Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Jakarta (28/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mendorong peran generasi muda dalam kepemimpinan dan pengembangan inovasi perusahaan. Sejalan dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Jasa Marga terus membuka ruang bagi pengembangan talenta muda sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital yang dikembangkan oleh insan perusahaan atau Roadster Jasa Marga untuk mendukung transformasi operasional dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.

Komitmen terhadap regenerasi kepemimpinan tercermin dari komposisi sumber daya manusia perusahaan. Hingga September 2026, generasi milenial dan Gen Z mencakup 35% dari total karyawan Jasa Marga. Dari seluruh karyawan, generasi milenial dan Gen Z yang telah menduduki posisi leader atau jabatan strategis di Jasa Marga telah mencapai 24%. Keterlibatan generasi muda dalam kepemimpinan menjadi bagian dari upaya Perseroan menyiapkan talenta yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan bisnis yang terus berkembang.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menuturkan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, generasi muda perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan perusahaan.

“Bagi Jasa Marga, generasi muda bukan hanya penerus, tetapi juga bagian penting dari perjalanan perusahaan hari ini. Kami ingin memastikan bahwa talenta muda mendapatkan ruang untuk bertumbuh, berinovasi, dan menunjukkan kemampuannya. Semangat patriotik dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pekerjaan, kegigihan dalam menghadapi tantangan, serta empati dalam membangun kolaborasi,” ujar Rivan.

Kompetensi dan kreativitas Roadster Jasa Marga juga tercermin melalui pengembangan berbagai inovasi digital yang mendukung operasional dan pelayanan perusahaan. Inovasi tersebut antara lain Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat pemantauan dan pengelolaan operasional jalan tol, Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS) sebagai sistem pendukung pengawasan kinerja operasional, serta Aplikasi Travoy yang menyediakan informasi dan layanan bagi pengguna jalan.

Untuk terus mendorong lahirnya gagasan baru, Jasa Marga secara rutin juga menyelenggarakan Jasa Marga Innovation Competition (JMIC) sebagai wadah pengembangan inovasi dari insan perusahaan. Melalui program ini, Roadster didorong untuk menghadirkan ide dan solusi kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta mendukung transformasi bisnis Jasa Marga secara berkelanjutan.

Rivan menegaskan bahwa pengembangan inovasi oleh Roadster merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional maupun pelayanan. Hal ini juga selaras dengan Visi Perseroan, yakni Inovasi menuju peningkatan nilai yang berkelanjutan.

“Kami mendorong Roadster untuk terus mengembangkan gagasan dan memanfaatkan teknologi dalam menjawab kebutuhan operasional maupun pelayanan kepada pengguna jalan. Inovasi tidak berhenti pada ide, tetapi perlu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata, meningkatkan efektivitas proses kerja, dan mendukung kualitas layanan. Karena itu, Jasa Marga terus membuka ruang bagi para Roadster untuk berkreasi dan berkontribusi dalam perjalanan transformasi Perseroan,” tutup Rivan.

Melalui regenerasi kepemimpinan dan pengembangan inovasi digital, Jasa Marga terus mendorong peran aktif generasi muda dalam menjawab tantangan perusahaan dan kebutuhan pengguna jalan yang terus berkembang. Semangat patriotik, kegigihan, dan empati diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Roadster Jasa Marga dalam menghadirkan solusi inovatif serta mendukung konektivitas dan pelayanan jalan tol yang andal bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Indonesia, 28 Oktober 2026—Di tengah penyelenggaraan AsiaXchange 2026, Global Energy Alliance for People and Planet (Global Energy Alliance) mengumumkan perkembangan terbaru inisiatif Sun to Sea di Indonesia, yang kini memperoleh dukungan lebih luas dari mitra pembangunan, pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta.

Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui bantuan teknis senilai US$1,5 juta melalui Energy Access and Transition Trust Fund untuk mendukung berbagai kegiatan di 20 lokasi percontohan Sun to Sea di wilayah Indonesia bagian timur. Dukungan ini akan membantu menghasilkan bukti dan pembelajaran praktis mengenai sistem energi bersih, pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, ketahanan masyarakat, restorasi ekosistem, model operasional, serta skema pembiayaan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan bagi perluasan program di masa mendatang.

“Desa-desa pesisir di Indonesia membutuhkan energi yang tidak sekadar menyediakan penerangan, tetapi juga mendukung penghidupan masyarakat dan memiliki model pembiayaan yang berkelanjutan. Sun to Sea memberikan pendekatan praktis untuk menguji model energi terbarukan, rantai dingin, dan operasional yang sesuai dengan karakteristik setiap desa, sekaligus mengidentifikasi kontribusi yang diperlukan dari masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar solusi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. Pembelajaran dari proyek percontohan ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan masyarakat berbasis komunitas di Indonesia dalam skala yang lebih luas,” ujar Nianshan Zhang, Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara, Asian Development Bank.

Sejalan dengan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan wilayah pesisir, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, bersama Global Energy Alliance telah menyatakan niat untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam kerangka Sun to Sea.

Inisiatif ini juga memperoleh dukungan dari Tsao Family Foundation, anggota Just Energy Transition Community (JETC), sebuah koalisi filantropi yang diinisiasi oleh Philanthropy Asia Alliance. Tsao Family Foundation membawa perspektif sistemik dalam mendukung Sun to Sea, dengan menekankan keterkaitan antara akses energi bersih, kesejahteraan masyarakat, penghidupan berkelanjutan, dan kesehatan ekosistem. Bersama anggota JETC lainnya, Tsao Family Foundation telah berkomitmen memberikan dukungan gabungan sebesar US$1,1 juta untuk tahun pertama pelaksanaan Sun to Sea di Indonesia. Komitmen ini memperkuat basis pendanaan inisiatif tersebut dalam tahap pengembangannya.

Sun to Sea juga mulai menarik keterlibatan sektor swasta. Pelaku usaha lokal dan calon investor dapat berperan penting dalam mengidentifikasi peluang yang layak secara komersial serta mendukung implementasi berkelanjutan. Pelaku usaha yang beroperasi di kawasan pesisir memiliki pemahaman mengenai pasar lokal, rantai nilai perikanan, dan kebutuhan komunitas nelayan. Keterlibatan mereka dapat membantu mengidentifikasi pemanfaatan energi bersih untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian setempat.

Sun to Sea dirancang untuk memanfaatkan energi bersih terdesentralisasi guna menjawab beragam kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus mendukung berbagai sumber penghidupan lokal. Sistem energi berbasis tenaga surya dan baterai dapat memasok energi bagi kegiatan produktif dan layanan esensial, termasuk perikanan, budi daya laut, dan pertanian. Sementara itu, sistem rantai dingin dan pengeringan berbasis tenaga surya dapat memperkuat rantai nilai, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah di tingkat lokal. Pendekatan ini juga menjajaki peluang pengembangan ekowisata dan restorasi ekosistem, disertai upaya memperkuat ketahanan masyarakat.

Woochong Um, Chief Executive Officer Global Energy Alliance for People and Planet, mengatakan, “Sun to Sea berangkat dari keyakinan bahwa transisi energi dapat menjadi faktor penting bagi pembangunan yang lebih luas, mulai dari memperkuat penghidupan masyarakat dan sistem pangan hingga meningkatkan ketahanan komunitas yang rentan terhadap tekanan iklim dan ekonomi. Tantangan yang saling berkaitan ini membutuhkan kolaborasi antara lembaga filantropi, mitra pembangunan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat setempat. Melalui kemitraan yang menyatukan beragam perspektif dan keahlian, kita memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh, sekaligus mengembangkan pendekatan yang berpotensi diterapkan dalam skala yang jauh lebih besar.”

Dengan garis pantai yang luas dan populasi masyarakat pesisir yang besar, Indonesia menjadi konteks penting untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh. Sun to Sea akan mengkaji berbagai solusi yang layak secara teknis, berkelanjutan secara komersial, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus menghasilkan pembelajaran praktis yang dapat menjadi acuan bagi penerapan di wilayah lain.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Jakarta, 28 Oktober 2026 — Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan, guru dan sekolah menghadapi pertanyaan baru mengenai bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis, keamanan, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft bersama Biji-biji Initiative memperkenalkan Microsoft Elevate for Educators.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik melalui komunitas pembelajaran, sumber daya praktis, serta panduan untuk mengintegrasikan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab.

Director Microsoft Elevate Capacity Building Solution ASEAN, Supahrat Juramongkol menyampaikan, “AI membuka berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan, tetapi kemajuan yang bermakna bukan sekadar menghadirkan lebih banyak teknologi di ruang kelas. Hal yang terpenting adalah memberdayakan guru agar dapat memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, melindungi siswa, dan memastikan pertimbangan manusia tetap menjadi inti dari proses pembelajaran. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan AI serta menciptakan komunitas tempat para pendidik terus belajar, berbagi, dan saling menginspirasi, sehingga mereka dapat mempersiapkan generasi muda untuk berkembang secara bertanggung jawab di dunia yang didukung AI.”

Salah satu fokus utama peluncuran ini adalah pengenalan tiga sumber belajar yang membantu guru membangun literasi AI dan keamanan digital di lingkungan sekolah.

● Pertama, AI Classroom Toolkit: Unlocking Generative AI Safely and Responsibly, yang dirancang bagi pendidik dengan siswa berusia 13–15 tahun. Materinya mencakup teknik menyusun instruksi (prompt), mengenali informasi yang keliru atau dibuat-buat oleh AI, memeriksa fakta, menjaga privasi, dan memahami bias informasi dalam AI.

● Kedua, Sumber Daya Literasi AI dan Media Baru, yang mendorong siswa memahami cara mereka berinteraksi dengan AI melalui verifikasi informasi dan kuis interaktif. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi dari AI secara pasif, tetapi mampu membandingkan informasi, mengevaluasi hasil, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

● Ketiga, Behind the Chat: A Human Guide to Safe AI Conversations, yang membantu pendidik memahami aspek penggunaan AI sebagai pendamping (AI companionship). Materi ini membahas isu seperti keterikatan emosional, ketergantungan berlebihan, privasi, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, serta pentingnya mengevaluasi informasi AI secara kritis.

Director Public Policy, Digital Safety, Microsoft, Madeline Shepherd menyampaikan, “Literasi digital merupakan salah satu fondasi terpenting dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab. Terlepas dari apakah siswa sudah menggunakan AI saat ini, mereka perlu memiliki keterampilan untuk menilai informasi secara kritis, mengenali konten yang direkayasa, memeriksa fakta, dan memahami risiko ketergantungan berlebihan pada AI. Rangkaian sumber belajar AI Classroom Toolkit kami dirancang untuk membantu pendidik membahas hal-hal tersebut secara praktis dan mudah dipahami, di mana pun posisi mereka dalam perjalanan memahami AI. Kami antusias melihat para guru di seluruh Indonesia menerapkan materi ini dalam pembelajaran.”

Peluncuran ini melibatkan sekitar 100 guru, tenaga kependidikan, dan pegiat pendidikan yang diundang secara terbuka, termasuk dari komunitas mitra program. Para peserta mengikuti diskusi dan lokakarya untuk mengeksplorasi penggunaan AI dalam pembelajaran, mulai dari memeriksa akurasi informasi dan memahami risiko privasi hingga membangun pendekatan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab di ruang kelas.

Group CEO Biji-biji Initiative dan Mereka, Rashvin Pal Singh mengatakan, “Bagi kami, penguatan kompetensi AI dalam dunia pendidikan tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun komunitas pendidik yang kuat dan saling terhubung, tempat para pendidik belajar satu sama lain, berbagi praktik baik, serta menjadi penggerak pemanfaatan AI yang bermakna, inklusif, dan bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan realitas pembelajaran di kelas.”

Acara peluncuran ini turut menghadirkan diskusi panel yang melibatkan Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), UNICEF Indonesia, Microsoft, dan para pimpinan sekolah untuk membahas pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan AI, kesenjangan keterampilan, serta cara sekolah menyeimbangkan inovasi teknologi dengan keselamatan, kesejahteraan, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik, (Kemkomdigi), Okky Robiana Sulaeman, menyampaikan, “Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan perlu diiringi dengan pemahaman mengenai keamanan digital, perlindungan data pribadi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenali peluang sekaligus risiko di ruang digital. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra pendidikan menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan belajar yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus melindungi kepentingan peserta didik.”

Melalui Microsoft Elevate for Educators, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft berharap penguatan literasi AI dapat terus berkembang menjadi praktik nyata di sekolah. Dengan dukungan komunitas, sumber belajar yang relevan, dan kolaborasi lintas sektor, para pendidik diharapkan semakin siap membimbing generasi muda untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang di era AI dengan tetap mengedepankan pemikiran kritis, keamanan, serta tanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

JAKARTA – MIND ID bersama seluruh anggota grup konsisten menjalankan program pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung pemenuhan kebutuhan sosial dasar.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Grup MIND ID dalam menjalankan mandat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yakni memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pemberdayaan masyarakat dijalankan melalui berbagai program yang mencakup penguatan usaha mikro dan kecil (UMK), peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta pembangunan sarana dan layanan sosial.

Pendekatan ini diarahkan agar masyarakat memiliki kapasitas dan kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan potensi lokal, meningkatkan kualitas hidup, dan membangun kemandirian ekonomi.

Pada aspek ekonomi, sepanjang 2025 Grup MIND ID menjangkau dan membina 1.027 UMK melalui berbagai program pengembangan kapasitas usaha. Sebanyak 473 UMK memperoleh dukungan untuk memperluas akses pasar, sementara 222 unit usaha didukung melalui penyediaan sarana dan prasarana. Dari berbagai upaya tersebut, sebanyak 80 mitra binaan berhasil naik kelas.

Pada bidang pendidikan, Grup MIND ID berkontribusi melalui pemberian beasiswa kepada 5.322 orang, pelatihan bagi 408 guru, pendampingan belajar bagi 13.388 siswa, pelatihan keterampilan bagi 1.944 orang, serta peningkatan sarana pendidikan sebanyak 389 unit.

Sementara itu, untuk mendukung kualitas hidup masyarakat, Grup MIND ID juga menjalankan program sosial yang mencakup peningkatan sarana prasarana sosial dan keagamaan, penyediaan akses air bersih, layanan kesehatan masyarakat, serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana dan memiliki rumah tidak layak huni.

Sepanjang 2025, lmplementasi bidang ini meliputi peningkatan 683 unit sarana prasarana sosial dan keagamaan, bantuan tanggap darurat bencana di 65 titik, penyediaan akses air bersih di 78 titik, penyaluran 63.568 paket sembako, layanan kesehatan bagi 24.141 orang, peningkatan 54 unit sarana kesehatan, serta perbaikan 49 rumah tidak layak huni.

Grup MIND ID tidak hanya berfokus pada dukungan ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas manusia dan peningkatan kualitas hidup.

Melalui pendekatan yang saling melengkapi, program-program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kemandirian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Atas upaya tersebut, MIND ID menerima penghargaan Anugerah Mandaya Award 2026 kategori Badan Usaha/Perusahaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Bersama seluruh anggota grup, MIND ID dinilai proaktif dalam mengapresiasi, menyemangati, dan mengakselerasi pemberdayaan masyarakat sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan, pengelolaan kekayaan mineral nasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga pada penciptaan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Karena itu, kami bersama seluruh anggota grup terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan harapan masyarakat daerah mampu menggerakkan ekonomi secara mandiri, menciptakan peluang, dan meningkatkan nilai manfaat bagi daerahnya,” ujar Dany.

Dia menjelaskan, program pemberdayaan yang dijalankan anggota Grup MIND ID disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, potensi daerah, serta kearifan lokal, termasuk adat dan budaya setempat. Pendekatan tersebut penting agar program yang dijalankan relevan dengan kondisi masyarakat dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat kapasitas masyarakat, program mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri dalam jangka panjang.

“Bagi MIND ID, pengelolaan dan pengolahan mineral bukan sekadar menciptakan nilai ekonomi, melainkan juga menghadirkan manfaat yang inklusif melalui keterlibatan masyarakat di daerah. Kami ingin kekayaan alam Indonesia turut menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri,” katanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Jakarta, 29 Oktober 2026 — Bank sentral Amerika Serikat (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober 2026. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, tetapi belum menghilangkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter AS dan prospek aset berisiko, termasuk kripto.

Dalam pernyataan resminya, Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyebut aktivitas ekonomi AS tumbuh dengan kuat, belanja domestik tetap tangguh, serta investasi dan produktivitas menunjukkan perkembangan positif. Namun, inflasi masih berada di level tinggi sehingga bank sentral membutuhkan lebih banyak data sebelum menentukan langkah kebijakan berikutnya.

Keputusan tersebut disetujui oleh 10 anggota FOMC, sementara dua anggota, Lisa Cook dan Beth Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa risiko inflasi masih menjadi perhatian utama di internal The Fed.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai keputusan mempertahankan suku bunga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut tidak serta-merta menjadi sinyal positif bagi pasar kripto karena investor masih menghadapi ketidakpastian mengenai inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

“Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga memang memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi perubahan sentimen ke arah yang lebih positif. Hal yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik keputusan tersebut: inflasi masih tinggi dan The Fed belum memiliki cukup keyakinan untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi pasar kripto, kondisi ini berarti volatilitas masih berpotensi berlanjut karena investor akan terus menyesuaikan ekspektasi terhadap suku bunga dan likuiditas global,” kata Yudho.

Bitcoin Masih Sensitif terhadap Arah Kebijakan Moneter

Respons pasar setelah pengumuman FOMC menunjukkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga belum otomatis mendorong penguatan aset berisiko. Berdasarkan internal pasar FLOQ pada 29 Oktober, Bitcoin sempat bergerak di sekitar US$80.600 setelah pengumuman tersebut, namun terjun hingga rentang US$80.000-US$79.700. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu juga masih menghadapi tekanan dalam periode mingguan dan bulanan.

Pergerakan tersebut mencerminkan bagaimana pasar tidak hanya merespons keputusan suku bunga, tetapi juga mempertimbangkan prospek kebijakan moneter berikutnya, kondisi geopolitik, serta perkembangan ekonomi AS.

Di tengah situasi tersebut, investor juga perlu memperhatikan perubahan ekspektasi pasar terhadap pertemuan FOMC berikutnya. Data pasar prediksi Polymarket yang dipantau pada 29 Oktober menunjukkan probabilitas sekitar 77% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember, dibandingkan sekitar 20% untuk mempertahankan suku bunga. Angka ini merupakan ekspektasi pasar yang dapat berubah sewaktu-waktu, bukan kepastian keputusan The Fed.

Yudho menambahkan bahwa prospek Bitcoin dan aset kripto lainnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan sinyal kebijakan The Fed menjelang akhir tahun.

“Dalam jangka pendek, pelaku pasar perlu mewaspadai kemungkinan pergerakan harga yang tajam, terutama apabila data ekonomi berikutnya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Jika tekanan inflasi mereda, pasar berpotensi mendapatkan ruang untuk memulihkan sentimen. Sebaliknya, apabila inflasi tetap persisten dan The Fed kembali menaikkan suku bunga, aset berisiko dapat menghadapi tekanan tambahan,” jelasnya.

Data Ekonomi dan Pertemuan Desember Jadi Fokus Berikutnya

Setelah keputusan Oktober, perhatian pasar akan beralih pada data ekonomi AS yang dirilis menjelang pertemuan FOMC berikutnya pada 8–9 Desember 2026. Perkembangan inflasi, aktivitas ekonomi, dan pasar tenaga kerja akan menjadi sejumlah indikator penting untuk menilai apakah The Fed akan kembali menaikkan suku bunga atau mempertahankan level saat ini.

The Fed mencatat peningkatan penilaiannya terhadap pertumbuhan ekonomi dari solid menjadi kuat. Di sisi lain, dua pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober memperlihatkan bahwa opsi pengetatan lebih lanjut masih terbuka.

Menurut Yudho, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu keputusan FOMC atau pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Memahami keterkaitan antara inflasi, suku bunga, likuiditas, dan sentimen pasar menjadi bagian penting dalam membaca dinamika aset kripto.

“Ke depan, pasar akan semakin bergantung pada data dan bukan semata-mata pada ekspektasi pemangkasan suku bunga. Investor perlu menyiapkan beberapa skenario, baik ketika inflasi mulai mereda maupun ketika tekanan harga bertahan lebih lama. Pendekatan yang disiplin, pengelolaan risiko, dan pemahaman terhadap karakteristik setiap aset tetap penting di tengah ketidakpastian ini,” ungkapnya

Ia mengimbau masyarakat untuk memahami risiko investasi aset digital, melakukan riset secara mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan. Pergerakan harga aset kripto dapat berlangsung cepat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi makroekonomi global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Biaya Tak Terduga di Tengah Bulan, Ini Cara Menentukan Prioritas Keuangan

Kendaraan tiba-tiba rusak, peralatan elektronik di rumah perlu diperbaiki, atau ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan mendadak. Situasi seperti ini bisa terjadi kapan saja dan sering kali datang tanpa persiapan.

Pengeluaran tak terduga menjadi tantangan ketika dana yang tersedia sudah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan rutin. Dalam kondisi tersebut, keputusan finansial perlu dibuat dengan cermat agar kebutuhan mendesak dapat ditangani tanpa mengganggu kestabilan keuangan dalam jangka panjang.

Lantas, bagaimana cara menentukan prioritas ketika pengeluaran mendadak muncul? Berikut beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan.

1. Identifikasi Kebutuhan yang Paling Mendesak

Tidak semua pengeluaran tak terduga harus diselesaikan pada saat yang sama. Langkah pertama adalah memahami kebutuhan yang muncul dan menentukan tingkat urgensinya.

Misalnya, kendaraan yang digunakan untuk bekerja mengalami kerusakan. Jika kendaraan tersebut menjadi sarana utama untuk mencari nafkah, perbaikannya mungkin perlu diprioritaskan dibandingkan mengganti peralatan rumah tangga yang masih bisa digunakan.

Buat daftar pengeluaran yang harus segera dibayar, kebutuhan yang bisa ditunda, dan biaya yang masih dapat dikurangi. Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan kepanikan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

2. Hitung Biaya yang Benar-Benar Dibutuhkan

Setelah menentukan prioritas, cari tahu berapa biaya yang diperlukan untuk menangani situasi tersebut. Jika kendaraan rusak, misalnya, mintalah estimasi biaya perbaikan dari bengkel. Jika ada peralatan rumah yang perlu diganti, bandingkan harga dan pertimbangkan apakah perbaikan masih memungkinkan.

Hindari langsung memilih opsi yang paling mahal tanpa membandingkan alternatifnya. Namun, jangan pula mengutamakan harga murah jika kualitas atau keamanannya tidak memadai.

Perhitungan yang realistis membantu kamu menentukan jumlah dana yang dibutuhkan dan menghindari pengeluaran tambahan yang sebenarnya dapat dicegah.

3. Periksa Dana yang Tersedia

Sebelum mencari sumber dana tambahan, periksa tabungan, saldo rekening, dan dana darurat yang tersedia. Pastikan kebutuhan pokok serta kewajiban rutin tetap memiliki alokasi yang cukup.

Dana darurat memang disiapkan untuk menghadapi situasi yang tidak direncanakan. Jika dana tersebut digunakan, kamu dapat menyusun rencana untuk mengisinya kembali secara bertahap setelah kondisi keuangan lebih stabil.

Apabila dana yang tersedia belum mencukupi, hitung selisih antara biaya yang dibutuhkan dan jumlah dana yang bisa digunakan tanpa mengorbankan kebutuhan penting lainnya.

4. Sesuaikan Keputusan dengan Kemampuan Finansial

Ketika menghadapi kebutuhan mendadak, mengambil keputusan dengan cepat memang terasa penting. Namun, keputusan tersebut tetap perlu mempertimbangkan kondisi keuangan setelah pengeluaran dilakukan.

Tinjau kewajiban yang sudah berjalan, termasuk cicilan, tagihan rutin, dan kebutuhan rumah tangga. Pertimbangkan pula apakah ada pengeluaran yang bisa ditunda sementara tanpa menimbulkan masalah baru.

Jangan menghabiskan seluruh dana yang tersedia untuk satu kebutuhan jika tindakan tersebut membuat kebutuhan pokok berikutnya tidak terpenuhi. Tujuannya adalah menyelesaikan masalah saat ini tanpa menciptakan kesulitan finansial baru.

5. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Dalam situasi mendesak, penting untuk membedakan kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan keinginan yang masih dapat ditunda. Perbaikan perangkat yang penting untuk keselamatan atau pekerjaan, misalnya, memiliki urgensi berbeda dari mengganti perangkat yang masih berfungsi dengan model terbaru.

Memahami perbedaan ini membantu mengendalikan pengeluaran dan menjaga agar dana yang terbatas digunakan untuk hal yang paling penting.

Prinsip yang sama berlaku ketika mempertimbangkan pembiayaan. Jangan mengambil kewajiban baru hanya karena proses pengajuannya mudah. Pastikan dana memang diperlukan, jumlahnya sesuai kebutuhan, dan rencana pembayarannya realistis.

6. Kenali Risiko Utang Sebelum Mengambil Pembiayaan

Jika tabungan belum mencukupi, sebagian orang mungkin mempertimbangkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Sebelum mengambil keputusan, pahami jenis kewajiban yang akan timbul dan konsekuensi pembayarannya.

Utang jangka pendek adalah kewajiban yang umumnya harus diselesaikan dalam waktu relatif dekat. Jenis kewajiban ini dapat memiliki tekanan pembayaran yang lebih cepat, sehingga penting memastikan dana untuk membayarnya tersedia sesuai jadwal.

Sebaliknya, utang jangka panjang memiliki periode pembayaran yang lebih panjang dan dapat memengaruhi anggaran dalam waktu lama. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan besar cicilan bulanan, tetapi hitung juga total pembayaran, bunga, biaya, dan kemungkinan perubahan kondisi penghasilan.

Kamu juga perlu memahami bahwa utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk membiayai konsumsi atau kebutuhan pribadi, bukan secara langsung untuk menghasilkan pendapatan. Utang konsumtif tidak otomatis selalu merugikan, tetapi tetap perlu dinilai berdasarkan urgensi kebutuhan, biaya pembiayaan, dan kemampuan membayar.

7. Bandingkan Pilihan Pembiayaan dengan Cermat

Jika pembiayaan memang diperlukan setelah mempertimbangkan alternatif lain, jangan memilih hanya berdasarkan kecepatan pencairan atau kemudahan pengajuan.

Bandingkan bunga, biaya administrasi, tenor, total pembayaran, serta konsekuensi jika terjadi keterlambatan. Pastikan penyedia layanan memiliki izin yang sesuai dan seluruh ketentuan dipahami sebelum menyetujui perjanjian.

Istilah Pinjaman online dari bank dan Pinjaman bank online sering digunakan untuk mencari fasilitas pinjaman melalui kanal digital. Namun, ketersediaan layanan, persyaratan, dan biaya dapat berbeda pada setiap produk. Karena itu, baca informasi resmi dan evaluasi kemampuan membayar sebelum mengajukan pinjaman.

Siapkan Langkah Finansial untuk Menghadapi Situasi Tak Terduga

Pengeluaran mendadak tidak selalu bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat dikelola melalui penentuan prioritas, perhitungan biaya, dan evaluasi kondisi keuangan. Menyiapkan dana darurat serta memahami konsekuensi setiap pilihan pembiayaan dapat membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih terukur.

Jika setelah mengevaluasi kebutuhan dan kemampuan membayar kamu mempertimbangkan fasilitas pendanaan, pinjaman neobank melalui produk Neo Pinjam dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan untuk dipelajari. 

Neo Pinjam memiliki limit hingga Rp100 juta dan pilihan tenor hingga 12 bulan berdasarkan informasi produk yang diberikan. Namun, limit dan tenor yang tersedia bagi setiap nasabah dapat berbeda sesuai hasil penilaian kelayakan kredit.

Pengajuan secara digital membuat proses dapat dilakukan melalui aplikasi, tetapi persetujuan tetap melalui proses evaluasi kredit.

***

Sebelum mengajukan pinjaman neobank, pastikan membaca informasi produk, memahami bunga dan biaya, serta memilih jumlah dan tenor yang sesuai dengan kemampuan membayar.

Fitur, limit, bunga, tenor, biaya, persyaratan, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. Pengajuan dan persetujuan pinjaman mengikuti hasil penilaian kelayakan kredit dan ketentuan yang berlaku.

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan kamu memahami kewajiban pembayaran sebelum mengajukan fasilitas kredit.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

India-Indonesia Jajaki Peluang Investasi di Gujarat Menjelang Vibrant Gujarat Global Summit 2027

JAKARTA — Negara bagian Gujarat, India, dan Indonesia menjajaki penguatan kerja sama ekonomi di bidang agribisnis, pengolahan pangan, dan investasi industri melalui sebuah pertemuan meja bundar (roundtable) yang digelar di Jakarta pada Rabu (28/10/2026), menjelang penyelenggaraan Vibrant Gujarat Global Summit 2027.

Bertajuk “Promoting Indonesia-Gujarat Collaboration in Food and Agro-Processing Sectors”, pertemuan tersebut menghadirkan Menteri Keuangan Gujarat Kanubhai Desai, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Wakil Ketua sekaligus Direktur Pelaksana Gujarat Industrial Development Corporation (GIDC) Praveena D.K., IAS, serta perwakilan dunia usaha Indonesia.

Diskusi berfokus pada perluasan perdagangan, peningkatan investasi, dan penjajakan kemitraan antara perusahaan Indonesia dan Gujarat.

Gujarat Dorong Peluang Investasi dan Kerja Sama Agribisnis

Dalam sambutannya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyoroti hubungan komersial yang telah terjalin antara Gujarat dan Indonesia, khususnya dalam perdagangan komoditas pertanian dan industri pengolahan pangan.

“Tujuan dari pertemuan meja bundar hari ini adalah untuk melihat bagaimana lebih banyak perusahaan Indonesia dapat membangun usaha di Gujarat dan memperkuat hubungan ekonomi antara India dan Indonesia secara umum, serta Indonesia dan Gujarat secara khusus,” ujar Chakravorty.

Ia menilai infrastruktur industri dan mekanisme fasilitasi investasi yang dimiliki Gujarat dapat membuka peluang bagi perusahaan Indonesia yang ingin memperluas bisnisnya ke India. Perdagangan kacang tanah dari Gujarat dan minyak sawit dari Indonesia menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan kerja sama lebih lanjut di bidang pengolahan hasil pertanian dan rantai pasok.

Menteri Keuangan Gujarat Kanubhai Desai mengundang pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang investasi di Gujarat dan berpartisipasi dalam Vibrant Gujarat Global Summit 2027, yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Januari 2027.

“Kami berharap Anda dapat menjajaki berbagai peluang dan datang ke Gujarat, karena lebih dari 100 negara akan berpartisipasi dalam ajang ini,” kata Desai.

Dalam kesempatan yang sama, Praveena D.K. memaparkan lanskap investasi Gujarat, termasuk peluang di sektor pengolahan pangan, logistik rantai dingin (cold chain), teknologi pertanian, dan manufaktur berorientasi ekspor. Ia juga menjelaskan rencana pengembangan infrastruktur pengolahan pangan di Modasa dan wilayah Rajkot, serta berbagai insentif investasi yang tersedia melalui kebijakan industri Gujarat.

“Ekosistem yang terintegrasi ini menjadikan Gujarat sebagai destinasi yang potensial bagi investasi di sektor agribisnis, pengolahan pangan, dan pertanian bernilai tambah,” ujar Praveena.

Pelaku Usaha Indonesia Jajaki Kemitraan Komersial

Pertemuan tersebut turut menghadirkan perspektif perusahaan yang telah menjalankan kegiatan usaha dalam hubungan ekonomi India-Indonesia, termasuk PepsiCo Indonesia, Lippo Group, Sinar Mas Group, dan Bukaka International.

Peter dari PepsiCo Indonesia menyoroti hubungan pasokan yang telah terjalin dengan Gujarat. Perusahaan tersebut memperoleh kentang khusus untuk produksi keripik dari negara bagian India itu guna mendukung bisnis makanan ringannya di Indonesia.

PepsiCo telah mengoperasikan pabrik makanan ringan di Cikarang dan melihat peluang untuk memperluas hubungan komersialnya dengan Gujarat.

“Bagi kami, kentang yang digunakan untuk produksi keripik dipasok dari Gujarat. Kami senang pemerintah Gujarat memperhatikan para mitra bisnisnya dengan melakukan kunjungan ke Indonesia,” ujar Peter.

Ia berharap interaksi yang lebih erat dan kemajuan dalam pengaturan perdagangan dapat membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan dari kedua negara.

Vancelia Wiradjaja, Managing Director Lippo Food, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk mempelajari kemampuan produksi, teknologi, dan sistem rantai pasok yang dimiliki Gujarat.

“Terutama di industri pangan, sangat penting bagi kami untuk memiliki alternatif dari sumber yang saat ini kami gunakan,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya menjajaki sumber pasokan dan peluang bisnis baru.

Sementara itu, perwakilan Bukaka International, Teduh Wibowo, Mukhtar Dzaki, dan Emil Syahrir, menyampaikan ketertarikan untuk memperluas kehadiran grup tersebut di India. Melalui unit usaha seperti Bukaka Oil and Gas dan Bukaka 3D, grup ini menjajaki peluang di bidang peralatan pemompaan, passenger boarding bridge atau jembatan penghubung penumpang ke pesawat, serta kegiatan terkait energi.

Pelaku Usaha Soroti Tantangan Investasi dan Akses Pasar

Dalam diskusi, para peserta turut membahas insentif investasi, bea masuk, dan akses pasar. Perwakilan Sinar Mas Group menyoroti perbedaan perlakuan perdagangan antara minyak sawit mentah dan minyak sawit olahan, yang dinilai dapat mempengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan lokasi pengolahan dan tujuan ekspor ke India.

Perwakilan Gujarat menjelaskan kebijakan dan program insentif investasi yang ditawarkan negara bagian tersebut, sekaligus menyampaikan bahwa penetapan bea masuk berada dalam kewenangan pemerintah pusat India.

Peserta lainnya menjajaki peluang transfer teknologi, pengolahan pangan, dan pembentukan usaha patungan. Seorang perwakilan Kamar Dagang Indonesia dan India juga membahas rencana yang melibatkan mitra Indonesia dan produsen makanan beku asal Gujarat untuk menjajaki potensi usaha bersama yang berfokus pada produk olahan berbahan dasar kentang.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya menghubungkan fasilitasi pemerintah dengan interaksi langsung antar pelaku usaha agar perusahaan dapat menemukan mitra dan memahami persyaratan investasi di masing-masing pasar.

Sektor Jasa Keuangan Buka Peluang Kerja Sama Lainnya

Peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada pertanian dan manufaktur, tetapi juga mencakup sektor jasa keuangan.

Pantro Pander Silitonga dari Dewan Ekonomi Nasional Indonesia mengatakan bahwa Indonesia telah mempelajari Gujarat International Finance Tec-City atau GIFT City sebagai referensi dalam mengembangkan pusat keuangan internasional di Indonesia.

“Mengapa kita harus memulai semuanya dari nol? Kita bisa belajar dari GIFT City, bekerja sama, dan berkembang bersama,” ujar Silitonga.

Ia menilai pengalaman yang dimiliki GIFT City dapat menjadi sumber pembelajaran bagi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dalam pengembangan sektor keuangan dan investasi.

Vibrant Gujarat Global Summit 2027

Pertemuan meja bundar tersebut menjadi wadah bagi perusahaan Indonesia untuk menjajaki peluang bisnis di Gujarat menjelang penyelenggaraan Vibrant Gujarat Global Summit 2027 pada 10–12 Januari 2027.

KTT tersebut diharapkan menjadi platform interaksi antarpelaku usaha (business-to-business/B2B) dan antara pelaku usaha dengan pemerintah (business-to-government/B2G), yang mempertemukan investor, produsen, pemasok, dan perwakilan pemerintah.

Diskusi di Jakarta menyoroti peluang untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang telah terjalin melalui investasi, pertukaran teknologi, dan penguatan rantai pasok. Partisipasi dalam KTT tersebut dapat memberikan kesempatan lebih lanjut bagi perusahaan Indonesia untuk menemukan mitra dan menjajaki potensi usaha di Gujarat.

Seiring upaya kedua pihak mempererat hubungan ekonomi, interaksi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat mengembangkan hubungan komersial yang sudah ada menjadi kemitraan yang lebih luas di bidang agribisnis, pengolahan pangan, manufaktur, dan jasa keuangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.231 Triliun, FLOQ Soroti Peluang Tokenisasi

Jakarta, 29 Oktober 2026 — Berbekal populasi Muslim yang masif serta pesatnya adopsi teknologi rantai blok, Indonesia menyimpan potensi besar untuk mentransformasi ekosistem keuangan digital yang berlandaskan koridor syariah.

Berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 87,2% penduduk Indonesia beragama Islam, dengan jumlah lebih dari 207 juta jiwa. Besarnya populasi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam melihat potensi pengembangan produk keuangan yang mempertimbangkan prinsip syariah, termasuk di sektor aset digital.

Prospek terobosan ini kian kukuh mengingat skala sektor finansial syariah yang begitu fantastis. Publikasi ICD bersama London Stock Exchange Group (LSEG) memproyeksikan akumulasi aset keuangan syariah global bakal menembus US$6,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan melampaui US$10,5 triliun pada 2030. Sementara itu di ranah domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total nilai aset pada ranah keuangan syariah nasional telah menyentuh angka Rp3.231 triliun per Agustus 2026.

Mencermati dinamika tersebut, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, berpendapat bahwa ekspansi aset digital berprinsip syariah berpeluang menghadirkan ragam inovasi yang selaras dengan ekspektasi masyarakat lokal, khususnya kelompok investor yang mengedepankan kepatuhan syariah.

“Indonesia menyimpan daya tarik luar biasa terkait pengembangan ekosistem aset digital berbasis syariah. Melesatnya sektor keuangan syariah yang diimbangi luasnya ceruk pasar nasional membuka celah besar bagi lahirnya ragam inovasi yang kontekstual. Kami memandang tokenisasi sebagai jembatan strategis yang sanggup mempertemukan keunggulan teknologi blockchain dengan produk finansial yang ditopang oleh underlying asset serta struktur hukum yang eksplisit,” papar Yudho.

Simulasi Potensi Ekonomi Tokenisasi

Memakai total cadangan aset syariah Indonesia yang mencapai Rp3.231 triliun sebagai acuan pemodelan, Yudho dapat mengkalkulasi gambaran proyeksi potensinya.

“Seandainya proses tokenisasi mampu menjangkau 0,1% saja dari angka tersebut, nilai yang terealisasi setara dengan Rp3,23 triliun. Jika porsinya meningkat menjadi 0,5%, nilainya melonjak hingga Rp16,16 triliun, dan sanggup menembus Rp32,31 triliun apabila menyentuh porsi 1%,” jelasnya.

Kalkulasi simulasi ini murni bersifat ilustratif untuk memetakan skala peluang, bukannya tolok ukur resmi pergerakan pasar kripto syariah atau jaminan besaran modal yang akan mengalir. Angka tersebut sebatas memperlihatkan porsi ekuivalensi matematis, tanpa mengasumsikan seluruh portofolio aset syariah tersebut siap atau memenuhi kriteria untuk ditokenisasi.

Yudho menegaskan bahwa signifikansi tokenisasi tak melulu diukur dari nominal aset yang direpresentasikan, melainkan pada keunggulannya dalam memperluas jangkauan aksesibilitas produk keuangan.

“Inovasi tokenisasi berpotensi menawarkan paradigma baru dalam tata cara representasi aset dan produk finansial secara digital. Apabila dikemas melalui arsitektur yang solid, mekanisme ini sanggup memperbanyak alternatif instrumen bagi publik. Kendati demikian, faktor kepastian legalitas kepemilikan, mutu aset dasar, ketersediaan transparansi, hingga perlindungan konsumen wajib dijadikan prioritas utama,” imbuhnya.

RWA dan Sukuk Jadi Perhatian

Prospek pengembangan ini kian menyita perhatian setelah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengidentifikasi dua klasifikasi aset digital yang berpeluang memenuhi kaidah syariat, yakni tokenisasi Real World Asset (RWA) serta instrumen keuangan syariah. Hal tersebut dipaparkan oleh M. Gunawan Yasni selaku Wakil Bendahara DSN MUI dalam gelaran Ijtima Sanawi XXII DSN MUI pada 21 Oktober 2026.

Konsep RWA merujuk pada digitalisasi aset riil seperti emas maupun properti ke dalam bentuk unit token. Di sisi lain, tokenisasi instrumen finansial membuka peluang digitalisasi produk layaknya sukuk. Contoh konkret yang disorot DSN MUI meliputi rencana tokenisasi Sukuk Negara Valas, sebuah inisiatif yang tengah dikoordinasikan OJK bersama DJPPR Kementerian Keuangan.

Melalui mekanisme tokenisasi, produk investasi bertolak ukur nominal jumbo berpotensi dipecah menjadi pecahan unit yang lebih terjangkau. Meski begitu, hak serta manfaat finansial yang didapat pemilik token akan bergantung penuh pada skema legal serta aturan yang disepakati.

Regulasi dan Edukasi Jadi Fondasi

Sejauh ini, DSN MUI belum menerbitkan fatwa resmi yang secara eksplisit mengesahkan kategori aset kripto dimaksud sebagai instrumen yang patuh syariah. Tahap konsolidasi masih memerlukan kesiapan infrastruktur transaksi, termasuk kelembagaan kustodian, mekanisme kliring, hingga penyelesaian akhir, serta kejelasan payung hukum dan skema produk.

Bagi Yudho, momen ini menjadi pijakan vital guna mendorong inovasi industri yang diimbangi dengan tata kelola profesional serta pemahaman publik yang komprehensif.

Demografi mayoritas Muslim tidak serta-merta menjamin seluruh lapisan masyarakat langsung berminat pada kripto atau otomatis memilih instrumen syariah. Atas dasar itu, edukasi mengenai profil dan risiko aset tetap memegang peranan kunci.

“Kami memandang akselerasi aset digital berbasis syariah sebagai manifestasi dari evolusi ekosistem finansial digital nasional. Sinergi yang kuat antara otoritas regulator, lembaga terkait, serta pelaku industri amat krusial dalam membangun ekosistem yang akuntabel dan transparan. Melalui landasan yang kukuh, terobosan ini diyakini mampu menghadirkan ragam pilihan investasi yang aman bagi masyarakat,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Stasiun Kuala Bingai Dukung Konektivitas Masyarakat, KA Srilelawangsa Hadirkan Tarif Mulai Rp2.000

PT Railink terus mendukung kemudahan mobilitas masyarakat di Sumatera Utara melalui layanan KA Srilelawangsa yang menghubungkan Stasiun Kuala Bingai, Kabupaten Langkat, dengan Stasiun Binjai hingga pusat Kota Medan. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan praktis bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Dengan tarif mulai Rp2.000, masyarakat dapat melakukan perjalanan dari Stasiun Kuala Bingai menuju Kota Binjai. Sementara itu, untuk melanjutkan perjalanan hingga pusat Kota Medan, masyarakat dapat menggunakan layanan KA Srilelawangsa dengan tarif mulai Rp7.000. Tarif yang terjangkau ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus mendukung konektivitas antardaerah di Sumatera Utara.

PT Railink mencatat, sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 32 ribu perjalanan penumpang telah dilayani pada relasi Stasiun Binjai–Stasiun Kuala Bingai maupun sebaliknya. Capaian tersebut menunjukkan pemanfaatan KA Srilelawangsa sebagai salah satu pilihan transportasi masyarakat untuk menghubungkan wilayah tempat tinggal dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas lainnya.

“Layanan KA Srilelawangsa juga menjadi bagian dari upaya mendukung integrasi transportasi di Sumatera Utara. Dengan adanya konektivitas menuju Kota Binjai dan Medan, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta memberikan pilihan mobilitas yang lebih efisien”, ujar Ayep Hanapi Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink.

Selain menghadirkan layanan transportasi, PT Railink berkomitmen untuk terus mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan memperhatikan jadwal keberangkatan serta ketentuan pembelian tiket yang berlaku.

Melalui layanan KA Srilelawangsa, PT Railink berharap konektivitas antardaerah di Sumatera Utara semakin kuat, sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilayani.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semangat Sumpah Pemuda: Pertamina Foundation Melalui PFmuda Cetak Ratusan Young Leaders dan Berdayakan Masyarakat Lewat Inovasi Sosial

Jakarta, 28 Oktober 2026 – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pertamina Foundation kembali menegaskan komitmen nyatanya dalam menggerakkan potensi besar generasi muda Indonesia untuk aktif mengambil bagian dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melalui program unggulan PFmuda, Pertamina Foundation secara konsisten hadir sebagai wadah strategis bagi para inovator muda, agen perubahan, dan sociopreneur dari berbagai penjuru tanah air guna menghadirkan solusi inovatif atas berbagai permasalahan nyata di sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Momentum Sumpah Pemuda tahun ini menjadi refleksi penting bahwa semangat persatuan para pemuda di masa lalu kini bertransformasi menjadi semangat kolaborasi dan kreativitas modern. Perubahan zaman menuntut pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak kemandirian bangsa melalui penciptaan wirausaha sosial yang berdampak luas. Sejak pertama kali digulirkan, program PFmuda terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat masif, baik dari segi partisipasi, jangkauan wilayah, maupun kualitas dampak yang dihasilkan bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Berdasarkan catatan kumulatif program hingga tahun 2025, inisiatif PFmuda telah sukses merangkul sebanyak 362 kelompok pemenang yang tersebar secara merata di 28 provinsi serta 227 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Keberhasilan menjangkau wilayah yang luas ini menunjukkan bahwa semangat inovasi sosial telah tumbuh subur tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan pembangunan kreatif. Selain itu, efektivitas program ini juga terbukti dari pencapaian rasio Social Return on Investment atau SROI sebesar 1,68 yang telah melalui proses penilaian independen oleh PT Adi Akara Bumi.

Komitmen dalam melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan semakin diperkuat melalui pencapaian impresif pada periode tahun 2025. Pada tahun tersebut, PFmuda berhasil menjaring dan membina sebanyak 110 kelompok pemenang yang dikategorikan sebagai Young Leaders. Para pemenang ini terbagi ke dalam Kategori Ideation sebanyak 30 kelompok yang fokus pada pematangan gagasan awal, serta Kategori Sociopreneur sebanyak 80 kelompok yang bisnis sosialnya telah berjalan. Tidak hanya itu, terdapat pula 39 kelompok keberlanjutan bisnis sociopreneur yang terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Persebaran bidang inovasi yang digagas oleh para anak muda ini sangat beragam dan menyentuh langsung kebutuhan esensial masyarakat. Tercatat sebanyak 39 kelompok bergerak di bidang pangan, 38 kelompok di bidang UMKM, 33 kelompok di bidang lingkungan, 14 kelompok di bidang pendidikan, 13 kelompok di bidang sosial, 7 kelompok di bidang energi, serta 5 kelompok yang berfokus pada pengembangan teknologi. Keberagaman sektor ini membuktikan kepekaan generasi muda dalam membaca peluang sekaligus tantangan di lingkungan sekitar mereka.

Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa konsistensi dan kreativitas para pemuda dalam menghadirkan inovasi sosial merupakan kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masa depan bangsa. Menurutnya, energi kolektif kaum muda harus terus didukung dengan ekosistem pembinaan yang tepat guna agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.

“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami melihat bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa,” ujar Agus Mashud S. Asngari.

Dampak nyata dari kehadiran program PFmuda ini dapat dilihat secara langsung di tengah masyarakat melalui berbagai indikator kesejahteraan. Sepanjang perjalanannya, PFmuda telah mencatatkan total penerima manfaat keseluruhan mencapai 16.601 orang. Jumlah tersebut mencakup 9.067 penerima manfaat perempuan dan 7.534 penerima manfaat laki-laki. Yang lebih membanggakan, program ini juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, di antaranya melibatkan 1.625 ibu kepala rumah tangga, 1.043 masyarakat yang berada di wilayah 3T, 644 penyandang disabilitas, serta 89 anak jalanan.

Dari sisi pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, inisiatif PFmuda terbukti sukses membuka peluang kerja baru bagi +2.208 orang. Para sociopreneur binaan ini juga mencatatkan rata-rata omzet per tahun lebih dari 270 juta. Capaian finansial yang positif ini menunjukkan bahwa solusi sosial yang digagas oleh para pemuda tidak hanya bersifat filantropis semata, melainkan memiliki model bisnis yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi di pasar.

Selain memberikan dampak langsung kepada masyarakat luas, program PFmuda juga memainkan peran strategis dalam sinergi korporat. Melalui pembinaan yang intensif, PFmuda berhasil menjaring sebanyak 119 kelompok embrio inovasi sosial yang dipersiapkan untuk mendukung target pencapaian Proper Emas Pertamina. Sinergi ini memperlihatkan bagaimana inovasi tingkat akar rumput yang digerakkan oleh pemuda dapat beririsan langsung dengan komitmen perusahaan besar terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan sosial berkelanjutan.

Dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan program dalam jangka panjang, Pertamina Foundation menerapkan tahapan pembinaan melalui skema Roadmap yang terstruktur dengan baik. Pada tahap awal atau pendanaan tahun pertama yang dikenal sebagai Penggerak Biru, fokus utamanya adalah pembentukan solusi yang matang serta penciptaan dampak awal di tengah masyarakat. Selanjutnya, pada tahap pendanaan tahun kedua atau Pelestari Hijau, para peserta memasuki fase pengembangan inovasi lanjutan, di mana dampak sosial dan ekonomi sudah mulai dapat diukur secara kuantitatif melalui instrumen SROI serta ditandai dengan pembukaan lapangan pekerjaan baru. Puncak dari rangkaian pembinaan ini adalah pendanaan tahun ketiga atau Pemberdaya Emas Nusantara, yang merupakan tahap eskalasi tingkat lanjut bagi para inovator unggulan yang telah terbukti memiliki model bisnis yang kuat serta potensi replikasi skala nasional.

Pertamina Foundation percaya bahwa masa depan Indonesia yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan sangat bergantung pada kapasitas generasi mudanya. Dengan sinergi yang kuat, inovasi tanpa batas, serta aksi nyata yang konsisten melalui program PFmuda, para pemuda Indonesia akan terus berdiri di garis depan dalam membawa perubahan positif bagi negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES