Trump Dorong Self-Regulation AI, Bos Teknologi AS Sepakati Komitmen Keselamatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumpulkan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Gedung Putih pada Selasa, 29 September 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pesat teknologi AI sekaligus meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko teknologi yang semakin mampu beroperasi secara mandiri.

Dalam pertemuan tersebut, Trump kembali menyatakan penolakannya terhadap intervensi pemerintah yang terlalu besar terhadap industri AI. Ia justru mendorong pendekatan self-regulation atau regulasi mandiri oleh perusahaan teknologi. Menurut Trump, industri AI perlu melakukan pengawasan terhadap dirinya sendiri agar inovasi tetap berkembang tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Trump Pilih Pendekatan Regulasi Mandiri

Pertemuan yang digelar di East Room Gedung Putih tersebut mempertemukan sejumlah nama besar di industri teknologi. Beberapa di antaranya adalah CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Tesla Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai, CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Anthropic Dario Amodei, Presiden OpenAI Greg Brockman, serta pendiri Amazon Jeff Bezos.

Trump mengatakan terdapat kesamaan pandangan di antara para pemimpin teknologi mengenai pentingnya self-regulation. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menghambat perkembangan AI yang dinilai memiliki potensi lebih besar daripada revolusi industri.

Sikap tersebut sejalan dengan pandangan pemerintah AS yang selama ini berupaya menjaga posisi Amerika sebagai pemimpin dalam perlombaan teknologi AI global, terutama dalam menghadapi persaingan dengan China.

Trump bahkan mengatakan pemerintah AS tidak boleh menghambat pertumbuhan teknologi tersebut. Menurutnya, Amerika Serikat saat ini masih berada di posisi terdepan dalam pengembangan AI sehingga kebijakan yang terlalu ketat dikhawatirkan dapat mengurangi daya saing industri domestik.

Perusahaan AI Sepakati Komitmen Keselamatan

Meski menolak regulasi pemerintah yang luas, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan sukarela di antara sejumlah perusahaan AI dan teknologi. Perusahaan-perusahaan yang hadir berkomitmen membangun sistem pengawasan internal serta melibatkan auditor eksternal untuk menilai keamanan teknologi AI yang dikembangkan.

Reuters melaporkan bahwa perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, Meta, Google, dan Nvidia menyepakati pembentukan kontrol internal yang kuat serta kerja sama dengan auditor independen. Mereka juga berkomitmen memastikan sistem AI beroperasi sesuai tujuan dan tidak memperoleh akses yang tidak diizinkan terhadap sistem lain.

Kesepakatan tersebut bersifat sukarela dan belum menjadi aturan hukum yang mengikat. Namun, Trump menggambarkannya sebagai bentuk komitmen moral industri untuk meningkatkan keamanan AI.

Pendekatan ini mencerminkan upaya mencari titik tengah antara dua kepentingan. Di satu sisi, perusahaan teknologi ingin mempertahankan kecepatan inovasi. Di sisi lain, masyarakat dan regulator semakin menuntut adanya mekanisme pengawasan terhadap teknologi yang semakin kompleks.

Kekhawatiran AI Semakin Meningkat

Dorongan terhadap pengawasan muncul di tengah meningkatnya laporan mengenai perilaku AI yang tidak terduga. Sejumlah perusahaan dan peneliti keamanan dilaporkan tengah mengevaluasi ribuan insiden yang melibatkan AI agents dan berbagai tindakan bermasalah dari sistem AI.

Kekhawatiran tersebut tidak hanya berasal dari regulator atau kelompok masyarakat. Sejumlah pemimpin perusahaan AI sendiri mulai menyerukan pengembangan teknologi yang lebih berhati-hati.

CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menulis mengenai perlunya memperlambat pengembangan AI frontier agar perusahaan dapat memastikan sistem pengaman berkembang sejalan dengan kemampuan teknologi. Sementara itu, OpenAI juga meningkatkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam pengembangan model AI.

Sam Altman, misalnya, mengatakan OpenAI kini semakin berfokus pada keselamatan dan dapat memilih untuk tidak melatih model tertentu apabila perusahaan belum yakin sistem keamanannya cukup kuat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa industri mulai menghadapi dilema antara mengejar kemampuan AI dan memastikan teknologi tersebut tetap dapat dikendalikan.

Data Center AI Jadi Isu Lain

Selain keamanan AI, pertemuan tersebut juga menyinggung pembangunan data center. Infrastruktur ini menjadi komponen penting untuk menjalankan model AI berkapasitas besar, tetapi pembangunan pusat data membutuhkan energi dan sumber daya yang sangat besar.

Di sejumlah wilayah Amerika Serikat, masyarakat mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak data center terhadap konsumsi listrik dan biaya energi. Trump mengatakan perusahaan teknologi perlu bekerja sama dengan komunitas lokal dan memberikan manfaat ekonomi agar pembangunan infrastruktur tersebut dapat diterima masyarakat.

Trump bahkan memprediksi data center akan menjadi semakin populer karena dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi komunitas tempat fasilitas tersebut dibangun.

Bagi pasar saham, perkembangan ini penting karena pembangunan data center menjadi salah satu pendorong utama investasi AI. Perusahaan seperti Nvidia, AMD, Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Meta memiliki kepentingan besar terhadap pertumbuhan infrastruktur AI.

AI Tetap Jadi Tema Penting Pasar

Perdebatan mengenai regulasi AI menjadi semakin relevan bagi investor karena perkembangan teknologi tersebut telah menciptakan salah satu tema investasi terbesar di pasar saham AS.

Perusahaan pembuat chip, cloud computing, software, hingga data center mendapatkan manfaat dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Namun, perubahan regulasi atau perlambatan pengembangan AI juga berpotensi memengaruhi ekspektasi pertumbuhan dan valuasi perusahaan terkait.

Karena itu, investor perlu memperhatikan bukan hanya pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi, tetapi juga perkembangan regulasi, belanja modal, kebutuhan energi, serta risiko keamanan AI.

Pantau Saham AS dan Aset Digital di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Pertemuan Trump dengan para pemimpin teknologi menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi, tetapi juga oleh bagaimana industri dan pemerintah mengelola risikonya. Untuk investor, perkembangan ini menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau karena kebijakan AI dapat berdampak langsung terhadap perusahaan teknologi dan valuasi saham di pasar AS.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound ke 4.215

Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan harga emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan perubahan momentum. Setelah mengalami tekanan hingga area sekitar 4.110, harga emas membentuk rejection dan mulai bergerak membangun Swing Low yang berpotensi menjadi support baru. Menurut analisis Dupoin Futures, selama area support tersebut mampu bertahan, emas masih memiliki peluang untuk bergerak naik menuju area resistance 4.202–4.215.

Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa area resistance 4.202–4.215 menjadi level penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan emas berikutnya. Apabila harga mampu bergerak menuju area tersebut, pelaku pasar dapat mencermati respons harga untuk melihat apakah momentum bullish berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Sebaliknya, apabila harga emas gagal mempertahankan Swing Low yang terbentuk pada timeframe H1, peluang pelemahan lanjutan tetap terbuka. Karena itu, Dupoin Futures menilai level support menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan rebound emas dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil US Treasury dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang relatif ketat. Reuters melaporkan bahwa emas sempat turun hingga sekitar US$4.110 per troy ounce pada 28 September, terendah sejak awal Agustus, ketika kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Dolar AS dan imbal hasil Treasury yang meningkat turut menjadi tekanan bagi aset non-yielding seperti emas.

Federal Reserve sebelumnya menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pada September. Namun, komentar terbaru Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum menentukan langkah kenaikan berikutnya. Perubahan ekspektasi tersebut membuat pasar kembali mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan AS sebagai indikator penting arah kebijakan The Fed.

Bagi Dupoin Futures, kombinasi antara kondisi teknikal dan fundamental tersebut membuat pergerakan emas masih berpotensi volatil. Dari sisi teknikal, terbentuknya Swing Low memberikan peluang rebound menuju resistance 4.202–4.215. Namun, tekanan dari dolar AS dan imbal hasil Treasury tetap menjadi risiko yang dapat membatasi kenaikan emas.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di atas support sebelum mengantisipasi kelanjutan penguatan. Dengan demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas berpeluang melanjutkan rebound apabila support bertahan, dengan area 4.202–4.215 menjadi resistance penting yang perlu diuji.

Pergerakan harga selanjutnya tetap akan dipengaruhi perkembangan kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, serta perkembangan geopolitik global. Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut dapat menjaga volatilitas emas tetap tinggi dalam perdagangan jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Moladin Hadirkan Program Sewa Kepemilikan Mobil Listrik untuk Driver Online

Jakarta, 30 September 2026 — Moladin, platform layanan teknologi dan otomotif terintegrasi di Indonesia, meluncurkan Program Sewa Kepemilikan Mobil (moladin.com/sewa-kepemilikan-mobil/) yang disalurkan melalui PT Moladin Finance Indonesia yang merupakan perusahaan pembiayaan bagian dari ekosistem Moladin, untuk driver transportasi online. Program ini memberikan akses terhadap kendaraan listrik melalui skema pembayaran harian mulai dari Rp260 ribu per hari, dengan kesempatan bagi driver untuk memiliki kendaraan setelah menyelesaikan masa program sesuai ketentuan yang berlaku.

Peluncuran ini hadir di tengah upaya pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi transportasi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua beroperasi di Indonesia pada 2030. Melalui program ini, Moladin turut membuka akses penggunaan kendaraan listrik bagi driver online, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun perjalanan menuju kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Program Sewa Kepemilikan merupakan skema penggunaan kendaraan dengan pembayaran harian selama periode program, dengan opsi pengalihan kepemilikan kepada driver setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Melalui skema ini, driver online dapat menggunakan mobil listrik untuk mendukung kegiatan operasional, sementara kendaraan tetap terdaftar atas nama Moladin selama masa program. Untuk mendukung kenyamanan driver, setiap unit dilengkapi perlindungan asuransi all risk tanpa biaya tambahan.

Langkah ini merupakan wujud nyata dari visi Moladin, “Mobility for All” — menghadirkan akses mobilitas yang lebih inklusif bagi driver online sebagai salah satu bagian dari ekonomi digital Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk membangun aset jangka panjang melalui kendaraan yang mereka gunakan setiap hari.

“Kami melihat kendaraan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai aset produktif yang mendukung mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi driver online. Melalui Program Sewa Kepemilikan, kami ingin menghadirkan akses terhadap kendaraan listrik melalui skema pembayaran yang terukur, dengan peluang kepemilikan di akhir masa program sesuai ketentuan yang berlaku.” ujar Jovin Hoon, CEO Moladin.

Inisiatif ini melengkapi ekosistem layanan Moladin yang mencakup berbagai kebutuhan otomotif, mulai dari pembiayaan kendaraan, mobil baru, hingga layanan inspeksi kendaraan. Informasi lebih lanjut mengenai program Sewa Kepemilikan Mobil dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi Moladin di moladin.com/sewa-kepemilikan-mobil.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ducking.id Perkuat Layanan Impor Borongan dan B2B dari China, Dampingi Pelaku Usaha dari Pemula hingga Skala Perusahaan

Seiring naiknya impor dari China, Ducking.id yang beroperasi sejak 2013 menyatukan layanan jasa titip, impor grosir, dan restock rutin dalam satu alur

JAKARTA, 30 September 2026 – Ducking.id, platform jasa impor China asal Indonesia, memperkuat layanannya sebagai jasa impor China B2B dan impor borongan bagi UMKM, reseller, pemilik brand, dan perusahaan, sekaligus tetap menjadi pintu masuk yang mudah bagi importir pemula. Melalui Ducking.id, pelanggan dapat memulai dari pembelian pertama melalui jasa titip, lalu berkembang ke pembelian grosir dari marketplace B2B China seperti 1688 dan Alibaba, serta dari Taobao, Tmall, dan AliExpress, tanpa harus berpindah layanan.

Langkah ini sejalan dengan semakin besarnya peran China sebagai sumber pasokan barang bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), China tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan pangsa sekitar 36 persen dari total impor nasional pada 2025. Pada sektor nonmigas, impor dari China naik 19,57 persen dan menyumbang 41,6 persen dari total impor nonmigas sepanjang 2025.

“Banyak pelanggan kami memulai dari belanja pertama lewat jasa titip, lalu berkembang menjadi reseller dan pemilik brand yang impor borongan setiap bulan. Karena itu, kami memperkuat Ducking.id sebagai jasa impor China B2B, tanpa meninggalkan kemudahan yang membuat pemula nyaman memulai impor,” ujar Sovia, Import Consultant Ducking.id.

Menurut Sovia, kebutuhan pelanggan berubah seiring pertumbuhan bisnis mereka. Importir pemula umumnya membutuhkan proses yang sederhana dan pendampingan dalam memilih barang. Ketika bisnis berkembang, tantangannya bergeser ke hal lain, seperti menjaga kualitas barang tetap konsisten di setiap pemesanan, membayar supplier dalam mata uang RMB, berkomunikasi dengan supplier berbahasa Mandarin, serta mengendalikan ongkos kirim ketika barang dibeli dari beberapa supplier sekaligus.

Satu alur layanan, dari pembelian pertama hingga impor borongan

Ducking.id menyatukan seluruh tahapan impor dalam satu layanan yang dapat digunakan di setiap tahap pertumbuhan bisnis:

1. Pembelian tanpa akun marketplace. Pelanggan dapat memesan dari 1688, Alibaba, Taobao, Tmall, dan AliExpress melalui aplikasi Ducking.id, baik untuk pembelian satuan maupun grosir, tanpa perlu membuat akun marketplace China atau bernegosiasi dalam bahasa Mandarin.

2. Pembayaran dalam Rupiah melalui layanan Ducking.id jasa transfer RMB untuk pembayaran ke supplier di China.

3. Konsolidasi pesanan multi-supplier. Barang dari beberapa supplier dikumpulkan terlebih dahulu, lalu dikirim dalam satu pengiriman agar biaya logistik lebih efisien.

4. Pemeriksaan sebelum pengiriman. Barang diperiksa sebelum diberangkatkan untuk mengurangi risiko barang tidak sesuai pesanan.

5. Pengiriman dan kepabeanan. Barang dikirim melalui jalur laut atau udara, termasuk pengurusan kepabeanan hingga tiba di Indonesia.

“Kami ingin pelanggan tidak perlu mencari layanan baru setiap kali bisnisnya naik kelas. Yang hari ini baru mencoba impor pertama kali, besok bisa restock borongan di tempat yang sama. Itulah arti mitra impor jangka panjang bagi kami,” tambah Sovia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cakra Elektrolisis Curi Perhatian di FARM 2026, FisTx Perkenalkan Teknologi Elektrokimia Pertama untuk Sterilisasi Air Tambak di Indonesia

Jakarta, 29 September 2026 — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, tampil sebagai salah satu exhibitor yang paling banyak menyita perhatian pengunjung di ajang FARM 2026 yang diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dari booth nomor 15C, FisTx menghadirkan tiga lini solusi budidaya sekaligus: FDS (Fistx Disinfection System : Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan) untuk sterilisasi air, Nano Silver untuk penanganan udang yang terserang penyakit, hingga Nawasena Water Test Kit untuk monitoring kualitas air tambak secara mudah.

FARM 2026: Forum Nasional yang Mempertemukan Petambak, Teknisi, dan Asosiasi Industri

FARM 2026 tercatat dihadiri lebih dari 350 peserta, didominasi oleh teknisi dan pemilik tambak udang dari berbagai daerah. Selain sesi seminar dan area pameran, momen penting lain di ajang ini adalah pengukuhan pengurus daerah Shrimp Club Indonesia (SCI) untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung, yang dilakukan langsung oleh ketua Umum SCI : Prof. Dr. Andi Tamsil, MS., IPM menegaskan posisi FARM 2026 sebagai forum konsolidasi industri udang nasional, bukan sekadar pameran produk.

Cakra Elektrolisis: Teknologi yang Paling Banyak Menyita Perhatian

Di antara jajaran produk yang dipamerkan, Cakra Elektrolisis menjadi pusat perhatian pengunjung booth FisTx. Teknologi ini diklaim sebagai sistem sterilisasi air dengan pendekatan elektrokimia pertama yang diterapkan dalam budidaya/akuakultur di Indonesia menggantikan peran kaporit dan disinfektan kimia konvensional.

Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx, mengaku sempat terkejut dengan besarnya antusiasme pengunjung terhadap teknologi ini.

“Kami sempat kaget dengan antusiasme yang begitu besar terhadap Cakra Elektrolisis. Banyak pemilik tambak yang penasaran karena ini teknologi elektrokimia pertama yang diterapkan di budidaya udang Indonesia — mereka datang bukan cuma untuk lihat, tapi juga untuk memastikan sendiri bagaimana cara kerjanya bisa menggantikan kaporit.” — Rico Wisnu Wibisono, Founder & CEO FisTx

Manajemen Kualitas Air, Kunci yang Ditekankan dalam Salah Sesi Seminar

Pentingnya kualitas air juga jadi sorotan dalam salah satu sesi seminar FARM 2026. Martha Mamora, Area Manager Adisseo, menyampaikan bahwa penggunaan feed additive saja tidak cukup untuk menjamin performa budidaya yang optimal.

“Feed additive memang dapat meningkatkan kecernaan dan kesehatan udang, namun tetap harus diimbangi dengan manajemen kualitas air, pakan, dan biosecurity yang baik.” — Martha Mamora, Area Manager Adisseo

Poin inilah yang selama ini coba dijawab FisTx melalui Cakra Elektrolisis. Sejak mulai diperkenalkan awal tahun 2026, teknologi ini sudah mulai dipercaya dan diterapkan di sejumlah titik budidaya di Pulau Jawa mulai dari Banyuwangi (Jawa Timur), Jepara (pesisir utara), Purworejo (selatan), hingga Serang (Banten, bagian barat), sebuah sebaran yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi sterilisasi air bebas kaporit bukan cuma isu di satu wilayah, tapi kebutuhan nasional.

Kehadiran FisTx di FARM 2026 sekaligus menegaskan arah industri budidaya udang yang semakin sadar pentingnya manajemen kualitas air sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap. Dengan animo besar terhadap Cakra Elektrolisis, FisTx membuka peluang lebih lebar bagi solusi sterilisasi air tanpa kaporit untuk diadopsi lebih luas oleh petambak di berbagai wilayah Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Transformasi Tenun NTT, dari Ritual Adat ke Panggung Mode Internasional

Pergeseran Makna dari Sakral ke Fungsional

Kain tenun ikat Nusa Tenggara Timur kini tidak lagi digunakan untuk ritual adat atau acara formal gereja. Di tangan generasi muda, wastra warisan leluhur ini tengah mengalami transformasi besar untuk menjawab selera zaman yang semakin modis dan kasual. Hal ini ditegaskan oleh Milka Aprianti Imel Nomleni, Juara 1 Casual Tenun Design Competition pada gelaran 5th Exotic Tenun Fest 2025.

Menurutnya, transformasi budaya dalam konteks tenun berarti pergeseran nilai dari sesuatu yang sakral dan terbatas menjadi sesuatu yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika kita menyebut tenun, bayangan kita bukan lagi cuma sarung atau selendang, tapi sudah bisa dalam bentuk dress, jaket, hingga aksesori yang bisa dipakai anak muda,” ujarnya.

Kolaborasi Antar-Wastra Nusantara

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan desain formal, Milka berhasil membuktikan bahwa kreativitas dan kecintaan pada budaya bisa menghasilkan karya luar biasa. Dalam kompetisi yang diikutinya, ia merancang busana kasual pria yang menggabungkan kain tenun dari Ngada (Desa Watumena) dengan kain linen dan lurik Jawa.

“Bukan sekadar potong dan jahit, tapi bagaimana menjaga agar makna motif itu tetap hidup meski dalam potongan baju modern,” katanya, menekankan pentingnya memahami filosofi dan histori di balik motif kain agar pemotongan bahan tidak merusak nilai sakralnya.

Keunggulan Storytelling di Pasar Global

Industri tenun NTT sangat siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional karena memiliki keunggulan yang tidak dimiliki fast fashion, yaitu storytelling atau nilai cerita di balik setiap helai kainnya.

Namun, ada catatan penting yang harus diperhatikan. Milka menyayangkan masih banyaknya penggunaan “tenun imitasi” atau kain motif tenun pabrikan. Ia mengajak masyarakat untuk bangga mengenakan tenun asli hasil jerih payah perajin lokal sebagai bentuk pelestarian identitas.

Penenun dan UMKM lokal didorong untuk mulai merambah pemasaran digital guna menjangkau pasar yang lebih luas hingga mancanegara. Milka juga mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya anak muda, untuk tidak hanya memakai tenun karena tren, tetapi juga mempelajari makna di setiap motifnya.

Masa Depan Tenun sebagai Identitas Bangsa

Data dari industri tekstil Indonesia menunjukkan bahwa sektor ini terus berkembang. Menurut laporan Textile Today, industri tekstil Indonesia diproyeksikan mencapai $47 miliar pada tahun 2031 dengan CAGR 2,79%, didorong oleh permintaan global akan produk berkelanjutan. Tenun NTT dengan keunggulan storytelling-nya memiliki posisi strategis dalam pasar ini.

“Tenun lahir dari ketekunan dan ketulusan. Mari kita jaga nilainya, hargai prosesnya, dan jadikan tenun sebagai identitas kebanggaan kita yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Milka.

Transformasi tenun NTT adalah cerminan bagaimana warisan budaya dapat terus hidup dan relevan di era modern. Ia bukan sekadar kain, melainkan jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara kearifan lokal dan selera global.

PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, Tanam Pohon dan Tebar 10.000 Bibit Ikan untuk Perkuat Keanekaragaman Hayati

Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), melalui Regional III Riau menanam ribuan pohon dan menebar 10.000 bibit ikan ke sungai sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan operasional perusahaan.

Selain penanaman pohon dan penebaran bibit ikan, PTPN IV Regional III juga melepasliarkan ratusan unggas ke kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi atau high conservation value (HCV) di wilayah operasional kebun dan pabrik kelapa sawit Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang digulirkan PTPN IV PalmCo secara serentak di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.

Gerakan itu sendiri diluncurkan dari PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, pada Agustus 2026 lalu bersama Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Inisiatif itu sekaligus menjadi dukungan terhadap program pemerintah menanam 2 miliar pohon dalam rangka memperkuat pemulihan dan pelestarian lingkungan.

Di Riau, gerakan penghijauan tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang mencakup ekosistem darat dan perairan. Penanaman pohon diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, sedangkan penebaran ikan dan pelepasliaran satwa unggas endemik yang ditujukan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem di kawasan konservasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan gerakan penanaman 1,5 juta pohon ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun ke depan. “Yang kami lakukan sekarang adalah menyatukan berbagai upaya tersebut dalam satu gerakan yang lebih besar. Hari ini kita mulai dengan 1,5 juta pohon. Besok dan tahun-tahun berikutnya, kita rawat dan kita lanjutkan,” kata Jatmiko.

Ia mengatakan kegiatan penghijauan dan revegetasi telah dilakukan PTPN IV PalmCo sebelum gerakan 1,5 juta pohon diluncurkan.

Sejak dibentuk pada Desember 2023, kata dia, PTPN IV PalmCo telah menanam sekitar 211 ribu pohon dengan cakupan areal mencapai 2.116 hektare.

Jatmiko mengatakan keberadaan perkebunan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan di sekitarnya karena sungai, hutan, tanah, masyarakat dan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari ekosistem yang saling berkaitan. “Menjaga lingkungan bukan pekerjaan tambahan. Ini bagian dari cara kami menjalankan usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi gerakan yang dilakukan PTPN IV PalmCo, terutama penanaman yang diarahkan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, termasuk kawasan sempadan dan riparian sungai.

Menurut Jumhur, upaya tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. “Program yang diusung PTPN IV ini sebenarnya tidak menghentikan kegiatan ekonomi, namun justru growth through environmental,” katanya.

Jatmiko menambahkan gerakan penanaman pohon tidak akan berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan perawatan sehingga manfaat ekologisnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan karena upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial.

Gerakan penanaman pohon, penebaran bibit ikan dan pelepasliaran unggas endemik di Riau menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), memperkuat praktik pengelolaan perkebunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Aceh Mengasah Kemampuan dan Skill Data untuk Persiapan Karir di bidang Artificial Intelligence

Telkom AI Center Aceh menggelar workshop penguatan skill dan pengalaman di bidang data engineering sebagai salah satu persiapan menghadapi dunia kerja berbasis Artificial Intelligence (AI)

Banda Aceh, 30 September 2026 – Telkom AI Center Aceh kembali menyelenggarakan workshop tentang Kecerdasan Buatan kepada pemuda Aceh yang kali ini mengambil topik tentang pentingnya meningkatkan skill di bidang data untuk karir fresh graduate di era sekarang (5/9). 

Workshop yang bertema “Technical Workshop, from Data Skill to AI Career” dibuka oleh Business and Community Lead Telkom AI Center Aceh, Jurnalis JH yang juga turut menampilkan data bahwa banyak lowongan pekerjaan kini membutuhkan skill dan pengalaman di bidang data engineering, seperti data analytic, data science dan berbagai jenis skill data lainnya, terlebih di beberapa perusahaan juga meminta kemampuan calon pekerja untuk bisa beradaptasi dengan teknologi Artificial Intelligence. 

“Perusahaan kini, terutama yang berbasis IT mengincar pencari kerja yang memiliki skill dan pengalaman juga yang tersertifikasi di bidang data, karena scoop keilmuan data menjadi salah satu pilar pemanfaatan AI di berbagai bidang yang dikerjakan oleh perusahaan”, papar Jurnalis dalam pembukaan workshop yang dihadiri oleh 40 peserta secara offline tersebut. 

Workshop ini diasuh oleh Abdul Fikri, Data Researcher dari Kyoto Jepang yang tengah berada di Banda Aceh dan sedang bekerja secara remote. Fikri yang juga lulusan dari Adelaide ini menerangkan, di perusahaan tempatnya bekerja, bahkan kemampuan mengolah data bisa membantu mendapatkan pekerjaan yang tidak membutuhkan komunikasi dalam bahasa Jepang.

“Mengolah data memang terlihat simple, tetapi pengolahan data bukan hanya tentang aktivitas memasukkan dan menampilkannya ke platform, tapi data itu punya trend, value dan benefit yang bila ditabulasikan dan dikalkulasikan, dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan”, jelas Abdul Fikri.

Data menjadi bahan bakar Artificial Intelligence. Tanpa data, baik yang normatif atau inputan user, AI tidak bisa bekerja maksimal. Bahkan setiap prompt baru yang dimasukkan oleh user melalui Generatif AI akan menjadi data baru bagi platform untuk menambahkan kekayaaan data yang telah dimiliki.   

Abdul Fikri menjelaskan bahwa 10 tahun yang lalu skill data masih berupa kemampuan database, bagaimana mengelola dan mensinergikan basis data kepada setiap platform menjadi kemampuan utama dalam bidang data. Namun kini kemampuan Data sudah menyebar ke berbagai bidang, bukan hanya di teknologi bahkan sudah merambah ke lingkungan bisnis, sejarah, sains dan lainnya. Karena stakeholder melihat data kini bukan hanya sebagai pemanis tabel, tapi juga sumber informasi yang dapat diolah untuk pengambilan keputusan.

Technical workshop yang dilaksanakan di Telkom AI Center Banda Aceh ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Aceh seperti Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar Raniry, Politeknik Kutaraja, Universitas Ubudiyah Indonesia, Universitas Abulyatama, LP3I banda Aceh dan lainnya. 

Reymon, mahasiswa Universitas Abulyatama mengatakan materi seperti ini kadang tidak dijelaskan di kampus, sehingga dengan mengikuti kegiatan seperti ini kita mendapatkan informasi dari expert yang sudah berpengalaman dan mendapatkan inspirasi untuk bisa meningkatkan skill di luar mata kuliah di kampus. 

Fachrizal, yang kini menjadi freelancer ikut mengomentari event ini, ia mengatakan bahwa “Selama ini banyak memang informasi lowongan project di platform freelance menyediakan lowongan project yang simple seperti data annotation, data labelling yang gajinya lumayan dengan sistem kerja secara freelance, bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Sehingga pengetahuan tentang data sangat penting di era sekarang.

Melalui workshop ini, Telkom AI Center Aceh berharap semakin banyak mahasiswa dan pemuda Aceh yang menyadari pentingnya membangun data skills sebagai bekal menghadapi perkembangan industri dan AI. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus belajar, mengasah kompetensi, serta mengeksplorasi berbagai peluang karier berbasis data, baik di industri teknologi maupun lintas bidang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

JAKARTA — Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), mempercepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurut dia, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri.

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional.

Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ujar Abdul Rivai, Kamis (17/9/2026).

Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri.

“Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.

Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif.

Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Pada saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah.

Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra.

Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi.

Sementara itu, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya.

Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis.

Abdul Rivai mengatakan keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional.

Namun, menurut dia, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru.

“Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri.

“Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” katanya.

Melalui optimalisasi aset tersebut, PTPN I (Persero) memperkuat transformasi bisnis dari sekadar produksi komoditas menuju pengembangan agribisnis yang lebih terintegrasi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi PTPN I (Persero) sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi nasional, dengan mengarahkan aset perkebunan untuk mendukung swasembada pangan, kemandirian energi, penciptaan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perluas Literasi AI, Telkom AI Center Malang Ajak Perempuan Ojol Manfaatkan AI Secara Produktif

Program AI for Productivity bersama GASPOL Malang membekali lebih dari 85 peserta dengan pemahaman dan praktik pemanfaatan AI untuk kebutuhan sehari-hari.

Malang, 30 September 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi, bekerja, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI secara tepat menjadi bagian penting dari literasi digital.

Sebagai upaya memperluas akses pembelajaran AI kepada masyarakat, Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy menyelenggarakan program AI for Productivity bersama komunitas Gerakan Sayang Perempuan Ojol (GASPOL) Kota Malang (27/8). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Sulfat, Malang ini diikuti oleh lebih dari 85 peserta.

“Kolaborasi dengan komunitas menjadi bagian penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran AI. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat menghadirkan materi yang lebih dekat dengan kebutuhan peserta dan mendorong pemanfaatan AI secara praktis dalam aktivitas sehari-hari,” ujar M. Ziaelfikar Albaba, BCL (Business and Community Lead) Telkom AI Center Malang. 

Pembelajaran dipandu oleh Hari Obbie, Content Creator, yang mengajak peserta memahami bahwa AI sebenarnya telah menjadi bagian dari berbagai teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah Google Maps, yang menunjukkan bagaimana AI telah diterapkan untuk membantu aktivitas masyarakat jauh sebelum istilah AI semakin populer.

Peserta kemudian mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali perbedaan antara konten yang dihasilkan AI dan konten nyata. Selain itu, peserta diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan AI untuk kebutuhan kreatif, mulai dari membuat poster, menghasilkan video, hingga mengolah foto.

Pada sesi praktik, peserta menggunakan Gemini untuk mengubah latar belakang foto sesuai keinginan. Peserta dapat bereksperimen dengan berbagai latar, seperti pantai, pegunungan, dan tempat wisata. Praktik ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kreatif dengan proses yang sederhana dan mudah diterapkan.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi yang membahas dampak AI terhadap kehidupan dan pekerjaan. Sejumlah peserta menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi ketergantungan terhadap AI, khususnya terhadap generasi muda, serta dampak perkembangan AI terhadap pekerja di bidang seni dan profesi kreatif.

Menanggapi hal tersebut, Hari Obbie menjelaskan bahwa setiap perkembangan teknologi membawa perubahan terhadap cara manusia bekerja. Seperti halnya peralihan dari buku tulis menuju laptop dan perangkat digital, perkembangan AI juga menuntut manusia untuk terus beradaptasi.

Dalam konteks tersebut, AI sebaiknya diposisikan sebagai asisten yang membantu meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti kemampuan manusia. Ide, kreativitas, pengambilan keputusan, serta kemampuan manusia dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan nilai.

Melalui kolaborasi bersama komunitas GASPOL, Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Academy terus mendorong perluasan literasi AI melalui pembelajaran yang praktis, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta mengenali peluang pemanfaatan AI sekaligus membangun kemampuan untuk menggunakannya secara bijak dan produktif.

Program AI for Productivity ini merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific, yang diinisiasi oleh AVPN dan didukung oleh Google.org serta Asian Development Bank (ADB).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES