Perkuat Proposisi Asuransi Syariah Makin Relevan, CCMO Prudential Syariah Raih Indonesia Best CCMO Award 2026.

Di tengah pergeseran perilaku konsumen dan percepatan digitalisasi, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) terus menghadirkan pendekatan pemasaran yang relevan dan berdampak bagi keluarga Indonesia. Pendekatan tersebut memperoleh pengakuan melalui Indonesia Best CMO Awards 2026 yang diberikan kepada Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, untuk kategori Best Chief Marketing Officer 2026 in Expanding Financial Protection through Innovative Sharia Insurance Products and Customer Engagement. 

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah mengatakan, “Penghargaan ini mencerminkan cara kami memaknai pemasaran, yaitu menghubungkan nilai-nilai syariah dengan kebutuhan nyata keluarga Indonesia. Bagi kami, pemasaran bukan hanya tentang membangun merek, tetapi tentang hadir di keseharian masyarakat, sehingga asuransi syariah terasa relevan, dekat, dan bermakna.” 

Di bawah kepemimpinannya, Prudential Syariah menempati posisi No.1 dalam Brand Preference1  dan kepercayaan peserta berdasarkan rekomendasi (rNPS) 2. Capaian ini didorong pendekatan yang memadukan inovasi produk dengan keterlibatan komunitas secara online dan offline. Melalui #1 Family Fest, Prudential Syariah mengamplifikasi kampanye “Janji, Jadi Nyata” yang mengajak keluarga Indonesia mewujudkan janji kepada orang-orang terdekat, lewat pengalaman langsung berupa aktivitas keluarga, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi. Sementara Festival 1.000 Berkah bersama Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar menjangkau sekitar 30.000 pengunjung selama Ramadan. 

Kehadiran ini diperkuat secara permanen melalui Satu Social Space, ruang literasi lintas generasi sekaligus etalase UMKM di kawasan Masjid Agung Al-Azhar. Bersama organisasi muslim, universitas, dan komunitas, serta diperluas secara digital lewat Sharia Knowledge Centre (SKC), lebih dari 1 juta individu telah menerima manfaat program literasi dan inklusi keuangan syariah sepanjang 2025. Konsistensi ini turut diakui melalui penghargaan OMNI Brands of the Year 2026 kategori Online–Offline Community Engagement. 

Pendekatan serupa diterapkan pada sisi layanan. Melalui PRUServices, peserta dapat mengelola polis, mengajukan klaim, dan memantau statusnya secara mandiri, sementara program loyalitas PRUPoints mengapresiasi keterlibatan sekaligus menjadi kanal umpan balik peserta. Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) turut memperkuat efisiensi proses, khususnya mempercepat penanganan klaim, sehingga pengalaman peserta semakin cepat dan seamless. 

“Ke depan, kami akan terus memperkuat pendekatan yang selalu berangkat dari kebutuhan peserta dan komunitas, agar manfaat perlindungan syariah semakin luas dirasakan keluarga Indonesia,” ujar Vivin. 

Indonesia Best CMO Awards 2026 mengusung tema “Accelerating Business Growth Through Intelligent Marketing and Digital Innovation,” dengan penilaian mencakup dampak terhadap pertumbuhan bisnis, kreativitas strategi pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta kekuatan merek di pasar. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Swarga Suites Bali Berawa Menandai Satu Dekade Perjalanan dan Pertumbuhan di Berawa

Canggu, 31 Agustus 2026 – Swarga Suites Bali Berawa merayakan ulang tahun ke-10 tahun ini, sekaligus merefleksikan satu dekade pertumbuhan, perkembangan pengalaman tamu, serta komitmen yang berkelanjutan dalam menghadirkan keramahan khas Bali di salah satu destinasi pesisir Bali yang terus berkembang.

Berlokasi di sepanjang Pantai Berawa, Swarga Suites Bali Berawa telah tumbuh bersama kawasan tersebut selama sepuluh tahun terakhir. Seiring Berawa berkembang menjadi destinasi yang dinamis untuk berbagai pengalaman rekreasi, kuliner, dan gaya hidup, Swarga terus mengembangkan berbagai penawarannya dengan tetap mempertahankan suasana tepi pantai serta karakter tropis yang santai sebagai bagian dari identitas properti.

Satu Dekade Bertumbuh Bersama Berawa

Selama satu dekade terakhir, Swarga Suites Bali Berawa terus memperkuat identitasnya sebagai hotel all-suite di tepi pantai, yang menawarkan lebih dari sekadar tempat menginap. Suite yang luas, lingkungan tropis, akses langsung ke pantai, pengalaman bersantap, fasilitas wellness, serta berbagai ruang untuk bersantai berpadu untuk menciptakan pengalaman yang berfokus pada relaksasi dan ritme alami kehidupan pesisir Bali.

Konsep all-suite tetap menjadi bagian utama dari identitas Swarga, menghadirkan akomodasi yang luas bagi tamu yang mengutamakan kenyamanan, privasi, dan pengalaman menginap yang lebih santai. Selain akomodasi, Swarga juga terus mengembangkan beragam pengalaman di dalam properti, mulai dari wellness dan kuliner hingga momen bersantai di area swimming pool dan pantai.

Ruang-ruang seperti Luh Arum Spa, Moon Rooftop Light Bar, Ketumbar Bistro & Bar, swimming pool, sundeck, dan beachfront garden mencerminkan pendekatan Swarga dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang lebih menyeluruh, dengan memadukan berbagai elemen pengalaman Bali dalam satu destinasi.

Seiring dengan perubahan preferensi tamu dan perkembangan kawasan di sekitarnya, Swarga juga terus beradaptasi dengan menghadirkan cara-cara baru untuk tetap relevan, sekaligus mempertahankan rasa tenang dan keterhubungan dengan Bali yang telah menjadi bagian dari karakter properti sejak awal.

RE:MAXABLE – Where Every Journey Leaves Its Mark

RE:MAXABLE – Where Every Journey Leaves Its Mark merefleksikan perjalanan dan perkembangan Swarga Suites Bali Berawa selama satu dekade terakhir. Tema ini merepresentasikan berbagai pengalaman, perubahan, dan kontribusi yang telah membentuk Swarga hingga menjadi seperti sekarang, sekaligus menjadi refleksi untuk melihat bagaimana Swarga dapat terus berkembang dan menghadirkan pengalaman baru bagi para tamu.

Pencapaian satu dekade ini juga menjadi kesempatan bagi tim Swarga untuk berhenti sejenak dan merefleksikan perjalanan properti. Sepanjang tahun, tim telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk Tirta Yatra pada bulan Juli, kegiatan donor darah pada bulan Agustus, kegiatan apresiasi bagi para associate, serta perayaan ulang tahun internal pada 1 September.

Menyambut Tahap Berikutnya

Mencapai usia sepuluh tahun merupakan sebuah tonggak penting, namun bagi Swarga Suites Bali Berawa, pencapaian ini juga menjadi awal dari babak berikutnya.

Seiring dengan perkembangan Berawa dan perubahan ekspektasi para wisatawan, Swarga tetap berfokus pada pengembangan pengalaman tamu dengan tetap setia pada identitasnya sebagai resor tropis di tepi pantai.

Dekade berikutnya akan dibangun di atas fondasi yang telah terbentuk selama sepuluh tahun terakhir, dengan terus mengembangkan pengalaman akomodasi, kuliner, wellness, dan leisure, sekaligus mempertahankan suasana tepi pantai serta karakter tropis yang menjadi ciri khas Swarga.

RE:MAXABLE – Where Every Journey Leaves Its Mark pada akhirnya merupakan refleksi dari satu dekade pertama Swarga: mengakui bagaimana properti ini telah berkembang, menghargai berbagai pengalaman yang telah membentuk perjalanannya, serta tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan di babak berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Hanya Biaya, Developer Mulai Pertimbangkan Efisiensi dan Ketahanan Sistem Pintu

Biaya tetap menjadi faktor penting dalam proyek konstruksi. Namun, keputusan terhadap komponen bangunan semakin perlu melihat nilai yang diberikan sepanjang masa penggunaan, termasuk ketahanan, kebutuhan perawatan, biaya penggantian, dan performa.

Perubahan cara melihat biaya ini membuat pemilihan komponen bangunan tidak cukup hanya membandingkan harga pembelian awal. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Kemahalan Konstruksi 2025 menghitung biaya konstruksi melalui sejumlah komponen, termasuk harga material, sewa alat berat, dan upah jasa konstruksi. Artinya, biaya konstruksi memang terbentuk dari berbagai komponen, bukan hanya satu biaya pembelian.

Pendekatan yang melihat biaya secara lebih menyeluruh juga semakin mendapat perhatian dalam industri bangunan. Studi yang dipublikasikan Discover Applied Sciences pada Januari 2026, setelah meninjau 51 studi kasus, menemukan adanya peningkatan penggunaan Life Cycle Costing (LCC) untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi berbagai strategi dalam sektor konstruksi bangunan, meskipun penerapannya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Dalam konteks tersebut, sistem pintu menjadi salah satu komponen yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan bangunan, bukan semata harga produk. 

Sistem pintu digunakan secara berulang dan memiliki kebutuhan yang berbeda berdasarkan fungsi serta intensitas penggunaan ruang. Karena itu, aspek seperti durability, maintenance, keamanan, dan kebutuhan penggantian dapat memengaruhi value yang diberikan selama bangunan beroperasi.

“Developer tentu tetap memperhatikan harga. Tetapi harga seharusnya dilihat bersama dengan kebutuhan dan performa sistem. Kalau sebuah produk memiliki harga awal yang lebih rendah tetapi membutuhkan maintenance atau penggantian lebih sering, maka biaya dan value-nya perlu dihitung secara lebih menyeluruh,” ujar Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM).

Menurut Bernardus, pendekatan tersebut penting terutama ketika sistem pintu dipilih sejak tahap perencanaan. Jenis bangunan, frekuensi penggunaan, kebutuhan keamanan, kondisi lingkungan, serta pola operasional perlu menjadi bagian dari spesifikasi agar sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.

“Yang kami lihat, pembahasan mengenai sistem pintu seharusnya tidak berhenti pada produk mana yang paling murah. Pertanyaannya adalah sistem mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan mampu memberikan performa yang dibutuhkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pergeseran perspektif ini menempatkan sistem pintu pada posisi yang lebih strategis dalam proses perencanaan. Bukan berarti harga kehilangan relevansinya, tetapi harga menjadi salah satu bagian dari pertimbangan yang lebih luas mengenai efisiensi, ketahanan, maintenance, dan performa bangunan.

Bagi developer dan tim proyek, pendekatan tersebut dapat membantu memastikan keputusan spesifikasi tidak hanya menjawab kebutuhan saat konstruksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana komponen tersebut akan bekerja selama bangunan digunakan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

JAKARTA – Lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara melekat pada bisnis PTPN I (Persero). Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III (Persero) ini segaris dengan ketersediaan pangan. Sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan. Hadir dengan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern juga menempatkan PTPN I sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer sains kepada masyarakat luas.

Posisi strategis itu mengemuka dalam forum dialog dalam rangka Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Sejumlah tokoh nasional hadir pada peluncuran buku berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara tersebut.

Selain membedah sari pati isi buku, Direktur Utama, alumnus Program Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga menarik benang merah antara PTPN I dan ketahanan negara. Ia menyebut PTPN I, dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran yang luas, dan misi yang humanis, memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan.

Acara doa bersama dan peluncuran buku digelar dalam suasana batin yang khidmat, patriotis, dan religius. Selain diskusi, acara juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif yang memberikan perspektif spiritual yang mendalam.

Paparan isi buku dan visi PTPN I dijelaskan Abdul Rivai Ras sebagai relasi yang sangat kuat. Program Asta Cita Presiden Prabowo, kata Bro Rivai, sapaan akrabnya, sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab setiap insan PTPN I dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya pada aspek ketahanan pangan.

“Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara,” kata Rivai mengutip pernyataan Presiden.

Abdul Rivai Ras juga mengutip beberapa data fundamental dalam buku dan orasinya. Berdasarkan data pemerintah, kata dia, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah juga berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Indonesia juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Keberhasilan tersebut merupakan buah sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, Abdul Rivai Ras mengatakan keberhasilan swasembada pangan harus dipandang sebagai awal untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan melalui penyediaan komoditas utama, penguatan industri hilir, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras jutaan petani, pekebun, peneliti, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I berkomitmen terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” ujar Abdul Rivai Ras.

Ia menegaskan, dinamika global yang dipengaruhi perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

“Pangan hari ini adalah isu strategis bangsa. Ketika pasokan pangan terjaga, masyarakat terlindungi, perekonomian lebih stabil, dan daya tahan negara semakin kuat. Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah bagi agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, memperkuat industri gula nasional, mengembangkan komoditas perkebunan unggulan, serta mendukung ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi,” katanya.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi pangan nasional harus terus didukung melalui penguatan sektor hulu hingga hilir.

Sebagai perusahaan yang mengelola berbagai komoditas strategis nasional, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, dan hilirisasi. Pengembangan perkebunan modern, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan terus menjadi fokus perusahaan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjaga kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, tumbuh harapan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Diperkuat dengan Teknologi AI dan Pengalaman Lebih dari 100 Tahun, Media Info Grup Indonesia Resmi Meluncurkan Layanan Media Intelligence di Indonesia

Media Info Grup resmi meluncurkan layanan media monitoring dan media intelligence di pasar Indonesia melalui acara soft launch yang diadakan di Hotel Gran Mahakam pada tanggal 27 Agustus 2026.

Jakarta, 1 September 2026 – Media Info Grup Indonesia meluncurkan layanan media intelligence dan dashboardnya yang bernama media·web kepada pasar Indonesia. Peluncuran ini ditandai dengan diselenggarakannya acara soft launch di Hotel Gran Mahakam, Jakarta pada tanggal 27 Agustus 2026. Acara ini dihadiri oleh para tamu undangan yang merupakan kalangan profesional dari industri media, public relations, dan sejumlah sektor industri lainnya.

Acara resmi dibuka dengan sambutan khusus melalui video dari Mark Reisz, CEO Media Info Groep, yang menyampaikan pesan mengenai visi dan komitmen Media Info Groep, sebagai kantor pusat di Belanda, dalam memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui Media Info Grup Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Media Info Grup Indonesia, Gwendoline Febby Loedji, yang secara resmi menandai peluncuran layanan di pasar Indonesia.

Media Info Grup Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemantauan media. Perjalanan Media Info Grup Indonesia dimulai di Belanda sekitar 100 tahun lalu sebagai perusahaan kliping koran. Pada tahun 2026 ini, dibekali dengan pengalaman operasional dan portofolio industri selama 100 tahun, Media Info Grup Indonesia menyatakan siap untuk melayani pasar Indonesia dengan kualitas layanan yang tidak kalah profesional dari layanan di Belanda.

“Visi dan misi kami adalah membantu perusahaan-perusahaan atau organisasi-organisasi memahami reputasi mereka melalui pemantauan media yang akurat dan aktual,” ujar Deddy Hermawan, Commercial Lead Media Info Grup Indonesia. “Walaupun kami baru mulai menawarkan layanan di Indonesia, kami sebenarnya sudah berpengalaman sangat lama dalam industri ini, dan pengalaman inilah yang menjadi salah satu hal yang kami kedepankan.”

 

Demonstrasi Dashboard, Info Session, dan Diskusi Panel

Acara ini diisi dengan demonstrasi dashboard media·web yang dipaparkan oleh Deddy Hermawan. Melalui dashboard ini, klien dapat memantau perkembangan pemberitaan yang berhubungan dengan organisasinya secara real-time, serta mengekspor laporan dan hasil analisis pemantauan media secara cepat dan mudah.

Acara juga diisi dengan info session dan diskusi panel dengan tamu utama Arya Gumilar, Direktur PT Datawave Korpora Indonesia sekaligus sebagai praktisi dalam bidang pemasaran dan komunikasi. Diskusi panel juga diikuti oleh Deddy Hermawan, dan juga Ahmad Izzuddin sebagai AI Engineer Media Info Grup Indonesia. Info session dan diskusi ini mengulas bagaimana pemantauan dan analisis media yang didukung dengan teknologi kecerdasan buatan dapat membantu sebuah organisasi memahami dan menjaga reputasinya dengan lebih dalam, serta membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

 

Strategi dan Komitmen Media Info Grup Indonesia

Mulai Agustus 2026 ini, Media Info Grup Indonesia berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pemantauan media di Indonesia dengan metodologi yang sudah dioptimalkan untuk pasar Indonesia. Layanan media monitoring dan media intelligence perusahaan ini diperkuat dengan perangkat lunak kecerdasan buatan yang dibuat dan diimplementasikan oleh tim AI internal Media Info Grup Indonesia sehingga dapat memproses cakupan media yang sangat luas.

Media Info Grup Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperluas cakupan media tersebut. Saat ini, Media Info Grup Indonesia telah mencakup ribuan sumber berita yang tidak terbatas pada media mainstream. Pemantauan dan analisis media yang dilakukan oleh Media Info Grup Indonesia mencakup media cetak, media online, media sosial, radio, dan televisi.

“Salah satu keunggulan kami ialah perpaduan harmonis antara ketelitian dan keahlian manusia dengan kecerdasan buatan. Dengan ini, kami bisa memastikan bahwa hasil pemantauan media kami selalu akurat dan memberikan wawasan mendalam, bukan sekadar banyak,” Ujar Ahmad Izzuddin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

Jakarta, 27 Agustus 2026 –  Oleh-oleh selama ini identik sebagai buah tangan yang membawa pulang kenangan perjalanan. Namun di balik produk yang dibawa wisatawan ke berbagai penjuru dunia, kisah tentang destinasi, budaya, dan masyarakat yang melahirkannya sering kali tidak ikut tersampaikan.

Melihat peluang tersebut, Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 hadir untuk mendorong lahirnya cara baru dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Diinisiasi oleh perusahaan MarTech asal Singapura, HOVARLAY, kompetisi mahasiswa tingkat nasional ini mengajak generasi muda untuk mengubah kemasan oleh-oleh menjadi media storytelling yang interaktif dan relevan dengan era digital.

Kompetisi yang diikuti mahasiswa dari lebih dari 40 perguruan tinggi dan politeknik di seluruh Indonesia ini menantang peserta untuk merancang ulang kemasan oleh-oleh tradisional menjadi pengalaman digital yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat cerita, budaya, hingga warisan suatu destinasi hanya melalui pemindaian menggunakan smartphone.

Inisiatif ini sejalan dengan perubahan tren pariwisata global, di mana wisatawan kini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang lebih autentik dan bermakna. Di saat yang sama, destinasi wisata membutuhkan cara baru untuk tetap terhubung dengan pengunjung bahkan setelah perjalanan mereka berakhir.

Oleh-oleh menjadi salah satu titik interaksi paling berharga dalam pengalaman wisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan wisatawan mancanegara menghabiskan rata-rata US$143 untuk berbelanja dan membeli oleh-oleh selama berkunjung ke Indonesia. Meski memiliki jangkauan yang luas, sebagian besar kemasan oleh-oleh masih berfungsi sebatas wadah produk dan belum mampu menyampaikan cerita mengenai daerah asal, tradisi, maupun komunitas yang berada di baliknya.

Meski demikian, perjalanan sebuah oleh-oleh sering kali tidak berhenti pada wisatawan yang membelinya. Produk tersebut umumnya dibagikan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja, sehingga memperkenalkan Indonesia kepada banyak orang yang bahkan belum pernah berkunjung ke tanah air. Melalui NPEA, para peserta diajak mengeksplorasi bagaimana kemasan yang terhubung dengan teknologi dapat mengubah setiap oleh-oleh menjadi “duta digital” yang tidak hanya menyimpan kenangan perjalanan, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu calon wisatawan di masa depan.

Alih-alih hanya berfokus pada desain yang menarik secara visual, peserta ditantang memilih satu destinasi Indonesia mulai dari tradisi budaya, ikon, kawasan pesisir, hingga komunitas lokal untuk kemudian mengubah kemasan oleh-olehnya menjadi sarana untuk mengenalkan cerita dan budaya lokal. Dengan memanfaatkan platform Augmented Reality (AR) yaitu HOVARLAY, mereka menghadirkan pengalaman digital yang menampilkan kisah lokal, tradisi, karya para perajin, bentang alam, hingga kekayaan budaya yang sulit diwujudkan melalui kemasan konvensional.

Kompetisi ini juga mencerminkan perubahan peran kemasan di era digital. Jika sebelumnya kemasan berfungsi untuk melindungi dan mengidentifikasi produk, kini kemasan mulai berkembang menjadi medium baru untuk membangun interaksi, memperkuat cerita merek, hingga mendukung promosi destinasi wisata.

Karya para peserta dinilai oleh para profesional dari berbagai bidang, termasuk Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Creativeans, Waykambas Branding, SUKA STUDIO, serta sejumlah praktisi yang mewakili industri branding, desain, inovasi ritel, dan teknologi imersif.

Karya para finalis akan dipamerkan dalam NPEA Award Ceremony yang diselenggarakan pada rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 yang digelar HIPPINDO pada 26 – 27 Agustus 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dalam kompetisi ini, para peserta memperebutkan hadiah senilai lebih dari Rp80 juta yang terbagi dalam lebih dari sepuluh kategori penghargaan.

Dalam acara penghargaan, Ashley Hermawan dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berhasil meraih Grand Prize, disusul Olivia Aditya dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai Second Prize, serta Nurrahmah Kansa Aradhana dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai Third Prize.

Selain tiga pemenang utama tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga meraih penghargaan dalam sejumlah kategori lainnya, di antaranya dari Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Universitas Budi Luhur (UBL), dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Penyelenggaraan NPEA 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra industri dan teknologi, termasuk Surya Palacejaya, Pixelindie, dan VR/AR Association (VRARA). Kolaborasi ini mempertemukan keahlian dari sektor kemasan, teknologi kreatif, dan pengalaman imersif untuk membuka peluang baru bagi generasi desainer Indonesia.

“Selama puluhan tahun, oleh-oleh membantu orang mengenang tempat yang pernah mereka kunjungi. Kami percaya oleh-oleh juga dapat membantu calon wisatawan memahami mengapa sebuah destinasi layak untuk dikunjungi. Setiap kemasan memiliki potensi menjadi media bercerita, bukan hanya bagi wisatawan yang membelinya, tetapi juga bagi keluarga dan teman yang menerimanya. Ketika sebuah kemasan mampu menginspirasi seseorang untuk mengenal lebih jauh suatu daerah di Indonesia, bahkan merencanakan kunjungannya sendiri, maka pengalaman wisata sesungguhnya terus berlanjut,” ujar Brian Tay, Co-Founder HOVARLAY.

Mengusung tema “Oleh-Oleh Nusantara, Gifts of the Archipelago”, NPEA 2026 menunjukkan bagaimana desain, teknologi, dan storytelling budaya dapat berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi desainer masa depan menghadapi era connected packaging.

Tentang Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA)

Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 merupakan kompetisi mahasiswa tingkat nasional pertama di Indonesia yang mengajak mahasiswa perguruan tinggi dan politeknik untuk merancang ulang kemasan oleh-oleh tradisional menjadi pengalaman interaktif yang mengangkat destinasi, budaya, dan warisan Nusantara. Melalui teknologi augmented reality berbasis web, peserta mengeksplorasi bagaimana kemasan dapat menjadi medium baru untuk storytelling pariwisata dan keterlibatan budaya.

Informasi lebih lanjut: awards.hovarlay.com 

Tentang HOVARLAY

HOVARLAY merupakan perusahaan MarTech berbasis di Singapura yang mengubah berbagai titik interaksi di dunia nyata, mulai dari kemasan produk, ruang ritel, hingga materi cetak, menjadi pengalaman digital interaktif yang dapat diukur melalui platform augmented reality berbasis web tanpa kode (no-code). Dengan menghadirkan pengalaman imersif tanpa memerlukan aplikasi tambahan, HOVARLAY membantu berbagai organisasi memperkuat storytelling, meningkatkan engagement, serta memperoleh insight yang lebih mendalam dari audiens mereka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HeroPlay Dorong Kompetisi Gaming Lintas Kota melalui HeroPlay City Battle Edisi September

HeroPlay membawa pengalaman gaming kasual ke dalam kompetisi lintas kota melalui gim Burger Maker

Jakarta, 1 September 2026 – HeroPlay kembali menghadirkan HeroPlay City Battle, rangkaian kompetisi gaming yang mengajak pemain dari 38 ibu kota provinsi di Indonesia untuk berkompetisi melalui gim kasual. Memasuki Edisi September, Burger Maker menjadi gim yang dipertandingkan dalam kompetisi yang berlangsung sejak 31 Agustus hingga 4 Oktober 2026.

Berbeda dari pengalaman bermain kasual pada umumnya, HeroPlay City Battle menghadirkan elemen persaingan melalui leaderboard yang memungkinkan pemain mengejar skor sekaligus membawa nama kota mereka dalam kompetisi. Format ini dirancang untuk membuat pengalaman kompetisi gaming lebih mudah diakses, tidak terbatas pada pemain profesional maupun komunitas competitive gaming.

Kehadiran HeroPlay City Battle sejalan dengan besarnya basis pemain gim di Indonesia. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia memiliki lebih dari 154 juta pemain gim dan menempati peringkat keempat dunia dalam jumlah pemain gim. Besarnya basis pemain tersebut menunjukkan potensi gaming sebagai bagian dari ekosistem hiburan digital sekaligus industri ekonomi kreatif nasional.

Format kompetisi ini membawa elemen persaingan ke dalam pengalaman gaming yang lebih kasual dan mudah diakses. Pemain tidak hanya mengejar skor pribadi, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam persaingan yang lebih luas melalui leaderboard dan membawa nama kota mereka ke dalam kompetisi.

“Dengan besarnya jumlah pemain gim di Indonesia, kami melihat peluang untuk membuat pengalaman kompetisi gaming yang tidak terbatas pada pemain profesional atau komunitas competitive gaming. HeroPlay City Battle mencoba membawa kompetisi lebih dekat ke keseharian pemain melalui game yang mudah diakses, leaderboard yang mendorong partisipasi, dan kesempatan untuk mewakili kota masing-masing. Bagi kami, ini adalah cara untuk melihat bagaimana gaming kasual dapat berkembang menjadi pengalaman yang lebih sosial dan kompetitif,” ujar Tom Lapping, CEO SportsHero.

Format kompetisi berbasis kota tersebut hadir di tengah besarnya potensi pasar gaming Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indonesia merepresentasikan sekitar 40% dari total pemain gim di Asia Tenggara, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pemain gim terbesar keempat di dunia.1

Sementara itu, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada awal 2026, 28,3% pengguna internet di Indonesia bermain online game, dengan 42,7% pemain menghabiskan 1-2 jam per hari untuk bermain. Survei tersebut melibatkan 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi Indonesia.2

Dari sisi ekonomi, potensi industri hiburan digital Indonesia juga terus berkembang. Menurut laporan terbaru PwC Global Entertainment & Media Outlook 2026–2030, pasar entertainment and media Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$31,7 miliar pada 2025 menjadi US$42,9 miliar pada 2030, dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 6,2%. Proyeksi tersebut mencerminkan terus berkembangnya konsumsi digital dan ekosistem entertainment di Indonesia.3

Di tengah pertumbuhan tersebut, kompetisi gaming juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong keterlibatan pemain secara lebih aktif. Alih-alih hanya menyelesaikan satu sesi permainan, sistem leaderboard memberikan motivasi bagi pemain untuk kembali bermain, mengejar skor yang lebih tinggi, dan mempertahankan posisi mereka selama periode kompetisi.

Burger Maker dapat dimainkan langsung melalui browser di website HeroPlay tanpa perlu mengunduh game secara terpisah. Dengan model subscription HeroPlay, pemain dapat menikmati pengalaman bermain tanpa iklan, sehingga dapat lebih fokus pada permainan dan pencapaian skor. Pemain tetap membutuhkan koneksi internet untuk mengikuti kompetisi.

Selama HeroPlay City Battle Edisi September, pemain dapat memainkan Burger Maker dan mengumpulkan skor untuk bersaing di leaderboard. Kompetisi berlangsung dari 31 Agustus hingga 4 Oktober 2026, dengan hadiah harian berupa voucher GoPay senilai Rp20.000 untuk peringkat pertama dan hadiah mingguan berupa Smart Band untuk peringkat pertama mingguan.

Dengan menjangkau pemain dari berbagai ibu kota provinsi, HeroPlay City Battle Edisi September diharapkan dapat memperluas keterlibatan dalam kompetisi gaming sekaligus menghadirkan pengalaman yang menghubungkan pemain dari berbagai wilayah Indonesia melalui permainan yang mudah diakses.

Setelah Burger Maker, HeroPlay City Battle akan berlanjut dengan game berbeda pada edisi-edisi berikutnya hingga akhir 2026, sebagai bagian dari upaya HeroPlay untuk membangun pengalaman gaming yang lebih kompetitif, engaging, dan inklusif bagi pemain di Indonesia.

HeroPlay City Battle Edisi September dapat diikuti melalui website mainhero.id.

Sumber : 

1 Kementerian Komunikasi dan Digital – IGDX 2025 

2 Databoks – 7 Game Online yang Sering Diakses Warga RI Awal 2026

3 PwC – Global Entertainment & Media Outlook 2026–2030

—SELESAI—

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dubes India Sandeep Chakravorty Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia melalui BRICS dalam IIFA Discussion

Jakarta — Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan pentingnya memperkuat keterlibatan strategis India dan Indonesia melalui BRICS menjelang penyelenggaraan KTT BRICS ke-18. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Senin (31/8/2026).

Duta Besar Chakravorty menghadiri IIFA Discussion Series ke-10 bertajuk “BRICS in a Fragmented World: How India and Indonesia Can Ensure Strategic Engagement and Foster Practical Cooperation” yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Foreign Affairs (IIFA) di UIII. Diskusi tersebut menjadi forum pengantar menjelang KTT BRICS yang akan diselenggarakan di India tahun ini.

Dalam sambutannya, Duta Besar Chakravorty menyoroti pentingnya diskusi tersebut di tengah persiapan India sebagai tuan rumah KTT BRICS ke-18, terutama ketika tatanan global menghadapi fragmentasi dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat.

Duta Besar Chakravorty juga menyampaikan apresiasinya kepada UIII yang telah menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Ia menekankan pentingnya mempertemukan pembuat kebijakan, diplomat dan akademisi dari kedua negara untuk membahas bagaimana India dan Indonesia dapat bekerja sama dalam kerangka BRICS.

Membahas Peran India dan Indonesia dalam BRICS

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan penting dari India dan Indonesia, termasuk BRICS Sherpa India sekaligus Secretary (Economic Relations) Shri Sudhakar Dalela, Tri Tharyat dan Tri Purnajaya dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Teguh Yudo Wicaksono dari UIII, serta Dr. Samir Saran, President of Observer Research Foundation (ORF) India.

Forum tersebut membahas bagaimana India dan Indonesia dapat memanfaatkan posisi bersama mereka di BRICS untuk memperkuat keterlibatan strategis sekaligus mengembangkan berbagai bidang kerja sama yang bersifat praktis.

Duta Besar Chakravorty menilai diskusi tersebut berlangsung pada momentum penting bagi BRICS, seiring dengan terus berkembangnya kelompok tersebut di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global. Bagi India dan Indonesia, BRICS menjadi platform tambahan untuk mendorong kepentingan bersama sekaligus memperkuat kerja sama yang lebih luas di antara negara-negara Global South.

Diskusi juga mengeksplorasi sejumlah bidang yang memiliki potensi kuat untuk kerja sama India-Indonesia, termasuk kesehatan, mineral kritis, material tanah jarang, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok yang tangguh.

Bidang-bidang tersebut mencerminkan kesamaan prioritas pembangunan kedua negara dan dapat membuka peluang untuk menerjemahkan keterlibatan strategis menjadi kerja sama yang lebih konkret.

BRICS sebagai Platform bagi Kerja Sama Global South

Salah satu pesan utama yang muncul dalam diskusi adalah bahwa BRICS tidak semestinya dipahami semata-mata sebagai sebuah blok atau instrumen bagi negara-negara untuk memilih pihak di tengah persaingan geopolitik global.

Sebaliknya, BRICS dapat menjadi ruang bagi negara-negara Global South untuk memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk norma internasional serta menjawab berbagai tantangan pembangunan bersama.

Diskusi tersebut juga menyoroti potensi India dan Indonesia untuk berkontribusi pada agenda BRICS yang lebih praktis dan inklusif, khususnya melalui kerja sama yang didasarkan pada prioritas pembangunan dan industrialisasi masing-masing negara.

Dr. Philips Vermonte, Dekan Political Science UIII, merangkum agenda yang lebih luas bagi India dan Indonesia melalui tiga prioritas, yakni Diversifikasi Pilihan, Agenda Pembangunan dan Transformasi Digital.

Bagi Duta Besar Chakravorty, diskusi di UIII menjadi kesempatan untuk membawa perspektif India dan Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas mengenai BRICS serta mengeksplorasi bagaimana kedua negara dapat membangun keterlibatan strategis yang lebih kuat di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.

IIFA Discussion Series ke-10 mempertemukan pembicara dan peserta dari kedua negara untuk membahas bagaimana BRICS dapat menjadi platform bagi kerja sama praktis, sekaligus memperkuat suara dan peran negara-negara berkembang dalam urusan global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Investasi pada Pendidikan Tinggi, BRI Danareksa Sekuritas Konsisten Dukung Generasi Masa Depan melalui Pemberian Beasiswa Berkelanjutan

PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyalurkan beasiswa Rp120.050.000 kepada 12 mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi negeri melalui Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) pada tahun ini, menandai kolaborasi keempat yang telah membantu 49 mahasiswa dengan total bantuan Rp476.517.920 sejak dimulai. Program TJSL ini bukan hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga mencakup pengembangan kapasitas melalui pelatihan kepemimpinan dan pengembangan karakter untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa, sekaligus merespons tantangan akses pendidikan tinggi Indonesia yang APK-nya baru mencapai 31,45% dan mendukung pencapaian SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas).

Jakarta,
01 September 2026
– Pendidikan tinggi merupakan salah
satu fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan
berdaya saing. Namun, akses terhadap pendidikan tinggi di Indonesia masih
menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Angka
Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia pada 2025 baru mencapai
sekitar 31,45%. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kesenjangan akses
pendidikan yang perlu diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk
sektor swasta.

Sebagai bentuk
komitmen dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, PT BRI Danareksa
Sekuritas (BRIDS),
anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
kembali menyalurkan beasiswa melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba
Empat (KSE) pada tahun ini dengan nilai Rp120.050.000 kepada 12 mahasiswa
berprestasi dengan keterbatasan finansial dari berbagai perguruan tinggi negeri
(PTN) di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari implementasi
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRIDS yang berfokus pada
pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Tahun ini menjadi
tahun keempat kolaborasi BRIDS bersama Yayasan KSE. Sejak dimulai, program
tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 49 mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi negeri di Indonesia, dengan total bantuan sebesar
Rp476.517.920. Bagi BRIDS, program TJSL yang berkelanjutan tidak hanya
diwujudkan melalui konsistensi pelaksanaan program setiap tahun, tetapi juga
melalui upaya membangun generasi muda yang memiliki kesempatan lebih besar
untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, serta menjadi
talenta yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Sejalan dengan salah
satu studi internasional, UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report
2026 menyebutkan bahwa perluasan bantuan pendidikan mampu meningkatkan
partisipasi kelompok kurang mampu dalam mengakses pendidikan tinggi. Laporan
tersebut juga menunjukkan bahwa bantuan pendidikan berbasis kebutuhan (needs-based
grants
) dapat membantu mengurangi risiko putus kuliah dan meningkatkan
kelulusan tepat waktu, terutama jika disertai program pendampingan dan
pengembangan kapasitas mahasiswa. 

Plt.
Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria
, mengatakan bahwa investasi pada pendidikan merupakan investasi jangka
panjang yang akan memberikan dampak berkelanjutan bagi Indonesia.

“Di
BRIDS, kami meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik untuk
menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Melalui program
TJSL yang berkelanjutan, kami tidak hanya ingin membantu mahasiswa
menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk
mengembangkan kapasitas diri agar siap menjadi talenta yang mampu memberikan
kontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Kolaborasi
bersama Yayasan Karya Salemba Empat selama empat tahun terakhir menjadi wujud
nyata komitmen kami dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,”
ujar Fifi.

Ketua
Yayasan Karya Salemba Empat (KSE), Adrian Karim Januar, mengatakan
bahwa kolaborasi lintas sektor memegang peranan penting dalam memperluas akses
pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia.

“Mewujudkan
akses pendidikan tinggi yang lebih merata membutuhkan kolaborasi dari berbagai
pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga dunia usaha. Kami
mengapresiasi komitmen BRIDS yang secara konsisten mendukung program beasiswa
ini selama empat tahun terakhir. Dukungan seperti ini memungkinkan manfaat
pendidikan dapat dirasakan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
seluruh Indonesia”
ujar Adrian.

Selain memberikan dukungan finansial,
program beasiswa Yayasan KSE juga dilengkapi dengan berbagai program
pengembangan kapasitas, seperti pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter,
peningkatan kompetensi, hingga pembinaan jejaring antarmahasiswa. Melalui
pendekatan tersebut, para penerima beasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi
lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki
kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Melalui
program TJSL yang berkelanjutan, BRIDS akan terus menghadirkan inisiatif yang
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perusahaan meyakini bahwa investasi
pada pendidikan merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Dengan memperluas
akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, BRIDS berharap dapat
berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang unggul, sekaligus mendukung
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas menuju terwujudnya visi Indonesia
Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah XAUUSD Jatuh ke 4.396?

Harga emas atau XAUUSD diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Selasa (1/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada time frame H4 belum menunjukkan kekuatan yang cukup untuk melanjutkan penguatan. Harga belum berhasil ditutup di atas resistance 4.464 dan justru membentuk swing high baru. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan jual masih cukup kuat, sehingga Dupoin Futures memperkirakan XAUUSD berpotensi bergerak turun menuju area support 4.415 hingga 4.396.

Secara teknikal, Dupoin Futures melihat level resistance 4.464 sebagai salah satu area penting dalam pergerakan harga emas saat ini. Upaya buyer untuk membawa harga melewati level tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan. Kegagalan tersebut menunjukkan bahwa seller masih mampu menahan kenaikan XAUUSD. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, Dupoin Futures menilai peluang koreksi masih terbuka pada perdagangan hari ini.

Pembentukan swing high baru turut menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga belum memberikan konfirmasi kuat mengenai perubahan tren menuju bullish. Ketika harga gagal melanjutkan kenaikan setelah membentuk swing high, tekanan jual berpotensi kembali muncul. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD berpeluang bergerak menuju support terdekat di 4.415.

Apabila tekanan jual semakin kuat, Dupoin Futures memproyeksikan pelemahan dapat berlanjut menuju level 4.396. Area tersebut menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Respons harga ketika mencapai kisaran 4.415–4.396 akan menjadi penting untuk menentukan apakah XAUUSD berpotensi mengalami rebound atau justru melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.

Menurut Dupoin Futures, support 4.415 dan 4.396 dapat menjadi area yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Jika buyer kembali masuk dan mampu mempertahankan harga di atas support, terdapat peluang terjadinya pemulihan dalam jangka pendek. Namun, apabila tekanan bearish berhasil membawa harga menembus support tersebut, Dupoin Futures menilai risiko pelemahan lanjutan akan semakin terbuka.

Di luar faktor teknikal, Dupoin Futures melihat harga emas masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pasar terus mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah komentar hawkish Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole sebelumnya. Pernyataan tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan suku bunga pada September, sehingga pergerakan dolar AS dan Treasury Yield menjadi perhatian utama.

Kenaikan US Treasury Yield berpotensi memberikan tekanan terhadap emas. Dupoin Futures menjelaskan bahwa ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, aset tersebut menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas dan mendorong sebagian investor mengurangi eksposurnya terhadap logam mulia.

Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan Dupoin Futures. Ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS. Jika dolar kembali menguat, harga emas berpotensi menghadapi tekanan karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Situasi tersebut dapat memperkuat tekanan bearish yang terlihat pada grafik teknikal XAUUSD.

Namun, Dupoin Futures menilai terdapat faktor lain yang berpotensi membatasi pelemahan emas, yaitu meningkatnya risiko geopolitik. Eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pasar dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, investor biasanya meningkatkan perhatian terhadap emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai.

Kondisi geopolitik tersebut membuat arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh faktor suku bunga dan yield. Dupoin Futures melihat apabila ketegangan AS-Iran semakin meningkat, permintaan safe haven dapat memberikan dukungan terhadap XAUUSD. Sentimen tersebut berpotensi menahan laju penurunan meskipun secara teknikal harga masih berada dalam tekanan.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Data ekonomi dapat memengaruhi kembali ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Data yang menunjukkan ekonomi AS tetap kuat berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan memberikan tekanan terhadap emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan terhadap XAUUSD melalui perubahan ekspektasi kebijakan moneter.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures masih melihat prospek harga emas hari ini cenderung bearish dalam jangka pendek. Kegagalan XAUUSD menembus resistance 4.464 menjadi salah satu sinyal utama yang mendukung skenario tersebut. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan peluang pelemahan menuju support 4.415 hingga 4.396 masih terbuka.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan harga ketika memasuki area support tersebut. Jika support mampu bertahan, Dupoin Futures melihat peluang rebound masih dapat terjadi. Namun, apabila XAUUSD menembus area 4.396, tekanan jual berpotensi semakin kuat. Pada saat yang sama, perkembangan Treasury Yield, dolar AS, kebijakan The Fed, serta eskalasi AS-Iran dapat meningkatkan volatilitas harga emas.

Dengan demikian, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpotensi melemah menuju 4.415–4.396 pada perdagangan hari ini. Resistance 4.464 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk melihat potensi perubahan momentum. Selama resistance tersebut belum berhasil ditembus secara meyakinkan, Dupoin Futures masih menempatkan skenario koreksi sebagai proyeksi utama, dengan perkembangan kebijakan The Fed dan sentimen safe haven menjadi faktor fundamental yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas sepanjang perdagangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES