Okupansi Mal Premium Jakarta Tembus 90%, Brand F&B Global Berebut Ruang Ekspansi

Di tengah tingginya okupansi mal premium di Jakarta dan masuknya brand F&B global baru sepanjang 2026, PT Ardeco Karya Global memposisikan diri sebagai mitra eksekusi konstruksi bagi brand F&B dan ritel yang berekspansi di Indonesia. Melalui Direktur Henri Kristanto Pribadi, Ardeco menegaskan bahwa proyek F&B dan ritel membutuhkan kontraktor spesialis, bukan kontraktor umum, agar kualitas dan konsistensi bangunan tetap terjaga di setiap outlet.

Gelombang ekspansi brand ritel dan F&B internasional ke Jakarta semakin terasa sepanjang 2026. Berdasarkan laporan Colliers Quarterly kuartal pertama 2026, tingkat hunian rata-rata pusat belanja kelas atas di Jakarta bertahan di level 90%, yang menjadi sinyal bahwa ruang di mal-mal premium semakin diperebutkan.

Sektor F&B memimpin pergerakan tersebut. Sejumlah nama baru dari Jepang hingga Eropa, seperti HATOYA Kyoto, Hikiniku to Kome, dan Läderach, mulai membuka gerai di lokasi strategis seperti Plaza Indonesia dan Senayan City. Tren ini berjalan beriringan dengan data Bank Indonesia yang mencatat penjualan kategori makanan dan minuman tumbuh 8,5% secara berturut-turut menjelang akhir tahun lalu.

Di balik angka-angka pertumbuhan tersebut, ekspansi fisik bukanlah perkara yang sederhana. Setiap brand yang membuka cabang baru dihadapkan pada tenggat waktu yang ketat, standar desain yang harus konsisten dengan identitas global mereka, serta kompleksitas teknis mulai dari perizinan hingga detail interior yang kerap luput dari kalkulasi awal.

“Banyak brand yang sudah matang secara konsep, tapi terkendala saat masuk ke tahap eksekusi fisik di lapangan. Kontraktor umum biasanya cukup untuk proyek residensial atau perkantoran biasa, tapi proyek F&B dan ritel punya tuntutan yang berbeda, mulai dari kecepatan pengerjaan, presisi detail, sampai kepatuhan terhadap standar brand yang dibawa dari negara asal,” ujar Henri Kristanto Pribadi, Direktur PT Ardeco Karya Global (Ardeco), kontraktor sipil dan interior yang telah menangani berbagai proyek F&B dan ritel di Jakarta.

Menjawab dinamika tersebut, Ardeco memposisikan diri sebagai mitra eksekusi bagi brand F&B dan ritel, baik lokal maupun internasional, yang tengah merencanakan pembukaan cabang baru di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada proyek-proyek yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kebutuhan operasional F&B, mulai dari alur kerja dapur, tata ruang pengunjung, hingga detail estetika yang menjadi identitas suatu brand.

“Setiap brand punya standar dan karakter yang berbeda-beda, dan itu harus diterjemahkan dengan tepat ke dalam ruang fisik. Bukan hanya soal membangun, tapi memastikan kualitas pekerjaan cabang baru itu benar-benar merepresentasikan brand-nya sejak hari pertama buka,” jelas Henri.

Menurutnya, kompleksitas ini akan semakin terasa seiring dengan semakin banyaknya brand asing yang melihat Indonesia, khususnya Jakarta, sebagai pasar prioritas untuk ekspansi di Asia Tenggara. Kondisi ini menuntut kontraktor yang tidak hanya mampu mengerjakan proyek dengan cepat, tetapi juga memahami nuansa teknis proyek F&B secara spesifik.

“Ke depan, brand yang berhasil ekspansi bukan cuma yang punya konsep kuat, tapi juga yang punya partner eksekusi yang paham bahwa kualitas bangunan merepresentasikan kualitas produk. Konsistensi itu harus sama di setiap outlet, di negara mana pun brand itu berada. Di situlah kontraktor spesialis akan semakin dibutuhkan,” tutup Henri.

Dengan tren okupansi mal premium yang terus tinggi dan minat brand global yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat, kebutuhan akan kontraktor yang memahami kompleksitas proyek F&B dan ritel diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Menyaingi Samsung?

Persaingan di industri smartphone semakin menarik setelah Samsung mengungkap adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna iPhone yang beralih ke perangkat foldable Galaxy. Momentum ini datang tepat ketika Apple akhirnya memasuki pasar smartphone lipat dengan memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026.

Kondisi tersebut membuka babak baru persaingan dua raksasa teknologi. Samsung selama bertahun-tahun telah membangun posisi di pasar foldable, sementara Apple baru mulai masuk ke segmen tersebut. Bagi investor, perkembangan ini juga menjadi perhatian karena keberhasilan atau kegagalan produk foldable berpotensi memengaruhi prospek bisnis serta pergerakan saham kedua perusahaan.

Pengguna iPhone Mulai Beralih ke Samsung

Samsung menyebut tingkat perpindahan pengguna iOS ke seri Galaxy Z Fold8 mencapai 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat perpindahan ke generasi Fold7 dan Flip7 tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat foldable Samsung mulai memiliki daya tarik yang lebih besar di kalangan pengguna iPhone.

Di Amerika Serikat, sekitar 30% pembeli Galaxy Z Flip8 disebut berasal dari pengguna perangkat merek lain. Menariknya, sebagian besar dari mereka merupakan konsumen yang baru pertama kali membeli smartphone foldable.

Samsung juga berupaya membuat proses perpindahan dari iPhone menjadi lebih mudah. Melalui pembaruan fitur Smart Switch, pengguna iPhone dapat memindahkan data ke perangkat Galaxy menggunakan pemindaian kode QR tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.

Langkah tersebut menjadi strategi penting bagi Samsung karena salah satu hambatan terbesar dalam berpindah ekosistem adalah proses transfer data dan adaptasi terhadap sistem operasi baru.

Samsung Punya Keunggulan sebagai Pelopor

Samsung mulai memasuki pasar foldable pada 2019 melalui Galaxy Fold. Artinya, perusahaan Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan dan memasarkan perangkat dengan layar lipat.

Keunggulan sebagai pelopor memungkinkan Samsung memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan desain, mekanisme engsel, software, serta pengalaman pengguna pada perangkat foldable.

Apple kini harus menghadapi tantangan untuk mengejar pengalaman tersebut. Namun, masuknya Apple ke pasar foldable juga dapat memperluas ukuran pasar secara keseluruhan karena basis pengguna iPhone yang sangat besar.

Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan tetap memimpin pasar foldable pada 2026 dengan pangsa sekitar 32%, sedangkan Apple diperkirakan langsung mengambil sekitar 25% setelah memasuki pasar tersebut. Huawei juga masih menjadi pemain penting, khususnya di pasar China.

Apple Akhirnya Hadirkan iPhone Duo

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan rumor, Apple akhirnya memperkenalkan perangkat foldable pertamanya yang diberi nama iPhone Duo pada acara 9 September 2026.

Perangkat tersebut dibanderol mulai US$1.999 untuk kapasitas 256 GB dan mencapai US$3.199 untuk varian 2 TB. iPhone Duo memiliki layar internal berukuran sekitar 7,6 inci dan layar eksternal 5,4 inci dengan bodi berbahan titanium.

Harga tersebut menjadikan iPhone Duo sebagai salah satu perangkat paling premium yang pernah diperkenalkan Apple. Pre-order dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober, sementara penjualan perdana berlangsung pada 23 Oktober di Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya.

Peluncuran tersebut juga menjadi momen penting bagi CEO baru Apple, John Ternus, yang baru menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026. Karena itu, iPhone Duo bukan hanya produk baru, tetapi juga menjadi salah satu ujian awal bagi arah Apple di bawah kepemimpinan baru.

Saham Apple Menghadapi Efek “Sell the News”

Meski peluncuran iPhone Duo menjadi perhatian besar, reaksi pasar terhadap saham Apple tidak langsung positif. Saham Apple ditutup di sekitar US$315,34, turun 0,28% setelah acara peluncuran.

Pola tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat bahwa saham Apple pernah turun pada hari setelah peluncuran produk dalam 10 dari 24 acara sebelumnya.

Fenomena ini sering disebut sebagai “sell the news”, ketika investor yang telah membeli saham berdasarkan ekspektasi positif sebelum sebuah acara memilih merealisasikan keuntungan setelah katalis tersebut benar-benar terjadi.

Namun, secara historis, penurunan tersebut tidak selalu berlangsung lama. Data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan bahwa pergerakan saham Apple dalam pola serupa cenderung berbalik dalam rentang sekitar 30 hingga 60 hari.

Persaingan Foldable Jadi Katalis Baru

Persaingan antara Samsung dan Apple di pasar foldable menjadi menarik karena keduanya memiliki kekuatan yang berbeda.

Samsung memiliki pengalaman lebih panjang serta portofolio foldable yang sudah berkembang. Sementara itu, Apple mempunyai basis pengguna iPhone yang sangat besar dan ekosistem produk yang terintegrasi.

Jika Apple mampu meyakinkan pengguna iPhone untuk melakukan upgrade ke iPhone Duo, perangkat tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Sebaliknya, jika konsumen tetap memilih perangkat Samsung karena harga, pengalaman foldable, atau fleksibilitas Android, Samsung berpeluang mempertahankan keunggulannya.

Bagi investor, perkembangan ini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan karena persaingan produk dapat berdampak pada penjualan, pendapatan, hingga sentimen terhadap saham perusahaan teknologi.

Pantau Saham AS dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mengakses berbagai pilihan aset investasi melalui satu aplikasi.

Persaingan Apple dan Samsung di pasar foldable pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi layar lipat terbaik. Perkembangan ini juga menjadi gambaran bagaimana perusahaan teknologi besar terus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah pasar smartphone yang semakin kompetitif. Bagi investor, respons konsumen terhadap iPhone Duo dan kemampuan Samsung mempertahankan pengguna iPhone akan menjadi cerita yang menarik untuk dipantau sepanjang 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kemendagri Bentuk Tim Pemantauan dan Percepatan Ekonomi Daerah, Kawal Akselerasi Pertumbuhan 8 Persen Hingga Pelosok NTT

Jakarta, 11 September 2026 – Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) secara resmi menerbitkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
500-1981 Tahun 2026 tentang Tim Pemantauan, Pengawalan dan Percepatan
Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan
percepatan pembangunan ekonomi di daerah sekaligus mendukung tercapainya target
pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana tertuang dalam
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.

Pembentukan tim terpadu ini melibatkan jajaran pejabat di
lingkungan Kemendagri yang diterjunkan langsung untuk mengawal pelaksanaan
kebijakan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Setiap Koordinator Wilayah
bertugas mengoordinasikan pemantauan, mengumpulkan data perkembangan ekonomi
daerah, serta menyajikan analisis evaluatif sebagai bahan pertimbangan pimpinan
dalam perumusan kebijakan. Selain itu, tim juga bertanggung jawab melakukan
verifikasi data sembilan langkah konkret percepatan pertumbuhan ekonomi melalui
platform resmi https://kendaliekonomi.kemendagri.go.id paling lambat
tanggal 20 setiap bulannya.

Dalam struktur pengawalan wilayah tersebut, Kepala Pusat
Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan dan Pelayanan Publik, Dr. T.R
Fahsul Falah, S.Sos., M.Si.
, memegang tanggung jawab langsung sebagai
Koordinator Wilayah untuk tujuh kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT). Wilayah pengawasan yang berada di bawah koordinasinya meliputi Kabupaten
Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten
Sumba Barat, Kabupaten Lembata, serta Kabupaten Rote Ndao.

Melalui pelaksanaan tugas tersebut, Dr. T.R Fahsul Falah,
S.Sos., M.Si. memimpin pemantauan langsung terhadap potensi dan hambatan
perekonomian di wilayah NTT. Pengawasan terintegrasi ini mencakup identifikasi
masalah di lapangan, analisis data dinamika kependudukan dan kewilayahan,
hingga evaluasi standar pelayanan publik yang berdampak langsung pada iklim
usaha dan investasi daerah.

Dengan adanya pembagian peran yang terukur hingga level
kabupaten/kota ini, Kemendagri optimistis koordinasi antara pemerintah pusat
dan daerah dapat berjalan lebih efektif. Langkah terpadu ini diharapkan mampu
mendorong pemerataan pembangunan serta mempercepat kebangkitan ekonomi di
kawasan Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Jakarta hingga Medan, Prudential Syariah Dengar Cerita Peserta di Hari Pelanggan

Jakarta, 10
September 2026
— PT Prudential Sharia Life
Assurance (Prudential Syariah) memperingati Hari Pelanggan Nasional dengan
menyapa langsung Peserta di area walk-in customer service PRUCenter,
Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian
kunjungan manajemen ke berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya,
hingga Medan, untuk mendengar langsung cerita dan masukan Peserta demi
peningkatan kualitas produk serta layanan.

“Hari
Pelanggan menjadi momen istimewa bagi kami untuk kembali mendengar langsung
suara Peserta, karena merekalah panduan utama dalam setiap langkah kami
berinovasi. Sesuai kampanye ‘Janji, Jadi Nyata’ yang baru kami luncurkan, kami
ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan,
ada amanah untuk menjaga keluarga dalam menghadapi risiko kehidupan. Yang kami
dampingi bukan hanya kesehatan dan finansial Peserta, tetapi juga rencana dan
masa depan yang ingin mereka wujudkan bersama keluarga,” ujar Vivin
Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah
.

Bagi Prudential
Syariah, menepati janji berarti hadir ketika dibutuhkan, dan kehadiran itu
terlihat nyata dari klaim dan manfaat yang telah disalurkan. Hingga kuartal
kedua 2026, Prudential Syariah telah membayarkan klaim dan manfaat senilai
Rp1,1 triliun kepada lebih dari 35 ribu penerima manfaat.

Di balik angka tersebut, ada cerita Peserta yang merasakan langsung
manfaatnya. Cut Feyrina, Peserta sejak 2016, memutuskan
memiliki perlindungan setelah suaminya sakit. “Saya belajar dari
pengalaman sendiri. Waktu suami sakit, semua biaya kami tanggung dari kantong
sendiri karena belum punya perlindungan. Sekarang sudah sepuluh tahun ikut
Prudential Syariah, dan saya merasa lebih tenang. Pesan saya, jangan menunggu
sampai ada yang sakit dulu baru memiliki perlindungan,” ujarnya.

Cerita serupa
datang dari Elia, Peserta sejak 2012, yang mengajukan klaim setelah didiagnosis
kanker. “Saya harus dua kali menjalani operasi, dan saya harus kuat karena
masih ada anak yang perlu saya rawat. Punya perlindungan itu seperti punya
payung sebelum hujan, dan saya baru benar-benar mengerti maknanya setelah saya
sendiri yang diuji. Asuransi tetap penting meski kita sedang sehat, justru
karena kita sedang sehat itulah waktu terbaik untuk memilikinya,” katanya.

Kemudahan
seperti yang dirasakan Feyrina dan Elia inilah yang terus Prudential Syariah
perkuat, termasuk lewat kanal digital. Melalui PRUServices, layanan digital
berbasis web yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun, Peserta dapat
mengurus keperluan polisnya secara mandiri, mulai dari melihat informasi polis
dan kartu medis digital, melakukan pengkinian data, mengajukan klaim, hingga
memantau status klaim secara langsung melalui fitur Claim Tracking.

Sebagai bentuk
apresiasi, Prudential Syariah juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis
bagi Peserta, meliputi cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan ini diharapkan mendorong deteksi
dini sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.

Cerita dari para Peserta Prudential Syariah menjadi pengingat bahwa di
balik setiap polis, ada keluarga yang menaruh harapan. Bagi Prudential Syariah,
Hari Pelanggan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan alasan
Perusahaan hadir: mendampingi Peserta mewujudkan rencana masa depan, melindungi
keluarga, dan membantu mereka menepati janji kepada orang-orang yang dicintai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Konsisten Terapkan GRC, Waskita Beton Precast Kembali Raih 5 Stars pada TOP GRC Awards 2026

Jakarta, September 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali meraih pencapaian dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Dalam ajang tersebut, Waskita Beton Precast kembali meraih predikat TOP GRC Awards 2026 #5 Stars. Penghargaan juga dianugerahkan kepada Direktur Utama Waskita Beton Precast sebagai The Most Committed GRC Leader 2026. Pencapaian yang kembali diraih ini menjadi penguat atas konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari pengelolaan dan operasional bisnis perusahaan.

Penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi Waskita Beton Precast dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta kepatuhan secara terintegrasi. Raihan penghargaan yang sama dengan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan GRC terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan, bukan hanya sebagai pencapaian sesaat.

“Penghargaan yang kembali kami terima melalui TOP GRC Awards 2026 menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi Waskita Beton Precast untuk terus menjaga konsistensi dalam penerapan GRC. Kami terus berupaya memperkuat sistem, kebijakan, dan proses yang mendukung tata kelola, pengelolaan risiko, serta kepatuhan di seluruh lini perusahaan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Dalam pelaksanaannya, Waskita Beton Precast terus memperkuat berbagai perangkat dan mekanisme GRC yang menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan. Upaya tersebut mencakup penguatan sistem pengendalian internal, manajemen risiko, kepatuhan, serta penerapan berbagai kebijakan dan sistem yang mendukung transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Konsistensi penerapan tata kelola Waskita Beton Precast tercermin dari hasil penilaian Good Corporate Governance (GCG) yang terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan penilaian Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) sebagai lembaga independen di bidang tata kelola perusahaan, skor GCG Waskita Beton Precast meningkat dari 84,07 pada 2024 dengan kategori “Baik” menjadi 85,44 pada 2025 dengan kategori “Sangat Baik”. Peningkatan ini menjadi bukti atas upaya Perseroan dalam memperkuat penerapan tata kelola secara berkelanjutan.

Konsistensi tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui WSBP Inspiring Kindness yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui program-program tersebut, Perseroan terus menjalankan kegiatan usaha dengan memperhatikan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Bagi kami, penghargaan ini menjadi apresiasi atas proses yang terus kami jalankan. Peningkatan hasil asesmen GCG dan berbagai inisiatif yang dilakukan perusahaan menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast untuk terus memperkuat penerapan GRC,” tutup Fandy.

Ke depan, Waskita Beton Precast akan terus menjaga konsistensi penerapan tata kelola yang baik, pengelolaan risiko, serta kepatuhan dalam menjalankan kegiatan usaha. Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi Perseroan untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, menghasilkan produk yang berkelanjutan, serta memperkuat inovasi untuk menghadirkan solusi yang semakin relevan dan bernilai bagi pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Waspadai XAUUSD Menuju 4.237

Harga emas diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa pergerakan XAUUSD pada time frame Daily masih memberikan sinyal bearish seiring terbentuknya pola Head & Shoulder. Formasi teknikal tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan koreksi menuju area support terdekat di level 4.237.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai terbentuknya Head & Shoulder pada grafik harian menjadi sinyal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Pola tersebut menggambarkan adanya perubahan momentum yang dapat meningkatkan tekanan jual terhadap XAUUSD. Dalam kondisi seperti ini, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan harga emas masih cukup terbuka, terutama apabila harga belum mampu menunjukkan pembalikan arah yang signifikan.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, level 4.237 menjadi support utama yang perlu dicermati pada pekan depan. Apabila tekanan jual terus berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak turun untuk menguji area tersebut. Level support akan menjadi titik penting karena respons harga di sekitar 4.237 dapat memberikan petunjuk mengenai apakah tekanan bearish masih akan berlanjut atau mulai muncul peluang pemulihan.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga menempatkan level 4.409 sebagai resistance penting. Selama harga emas belum mampu menembus dan mencatatkan penutupan di atas level tersebut, skenario bearish masih dinilai lebih dominan. Dengan demikian, pergerakan XAUUSD di bawah 4.409 menjadi salah satu kondisi yang memperkuat potensi harga emas untuk melanjutkan pelemahan.

Jika harga mampu bergerak kembali di atas resistance 4.409 dan bertahan setelah penutupan, skenario bearish tersebut dapat mulai mendapatkan tekanan. Namun, selama kondisi tersebut belum terjadi, Dupoin Futures memperkirakan tekanan jual masih menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Pelaku pasar dapat memperhatikan pergerakan harga di antara resistance 4.409 dan support 4.237 untuk melihat perkembangan tren berikutnya.

Tidak hanya faktor teknikal, harga emas pekan depan juga akan dipengaruhi sejumlah sentimen fundamental global. Dupoin Futures mencermati adanya dua kekuatan yang berlawanan terhadap pergerakan logam mulia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian yang meningkat biasanya mendorong investor untuk mencari instrumen yang dinilai lebih defensif, sehingga kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.

Namun, perkembangan geopolitik juga memberikan tekanan melalui kenaikan harga minyak. Harga minyak yang telah bergerak di atas US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi. Menurut perspektif Dupoin Futures, lonjakan harga energi menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya energi dan produksi, sehingga berpotensi membuat tekanan inflasi menjadi lebih persisten. Apabila inflasi tetap tinggi, pasar dapat memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk periode yang lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Dupoin Futures juga menyoroti hubungan antara ekspektasi suku bunga, dolar AS, dan Treasury yield. Ketika pasar memperkirakan kebijakan moneter The Fed akan lebih ketat, dolar AS dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat berpotensi mendapatkan dukungan. Penguatan kedua aset tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen obligasi.

Data ekonomi Amerika Serikat turut menjadi perhatian untuk perdagangan pekan depan. Salah satunya adalah Producer Price Index atau PPI yang mencatat kenaikan 0,4% secara bulanan. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai tekanan harga di tingkat produsen dan selanjutnya memengaruhi ekspektasi terhadap perkembangan inflasi.

Menurut Dupoin Futures, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat memberikan dampak signifikan terhadap XAUUSD. Apabila data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat, peluang suku bunga bertahan tinggi dapat meningkat sehingga berpotensi menekan harga emas. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan inflasi dapat memberikan ruang bagi ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dan berpotensi mendukung pemulihan XAUUSD.

Selain data ekonomi, perkembangan konflik Timur Tengah juga tetap menjadi katalis yang harus diperhatikan. Eskalasi konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven dan memberikan dorongan terhadap emas. Namun, apabila dampaknya terhadap harga minyak semakin besar, kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi dapat menjadi faktor yang kembali membatasi penguatan harga emas.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD masih memiliki risiko pelemahan pada perdagangan pekan depan. Dari sisi teknikal, pola Head & Shoulder pada time frame Daily memberikan indikasi tekanan bearish dengan target support di level 4.237. Selama harga belum mampu ditutup di atas resistance 4.409, tren bearish diperkirakan masih menjadi skenario utama.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati respons XAUUSD terhadap level 4.237 sekaligus memperhatikan kemampuan harga menembus resistance 4.409. Kedua level tersebut dapat menjadi acuan penting dalam menentukan arah harga emas selanjutnya.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures masih menunjukkan kecenderungan bearish. Tekanan teknikal dari pola Head & Shoulder berpotensi membawa XAUUSD menuju support 4.237, sementara level 4.409 menjadi resistance yang harus ditembus untuk mengurangi tekanan bearish. Di sisi fundamental, arah dolar AS, Treasury yield, harga minyak, inflasi Amerika Serikat, serta perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas harga emas pada pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Superstar Agency Hadirkan 700+ Kreator dan 50+ Brand dalam Superstar Affiliate Revolution di Surabaya

Surabaya, 5 September 2026Superstar Agency sukses menggelar Superstar Affiliate Revolution (SAR) 2026 di Surabaya Suites Hotel pada 5–6 September 2026. Mengusung konsep Brand Matchmaking, gelaran ini mempertemukan lebih dari 700 kreator dengan 50+ brand serta ecosystem partner untuk membuka peluang kolaborasi di industri creator economy dan affiliate marketing.

Antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari kreator, brand, serta ecosystem partner menjadikan SAR 2026 sebagai salah satu agenda terbesar Superstar Agency pada tahun ini. Gelaran ini juga menjadi langkah Superstar Agency dalam memperluas ekosistem dengan melibatkan kreator dan affiliator dari berbagai platform social commerce.

Superstar Affiliate Revolution merupakan event terbesar Superstar Agency tahun ini. Jika sebelumnya kami berfokus pada agenda live bootcamp bersama kreator TikTok Shop by Tokopedia, melalui SAR 2026 kami memperluas ekosistem dengan mengajak affiliator Shopee serta Top Creator untuk hadir dan membangun kolaborasi bersama brand” ujar Yossi Octaviani, Head of Business Development Superstar Agency.

Melalui Superstar Affiliate Revolution 2026, Superstar Agency kembali memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem creator economy yang mempertemukan kreator, brand, dan berbagai ecosystem partner. Inisiatif ini sejalan dengan visi Superstar Agency, “Helping You Become A Superstar,” untuk membantu kreator berkembang sekaligus menciptakan peluang kolaborasi yang lebih luas di industri digital.

Dukungan dari brand, kreator, ecosystem partner, dan seluruh tim menjadi bagian penting dari terselenggaranya SAR 2026. Kami berharap event ini tidak hanya menjadi ruang untuk networking, tetapi juga memberikan dampak nyata dengan membuka lebih banyak peluang bagi affiliator untuk berkembang serta memperluas kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi digital” ujar Rendra Hidayaturahman, Community Manager Superstar Agency.

Dukungan dari berbagai brand dan mitra ekosistem turut memperkuat penyelenggaraan Superstar Affiliate Revolution 2026. Sejumlah brand yang berpartisipasi di antaranya Reebit, Paragon Group, Sevra, Missy Indonesia, Glamazing, Bumbee Collection, Honey Boo, Bigroot, Teto, MS Glow, Tonzgie Koper, SOMBONG by Denny Sumargo, Realme, Momtera, Avitaskin, Grandville, Raihana Collection, Parasol, Manzone, La Paris, Emba, hingga SOHO Group.

Kehadiran berbagai brand tersebut membuka kesempatan bagi kreator dan affiliator untuk berinteraksi secara langsung dengan brand, memahami produk dan kebutuhan campaign, serta menjajaki potensi kolaborasi melalui konten maupun program affiliate. Interaksi secara langsung ini menjadi bagian penting dalam membangun koneksi yang lebih relevan antara kreator dan brand.

Sebagai Top Multi-Channel Network (MCN) di TikTok dan Shopee, Superstar Agency memanfaatkan SAR 2026 sebagai bagian dari upayanya untuk memperkuat konektivitas antara kreator, affiliator, dan brand di dua ekosistem social commerce tersebut. Pengalaman dalam mengelola komunitas dan campaign kreator menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih terarah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Selain interaksi dengan brand, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan top creator dan affiliator dari TikTok dan Shopee. Sesi tersebut membahas perjalanan membangun karier sebagai affiliator, strategi mengembangkan konten, membangun personal branding, hingga bagaimana kreator dapat menciptakan kolaborasi yang lebih berkelanjutan dengan brand.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan Superstar Agency dalam membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada campaign, tetapi juga pada pengembangan hubungan jangka panjang antara kreator dan brand. Dengan menghubungkan talent dengan berbagai peluang di platform TikTok dan Shopee, Superstar Agency terus mendorong kreator dan affiliator untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang baru di industri digital.

Sebagai MCN yang memiliki ekosistem di TikTok dan Shopee, kami melihat adanya kebutuhan yang semakin besar untuk mempertemukan kreator dengan brand secara langsung. Kami ingin membangun lebih dari sekadar hubungan campaign, tetapi menciptakan ekosistem yang memungkinkan kreator berkembang dan brand menemukan talent yang tepat untuk kebutuhan mereka” ujar Shinta Diana, Campaign Lead Superstar Agency.

Penyelenggaraan Superstar Affiliate Revolution 2026 menjadi salah satu langkah Superstar Agency dalam memperkuat perannya sebagai penghubung antara brand dan creator economy di Indonesia. Ke depan, Superstar Agency akan terus mengembangkan berbagai program, campaign, dan aktivitas komunitas untuk mendukung pertumbuhan kreator sekaligus membantu brand memaksimalkan potensi affiliate marketing melalui ekosistem TikTok dan Shopee

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ducking.id Hadirkan Ekosistem Solusi Impor Efisien untuk Pelaku UMKM hingga Perusahaan dengan Kebutuhan Impor Rutin

Ducking.id, platform yang memfasilitasi sourcing dan impor barang dari marketplace China (1688, Taobao, Alibaba, Tmall, AliExpress) untuk pasar Indonesia, menegaskan posisinya sebagai import solution partner end-to-end, bukan sekadar layanan bagi importir pemula. Repositioning ini menyoroti bahwa layanan Ducking.id sebenarnya mencakup seluruh alur impor, mulai dari sourcing dan transaksi lintas marketplace tanpa perlu akun sendiri, konsolidasi pesanan dari beberapa penjual, fasilitas grosir untuk kebutuhan restock rutin, quality control, hingga pengiriman dan kepabeanan ke Indonesia.

Seiring dengan terus berkembangnya perdagangan internasional dan dinamika rantai pasok global, kebutuhan pelaku bisnis terhadap efisiensi pengadaan barang lintas negara menjadi semakin krusial.

Ducking.id, platform penyedia jasa import China, mengumumkan pembaruan positioning strategisnya sebagai end-to-end import solution partner yang dirancang untuk melayani berbagai skala bisnis, mulai dari transaksi individu, UMKM, hingga entitas korporasi dengan kebutuhan impor bervolume besar dan terstruktur.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan operasional yang dihadapi oleh para pelaku usaha di Indonesia. Pengadaan barang impor, khususnya dari kawasan Asia seperti China, sering kali dihadapkan pada hambatan sistematis: kompleksitas analisis legalitas dan regulasi bea masuk, risiko inkonsistensi quality control, kendala bahasa dalam negosiasi dengan pabrik, hingga ketidakpastian transparansi pengiriman logistik internasional.

Masalah ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha pemula, tetapi juga oleh bisnis yang sedang berkembang dan perusahaan mapan yang membutuhkan scalability serta kepastian rantai pasok.

Ducking.id menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur layanan impor terpadu yang mencakup seluruh tahapan alur pengadaan. Ekosistem layanan Ducking.id dirancang secara terintegrasi, meliputi penyedia jasa sourcing supplier berlisensi, analisis negosiasi transaksi, inspeksi quality control sebelum pengiriman, konsolidasi barang, penanganan dokumen pabean dan imigrasi (customs clearance), hingga distribusi rantai pasok sampai ke titik tujuan akhir klien.

Ducking.id tidak hadir sekadar untuk membantu seseorang melakukan transaksi impor pertamanya, melainkan untuk menjadi import partner jangka panjang yang siap mendampingi perjalanan bisnis setiap klien seiring dengan bertambahnya volume, kompleksitas, dan skala operasional mereka.

Solusi yang Ducking.id hadirkan difokuskan pada transparansi, efisiensi waktu, dan keandalan sistem sehingga para pelaku usaha dapat berfokus sepenuhnya pada ekspansi pasar dan pengembangan produk mereka.

Perspektif keberlanjutan dan scalability ini diwujudkan Ducking.id melalui pendekatan layanan fleksibel yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan bisnis:

Untuk Pelaku Impor Pemula & Individu: Ducking.id memberikan penyederhanaan akses dan transparansi alur kerja, meminimalisir risiko kesalahan pabean serta kendala ketersediaan izin teknis.

– Untuk UMKM & Bisnis Berkembang: Ducking.id membuka akses langsung ke jaringan manufaktur terverifikasi serta efisiensi biaya logistik untuk meningkatkan konsistensi stok dan margin margin usaha.

– Untuk Perusahaan & Importir Skala Besar: Ducking.id menyediakan solusi pengadaan terstruktur, dukungan manajemen dokumen resmi, integrasi sistem pemantauan, serta skema pengiriman yang scalable untuk menjaga kestabilan rantai pasok industri.

Guna memperkuat integritas operasinya, Ducking.id terus melakukan optimalisasi pada standar kualifikasi supplier dan manajemen kepabeanan di Indonesia. Melalui dukungan jaringan mitra logistik resmi dan transparansi biaya tanpa tersembunyi, Ducking.id berkomitmen menjaga tingkat efisiensi alur pengadaan barang lintas negara secara konstan.

Melalui transformasi peran ini, Ducking.id menegaskan komitmennya sebagai partner strategis bagi industri nasional dalam mempermudah akses pengadaan global secara aman, legal, dan terintegrasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Harga Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi di tengah dinamika pasar aset kripto dan perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Menjelang FOMC Meeting September 2026, investor perlu mencermati perkembangan ekonomi global serta memahami risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan harga aset kripto masih menunjukkan dinamika di tengah berbagai sentimen ekonomi global. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati berbagai sentimen yang dapat memengaruhi kondisi pasar aset kripto.

Investor Cermati Sentimen Suku Bunga The Fed

Sejumlah perkembangan makroekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar, salah satunya adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif kuat. Melansir situs resmi Federal Reserve, The Fed dijadwalkan akan menggelar FOMC meeting pada 15-16 September 2026.

Mengutip pemberitaan The Block pada 7 September 2026, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus. Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar aset berisiko, termasuk kripto.

“Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek. Investor perlu mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar sebelum mengambil keputusan,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn.

Investor Perlu Mencermati Volatilitas Pasar

Pergerakan harga aset kripto dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, hingga sentimen pasar. Karena itu, perubahan harga dalam jangka pendek perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Pemahaman terhadap kondisi pasar juga menjadi bagian penting bagi investor dalam menentukan keputusan investasi. Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat toleransi terhadap risiko, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

“Pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor. Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah seiring dengan munculnya data ekonomi maupun sentimen global. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya,” tutur Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hisense Kenalkan “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026

Hisense menampilkan visinya mengenai “Companion Living” di IFA 2026 dengan tema “Innovating a Brighter Life”. Melalui V AIOS dan AI Companion Suite, Hisense menghadirkan teknologi AI ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari

BERLIN, 3
September 2026
— Hisense sebagai merek terkemuka dalam
industri elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, menampilkan
visinya mengenai “Companion Living” di IFA 2026 dengan tema “Innovating a
Brighter Life”. Melalui V AIOS dan AI Companion Suite, Hisense menghadirkan
teknologi AI ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

 

V
AIOS menjadi pusat dari inovasi yang Hisense tawarkan. Sebagai evolusi terbaru
dari VIDAA OS, V AIOS dibangun berdasarkan empat kemampuan utama AI, yaitu Sense,
Think, Communicate, dan Execute. Melalui keempat kemampuan ini, V AIOS dapat
mengenali pengguna, perangkat, serta lingkungan di sekitarnya; memahami konteks
dan tujuan pengguna; berkomunikasi secara alami dengan pengguna maupun antar perangkat;
serta mengoordinasikan konten, perangkat, dan layanan untuk menjalankan
tindakan atas nama pengguna. Hasilnya adalah fondasi kehidupan cerdas yang
lebih intuitif dan berpusat pada kebutuhan manusia.

 

 

Dengan
fondasi AI tersebut, AI Companion Suite menghadirkan kecerdasan ke dalam tiga
aspek kehidupan sehari-hari, yaitu memasak, mencuci pakaian, serta pengelolaan
udara dan energi. Di dapur, teknologi cerdas terintegrasi di seluruh ruangan
untuk membuat aktivitas memasak terasa lebih mudah. Dengan memahami preferensi
makanan pengguna, bahan-bahan yang tersedia, dan konteks penggunaannya, sistem
dapur dapat mengoordinasikan lemari es, oven, serta peralatan lainnya untuk
merekomendasikan menu dan memandu proses memasak—mengubah bahan-bahan yang
tersedia di lemari es menjadi hidangan yang dibuat khusus untuk Anda.

 

Dalam
aktivitas mencuci pakaian, teknologi cerdas yang sama membantu menghilangkan
keraguan dalam perawatan pakaian. Sistem ini dapat mengenali jenis kain serta
mengoordinasikan proses pencucian dan pengeringan sesuai dengan kebutuhan
perawatan setiap pakaian. Sementara itu, di ruang keluarga, AC UR9 berfungsi
sebagai gerbang menuju rumah yang saling terhubung dengan memadukan kenyamanan
dan pengelolaan energi untuk menyesuaikan aliran udara serta kondisi lingkungan
rumah berdasarkan keberadaan pengguna dan kondisi di sekitarnya.

 

Secara
keseluruhan, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat melampaui
fungsi masing-masing perangkat pintar dan menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari yang lebih proaktif, personal, dan praktis.

 

Di
luar ekosistem rumah, Hisense juga mengumumkan kemitraan dengan UEFA EURO 2028.
Kolaborasi ini menjadi kemitraan keempat Hisense secara berturut-turut dengan
Kejuaraan Eropa UEFA, setelah sebelumnya berkolaborasi dalam turnamen edisi
2016, 2020, dan 2024. Mulai dari aktivitas sehari-hari hingga berbagai momen
olahraga dunia, Hisense terus mewujudkan visinya, “Innovating a Brighter Life”,
melalui teknologi yang mendekatkan banyak orang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES