Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Volume arus peti kemas nasional mengalami pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Untuk itu, diperlukan integrasi data antara terminal, perusahaan pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah.

MERAUKE—
Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul
logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat
tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya.

Peneliti Pusat
Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan
pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul
dalam ekosistem logistik. Menurutnya, peningkatan layanan logistik tidak hanya
bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga integrasi data, kapasitas
sumber daya manusia, dan dukungan regulasi.

 Pakar manajemen
logistik dan rantai pasok itu mengatakan volume arus peti kemas nasional mengalami
pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat
penguatan kapasitas dan keterhubungan antarsimpul menjadi semakin penting.
“Hambatan pada satu simpul akan berdampak pada simpul lainnya,” ujar saat
dihubungi Jumat (11/9/2026).

Karena itu, Kuncoro mendorong integrasi data antara terminal, perusahaan
pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah. Pemanfaatan National
Logistics Ecosystem
(NLE) juga perlu terus dioptimalkan agar pergerakan
informasi dapat mengikuti bahkan mendahului pergerakan barang.

“Yang diidealkan itu aliran informasi mestinya setiap saat bahkan kalau
bisa mendahului aliran barang,” katanya.

Selain integrasi sistem informasi, Kuncoro menilai pengembangan angkutan
barang berbasis kereta api perlu diperkuat sebagai alternatif distribusi menuju
pelabuhan. Pengembangan moda tersebut juga dapat mendukung upaya penanganan
kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalur darat.

Pandangan mengenai pentingnya keterhubungan antarsimpul juga disampaikan
praktisi kepelabuhanan serta logistik dari Institut Transportasi dan Logistik
(ITL) Trisakti, Wahyono Bimarso. Menurutnya, kemampuan terminal peti kemas di
Indonesia pada dasarnya sudah semakin baik dan memenuhi standar internasional.
Namun, peningkatan produktivitas di dalam terminal tidak akan memberikan dampak
maksimal apabila tidak diikuti kesiapan fasilitas setelah kontainer keluar dari
pelabuhan.

“Terminal peti kemas kita sebenarnya sudah berstandar internasional.
Persoalan utama justru muncul setelah kontainer keluar dari pelabuhan.
Kecepatan bongkar muat tidak akan berdampak maksimal apabila depo, gudang,
jalan, dan sistem distribusi di sisi darat tidak berkembang dengan kecepatan
yang sama,” ujar Wahyono saat dihubungi Rabu (9/9/2026).

Pria yang juga Kaprodi Teknik Kelautan ITL Trisakti ini mencontohkan
kondisi di Merauke. Meskipun fasilitas pelabuhan dinilai sudah memadai,
keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan masih menjadi
persoalan.

“Pelabuhannya sudah bagus, peralatannya lengkap, tetapi dari sana
belum ada lapangan penumpukan atau gudang di belakang pelabuhan,” katanya.

Menurut Wahyono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas
terminal perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya.
Jika tidak, antrean dan kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju
depo, trucking, gudang maupun jaringan jalan.

Produktivitas Terminal

Dari sisi pelayaran, peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal tetap
dinilai penting untuk mendukung efisiensi operasional kapal. Ketua DPC INSA
Semarang, Hari Ratmoko, mengatakan produktivitas terminal peti kemas saat ini
sebenarnya sudah cukup baik. Namun, peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman
alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik kapal.

“Semakin lancar
bongkar muat, maka akan semakin efisien dan efektif waktunya dan shipping
line
akan senang. Waktu sandar di Pelabuhan Tanjung Emas cepat, bongkar
cepat, memuat cepat dan bisa menuju ke pelabuhan berikutnya sesuai schedule,”
ujarnya.

Peningkatan
produktivitas di terminal harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas
penyangga di luar terminal. Dalam konteks tersebut, depo kontainer memiliki
peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

“Depo kontainer
itu cukup punya peran penting dalam supply chain,” katanya. Depo tidak
hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan kontainer kosong, tetapi juga dapat
menjadi buffer ketika lapangan penumpukan di dalam pelabuhan mulai
mengalami kepadatan.

Sementara, Ketua
DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, mengatakan kondisi
pada awal semester II 2026 di sisi darat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat
ini relatif lancar. Perputaran truk tidak lagi menghadapi kepadatan seperti pada awal tahun.

“Sekarang sudah lancar untuk perputaran truk di Pelabuhan Tanjung Emas.
Tidak ada kendala lagi karena kondisi yard di pelabuhan juga tidak sepadat di
awal-awal tahun,” katanya, Kamis (10/9/2026)

 

Meski demikian, menurut Supriyono, masih terdapat sejumlah persoalan yang
perlu dibenahi untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satunya perubahan jadwal kapal yang dapat
membuat truk harus menunggu lebih lama. Begitu pula dengan implementasi Terminal
Booking System
(TBS) yang masih bisa dioptimalkan terkait ketersediaan slot
kendaraan. Aptrindo turut mendorong agar depo kontainer di Semarang dapat
beroperasi selama 24 jam sehingga pergerakan kontainer dapat lebih fleksibel
dan antrean kendaraan dapat ditekan.

Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa kelancaran terminal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan
alat bongkar muat, tetapi juga oleh koordinasi jadwal kapal, ketersediaan slot
kendaraan, serta kesiapan fasilitas setelah kontainer meninggalkan terminal.

Tantangan di
Kawasan Timur

Persoalan kesiapan
simpul darat terjadi di kawasan timur Indonesia. Kepala Cabang PT Salam Pacific
Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Hermoko, mengatakan kebutuhan paling
mendesak di wilayah tersebut adalah keberadaan depo kontainer di luar kawasan
pelabuhan sebagai fasilitas penyangga.

“Kontainer harus
bisa keluar, dalam arti harus ada backup depo di luar karena Merauke 100%
deponya di dalam,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (6/9/2026).

Menurut Puji,
keterbatasan ruang penumpukan berdampak pada meningkatnya biaya logistik. SPIL
beberapa kali menurunkan muatan di Timika sebelum kemudian digabungkan dengan
kapal lain menuju Merauke. Selain menambah biaya dan memperpanjang rantai
distribusi, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terhadap komoditas,
khususnya muatan pangan.

“Harapan kami, ada
kebijakan dari Pemda maupun Pemprov sehingga kami bisa membuat depo di luar,” katanya.

 

Kebutuhan penguatan simpul logistik di Merauke juga menjadi perhatian
pengelola TPK Merauke. Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani,
mengatakan pihaknya menyiapkan revitalisasi lapangan penumpukan seluas 1,4
hektare untuk meningkatkan kapasitas pelayanan peti kemas.

Revitalisasi tersebut mencakup perbaikan infrastruktur, penguatan akses,
serta penambahan peralatan bongkar muat berupa rubber tyred gantry crane
(RTG). Pekerjaan tersebut
saat ini masih dalam proses lelang di kantor pusat.

“Pekerjaan revitalisasi itu nanti luasannya 1,4 hektare yang mau
diperbaiki. Untuk penguatan, perbaikan akses, pembuatan jalur alat RTG. Dengan
adanya RTG itu, kami berharap kapasitas bertambah ke atas,” ujar Rasul saat
dihubungi Rabu (23/9/2026).

Selain revitalisasi, Rasul menilai keberadaan depo di luar kawasan
pelabuhan diperlukan agar aktivitas penumpukan tidak membebani ruang
operasional terminal. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala investasi
serta daya dukung jalan.

“Depo itu sebenarnya lini dua, memang harus di luar pelabuhan. Kami
berharap perusahaan pelayaran membuat depo di luar pelabuhan. Namun, ada
beberapa kendala, mulai dari kebutuhan investasi hingga izin pemerintah untuk
lintas jalan keluar karena daya dukung jalan,” jelasnya.

Menurut Rasul, pemerintah daerah telah menawarkan lokasi untuk pengembangan
depo. Pihaknya berharap dukungan Pemda dapat mempercepat penyediaan depo
eksternal sekaligus pengembangan kawasan pelabuhan.

“Kalau kita mau melakukan pengembangan, ada Rencana Induk Pelabuhan atau
RIP. Ini sementara disusun untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Penyusunannya juga melibatkan para pemangku kepentingan, termasuk KSOP dan
perhubungan laut,” terang Rasul.

Gambaran mengenai
pentingnya kesinambungan arus peti kemas juga terlihat di TPK New Makassar.
Terminal Head TPK New Makassar, Teguh Firdaus, mengatakan operasional terminal
sejauh ini berjalan dengan baik. Saat ini TPK Makassar berperan sebagai salah
satu hub utama distribusi menuju kawasan timur Indonesia.

“Makassar jadi hub
untuk Indonesia Timur. Jadi simpul utama distribusi berbagai komoditas yang
bergerak menuju kawasan timur Indonesia,” ulasnya saat dihubungi, Senin
(14/9/2026).

Teguh mengatakan
Pelindo berfokus menjaga kesiapan infrastruktur dan peralatan bongkar muat agar
pelayanan terminal dapat berlangsung secara konsisten. Namun, kelancaran distribusi
tidak hanya ditentukan oleh aktivitas bongkar muat di dermaga. Pergerakan
kontainer setelah keluar dari terminal juga perlu dijaga agar tidak terjadi
penumpukan pada simpul berikutnya.

“Agar kelancaran distribusi kontainer bisa terjaga. Karena kelancaran
distribusi tidak hanya bergantung pada kecepatan bongkar muat di dermaga,
tetapi juga kesinambungan pergerakan kontainer setelah keluar dari kapal menuju
sisi darat,” tuturnya.

Teguh mengatakan kapasitas yang tersedia di Makassar saat ini masih memadai
untuk mendukung sirkulasi peti kemas. Dalam menjaga kelancaran tersebut,
koordinasi antara operator terminal, shipping line, perusahaan trucking,
pengelola depo, hingga pemilik barang menjadi bagian penting dalam
kesinambungan rantai logistik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Bertahan di Kisaran US$80.000, Bittime: Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketidakpastian CLARITY Act

Bittime menyoroti ketahanan pasar kripto setelah Senat AS gagal memajukan CLARITY Act. Bitcoin kembali bergerak di kisaran US$80.000, sementara pasar mulai pulih di tengah ketidakpastian regulasi. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime menghadirkan ekosistem Spot, Staking, dan Bittime Futures dalam satu platform.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencermati pemulihan pasar aset kripto setelah Senat Amerika Serikat gagal memajukan CLARITY Act. 

Pasar Kripto Kembali Pulih

Berdasarkan pemberitaan dari Reuters, Senat AS gagal memajukan CLARITY Act pada 15 September 2026 setelah tidak mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan. Pemungutan suara berakhir dengan 50 suara mendukung dan 49 menolak, sementara Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 4%.

Tekanan juga terlihat di pasar derivatif. Berdasarkan data CoinMarketCap, hampir US$500 juta posisi long dilikuidasi ketika tekanan pasar meningkat.

Namun, pasar kemudian kembali stabil. Per 18 September, Bitcoin naik 0,30% secara mingguan dan Ethereum 0,73%, sementara kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,14% menjadi sekitar US$2,66 triliun.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (24/9/2026) siang, Bitcoin berada di kisaran US$84.000, melemah 3,01% dalam 24 jam, tetapi masih menguat 10,13% dalam sepekan. Pada hari sebelumnya, Bitcoin bahkan sempat menguat hingga kisaran US$86.000.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan regulasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sentimen, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan pasar.

“Perkembangan regulasi dapat memengaruhi sentimen dalam jangka pendek, tetapi pasar juga mempertimbangkan likuiditas, kondisi makroekonomi, dan posisi pelaku pasar,”  tutur Ryan.

Perspektif Pelaku Pasar

Full-Time Trader Alexander Brian menilai tertundanya CLARITY Act membuat upaya memberikan kepastian regulasi bagi industri kripto AS masih berlanjut. Berdasarkan pemberitaan AP News, rancangan tersebut berkaitan dengan kerangka regulasi untuk pasar kripto yang bernilai sekitar US$2,3 triliun.

“Kegagalan untuk memajukan CLARITY Act saat ini berarti upaya memberikan kepastian hukum bagi industri masih tertunda. Ketidakpastian regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor, meskipun pergerakan harga kripto sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor lain,” ujar Alexander Brian.

Bitcoin Masih Stabil di Kisaran US$80.000

Pemulihan berlanjut pada pekan berikutnya. Berdasarkan The Block, Bitcoin kembali menembus US$85.000 pada 21 September, sementara lebih dari US$750 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam, termasuk sekitar US$648,3 juta posisi short.

Arus dana ke ETF Bitcoin spot AS juga mencatat perkembangan positif. The Block melaporkan arus dana masuk bersih sekitar US$433 juta pada 18 September.

Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime mengingatkan investor untuk memahami karakteristik aset kripto dan mempertimbangkan risikonya sebelum melakukan transaksi 

“Aset kripto merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Investor perlu memahami aset yang diperdagangkan, mengikuti perkembangan pasar, dan mempertimbangkan risikonya sebelum mengambil keputusan transaksi,” ujar Ryan.

Perkembangan CLARITY Act menunjukkan sentimen regulasi dapat memengaruhi pasar dalam jangka pendek, sementara pergerakan aset kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk likuiditas, arus dana, positioning, dan kondisi makroekonomi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Trail in Cuan: Aktivitas Seru neobank untuk Pelari Kalcer di VOTCHA 2026

Buat pelari kalcer, ikut trail running kini bukan cuma soal mengejar personal best. Ada pengalaman menikmati alam, bertemu komunitas, sampai berburu aktivitas seru di area event. Hal-hal seperti ini pula yang membuat Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 menarik untuk diikuti.

Digelar pada 12–13 September 2026 di Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, VOTCHA 2026 mempertemukan para trail runner dari berbagai negara. Di tengah atmosfer tersebut, Bank Neo Commerce hadir sebagai Official Banking Partner lewat rangkaian aktivitas Trail in Cuan di booth neobank.

Aktivitas ini menjadi salah satu cara neobank berinteraksi langsung dengan komunitas active lifestyle yang hadir di VOTCHA 2026. Jadi, selain datang untuk berlari dan menikmati suasana pegunungan, peserta juga bisa mampir ke booth neobank untuk mengikuti berbagai aktivitas.

Mulai dari Booth hingga Berburu Merchandise

Salah satu aktivitas utama Trail in Cuan berlangsung di booth neobank. Peserta VOTCHA 2026 dapat menggunakan layanan neobank untuk kebutuhan menabung dan transaksi langsung di booth.

Tidak berhenti di sana, ada pula merchandise eksklusif yang tersedia pada 12 September 2026. Koleksinya cukup beragam, mulai dari totebag, shopping bag, jas hujan, tumbler, pouch, gantungan kunci, hingga boneka neocat dan boneka koin.

Buat pelari yang memang suka mengoleksi event merchandise, aktivitas ini bisa menjadi salah satu agenda yang masuk checklist setelah menyelesaikan kegiatan utama di VOTCHA.

Ada Finisher Frame Khusus neobank x VOTCHA

Buat yang mengikuti VOTCHA pada 13 September 2026, ada aktivitas yang tidak kalah menarik. neobank x VOTCHA menghadirkan Finisher Frame dengan tema Gunung Tangkuban Perahu.

Finisher Frame ini menjadi bagian dari pengalaman peserta setelah menyelesaikan trek 45 KM. Konsepnya dibuat sebagai bentuk apresiasi sekaligus memorabilia yang bisa dibawa pulang setelah menyelesaikan tantangan trail running.

Bagi komunitas pelari, finisher item memang punya cerita tersendiri. Bukan hanya benda untuk disimpan, tetapi juga pengingat atas rute dan pengalaman yang sudah dilewati.

Spin the Wheel & Win!

Masih di rangkaian Trail in Cuan, ada pula aktivitas Spin the Wheel & Win! yang berlangsung pada 12–13 September 2026.

Caranya cukup sederhana. Peserta dapat mengunggah foto atau video seru mereka saat berada di booth neobank ke Instagram Story, kemudian menandai @bankneocommerce.

Ada sejumlah hadiah yang bisa dibawa pulang, seperti pouch, tumbler, boneka neocat, dan gantungan kunci.

Aktivitas ini juga membuat booth neobank menjadi bagian dari momen peserta selama berada di area VOTCHA. Setelah berlari atau ketika sedang menikmati suasana event, peserta bisa mampir, membuat konten, sekaligus mengikuti permainan yang tersedia.

Membawa Pengalaman Digital ke Active Lifestyle

Kehadiran neobank di VOTCHA 2026 menjadi bagian dari kemitraan Bank Neo Commerce dengan komunitas active lifestyle dan trail runner. Selain aktivitas di booth, kolaborasi ini juga menghadirkan penggunaan transaksi non-tunai melalui aplikasi neobank dan QRIS di area event.

VOTCHA 2026 sendiri diproyeksikan diikuti lebih dari 1.500 pelari dari 15 negara. Angka tersebut menunjukkan skala komunitas yang hadir dalam ajang trail running ini.

Melalui Trail in Cuan, pengalaman di VOTCHA tidak hanya berpusat pada trek. Ada pula ruang untuk berinteraksi, mencoba aktivitas di booth, berburu merchandise, membuat konten, hingga membawa pulang memorabilia dari neobank x VOTCHA.

Buat kamu yang suka memadukan olahraga, alam, komunitas, dan pengalaman event, rangkaian aktivitas ini bisa menjadi bagian lain dari keseruan VOTCHA 2026.

***

Info lengkap mengenai neobank dan Bank Neo Commerce di www.bankneocommerce.co.id

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Info Kesehatan : Skrining Bisa Cegah Thalassemia Sejak Dini

Thalassemia meski bersifat genetik, ternyata dapat dicegah melalui skrining sejak dini. Untuk itu, edukasi tentang thalassemia perlu terus digaungkan.

PURWOKERTO — Thalassemia meski bersifat genetik, tetapi dapat dicegah melalui skrining sejak dini. 

Edukasi tentang thalassemia perlu terus digaungkan. Sebab, berdasar penelitian, mayoritas masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kelainan darah bawaan yang diturunkan secara genetik tersebut.

Hal itu tersebut terungkap dalam Seminar dan Kuliah Umum Interprofessional Education (IPE) bertajuk Thalassemia & Skrining Thalassemia dan Kesehatan Pra Nikah di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi PT Prodia Widyahusada Tbk bersama UMP itu diikuti 1.000 mahasiswa dari berbagai jurusan. 

Selain seminar edukasi thalassemia, pada kesempatan tersebut Prodia melaksanakan pemeriksaan darah atau skrining thalassemia gratis terhadap ratusan mahasiswa UMP. Laboratorium diagnostik terbesar di Tanah Air itu menargetkan menskrining 1.000 mahasiswa dalam beberapa hari ke depan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Dani Esti Novia, yang mewakili Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Hadir pula Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep. dan Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, S.H., M.H. 

Selain itu hadir Ketua III Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas, Wahyono, S.IP.; Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Banyumas, Siti Aminah, S.Pd., M.Pd., Ketua Perhimpunan Penyandang Thalasemia Indonesia (PPTI) Cabang Banyumas, Dinar Faiza, S.S., M.A.

Narasumber seminar yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran UMP, Dr. dr. Dewi Karita, M.Sc., menjelaskan thalassemia merupakan penyakit genetik akibat gangguan pembentukan rantai globin pada hemoglobin. Karena bersifat genetik, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui seseorang merupakan pembawa sifat thalassemia atau bukan.

“Ini bukan penyakit menular, ini penyakit genetik dan bisa dicegah. Saya pikir teman-teman punya kesadaran sehingga bisa melakukan deteksi thalassemia,” ujarnya.

Menurut Dewi, Banyumas termasuk wilayah dengan kasus thalassemia cukup tinggi. Data 2021 mencatat sekitar 450 pasien thalassemia dirawat. Sementara, sekitar 8% masyarakat merupakan pembawa sifat thalassemia.

Ia juga memaparkan penelitian terhadap 52 orang usia produktif dari kalangan nonkesehatan. Hasilnya, 61,5% memiliki pengetahuan kurang mengenai thalassemia, 28,8% cukup mengetahui, dan hanya 9,6% memiliki pengetahuan baik.

“Artinya, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa masyarakat memang belum cukup mengetahui tentang thalassemia,” kata dia.

Generasi Muda

Narasumber seminar lainnya, Klinisi Patologi Klinik/Dokter Spesialis Imunologi Prof. Tonang Dwi Ardyanto, dr., SpPK, Subsp. IK(K), PhD, FISQua, CHAE., mengingatkan pembawa sifat thalassemia umumnya terlihat sehat sehingga kerap tidak menyadari kondisinya.

“Orangnya tidak kelihatan sakit, tidak berada di rumah sakit, tetapi sebetulnya dia membawa sifat thalassemia,” ujarnya.

Ia merujuk angka pembawa sifat di Banyumas yang dalam pemaparan sebelumnya disebut sekitar 8%. Dengan angka tersebut, menurutnya, di antara kelompok mahasiswa dalam jumlah besar sangat mungkin terdapat orang yang sebenarnya membawa sifat thalassemia tetapi tidak menyadarinya.

Kondisi tersebut membuat pemeriksaan menjadi penting. Menurut Tonang, seseorang tidak semestinya menunggu sampai menjelang pernikahan untuk mulai mencari tahu status pembawa sifat thalassemia.

“Maka itulah sebaiknya kita lakukan. Kalau mau menikah, atau sekarang sudah bersiap, untuk persiapan mari kita cek. Maksudnya, mengecek pembawa sifat thalassemianya,” ulas Tonang.

Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, mengatakan peningkatan kesadaran kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa dinilai penting karena kesadaran menjaga kesehatan perlu mulai dibangun sejak usia muda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat bersama-sama mendorong generasi muda untuk semakin mengenal, memahami, dan menjaga kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya.

Menurut Marina, kesadaran menjaga kesehatan semestinya dibangun sebelum muncul keluhan. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Prodia ingin membantu generasi muda membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai sejak dini. Pengetahuan ini juga diharapkan tidak berhenti pada individu masing-masing, tetapi dapat dibagikan kepada keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar,” lanjut Marina.

Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengatakan skrining tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui kondisi dan risiko kesehatannya lebih awal. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian kampus terhadap kesehatan mahasiswa.

“Bukan hanya menyiapkan calon profesional, tetapi UMP juga menyiapkan kehidupan kalian yang lebih sehat dan melahirkan generasi yang juga sehat,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Esti Novia, berharap 1.000 mahasiswa peserta tidak hanya memperoleh manfaat dari skrining, tetapi juga menjadi penyebar informasi mengenai pentingnya memahami thalassemia. “Saya ingin melihat seribu mahasiswa ini sebagai seribu orang yang membawa pulang pengetahuan dan kesadaran tentang thalassemia,” ujarnya.

Program edukasi dan skrining thalassemia Prodia telah berjalan sejak 2010. Tahun ini, Prodia menggandeng UMP dengan melibatkan 1.000 mahasiswa sebagai bagian dari program CSR yang berfokus pada edukasi, pencegahan, dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

Denpasar, (24/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan seminar bertajuk “Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” sebagai bagian dari rangkaian Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Nusa Dua Bali ini menjadi wadah berbagi wawasan dan praktik terbaik bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing melalui inovasi lingkungan dan sosial.

Seminar dibuka oleh Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, yang menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak dapat dibangun hanya melalui kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, dunia usaha perlu menjadikan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.

“Kinerja lingkungan dan sosial semestinya ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai jangka panjang. Compliance adalah titik awal, inovasi adalah langkah berikutnya, dan keberlanjutan adalah tujuan yang ingin kita capai bersama,” ujarnya.

Sandry Pasambuna menambahkan bahwa ENSIA terus dihadirkan sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, mempertemukan praktik baik, membangun kolaborasi, serta menginspirasi lahirnya inovasi baru yang mendukung terwujudnya bisnis berkelanjutan dan masyarakat yang tangguh. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen menjadi mitra strategis dunia usaha dalam memahami risiko, meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dan menciptakan nilai berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, PT SUCOFINDO (PERSERO), serta akademisi yang memiliki kompetensi di bidang keberlanjutan. Berbagai materi yang disampaikan menyoroti perkembangan kebijakan lingkungan, implementasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER), nilai ekonomi karbon, hingga praktik inovasi sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat dan daya saing perusahaan.

Narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Edward Nixon Pakpahan memaparkan perkembangan implementasi Permen LH/BPLH Nomor 7 Tahun 2025 yang menghadirkan sejumlah pembaruan dalam kriteria penilaian PROPER. Dalam paparannya, Edward Nixon Pakpahan menjelaskan bahwa PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong perusahaan untuk melampaui kepatuhan lingkungan melalui penerapan eco-inovasi, inovasi sosial, nilai ekonomi karbon, green leadership, serta penguatan keterkaitan antara kinerja lingkungan dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.

“PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong transformasi kinerja lingkungan perusahaan. Melalui pembaruan kriteria yang lebih komprehensif, kami berharap dunia usaha dapat semakin inovatif dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. PROPER bukan hanya alat evaluasi kepatuhan, tetapi juga sarana untuk membangun daya saing dan nilai tambah melalui praktik bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.

Edward Nixon Pakpahan juga menyoroti pentingnya integrasi PROPER dengan implementasi ESG dan kewajiban pelaporan keberlanjutan bagi perusahaan publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja keberlanjutan perusahaan.

Selanjutnya, Pakar Manajemen Lingkungan, Sudharto P. Hadi, menekankan bahwa PROPER tidak lagi sekadar instrumen kepatuhan, melainkan katalis transformasi menuju bisnis berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan perlu bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif, dari model ekonomi linier menuju ekonomi sirkular, serta mengintegrasikan inovasi lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat.

“Beyond compliance berarti perusahaan tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Perusahaan perlu menciptakan inovasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial dan lingkungan. Inilah esensi bisnis berkelanjutan yang akan menjadi fondasi daya saing perusahaan di masa depan,” jelasnya.

Dari sisi implementasi inovasi sosial, Project Manager Konsultansi PROPER PT SUCOFINDO (PERSERO), Retno Suryani membahas pentingnya integrasi inovasi sosial dalam implementasi PROPER, termasuk penguatan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai bagian dari strategi pemberdayaan kelompok rentan. Materi ini menegaskan bahwa inovasi sosial perlu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan perubahan sistemik, meningkatkan kapabilitas kelompok sasaran, serta mendukung keberlanjutan program melalui penguatan modal sosial dan ekonomi masyarakat.

“Inovasi sosial tidak lagi cukup dipandang sebagai program pendamping. Saat ini, inovasi sosial menjadi instrumen penting untuk menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Ketika perusahaan mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan kelompok rentan, maka manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan,” paparnya.

Sementara itu, Head of the GHG Validation and Verification Operations Subdivision PT SUCOFINDO (PERSERO), Fajar Firstya Adam membahas peran Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam mendorong transformasi bisnis berkelanjutan. Menurutnya, mekanisme karbon memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk melakukan pengurangan emisi secara terukur sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi rendah emisi.

“NEK memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah kinerja lingkungan menjadi nilai ekonomi. Dengan mekanisme yang kredibel dan berintegritas, dunia usaha dapat mempercepat upaya dekarbonisasi, memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus meningkatkan daya saing pada era ekonomi rendah karbon,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Enam Tahun Berturut-turut, BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027

BINUS Business School (BBS) kembali menorehkan pencapaian di tingkat internasional dengan mempertahankan posisinya sebagai Business School #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027. Pencapaian ini menandai enam tahun berturut-turut BINUS Business School berada pada posisi teratas di Indonesia dalam pemeringkatan MBA global yang diterbitkan oleh Quacquarelli Symonds (QS).

Pada QS Global MBA Rankings 2027, BINUS Business School menempati peringkat 191–200 dunia dan peringkat 27= di Asia. Dengan capaian tersebut, BBS tetap berada dalam jajaran Top 200 MBA dunia dan Top 30 di Asia, sekaligus mempertahankan posisi tertinggi di antara sekolah bisnis di Indonesia.

Konsistensi ini melanjutkan perjalanan BINUS Business School dalam pemeringkatan internasional. Pada QS Global MBA Rankings 2025, BBS telah tercatat sebagai sekolah bisnis peringkat pertama di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. 

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa konsistensi BINUS Business School dalam mempertahankan posisi teratas nasional merupakan bagian dari komitmen BINUS untuk terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perubahan dunia bisnis dan kebutuhan industri global.

“Mempertahankan posisi sebagai Business School #1 di Indonesia selama enam tahun berturut-turut menjadi sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan BINUS Business School tidak hanya memiliki kompetensi bisnis yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis,” ujar Dr. Nelly.

Bagi BINUS Business School, pengakuan internasional tidak berhenti pada pencapaian peringkat. BBS terus memperkuat pengalaman pembelajaran melalui kurikulum yang relevan dengan industri, kolaborasi dengan berbagai mitra, pengembangan riset dan inovasi, serta lingkungan pembelajaran yang mempertemukan beragam perspektif dan pengalaman.

Selain pengakuan dari QS, BINUS Business School juga telah memperoleh akreditasi internasional AACSB sejak 2019 dan sudah terakreditasi kembali sejak 2024 sampai 2031, yang semakin memperkuat komitmennya dalam menjalankan pendidikan bisnis sesuai standar global.

Pencapaian dalam QS Global MBA Rankings 2027 menjadi bagian dari perjalanan BINUS Business School untuk terus menghadirkan pendidikan bisnis berkelas dunia dan menghasilkan pemimpin serta profesional yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Sejalan dengan visi BINUS University, “A world-class university fostering and empowering the society in building and serving the nation,” BINUS Business School akan terus mendorong lahirnya talenta bisnis yang mampu membawa kontribusi nyata bagi Indonesia sekaligus bersaing di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

Jakarta, 24 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan pada perdagangan 24 September 2026. BTC turun sekitar 2% dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007. 

Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto.

Berdasarkan laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06% dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000. 

Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar

Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11%. 

Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC.

“Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5%, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio.

“Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya.

Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional

Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat.

Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta. 

Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan. 

Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya.

“Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ungkapnya.

Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya

Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000. 

Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik.

“Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20

KAI Logistik perusahaan menyediakan jasa logistik berbasis kereta api dan terintegrasi, turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Trans Studio Mall Cibubur. Dalam sesi bertajuk “Halal in Motion – Supply Chain Across Borders”, KAI Logistik diwakili oleh VP of Commercial, Ferdian Pardosi, sebagai panelis yang membahas perkembangan logistik halal, termasuk pemanfaatan moda kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi produk halal lintas wilayah.

Diskusi tersebut menjadi relevan
seiring dengan semakin luasnya perhatian terhadap aspek halal yang tidak hanya
mencakup proses produksi, tetapi juga tahapan distribusi dan rantai pasok.
Ketentuan tersebut salah satunya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun
2014 tentang Jaminan Produk Halal yang memperluas cakupan jaminan halal
hingga aspek distribusi dan rantai pasok. Sejalan dengan perkembangan
tersebut, pasar logistik halal di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan. Pada 2024, nilainya mencapai USD 53,1 miliar dan diproyeksikan
meningkat menjadi USD 100,7 miliar pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan
gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 11,2%. Nilai
tersebut mencakup sekitar 13,5% dari pasar logistik halal global, dengan
aktivitas distribusi yang tinggi di sejumlah koridor logistik, termasuk Pulau
Jawa.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong
kebutuhan terhadap infrastruktur dan proses logistik yang mampu menjaga produk
selama perjalanan. Menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik telah memperoleh
sertifikasi halal untuk jasa pendistribusian sejak 14 Juni 2024 yang mencakup
tiga Terminal Barang Area, yaitu Sungai Lagoa, Klari, dan Kalimas. Cakupan
sertifikasi kemudian diperluas pada 2025 dengan penambahan Terminal Barang Area
Ronggowarsito, Semarang. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah
perusahaan dalam memperluas kesiapan fasilitas dan proses operasional untuk
melayani kebutuhan distribusi produk yang memerlukan standar halal.

Penerapan standar tersebut didukung
melalui prosedur operasional yang memperhatikan aspek pemisahan dan penanganan
barang selama proses distribusi. Hal ini memberikan alternatif bagi pelaku
industri halal, termasuk sektor makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta Fast-Moving
Consumer Goods
(FMCG), dalam memperoleh layanan logistik yang sesuai dengan
kebutuhan rantai pasoknya.

Ferdian menjelaskan, penerapan
standar halal dalam kegiatan operasional dilakukan melalui sejumlah prosedur
untuk menjaga kondisi dan integritas muatan selama proses pengiriman. “Salah satunya melalui pemisahan penataan kontainer untuk
pengiriman berbasis halal dan non-halal. Proses tersebut juga didukung dengan
pemeriksaan dan penanganan kontainer, mulai dari pengecekan kondisi, pencucian
menggunakan bahan yang memenuhi ketentuan, hingga proses pensucian sesuai
prosedur yang berlaku. Dengan demikian, aspek halal dapat tetap terjaga sejak
barang diterima di titik awal pengiriman hingga tiba di tujuan,” ujar Ferdian.

Selain angkutan
barang berbasis kontainer, penguatan ekosistem logistik halal juga diterapkan
melalui layanan distribusi ritel KALOG Express. Layanan tersebut telah
memperoleh sertifikasi halal pada tiga titik distribusi, yaitu Service Point
KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Kehadiran
titik layanan bersertifikat ini memperluas pilihan bagi pelanggan yang
membutuhkan proses pengiriman dengan memperhatikan aspek halal, sekaligus
menjadi bagian dari peningkatan standar pada layanan distribusi ritel KAI
Logistik.

“Rantai pasok
memiliki peran penting dalam menjaga integritas produk halal mulai dari titik
asal hingga tujuan. Melalui penerapan standar halal pada layanan kontainer
maupun ritel, KAI Logistik terus meningkatkan kesiapan operasional agar dapat
mengambil bagian dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dan
efisien. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam
memperkuat ekosistem halal di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan peran
Indonesia dalam rantai pasok halal global,” tutup Ferdian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Kualitas WiFi Untuk Cafe Kini Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Bisnis F&B

Jakarta, 24 September 2026 – Pernahkah Anda
memperhatikan bahwa pertanyaan pertama yang sering diajukan pengunjung setelah
memesan minuman adalah, “Apa password WiFi-nya?” Hal ini
rupanya bukanlah sekadar asumsi. Kebutuhan ini sangat didukung oleh fakta
empiris di lapangan. Berdasarkan publikasi riset pasar dari MarketScale,
sebanyak 74 persen pelanggan menginginkan ketersediaan WiFi gratis sebagai
bagian dari pengalaman bersantap mereka di restoran atau cafe.

Angka tersebut diperkuat survei dari Spectrio mengungkapkan
bahwa hampir 80 persen pelanggan mengaku lebih cenderung kembali dan menjadi
pelanggan setia di tempat usaha yang menawarkan fasilitas internet tersebut.
Dari sisi pelaku usaha, lebih dari 60 persen pemilik bisnis juga melaporkan
bahwa kehadiran WiFi untuk cafe secara gratis sukses membuat pengunjung
menghabiskan waktu lebih lama di cafe, yang pada akhirnya efektif
mendorong peningkatan angka pembelanjaan mereka.

Selain menjaga kenyamanan pelanggan agar betah berlama-lama,
ketersediaan WiFi untuk cafe juga memegang peranan krusial bagi
stabilitas finansial dan operasional. Adopsi digital yang baik terbukti
berdampak nyata terhadap bisnis. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa
UMKM yang mengadopsi kanal digital mampu mencatatkan pertumbuhan omzet hingga
29,9 persen per tahun. Namun, banyak pengelola usaha F&B yang kerap keliru
saat memilih paket berlangganan dengan hanya berfokus pada biaya atau angka
kecepatan download semata.

Padahal, lalu lintas operasional bisnis sehari-hari justru sangat
ditopang oleh kecepatan upload. Aktivitas esensial seperti memproses
transaksi pembayaran non-tunai, melakukan sinkronisasi sistem mesin kasir
cerdas (POS), mencadangkan data operasional harian ke cloud, memperbarui
konten promosi, hingga memantau kamera keamanan CCTV secara real-time
dari luar kafe, semuanya bekerja menggunakan jalur distribusi upload.
Ketika kafe sedang ramai dan kapasitas jaringan terbatas, aktivitas pengunjung
seperti bermain game online kompetitif yang sangat bergantung pada
kestabilan dan latensi rendah akan memicu keluhan koneksi putus. Di waktu
bersamaan, sistem operasional di kasir Anda berisiko tersendat dan mengacaukan
laju pemesanan.

Untuk menyelaraskan kenyamanan pengunjung dengan efisiensi alur kerja
operasional, memilih layanan Biznet Home dapat menjadi langkah strategis yang
sangat masuk akal bagi pertumbuhan bisnis terutama layanan Wifi untuk cafe.
Melalui dukungan infrastruktur fiber optic, Biznet tidak hanya
menawarkan kestabilan koneksi yang andal, tetapi juga menyediakan kecepatan upload
dan download yang sepenuhnya simetris. Anda dapat memanfaatkan paket
kecepatan ekstra lega hingga 300 Mbps, yang memberikan ruang yang cukup untuk
puluhan perangkat pelanggan, sinkronisasi aplikasi bisnis, dan pengawasan CCTV
dapat berjalan bersamaan tanpa saling menghambat kecepatan satu sama lain.
Dengan investasi pada kualitas internet yang memadai, bisnis dapat tetap
kompetitif, operasional menjadi lebih lancar, dan pelanggan akan terus datang
kembali tanpa ragu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Jakarta, 23 September 2026. Para pelaku industri otomotif akan berkumpul pada gelaran perdana Automechanika Jakarta minggu ini untuk memamerkan produk, layanan, dan teknologi terkini maupun masa depan di pasar. Berlangsung mulai 24 hingga 27 September di area seluas 20.800 meter persegi yang mencakup empat aula di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), pameran edisi pertama ini akan menghadirkan 339 peserta pameran dari 15 negara dan wilayah, termasuk delapan paviliun negara dan wilayah. Sebagai pintu gerbang kolaborasi dua arah, acara ini akan menghubungkan perusahaan Indonesia dengan sumber daya internasional sekaligus memberikan akses langsung bagi pelaku global ke pasar ASEAN yang terus berkembang.

Fiona Chiew, General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd, mengatakan, “Automechanika Jakarta merupakan pameran ke-16 dalam jaringan pameran global Automechanika milik Messe Frankfurt. Dengan memanfaatkan jaringan global yang luas, acara perdana ini menarik perhatian para pemimpin industri dari seluruh dunia. Platform ini menawarkan peluang bagi pelaku pasar lokal untuk berekspansi ke kancah global, sekaligus menjadi pintu gerbang masuk ke pasar ASEAN bagi peserta internasional.”

Peserta pameran dari seluruh dunia mencakup keseluruhan value chain industri

Delapan asosiasi Indonesia dan sepuluh asosiasi global telah memberikan dukungan terhadap pameran ini, yang mencerminkan dinamika dua arah yang kuat. Selain itu, jajaran 339 peserta pameran dari 15 negara dan wilayah mencakup merek-merek dari China, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Lituania, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, UEA, dan Amerika Serikat.

Menyoroti lebih jauh jangkauan acara ini, 7 paviliun luar negeri akan hadir mewakili China, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Selain itu, paviliun Indonesia yang menampilkan 20 UMKM lokal juga akan dihadirkan oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan YDBA.

Mencakup keseluruhan value chain, pameran ini akan menyoroti kapabilitas UMKM dalam negeri di bidang sistem termal, peralatan keselamatan, rekayasa presisi, perkakas (tooling), distribusi elektronik, serta layanan purnajual. Acara ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian.

Di seluruh area pameran, rantai nilai (value chain) otomotif yang lengkap tercakup dalam beragam solusi yang ditawarkan.

Suku Cadang & Komponen

Mitra strategis sekaligus sponsor platinum, Astra Otoparts, menghadirkan 25 merek terkemuka—termasuk Aisin, Akebono, Astra Components, Denso, Evoluzione Tyres, GS Battery, dan KYB—yang mencakup sistem pengereman, peredam kejut (shock absorber), aki, ban, dan lainnya.

Sponsor emas, Timur Raya, menampilkan suku cadang dari merek-merek seperti 555, GMB, dan NKN. Di sektor powertrain dan transmisi, Toyopower memamerkan belt untuk kendaraan penumpang dan komersial, Setco Auto Systems menampilkan rangkaian kopling heavy-duty, dan Reach menghadirkan solusi manajemen termal.

Energi Baru & Konektivitas

Elmos menghadirkan chip semikonduktor dan sensor untuk aplikasi ADAS, pencahayaan, keselamatan, dan powertrain; Mobiletron memamerkan sistem pengisian daya, pengapian, dan sensor mesin; serta Roadover menyoroti sistem infotainment cerdas, fitur keselamatan ADAS, dan electric tailgate (pintu bagasi elektrik).

Diagnostik & Perbaikan

Bosch Service menampilkan layanan perawatan kendaraan, perawatan baterai kendaraan listrik (EV), modifikasi tampilan (styling), dan diagnostik tingkat lanjut; Launch memperkenalkan diagnostik jarak jauh berbasis AI dengan kemampuan pengisian daya cepat; dan Magicmotorsport memamerkan programmer mekatronik untuk control unit.

Aksesori & Modifikasi

HELLA memperkenalkan bilah wiper tanpa bingkai (frameless) dan kampas rem keramik (yang ditampilkan dalam ajang HELLA Brake Challenge pada 26 September); Kramat Motor memamerkan dashcam QLTC, head unit Android, dan sistem pintu pintar (smart door); Drivol dan STP menawarkan oli, pelumas, serta aditif; sementara Excel dan Pako Group menampilkan velg berperforma tinggi, ringan, dan tahan lama.

Manufaktur & Otomatisasi Otomotif / Solusi & Layanan Digital

Sorotan di sektor manufaktur mencakup mesin pres pembentuk logam lembaran dari Andritz untuk komponen baterai, teknologi cetakan (moulding) untuk pencahayaan dari Ledlink Optics, serta robot humanoid Agibot untuk manufaktur berbasis AI (kecerdasan buatan).

Di bidang solusi digital, TecAlliance menyediakan alur kerja digital dan data terstandarisasi bagi pemasok, distributor, dan pusat perbaikan, serta platform berbasis AI dari Slimstock untuk optimalisasi dan perencanaan inventaris.

Selain itu, pameran ini juga mencakup sektor Kelistrikan & Elektronik, Pencucian, Perawatan & Detailing Mobil, Bodi & Pengecatan, Sepeda Motor, serta Logistik, Pergudangan & Rantai Pasok. Merek dan perusahaan terkemuka lainnya yang berpartisipasi antara lain Brembo, Dharma Group, Filtration Solution, GMB, Himawan Putra, Hwa Kong Trading, Indoprima Group, Kian Ho Group, KSW, Lakoni, Mahle, Meiji Sangyo, NSK, Nusantara Global Autoparts, QHUK, Schaeffler, Seiken, Selamat Sempurna, SKF, Snap-on, Teikin, Toyoda Gosei, TriAlliance, dan TÜV Rheinland.

Acara pendukung untuk menampilkan Indonesia di panggung dunia

Antusiasme peserta tidak hanya terbatas pada area pameran utama, tetapi juga meluas ke berbagai acara pendukung yang diselenggarakan bersamaan.

Yusak Kristian Solaeman, Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), menyoroti nilai penting program ini. “Automechanika Jakarta akan mendorong wawasan regional yang krusial melalui rangkaian acara pendukung yang luas, yang menyoroti potensi manufaktur Indonesia. Platform-platform ini membantu perusahaan lokal memahami cara melayani pemain internasional dengan lebih baik, sementara pemain global dapat memperoleh pengetahuan mengenai pasar lokal.”

Sebagai contoh, Supply Chain Collaboration Forum pada tanggal 24 September akan mempertemukan produsen luar negeri dan lokal, mitra industri Indonesia, serta penyedia layanan aftermarket untuk membahas persyaratan kandungan lokal dan inisiatif pemerintah.

Lalu, Automotive Mobility Solutions Conference juga akan menghadirkan pemain global dan domestik untuk mengeksplorasi titik temu antara inovasi otomotif dan tren teknologi yang lebih luas. AVL List GmbH, Lenovo Malaysia, Smart Manufacturing Solutions, dan TotalEnergies Renewables Distributed Generation Indonesia akan membahas topik-topik seperti elektrifikasi, Industri 4.0, mobilitas berbasis AI, manajemen armada, dan praktik berkelanjutan.

Melanjutkan tema tersebut, Tech & Skills Workshop juga akan menghadirkan deretan pakar internasional dan lokal yang memimpin demonstrasi praktis mengenai teknik perbaikan modern, pemeliharaan, ADAS, perbaikan sistem tegangan tinggi, pengecatan presisi, serta digitalisasi bengkel.

Acara pendukung lainnya mencakup Xperience Zone yang interaktif untuk perbaikan penyok dan kerusakan akibat tabrakan, serta autoFEST@JKT yang menghadirkan simulator mengemudi, Brake Challenge, serta Auto Service Day bagi pengguna akhir yang dilengkapi dengan Auto Bazaar untuk mencari komponen langka.

Lebih jauh mengeksplorasi budaya otomotif, EMMA Racing menyoroti kendaraan modifikasi dan sistem audio yang imersif; MOTOFEST menampilkan sepeda motor modifikasi siap kompetisi dan ajang temu komunitas; serta Classic Cars merayakan keahlian teknis melalui kendaraan ikonik yang telah direstorasi.

Selain itu, Industrial Tour dengan pemandu akan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung fasilitas manufaktur di Indonesia, sementara Program Business Matching memfasilitasi pertemuan terarah antara pembeli luar negeri dan pelaku bisnis lokal.

Sebagai platform untuk kemajuan kawasan, kelompok pengunjung mencakup pasar negara tetangga seperti China, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Selain itu, data pra-registrasi menunjukkan adanya partisipasi dari lebih dari 50 negara dan wilayah.

Automechanika Jakarta diselenggarakan oleh Messe Frankfurt (HK) Ltd. dan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM). Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.automechanika-jakarta.com atau hubungi penyelenggara melalui email di autoasia@hongkong.messefrankfurt.com.

Acara Automechanika lainnya yang diselenggarakan oleh kantor Messe Frankfurt wilayah Greater China meliputi:

• Automechanika Shanghai: 2 hingga 5 Desember 2026

www.automechanika-shanghai.com

• Automechanika Kuala Lumpur: 8 hingga 10 April 2027

www.automechanika-kl.com

• Automechanika Ho Chi Minh City: 16 hingga 18 Juni 2027

www.automechanika-hcmc.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES