Bali dan Tren Bleisure: Ketika Rapat Berpadu dengan Liburan
Bleisure, Fenomena yang Mengubah Wajah MICE
Industri MICE global sedang mengalami pergeseran mendasar. Perjalanan bisnis tidak lagi sekadar duduk di ruang rapat dan pulang. Kini, semakin banyak perusahaan yang menggabungkan urusan bisnis dengan pengalaman berlibur—sebuah tren yang dikenal sebagai bleisure (business and leisure).
Di Indonesia, tren ini tumbuh pesat. Data menunjukkan bleisure travel tumbuh 17 persen secara global, dan Indonesia berada di posisi strategis dalam peta bleisure dunia. Industri MICE nasional diproyeksikan tumbuh hingga 15 persen pada 2026, salah satu angka tertinggi di kawasan.
Bali sebagai Episentrum Bleisure
Bali bukan sekadar destinasi wisata. Ia telah menjelma menjadi pusat bleisure di Indonesia. Berbagai resort di Bali berlomba memperluas fasilitas MICE mereka untuk menangkap peluang ini.
AYANA Bali, misalnya, akan meluncurkan Grand Ballroom baru dan fasilitas meetings & events yang diperluas secara komersial mulai 1 September 2026. Venue ini dirancang untuk konvensi internasional, KTT korporat, program insentif, pernikahan destinasi, gala dinner, dan acara merek. Resor ini memperkirakan permintaan untuk tanggal-tanggal utama di Q4 2026 dan 2027 akan tinggi.
Di sisi lain, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) terus menjadi tuan rumah acara internasional. Pada April 2026, BNDCC menjadi lokasi Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-6 REJASELINDO 2026, yang memperkuat reputasi Bali sebagai destinasi unggulan untuk event internasional di kawasan Asia Pasifik.
Data dan Pengakuan Internasional
Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali menempati peringkat ke-38 dunia sebagai destinasi penyelenggaraan pertemuan internasional asosiasi. Peringkat ini bukan hal kecil mengingat persaingan global yang ketat.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai Bali memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi MICE kelas dunia. Namun, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan penanganan sampah untuk mendukung keberlanjutan industri MICE Bali.
Green MICE di Bali
Kesadaran akan keberlanjutan semakin mengakar di Bali. BWB Expo 2026 yang diselenggarakan di The Meru Sanur mengusung konsep green MICE, menekan penggunaan plastik dan mengelola sampah dengan baik.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana peserta MICE semakin menghargai destinasi yang peduli lingkungan. Bali, dengan keindahan alamnya yang ikonik, memiliki tanggung jawab sekaligus peluang untuk menjadi pionir green MICE di Asia Tenggara.
BaliCEB dan Visi ke Depan
Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB) periode 2026–2031 telah menetapkan lima agenda utama. Agenda tersebut meliputi penguatan positioning Bali sebagai destinasi MICE global berbasis budaya dan keberlanjutan, peningkatan promosi internasional, dan penguatan jejaring global.
Dengan kombinasi alam, budaya, infrastruktur yang terus berkembang, dan kesadaran keberlanjutan yang tinggi, Bali memiliki semua elemen untuk menjadi destinasi bleisure MICE terdepan di Asia—tempat di mana rapat selesai, petualangan dimulai.
