Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pertumbuhan laba sebesar 89% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, utamanya adalah penguatan portofolio pembiayaan serta optimalisasi sinergi BRI Group. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan bisnis yang terbuka melalui diversifikasi portofolio dan pengembangan segmen pembiayaan yang memiliki prospek positif. “Meski penjualan kendaraan diperkirakan masih menghadapi tekanan, kami melihat ruang pertumbuhan laba tetap terbuka melalui selective growth dan diversifikasi portofolio. Kami terus mengoptimalkan sinergi BRI Group, memperkuat pembiayaan produktif seperti investasi dan modal kerja, serta menjaga kualitas aset. Dengan demikian, pertumbuhan laba dapat dijaga secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Dhani, Selasa (22/9/2026). Dhani menuturkan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BRI Finance dalam menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membangun portofolio pembiayaan yang sehat. Perusahaan juga terus mengoptimalkan ekosistem BRI Group untuk membuka peluang bisnis di berbagai segmen. Di sisi lain, segmen konsumer tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis BRI Finance. Ke depan, perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75% pada segmen konsumer dan 25% pada segmen komersial. Lebih lanjut, BRI Finance terus menjaga kualitas aset dan disiplin pengelolaan risiko di tengah upaya memperluas portofolio pembiayaan. Keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. “Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” tuturnya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 91,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika suku bunga dan pemulihan sektor otomotif yang masih berlangsung. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kualitas portofolio melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian. “Kinerja BRI Finance pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Laba perseroan tumbuh 91,2% secara year-on-year. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang kami jalankan secara konsisten,” ujar Dhani, Selasa (22/9/2026). Kinerja tersebut turut ditopang oleh ekspansi pembiayaan konsumer yang menjadi kontributor utama pertumbuhan bisnis BRI Finance. Penyaluran pembiayaan pada segmen konsumer tercatat tumbuh 223,35% secara YoY per Juni 2026. Di sisi lain, segmen konsumer tetap menjadi bagian penting dari bisnis BRI Finance. Ke depan, perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75% pada segmen konsumer dan 25% pada segmen komersial. Komposisi tersebut mencerminkan fokus perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumer sekaligus terus mengembangkan potensi pertumbuhan pada segmen komersial. Dhani menuturkan, optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. “Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio secara seimbang dengan melihat kebutuhan pasar dan potensi masing-masing segmen. Kami tetap menjaga pertumbuhan secara prudent dengan memperhatikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko,” jelasnya.

BRI Finance memandang prospek industri pembiayaan masih memiliki ruang pertumbuhan seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang semakin beragam. Namun, perusahaan tetap mencermati berbagai dinamika industri, termasuk kondisi suku bunga dan perkembangan sektor otomotif. Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, perseroan terus mengedepankan prinsip manajemen risiko yang prudent. Fokus pembiayaan diarahkan pada segmensegmen yang memiliki kualitas aset baik serta prospek pertumbuhan positif. Dengan strategi tersebut, BRI Finance berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat, memperkuat kualitas portofolio, serta memberikan solusi pembiayaan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Telkom AI Center Bandung mengajak peserta mengidentifikasi pain point dan merumuskannya menjadi gagasan AI use case untuk kebutuhan lokal.

Bandung, 22 September 2026 – Telkom AI Center Bandung mengajak peserta melihat peluang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bukan dari teknologi yang sedang populer, melainkan dari permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi fokus dalam sesi kedua “AI Connect Bandung: How AI Fits You” bertajuk “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” yang digelar pada 29 Agustus 2026.

Kegiatan ini melanjutkan sesi sebelumnya yang membahas AI readiness dan peluang pemanfaatan AI. Pada sesi kedua, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi pain point atau masalah yang dihadapi, kemudian mengeksplorasi kemungkinan penggunaan AI sebagai bagian dari proses perumusan AI use case.

Pendekatan tersebut menempatkan masalah sebagai titik awal dalam mencari solusi berbasis AI. Peserta tidak diarahkan untuk langsung memilih tools, melainkan terlebih dahulu memahami siapa yang menghadapi masalah, apa kendalanya, serta nilai apa yang dapat diberikan apabila masalah tersebut diselesaikan atau dioptimalkan.

Menemukan Peluang AI dari Masalah

Sesi “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” dikemas dalam format workshop dan interactive session dengan menghadirkan Adelia Octavian Mandasari, Business Development Telkom Indonesia, sebagai narasumber.

Adelia menjelaskan bahwa kemampuan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan peluang penggunaan AI.

“AI use case seharusnya lahir dari masalah yang ada. Karena itu, kita perlu membiasakan diri melihat permasalahan di sekitar sebagai peluang untuk menciptakan nilai, bukan sekadar mencari teknologi yang sedang tren,” ujar Adelia.

Peserta kemudian diperkenalkan pada kerangka sederhana untuk mengidentifikasi pain point, mengeksplorasi peluang penggunaan AI, dan merumuskannya menjadi AI use case. Proses tersebut membantu peserta membedakan permasalahan yang memang membutuhkan AI dengan masalah yang dapat diselesaikan menggunakan pendekatan lain.

Menurut Adelia, kemampuan tersebut menjadi penting agar penggunaan AI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap kebutuhan pengguna.

Belajar dari Kasus di Berbagai Sektor

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga diajak melihat sejumlah contoh pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif.

Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa peluang penggunaan AI tidak selalu berasal dari persoalan yang kompleks. Proses manual yang berulang, kesulitan mengolah informasi, kebutuhan meningkatkan efisiensi, hingga kebutuhan memberikan layanan yang lebih personal dapat menjadi titik awal untuk mengeksplorasi penggunaan AI.

Dari contoh tersebut, peserta belajar bahwa bentuk AI use case sangat bergantung pada konteks permasalahan, kebutuhan pengguna, sumber daya yang tersedia, serta dampak yang ingin dihasilkan. Dengan demikian, AI tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan tertentu.

Peserta Mulai Merumuskan AI Use Case

Pemahaman yang diperoleh kemudian diterapkan dalam sesi ideasi. Peserta diminta mengidentifikasi permasalahan yang mereka temui secara langsung di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Dari pain point tersebut, peserta mulai merumuskan kemungkinan solusi dengan mempertimbangkan peran AI dalam menyelesaikan atau mengoptimalkan permasalahan. Tahapan ini mendorong peserta untuk melihat hubungan antara kebutuhan pengguna, proses yang berjalan saat ini, dan potensi nilai yang dapat dihasilkan melalui pemanfaatan AI.

Proses ideasi juga menunjukkan bahwa menemukan AI use case membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari mengamati masalah, memahami kebutuhan, mengeksplorasi solusi, hingga menilai relevansi AI sebagai pendekatan.

Menghimpun Gagasan dalam Local AI Use Case

Ide yang muncul dari sesi tersebut kemudian dihimpun sebagai bagian dari Local AI Use Case, sebuah upaya untuk mendokumentasikan gagasan implementasi AI yang berangkat dari permasalahan dan kebutuhan yang dekat dengan lingkungan masyarakat.

Penghimpunan tersebut diharapkan dapat memperlihatkan beragam kebutuhan AI yang muncul dari konteks lokal. Dengan pendekatan berbasis permasalahan, gagasan yang dikumpulkan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mempertimbangkan relevansi dan potensi dampaknya bagi pengguna.

Kehadiran Local AI Use Case sekaligus membuka perspektif bahwa inovasi AI dapat berangkat dari persoalan sehari-hari. Masalah sederhana yang ditemui secara berulang dapat menjadi bahan untuk mengembangkan gagasan solusi apabila diidentifikasi dan dirumuskan secara tepat.

AI Dimulai dari Memahami Masalah

Sesi “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” menjadi bagian dari rangkaian AI Connect Bandung: How AI Fits You yang membawa peserta dari tahap mengenali kesiapan AI menuju proses menemukan peluang pemanfaatannya.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar mengenai AI dan berbagai tools yang tersedia, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan cara berpikir berbasis masalah. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan pain point, dan menilai relevansi AI menjadi fondasi sebelum sebuah ide dikembangkan menjadi solusi.

Bagi Telkom AI Center Bandung, pendekatan berbasis masalah tersebut menjadi penting agar pemanfaatan AI tetap dekat dengan kebutuhan nyata. Dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar, berbagai gagasan AI use case dapat mulai dirumuskan, dikembangkan, dan dipertimbangkan untuk menghasilkan nilai yang lebih relevan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park

Jam Session menghadirkan Dikta sebagai special performer yang menemani pengunjung bernyanyi bersama pada 19 September 2026.

September bakal terasa makin ramai di Grand Galaxy Park mall di Bekasi! Setelah sempat dirindukan para pengunjung, Jam Session Grand Galaxy Park Bekasi akhirnya kembali hadir dan mengajak pengunjung untuk menikmati akhir pekan dengan musik, hiburan, dan berbagai aktivitas seru. Kali ini, Jam Session  menghadirkan Dikta sebagai special performer yang menemani pengunjung bernyanyi bersama pada 19 September 2026.

Kehadiran Jam Session menjadi salah satu highlight dari rangkaian program Grand Galaxy Park di bulan September yang menghadirkan berbagai pilihan aktivitas untuk pengunjung dari berbagai kalangan. Tidak hanya menikmati pertunjukan musik, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan olahraga, kompetisi, hingga hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga dan komunitas.

Dari Jam Session hingga Kompetisi, September Makin Seru

Keseruan dimulai pada 19 September 2026 melalui Jam Session yang membawa suasana akhir pekan menjadi semakin meriah. Penampilan Dikta menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, mengajak pengunjung untuk menikmati musik secara langsung, bernyanyi bersama, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Di hari yang sama, pengunjung juga dapat menyaksikan Coloring Competition by Best Kids Galaxy yang menghadirkan aktivitas kreatif untuk anak-anak. Kehadiran kegiatan ini semakin melengkapi pilihan aktivitas keluarga, sehingga satu kunjungan ke Grand Galaxy Park dapat diisi dengan beragam pengalaman yang menyenangkan untuk semua usia.

Memasuki 26 September 2026, aktivitas kembali berlanjut melalui Rise & Move yang menghadirkan berbagai kegiatan olahraga bersama komunitas. Pada hari yang sama, Fun Run by Organa juga siap mengajak masyarakat bergerak lebih aktif sekaligus menikmati suasana olahraga yang lebih fun dan engaging.

Tidak berhenti sampai September, Grand Galaxy Park juga telah menyiapkan keseruan berikutnya melalui Rollie Pop Up,  Inline Skating Championship Series yang akan berlangsung pada 11 Oktober 2026. Kehadiran rangkaian kegiatan ini semakin memperkuat peran Grand Galaxy Park sebagai ruang bagi komunitas untuk berkumpul, beraktivitas, dan menikmati berbagai pengalaman lifestyle.

Lengkapi Weekend dengan Live Music

Buat pengunjung yang lebih suka menikmati akhir pekan dengan suasana santai sambil ditemani musik, Grand Galaxy Park juga menghadirkan Live Music Every Weekend. Berbagai penampilan musik akan menemani waktu bersantai pengunjung sekaligus membuat suasana weekend di Grand Galaxy Park Bekasi semakin hidup.

Melalui rangkaian event yang dihadirkan, Grand Galaxy Park Bekasi terus menghadirkan pengalaman yang beragam dan relevan bagi masyarakat Bekasi. Mulai dari musik, aktivitas kreatif, olahraga, hingga kegiatan komunitas, seluruhnya menjadi bagian dari upaya Grand Galaxy Park untuk menciptakan ruang berkumpul yang aktif, seru, dan dapat dinikmati bersama.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, September hingga Oktober menjadi waktu yang pas untuk kembali menikmati berbagai keseruan di Grand Galaxy Park Bekasi. Jadi, jangan lupa catat tanggalnya dan ajak keluarga, sahabat, maupun komunitasmu untuk menikmati rangkaian event yang siap membuat akhir pekan semakin berwarna!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Telkom AI Connect Papua berkolaborasi dengan fotografer profesional lokal untuk membekali anak muda Papua memanfaatkan AI dalam fotografi, content creation, dan personal branding.

Jayapura, 22 September 2026 – Telkom AI Connect Papua berkolaborasi dengan profesional fotografi lokal untuk memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia fotografi kepada anak muda Papua. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coaching Class AI for Papuan Youth Series 1 bertema “Pemanfaatan AI dalam Dunia Photography” yang berlangsung di Telkom AI Center of Excellence Papua, Kotaraja, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 15.00 WIT tersebut diikuti 15 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pekerja swasta. Menghadirkan Ezra Sanggenafa, profesional fotografer, sebagai narasumber, kegiatan membekali peserta dengan pemahaman mengenai perkembangan AI serta penerapannya dalam mendukung proses kreatif, pekerjaan fotografi, content creation, dan personal branding.

Business and Community Lead Telkom AI Connect Papua, Raquela Sanggenafa, mengatakan pengenalan AI kepada anak muda perlu diarahkan pada pemanfaatan yang relevan dengan minat dan bidang yang mereka geluti. Menurutnya, fotografi menjadi salah satu ruang kreatif yang dapat memanfaatkan AI tanpa menghilangkan peran manusia dalam menghasilkan karya.

“Kami ingin anak muda Papua tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga melihat bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk mendukung keterampilan dan kreativitas yang sudah mereka miliki. Dalam fotografi, AI dapat menjadi alat bantu untuk mengeksplorasi ide, mempercepat proses kerja, dan membuka ruang kreativitas baru, sementara karakter dan sentuhan manusia tetap menjadi bagian penting dari sebuah karya,” ujar Raquela.

Mengenal AI sebagai Creative Assistant

Materi kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar AI dan perkembangannya dalam industri kreatif. Peserta diajak melihat berbagai kemungkinan penggunaan AI dalam fotografi, mulai dari mencari inspirasi, mengembangkan ide, menyusun konsep visual, hingga membantu proses kreatif.

Ezra juga memperkenalkan AI sebagai creative assistant yang dapat membantu fotografer bekerja lebih efektif. Pemanfaatan tersebut dapat diterapkan pada sejumlah tahapan, seperti pengembangan konsep, pencarian referensi visual, penyusunan moodboard, editing, pengembangan konten, hingga personal branding.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa penggunaan AI bukan untuk menggantikan kreativitas fotografer. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses eksplorasi sehingga fotografer dapat lebih fokus pada kreativitas, storytelling, dan karakter visual yang ingin dibangun.

Peserta Praktik Mengembangkan Ide Fotografi dengan AI

Tidak berhenti pada pemaparan materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung pemanfaatan AI dalam proses kreatif. Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk mengembangkan ide fotografi dengan bantuan AI dan mempelajari cara menyusun prompt agar dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Sesi berlangsung secara interaktif dengan peserta yang mencoba berbagai kemungkinan, mengevaluasi hasil, serta berdiskusi mengenai penggunaan AI dalam proses kreatif. Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mulai mengeksplorasinya untuk menghasilkan karya.

Selain praktik, sesi coaching, discussion & Q&A memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dalam fotografi dan content creation. Pembahasan turut menyoroti pentingnya mempertahankan orisinalitas, identitas visual, dan sentuhan personal ketika memanfaatkan teknologi AI.

Membuka Peluang Anak Muda di Industri Kreatif

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang penggunaan AI dalam perkembangan industri kreatif dan dunia kerja. Kemampuan menggunakan AI secara kreatif dinilai dapat menjadi keterampilan tambahan bagi anak muda yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang fotografi, content creation, maupun personal branding.

Pada sesi refleksi, peserta didorong untuk mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri, sekaligus tetap memperhatikan kreativitas, orisinalitas, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Coaching Class AI for Papuan Youth Series 1 menjadi bagian dari upaya Telkom AI Connect Papua untuk mendekatkan teknologi AI dengan kebutuhan dan minat anak muda di Papua. Melalui kolaborasi dengan pelaku industri kreatif lokal, pengenalan AI tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman praktis yang relevan dengan bidang yang dekat dengan peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan interaksi informal antara peserta, narasumber, dan penyelenggara. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Telkom AI Connect Papua mendorong anak muda Papua untuk melihat AI sebagai salah satu alat yang dapat membantu mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan mengeksplorasi peluang baru di industri kreatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Semarang – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara menyalurkan bantuan dana operasional dan pendidikan kepada Panti Asuhan Daarul Busyro Wal Hikmah dan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Sunan Drajat di Kota Semarang, Senin (31/8).

Bantuan yang disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak panti asuhan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan kegiatan operasional kedua lembaga sekaligus menunjang pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak yang berada di bawah naungan Panti Asuhan Daarul Busyro Wal Hikmah dan PSAA Sunan Drajat.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi PTPN I Regional 3 dalam menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I Regional 3 berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Pelaksanaan program diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh para penerima manfaat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

PT Railink (KAI Bandara) menyampaikan bahwa telah terjadi insiden tertempernya kendaraan roda empat oleh KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai pada Kamis (3/9), di perlintasan resmi terjaga yang berada di emplasemen Stasiun Binjai.

Kejadian terjadi sekitar pukul 13.40 WIB di kilometer 20+4/5, tepatnya pada perlintasan resmi yang dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan. Berdasarkan laporan masinis KA U80 Srilelawangsa relasi Medan–Binjai, kereta tertemper sebuah kendaraan minibus jenis Avanza saat melintas di lokasi tersebut.

Setelah kejadian, KA U80 tiba di Stasiun Binjai pada pukul 13.42 WIB. Petugas KAI Bandara segera melakukan koordinasi dengan unit pengamanan, sarana, serta petugas terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap kereta api dan memastikan kondisi perjalanan tetap aman.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kereta api dalam kondisi aman dan dapat melanjutkan perjalanan. Sementara itu, kendaraan minibus dilaporkan terpental ke sisi luar jalur kereta api. Tidak terdapat gangguan terhadap perjalanan kereta api lainnya akibat kejadian tersebut.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami memastikan bahwa setelah kejadian, petugas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan jalur untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman. Seluruh rangkaian KA Srilelawangsa dalam kondisi aman dan kejadian ini tidak mengganggu perjalanan kereta api lainnya,” ujar Porwanto.

KAI Bandara mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan aturan saat melintasi perlintasan sebidang, termasuk berhenti ketika sinyal peringatan aktif dan mendahulukan perjalanan kereta api.

Perlintasan sebidang merupakan area yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. KAI Bandara terus mendukung berbagai program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang bersama para pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif

PT Railink atau KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna layanan kereta api bandara hingga periode Januari–Agustus 2026. Berdasarkan data tersebut, KAI Bandara melayani sebanyak 4.647.947 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dengan jumlah 4.639.062 penumpang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai salah satu pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan efisien, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju maupun dari kawasan bandara.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah penumpang menjadi salah satu indikator positif atas keberlanjutan layanan KAI Bandara di wilayah operasional Yogyakarta dan Sumatera Utara.

“Pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi motivasi bagi KAI Bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan perjalanan yang semakin nyaman, aman, serta tepat waktu bagi seluruh pelanggan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Porwanto.

Salah satu layanan yang mencatat pertumbuhan positif adalah KA Srilelawangsa di Sumatera Utara. Hingga Januari–Agustus 2026, KA Srilelawangsa telah melayani 2.837.142 penumpang, meningkat 2,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.768.068 penumpang.

Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh layanan relasi Medan–Kuala Bingai (MDN–KBG) yang mencatat 1.799.010 penumpang, meningkat 3,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.732.999 penumpang.

Peningkatan jumlah pengguna KA Srilelawangsa menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Utara. KAI Bandara terus berupaya menjaga kualitas perjalanan sekaligus menghadirkan layanan yang dapat mendukung mobilitas masyarakat secara efektif.

Di wilayah Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA Reguler juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga Januari–Agustus 2026, layanan tersebut telah digunakan oleh 1.230.728 penumpang, meningkat 2,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dengan jumlah 1.195.258 penumpang.

KAI Bandara terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, baik melalui pengembangan layanan, kemudahan akses informasi perjalanan, maupun peningkatan kualitas pelayanan di stasiun dan selama perjalanan.

KAI Bandara berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, sejalan dengan upaya mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah operasionalnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis

Jakarta, 22 September 2026 — RevComm Indonesia, perusahaan teknologi AI-powered conversation intelligence asal Jepang, hadir sebagai narasumber dalam program Business Update di PAS FM Jakarta 92.4. 

Dalam kesempatan tersebut, Country Manager RevComm Indonesia, Hargunadi Soemantri, membahas bagaimana teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami komunikasi bisnis secara lebih mendalam dan mengubah percakapan menjadi sumber insight untuk meningkatkan performa tim bisnis.

Wawancara yang dipandu oleh jurnalis PAS FM, Robert Saputra, mengangkat berbagai tantangan dalam komunikasi bisnis, termasuk bagaimana perusahaan dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik setiap percakapan antara tim dan pelanggan.

Membuka “Black Box” dalam Komunikasi Bisnis

RevComm didirikan di Jepang pada tahun 2017 dan mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021. Produk unggulannya, MiiTel, menghadirkan solusi AI-powered conversation intelligence yang membantu perusahaan mentranskripsikan, merangkum, dan menganalisis percakapan bisnis.

Dalam wawancara tersebut, Hargunadi menjelaskan bahwa komunikasi dengan pelanggan merupakan bagian penting dari aktivitas bisnis sehari-hari. Di dalam percakapan, terdapat berbagai informasi mengenai kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan, alasan mereka tertarik atau tidak tertarik terhadap suatu produk, hingga bagaimana tim merespons setiap situasi.

Namun, perusahaan sering kali hanya melihat hasil akhirnya, seperti jumlah leads, tingkat konversi, atau performa penjualan. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi, tetapi belum tentu menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Kesenjangan inilah yang disebut Hargunadi sebagai Black Box Problem.

“Perusahaan bisa melihat hasil (dari komunikasi bisnis), tetapi belum tentu bisa melihat apa yang sebenarnya dibicarakan dan bagaimana komunikasi tersebut berlangsung. Inilah yang kami sebut sebagai Black Box Problem,” jelas Hargunadi Soemantri, Country Manager RevComm Indonesia

Melalui MiiTel, percakapan telepon dan meeting dapat diubah menjadi data yang dapat ditranskripsikan, dirangkum, dan dianalisis. Dengan demikian, perusahaan dapat memahami tidak hanya apa yang dibicarakan, tetapi juga bagaimana percakapan tersebut dilakukan.

Dari insight tersebut, perusahaan dapat melihat pola komunikasi, menemukan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik, serta mengidentifikasi area yang masih dapat ditingkatkan.

Secara sederhana, MiiTel membantu perusahaan tidak hanya having conversations, tetapi juga learning from conversations.

Memahami Apa yang Ada di Balik Performa Sales

Salah satu use case MiiTel yang dibahas dalam wawancara adalah pemanfaatannya untuk tim Sales.

Dalam proses penjualan, berbagai hal penting terjadi melalui percakapan. Kebutuhan pelanggan digali, concern dan objection muncul, nilai produk disampaikan, hingga pelanggan akhirnya mengambil keputusan.

Perusahaan mungkin mengetahui bahwa seorang Sales konsisten menghasilkan closing, sementara Sales lainnya masih mengalami kesulitan. Namun, jika hanya melihat angka di CRM, perusahaan belum tentu mengetahui apa yang membedakan cara kedua sales tersebut berkomunikasi dengan pelanggan.

Hargunadi memberikan ilustrasi ketika dua Sales memiliki pengalaman dan pelatihan yang relatif sama, menjual produk yang sama, tetapi menghasilkan performa yang berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah: what’s happening in their conversation?

Dengan MiiTel, perusahaan dapat menganalisis percakapan untuk melihat berbagai pola komunikasi, seperti seberapa banyak Sales mendengarkan pelanggan, kecepatan berbicara, bagaimana kebutuhan pelanggan digali, hingga bagaimana objection ditangani.

Insight tersebut dapat memberikan manajer bahan yang lebih konkret untuk melakukan coaching. Alih-alih hanya mengandalkan observasi atau feeling, manajer dapat melihat pola komunikasi yang benar-benar terjadi dalam percakapan.

Perusahaan juga dapat mempelajari pola komunikasi dari Sales yang memiliki performa baik. Cara mereka membuka percakapan, menggali kebutuhan, maupun menyampaikan value dapat menjadi bahan pembelajaran dan coaching bagi anggota tim lainnya.

“Conversation tidak berhenti sebagai aktivitas antara Sales dan customer. Conversation bisa menjadi sumber pembelajaran untuk membantu perusahaan mengembangkan tim dan proses Sales secara berkelanjutan,” tambah Hargunadi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana conversation intelligence dapat membantu perusahaan memahami apa yang ada di balik performa, sekaligus menyediakan dasar yang lebih konkret untuk melakukan perbaikan pada proses Sales.

Terintegrasi dengan Workflow Bisnis

Selain menganalisis percakapan, MiiTel juga dapat terintegrasi dengan sistem bisnis yang telah digunakan perusahaan, termasuk platform CRM seperti Salesforce dan Zoho.

Integrasi tersebut membantu perusahaan menyelaraskan aktivitas komunikasi dengan workflow bisnis sehari-hari, sehingga data dan insight dari percakapan dapat lebih mudah dimanfaatkan dalam proses kerja yang sudah berjalan.

Dengan pendekatan ini, percakapan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas antara Sales dan pelanggan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem data perusahaan.

Indonesia sebagai Fokus Pengembangan RevComm

RevComm mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di luar Jepang. Sejak saat itu, RevComm Indonesia terus mengembangkan tim dan ekosistem lokal untuk mendukung kebutuhan perusahaan di Indonesia.

RevComm Indonesia memiliki kantor di Summitmas 1, Sudirman, Jakarta, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan bisnis dan implementasi solusi komunikasi berbasis AI di Indonesia.

Dalam pengembangan pasar tersebut, Hargunadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan, baik dari sisi produk maupun hubungan dengan pelanggan.

“Di saat kita masuk ke sebuah industri, yang perlu dibangun itu adalah trust dari sisi produk dan customer,” kata Hargunadi.

Sejalan dengan pengembangan ekosistem teknologi komunikasi bisnis berbasis AI, RevComm Indonesia juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut memperluas pemanfaatan MiiTel di Indonesia.

Informasi mengenai MiiTel, program free demo, dan peluang kemitraan dapat diakses melalui miitel.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Sebagai bagian dari strategi percepatan, BP Tapera menyiapkan sekitar 71.000 unit rumah subsidi untuk akad massal pada Desember 2026. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur tersebut akan mencakup rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi, sebagai upaya memperluas pilihan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan realisasi FLPP hingga akhir tahun.

Jakarta, 21 September 2026 – Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memimpin langsung rapat evaluasi dan
percepatan penyaluran rumah subsidi tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta,
Senin (21/9). Rapat tersebut dihadiri Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho,
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, serta
jajaran terkait untuk membahas strategi percepatan realisasi Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir tahun.

Hingga 21 September 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat
mencapai 154.034 unit atau sekitar 44 persen dari target 350.000 unit rumah
pada tahun ini. Capaian tersebut menjadi perhatian dalam rapat, mengingat masih
terdapat selisih yang perlu dikejar dalam waktu sekitar tiga bulan menjelang
akhir tahun.

Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menyoroti
perlunya pembenahan kinerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
BP Tapera untuk mendukung percepatan realisasi. Ia juga mendorong BP Tapera
agar terus berinovasi dan menghadirkan terobosan yang mampu menjawab berbagai
tantangan penyaluran rumah subsidi.

“Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, BP Tapera harus
melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh, terutama dalam
meningkatkan kualitas SDM. Saya ingin jajaran BP Tapera mampu menghadirkan
inovasi, menyelesaikan berbagai hambatan, dan bekerja lebih optimal agar target
penyaluran rumah subsidi tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Maruarar Sirait.

Menindaklanjuti arahan Menteri PKP, Komisioner BP Tapera
Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus mengakselerasi berbagai
langkah strategis, baik melalui penguatan koordinasi dengan pemangku
kepentingan maupun perluasan segmen hunian yang dapat dimanfaatkan masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah
menindaklanjuti Keputusan Menteri PKP Nomor 1721/KPTS/M/2026 terkait rumah
susun subsidi. BP Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk
mengunggah produk hunian mereka ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan
Pengembang (SiKumbang), sehingga pilihan hunian subsidi dapat semakin beragam
dan mendukung perluasan akses pembiayaan perumahan bagi MBR.

“Kami menindaklanjuti arahan Menteri PKP melalui berbagai
langkah percepatan, termasuk implementasi Kepmen PKP Nomor 1721 Tahun 2026. BP
Tapera telah mengundang para pengembang rumah susun untuk mengunggah produknya
ke aplikasi SiKumbang. Kami juga menyiapkan percepatan realisasi melalui
rencana akad massal pada Desember mendatang, yang tidak hanya mencakup rumah
tapak subsidi, tetapi juga rumah susun subsidi,” jelas Heru Pudyo Nugroho.

Sebagai bagian dari strategi percepatan, BP Tapera
menyiapkan sekitar 71.000 unit rumah subsidi untuk akad massal pada Desember
2026. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur tersebut akan
mencakup rumah tapak subsidi dan rumah susun subsidi, sebagai upaya memperluas
pilihan hunian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan
realisasi FLPP hingga akhir tahun.

Melalui evaluasi berkala, peningkatan kualitas SDM,
penguatan sinergi dengan pengembang dan perbankan penyalur, serta perluasan
realisasi rumah tapak dan rumah susun subsidi, BP Tapera berkomitmen mendukung
percepatan penyaluran FLPP. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan capaian
target tahun 2026 sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian layak dan
terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES