Pariwisata Budaya Berkelanjutan 2026 — Menjaga Warisan, Memberdayakan Komunitas

Panglipuran dan Filosofi Tri Hita Karana

Panglipuran Festival Ke-13 Tahun 2026 menjadi panggung promosi pariwisata regeneratif yang menempatkan pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama. Melalui tema “Harmoni Bumi Panglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif”, festival ini memperkuat posisi Desa Wisata Panglipuran sebagai contoh pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Masyarakat Desa Adat Panglipuran secara konsisten mempertahankan tata ruang tradisional, rumah adat, hutan bambu, serta awig-awig (hukum adat) sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. Komitmen ini mengantarkan Panglipuran meraih berbagai penghargaan, termasuk Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award, Top 100 Sustainable Destination, hingga dinobatkan sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia oleh UN Tourism pada 2023.

ASEAN Sustainable Tourism Award 2026: Dua Destinasi Indonesia

Indonesia mencatat prestasi dalam ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) 2026. Kebun Raya Bogor meraih penghargaan kategori urban, sementara Tenun Sumba Prai Ijing meraih kategori rural. Kampung Prai Ijing di Kabupaten Sumba Barat, NTT, dinilai berhasil melestarikan tenun ikat tradisional dan memberdayakan komunitas lokal melalui pariwisata berbasis masyarakat. Wisatawan dapat belajar menenun, membeli produk lokal, dan merasakan kehidupan sehari-hari warga, sehingga budaya, ekonomi, dan lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan. Penilaian ASTA mengacu pada prinsip pariwisata berkelanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial-budaya, ekonomi, serta pengalaman wisatawan.

Sinergi Kemenbud dan BUMN untuk Konektivitas Budaya

Kementerian Kebudayaan bersama InJourney dan PT Garuda Indonesia memperkuat sinergi untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya melalui peningkatan konektivitas udara ke berbagai destinasi. Langkah ini memastikan ekosistem budaya dan pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kemenpar juga mendorong budaya keraton nusantara untuk masuk ke ASEAN melalui Forum Keraton dan Masyarakat Adat Nusantara (FSKN).

Sensus Budaya Bali: Pertama di Indonesia

Pemprov Bali akan menggelar sensus budaya pada 2026, yang merupakan pertama di Indonesia. BPS akan membangun dashboard data serta sistem sensus yang dilengkapi data by name by address. Langkah ini menjadi terobosan penting dalam pemetaan aset budaya yang selama ini tersebar dan belum terdokumentasi secara sistematis.

Dari Tradisi ke Ekonomi Kreatif

Pameran “Weaving Wonders: The Spirit of NTT” yang berlangsung 14–27 Juni 2026 di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, menampilkan kekayaan sandang dan pangan Nusa Tenggara Timur sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya masyarakat lokal. Ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari koin yang sama.