Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara

PT Railink (KAI Bandara) terus meningkatkan layanan transportasi publik di Yogyakarta melalui penyesuaian jadwal dan pilihan tarif KA Bandara YIA. Penyesuaian layanan yang berlaku sejak 1 Juli 2026 ini memberikan lebih banyak pilihan waktu perjalanan bagi masyarakat dan wisatawan yang menuju maupun dari Yogyakarta International Airport (YIA).

KA Bandara YIA melayani dua pilihan layanan, yaitu KA Bandara YIA Reguler dan KA Bandara YIA Xpress. Layanan Reguler melayani perjalanan dengan pemberhentian di Stasiun Wates, sedangkan KA Bandara YIA Xpress melayani perjalanan langsung dari Stasiun Yogyakarta menuju YIA tanpa berhenti di Stasiun Wates.

Untuk keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta menuju Bandara YIA, layanan tersedia mulai pukul 04.20 WIB hingga 20.12 WIB. Sementara itu, perjalanan dari Bandara YIA menuju Stasiun Yogyakarta tersedia mulai pukul 05.16 WIB hingga 21.30 WIB. Dengan rentang waktu operasional tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan perjalanan kereta dengan jadwal penerbangan maupun aktivitas lainnya.

Dari sisi tarif, KA Bandara YIA Reguler ditawarkan dengan tarif Rp10.000 untuk relasi Yogyakarta–Wates dan Rp20.000 untuk perjalanan menuju atau dari Bandara YIA. Sementara itu, KA Bandara YIA Xpress tersedia dengan tarif mulai Rp50.000. KAI Bandara juga menyediakan YIA Xpress Flexi dengan tarif mulai Rp80.000, yang dilengkapi akses khusus ke VIP Lounge.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa penyesuaian jadwal dan pilihan tarif tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI Bandara untuk menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“KAI Bandara terus berupaya menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian waktu bagi masyarakat. Dengan jadwal perjalanan yang semakin fleksibel sejak dini hari hingga malam hari serta pilihan tarif yang beragam, kami berharap KA Bandara YIA dapat menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat dan wisatawan dalam mendukung perjalanan menuju maupun dari Bandara YIA.”

Ia menambahkan, peningkatan layanan KA Bandara YIA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan waktu tempuh yang efisien dan perjalanan yang bebas dari kepadatan lalu lintas, KA Bandara YIA menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan akses antara pusat Kota Yogyakarta dan Bandara YIA.

Masyarakat dapat melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, aplikasi KA Bandara, laman reservasi resmi KAI Bandara, serta kanal penjualan resmi lainnya. Penumpang diimbau untuk selalu mengecek jadwal dan ketersediaan tiket sebelum melakukan perjalanan, terutama dengan menyesuaikan waktu keberangkatan kereta dengan jadwal penerbangan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

PT Railink atau KAI Bandara mencatat kinerja positif layanan KA Bandara YIA sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 1,56 juta penumpang telah menggunakan layanan KA Bandara YIA untuk mendukung mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Dari total tersebut, sebanyak 1 juta penumpang merupakan pengguna layanan KA Bandara YIA PSO, sementara 506 ribu penumpang menggunakan layanan KA Bandara YIA Xpress. Tingginya jumlah pengguna menunjukkan bahwa layanan KA Bandara YIA terus menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat yang mengutamakan kemudahan, kenyamanan, serta kepastian waktu perjalanan menuju dan dari Bandara YIA.

“Capaian lebih dari 1,5 juta penumpang hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa masyarakat terus memberikan kepercayaan terhadap layanan KA Bandara YIA. Kami akan terus memastikan kualitas layanan, ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan perjalanan agar KA Bandara dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas menuju dan dari Bandara Internasional Yogyakarta,” ujar Porwanto Handry Nugroho – Direktur Utama PT Railink.

Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, KAI Bandara secara konsisten menyediakan perjalanan dengan frekuensi yang cukup tinggi. Saat ini, KAI Bandara mengoperasikan sebanyak 50 perjalanan KA Bandara YIA setiap hari, yang terdiri dari 26 perjalanan KA Bandara YIA Xpress dan 24 perjalanan KA Bandara YIA PSO.

KA Bandara YIA Xpress hadir sebagai pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan waktu tempuh lebih cepat, sementara KA Bandara YIA PSO memberikan alternatif transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan pilihan layanan tersebut, KAI Bandara berupaya menghadirkan layanan transportasi yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan pelanggan.

KAI Bandara juga terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh aspek operasional. Hal ini dilakukan untuk memastikan perjalanan pelanggan berlangsung dengan aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selama puluhan tahun, banyak keluarga Indonesia tumbuh dengan satu nasihat yang hampir selalu sama: rajin menabung dan hidup hemat. Prinsip tersebut menjadi fondasi pengelolaan keuangan lintas generasi. Bahkan, gerakan “Ayo Menabung” yang diperkenalkan sejak era Orde Baru ikut membentuk budaya bahwa menyimpan uang di bank merupakan langkah utama untuk mempersiapkan masa depan.

Namun, memasuki 2026, cara pandang generasi muda terhadap uang mulai berubah. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya mental health, work-life balance, dan menikmati hasil kerja, banyak anak muda memilih menyeimbangkan kebutuhan masa kini dengan pengalaman hidup yang mereka anggap bermakna. Tren seperti self-reward, healing, hingga soft life yang ramai di media sosial pun turut memengaruhi cara generasi muda memaknai kesuksesan dan kebahagiaan.

Menurut Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest, Jovita Widjaja, perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang salah. Setiap generasi memiliki tantangan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula dalam mengelola keuangan.

“Saya setuju bahwa menjaga kesehatan mental dan menikmati hasil kerja itu penting. Kita bekerja bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menikmati hidup. Namun di saat yang sama, kita juga perlu memastikan bahwa keputusan finansial hari ini tidak mengorbankan masa depan kita.”

Sebagai profesional yang telah berkecimpung di industri investasi dan sekuritas selama lebih dari 14 tahun, sekaligus ibu dari dua anak perempuan, Jovita melihat bahwa financial literacy kini bukan lagi sekadar memahami produk investasi. Lebih dari itu, literasi finansial telah menjadi life skill yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di setiap fase kehidupan.

Menabung Tetap Penting, Tetapi Perlu Diimbangi dengan Investasi

Menurut Jovita, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi pengelolaan keuangan. Namun, di tengah kenaikan biaya hidup dan inflasi, tabungan saja sering kali belum cukup untuk membantu seseorang mencapai tujuan finansial jangka panjang.

“Menabung adalah langkah pertama yang sangat penting. Tetapi jika tujuan kita adalah mempersiapkan pendidikan anak, membeli rumah, atau mencapai kebebasan finansial, maka kita juga perlu memahami bagaimana uang dapat bertumbuh melalui investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan masing-masing.”

Ia menilai masih banyak masyarakat yang terlalu fokus mencari instrumen investasi terbaik, tetapi belum memahami kondisi keuangan mereka sendiri. Padahal, investasi yang sehat selalu dimulai dari pengelolaan cash flow yang baik.

Mulai dari Memahami Kondisi Keuangan hingga Menentukan Profil Risiko

Bagi Jovita, investasi tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari pemahaman terhadap kondisi keuangan dan kemampuan mengenali profil risiko masing-masing.

Karena itu, edukasi finansial perlu dibuat lebih sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang baru memulai karier. Salah satu upaya tersebut dilakukan Nanovest melalui Kalkulator Gaji Bersih & Rencana Investasi. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghitung estimasi gaji bersih setelah berbagai potongan, kemudian memperoleh rekomendasi alokasi dana yang lebih proporsional untuk kebutuhan harian, dana darurat, hingga investasi.

Lebih dari itu, pengguna juga dapat langsung mengeksplorasi pilihan produk investasi yang sesuai dengan profil risikonya, mulai dari konservatif, moderat, hingga agresif, lengkap dengan simulasi potensi hasil investasi berdasarkan jangka waktu yang dipilih.

“Banyak orang ingin mulai berinvestasi, tetapi bingung memilih produk yang sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat kenyamanan mereka terhadap risiko. Karena itu, langkah pertama bukan hanya memahami berapa penghasilan bersih yang dimiliki, tetapi juga mengenali profil risiko. Dengan begitu, masyarakat dapat memilih instrumen investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya, bukan sekadar mengikuti tren,” jelas Jovita.

Menurutnya, pendekatan yang praktis seperti ini membantu masyarakat mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri karena didasarkan pada kondisi finansial dan profil risiko masing-masing, sehingga kebiasaan berinvestasi dapat dibangun secara lebih realistis dan berkelanjutan.

Menjadi Perempuan yang Mandiri Secara Finansial

Di luar perannya sebagai eksekutif, Jovita juga membawa nilai yang sama dalam mendidik kedua anak perempuannya. Ia percaya perempuan perlu memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam hal mengelola keuangan.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Salah satu bekal terpenting adalah memahami cara mengelola uang dan mulai mengenal investasi sejak dini.”

Meski demikian, ia menegaskan bahwa menikmati hidup dan mempersiapkan masa depan bukanlah dua pilihan yang saling bertentangan.

“Menurut saya, work-life balance dan perencanaan keuangan bisa berjalan beriringan. Kita tetap bisa menikmati hidup hari ini, selama kita juga disiplin menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.”

Financial Literacy Adalah Bekal untuk Semua Generasi

Bagi Jovita, tujuan financial literacy bukan menjadikan semua orang investor profesional, melainkan membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik dalam setiap fase kehidupan.

“Kalau dulu orang tua mengajarkan kita untuk rajin menabung, maka tantangan generasi sekarang adalah belajar membuat uang ikut bertumbuh. Dengan begitu, kita tidak hanya siap menghadapi kebutuhan hari ini, tetapi juga lebih siap mewujudkan impian di masa depan.”

Menurutnya, perubahan zaman menuntut perubahan cara berpikir. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kemampuan mengelola uang dengan bijak bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan keterampilan hidup yang akan menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime: Minat RWA di Indonesia Meningkat, Ondo Finance Beberkan Faktor Pendorongnya

Bittime mencatat transaksi Tokenized US Stocks tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026, seiring meningkatnya minat investor Indonesia terhadap Real World Assets (RWA) dan aset digital global. Ondo Finance menilai pertumbuhan RWA didorong kebutuhan investor terhadap aset yang transparan, aman, dan berkualitas, sementara kepastian regulasi menjadi faktor penting bagi perkembangan RWA di Indonesia.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat peningkatan transaksi Tokenized US Stocks pada Juli 2026. Peningkatan tersebut sebesar 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026.

Tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis blockchain dan sejalan dengan perkembangan pasar Real World Assets (RWA) yang terus bertumbuh di tingkat global.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, mengatakan nilai pasokan stablecoin global kini telah mencapai sekitar US$300 miliar, sementara nilai pasar RWA telah menyentuh US$30 miliar. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan aset yang ditokenisasi, termasuk Tokenized US Stock.

Minat Investor Indonesia terhadap RWA Terus Meningkat

Menurut Rania, pertumbuhan RWA didorong oleh perubahan perilaku investor yang kini semakin selektif dalam memilih instrumen investasi. Investor tidak lagi hanya mengejar imbal hasil tinggi, tetapi juga mulai memperhatikan transparansi, keamanan, serta kualitas aset yang menjadi dasar investasinya.

“Investor kini semakin memahami dari mana imbal hasil berasal dan bagaimana aset tersebut dikelola. Perkembangan stablecoin juga membuka jalan bagi tokenisasi aset lain seperti US Treasury dan saham Amerika Serikat,” ujar Rania.

Rania menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pasar penting bagi perkembangan RWA di Asia Tenggara. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor sekaligus membuka ruang bagi inovasi di industri aset digital.

“Indonesia memiliki pendekatan regulasi yang cukup progresif dibandingkan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Kehadiran platform aset digital yang telah berizin menunjukkan komitmen regulator dalam membangun ekosistem yang sehat sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk mengakses inovasi seperti Tokenized US Stock,” katanya.

Bittime Perluas Akses Tokenized US Stock

Bittime menilai pandangan Ondo Finance tersebut menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan industri aset digital global. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan kepastian regulasi dan meningkatnya minat investor menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan RWA di Indonesia.

“Kami sependapat bahwa kepastian regulasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri. Dengan ekosistem yang semakin matang serta regulasi dan pengawasan yang semakin kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar utama RWA di kawasan,” ujar Ryan.

Ryan mengatakan tren global tersebut juga mulai tercermin pada aktivitas pengguna Bittime. Transaksi Tokenized US Stocks di Bittime tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026, menunjukkan meningkatnya minat investor lokal terhadap aset global.

Sejalan dengan meningkatnya minat tersebut, kolaborasi Bittime dan Ondo Finance saat ini telah menghadirkan 20 Tokenized US Stocks di Bittime. Beberapa di antaranya mencakup SpaceX (SPCXON), Coinbase (COINON), AMD (AMDON), Amazon (AMZNON), dan Microsoft (MSFTON).

“Pertumbuhan transaksi Tokenized US Stocks sebesar 2,5 kali lipat menunjukkan meningkatnya minat investor lokal terhadap aset global. Lima Tokenized US Stocks yang paling banyak diminati di Bittime adalah SPCX, NVDA, CRCL, MSTR, dan AAPL,” kata Ryan.

Ryan menambahkan, meningkatnya aktivitas perdagangan tersebut juga didukung fitur Flexible Earn dengan hadiah hingga 7% untuk Tokenized AI Stocks. 

Ryan mengatakan Bittime akan terus mengembangkan ekosistem investasi digital agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan investasi melalui aset digital, seperti Tokenized US Stock, serta fitur spot, futures, dan staking dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK.

“Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses peluang investasi global secara lebih mudah, aman, dan bertanggung jawab,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan Harga Emas (XAUUSD) Setelah Reli Dua Bulan

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi pada perdagangan hari Kamis (13/8). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang koreksi jangka pendek mulai terlihat setelah harga gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting. Meski demikian, prospek emas (XAUUSD) secara fundamental masih relatif positif karena permintaan terhadap aset safe haven tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pelaku pasar perlu mencermati sinyal teknikal yang mulai menunjukkan pelemahan, sembari tetap memperhatikan perkembangan faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga.

Dalam kajian teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame H4 memperlihatkan indikasi bahwa momentum bullish mulai kehilangan tenaga. Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah terjadinya false break pada area resistance 4.433. Harga sempat menembus level tersebut, tetapi tidak mampu bertahan dan akhirnya kembali bergerak di bawah resistance. Pola seperti ini sering diartikan sebagai indikasi bahwa tekanan beli mulai melemah dan pasar belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melanjutkan reli dalam waktu dekat.

Menurut Geraldo Kofit, kegagalan harga mempertahankan posisi di atas resistance membuka peluang terbentuknya pola Double Top, yaitu salah satu pola pembalikan arah yang cukup sering digunakan dalam analisis teknikal. Pola tersebut muncul ketika harga dua kali gagal melewati level puncak yang sama, sehingga mengindikasikan mulai berkurangnya dominasi buyer. Apabila pola ini terkonfirmasi melalui pergerakan harga berikutnya, maka peluang koreksi diperkirakan akan semakin besar.

Selain pola harga, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang mendukung skenario pelemahan. Dalam analisis Dupoin Futures, indikator tersebut menunjukkan potensi Bearish Divergence, yakni kondisi ketika harga masih berada di area tinggi tetapi momentum pada indikator justru mulai menurun. Perbedaan arah antara harga dan indikator tersebut umumnya menjadi tanda bahwa tren naik mulai kehilangan kekuatan sehingga risiko koreksi dalam jangka pendek meningkat.

Dengan mempertimbangkan beberapa sinyal teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) berpeluang bergerak turun menuju area support 4.359 hingga 4.313. Zona tersebut dipandang sebagai area penting yang berpotensi menjadi tempat munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan respons harga ketika memasuki area support tersebut sebelum menentukan strategi transaksi berikutnya.

Meskipun peluang koreksi mulai terbuka, Dupoin Futures menilai bahwa pelemahan yang berpotensi terjadi masih bersifat teknikal dan belum menjadi sinyal perubahan tren utama. Koreksi seperti ini merupakan bagian yang wajar setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Selama tidak terjadi perubahan besar pada sentimen pasar maupun struktur teknikal jangka menengah, peluang tren bullish untuk kembali berlanjut masih tetap ada.

Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari perkembangan ekonomi global. Salah satu sentimen positif datang dari data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Hasil tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter menjadi kabar baik bagi emas karena dapat mengurangi tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain faktor inflasi, kondisi geopolitik juga masih menjadi pendorong utama permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, masih menjadi perhatian investor internasional. Risiko terhadap kelancaran distribusi energi global membuat sebagian pelaku pasar tetap memilih menempatkan dana pada instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas (XAUUSD).

Dupoin Futures juga menyoroti bahwa harga emas (XAUUSD) masih berada di level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tren jangka menengah masih memiliki fondasi yang cukup kuat meskipun dalam jangka pendek muncul peluang aksi ambil untung atau profit taking. Kondisi seperti ini lazim terjadi setelah harga mengalami reli yang cukup panjang dan mencapai area resistance penting.

Ke depan, perhatian pasar diperkirakan masih akan tertuju pada perkembangan kebijakan The Fed, arah pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik global. Ketiga faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama apakah koreksi yang terjadi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Selain itu, perubahan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga tetap menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi minat investor terhadap emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas (XAUUSD) masih didukung oleh fundamental yang relatif positif berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga dan tetap tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Namun, dari sisi teknikal, munculnya false break di area 4.433, potensi pola Double Top, serta sinyal Bearish Divergence pada indikator Stochastic menunjukkan bahwa ruang koreksi dalam jangka pendek semakin terbuka. Oleh karena itu, Dupoin Futures memproyeksikan emas (XAUUSD) berpotensi menguji area support 4.359 hingga 4.313 sebelum pasar kembali menentukan arah tren berikutnya. Trader dan investor disarankan tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko serta mencermati konfirmasi pergerakan harga agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Aplikasi Kasir POST Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional Bisnis

Aplikasi POS yang tepat membantu UMKM mengelola transaksi, stok, dan laporan secara lebih efisien. Pilih sistem yang mudah digunakan, fleksibel, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis.

Digitalisasi mendorong semakin banyak pelaku UMKM beralih dari pencatatan manual ke aplikasi POS (Point of Sale) untuk mengelola operasional bisnis. Tidak hanya membantu mencatat transaksi, sistem POS kini mampu mengelola stok, menerima pembayaran digital, hingga menyajikan laporan penjualan secara real-time dalam satu platform.

Bagi UMKM, penggunaan aplikasi POS membantu mengurangi kesalahan pencatatan, mempercepat proses transaksi, serta memudahkan pemilik usaha memantau kondisi bisnis tanpa harus selalu berada di lokasi.

Efisiensi Operasional Jadi Alasan Utama Adopsi POS

Kebutuhan bisnis yang terus berkembang membuat sistem manual semakin sulit dipertahankan, terutama ketika jumlah transaksi meningkat atau usaha mulai membuka cabang baru. Dengan aplikasi POS berbasis cloud, data transaksi, stok, dan laporan dapat terhubung dalam satu dashboard sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Selain itu, dukungan pembayaran digital seperti QRIS, laporan otomatis, serta kemampuan berjalan secara offline menjadi fitur yang semakin dibutuhkan pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari retail, kuliner, salon, hingga laundry.

Memilih POS yang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Selain fitur, pelaku UMKM juga perlu mempertimbangkan model harga dan kemudahan penggunaan. Sistem yang mudah dioperasikan, fleksibel mengikuti pertumbuhan bisnis, serta memiliki dukungan pelanggan yang responsif akan membantu proses digitalisasi berjalan lebih lancar.

Bagi bisnis yang berencana melakukan ekspansi, model harga berbasis paket (tier) juga dinilai lebih efisien dibanding biaya tambahan untuk setiap outlet baru.

Teknologi yang Mendukung Pertumbuhan UMKM

Pemanfaatan aplikasi POS bukan lagi sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi menjadi investasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Dengan data yang lebih akurat dan operasional yang terintegrasi, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POST menghadirkan aplikasi POS yang dirancang untuk UMKM, retail, dan bisnis F&B. Melalui satu platform, pelaku usaha dapat mengelola transaksi, stok, pembayaran QRIS, hingga laporan penjualan secara real-time dengan sistem yang mudah digunakan dan siap mendukung bisnis bertumbuh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

JAKARTA – Indonesia memiliki cadangan emas yang besar dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral. Posisi strategis ini mampu menjadi tonggak kedaulatan mineral nasional dengan tata kelola yang optimal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik mencapai sekitar 190-200 ton per tahun. Namun, besarnya potensi cadangan emas saat ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pasokan emas yang masuk melalui jalur formal. Pasokan emas dari jalur formal baru berada di kisaran 53,5-86,2 ton per tahun.
Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan rantai pasok emas nasional ke dalam sistem yang formal, transparan, dan terstandardisasi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, salah satu persoalan yang masih ditemukan dalam tata kelola emas nasional adalah adanya penjualan emas yang terindikasi ilegal.
“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” kata Tri dalam dalam forum MINDialogue: Komoditas untuk Negeri, Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan pertambangan rakyat memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pasokan emas nasional. Produksi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai 50-120 ton per tahun, atau mendekati volume pasokan yang berasal dari jalur formal.
Tri mengatakan pemerintah tengah berupaya memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat dengan memfasilitasi penambang yang selama ini teridentifikasi sebagai penambang liar untuk memperoleh izin melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
“Nah untuk ke depan seperti apa, untuk perbaikan tata kelola dan lain sebagainya sebetulnya untuk kementerian ESDM mencoba untuk memfasilitasi adanya penambang yang teridentifikasi sebagai penambang liar untuk diberikan izin melalui mekanisme IPR,” tambah Tri.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, tantangan Indonesia bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kekayaan sumber daya alam mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa.
“Hampir semua diversifikasi sumber daya kita ada, sumber daya alam ya. Kita punya gas, kita punya minyak, di apa sektor maritim, agrikultur, hampir semua range ada dan kita juga punya apa namanya kekuatan stok cadangan yang sangat mumpuni. Tetapi persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan value yang lebih besar terhadap kekuatan sumber daya alam yang kita miliki,” kata Todotua.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menilai pengelolaan cadangan mineral, khususnya emas, bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurut dia, pengelolaan mineral juga berkaitan dengan kepentingan nasional dalam menjaga keamanan, kedaulatan, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” terang Maroef.
Menurut Maroef, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam tata kelola emas nasional. Hal itu mencakup pengelolaan pertambangan rakyat, keterlacakan (traceability) rantai pasok bijih, hingga penguatan ekosistem perdagangan hasil tambang agar terhubung dengan jalur formal.
MIND ID menilai pembenahan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sinergi lintas institusi, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Transformasi tata kelola cadangan mineral, kata Maroef, perlu dilakukan di setiap simpul utama proses bisnis pertambangan, mulai dari sektor hulu, menengah (midstream), hingga hilir.
Di sektor hulu, MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR yang didukung harmonisasi regulasi dan pembinaan teknis secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan rakyat berjalan lebih tertib dan aman sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara di sektor menengah (midstream), pengolahan bijih perlu diperkuat melalui kehadiran lembaga agregator berbadan hukum yang mampu menjamin keterlacakan rantai pasok menuju sistem formal.
Melalui skema tersebut, perusahaan yang ditunjuk dapat berperan sebagai pembina teknis sekaligus pembeli siaga (offtaker) untuk memastikan hasil tambang memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Penguatan tata kelola dari hulu hingga midstream selanjutnya diharapkan meningkatkan pasokan bahan baku yang masuk ke rantai pasok formal. Hal ini akan memperkuat produktivitas industri pengolahan dan pemurnian emas nasional, memperluas akses masyarakat terhadap produk emas yang terstandardisasi, serta mendukung penguatan ekosistem bullion nasional.
MIND ID meyakini perbaikan tata kelola emas tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memastikan kekayaan emas Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola emas nasional menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan rantai pasok yang terhubung secara legal, transparan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Indonesia dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjaga nilai strategis kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kedaulatan negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

ATI Tekankan Pentingnya Penyempurnaan Regulasi untuk Menjaga Keseimbangan antara Kualitas Pelayanan, Kepastian Investasi, dan Keberlanjutan Infrastruktur.

Jakarta (12/08), Upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memperbesar peran swasta membutuhkan dukungan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi menjadi salah satu faktor kunci agar investasi di sektor jalan tol tetap menarik, sekaligus memberikan kepastian dalam perencanaan dan pengambilan investasi jangka panjang bagi investor.

Hal tersebut yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Rabu (12/8). FGD ini membahas berbagai isu strategis dalam pengusahaan jalan tol sekaligus membuka ruang dialog konstruktif, strategis dan solutif antara lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi, termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol yang optimal bagi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama. FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” ujar Dody.

Pembahasan dalam FGD mencakup berbagai topik termasuk investasi jalan tol yang bankable dan sustainable, kepastian dalam pengusahaan, konsistensi terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), mekanisme penyesuaian tarif, penerapan prinsip fair risk sharing, serta pengelolaan berbagai perubahan dan dinamika usaha yang menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kepercayaan investor dan lembaga pembiayaan. Berbagai isu seperti integrasi jalan tol, pemanfaatan ruang milik jalan tol, TIP, hingga penerapan MLFF juga dibahas secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kondisi jaringan, kebutuhan pelayanan, struktur pembiayaan, dan keberlanjutan investasi.

Mantan Kepala BAPPENAS dan Menteri Keuangan Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., yang sekarang menjabat sebagai Dean & CEO ADB Institute mengatakan bahwa pembangunan jalan tol memiliki manfaat ekonomi yang jauh lebih luas dari sekadar penyediaan infrastruktur transportasi.

“Di tengah kebutuhan pembangunan yang besar dan ruang fiskal yang perlu dikelola secara optimal, keterlibatan swasta menjadi semakin penting. Karena itu, kita perlu membangun model pembiayaan dan ekosistem pengusahaan yang mampu menarik investasi jangka panjang, sekaligus memastikan manfaat pembangunan jalan tol dapat dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian secara luas,” ucap Bambang.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Dr. M. Chatib Basri, Visiting Scholar di Harvard CID dan Visiting Professor in Practice di London School of Economics memberikan tanggapannya. Menurutnya di tengah kondisi APBN yang sangat ketat saat ini, partisipasi swasta dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur akan menjadi sangat penting.

“Sangat boleh jadi, APBN kita tidak memiliki ruang, bukan saja untuk membiayai infrastruktur, tetapi juga untuk memberikan insentif fiskal bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati dan mengikat dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan pemegang konsesi. Terlebih lagi, untuk menarik investor asing yang punya kebebasan memilih untuk menempatkan modalnya di mana saja, tentunya kita harus dapat memberikan penawaran yang lebih menarik dibandingkan negara lain,” jelas Chatib Basri.

Di sisi lain, Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., juga turut memberikan pandangannya dalam FGD ini.

“Pengembangan jaringan jalan tol memberikan manfaat ekonomi yang besar, dan manfaat tersebut meningkat sebanding dengan skala jaringan yang terbangun. Namun laju realisasi pembangunan saat ini masih jauh dibawah kebutuhan untuk mencapai target tersebut. Karena kebutuhan modalnya melampaui kapasitas pembiayaan publik, percepatan pembangunan bergantung pada peran swasta. Karena itu, mendorong ekosistem jalan tol yang sehat menjadi penting agar peran swasta dapat dioptimalkan secara berkesinambungan” ujar Yudhistira.

Saat ini, panjang jaringan tol beroperasi melebihi 3.115 km dengan nilai akumulasi investasi yang menembus Rp668 triliun hingga diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun, oleh karenanya industri jalan tol memegang peran vital sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, pengembangan industri jalan tol perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa industri jalan tol kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus berjalan selaras dengan keberlanjutan iklim investasi melalui penyelarasan arah kebijakan bersama.

“Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif. Pada akhirnya, dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi yang baik, kita ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri. Forum hari ini merupakan langkah awal yang perlu kita tindak lanjuti secara konkret, baik melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan,” ujar Rivan.

Pelaksanaan FGD ini mempertegas peran ATI sebagai mitra strategis Pemerintah dalam membangun iklim investasi jalan tol yang sehat dan transparan. ATI berkomitmen menciptakan ekosistem jalan tol yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun industri sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi, Tandatangani MoU dengan 11 Mitra Strategis di Lampung

Bandar Lampung, 12 Agustus 2026 – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mengokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah ini tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, pada Rabu (12/8/2026).

MoU tersebut ditandatangani oleh Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman.

Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare

Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa kolaborasi multipihak ini merupakan wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa.

“Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Denaldy.

Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Denaldy.

Komitmen Penuh PTPN I (Persero) dalam Implementasi Program

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.

“Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan,” kata Arif.

Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sribu dan Sudin PPAPP Jakarta Utara Dorong Perempuan Lebih Berdaya di Era Digital

JAKARTA — Sekitar 60 kader PKK, kader Dasawisma, dan pengelola RPTRA Kelurahan Penjaringan mengikuti edukasi pemanfaatan teknologi dan media digital yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (21/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sribu turut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk memanfaatkan dunia digital secara lebih produktif.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Lantai 3 Kelurahan Penjaringan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang edukatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai marketplace jasa digital yang mempertemukan bisnis dengan freelancer profesional di Indonesia, Sribu.com hadir melalui sesi “Perempuan Berdaya di Era Digital” yang dibawakan oleh Sribu Care Manager, Melinda Milenia Puspita. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai kebutuhan digital yang dapat menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, mulai dari desain branding, pengelolaan media sosial, pembuatan website, hingga kebutuhan digital bagi usaha kecil.

Sribu kemudian membawa pembahasan tersebut ke dalam praktik. Peserta diajak membuat konten berdasarkan berbagai kebutuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus belajar menyusun informasi agar lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan.

Tema yang diberikan mencakup Posyandu Balita, kerja bakti, pencegahan demam berdarah, pola hidup sehat, gerakan bank sampah, kegiatan 17 Agustus, edukasi gizi seimbang, hingga promosi UMKM warga.

Menurut Melinda Milenia Puspita, Sribu Care Manager, kemampuan digital tidak harus dimulai dari keterampilan yang rumit. Yang lebih penting adalah keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan mencoba memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan yang nyata.

“Perempuan yang berdaya bukanlah mereka yang tahu segalanya, melainkan mereka yang berani terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang,” ujar Melinda.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana keterampilan digital dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas di lingkungan mereka. Bagi kader PKK, Dasawisma, dan pengelola RPTRA, kemampuan membuat konten dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada warga, mempublikasikan kegiatan, mengedukasi masyarakat, hingga membantu memperkenalkan UMKM di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menghadirkan Harry Yassir Elhadidy Siregar, Kasubtim Kemitraan Lembaga Strategis, Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Kementerian Komunikasi dan Digital, yang membawakan materi “Bersuara & Berdaya: Merangkai Cerita Untuk Informasi 3E+1N Menjadi Konten Kreator Edukatif Bukan Provokatif.” Materi tersebut memberikan pembekalan tentang penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Ia mendorong kader PKK dan Dasawisma untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi pencipta dan penyebar konten positif yang mendukung komunikasi, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Bagi Sribu, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan keterampilan digital melalui pengalaman yang dapat langsung diterapkan. Dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi, perempuan diharapkan dapat memanfaatkannya bukan hanya untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk belajar, berkarya, mendukung kegiatan masyarakat, serta melihat peluang baru yang dapat dikembangkan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri digital, edukasi seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak perempuan untuk berani belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan peran mereka di ruang digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES