Regulasi AI di Industri Film Indonesia 2026: Peta Jalan Nasional dan Perlindungan Aktor

Penggunaan AI dalam produksi film Indonesia berkembang lebih cepat daripada payung hukumnya. Pada 2026, pemerintah mulai menata kerangka regulasi melalui harmonisasi kebijakan antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Digital. Fokusnya bukan hanya mendorong inovasi, tetapi juga melindungi kreator dan tenaga kerja kreatif .

Peta Jalan AI Nasional dan Ekonomi Kreatif

Kedua kementerian mematangkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional 2030 dan Raperpres Etika AI sebagai payung hukum terintegrasi. Pembahasan mencakup pembagian peran antarlembaga, penyusunan pedoman sektoral, pengembangan talenta digital, hingga mitigasi risiko . Ekonomi kreatif, termasuk perfilman, menjadi salah satu sektor prioritas dalam implementasi AI nasional.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045, yang mencakup 21 subsektor, termasuk teknologi baru dan AI . Dengan demikian, AI tidak lagi dilihat sebagai alat tambahan, melainkan bagian dari agenda pembangunan ekonomi kreatif jangka panjang.

Wajah Aktor dan Biometrik dalam Revisi UU Hak Cipta

Salah satu isu paling sensitif adalah penggunaan wajah, suara, dan kemiripan aktor. Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2026–2030, Fauzan Zidni, menyebut revisi Undang-Undang Hak Cipta sedang mengg godok aturan yang mewajibkan izin tertulis untuk penggunaan komersial wajah atau biometrik aktor . Tanpa aturan itu, aktor berisiko kehilangan kendali atas citra mereka, terutama dalam sekuel atau produksi lanjutan.

Fauzan juga menyoroti praktik predatoris: meminta aktor memberikan izin penggunaan wajah, suara, atau look-alike untuk produksi berikutnya tanpa kompensasi yang layak . Praktik ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam martabat profesi aktor.

Etika AI sebagai Fondasi Industri

Raperpres Etika AI disebut mengedepankan sembilan prinsip utama, termasuk inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, dan aksesibilitas . Dalam konteks film, prinsip-prinsip ini menjadi penting karena AI menyentuh ranah kreatif yang sangat personal: wajah, suara, dan ekspresi manusia.

Regulasi yang sedang disusun tidak dimaksudkan untuk menghambat adopsi AI. Sebaliknya, ia berupaya memastikan bahwa AI digunakan sebagai mitra produksi, bukan alat eksploitasi. Bagi industri film Indonesia, 2026 adalah tahun untuk menyeimbangkan percepatan teknologi dengan perlindungan manusia di balik layar.

Dari Percikan Kreatif hingga Dampak Bermakna: Christin Castillo tentang Kekuatan Dialog di IFFINA+ 2026

Di IFFINA+ 2026, desain menjadi lebih dari sekadar bahasa visual. Selama empat hari di NICE PIK2, Jakarta, pameran furnitur dan desain internasional ini mempertemukan para desainer, arsitek, merek, produsen, dan profesional industri untuk mengeksplorasi perspektif baru tentang gaya hidup kontemporer, kreativitas, dan masa depan desain.

Di tengah dinamika ini, talkshow yang dihadirkan oleh CjC dan Italian Atelier membuka ruang diskusi bagi para pelaku industri untuk melihat desain lebih jauh dari sekadar objek dan pameran, serta memahami bagaimana desain dapat membentuk cara kita berpikir, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. 

Salah satu pembicara, Christin Castillo, Principal, HBA in Indonesia, mengangkat sebuah gagasan sederhana namun bermakna: bahwa nilai sebuah pameran atau diskusi tidak hanya terletak pada apa yang ditampilkan atau dibicarakan, tetapi juga pada pemikiran dan perspektif baru yang tumbuh dari pengalaman tersebut. 

Menyalakan Percikan Inspirasi yang Melampaui Pameran

Saat ditanya apa yang ia harapkan dapat dibawa pulang oleh para peserta dari diskusi tersebut, Christin tidak berfokus pada tren desain tertentu atau satu kesimpulan akhir. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana percakapan tersebut dapat menginspirasi seseorang untuk mengambil langkah nyata. 

Baginya, pengalaman menjelajahi berbagai tempat, pameran, dan karya kreatif seharusnya memberi ruang bagi seseorang untuk berhenti sejenak, merenung, dan terdorong untuk melakukan sesuatu. Dorongan ini bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari perubahan cara pandang, munculnya inspirasi baru, hingga ide-ide yang kemudian diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. 

Inti dari jawabannya adalah keyakinan bahwa kreativitas menjadi bermakna ketika ia menciptakan pergerakan. Percikan kreatif bukan sekadar sesuatu untuk dikagumi pada saat itu juga. Ia dapat menjadi titik awal bagi orang-orang untuk mempertimbangkan kembali apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka bekerja, dan dampak seperti apa yang ingin mereka buat.

Perspektif ini sejalan dengan semangat yang lebih luas dari IFFINA+ 2026, di mana desain beroperasi di persimpangan antara kreativitas, keahlian pengrajin, bisnis, dan gaya hidup kontemporer.

Dari Berbicara hingga Berpartisipasi dalam Percakapan

Christin juga menekankan pentingnya keterlibatan audiens.

Baginya, berbicara di acara industri bukan sekadar tentang menyampaikan informasi kepada audiens. Energi di dalam ruangan itu penting. Diskusi yang bermakna mengharuskan orang untuk merasa bahwa mereka adalah bagian dari komunikasi tersebut, bukan sebagai pengamat pasif.

“Saya harus merasa antusias karena saya ingin orang-orang juga merasa terlibat,” ungkapnya, menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan di mana peserta dapat merespons, bertukar ide, dan mengenali diri mereka sebagai bagian dari diskusi.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara orang memaknai acara industri saat ini. Diskusi dan sesi panel tak lagi sekadar menjadi ajang berbagi pandangan dari satu pihak, tetapi juga ruang untuk bertukar ide, membuka perspektif baru, dan membangun koneksi yang mungkin tak terduga antara pembicara dan audiens.

Kolaborasi Perdana yang Lancar dengan CjC

Bagi Christin, talkshow IFFINA+ juga menandai pengalaman pertamanya bekerja sama dengan CjC.

Merefleksikan kolaborasi tersebut, Christin menilai kerja sama ini berjalan lancar, baik dalam persiapan acara maupun upaya promosinya. Pengalamannya juga menunjukkan bahwa kelancaran sebuah acara dan diskusi industri tak lepas dari koordinasi serta kerja di balik layar yang memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Bagi CjC, kolaborasi di IFFINA+ 2026 merupakan bagian dari perannya yang lebih luas dalam menghubungkan merek, profesional kreatif, pembicara, dan audiens melalui konten yang dikurasi dan pengalaman yang dipimpin oleh industri.

Bekerja sama dengan Italian Atelier, CjC membantu membentuk talkshow tersebut sebagai platform di mana perspektif desain Eropa dapat bertemu dengan lanskap hospitality, gaya hidup, dan hunian bermerek yang berkembang di Asia Tenggara.

Alih-alih memperlakukan desain sebagai disiplin ilmu yang terisolasi, kolaborasi ini memposisikannya dalam percakapan yang lebih luas tentang budaya, keahlian, hospitality, dan cara pemikiran kreatif dapat memengaruhi pengalaman kontemporer.

Melanjutkan Percakapan Melampaui IFFINA+

Nilai sebuah acara sering kali melampaui momen ketika lampu panggung dipadamkan.

Harapan Christin agar audiens meninggalkan IFFINA+ dengan perasaan “teraktivasi” menunjuk pada apa yang pada akhirnya dapat dicapai oleh pertemuan kreatif yang sukses: bukan sekadar memberi orang sesuatu yang baru untuk dilihat, tetapi memberi mereka sesuatu untuk dipikirkan, dipertanyakan, dan dibawa ke dalam pekerjaan dan kehidupan mereka sendiri.

Di IFFINA+ 2026, percakapan seputar desain terus bergerak melampaui estetika. Melalui para pembicara seperti Christin, dan melalui platform kolaboratif yang diciptakan oleh CjC dan Italian Atelier, acara ini membuka ruang bagi ide-ide untuk bersirkulasi di antara disiplin kreatif, industri, dan pasar.

Bagi mereka yang berpartisipasi, hasil yang paling bertahan lama mungkin bukan satu pernyataan atau pameran, melainkan percikan kreatif yang tetap bersama mereka setelahnya.

Dan mungkin di situlah percakapan desain yang bermakna benar-benar dimulai: bukan dengan jawaban akhir, melainkan dengan dorongan untuk melihat kembali, berpikir secara berbeda, dan menciptakan dampaknya sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa

JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas strategis. Upaya tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mengoperasionalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan distribusi kebutuhan pangan hingga tingkat desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mematangkan persiapan operasionalisasi koperasi secara serentak mulai 15 Oktober 2026. Pemerintah menyepakati percepatan pasokan barang subsidi, pemantauan 10.070 titik KDKMP, serta pembentukan posko pemantauan.

Zulkifli mengatakan, pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan kesiapan koperasi, termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional. “Saya dan Pak Joao (Direktur Utama Agrinas) ini dapat arahan langsung dari Bapak Presiden. Mulai 15 Oktober, kita akan melakukan monitoring secara serentak. Seluruh kementerian dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk melakukan kunjungan selama 8 hari kedepan. Kita ingin memastikan barang dan sarana operasional sudah tersedia. Kalau belum, kita cari tahu apa masalahnya,” ujarnya.

Sebanyak 10.070 titik KDKMP yang menjadi sasaran pemantauan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ketersediaan barang subsidi, seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk, menjadi fokus utama untuk memastikan koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha dan melayani masyarakat.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna, yang hadir bersama Direktur Bisnis, Ryanto Wisnuardhy dalam rapat tersebut mengatakan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pelaku usaha, pemerintah, dan ekosistem ekonomi di tingkat desa. “Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi komoditas, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan produksi, penyerapan hasil, dan distribusi kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara BUMN, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional,” ujar Denaldy.

Menurutnya, PTPN mendukung agenda strategis pemerintah melalui pengelolaan komoditas perkebunan sekaligus pengembangan komoditas pangan. Selain kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi, PTPN juga mengembangkan komoditas seperti ubi kayu untuk memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

“Kami melihat pengembangan komoditas pangan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akses pasar. Ke depan, peluang kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus dijajaki agar pengembangan komoditas dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Penguatan ekosistem pangan nasional menjadi ruang bagi PTPN untuk menjajaki kolaborasi yang relevan dengan kompetensi dan mandat perusahaan. Peluang sinergi dengan koperasi desa dapat dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan, kesiapan rantai pasok, serta skema kerja sama yang disepakati para pihak.

Melalui pengembangan komoditas dan penguatan kemitraan, PTPN berkomitmen mendukung agenda ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek

Beyond the Showcase: The Branded Residence Blueprint di IFFINA+ 2026

Nama merek yang dikenal luas dapat menarik perhatian pada sebuah proyek hunian. Namun, menjadikan nama tersebut sebagai pengalaman tinggal yang khas membutuhkan lebih dari sekadar popularitas. Desain, real estate perhotelan, dan pengembangan proyek masing-masing berperan dalam membentuk bagaimana hunian bermerek dirancang, diwujudkan, dan dinikmati.

Berbagai perspektif ini bertemu dalam sesi panel “Beyond the Showcase: The Branded Residence Blueprint” yang diselenggarakan pada 24 September 2026 sebagai bagian dari IFFINA+ 2026 di NICE PIK 2, Jakarta. Pameran tersebut berlangsung pada 24–27 September dan didukung oleh imm cologne/Koelnmesse. Sesi ini dimoderatori oleh Satria Wei, Managing Director Hotelivate Indonesia, serta menghadirkan empat profesional dengan keahlian di berbagai bidang perhotelan dan real estate. CjC Marketing Agency menjadi content partner  untuk sesi tersebut.

Dari Pameran Menuju Cetak Biru

Hunian bermerek mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam satu visi bersama. Di luar identitas visual sebuah merek mewah, proyek semacam ini membutuhkan koordinasi antara desain, persyaratan teknis, pertimbangan real estate, dan keahlian di bidang perhotelan.

Judul panel ini menekankan pentingnya melihat lebih jauh dari sekadar tampilan yang dipamerkan. Pameran menyediakan ruang untuk memperkenalkan produk dan gagasan, sementara proyek hunian bermerek melibatkan pertimbangan yang lebih luas dalam menyatukan berbagai disiplin ilmu.

Empat Perspektif dari Berbagai Bidang Industri

Panel ini menghadirkan empat profesional dengan bidang keahlian yang saling melengkapi:

Iva Anggraeni, Deputy Director of Product & Technical Services di The Ascott Limited

Regawa Paramasiddi, Senior Associate Director di Cushman & Wakefield

Christin Castillo, Principal di HBA Indonesia

Pamudji Soebagio Slamet, Director of Development di Wyndham Hotels & Resorts

Latar belakang profesional mereka mencakup layanan produk dan teknis perhotelan, konsultasi real estate, desain interior perhotelan, serta pengembangan hotel. Masing-masing bidang membawa sudut pandang tersendiri terhadap berbagai pertimbangan dalam proyek hunian bermerek.

Saat Komunikasi Bertemu dengan Desain

Kolaborasi di balik sesi ini mencerminkan hubungan antara kemewahan, desain, dan pengalaman.

Italian Atelier memadukan desain, real estate, dan gaya hidup, dengan visi yang menjangkau proyek hunian bermerek serta pengalaman mewah di seluruh Asia Tenggara.

Dalam tanggapannya, Satria Wei menyoroti potensi penggabungan pengalaman di bidang komunikasi, pemasaran, dan acara dengan fokus perusahaan Italia pada desain, kemewahan, dan pengalaman. Menurutnya, perpaduan tersebut berpotensi menghadirkan lebih dari sekadar produk ke pasar, yakni dengan memperkenalkan bentuk pengalaman yang berbeda.

Di sektor mewah, komunikasi dapat membantu menghubungkan visi desain sebuah merek dengan audiens yang ingin dijangkaunya.

Nilai dari Pertukaran yang Bermakna

Tanggapan para profesional yang berpartisipasi menunjukkan apresiasi terhadap kualitas pengalaman acara serta nilai dari kesempatan bertemu dengan sesama pelaku industri.

Christin Castillo menggambarkan pengalaman bekerja sama dengan CjC sebagai proses yang lancar, terutama dalam hal penyelenggaraan dan promosi, serta menyebutnya sebagai “acara yang sangat menyenangkan”.

Bagi Iva Anggraeni, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu dengan sesama profesional, mendengarkan, dan belajar dari para pakar industri. Regawa Paramasiddi juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan peserta lainnya.

Pamudji Soebagio Slamet menggambarkan acara tersebut sebagai salah satu acara terbaik untuk produk mewah di Indonesia dan menyampaikan harapannya agar kerja sama yang saling menguntungkan dapat berlanjut pada masa mendatang.

Melihat Lebih Jauh dari Nama Merek

Hunian bermerek mencakup lebih dari sekadar nama atau identitas visual. Proyek ini membutuhkan berbagai bidang keahlian yang bekerja bersama untuk menghadirkan pengalaman yang selaras. Panel di IFFINA+ 2026 menjadi kesempatan bagi para profesional dari bidang perhotelan dan real estate untuk bertukar pandangan, sementara tanggapan mereka mencerminkan apresiasi terhadap acara tersebut dan ketertarikan untuk menjalin kerja sama di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DIPRAKARSAI AGUS GUMIWANG, KEBIJAKAN GAS MURAH TOPANG INDUSTRI MESKI PASOKAN TAK PERNAH PENUH

JAKARTA – Kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) kembali menjadi sorotan setelah pasokan gas untuk industri di Jawa bagian barat dibatasi sejak pertengahan September 2026.

Industri diancam tidak akan mendapat pasokan gas jika menggunakan gas melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Sebelumnya pada Juni 2026, Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) mencatat hanya 27,5 persen volume alokasi yang dibayar dengan harga HGBT 7 dollar AS per MMBTU. Sisanya harus dipenuhi dari gas regasifikasi LNG seharga sekitar 20 dollar AS. PT Perusahaan Gas Negara Tbk kemudian membatasi penyaluran menjadi sekitar 78 persen dari volume kontrak sejak 14 September 2026. Industri keramik merespons dengan memangkas produksi hingga 50 persen.

Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai kebijakan ini hanya indah di atas kertas karena pasokan fisiknya tidak sampai ke pabrik. “Gas bagi industri adalah seperti oksigen bagi tubuh manusia,” katanya. Ia memperingatkan risiko pemutusan hubungan kerja terhadap 55.000 buruh.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas implementasi HGBT, kebijakan yang mulai dijalankan pada 2020 atas prakarsa Menteri Perindustrian saat itu, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan disetujui Presiden Joko Widodo.

Pada awal Januari 2020, Agus membawa sejumlah opsi penurunan harga gas ke Rapat Terbatas dengan Presiden. Dalam rapat tersebut, Jokowi menegaskan sikap pemerintah.

“Pilihannya kan sebenarnya hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas,” kata Jokowi, seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Rapat Terbatas bulan Maret 2020 kemudian memutuskan harga gas 6 dollar AS per MMBTU berlaku mulai 1 April 2020. Agus mengatakan, Presiden juga menerima usulan Kemenperin untuk menambah perusahaan penerima.

“Pada prinsipnya, presiden juga menyetujui untuk memasukkan usulan tambahan dari industri tersebut,” ujar Agus kala itu.

Pelaksanaannya diatur melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 89.K Tahun 2020. Pada Desember 2020, Jokowi menandatangani Perpres Nomor 121 Tahun 2020.

Pengajar Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Taufan Marhaendrajana, menilai Perpres 121/2020 mengubah HGBT dari opsi yang “dapat” diberikan menjadi “jaminan” bagi tujuh sektor tanpa pengecualian. Ketujuh sektor itu adalah pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

Jokowi kembali menyetujui perpanjangan HGBT dalam rapat terbatas bulan Juli 2024. Pada era Presiden Prabowo Subianto, program ini dilanjutkan dengan harga 6,5 dollar AS per MMBTU untuk bahan baku dan 7 dollar AS untuk energi.

Menopang industri pengguna gas HGBT ditujukan bagi industri yang menjadikan gas sebagai bahan baku sekaligus sumber energi. Pada sektor tertentu, komponen gas mencapai 10 hingga 70 persen dari biaya produksi.

Kemenperin mencatat dampak positif HGBT terhadap sektor industri pada 2020–2023 mencapai Rp 147,11 triliun. Agus Gumiwang menyebut program ini memberi efek berganda tiga kali lipat pada investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Menurut dia, penerimaan negara yang berkurang dapat tertutup hingga enam kali lipat oleh pajak dari penjualan produk industri penerima.

Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai penghentian HGBT pasti membuat manufaktur tidak kompetitif dan menurunkan output.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Yustinus Gunawan menilai HGBT berhasil memulihkan kinerja industri yang sempat terperosok. Pelaksanaannya sebelum pandemi menghantam, kata dia, menjadi “pembuktian atas keakurasian pengambilan

keputusan oleh Pemerintah”. Ia merujuk Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang ekspansif selama 29 bulan berturut-turut hingga awal 2024.

Harga gas bumi tertentu selalu didikotomikan dengan hilangnya penerimaaan negara baik dari royalti maupun pajak lainnya. Padahal, berdasarkan evaluasi dan kajian LPEM UI, implementasi program HGBT pada periode 2020–2025 memberikan total nilai tambah Rp592,89 triliun. Angka ini di luar tambahan penerimaan negara berupa pajak sebesar Rp. 15,3 trilyun, serta potensi peningkatan investasi sebesar Rp272,4 triliun, dan penambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20-30 ribu orang.

Salah satu bentuk keberhasilan kebijakan HGBT ini, menurut Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin), nilai ekspor oleokimia naik dari 2,63 miliar dolar AS (2020) menjadi 4,41 miliar dolar AS (2021), dan 5,4 miliar dolar AS (2022). Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 105 persen dalam dua tahun.

Alokasi tak pernah sesuai kebutuhan meski demikian, HGBT tidak pernah berjalan optimal karena volume gas yang dialokasikan tidak pernah memenuhi kebutuhan industri. Kemenperin memperkirakan kebutuhan gas industri sekitar 2.700 MMSCFD, sedangkan yang terpenuhi melalui skema HGBT hanya sekitar 1.600 MMSCFD. Industri merupakan pengguna gas domestik dengan porsi hanya sekitar 25,91persen dari total penyaluran gas bumi nasional.

Dengan porsi sedemikian kecil, realisasi penyaluran gas untuk industri justru terus merosot.

Pada 2023 serapan HGBT mencapai 80,10 persen dari alokasi kuota HGBT. Angkanya turun menjadi 54 persen pada Januari 2025, lalu turun kembali ke rata-rata 46,36 persen hingga April 2026, dengan titik terendah 37,5 persen. Agus Gumiwang sendiri pernah mengakui persoalan itu. “Tujuh aja masih carut marut,” ujarnya pada April 2024, seperti dikutip dari detikFinance.

Lebih lanjut, Agus telah memprakarsai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Dalam Negeri. Konsepsi RPP tersebut mencakup tiga hal paling mendasar. Pertama, HGBT berlaku untuk seluruh industri (no one left behind). Kedua, kewajiban domestic market obligation (DMO) diberlakukan untuk menjamin pasokan gas industri dalam negeri. Ketiga, kawasan industri diijinkan untuk mengimpor gas bagi industri jika pasokan gas dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan industri yang berada di kawasan tersebut.

RPP tersebut telah disampaikan pada Rapat Paripurna Kabinet tanggal 8 Juli 2024 dan telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo untuk dilaksanakan di mana penyusunannya secara teknis diserahkan kepada Kementerian ESDM. Namun, hingga kini RPP tersebut tak kunjung dikerjakan. RPP tersebut seharusnya segera ditetapkan menjadi Peraturan Pemerintah yang mengatur secara keseluruhan tentang kebutuhan gas bumi dalam negeri. Industri Indonesia akan semakin kompetitif bila harga gas terjangkau dan ada kepastian pasokan gas.

ASAKI menilai bahwa kebijakan HGBT harus dilihat sebagai investasi strategis negara dalam menciptakan nilai tambah industri, meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja sehingga sangat dibutuhkan kehadiran Pemerintah didalam menjamin Avaiability, Affordability dan Reliability Gas harus terjaga.

“Kebijakan Perpanjangan HGBT sdh sangat tepat dan KepmenESDM no.281k/2026 sdh baik namun Implementasinya tdk sesuai harapan.”

Pembatasan pemanfaatan Gas HGBT sejak bln Sept sd sekarang merupakan pukulan telak dan langkah mundur bagi Industri Keramik Nasional yg seharusnya sedang berada di zonaekspansif, kondisi supply gas saat ini malah memaksa penurunan tingkat utilisasi produksikeramik dan menyebabkan “Wait & See” utk kelanjutan ekspansi tsb.

Jika tdk ada solusi dlm waktu dekat maka PHK karyawan akan kembali mengancam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PLUS Bunganya dari neobank Plus: Bunga Deposito WOW hingga 7,25% per Tahun

Menyimpan dana dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan, terutama ketika ada kebutuhan yang ingin dipersiapkan dalam jangka waktu tertentu. Selain mempertimbangkan nominal dana yang disimpan, memilih produk simpanan juga perlu memperhatikan suku bunga, tenor, serta ketentuan pencairannya.

Melalui neobank Plus, nasabah bisa menemukan penawaran bunga promo untuk Deposito WOW. Pada periode 1–31 Oktober 2026, bunga promo yang ditawarkan mencapai 7,25% per tahun untuk tenor enam bulan. Penawaran ini menjadi bagian dari PLUS Bunganya, salah satu kategori benefit dalam rangkaian promo akhir tahun neobank.

Berapa Bunga Promo Deposito WOW di neobank Plus?

Deposito WOW menawarkan beberapa pilihan tenor dengan tingkat bunga promo yang berbeda selama periode yang ditentukan. Berikut rinciannya untuk periode 1–31 Oktober 2026:

Tenor 1 bulan: bunga promo 6,00% per tahun

Tenor 3 bulan: bunga promo 6,75% per tahun

Tenor 6 bulan: bunga promo 7,25% per tahun

Dari ketiga pilihan tersebut, bunga promo tertinggi tersedia untuk tenor enam bulan. Nasabah dapat mempertimbangkan pilihan tenor berdasarkan kebutuhan penggunaan dana dan jangka waktu penyimpanan yang direncanakan.

Perlu diingat bahwa angka tersebut merupakan tingkat bunga promo tahunan, bukan berarti nasabah memperoleh persentase yang sama sebagai hasil untuk seluruh periode tenor. Hasil simpanan juga dapat dipengaruhi oleh nominal penempatan, jangka waktu, pajak, dan ketentuan produk yang berlaku.

Memilih Tenor Deposito Sesuai Kebutuhan

Sebelum menempatkan dana dalam deposito, penting untuk mempertimbangkan kapan dana tersebut mungkin dibutuhkan kembali. Setiap pilihan tenor memiliki jangka waktu yang berbeda, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan rencana keuangan.

Tenor 1 bulan dapat dipertimbangkan oleh nasabah yang menginginkan periode penyimpanan lebih singkat. Sementara itu, tenor 3 bulan menawarkan pilihan jangka menengah, sedangkan tenor 6 bulan memiliki periode penyimpanan lebih panjang dan menawarkan bunga promo tertinggi dalam program ini.

Pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas. Dana yang mungkin diperlukan untuk kebutuhan mendesak sebaiknya tidak ditempatkan tanpa mempertimbangkan ketentuan pencairan deposito.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Deposito

Selain membandingkan bunga deposito, ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan penempatan dana.

1. Pastikan periode promo masih berlaku dan tingkat bunga sesuai dengan tenor yang dipilih.

2. Pahami ketentuan penempatan serta pencairan dana, termasuk konsekuensi jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo. 

3. Perhatikan pajak dan ketentuan lain yang dapat memengaruhi hasil simpanan.

Nasabah juga perlu memperhatikan ketentuan penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penjaminan berlaku sesuai persyaratan LPS, termasuk ketentuan mengenai tingkat bunga penjaminan dan batas maksimum simpanan yang dijamin.

Mengenal Promo neobank PLUS Bunganya 

neobank PLUS Bunganya merupakan rangkaian benefit dan promo akhir tahun di neobank dari Bank Neo Commerce yang mencakup manfaat untuk transaksi sehari-hari, diskon, bunga promo, dan cashback melalui program tertentu.

Melalui penawaran Deposito WOW, nasabah dapat mempertimbangkan pilihan tenor dengan bunga promo sesuai kebutuhan dan rencana penyimpanan dana. Sebelum menempatkan dana, pastikan membaca informasi produk, Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY), serta syarat dan ketentuan promo yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 31 Januari 2027 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mempelajari promo neobank PLUS, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/depositowowplus atau di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

Sepanjang 2021–2025, sebanyak 300 anak dari keluarga kurang mampu di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, menerima bantuan pendidikan dari pendapatan desa. Dana itu berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) sektor wisata, terutama dari Wisata Dolli Bungaeja, kawasan pemandian dan wisata alam yang dikelola desa di kaki Gunung Karst Dolli sejak 2019. Kelompok Baca Anggaran (KBA) Tukamasea, kelompok warga yang dipimpin perempuan, mendorong agar pendapatan wisata itu dialokasikan untuk beasiswa. Pada Minggu (18/10), Duta Besar Inggris untuk Indonesia, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, mengunjungi Tukamasea untuk melihat cerita inspiratif ini. Kunjungan ini bagian dari program SETAPAK 4, yang didanai Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) dan dijalankan The Asia Foundation (TAF) bersama Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan dan Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM).

Tukamasea punya bentang alam karst dan sumber air alami yang melimpah, tetapi rentan rusak. Karena itu, desa perlu menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi warga. Sepanjang 2021–2026, PINUS Sulawesi Selatan mendampingi KBA bersama Pemerintah Desa Tukamasea, Pemkab Maros, kelompok perempuan, dan pemuda. Anggota KBA belajar membaca dan mengawal dokumen perencanaan desa, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), agar memuat kebutuhan lingkungan dan kelompok rentan. Pengelolaan kawasan wisata ini memberi warga pilihan mata pencaharian selain bekerja di industri semen (tambang), yang umum ditemui di wilayah karst.

Hasilnya terlihat di anggaran. Pada 2022, Desa Tukamasea mengalokasikan Rp200 juta dari Dana Desa untuk pembangunan ramah lingkungan, salah satunya pengembangan kawasan pemandian Dolli Bungaeja. Desa juga menerima insentif Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) sebesar Rp110 juta pada 2022 dan Rp62 juta pada 2023, yang dipakai untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan, dan menata kawasan wisata. KBA ikut mendorong agar dana TAKE itu dialokasikan ke kawasan Dolli. Pemerintah desa kini mempublikasikan APBDes dan merevisi alokasi anggaran agar lebih berpihak pada kelompok rentan, perempuan, dan lingkungan. Pada tahun anggaran 2024, KBA ikut mengawal indikator ekologi dan gender dalam perencanaan desa. Pendapatan desa Tukamasea mencapai Rp1,5 miliar pada 2021–2023, tertinggi di Kabupaten Maros.

Kabupaten Maros menerapkan TAKE sejak 2022. Lewat skema ini, Alokasi Dana Desa diberikan berdasarkan Indeks Kinerja Desa yang menilai empat hal: perlindungan lingkungan, ketahanan bencana, pengelolaan anggaran yang responsif gender, dan pemerataan pembangunan desa. Sepanjang 2022–2025, Pemkab Maros menyalurkan Rp11.478.041.433 kepada 40 dari 80 desa di 14 kecamatan melalui skema ini. Pada 2026, Bupati Maros melanjutkan skema ini dan menyalurkan Rp1.095.408.460 kepada 40 desa berdasarkan Peraturan Bupati Maros Nomor 36 Tahun 2025. Indikator penilaiannya kini diperbarui menjadi kinerja tata kelola desa, kinerja pembangunan desa yang responsif gender, kinerja ekonomi, dan kinerja lingkungan.

“Kelompok Baca Anggaran adalah upaya warga untuk terlibat secara partisipatif dalam perencanaan, penganggaran, dan pembangunan desa. Di Tukamasea, kita melihat hasilnya: anggaran publik memberi insentif bagi desa yang menjaga lingkungannya. Ketika perempuan aktif menyusun dan mengawasi anggaran, warga merasakan dampaknya secara nyata, mulai dari lapangan kerja di sektor pariwisata hingga beasiswa untuk anak-anak desa. Skema ini telah direplikasi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan terus kami dorong di wilayah lain,” ujar Director, Environmental Governance, The Asia Foundation Indonesia, Frans Siahaan.

Pendekatan yang sama kini meluas. Kabupaten Jeneponto telah menetapkan Peraturan Bupati Jeneponto Nomor 3 Tahun 2025 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, dan pencairan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2025. Rancangan Peraturan Bupati Barru tentang Alokasi Dana Desa Berbasis Kinerja (ADD Kinerja) sedang diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan ditargetkan terbit pada 2026. PINUS Sulsel juga telah membuat kesepakatan penerapan TAKE dengan Kabupaten Sinjai dan memantau penerapan TAKE di Kota Parepare.

Selain anggaran desa, SETAPAK 4 mendampingi masyarakat mengelola hutan secara legal melalui perhutanan sosial. Kabupaten Maros memiliki kawasan hutan sekitar 60.000 hektare atau 40 persen dari luas wilayahnya. Di seluruh kabupaten, sebanyak 37 persetujuan pengelolaan perhutanan sosial seluas 5.800 hektare telah terbit di 19 desa dan kelurahan, dengan 45 kelompok usaha terbentuk. TLKM mendorong agar dokumen Pengembangan Kawasan Terpadu (Integrated Area Development, IAD) di Maros dan Enrekang memperhatikan kebutuhan perempuan, dan IAD Maros kini masuk ke rencana pembangunan daerah. Kedua mitra juga merehabilitasi hutan dan lahan: PINUS Sulsel 50 hektare dari target 85 hektare, dan TLKM 111 hektare dari target 300 hektare.

Salah satu kelompok usaha itu adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Jaya di Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu. Kelompok perempuan di desa ini mengelola 96 hektare hutan kemasyarakatan yang izinnya terbit pada 2019. Anggota KUPS ini 26 perempuan yang mengolah nira aren menjadi gula aren batok, gula semut, dan gula cetak. Kelompok ini menjual 100–150 kilogram per bulan dengan omzet Rp4–5 juta. Dengan pendampingan PINUS Sulsel, mereka bermitra dengan Perusda Maros, Aren Sulawesi, dan eksportir PT Golata Healthy Brand. Gula aren mereka telah dikirim ke Korea Selatan sebanyak 5 ton pada 2023, ke Inggris sebanyak 3 ton pada 2024, dan sejak 2025 ke Dubai sekitar 500 kilogram per bulan lewat pesawat.

Perempuan Bontomanurung juga menjaga hutannya. Women Forest Defenders (WFD) Kabupaten Maros dibentuk pada 2024 lewat program SETAPAK. Anggotanya dilatih memetakan dan memantau hutan dengan aplikasi seperti Avenza, SW Map, Forest Watcher, dan SMART Patrol, serta pelatihan paralegal. Menurut kelompok ini, patroli mereka ikut menekan potensi kebakaran hutan dalam dua tahun terakhir. Tantangan masih ada, termasuk keraguan sebagian warga terhadap kemampuan perempuan mengawasi hutan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan: “Sulawesi Selatan merupakan rumah bagi inovasi, warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat. Dari para peneliti dan akademisi yang mengembangkan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon, perempuan yang berwirausaha serta membangun usaha baru, hingga komunitas yang melindungi lingkungan alam mereka, saya melihat berbagai contoh inspiratif tentang bagaimana aksi lokal dapat menciptakan dampak nyata. Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera.”

Langkah berikutnya ada di tangan pemerintah daerah. Insentif TAKE perlu terus dianggarkan setiap tahun agar desa punya alasan untuk menjaga lingkungannya. Bagi daerah lain di Sulawesi Selatan, Tukamasea menunjukkan bahwa anggaran berbasis ekologi bisa dirasakan langsung oleh warga, terutama perempuan dan anak-anak desa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bayi Orangutan yang Diselamatkan di India Dipulangkan ke Indonesia, Lima Lainnya Menyusul

MEDAN — Seekor bayi orangutan asal Sumatra yang diselamatkan di India pada November 2024 telah dipulangkan ke Indonesia melalui koordinasi antara lembaga perlindungan satwa liar dan otoritas pengelola Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) India dan Indonesia. Orangutan tersebut tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, pada Senin (19/10/2026), menandai langkah penting dalam kerja sama konservasi satwa liar antara kedua negara. 

Upacara serah terima diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia dan dihadiri oleh pejabat Konsulat Jenderal India di Medan. Selama berada di India, orangutan tersebut menerima perawatan dokter hewan dan fasilitas habitat yang sesuai di bawah pengawasan otoritas satwa liar India.

Sebagai bentuk kerja sama bilateral, Pemerintah India juga membebaskan seluruh biaya historis yang timbul selama perawatan dan pemeliharaan orangutan tersebut sebelum dipulangkan. Keberhasilan pemulangan ini mencerminkan komitmen bersama India dan Indonesia untuk melindungi spesies yang terancam punah serta memperkuat upaya konservasi satwa liar lintas negara.

Lima Orangutan Lainnya Menunggu Pemulangan

Upaya pemulangan juga tengah dilakukan terhadap lima orangutan muda lainnya yang diselamatkan di Odisha, India, pada September 2026. Saat ini, kelima orangutan tersebut berada di Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar, Odisha, untuk mendapatkan perawatan dokter hewan dan perlindungan yang diperlukan.

Pemulangan mereka masih menunggu konfirmasi spesies dan asal-usul, serta penyelesaian prosedur dan persyaratan yang berlaku. Untuk mendukung proses tersebut, Kedutaan Besar India di Jakarta memfasilitasi kunjungan para ahli satwa liar Indonesia dari Kementerian Kehutanan ke India pada November 2026.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara kedua negara sekaligus mendukung persiapan pemulangan kelima orangutan tersebut ke Indonesia.

Memperkuat Kerjasama Konservasi India-Indonesia

Keberhasilan pemulangan orangutan ini menegaskan pentingnya kerja sama bilateral dalam melindungi satwa liar yang terancam punah. Melalui koordinasi antar lembaga pemerintah dan otoritas satwa liar, India dan Indonesia menunjukkan komitmen bersama terhadap kesejahteraan satwa dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dengan lima orangutan lainnya yang berpotensi segera dipulangkan, kedua negara terus berupaya memastikan bahwa proses repatriasi satwa liar dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan protokol konservasi yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon

Ibu Ibnu pemilik Rindu Farm usaha wisata petik melon yang merupakan salah satu nasabah BRI Branch Office Klaten

Klaten, Oktober 2026 — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Klaten terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan layanan keuangan digital. Salah satu implementasinya hadir di Rindu Farm, usaha wisata petik melon milik nasabah BRI yang berlokasi di Tambong Wetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, yang kini memanfaatkan QRIS BRI sebagai metode pembayaran bagi pengunjung.

Rindu Farm merupakan usaha milik Ibu Ibnu yang menawarkan pengalaman wisata petik melon secara langsung. Pengunjung dapat memilih dan memetik melon sendiri, kemudian hasil petikan ditimbang untuk menentukan total pembayaran. Dengan menggunakan QRIS BRI, proses pembayaran menjadi lebih praktis tanpa perlu menyiapkan uang tunai maupun uang kembalian.

Layanan QRIS BRI di Rindu Farm difasilitasi melalui BRI Unit Klaten Kota yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi usaha. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya BRI Branch Office Klaten dalam mendampingi nasabah UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital sesuai kebutuhan usaha.

Dengan harga melon sebesar Rp25.000 per kilogram dan berat melon yang umumnya berkisar antara 1 hingga 2,5 kilogram, pembayaran digital memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam menyelesaikan transaksi sesuai berat hasil petikan. QRIS BRI dapat digunakan melalui aplikasi BRImo maupun aplikasi pembayaran lain yang mendukung QRIS, sehingga pelanggan memiliki fleksibilitas dalam memilih sumber dana pembayaran.

Pemanfaatan QRIS juga membantu pemilik usaha mengurangi kebutuhan uang tunai dan menyediakan uang pecahan kecil untuk kembalian. Sementara itu, bagi pelanggan yang melakukan pembelian secara daring, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening BRI sesuai mekanisme transaksi yang disepakati.

Branch Office Head BRI Klaten, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa dukungan terhadap Rindu Farm merupakan bagian dari peran BRI dalam mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.

“BRI Branch Office Klaten berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, salah satunya melalui pemanfaatan layanan pembayaran digital seperti QRIS BRI. Kami melihat bahwa kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek penting dalam memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan sekaligus membantu pelaku usaha menjalankan operasional secara lebih praktis. Kami berharap Rindu Farm dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pelanggan, dan menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam memanfaatkan layanan digital untuk mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Agung.

Dari sisi pelaku usaha, penggunaan QRIS BRI memberikan manfaat nyata dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ibu Ibnu, pemilik Rindu Farm, menyambut baik dukungan BRI yang telah membantu menghadirkan kemudahan pembayaran bagi pengunjung. Menurutnya, transaksi digital membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis karena pelanggan tidak selalu harus menggunakan uang tunai, sementara dirinya tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian.

Ibu Ibnu juga mengapresiasi responsivitas petugas BRI dalam memberikan pendampingan. Ketika terdapat kendala transaksi, petugas BRI dapat segera datang untuk melakukan tindak lanjut sehingga aktivitas usaha dapat kembali berjalan dengan baik. Ibu Ibnu sendiri telah menjadi nasabah BRI selama lebih dari 10 tahun dan berharap kualitas layanan BRI terus meningkat serta semakin mendukung perkembangan usahanya.

Melalui BRI Branch Office Klaten, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha lokal. Pendampingan kepada UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyediaan produk dan layanan keuangan, tetapi juga melalui edukasi serta dukungan dalam penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

BRI berharap implementasi QRIS di Rindu Farm dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk mulai mengadopsi pembayaran digital sebagai bagian dari pengembangan bisnis. Dengan transaksi yang semakin mudah dan dukungan layanan perbankan yang responsif, UMKM di Kabupaten Klaten diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta tumbuh secara berkelanjutan

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

BRI memberikan sosialisasi program transaksi Qris UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY

Yogyakarta, Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Yogyakarta Katamso terus memperkuat komitmennya dalam mendorong akselerasi digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan transaksi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam kegiatan Gathering UMKM Sibakul Jogja Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan menghadirkan dua program unggulan, yakni sosialisasi program Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dan program apresiasi transaksi QRIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital yang praktis, cepat, dan efisien.

Program sosialisasi Racing Transaksi QRIS UMKM DIY dilaksanakan pada periode September hingga November 2026. Bertempat di Dinas Koperasi dan UKM DIY, Jalan HOS Cokroaminoto No. 162, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, program ini menyasar sebanyak 300 peserta yang dibagi ke dalam enam kelas pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan QRIS dalam mendukung transaksi usaha serta meningkatkan kesiapan UMKM dalam menghadapi perkembangan ekosistem ekonomi digital.

Hingga Oktober 2026, program sosialisasi telah terlaksana dalam dua batch, yaitu pada 23–24 September 2026 dan 7–8 Oktober 2026. Pelaksanaan kegiatan secara bertahap ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada pelaku UMKM mengenai manfaat transaksi digital serta mendorong penerapannya secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Selain program sosialisasi, BRI juga mendukung program apresiasi transaksi QRIS yang berlangsung selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan penggunaan QRIS di kalangan pelaku UMKM melalui mekanisme apresiasi bagi peserta dengan jumlah transaksi tertinggi selama periode program sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun persyaratan untuk mengikuti program tersebut meliputi kepemilikan tabungan dan rekening BRI yang aktif. Bagi peserta yang belum memiliki rekening BRI, pembukaan rekening dapat dilakukan secara langsung selama kegiatan berlangsung. Peserta juga diwajibkan mengikuti kegiatan sosialisasi sesuai jadwal serta memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan program.

Branch Office Head BRI Yogyakarta Katamso, Irfan Muchsin Pratama, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata BRI dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital sekaligus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM di wilayah DIY.

“Melalui program Racing Transaksi QRIS bersama Sibakul Jogja dan Dinas Koperasi dan UKM DIY, BRI ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga membangun kebiasaan bertransaksi secara digital yang aman, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Irfan.

Lebih lanjut, BRI turut memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS sebagai salah satu solusi pembayaran digital yang dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemudahan transaksi bagi pelanggan. Dengan menggunakan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung standar QRIS tanpa harus menyediakan kode QR yang berbeda untuk setiap penyedia jasa pembayaran.

Pemanfaatan QRIS juga dapat membantu pelaku usaha mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai, mempermudah pencatatan pembayaran, serta mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib. Pelaku UMKM tetap perlu memastikan nominal pembayaran sesuai, memeriksa notifikasi atau bukti transaksi yang sah, serta menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP. Untuk keamanan, pelaku usaha tidak diperkenankan membagikan informasi rahasia perbankan kepada pihak lain.

Dalam implementasinya, BRI terus mendorong pemanfaatan layanan transaksi digital melalui edukasi dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan usaha. BRI juga mengimbau pelaku usaha untuk memahami ketentuan layanan QRIS, termasuk biaya transaksi yang berlaku sesuai kategori usaha dan regulasi yang ditetapkan.

Irfan menambahkan, sinergi antara BRI, Dinas Koperasi dan UKM DIY, serta komunitas UMKM melalui Sibakul Jogja diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM yang semakin kompetitif dan berdaya saing.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Yogyakarta yang mengadopsi transaksi digital dalam kegiatan usahanya. Dengan peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan QRIS, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Irfan.

Melalui berbagai inisiatif edukasi dan penguatan ekosistem pembayaran digital, BRI terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES