Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Proses penjualan tidak berakhir ketika pelanggan menandatangani kontrak atau menyelesaikan transaksi. Setelah pembelian, pelanggan tetap membutuhkan dukungan agar produk atau layanan yang mereka gunakan memberikan manfaat sesuai ekspektasi. Karena itu, after-sales service atau layanan purnajual menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hubungan bisnis setelah transaksi berlangsung.

Sebuah studi menjelaskan bahwa after-sales service adalah layanan yang diberikan kepada konsumen setelah pembelian. Dalam konteks bisnis, artinya memastikan pelanggan memperoleh dukungan yang sesuai saat menggunakan produk atau layanan tersebut.

Menurut Harvard Business Review, riset Frederick Reichheld dari Bain & Company menunjukkan bahwa peningkatan customer retention sebesar 5% dapat meningkatkan profit sebesar 25% hingga 95%, tergantung industri. Meski begitu, dalam praktiknya after-sales service masih kerap dipersepsikan sebatas penanganan keluhan atau masalah teknis.

Pandangan ini sering memicu kekeliruan operasional yang membuat klien kecewa. Agar reputasi bisnis Anda tetap terjaga, berikut 5 kesalahan umum dalam after-sales service yang wajib diwaspadai beserta solusinya.

1. Miskomunikasi dan Lupa Detail Hasil Percakapan

Salah satu keluhan mendasar pelanggan pascapenjualan adalah ketidaksesuaian antara apa yang didiskusikan saat sesi onboarding atau review meeting dengan eksekusi di lapangan. Ketika pelanggan harus mengulang informasi yang sama kepada Account Manager atau tim Customer Success yang berbeda, kepercayaan mereka terhadap konsistensi layanan dapat berkurang.

Cara Mengatasinya:

Terapkan sistem dokumentasi rapat yang terpusat dan konsisten. Jangan mengandalkan catatan manual yang berisiko hilang atau tidak lengkap. Alat bantu berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti MiiTel Meetings dapat merekam dan membuat transkripsi otomatis dari sesi rapat online. Dengan fitur notulensi dan rangkuman otomatis, tim Anda dapat menangkap seluruh action items dan kesepakatan secara akurat tanpa khawatir ada detail yang terlewat.

2. Komunikasi yang Lambat dan Pasif

Banyak tim support baru bergerak ketika pelanggan mengajukan komplain (reactive mode). Pendekatan ini membuat kendala yang sebenarnya bisa diantisipasi terlambat ditangani. Selain itu, respons yang lambat saat pelanggan membutuhkan bantuan akan memberi kesan bahwa perusahaan hanya peduli pada penjualan awal.

Cara Mengatasinya:

Ubah pendekatan Anda menjadi proaktif. Buatlah jadwal check-in berkala untuk menanyakan penggunaan produk dan kendala yang dihadapi. Tetapkan Service Level Agreement (SLA) yang jelas untuk waktu tanggapan komunikasi. Semakin cepat dan proaktif tim Anda menyelesaikan potensi masalah, semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap kualitas after-sales service Anda.

3. Kurangnya Empati dan Evaluasi Nada Bicara dalam Interaksi dengan Pelanggan

Dalam melayani pelanggan yang sedang menghadapi masalah, penyampaian informasi saja tidak cukup. Banyak kegagalan after-sales service terjadi karena staf menangani keluhan secara dingin, kaku, atau terkesan mengabaikan frustrasi pelanggan. Nada bicara dan tingkat kepedulian tim sangat menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau beralih ke kompetitor.

Cara Mengatasinya:

Lakukan pelatihan berkala (coaching) mengenai active listening dan empati bagi tim Customer Success atau Account Management. Evaluasi tidak hanya berdasarkan hasil akhir pertemuan, tetapi juga proses komunikasi di dalamnya.

Teknologi analisis rapat dapat mendukung proses ini. MiiTel Meetings membantu supervisor mengevaluasi pola komunikasi seperti talk-to-listen ratio, kecepatan bicara, intonasi, dan kata kunci yang muncul dalam percakapan.

Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan coaching. Dengan begitu, supervisor tidak hanya memberi umpan balik berdasarkan kesan pribadi, tetapi memiliki data interaksi untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang perlu diperbaiki.

4. Sulit Melacak Detail Diskusi Penting dari Rekaman Rapat yang Panjang

Seiring bertambahnya jumlah klien, tim after-sales harus mengelola puluhan sesi rapat setiap minggu. Ketika tim perlu memverifikasi poin spesifik yang disampaikan klien beberapa bulan lalu, memutar ulang rekaman berdurasi satu jam tentu tidak efisien dan memakan waktu.

Cara Mengatasinya:

Gunakan sistem pencarian pintar pada arsip dokumentasi rapat Anda. Melalui fitur Keyword Search MiiTel Meetings, tim dapat dengan cepat menemukan kata kunci atau topik tertentu dalam rekaman dan transkrip rapat tanpa harus memutar ulang seluruh durasi video. Kemampuan ini mempercepat penanganan masalah dan memastikan setiap janji layanan dapat ditindaklanjuti dengan akurat.

5. Tidak Ada Evaluasi Berkelanjutan Berdasarkan Data Interaksi

Kesalahan lainnya adalah menganggap proses after-sales service sudah berjalan baik tanpa evaluasi berkala. Padahal, interaksi dengan pelanggan menyimpan banyak informasi tentang masalah yang berulang, kebutuhan yang belum terpenuhi, dan bagian layanan yang masih perlu diperbaiki.

Tanpa analisis data interaksi, perusahaan akan sulit mengetahui apakah suatu masalah hanya terjadi pada satu pelanggan atau merupakan pola yang dialami banyak pelanggan.

Cara Mengatasinya:

Jika diperlukan, integrasikan data hasil rapat dengan CRM yang digunakan tim. Tinjau topik yang paling sering dikeluhkan atau ditanyakan klien. Dengan memantau analisis percakapan secara terstruktur, manajemen dapat mengambil keputusan berbasis data (data-driven decisions) untuk memperbarui materi onboarding, menyempurnakan fitur produk, maupun mengoptimalkan SOP pelayanan.

Mengoptimalkan Layanan Purnajual demi Pertumbuhan Bisnis

Membangun strategi after-sales service yang solid memerlukan kombinasi antara kepekaan komunikasi tim dan dukungan teknologi yang tepat. Dengan menutup kesenjangan komunikasi, menjaga empati, serta mendokumentasikan setiap kebutuhan klien secara presisi, bisnis Anda tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga membuka peluang cross-selling dan upselling di masa depan.

Siap Meningkatkan Kualitas After-Sales Service Bisnis Anda?

Ciptakan pengalaman purnajual yang bebas miskomunikasi dan tingkatkan kepuasan pelanggan Anda bersama MiiTel Meetings. Otomatiskan transkripsi rapat, analisis kualitas komunikasi tim, dan temukan poin penting rapat dalam hitungan detik.

Kunjungi miitel.id untuk konsultasi dan demo gratis MiiTel.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026), terkoreksi 469,86 poin. Penurunan tajam ini mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt selama 30 menit.

Tekanan pasar muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026 membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyoroti kekhawatiran terkait kelayakan investasi, transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu pembentukan harga saham secara wajar. MSCI juga menilai belum terdapat bukti konsisten bahwa reformasi pasar modal Indonesia telah menghasilkan perbaikan yang berarti dan berkelanjutan.

Konsultasi tersebut berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final diperkirakan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Selama proses ini, Indonesia masih berstatus Emerging Market.

Status tersebut penting karena menjadi acuan bagi sejumlah investor institusional dan produk investasi global dalam mengalokasikan dana. Jika reklasifikasi terealisasi, penyesuaian portofolio investor berpotensi memengaruhi arus modal asing, likuiditas, dan sentimen pasar saham domestik.

 

Pasar Turun, Peluang Transaksi Tetap Ada?

Anjloknya IHSG menunjukkan bagaimana perubahan sentimen global dapat menekan harga saham dan nilai portofolio investor. Namun, setiap instrumen keuangan memiliki mekanisme transaksi yang berbeda.

Dalam perdagangan berjangka atau Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), pelaku pasar dapat mengambil posisi beli (long) ketika memperkirakan harga naik atau posisi jual (short) ketika memperkirakan harga turun, sesuai dengan karakteristik produk yang diperdagangkan.

Fleksibilitas ini memungkinkan peluang transaksi muncul dari pergerakan harga ke dua arah. Melalui Dupoin Futures, dinamika pasar global dan karakteristik instrumen derivatif menjadi bagian dari konteks yang perlu dipahami pelaku pasar ketika mengevaluasi strategi transaksi.

Dupoin Futures Soroti Pentingnya Diversifikasi

Dupoin Futures menilai pelemahan IHSG tidak dapat dilepaskan dari kombinasi sentimen domestik dan tekanan eksternal. Selain isu transparansi dan tata kelola pasar yang menjadi perhatian MSCI, ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta risiko geopolitik turut memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Instrumen derivatif seperti forex, emas, indeks, dan komoditas memiliki faktor penggerak harga yang berbeda. Pergerakannya dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, kekuatan dolar AS, data ekonomi, hingga perkembangan geopolitik. Karena itu, pemahaman terhadap karakteristik setiap instrumen menjadi bagian penting dalam mengevaluasi peluang dan risiko transaksi.

Dalam konteks tersebut, Dupoin Futures dapat menjadi salah satu alternatif penyedia layanan perdagangan berjangka yang dievaluasi oleh calon nasabah sesuai kebutuhan dan profil risikonya. Namun, penggunaan derivatif tidak otomatis mengurangi risiko portofolio. Efektivitas diversifikasi maupun lindung nilai bergantung pada instrumen, ukuran posisi, dan hubungan pergerakan harga aset yang digunakan.

Meski demikian, peluang transaksi tidak menjamin keuntungan. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan, terlebih penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan maupun kerugian.

Di tengah ketidakpastian status pasar Indonesia dan tekanan IHSG, pemahaman terhadap perkembangan ekonomi global, sentimen pasar, serta pengelolaan risiko menjadi penting sebelum mengambil keputusan transaksi. Sementara itu, arah IHSG hingga akhir 2026 akan turut dipengaruhi oleh perkembangan reformasi pasar modal, respons MSCI, arus dana asing, stabilitas rupiah, serta kebijakan moneter global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, mencatatkan kinerja positif pada triwulan III 2026 dengan volume angkutan barang mencapai sekitar 6,2 juta ton. Capaian ini menjadi kinerja triwulanan tertinggi sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan peningkatan aktivitas angkutan barang yang dikelola perusahaan. Secara kumulatif, hingga September 2026, KAI Logistik telah mengelola angkutan barang mencapai 14,9 juta ton.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, volume angkutan barang KAI Logistik pada triwulan III 2026 meningkat dari sekitar 5,9 juta ton menjadi 6,2 juta ton, dengan pertumbuhan sekitar 4% secara tahunan (year-on-year). Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5% pada triwulan-triwulan sebelumnya, sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keberlangsungan layanan angkutan barang di tengah dinamika industri.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja pada triwulan III 2026 turut didukung oleh dinamika industri batu bara yang mulai menunjukkan pemulihan dan kondisi yang lebih stabil. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan volume angkutan perusahaan hingga mencapai peningkatan sekitar 2,6 juta ton dibandingkan kinerja pada awal tahun, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang 2026.

“Komoditas batu bara memberikan kontribusi terbesar, yakni sekitar 69% dari total volume angkutan triwulan III atau mencapai 4,3 juta ton. Perkembangan positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan keandalan operasional dan optimalisasi potensi angkutan di berbagai segmen bisnis, sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung distribusi komoditas strategis nasional,” ujar Yuskal.

Selain batu bara, kinerja angkutan KAI Logistik juga ditopang oleh berbagai komoditas lainnya. Pada triwulan III 2026, angkutan bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus (BBM/BBK) mencapai sekitar 870 ribu ton, disusul angkutan peti kemas sebesar 844 ribu ton dan angkutan semen sebanyak 130 ribu ton. Sementara itu, layanan bongkar muat crude palm oil (CPO) mencatatkan volume sekitar 34 ribu ton, sedangkan angkutan retail melalui KALOG Express mencapai sekitar 24 ribu ton. Keberagaman komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan logistik lintas sektor, mulai dari energi dan manufaktur hingga distribusi barang konsumsi.

Memasuki triwulan IV 2026, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan kinerja melalui pengembangan layanan angkutan hewan ternak dan hasil bumi, perluasan titik layanan angkutan retail, serta digitalisasi proses operasional. Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

“Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang telah berjalan sekaligus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Penguatan operasional, inovasi, perluasan jaringan, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mendorong penerapan teknologi penangkap karbon yang diklaim mampu memangkas emisi pabrik hingga 95 persen, dari uji coba di PT Petrokimia Gresik hingga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Langkah itu berdiri di atas fondasi kebijakan industri hijau yang sebelumnya telah disiapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

 

“Ternyata ada teknologi dari Jepang, juga dari Taiwan dan sebagainya, yang dipakai di Petrokimia Gresik,” kata Hashim dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Selain menekan emisi, teknologi itu menghasilkan produk sampingan berupa soda abu, bahan yang selama ini banyak diimpor.

 

Menurut Hashim, pemerintah tengah menyusun skema insentif bagi perusahaan yang memasang alat tersebut. Ia menilai teknologi yang sama dapat dipakai di PLTU batu bara. “Semua stasiun listrik, pembangkit listrik yang memakai batu bara bisa hidup terus-menerus,” ujarnya.

 

Visi: tumbuh tanpa menambah emisi

Sikap Hashim terhadap industri hijau pernah disampaikan pada Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang diprakarsai oleh Agus Gumiwang saat menjabat Menperin. AIGIS sendiri merupakan forum tahunan Kemenperin atas prakarsa Agus Gumiwang untuk mempercepat transformasi industri nasional menuju praktik rendah karbon. Hal ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengurangan emisi karbon di sektor industri, sekaligus membangun ekosistem industri hijau yang lebih tangguh dan berdaya saing. Hashim menegaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tidak boleh dibayar dengan kenaikan emisi.   

 

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan komitmen penurunan emisi karbon, bukan sebaliknya,” kata Hashim saat itu. Ia juga mendorong pemakaian “teknologi tepat guna, teknologi baru dan teknologi relatif murah” agar transisi tidak membebani pelaku industri, yang ia sebut sebagai pemberi kerja bagi banyak rakyat Indonesia.

 

Di sisi pasokan energi, Hashim memaparkan target 100 gigawatt pembangkit tenaga surya dan 7 gigawatt pembangkit listrik tenaga nuklir dalam International Indonesia Sustainability Forum, Selasa (6/10/2026). Ia juga mendorong biofuel sebagai diversifikasi, tanpa harus menghentikan PLTU batu bara secara mendadak. Pasokan listrik bersih ini menjadi prasyarat dekarbonisasi pabrik.

 

Aktualisasi Peta Jalan Dekarbonisasi

Program yang kini didorong Hashim bertumpu pada kerangka yang dibangun Kemenperin dalam beberapa tahun terakhir. Agus Gumiwang telah memutuskan untuk mempercepat pencapaian target net zero emission (NZE) sektor manufaktur pada 2050, satu dekade lebih cepat dibanding target nasional 2060.

 

“Dekarbonisasi industri bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin regional industri rendah karbon, “ujar Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa.

 

Industri hijau sebagai bagian dari ekonomi sirkular diproyeksikan menciptakan nilai tambah ekonomi Rp700 triliun hingga Rp1 kuadriliun pada 2030, menambah 0,4 sampai 0,7 poin persentase pertumbuhan ekonomi per tahun, dan membuka 3,5 juta hingga 5 juta lapangan kerja.  

 

Target NZE 2050 dijabarkan dalam peta jalan dekarbonisasi sembilan subsektor penyumbang emisi terbesar: semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Peta jalan tersebut memuat enam pilar, mulai dari efisiensi energi dan material, substitusi bahan bakar, elektrifikasi dan energi terbarukan, hingga penangkapan karbon. Perusahaan di sembilan subsektor wajib melaporkan emisi gas rumah kaca secara berkala melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

 

Target NZE 2050, peta jalan sembilan subsektor, dan kewajiban pelaporan emisi adalah kerangka yang jarang dimiliki negara berkembang. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kerangka itu tidak berhenti di atas kertas.

 

Di sisi regulasi, sejak tahun 2020 hingga sekarang, Kemenperin telah menerbitkan 35 peraturan menteri terkait industri hijau dan 62 Standar Industri Hijau, 50 di antaranya terbit pada masa Agus Gumiwang. Standar kawasan industri hijau diatur melalui Permenperin Nomor 26 Tahun 2025. Pada Juni 2026, lembaga validasi dan verifikasi emisi milik Kemenperin, BBSPJIA, memperoleh akreditasi Komite Akreditasi Nasional dan menerbitkan pernyataan verifikasi emisi pertamanya.

 

Agus Gumiwang menjabarkan visi pengurangan emisi udara dan peta jalan dekarbonisasi dengan membuat pilot project Carbon Capture and Utilization (CCU) bekerja sama dengan penyedia teknologi CCU dari UWIN Jepang dan Taiwan. Pilot project dilaksanakan di PT. Petrokimia Gresik (PKG) yang pada umumnya sektor petrokimia memberikan kontribusi emisi karbon dioksida yang tinggi.

 

Penangkap karbon yang kini dipromosikan Hashim juga berawal dari proyek percontohan pada masa Agus Gumiwang. Pada November 2025, Kemenperin melaporkan hasil uji coba enam bulan di Petrokimia Gresik yang dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga lebih dari 95 persen. Angka tersebut berdasarkan hasil uji coba yang diverifikasi oleh Sucofindo sebagai surveyor independen.

 

Di samping itu, dengan teknologi ini Petrokimia Gresik akan mampu menghasilkan produk samping (by product) berupa soda abu (soda ash) sebesar satu juta ton per tahun untuk mensubstitusi seluruh impor soda ash setiap tahunnya. Ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi perusahaan sebesar sekitar USD 200 juta atau Rp. 3,6 Triliun per tahun. Teknologi ini juga dapat menghasilkan produk samping berupa soda kue (baking soda) yang selama ini masih diimpor. Solusi teknologi ini dapat diterapkan di industri-industri penghasil emisi karbon dioksida seperti industri semen, kimia, baja, keramik, dan lain-lain.

 

Teknologi ini juga dapat diterapkan untuk mengurangi polusi udara  yang disebabkan oleh hasil pembakaran batu bara terutama di PLTU dan industri yang menggunakan boiler. Dengan demikian persoalan polusi udara (emisi Particle Matters-PM 2.5) yang berasal dari PLTU, pabrik semen, dan pabrik baja dapat diatasi tanpa perlu menghentikan operasinya.

 

Penerapan CCU di Indonesia selain dapat menurunkan emisi karbon dioksida dan polusi udara serta menghasilkan produk samping berupa soda abu dan soda kue, dalam prosesnya terjadi penurunan emisi karbon dioksida yang akan menjadi potensi pendapatan bagi industri yang menerapkan teknologi CCU melalui mekanisme perdagangan karbon (carbon trading), baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan demikian, akan menggerakkan perdagangan karbon di Indonesia dan sekaligus menguntungkan industri karena produknya akan menjadi produk hijau yang akan meningkatkan daya saing ekspor industri. 

 

 

 

GISCO dan pembiayaan transisi

Inisiasi lain yang telah direalisasikan oleh Agus Gumiwang adalah Green Industry Service Company (GISCO), ekosistem pembiayaan yang menghubungkan industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan. Bank Dunia menyatakan dukungan berupa pendampingan, komitmen pinjaman lunak, dan hibah. Inisiatif ini telah masuk Blue Book Bappenas dan ditargetkan meluncur pada semester II-2026.  

 

“GISCO ini adalah jembatan antara lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, dan pelaku industri sebagai upaya transformasi industri hijau dengan pembiayaan murah,” jelas Agus. Hal ini akan mampu menghilangkan keengganan pelaku industri untuk melakukan investasi dalam transformasi hijau dengan alasan biaya tinggi.

 

Tekanan dari luar membuat peta jalan industri hijau tersebut di atas mendesak untuk dijalankan. Hal ini akan dapat meningkatkan daya saing industri nasional dalam rangka mengantisipasi berlakunya Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa tahun 2026 yang mensyaratkan seluruh produk yang masuk ke Eropa harus memenuhi aspek-aspek lingkungan tertentu khususnya terkait dengan jejak karbon.

 

“Potensi kewajiban karbon terhadap produk Indonesia diperkirakan mencapai USD 208,1 juta dan dapat meningkat menjadi USD 288,4 juta apabila cakupannya diperluas,” ujar Fabby. Ia menjelaskan bahwa emisi sektor industri mencapai sekitar 382 juta ton CO2 pada 2023, atau 32,9 persen emisi nasional sehingga dekarbonisasi industri juga semakin menentukan daya saing perdagangan.

 

Atas upaya dan prakarsa transformasi hijau hingga 2025 lebih dari 1.100 perusahaan manufaktur telah menerima Penghargaan Industri Hijau, dan untuk itu Agus Gumiwang menerima penghargaan sebagai Tokoh Akselerator Transformasi Industri Hijau dalam Detikcom Awards 2025. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Jakarta: PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menjalin kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang asuransi umum.

Penandatanganan kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Suryani Motik selaku Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, dan perwakilan BRI Insurance Edi Sugiyanto selaku Pimpinan Divisi Partnership and Strategic Business Division serta disaksikan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie pada tanggal 13 Oktober 2026 di Hotel Arya Duta Jakarta.

Kerja sama ini menjadi langkah BRI Insurance dalam memperluas jangkauan perlindungan asuransi bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat peran industri asuransi dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan kegiatan bisnis di Indonesia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Carmelita Hartoto selaku Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur Pembangunan Kewilayahan, Reny Meilany, S.Si, M.SE selaku Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian, serta Wahyu Laksono selaku Head of Nurani Astra.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Bakrie, menekankan pentingnya posisi dan peran KADIN dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta memperkuat ekosistem dunia usaha. Sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah bagi para pelaku usaha, KADIN memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kepemimpinan dan menjalankan perannya secara optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Sebagai mitra strategis pemerintah dan wadah dunia usaha, kita harus mampu menunjukkan kepemimpinan serta menjalankan peran dan kedudukan kita dengan baik. Dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk terus berkembang, membangun sinergi, dan menciptakan peluang yang memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian nasional. Prinsip business supports business menjadi penting, karena ketika pelaku usaha saling mendukung, kita dapat membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.”

Edi Sugiyanto selaku Pimpinan Divisi Partnership and Strategic Business Division BRI Insurance mengatakan bahwa “BRI Insurance memandang perlindungan asuransi sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Di tengah dinamika ekonomi dan beragam tantangan bisnis, risiko terhadap aset maupun kegiatan operasional dapat memengaruhi stabilitas perusahaan. Kehadiran perlindungan asuransi umum menjadi bagian dari upaya pengelolaan risiko agar pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis dengan lebih terencana.” ucap Edi Sugiyanto.

Melalui kerja sama dengan KADIN Indonesia, BRI Insurance berupaya memperluas akses terhadap solusi perlindungan asuransi sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya mitigasi risiko. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai sektor usaha, sehingga kebutuhan perlindungan dapat semakin dipahami sebagai bagian dari strategi menjaga keberlangsungan bisnis.

Saat ditemui secara langsung Budi Legowo selaku Direktur Utama BRI Insurance mengatakan “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum, BRI Insurance terus berkomitmen menghadirkan layanan perlindungan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan solusi asuransi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kebutuhan perlindungan aset dan kegiatan operasional pelaku usaha.” ujar Budi Legowo.

Melalui langkah ini, BRI Insurance menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam mendukung ketahanan dunia usaha melalui layanan asuransi umum yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ke depan, BRI Insurance berharap sinergi dengan KADIN Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect

Dalam memilih sparepart alat berat, sering kali harga menjadi pertimbangan utama karena dianggap dapat menekan Total Cost of Ownership (TCO). Namun, penggunaan sparepart non-original justru berpotensi menimbulkan biaya tersembunyi (hidden costs) atau tambahan di kemudian hari.

Komponen seperti engine, hidrolik, transmisi, dan undercarriage bekerja dalam kondisi berat dan saling terhubung. Karena itu, kualitas dan kecocokan sparepart penting untuk menjaga performa dan keandalan unit.

Di Indonesia, United Tractors merupakan distributor resmi tunggal Komatsu. Melalui platform digital UT Connect, pengguna alat berat dapat membeli Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi United Tractors dengan dukungan garansi. Simak pembahasan berikut, untuk mengetahui risiko serta cara mendapatkan part aslinya.

Risiko dan Biaya Tersembunyi Sparepart Komatsu Non-Original

Penggunaan sparepart yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis unit Komatsu dapat meningkatkan risiko gangguan operasional, terutama pada komponen yang memiliki peran penting terhadap performa alat berat.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

1. Umur Pakai Komponen Lebih Pendek

Sparepart asli Komatsu (Komatsu Genuine Parts) dirancang berdasarkan spesifikasi teknis unit Komatsu, termasuk material, ukuran, toleransi, dan standar manufaktur.

Sementara itu, sparepart non-original dapat memiliki perbedaan pada aspek presisi, material, maupun proses produksi. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan komponen lebih cepat mengalami:

1. keausan
2. kebocoran
3. deformasi
4. penurunan performa

Akibatnya, frekuensi penggantian sparepart menjadi lebih tinggi dan biaya perawatan dapat meningkat dalam jangka panjang.

2. Risiko Kerusakan Berantai pada Komponen Utama

Alat berat merupakan sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang bekerja secara terintegrasi. Kegagalan satu sparepart dapat memberikan dampak terhadap komponen lainnya.

Sebagai contoh, penggunaan filter dengan kualitas yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kontaminasi masuk ke sistem engine atau hidrolik.

Selain itu, komponen seperti seal, bearing, dan hose yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan gangguan yang berkembang menjadi kerusakan lebih besar pada:

– hydraulic pump
– transmission
– final drive
– engine

Biaya perbaikan komponen utama tersebut tentu dapat jauh lebih besar dibandingkan selisih harga antara sparepart asli dan non-original.

3. Downtime yang Mengganggu Produktivitas Operasional

Dalam sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan, dan industri lainnya, waktu operasional alat berat memiliki nilai ekonomi yang besar.

Ketika unit berhenti akibat kegagalan sparepart, perusahaan dapat menghadapi biaya tersembunyi seperti:

– target produksi yang tertunda
– waktu kerja operator yang tidak produktif
– biaya mobilisasi teknisi
– biaya transportasi
– kebutuhan unit pengganti

Karena itu, harga sparepart tidak dapat menjadi satu-satunya pertimbangan. Risiko downtime juga perlu masuk dalam perhitungan biaya perawatan.

4. Risiko terhadap Garansi dan Dukungan Resmi

Penggunaan sparepart yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau tidak memiliki asal-usul yang jelas dapat meningkatkan risiko terhadap dukungan garansi, terutama apabila kerusakan berkaitan dengan komponen tersebut.

Untuk menjaga keandalan unit dan memastikan kesesuaian komponen, sangat disarankan untuk menggunakan sparepart asli Komatsu Genuine Parts melalui jalur pembelian yang resmi.

Dengan mendapatkan sparepart dari sumber resmi, pengguna dapat memastikan informasi produk, nomor part, serta dukungan layanan lebih mudah diverifikasi.

Menghitung Biaya Sparepart Alat Berat Tidak Cukup dari Harga Awal

Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam memilih sparepart adalah hanya membandingkan harga pembelian. Padahal, biaya sebenarnya perlu mempertimbangkan faktor lain seperti:

– harga sparepart
– biaya pemasangan
– umur pakai komponen
– frekuensi penggantian
– risiko kerusakan komponen lain
– potensi kehilangan produktivitas akibat downtime.

Gunakan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) untuk membantu perusahaan dalam melihat biaya secara lebih menyeluruh sehingga keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan harga awal.

Promo Harga Sparepart Alat Berat Komatsu Bergaransi di Indonesia

Bagi pengguna alat berat Komatsu yang ingin mendapatkan sparepart asli dengan dukungan resmi, UT Connect dari United Tractors menyediakan platform digital untuk kebutuhan pembelian Komatsu Genuine Parts.

Melalui UT Connect, pengguna dapat mencari kebutuhan sparepart Komatsu secara online, termasuk berdasarkan model unit maupun nomor part (part number).

Melalui Klik UT dari UT Connect, pengguna dapat memperoleh berbagai kemudahan, antara lain:

– Jaminan produk Komatsu Genuine Parts melalui platform resmi United Tractors.
– Transaksi sparepart secara praktis 24/7 karena proses pemesanan dapat dilakukan secara online.
– Dukungan garansi produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
– Akses promo berkala dan penawaran sparepart untuk membantu pengguna mendapatkan kebutuhan komponen dengan lebih efisien.
– Fitur voucher belanja yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai transaksi yang lebih hemat.
– Dukungan jaringan United Tractors di seluruh Indonesia untuk membantu proses distribusi dan layanan kebutuhan sparepart.

Pengguna dapat melihat katalog dan melakukan transaksi sparepart Komatsu melalui halaman resmi UT Connect Part Online Transaction.

Selain itu, informasi mengenai promo dan penawaran sparepart juga tersedia sesuai dengan periode program yang berlaku.

Kebutuhan sparepart Komatsu yang tersedia mencakup berbagai komponen untuk mendukung perawatan dan operasional alat berat, seperti:

– Komatsu Genuine Filter;
– Komatsu Genuine Oil dan berbagai jenis pelumas (lubricant) resmi Komatsu;
– Battery Komatsu Genuine;
– Repair kit;
– Komponen engine;
– Komponen hydraulic;
– Komponen undercarriage.

Informasi harga, promo, dan ketersediaan sparepart dapat berubah sesuai jenis komponen, model unit, stok, dan periode program yang berlaku. Karena itu, pengguna disarankan melakukan pengecekan melalui UT Connect untuk mendapatkan informasi terbaru.

(FAQ) Pertanyaan Populer Seputar Sparepart Komatsu

1. Apa risiko dan biaya tersembunyi jika tidak menggunakan sparepart asli Komatsu?

Penggunaan sparepart non-original dapat meningkatkan risiko seperti umur komponen lebih pendek, kerusakan berantai pada sistem alat berat, peningkatan biaya maintenance, downtime operasional, serta risiko terhadap dukungan garansi apabila kerusakan berkaitan dengan komponen yang digunakan.

Karena itu, penggunaan Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi seperti UT Connect dapat membantu memastikan kesesuaian komponen dan menjaga performa unit.

2. Di mana mendapatkan promo harga sparepart alat berat Komatsu bergaransi di Indonesia?

Promo dan kebutuhan sparepart Komatsu Genuine Parts dapat diakses melalui UT Connect dari United Tractors.

Sebagai distributor resmi tunggal Komatsu di Indonesia, United Tractors menyediakan akses sparepart Komatsu melalui jalur resmi dengan dukungan informasi produk, ketersediaan, dan layanan terkait kebutuhan alat berat.

Jaga Performa Unit dengan Komatsu Genuine Parts 

Memilih sparepart alat berat bukan hanya tentang mencari harga pembelian yang lebih terjangkau, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap produktivitas dan biaya operasional jangka panjang.

Penggunaan sparepart Komatsu non-original dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari umur komponen yang lebih pendek, kerusakan komponen lain, downtime, hingga peningkatan biaya perawatan. Karena itu, penggunaan part yang sesuai dengan spesifikasi unit menjadi langkah penting untuk menjaga performa dan keandalan alat berat.

Untuk mendapatkan Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi, UT Connect menyediakan layanan praktis pembelian Komatsu Genuine Parts melalui jalur resmi United Tractors. Anda dapat mencari part yang dibutuhkan dengan lebih praktis dan mendapatkan produk asli dengan informasi produk yang jelas serta dukungan garansi.

Kunjungi UT Connect dan dapatkan sparepart Komatsu asli untuk mendukung perawatan unit Anda.

.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS UNIVERSITY Ajak Siswa SMA Eksplorasi Dunia Teknologi Lewat Computer Science Festival 2026, Hadirkan Puluhan Karya Teknologi Mahasiswa

Jakarta, 24 September 2026 – BINUS University kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak
talenta digital masa depan melalui penyelenggaraan Computer Science Festival
2026. Acara yang dirancang khusus bagi para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
ini menampilkan lebih dari 20 karya inovasi teknologi terdepan hasil
pengembangan mahasiswa Computer Science BINUS @Kemanggisan.

Mengusung semangat eksplorasi dan kreativitas teknologi, festival ini
bertujuan untuk memperkenalkan dunia ilmu komputer secara nyata, interaktif,
dan menyenangkan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para siswa SMA
tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat merasakan pengalaman langsung mencoba berbagai produk
inovatif, mengeksplorasi teknologi terkini, serta menyaksikan karya-karya
futuristik pertama mereka di bidang computer science.

Dr. Reina, S.Kom., M.M., selaku Direktur Kampus BINUS @Kemanggisan menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan wujud nyata kontribusi institusi dalam membangun ekosistem
pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Computer Science
Festival tahun ini menjadi sarana strategis untuk mendekatkan dunia pendidikan
tinggi kepada generasi muda, sekaligus menumbuhkan inspirasi bagi siswa SMA
untuk melihat bagaimana teknologi dapat menjadi solusi bagi masa depan
bangsa,” ujarnya.

Selain pameran inovasi teknologi, acara ini juga dimeriahkan oleh
berbagai fun activities yang dirancang untuk membangkitkan antusiasme peserta,
di antaranya pameran dan uji coba produk yang menampilkan lebih dari 20 inovasi
karya mahasiswa, tech demos berupa demonstrasi teknologi mutakhir yang
interaktif dan edukatif, interactive experiences untuk pengalaman imersif
berbasis digital, hingga berbagai games dan hiburan seru berhadiah menarik yang
menyemarakkan suasana festival.

Deretan inovasi yang dipamerkan meliputi berbagai solusi teknologi
mutakhir karya mahasiswa, mulai dari aplikasi berbasis AR seperti Screaming
Chicken dan NusaTale, platform SaaS seperti MixKatalog dan StairsLife, aplikasi
edukasi pencegah hoaks Argumento, sistem transportasi cerdas berbasis AI
TraffiCore-AI, platform pengurangan food waste FoodSaver dan HapHap, hingga
berbagai solusi berbasis machine learning dan deep learning seperti
TraffiCore-AI, X-Ray Bone Fracture Detector, Sentiment Classifier, NBA Rookie
Career Predictor, Toxic Comment Detector (SaySomething), KosIn, DiabeteBot, dan
StressPredict. Turut ditampilkan pula karya kreatif lainnya seperti platform
e-commerce tenun LARASANA, BINUS Marketplace, sistem pelaporan fasilitas kampus
SiRUKA dan platform pelaporan infrastruktur komunitas, media pembelajaran AR
Tata Surya, platform peminjaman venue olahraga, serta ekstensi manajemen tab
browser Tabkeep.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir.
Derwin Suhartono, S.Kom., MTI.,
menambahkan bahwa puluhan karya yang
dipamerkan merupakan manifestasi dari kreativitas dan kemampuan problem-solving
mahasiswa. “Melalui ajang ini, kami ingin memperlihatkan bahwa mahasiswa
Computer Science BINUS University tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi
benar-benar menghasilkan karya inovatif yang aplikatif dan berdampak luas bagi
masyarakat,” tuturnya.

Besar harapan School of Computer Science agar festival ini tidak hanya
menjadi pameran hasil karya, tetapi juga menjadi batu loncatan strategis untuk
melahirkan generasi technopreneur dan problem solver masa depan. Para siswa SMA
yang hadir diharapkan juga dapat melihat langsung bagaimana ilmu komputer mampu
menjawab tantangan nyata di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan,
lingkungan, hingga transportasi, sehingga semakin termotivasi untuk mengambil
bagian dalam perjalanan transformasi digital Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Ir. Andry Chowanda, S.Kom., MM, Ph.D.,
MBCS, CME, IPM, SMIEEE
selaku Head of Computer Science Department – Greater
Jakarta, mengungkapkan antusiasmenya terhadap partisipasi aktif para siswa SMA
dalam mengeksplorasi karya-karya tersebut. “Kami sangat senang melihat
tingginya rasa ingin tahu para siswa SMA yang hadir. Harapannya, pengalaman
langsung mencoba produk, menikmati tech demos, serta merasakan interaksi
teknologi di festival ini dapat menyalakan semangat mereka untuk berkarier dan
berinovasi di bidang ilmu komputer di masa depan,” pungkasnya.

BINUS University berharap kegiatan ini dapat terus menginspirasi generasi
muda Indonesia untuk mendalami bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika
(STEM) serta melahirkan inovator-inovator handal yang siap membawa perubahan
positif bagi dunia. Oleh karena itu, bagi para siswa SMA yang ingin mewujudkan
mimpi dan passion mereka di bidang teknologi, mari bergabung bersama School of
Computer Science BINUS University
. Wujudkan langkah awal karier profesional di dunia digital dengan
memanfaatkan kesempatan khusus melalui StarTech Scholarship, program beasiswa hingga 100% untuk talenta muda berbakat di bidang
teknologi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau — Tiga Pilot Project Pariwisata Regeneratif Nasional

Mengapa Tiga Destinasi Ini?

Pemerintah Indonesia tidak memilih tiga destinasi regeneratif secara sembarangan. Bali, Jakarta Raya, dan Kepulauan Riau dipilih karena kombinasi karakteristik unik: volume kunjungan wisatawan yang tinggi, tekanan lingkungan yang signifikan, serta potensi besar untuk menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain.

Keputusan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pariwisata, yang secara eksplisit menetapkan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) sebagai pilot project nasional. Menteri Pariwisata juga menggaungkan kampanye #GoBeyondOrdinary di berbagai forum internasional, termasuk ITB Berlin 2026, untuk memperkenalkan destinasi-destinasi ini kepada pasar global.

Bali: Ikon yang Harus Bertransformasi

Bali adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia — sekaligus destinasi yang paling merasakan dampak negatif dari overtourism. Restorasi lingkungan dan revitalisasi budaya menjadi fokus utama. Gubernur Bali bahkan merumuskan Model REGENESIS atau Model 6M sebagai kerangka pariwisata regeneratif yang mencakup pemulihan ekosistem, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas budaya.

Salah satu inovasi terbaru adalah “Nyegara Gunung Experience” di Desa Besan, Kabupaten Klungkung, yang menghubungkan gunung, desa, dan laut dalam satu paket wisata regeneratif. Dengan harga mulai Rp500.000 per orang untuk perjalanan sehari, paket ini mengajak wisatawan terlibat langsung dalam restorasi lingkungan dari hulu hingga hilir.

Panglipuran Festival Ke-13 tahun 2026 juga menegaskan komitmen Bali terhadap pariwisata regeneratif. Mengusung tema “Harmoni Bumi Panglipuran”, festival ini menempatkan pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama.

Jakarta: Regenerasi di Tengah Metropolitan

Jakarta mungkin tampak sebagai pilihan yang tidak biasa untuk pariwisata regeneratif. Namun, sebagai kawasan metropolitan yang ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029 sebagai model regeneratif, Jakarta menempatkan Kepulauan Seribu sebagai fokus utama. Di sini, wisatawan dapat terlibat dalam transplantasi terumbu karang, pembersihan pantai, dan peningkatan kompetensi SDM lokal.

Pulau Macan Eco Lodge di Kepulauan Seribu menjadi contoh konkret bagaimana konsep regeneratif diterapkan di kawasan yang mudah diakses dari ibu kota. Lodge ini mengusung prinsip dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi regional.

Kepulauan Riau: Menjaga Warisan Maritim

Kepulauan Riau (Kepri) ditetapkan sebagai destinasi regeneratif pada Agustus 2025. Dengan ribuan pulau dan warisan budaya maritim yang kaya, Kepri memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata regeneratif yang berbasis pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan masyarakat pulau.

Geopark Natuna menjadi salah satu andalan Kepri, dengan penekanan pada konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Pulau Penyengat di Tanjungpinang juga ditetapkan sebagai destinasi wisata regeneratif andalan, menggabungkan warisan sejarah Melayu dengan praktik pariwisata yang bertanggung jawab.

Investasi dan Target Ekonomi

Pemerintah menargetkan investasi pariwisata sebesar Rp63,5 triliun pada 2026, dengan fokus utama pada tiga destinasi regeneratif dan 10 destinasi prioritas. Bali disebut akan memulai proses investasi pada Maret 2026.

Tiga destinasi regeneratif ini bukan sekadar proyek percontohan. Mereka adalah bukti bahwa pariwisata dapat — dan harus — menjadi kekuatan positif bagi lingkungan dan masyarakat. Jika berhasil, model ini akan menjadi cetak biru bagi destinasi lain di seluruh Indonesia.