IMPACT 2026: Perkuat Ekosistem Inovasi Menuju Top 20 Global TIC Company

Jakarta, (21/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali memperkuat budaya inovasi perusahaan melalui IMPACT 2026 (Innovation Makers’ Program Catalyst for Transformation). Mengusung tema “Empowering the Future of TIC Through High Technology” dengan tagline “Building Innovation, Delivering Impact”, kegiatan ini menjadi wadah bagi insan SUCOFINDO untuk menyampaikan, mengembangkan, dan mendorong implementasi berbagai gagasan inovatif yang mampu memberikan nilai tambah serta dampak nyata bagi perusahaan.

Penyelenggaraan IMPACT 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem inovasi yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi bisnis menuju visi Top 20 Global TIC Company. Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis dalam menyambut tujuh dekade PT SUCOFINDO (PERSERO) yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa IMPACT 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan inovasi terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun budaya inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata.

“Winning the competition is an achievement. Delivering impact is the real success. Setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai, kita akan memasuki fase yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana sebuah ide benar-benar diwujudkan menjadi value, dan bagaimana value tersebut menghasilkan dampak,” ujarnya.

Sandry Pasambuna menambahkan, IMPACT sejak awal tidak dihadirkan hanya sebagai sebuah kompetisi. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi insan SUCOFINDO untuk melihat permasalahan sebagai peluang, menguji gagasan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan pelanggan maupun perkembangan bisnis perusahaan. IMPACT 2026 diarahkan untuk membangun pipeline of innovation yang terus tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan transformasi PT SUCOFINDO (PERSERO).

Ketua Panitia IMPACT 2026, Dewi Fibriana K. Wardhani menjelaskan bahwa tercatat sebanyak 234 paper submission yang terdiri atas 114 Inovasi Unggul dan 120 Ide Transformasi Bisnis. Peserta berasal dari berbagai fungsi dan unit kerja PT SUCOFINDO (PERSERO), baik Kantor Pusat maupun Kantor Cabang. Keterlibatan lintas fungsi dan unit kerja tersebut membuka ruang bagi beragam perspektif, pengalaman, permasalahan, serta kebutuhan bisnis yang dapat dikembangkan menjadi solusi inovatif bagi perusahaan.

“Rangkaian IMPACT 2026 dimulai dari tahap submission, dilanjutkan dengan proses seleksi, penetapan finalis, bootcamp, pitching day, hingga The Grand Final & Awarding IMPACT 2026 yang digelar di Waskita IDSurvey Tower, Jakarta Selatan. Sebelumnya, para finalis telah mengikuti Pitching Day pada 18 Agustus 2026 di Graha SUCOFINDO untuk mempresentasikan inovasi dan gagasannya di hadapan dewan juri yang melibatkan expert dari internal maupun eksternal,” tuturnya.

Perwakilan Tim Colombo7, Pemenang Inovasi Unggul Kategori Inovasi Produk/Jasa, Harimurti menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam IMPACT 2026 memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan gagasan menjadi sebuah inovasi yang lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan perusahaan. Harimurti berharap inovasi yang telah dikembangkan bersama tim tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan, tetapi dapat dilanjutkan menuju tahap implementasi dan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan.

“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga memberikan dampak yang nyata bagi SUCOFINDO. Bagi kami, penghargaan ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026 untuk membantu brand, UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu memproduksi short drama dengan lebih cepat, terstruktur, dan dalam skala besar. Layanan ini hadir karena produksi short drama tradisional biasanya membutuhkan banyak tenaga profesional, waktu, serta biaya yang cukup besar. Melalui sistem berbasis artificial intelligence, Tigo mengintegrasikan proses pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production dalam satu workflow. Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas hingga 100 episode dalam satu hari, sekaligus memungkinkan pengguna menguji lebih banyak ide cerita, karakter, dan genre untuk menyesuaikan konten dengan respons audiens di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Platform produksi konten berbasis AI, Tigo, resmi meluncurkan layanan baru “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”. Layanan ini memanfaatkan artificial intelligence untuk membantu mempercepat proses produksi short drama, mulai dari pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Tigo membangun sistem produksi short drama yang lebih terstruktur dan dapat digunakan dalam skala besar.

Dalam produksi tradisional, pembuatan short drama biasanya melibatkan banyak tenaga profesional, seperti penulis naskah, sutradara, aktor, tim kamera, lighting, editor, hingga pengisi suara. Selain membutuhkan banyak sumber daya, proses tersebut juga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang relatif besar.

Bagi UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu, kondisi tersebut sering menjadi hambatan untuk menghasilkan konten secara konsisten.

Melalui workflow berbasis AI, Tigo mencoba menyederhanakan berbagai proses tersebut dalam satu sistem produksi. Berdasarkan genre, target audiens, dan kebutuhan platform, AI dapat membantu menyusun struktur cerita, hubungan antar-karakter, konflik utama, serta alur setiap episode.

Teknologi yang sama juga digunakan untuk membuat karakter dan berbagai latar cerita, mulai dari rumah, sekolah, kantor, perkotaan, hingga dunia futuristik. Setelah itu, visual dapat dikembangkan menjadi video dan dilengkapi dengan dialog, voice-over, subtitle, serta proses editing.

Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas produksi hingga 100 episode short drama dalam satu hari.

Menurut perusahaan, konsep tersebut bukan hanya bertujuan menghasilkan konten dalam jumlah besar. Produksi yang lebih cepat juga memungkinkan kreator dan brand melakukan pengujian terhadap berbagai ide cerita, karakter, dan genre untuk mengetahui jenis konten yang mendapatkan respons terbaik dari audiens.

Model produksi seperti ini dinilai semakin relevan di tengah berkembangnya platform short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Di platform tersebut, konsistensi produksi menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan perhatian audiens.

Tigo menyatakan layanan ini tidak hanya ditujukan untuk perusahaan film dan rumah produksi. Brand dapat memasukkan produk dan cerita merek ke dalam serial short drama, sehingga promosi dapat dikemas melalui storytelling dan tidak hanya berupa iklan langsung.

Bisnis lokal di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan juga dapat memanfaatkan format short drama untuk membuat konten pemasaran. Sementara itu, kreator individu dapat menggunakan teknologi AI untuk mengembangkan karakter, cerita, serta intellectual property mereka sendiri.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk perkembangan AI short drama karena tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dan semakin populernya video pendek, live streaming, e-commerce, serta konten berbasis cerita.

“Dulu, memproduksi 100 episode short drama berarti membutuhkan biaya untuk aktor, lokasi, sinematografi, sutradara, dan post-production dalam jumlah besar. AI sedang mendefinisikan ulang proses tersebut. Kami berharap ke depannya, seorang kreator biasa, sebuah usaha kecil, bahkan satu orang saja dapat memiliki kemampuan produksi yang sebelumnya hanya dimiliki perusahaan konten profesional,” ujar perwakilan Tigo.

Ke depan, Tigo akan terus mengembangkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, template short drama, product placement untuk brand, serta kemampuan produksi konten dalam skala besar. Dengan pengembangan tersebut, Tigo ingin membuat produksi short drama lebih mudah diakses oleh brand, UMKM, maupun kreator independen.

Tentang Tigo Ai

TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.

Industri: Internet & AI Marketing Technology
Didirikan: 2022
Fokus: AI Marketing • AIGC • Creator Network • Digital Advertising • MaaS Wilayah Utama: Indonesia & Asia Tenggara

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA, Saturday, August 15, 2026

Tanggal August 16, 2026

Acara: PURANA 17: “Renjana Perca”

Lokasi: Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall level 1

Talkshow 1: From Bottle to Beauty (11:00 AM – 1:00 PM)

Pembicara: Nonita Respati (Founder & CCO, PURANA) dan Perwakilan dari ParagonCorp.

Diskusi Utama: Menyoroti perjalanan 17 tahun PURANA dalam mengubah limbah kain menjadi Livable Art (karya seni yang dapat dikenakan/dinikmati). Sesi ini mengangkat konsep bahwa plastik buangan dan wadah kemasan kosmetik (seperti milik Wardah) adalah bahan baku baru alih-alih sampah, yang memperkuat filosofi mindful fashion (mode yang berkesadaran) dan mindful beauty (kecantikan yang berkesadaran).

Demonstrasi Langsung: Menghadirkan lab interaktif langsung di mana para peserta dapat mengamati dan menguji coba mesin daur ulang ParagonCorp untuk melelehkan dan membentuk kembali kemasan kosmetik menjadi elemen seni yang baru, kancing, serta aksesori dekoratif.

Workshop 2: Flower Charm by Maritza Putri (3:00 PM – 5:00 PM)

Fasilitator: Maritza Putri.

Aktivitas Utama: Para peserta mengikuti sesi praktik langsung membuat flower charm (aksesori/gantungan bunga) kustom, guna memperdalam fokus utama acara pada material upcycling (daur ulang kreatif) dan keterampilan tangan (craftsmanship).

Sponsors & Strategic Partners

Official Venue Partner: Grand Indonesia

Official Banking Partner: BRI

Government Support: Wonderful Indonesia

Sustainability & Beauty Partners: ParagonCorp & Wardah

Home Living Partner: Vicenza

Lifestyle Partners: Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, Fuguku

F&B Partners: Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, Dailah Sajian Kontemporer

Retail & Agency Partners: Central Department Store, JIM Models, Tulola, Marista Santividya

Media Partners: Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, Wanita Wirausaha Femina

Organizers & Producers: StratEdgeMarketing, Kreasi8, Purana, Puragraph, Purana Home, Purana Kids

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Puragraph Luncurkan Vol. II | Minang dan Purana Re:Made: Harmonikan Arsitektur Warisan Budaya dengan Kemewahan Sirkular

JAKARTA, 19 Agustus 2026 — Sebagai bagian dari retrospektif ulang tahun Purana ke-17, Grand Indonesia – Purana17: Renjana Perca, Puragraph dan PURANA menggelar peragaan busana kolaboratif yang menghadirkan Puragraph Vol. II | Minang dan Purana Re:Made di Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall Level 1. Diperagakan oleh 8 model wanita dan 2 model pria, koleksi ini menjembatani ketegasan siluet arsitektural dengan keahlian kriya tekstil sirkular.

Puragraph Vol. II | Minang: “A Home You Carry With You”

Dipimpin oleh Lead Designer Maritza Anjali, Puragraph Vol. II | Minang mengambil inspirasi dari arsitektur, siluet, dan bentuk atap Rumah Gadang Minangkabau yang ikonik.

Filosofi Kehidupan: Berakar dari filosofi dasar kehidupan masyarakat Indonesia (sandhang, pangan, papan—pakaian, pangan, tempat tinggal), busana ini menerjemahkan peran atap Rumah Gadang yang menaungi, memberi kenyamanan, dan menyambut ke dalam wujud seni yang dapat dinikmati sebagai bagian dari keseharian (liveable art). Setiap helai pakaian berfungsi sebagai lapisan perlindungan bagi tubuh, mengusung konsep “a home you carry with you“.

Desain & Keahlian Kriya: Menampilkan siluet basic berstruktur arsitektural yang bersih dalam palet warna monokrom, dibuat secara khusus melalui kerajinan tangan di Indonesia (handcrafted in Indonesia).

“Melalui Puragraph Vol. II | Minang, kami ingin menciptakan busana yang melampaui estetika visual untuk menawarkan perlindungan dan kenyamanan sejati bagi pemakainya. Terinspirasi oleh siluet Rumah Gadang yang menaungi serta esensi sandhang, pangan, papan, setiap busana dirancang agar terasa seperti ‘a home you carry with you’—sebuah rasa memiliki yang menyertai kemanapun Anda pergi,” ujar Maritza Anjali, Lead Designer Puragraph.

Purana Re:Made: Meredefinisi Zero-Waste Luxury

Melengkapi narasi di atas panggung peragaan, Purana Re:Made, yang dirancang oleh Kika Puspitasari (pendiri Kaloka), memperlihatkan komitmen PURANA terhadap ekonomi sirkular dan zero-waste luxury. Dengan merangkai dan mengolah kembali sisa kain perca arsip dari tahun 2009 hingga 2025, PURANA mengubah sisa tekstil menjadi busana statement yang unik dan tak ada duanya.

Visi Kepemimpinan

Di bawah arahan Nonita Respati (Founder & CCO Purana Group) dan Andarina Sumarno (Co-Founder & CEO Purana Group), PURANA Group terus memelopori pelestarian budaya berdampingan dengan inovasi kemewahan berkelanjutan.

Ketersediaan Retail

Koleksi Puragraph Vol. II: Minang kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli di Purana Store, yang berlokasi di Central Department Store, Grand Indonesia Level Ground.

Detail Pameran & Instalasi

Pameran Grand Indonesia – Purana17: Renjana Perca berlangsung setiap hari hingga 23 Agustus 2026. Pengunjung dapat mengeksplorasi instalasi multi-zona di seluruh area Grand Indonesia, termasuk Main Atrium (East Mall Level 1), Lobby Shinta (East Mall Level Ground), dan Area Depan Azko (East Mall Level 5).

APRESIASI DAN DUKUNGAN MITRA STRATEGIS

Gerakan kebudayaan nasional “Grand Indonesia-PURANA17: Renjana Perca” diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner, didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner, serta Wonderful Indonesia.

Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner dan Wardah selaku Official Make Up & Skin Care Partner.

Gerakan ini turut didukung oleh Home Living Partner Vicenza, Lifestyle Partners Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, Yats Colony Hotel, dan Fuguku, serta F&B Partners Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, dan Dailah Sajian Kontemporer.

Kolaborasi ini semakin lengkap dengan kehadiran Retail Partner Central Department Store, Model Agency Partner JIM Models, Accessories Partner Tulola, serta Footwear Partner Marista Santividya, dan Mario Minardi.

Amplifikasi narasi publik dan media disiarkan secara luas oleh Media Partners Femina, Fimela, Her World Indonesia, Kompas.com, Kumparan Woman, Narasi, Popbela.com, The Luxury Reports, dan Wanita Wirausaha Femina.

Inisiatif kebangsaan ini diinisiasi dan dikelola oleh StratEdgeMarketing, dengan manajemen produksi oleh Kreasi8, serta Executive Producers Purana, Puragraph, Purana Home, dan Purana Kids.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES