FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

Jakarta, 27 Maret 2026 – Platform jual beli aset kripto FLOQ mengumumkan kolaborasi dengan platform e-commerce Blibli melalui ekosistem Blibli Tiket Rewards, menghadirkan program bertajuk “First Trade, First Reward”. 

Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh reward setelah menyelesaikan transaksi pertama pada aplikasi FLOQ. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman baru yang menghubungkan ekosistem e-commerce dan aset digital. 

Program seperti Blibli Tiket Rewards menghadirkan pengalaman untuk pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, yang mencakup belanja melalui e-commerce Blibli, pemesanan tiket perjalanan dan hiburan melalui tiket.com, serta transaksi gaya hidup seperti dining dan berbelanja di merchant seperti Ranch Market dan berbagai partner retail lainnya. 

Melalui kolaborasi dengan FLOQ, poin yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Dengan demikian, pengguna dapat menikmati journey yang lebih luas dengan mengumpulkan poin Blibli Tiket, menukarkan poin tersebut untuk mendapatkan benefit FLOQ, kemudian dapat mulai investasi kripto di FLOQ

Pendekatan ini menghadirkan evolusi dari loyalty program konvensional menjadi gerbang menuju ekosistem finansial yang mumpuni, sekaligus menjembatani dunia lifestyle dengan dunia investasi digital. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pengguna Blibli Tiket Rewards untuk memanfaatkan poin loyalitas yang mereka miliki menjadi manfaat yang lebih luas, termasuk untuk mengakses layanan perdagangan aset kripto. 

Program loyalty seperti Blibli Tiket Rewards memungkinkan pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, mulai dari e-commerce hingga layanan gaya hidup lainnya.  

Melalui integrasi dengan FLOQ, poin tersebut kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Pendekatan ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri digital, di mana platform non-finansial mulai berperan dalam memperluas akses ke layanan keuangan berbasis teknologi. 

“Kolaborasi dengan Ekosistem Blibli Tiket Rewards menjadi langkah strategis kami untuk menghadirkan akses yang lebih luas terhadap aset kripto melalui ekosistem digital yang sudah akrab dengan masyarakat. Kami melihat bahwa integrasi dengan platform lifestyle seperti Blibli dapat mempercepat adopsi kripto dengan cara yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh pengguna,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ

“Melalui program First Trade, First Reward, kami ingin memberikan pengalaman awal yang lebih seamless bagi pengguna baru untuk mulai bertransaksi aset digital. Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi lintas industri untuk memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia,” tambahnya. 

Bagi FLOQ, kemitraan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai platform digital, termasuk e-commerce dan lifestyle. Sementara itu, bagi Blibli, integrasi ini menambah opsi pemanfaatan poin dalam ekosistem loyalitas yang terus berkembang. Program loyalitas sendiri terbukti mampu meningkatkan engagement pengguna, di mana pelanggan cenderung lebih aktif bertransaksi setelah bergabung dalam program reward.  

Dengan menggabungkan kekuatan kedua ekosistem, kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi pengguna, sekaligus membuka akses baru ke layanan digital yang lebih luas. 

Untuk mengikuti program First Trade, First Reward, pengguna dapat mengakses halaman reward di ekosistem Blibli dan menukarkan benefit yang tersedia sesuai dengan ketentuan program. Setelah itu, pengguna hanya perlu menyelesaikan transaksi pertama di FLOQ untuk mendapatkan reward yang ditawarkan. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. 

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Hadirkan Flexible Staking $XAUT dan $SLVON dengan Imbal Hasil Hingga 10% APY di Tengah Koreksi Pasar

Jakarta, 27 Maret 2026 – Gejolak kondisi pasar ekonomi global masih mengalami tekanan menyusul konflik yang terjadi antara Amerika dan Timur Tengah. Hal ini, turut berdampak pada aset-aset Real World Assets (RWA) seperti emas, silver dan minyak bumi. Bertepatan dengan kondisi ini Bittime, menyediakan fitur flexible staking bagi Tether Gold ($XAUT) dan Silver Token ($SLVON) dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 10% bagi pengguna baru.

Sebelumnya, berdasarkan laporan dari Kompas.TV, harga emas tercatat mengalami tekanan cukup signifikan dengan penurunan sekitar 17% jika dibandingkan dengan posisi pada pertengahan Maret 2026 lalu.

Kondisi ini turut berdampak pada harga jual kembali atau buyback logam mulia Antam yang mengalami penurunan sebesar Rp80.000 per gram, sehingga menciptakan celah harga yang cukup lebar antara harga beli dan harga jual di pasar fisik. 

Meski demikian, momentum ini seringkali dimanfaatkan sebagai langkah untuk menambah akumulasi aset di harga yang lebih terjangkau. Apalagi, di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, aset-aset seperti emas dan silver masih dipandang sebagai aset lindung nilai guna menjaga volatilitas harga pasar.

Seiring dengan kemajuan teknologi finansial, investor kini memiliki alternatif aset berbasis RWA dalam bentu aset digital, seperti Tether Gold ($XAUT) dan Silver iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON). 

Lebih lanjut, Tether Gold (XAUT) dipandang sebagai inovasi digital yang memungkinkan investor untuk berinvestasi emas dalam jumlah kecil sesuai preferensi pribadi tanpa hambatan biaya tinggi. Dengan format digital, investor tidak perlu mengkhawatirkan penyimpanan fisik, atau biaya keamanan yang biasanya menyertai aset fisik. 

Begitu pula dengan $SLVON yang memberikan akses serupa pada komoditas perak, memungkinkan investor untuk mendiversifikasi portofolio logam mulia mereka dengan fleksibilitas tinggi tanpa batasan geografis maupun kerumitan logistik fisik.

Bersama ini, sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Kehadiran fleksibel staking terhadap ase $XAUT dan $SLVON diharapkan dapat membuka akses, serta kesempatan bagi investor untuk memperluas diversifikasi aset investasi di tengah gejolak kondisi ekonomi dunia saat ini.

Dengan imbal hasil tahunan hingga 10% APY bagi pengguna baru, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan nilai aset pada instrumen investasi RWA berbasis digital.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Garut (Jawa Barat), 27 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna jasa kereta api dari Stasiun Garut selama periode Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu untuk perjalanan mudik maupun balik.

Stasiun Garut sebagai salah satu stasiun penting di wilayah selatan Jawa Barat terus menunjukkan peran strategisnya dalam melayani mobilitas masyarakat. Terlebih pada momen Angkutan Lebaran, volume penumpang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada periode hari biasa rata-rata harian penumpang yang naik kereta api jarak jauh (KA JJ) dan KA Lokal (Commuter Line) mencapai 1.337 pelanggan per hari. Dengan rincian rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut sebanyak 590 pelanggan dan KA Lokal Commuter Line, mencapai 747 pelanggan.

Namun, pada periode Angkutan Lebaran 2026 data sampai dengan Jumat (27/3), terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 48% dari hari biasanya di Stasiun Garut. Rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan KA Lokal Commuter Line mencapai 1.976 pelanggan per hari. Jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut meningkat menjadi 704 pelanggan, sedangkan KA Lokal Commuter Line melonjak menjadi 1.272 pelanggan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan indikasi kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya.

“Peningkatan jumlah pelanggan dari Stasiun Garut selama Angkutan Lebaran ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian. Selain faktor kenyamanan dan ketepatan waktu, kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan agar pelanggan merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo juga menambahkan bahwa Stasiun Garut saat ini melayani berbagai perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun lokal, yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih jadwal perjalanan.

Dari Stasiun Garut, pelanggan dapat menikmati layanan 2 KA Jarak Jauh yaitu KA Cikuray dan KA Papandayan, yang menghubungkan Garut dengan berbagai kota tujuan. Selain itu, tersedia pula 2 layanan KA Lokal Commuter Line yang melayani mobilitas harian masyarakat di wilayah Daop 2 Bandung.

KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan, terutama di masa Angkutan Lebaran yang identik dengan lonjakan penumpang. Berbagai upaya dilakukan mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas pelayanan di stasiun, termasuk adanya posko Komunitas Pencinta Kereta Api dari Garut Railfans.

Dengan adanya peningkatan ini, KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama selama perjalanan menggunakan kereta api.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional

Jakarta, 27 Maret 2026 – Dominasi ekspor baja Tiongkok kerap dipersepsikan sebagai bukti keunggulan daya saing global. Namun, analisis lebih dalam menunjukkan paradoks mendasar: ekspor baja Tiongkok justru berlangsung bersamaan dengan rapuhnya profitabilitas industri di dalam negeri. Kondisi ini menegaskan bahwa volume ekspor besar tidak otomatis mencerminkan industri yang efisien dan berkelanjutan.

Bagi PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group fenomena ini menegaskan pentingnya
kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Sebagai
tulang punggung pembangunan dan penopang hilirisasi industri, industri baja
membutuhkan ekosistem usaha yang adil dan berimbang agar investasi jangka
panjang tetap terjaga.

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa
persaingan harga baja global saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dalam level
playing field
. “Industri baja nasional, termasuk Krakatau Steel Group,
membutuhkan kepastian kebijakan agar investasi dan transformasi bisnis yang
kami jalankan tidak tergerus oleh praktik perdagangan yang terdistorsi,” jelas
Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron
& Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).  

Tekanan Global Akibat Harga Baja
yang Tertekan
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menilai ekspor baja Tiongkok lebih merupakan saluran penyaluran
tekanan domestik akibat kelebihan kapasitas dan melemahnya permintaan dalam
negeri. “Dalam struktur industri yang mengalami tekanan profitabilitas luas,
ekspor tidak lagi mencerminkan daya saing sehat, melainkan respons defensif
untuk menjaga operasi tetap berjalan,” ujar Widodo.

Arus
ekspor baja Tiongkok dalam skala besar telah berdampak nyata terhadap industri
baja di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia. Penurunan utilisasi,
penyempitan margin, hingga penutupan fasilitas produksi menjadi fenomena lintas
negara. Kondisi ini mendorong lebih dari 60 negara menerapkan ratusan instrumen
pengamanan perdagangan sebagai upaya korektif terhadap distorsi harga global.

Widodo
menegaskan, maraknya penerapan trade remedies menunjukkan bahwa harga ekspor
baja Tiongkok dinilai tidak wajar secara ekonomi dan menimbulkan kerugian
material bagi industri domestik negara pengimpor. “Ini bukan proteksionisme
semata, melainkan respons sistemik atas distorsi struktural yang diekspor ke
pasar global,” jelasnya. 

 Momentum
Penguatan Baja Nasional
 

Penguatan
instrumen perlindungan perdagangan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI,
khususnya dalam membangun kedaulatan ekonomi dan memperkuat industri strategis
nasional. Perlindungan yang tepat sasaran bukan untuk menutup pasar, melainkan
memastikan persaingan yang adil serta menjaga keberlanjutan industri dalam
negeri.

 “Industri
baja yang sehat adalah fondasi pembangunan nasional. Dengan kebijakan yang
tepat, kami optimistis industri baja Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan
memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi negara,” tutup Dr.
Akbar Djohan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringati Hari Ginjal Dunia, Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Ginjal melalui RS Sri Pamela Tebing Tinggi

Tebing Tinggi — Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Dunia, Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan yang berlangsung di Ruang Hemodialisa pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta mencegah terjadinya penyakit ginjal sejak dini melalui pendekatan promotif dan preventif.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dr. Banguntua Siregar, Sp.PD yang memberikan pemaparan komprehensif terkait fungsi ginjal, faktor risiko penyakit ginjal, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa penyakit ginjal kronis seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika telah memasuki stadium lanjut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan edukasi kesehatan ini. Kehadiran manajemen mencerminkan komitmen institusi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat, antara lain dengan menjaga pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi garam dan gula, mencukupi kebutuhan cairan harian, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan medis. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi dini gangguan fungsi ginjal.

Kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara tenaga medis dan peserta. Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi terkait berbagai permasalahan kesehatan ginjal yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab.

Melalui peringatan Hari Ginjal Dunia ini, Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.

Ke depan, Rumah Sakit Sri Pamela Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan edukatif dan promotif sebagai bagian dari peran aktif dalam mendukung program kesehatan masyarakat, sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Siap Kebanjiran Nasabah Multiguna Pasca Lebaran

Jakarta, 27 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memproyeksikan peningkatan signifikan permintaan pembiayaan multiguna pasca periode lebaran 2026, seiring dengan meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat setelah fase konsumsi musiman.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan baru industri multifinance pada Januari 2026 mencapai Rp78,16 triliun, dengan segmen multiguna mendominasi sebesar 47,47% atau setara Rp37,10 triliun. Sementara itu, pembiayaan investasi tercatat Rp18,72 triliun dan modal kerja Rp17,04 triliun.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai dominasi pembiayaan multiguna didorong oleh dua faktor utama, yakni tingginya kebutuhan dana cepat di masyarakat serta kemudahan akses pinjaman berbasis agunan seperti BPKB kendaraan.

Ia juga menyoroti adanya fenomena monetisasi aset kendaraan, di mana tingginya kepemilikan sepeda motor dan mobil di Indonesia menjadi potensi besar bagi pertumbuhan debitur potensial. Di sisi lain, dari perspektif industri, pembiayaan multiguna menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan jenis pembiayaan lainnya, meskipun disertai dengan risiko gagal bayar yang lebih besar.

“Ke depan, kredit multiguna akan tetap menjadi tren utama, dengan tingkat persaingan yang tidak hanya datang dari KTA perbankan, tetapi juga dari platform pembiayaan digital seperti paylater,” ujar Bhima.

Menanggapi dinamika tersebut, Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiapkan strategi untuk menangkap peluang pertumbuhan, khususnya pada momentum pasca lebaran yang secara historis diikuti peningkatan kebutuhan dana tunai.

“Pasca Lebaran, kebutuhan dana masyarakat biasanya meningkat, baik untuk keperluan konsumsi maupun produktif. Kami melihat potensi lonjakan nasabah baru di segmen multiguna, dan BRI Finance siap mengoptimalkan peluang tersebut dengan pendekatan yang terukur,” ujar Wahyudi.

Namun demikian, BRI Finance juga mencermati sejumlah tantangan yang dihadapi industri, termasuk tekanan inflasi yang berpotensi mempengaruhi kemampuan bayar debitur, serta ketidakpastian global yang berdampak pada harga energi dan pangan. Untuk itu, BRI Finance menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas portofolio di tengah ekspansi bisnis.

“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mulai dari analisis kemampuan bayar, kualitas agunan, hingga pemetaan risiko wilayah. Pertumbuhan harus diiringi dengan kualitas pembiayaan yang sehat,” tegas Wahyudi.

Lebih lanjut, BRI Finance menilai bahwa segmen multiguna akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan industri dalam jangka menengah. Dengan dukungan ekosistem BRI Group serta penguatan kapabilitas digital, BRI Finance optimistis dapat memanfaatkan momentum pasca Lebaran untuk memperluas basis nasabah, sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, 27 Maret 2026 – Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat.

Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya
konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja
nasional.

“Perdagangan
baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu,
penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor
menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).  

Pasar Baja Global Semakin
Tertutup
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights
menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari
mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara.
Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ),
serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor.

Selain
tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin
sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi
global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment
Mechanism (CBAM)
yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui
mekanisme sertifikat karbon.

Menurut
Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin
tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari
pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. 

Risiko Tekanan Impor di Pasar
Domestik

Dalam
situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan
baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat,
produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih
terbuka, termasuk Asia Tenggara.

Tekanan
tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi
dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang
semakin ketat di dalam negeri.

Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan
dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, khususnya
dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor
manufaktur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun BINUS dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi BINUS sebagai institusi yang semakin diakui secara global.

BINUS University kembali menorehkan
pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University
Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di
momentum perjalanan menuju 45 tahun BINUS dalam berkontribusi bagi pendidikan
Indonesia, sekaligus menegaskan posisi BINUS sebagai institusi yang semakin
diakui secara global.

Dalam pemeringkatan
terbaru ini, sejumlah bidang studi BINUS berhasil masuk dalam jajaran
universitas terbaik dunia, mencerminkan konsistensi BINUS dalam menghadirkan
pendidikan berkualitas global yang relevan dengan perkembangan industri dan
kebutuhan masa depan.

Pencapaian ini
menunjukkan penguatan kualitas akademik BINUS di berbagai disiplin ilmu,
termasuk beberapa program studi yang untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam
pemeringkatan dunia.

Beberapa bidang studi
BINUS University yang berhasil meraih posisi dalam pemeringkatan global antara
lain:

·       Business & Management Studies: peringkat 201–250 dunia, peringkat =1 nasional

·       Computer Science & Information Systems: peringkat 301–350 dunia, peringkat 2
nasional

·       Art & Design: peringkat 201–300 dunia (newly ranked)

·       Law: peringkat 251–300 dunia (newly ranked)

·       Accounting & Finance: peringkat 301–375 dunia (newly ranked)

·       Economics & Econometrics: peringkat 551–700 dunia

Selain itu, dalam kategori broad subject,
BINUS University juga meraih:

·       Social Sciences & Management: peringkat 341 dunia

·       Arts & Humanities: peringkat 451–500 dunia (newly ranked)

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom.,
M.M., menyampaikan, “Capaian ini menjadi momen yang sangat bermakna bagi BINUS,
terlebih di tahun ke-45 perjalanan kami. Kami bersyukur atas pengakuan yang
diberikan melalui QS World University Rankings by Subject 2026 kepada sejumlah
bidang studi di BINUS. Kehadiran beberapa program studi yang untuk pertama
kalinya masuk dalam pemeringkatan dunia juga menunjukkan bahwa kualitas
pendidikan dan riset BINUS semakin diakui secara internasional.”

Ia menambahkan bahwa
pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan BINUS dalam
menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global serta
memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Ke depan, kami akan terus mendorong
inovasi, memperluas kolaborasi global, serta memastikan bahwa setiap lulusan
BINUS memiliki kesiapan untuk berkontribusi dan bersaing di tingkat
internasional. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh
Binusian serta para stakeholder atas dukungan, kolaborasi, dan kepercayaan yang
terus diberikan dalam perjalanan ini,” tambahnya.

Pencapaian ini juga sejalan dengan visi
BINUS, A World-class university fostering and empowering the society in
building and serving the nation
. Melalui inovasi, kolaborasi global, serta
penguatan pendidikan berbasis teknologi, BINUS terus berupaya menghasilkan
lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap
perubahan zaman.

Lebih dari sekadar pengakuan, capaian ini
menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju 45 tahun BINUS yang
terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan berkelas dunia. Ke depan,
BINUS optimis untuk terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan
global serta mencetak generasi pemimpin masa depan yang siap beradaptasi dan
memberikan dampak positif di berbagai sektor, baik di tingkat nasional maupun
internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

PT Dupoin Futures Indonesia akan menggelar kegiatan brand activation dalam rangka Car Free Day (CFD) di kawasan FX Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi, 5 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan awareness serta mendekatkan layanan kepada masyarakat pasca momentum Lebaran.

Dalam kegiatan ini, Dupoin Futures akan menghadirkan booth interaktif yang berlokasi di area depan FX Sudirman, Jakarta. Tim Dupoin Futures akan terlibat langsung dalam menyapa serta berinteraksi dengan pengunjung, baik di dalam booth maupun di area sekitar. Seluruh tim juga akan mengenakan atribut berlogo perusahaan guna menciptakan visibilitas brand yang lebih kuat dan menarik perhatian masyarakat.

Melalui aktivasi ini, pengunjung berkesempatan untuk mengenal industri perdagangan berjangka lebih dekat melalui berbagai aktivitas interaktif. Di antaranya adalah mencoba langsung demo platform trading, berdiskusi dengan analis maupun perwakilan Dupoin Futures, serta mengikuti kuis singkat seputar insight trading. Sebagai bentuk apresiasi, pengunjung yang berpartisipasi akan mendapatkan goodie bag edukatif yang disesuaikan dengan hasil kuis yang diikuti.

Taufan selaku Direktur Marketing Dupoin Futures menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan brand visibility, tetapi juga untuk memberikan pengalaman edukatif yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih interaktif dan relevan bagi masyarakat dalam mengenal konsep perdagangan berjangka. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan literasi finansial sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Taufan.

Kegiatan ini mengusung konsep yang menggabungkan unsur edukasi, engagement, dan experience dalam satu rangkaian aktivitas. Dengan memanfaatkan momentum Car Free Day yang ramai dikunjungi masyarakat, Dupoin Futures optimistis dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara langsung.

Melalui brand activation ini, Dupoin Futures menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong literasi finansial serta memperkenalkan perdagangan berjangka sebagai salah satu instrumen investasi dan teregulasi dengan baik di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lintasarta Raih Dua Penghargaan Internasional, Perkuat Posisi di Solusi ICT dan Keamanan Siber

Lintasarta meraih dua penghargaan internasional dalam ajang Global Economics Awards 2025, memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi ICT dan keamanan siber terdepan di Indonesia. Pengakuan ini mencerminkan meningkatnya peran Lintasarta dalam menjawab kebutuhan industri akan infrastruktur digital yang andal, adopsi Kecerdasan Artifisial (AI) yang terukur, serta perlindungan siber yang semakin krusial di tengah lanskap digital yang kian kompleks, sekaligus memperkuat kedaulatan digital dan kedaulatan AI Indonesia di era transformasi berbasis teknologi.

Dalam ajang tersebut, Lintasarta sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, meraih dua kategori sekaligus, yaitu:

Outstanding ICT Solution Provider – Indonesia 2025
• Most Innovative Cybersecurity Solution Provider – SQURA Cybersec – Indonesia 2025.

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar menyampaikan bahwa pengakuan ini dipandang sebagai validasi atas arah strategis Perusahaan dalam membangun ekosistem AI yang terintegrasi dan berdampak nyata bagi industri. “Penghargaan ini menjadi pengakuan atas transformasi Lintasarta yang tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur, tetapi sebagai orkestrator ekosistem AI yang terintegrasi. Kami berfokus pada mendorong adopsi AI yang terukur dan relevan bagi industri, melalui kapabilitas komputasi, solusi berbasis use case industri, hingga pengembangan talenta, sehingga mampu memberikan dampak bisnis yang nyata sekaligus memperkuat kesiapan AI nasional,” ujar Ginandjar.

Kategori Outstanding ICT Solution Provider diberikan atas kapabilitas Lintasarta dalam mengembangkan dan mengimplementasikan solusi teknologi yang mendorong efisiensi operasional serta mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri. Sementara itu, penghargaan Most Innovative Cybersecurity Solution Provider untuk SQURA Cybersec menegaskan komitmen Lintasarta dalam memastikan bahwa setiap akselerasi digital dan AI berjalan secara aman, compliant, dan resilient. Pendekatan ini menjadi krusial dalam membangun kepercayaan di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman siber.

Sejalan dengan strategi Beyond AI Factory, Lintasarta mengedepankan pendekatan terintegrasi yang mencakup infrastrutur, solusi hingga pengembangan kapabilitas, sekaligus mendukung penguatan kedaulatan AI Indonesia. Beyond Infrastructure yang dikembangkan Lintasarta dalam mendukung transformasi digital pelanggan, melalui integrasi solusi 4C—Connectivity untuk memastikan keandalan sistem, Cloud untuk mendukung skalabilitas infrastruktur, Cybersecurity untuk menjaminkeamanan dan kepatuhan data, serta Collaboration untuk mengorkestrasi ekosistem digital dan AI secara terintegrasi.

Melalui Beyond Solutions, perusahaan mendorong akselerasi pemanfaatan AI dengan menghadirkan solusi berbasis use case industri yang telah tervalidasi dan siap diimplementasikan secara luas. Pendekatan ini memungkinkan transformasi dari sekadar pilot project menjadi implementasi skala industri dengan dampak bisnis yang terukur.

Di sisi lain, melalui pilar Beyond Capability, Lintasarta turut memperkuat pengembangan talenta AI dan kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui inisiatif seperti Gerakan AI Merdeka, guna memperkuat kesiapan ekosistem AI Indonesia yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, The Global Economics Limited, sebagai penyelenggara The Global Economic Awards, merupakan lembaga yang menyajikan publikasi keuangan berbasis di London, Inggris yang secara rutin mengapresiasi pelaku industri dari berbagai sektor atas kinerja, inovasi, dan kontribusinya terhadap perkembangan industri.

Tim Dewan juri Global Economics Awards menilai Lintasarta menunjukkan konsistensi dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Lintasarta memperlihatkan pendekatan yang terstruktur dalam membangun solusi ICT yang scalable serta kemampuan untuk mengantisipasi tantangan keamanan siber secara proaktif. Hal ini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan di tengah percepatan transformasi digital,” ujar perwakilan Dewan Juri.

Lintasarta berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi bisnis dan teknologi melalui pengembangan ekosistem AI yang terintegrasi, peningkatan kualitas layanan, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan kedaulatan digital dan kedaulatan AI di Indonesia, sekaligus mendorong transformasi digital yang inklusif, aman, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES