mendapatkan program diskon tersebut di wilayah Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa program diskon tarif ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan dengan tarif yang lebih terjangkau, aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa promo Hari Kemerdekaan.

“Program diskon tarif 17 persen ini merupakan bentuk dukungan KAI terhadap mobilitas masyarakat yang lebih aman dan nyaman pada hari kemerdekaan.

Kami melihat animo masyarakat untuk memanfaatkan jasa layanan KAI sangat baik, untuk itu Kami mengajak masyarakat yang belum merencanakan perjalanan liburan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum kuota tempat duduk habis,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarga karena menawarkan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi waktu perjalanan. Dengan adanya potongan harga ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.

KAI Daop 2 Bandung juga memastikan seluruh layanan operasional berjalan dengan optimal selama libur kemerdekaan tersebut. 

“Selain menghadirkan tarif yang lebih ekonomis, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan selama masa promo kemerdekaan ini”. ungkap Kuswardojo.  

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan dan pemesanan tiket, masyarakat dapat mengakses aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau menghubungi Layanan Pelanggan 121.

Statement Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung

https://drive.google.com/drive/folders/1nmaw8u2rb2WXxIxtYb02xHPRGi6vM9Am?usp=sharing

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perayaan 18 Tahun Mall of Indonesia: Bigger Energy and Unforgettable Moments

Mall of Indonesia (MOI) merayakan perjalanan ke-18 tahunnya melalui rangkaian 18th Anniversary Celebration yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026.

Mall of Indonesia (MOI) merayakan perjalanan ke-18 tahunnya melalui rangkaian 18th Anniversary Celebration yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026. Mengusung semangat “Bigger Energy & Unforgettable Moments”, perayaan tahun ini menghadirkan perpaduan aktivitas sports & wellness, entertainment, hingga berbagai program spesial yang mengajak pengunjung untuk merayakan momen bersama.

Menjadi bagian dari rangkaian Basecamp Nation yang berlangsung pada 5–23 Agustus 2026, perayaan anniversary MOI menghadirkan atmosfer yang energetic dan penuh antusiasme. Berbagai aktivitas olahraga seperti Strength Training Session, HYROX Game Day, Zycle Ride, hingga Kids Sports Day turut meramaikan area MOI dan memberikan pengalaman aktif yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Bigger Energy, Special Performance, dan Berbagai Kejutan

Puncak perayaan berlangsung pada 8 Agustus 2026, bertepatan dengan hari jadi ke-18 Mall of Indonesia. Suasana anniversary semakin meriah melalui rangkaian entertainment dan aktivitas yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memorable bagi para pengunjung.

Salah satu highlight utama adalah penampilan spesial dari Ghea Indrawari yang menghadirkan suasana penuh energi dan excitement. Kehadiran special performance tersebut melengkapi rangkaian perayaan dan menjadi momen yang dinantikan pengunjung untuk menikmati musik sekaligus merayakan perjalanan 18 tahun Mall of Indonesia.

Kemeriahan juga semakin terasa melalui Balloon Drop Prizes yang menghadirkan kejutan voucher dari berbagai tenant pilihan. Momen tersebut menjadi salah satu aktivitas yang menarik antusiasme pengunjung, sekaligus memberikan pengalaman anniversary yang lebih interaktif dan penuh kejutan.

Celebrate with More Rewards and Delicious Treats

Tidak hanya menghadirkan entertainment, perayaan anniversary MOI juga dilengkapi dengan berbagai program yang memberikan nilai tambah bagi pengunjung. Salah satunya melalui Take A Bite 18K yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026, menghadirkan pilihan menu dari tenant F&B terpilih dengan harga spesial hanya Rp18.000.

Program ini mendapatkan antusiasme dari pengunjung yang ingin menikmati berbagai pilihan makanan favorit sambil merayakan 18 tahun Mall of Indonesia. Dengan penawaran yang tersedia bagi 90 customer pertama setiap harinya, Take A Bite 18K menjadi salah 

satu bagian dari anniversary celebration yang menghadirkan pengalaman kuliner dengan harga yang lebih accessible.

Melalui perayaan 18th Anniversary ini, Mall of Indonesia tidak hanya memperingati perjalanan selama 18 tahun, tetapi juga merayakan hubungan yang telah terjalin bersama para pengunjung, tenant, komunitas, dan berbagai pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan MOI.

Dengan semangat “Bigger Energy & Unforgettable Moments”, Mall of Indonesia akan terus menghadirkan pengalaman yang relevan, engaging, dan memorable bagi masyarakat. 18 years down, and many more moments to celebrate.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Membangun Bersama Indonesia: Apa yang Diungkap Komitmen Jangka Panjang Google tentang Kemitraan Teknologi yang Dibutuhkan Negara

Oleh Sachin V. Gopalan, CEO Indonesia Economic Forum

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momentum baru dalam hubungan Indonesia-India, termasuk dalam kerja sama di bidang teknologi dan ekonomi digital. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan Digital Public Infrastructure. Salah satu pengumuman penting dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), jaringan digital terbuka Indonesia yang dikembangkan dengan mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.

Peluncuran ION menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan bukan hanya untuk melayani konsumen, tetapi juga untuk membangun kemampuan dan ekosistem digital suatu negara. Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika Indonesia memasuki fase baru transformasi digital, ketika kebutuhan akan infrastruktur terbuka, talenta digital, kecerdasan buatan, dan kemampuan nasional untuk berinovasi semakin besar.

Di tengah momentum tersebut, penting untuk melihat kembali bagaimana kemitraan teknologi jangka panjang dapat membantu membentuk ekosistem digital Indonesia. Dalam konteks inilah pengalaman Google di Indonesia menawarkan sebuah perspektif yang menarik tentang apa yang seharusnya diberikan oleh perusahaan teknologi global kepada negara tempat mereka beroperasi.

Setiap hari, jutaan masyarakat Indonesia menyalakan ponsel Android, melakukan pencarian melalui Google, menggunakan Maps untuk bernavigasi, berkolaborasi melalui Google Docs, belajar melalui YouTube, mengikuti pertemuan melalui Google Meet, dan berkomunikasi menggunakan Gmail.

Bagi sebagian besar masyarakat, berbagai produk tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari hingga keberadaannya hampir tidak lagi terasa. Semuanya menjadi bagian dari rutinitas digital, membantu pelajar menyelesaikan tugas, pengusaha menjalankan bisnis, keluarga tetap terhubung, serta pekerja beraktivitas di tengah dunia yang semakin terkoneksi secara digital.

Namun, di balik aplikasi-aplikasi yang begitu familiar tersebut terdapat sebuah cerita yang jauh lebih besar.

Selama dua dekade terakhir, Google secara perlahan telah membantu menurunkan biaya untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Hal tersebut tidak dicapai semata-mata dengan membangun produk-produk yang sukses. Sebaliknya, Google menciptakan berbagai platform yang dapat menjadi fondasi bagi jutaan orang, bisnis, dan pengembang untuk membangun sesuatu di atasnya, sehingga kemampuan digital yang kuat dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki koneksi internet, terlepas dari lokasi geografis maupun tingkat pendapatan.

Pada saat Indonesia memasuki fase berikutnya dalam transformasi digital, perbedaan tersebut layak mendapat perhatian lebih dekat. Masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh perusahaan yang memperkenalkan teknologi terbaru atau model kecerdasan buatan paling canggih. Masa depan juga akan semakin ditentukan oleh pihak-pihak yang bersedia membantu negara membangun kemampuan digitalnya sendiri, memperkuat ekosistem lokal, serta meninggalkan pengetahuan yang mampu terus menciptakan nilai jauh setelah produk tertentu mengalami perubahan.

Bagi Indonesia, hal tersebut memunculkan sebuah pertanyaan penting. Di era ketika perusahaan teknologi global bersaing secara agresif untuk mendapatkan pengguna, beban kerja cloud, dan kepemimpinan di bidang kecerdasan buatan, apa yang seharusnya diharapkan sebuah negara dari mitra teknologinya? Apakah keberhasilan hanya diukur dari jumlah pengguna Indonesia yang berhasil dijangkau sebuah platform, atau juga dari seberapa besar kemampuan yang dibantu perusahaan tersebut untuk dibangun Indonesia bagi dirinya sendiri?

Perbedaan inilah yang mungkin akan menentukan babak berikutnya dari ekonomi digital Indonesia.

Lebih dari Sekedar Portofolio Produk

Ketika memikirkan Google, masyarakat tentu akan mengingat berbagai produk yang digunakan setiap hari. Google Search mengubah cara manusia mengakses informasi. Google Maps mengubah cara masyarakat bernavigasi di kota, menemukan bisnis, dan merencanakan perjalanan. YouTube mendemokratisasi publikasi dengan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memiliki smartphone untuk mengedukasi, menghibur, atau membangun audiens tanpa harus memiliki stasiun televisi atau perusahaan penerbitan. Android secara fundamental mengubah industri seluler dengan memungkinkan produsen di berbagai belahan dunia membangun smartphone yang terjangkau, sehingga internet dapat dijangkau oleh miliaran orang yang sebelumnya mungkin tidak memiliki akses terhadap ekonomi digital.

Filosofi yang sama juga terlihat dalam ekosistem teknologi Google yang lebih luas. Gmail membuat komunikasi kelas dunia dapat diakses secara gratis. Chrome mempercepat akses ke internet. Google Docs, Sheets, Drive, dan Meet menghadirkan perangkat kolaborasi berkualitas bagi perusahaan kepada pelajar, startup, dan usaha kecil tanpa memerlukan lisensi perangkat lunak yang mahal. Google Translate menurunkan hambatan bahasa yang selama ini memisahkan pasar dan budaya. Google Classroom memperluas akses terhadap pendidikan, sementara Google Play menciptakan sebuah pasar yang memungkinkan pengembang dari berbagai penjuru dunia menjangkau audiens global.

Secara individual, masing-masing produk tersebut menyelesaikan persoalan praktis. Namun secara kolektif, semuanya menunjukkan sesuatu yang jauh lebih signifikan. Kontribusi terbesar Google bukanlah satu aplikasi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten untuk menurunkan berbagai hambatan yang sebelumnya menghalangi masyarakat biasa berpartisipasi dalam ekonomi digital. Google mengurangi biaya untuk mencari informasi, menyampaikan gagasan, berkolaborasi dengan rekan kerja, mempelajari keterampilan baru, dan membangun bisnis. Dengan demikian, Google turut mendemokratisasi akses terhadap teknologi itu sendiri.

Filosofi tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan digital modern sehingga sering kali luput dari perhatian. Padahal, filosofi ini merupakan salah satu karakteristik penting dari kontribusi Google terhadap internet global, bukan sekadar menciptakan produk yang sukses, tetapi memperluas akses terhadap peluang digital dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Membangun Platform yang Dapat Dikembangkan oleh Pihak Lain

Mungkin kontribusi Google yang paling bertahan lama adalah kesediaannya untuk membangun platform, bukan sekadar produk.

Keberhasilan Android, misalnya, tidak pernah hanya berkaitan dengan smartphone. Melalui Android Open Source Project, Google memungkinkan ratusan produsen berinovasi di atas fondasi teknologi yang sama, alih-alih mengunci industri dalam satu ekosistem proprietary. Perangkat Android yang terjangkau menjadi pintu masuk bagi miliaran orang, termasuk jutaan masyarakat Indonesia, untuk pertama kalinya terhubung dengan internet.

Filosofi yang sama juga terlihat dalam portofolio teknologi Google yang lebih luas. TensorFlow mempercepat penelitian kecerdasan buatan dengan menyediakan perangkat machine learning canggih secara terbuka bagi peneliti dan pengembang di seluruh dunia. Kubernetes secara fundamental mengubah komputasi cloud dengan menjadi standar global untuk orkestrasi container. Flutter menyederhanakan pengembangan aplikasi di berbagai sistem operasi. Firebase memungkinkan startup meluncurkan layanan digital canggih tanpa harus terlebih dahulu berinvestasi besar dalam infrastruktur backend. Chromium turut membentuk perkembangan browser modern, sementara bahasa pemrograman Go menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk membangun sistem digital berskala besar.

Masing-masing teknologi tersebut mengikuti pola yang sama. Alih-alih memusatkan inovasi hanya di dalam produk Google sendiri, teknologi-teknologi tersebut memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem. Pengembang, universitas, startup, dan perusahaan dapat menciptakan nilai dengan lebih cepat karena teknologi dasar yang dibutuhkan telah tersedia.

Pendekatan ini secara fundamental mengubah ekonomi inovasi. Daripada setiap perusahaan harus menciptakan kembali infrastruktur dasar yang sama, para pengusaha dapat berfokus pada penyelesaian persoalan nyata. Daripada mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk membangun infrastruktur dasar, startup dapat mengarahkan perhatian pada pelanggan dan pengembangan gagasan baru.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, hal ini sangat penting. Inovasi menjadi semakin tidak bergantung pada akses terhadap modal dalam jumlah besar dan semakin bergantung pada akses terhadap pengetahuan, talenta, dan fondasi teknologi yang terbuka. Dalam konteks tersebut, kontribusi terbesar Google mungkin bukan hanya teknologi yang dibangunnya sendiri, tetapi berbagai inovasi yang dimungkinkan oleh teknologi tersebut.

Babak Digital Indonesia Berikutnya

Transformasi digital Indonesia kini memasuki tahap yang secara fundamental berbeda.

Babak pertama berfokus pada menghubungkan masyarakat dengan internet. Babak kedua ditandai dengan pertumbuhan pesat e-commerce, pembayaran digital, fintech, dan aplikasi seluler yang mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi, berbelanja, dan menjalankan bisnis. Namun, babak berikutnya jauh lebih ambisius. Fokusnya adalah membangun kapasitas nasional dalam kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure (DPI), komputasi cloud, keamanan siber, identitas digital, semikonduktor, serta keterampilan tingkat lanjut yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang berubah dengan cepat.

Hal-hal tersebut kini bukan lagi sekadar inisiatif teknologi. Semuanya telah menjadi prioritas pembangunan nasional.

Negara-negara yang menguasai kemampuan tersebut akan semakin mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri. Sebaliknya, negara yang hanya menjadi konsumen teknologi yang dikembangkan di tempat lain berisiko menjadi bergantung pada ekosistem digital yang tidak mereka kendalikan.

Karena itu, visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Visi tersebut juga berbicara tentang membangun bangsa yang tangguh, inovatif, dan memiliki kemampuan teknologi untuk bersaing secara global, sekaligus memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Di sinilah peran mitra teknologi menjadi sangat penting. Pertanyaannya tidak lagi sekadar perusahaan mana yang menawarkan produk paling menarik. Pertanyaannya adalah perusahaan mana yang bersedia membantu Indonesia memperkuat kapasitasnya sendiri untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan menciptakan peluang bagi generasi mendatang.

Dari Platform Terbuka Menuju Jaringan Terbuka

Dalam konteks tersebut, dukungan Google terhadap ekosistem digital terbuka bukanlah perubahan strategi yang baru terjadi. Hal tersebut merupakan kelanjutan alami dari filosofi yang telah membentuk perusahaan sejak awal: teknologi menciptakan nilai terbesar ketika mampu menurunkan hambatan, memperluas partisipasi, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.

Filosofi yang sama kini menjadi dasar bagi generasi baru Digital Public Infrastructure (DPI). Di berbagai belahan dunia, pemerintah semakin menyadari bahwa tahap berikutnya dari transformasi digital tidak dapat sepenuhnya bergantung pada platform proprietary yang beroperasi secara terpisah. Sebaliknya, negara-negara mulai berinvestasi dalam infrastruktur digital bersama yang memungkinkan bisnis, pemerintah, dan masyarakat berinteraksi melalui standar yang sama, sebagaimana jalan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi mendorong pertumbuhan ekonomi pada generasi sebelumnya.

Open Network for Digital Commerce (ONDC) India merupakan salah satu contoh paling ambisius dari pendekatan ini. Alih-alih menciptakan marketplace e-commerce lainnya, ONDC membangun jaringan terbuka tempat pembeli, penjual, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, dan platform teknologi dapat saling terhubung dan berinteroperabilitas, terlepas dari aplikasi yang mereka gunakan. Persaingan pun bergeser, dari sekadar menguasai pelanggan menjadi menghadirkan produk, layanan, dan inovasi yang lebih baik.

Indonesia kini mengambil jalur serupa melalui Indonesia Open Network (ION). Terinspirasi oleh ONDC dan dibangun di atas arsitektur Beckn 2.0, ION berupaya membangun jaringan perdagangan yang terbuka dan interoperabel, tempat UMKM, koperasi, penyedia logistik, lembaga keuangan, dan aplikasi digital dapat berpartisipasi melalui standar bersama, bukan melalui silo digital yang terpisah. Tujuannya bukan menggantikan marketplace atau aplikasi yang sudah ada, melainkan menciptakan infrastruktur digital yang memungkinkan seluruh pihak tersebut terhubung secara lebih efisien sekaligus memberikan kebebasan lebih besar kepada pelaku usaha dalam menentukan cara mereka menjangkau pelanggan.

Bagi lebih dari 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, implikasinya sangat besar. Partisipasi digital tidak seharusnya lagi bergantung pada keharusan bergabung dengan satu platform dominan. Koperasi kopi di Aceh, produsen furnitur di Jepara, pelaku usaha perikanan di Maluku, maupun produsen batik di Pekalongan seharusnya dapat mengakses pembeli, logistik, pembayaran, pembiayaan, dan layanan digital melalui jaringan terbuka yang mendorong persaingan, bukan ketergantungan.

Visi tersebut sejalan dengan tujuan Indonesia yang lebih luas untuk memastikan transformasi digital tidak hanya memberikan manfaat kepada korporasi besar dan pusat-pusat perkotaan, tetapi juga kepada para pengusaha dan masyarakat di seluruh penjuru nusantara.

Kesediaan Google untuk mendukung berbagai ekosistem terbuka seperti ini karena itu sepenuhnya konsisten dengan pendekatan teknologi yang telah dijalankannya selama ini. Hal tersebut mencerminkan pemahaman bahwa infrastruktur digital menjadi semakin bernilai ketika mampu memberdayakan sebuah ekosistem, bukan hanya satu platform. Dalam ekonomi digital yang semakin terhubung, memungkinkan kolaborasi pada akhirnya dapat terbukti lebih bernilai daripada mengendalikannya.

Perbedaan antara Kehadiran dan Partisipasi

Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menjadikannya pasar prioritas bagi hampir setiap perusahaan teknologi global. Jutaan masyarakat Indonesia menggunakan mesin pencari internasional, platform media sosial, layanan cloud, dan perangkat kecerdasan buatan setiap hari. Dari perspektif komersial, Indonesia merupakan salah satu pasar digital paling menarik di Asia.

Namun, terdapat perbedaan penting antara melayani sebuah pasar dan berpartisipasi dalam pembangunannya.

Banyak perusahaan teknologi global menghadirkan produk unggulan kepada pengguna Indonesia melalui layanan digital lintas batas. Platform mereka digunakan secara luas, teknologi mereka sangat inovatif, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari tidak dapat disangkal. Namun, tahap berikutnya dari perjalanan digital Indonesia membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar produk. Indonesia membutuhkan kemitraan jangka panjang yang berkontribusi pada kemampuan negara untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan mengembangkan talenta.

Selama dua dekade terakhir, Google semakin menunjukkan komitmen yang lebih luas tersebut. Di luar produk komersialnya, perusahaan ini telah membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia, berinvestasi dalam tim lokal, mengembangkan komunitas pengembang, bermitra dengan universitas, serta bekerja sama dengan lembaga pemerintah dalam bidang literasi digital, keamanan daring, dan pengembangan tenaga kerja. Melalui Google.org, Google juga mendukung pendidikan, organisasi nonprofit, ketahanan digital, serta berbagai inisiatif yang membantu masyarakat beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berubah dengan cepat.

Investasi semacam ini jarang mendapatkan perhatian sebesar peluncuran produk baru atau kemajuan dalam kecerdasan buatan. Investasi tersebut tidak selalu menghasilkan berita utama secara langsung dan juga tidak mudah diukur melalui hasil keuangan kuartalan. Nilainya baru terlihat seiring waktu, ketika semakin banyak pengembang membangun bisnis yang sukses, semakin banyak pelajar memperoleh keterampilan digital, semakin banyak startup muncul, dan semakin banyak institusi memperkuat kemampuan teknologinya.

Inilah perbedaan antara kehadiran perusahaan dan partisipasi yang sesungguhnya. Yang pertama terutama berfokus pada melayani pelanggan. Yang kedua berkontribusi pada penguatan ekosistem tempat para pelanggan tersebut hidup dan bekerja.

Seiring Indonesia terus membangun ekonomi digitalnya, perbedaan ini akan menjadi semakin penting. Negara-negara yang menginginkan daya saing teknologi jangka panjang secara alami akan memilih mitra yang bersedia berinvestasi bukan hanya dalam pertumbuhan pasar, tetapi juga dalam membangun kapasitas nasional.

Membangun Menuju Indonesia Emas 2045

Ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di dunia pada 2045 tidak akan tercapai hanya melalui peningkatan PDB atau koneksi internet yang lebih cepat. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan negara dalam membangun institusi, talenta, kapasitas riset, dan infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang semakin berbasis pengetahuan.

Kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure, manufaktur semikonduktor, komputasi cloud, keamanan siber, dan keterampilan digital tingkat lanjut dengan cepat menjadi fondasi penting bagi daya saing nasional. Sebagaimana jalan, pelabuhan, dan listrik menjadi penentu pembangunan industri pada abad ke-20, infrastruktur digital akan semakin menentukan peluang ekonomi pada abad ke-21.

Pemerintah tidak dapat membangun masa depan ini sendirian. Begitu pula sektor swasta, universitas, maupun startup jika bergerak secara independen. Untuk mewujudkan ambisi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan sebuah ekosistem tempat kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan mitra teknologi bekerja bersama untuk memperluas peluang dan memperkuat kapasitas nasional.

Mungkin inilah pelajaran yang lebih luas dari keterlibatan Google selama bertahun-tahun di Indonesia. Kontribusi terbesarnya mungkin bukan satu produk, platform, atau terobosan teknologi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten dalam menurunkan hambatan, memperluas akses, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.

Filosofi tersebut sejalan dengan ambisi digital Indonesia sendiri: menciptakan ekonomi di mana teknologi memberdayakan semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki neraca keuangan terbesar, kekuatan pasar terbesar, atau keahlian teknis paling mendalam.

Perusahaan teknologi sering kali menggambarkan negara sebagai pasar. Indonesia seharusnya mengharapkan sesuatu yang lebih. Indonesia perlu mencari mitra yang memandang negara ini sebagai tempat untuk membangun, berinvestasi, dan berinovasi bersama dalam jangka panjang. Perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap masa depan Indonesia belum tentu merupakan perusahaan dengan pangsa pasar terbesar, melainkan perusahaan yang investasinya meninggalkan fondasi paling kuat untuk terus dikembangkan oleh pihak lain.

Jika Indonesia berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejarah kemungkinan tidak akan mengingat aplikasi mana yang paling banyak diunduh atau model kecerdasan buatan mana yang paling banyak menjadi berita utama. Sejarah justru akan mengingat kemitraan yang membantu memperkuat kapasitas Indonesia untuk berinovasi, bersaing, dan berkembang dengan caranya sendiri.

Pada akhirnya, ukuran keberlanjutan sebuah mitra teknologi bukanlah seberapa besar nilai yang diambilnya dari sebuah negara, melainkan seberapa besar kemampuan yang ditinggalkannya bagi negara tersebut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES