KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat layanan Kereta Api (KA) kontainer sebagai bagian dari pengembangan segmen KA Multikomoditi sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Segmen ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 8,5% hingga 2029, dengan target pendapatan mencapai Rp568 miliar pada 2029

Pertumbuhan
tersebut didorong melalui sejumlah inisiatif, antara lain akuisisi pelanggan
baru, pengembangan green freight service, serta penguatan cold chain
logistics
. Pada Agustus 2026, volume angkutan KA kontainer mencapai lebih
dari 280 ribu ton, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan
dan meningkat sekitar 18% dibandingkan rata-rata volume bulanan Semester I
2026.

Direktur Utama
KAI Logistik, Yuskal Setiawan mengatakan ”Secara kumulatif hingga Agustus 2026,
KAI Logistik telah mengangkut lebih dari 2 juta ton barang menggunakan KA
kontainer, setara dengan pengalihan lebih dari 109 ribu perjalanan truk dari
jalan raya ke jalur rel. Capaian ini melanjutkan pertumbuhan positif, setelah pada
2025 volume KA kontainer mencapai sekitar 2,5 juta ton, tumbuh 8% YoY,”

Yuskal melanjutkan bahwa penguatan
KA kontainer semakin relevan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang
sekaligus menghadapi implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load
(ODOL) yang akan diterapkan secara lebih menyeluruh pada 2027. “Kereta
api memiliki kapasitas angkut besar yang dapat menjadi salah satu solusi dalam
mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke rel. Kami terus memperkuat
kapasitas dan keandalan layanan agar KA kontainer semakin kompetitif dan mampu
menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar Yuskal.

Sebagai bagian
dari penguatan ekosistem layanan KA Kontainer, KAI Logistik juga terus
menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mendukung praktik logistik berkelanjutan. Sejumlah
inisiatif strategis telah diterapkan, di antaranya penggunaan teknologi Radio
Frequency Identification (
RFID) untuk meningkatkan efisiensi operasional,
sertifikasi halal pada sejumlah terminal termasuk fasilitas pencucian
kontainer, serta penyediaan fasilitas plug in di terminal guna
memastikan pasokan listrik bagi kontainer berpendingin (reefer
container
) tetap terjaga selama proses penanganan.

Selaras dengan komitmen perusahaan
terhadap prinsip keberlanjutan, KAI Logistik juga menghadirkan informasi carbon
footprint
 pada invoice pelanggan. Fitur ini memungkinkan pelanggan
mengetahui estimasi emisi karbon dari aktivitas pengiriman yang dilakukan
menggunakan moda kereta api, sehingga memberikan transparansi sekaligus
mendorong perusahaan dalam mengukur dan mendukung pencapaian target
keberlanjutan serta implementasi aspek Environmental, Social, and
Governance
 (ESG) di sepanjang rantai pasok.

Pengalihan angkutan barang dari
jalan raya ke rel juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi, sosial, dan
lingkungan. Melalui pengalihan beban yang berlebih di jalan mampu mengurangi
biaya pemeliharaan jalan dan memperpanjang lifetime infrastruktur jalan.
Selaras dengan pengalihan tersebut juga akan semakin memberikan rasa aman bagi
pengguna jalan dengan menekan risiko kecelakaan jalan raya. Pada konteks
keberlajutan, moda kereta api juga merupakan moda ramah lingkungan dan
berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

“Pertumbuhan bisnis kami ingin
berjalan seiring dengan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Karena itu, pengembangan KA kontainer tidak hanya berorientasi pada peningkatan
volume, tetapi juga pada terciptanya sistem logistik yang lebih efisien, aman,
dan berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

K Mall at Menara Jakarta menghadirkan Glow Society, rangkaian aktivitas yang berlangsung pada 11 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung semangat Discover Your Inner Glow, Glow Society mengajak pengunjung menikmati berbagai pengalaman seputar wellness, movement, beauty, dan mindful living, sekaligus menjadi ruang bertemunya beragam komunitas di K Mall.

Sebagai destinasi lifestyle dan community hub dengan konsep terbuka, K Mall terus menghadirkan ruang yang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk berkumpul, beraktivitas, dan berbagi minat. Melalui Glow Society, berbagai komunitas hadir membawa aktivitas dan pengalaman masing-masing, menciptakan suasana yang dinamis dan dekat dengan keseharian masyarakat urban.

Dari Wellness hingga Creative Community

Ragam kegiatan dalam Glow Society menjadi gambaran bagaimana K Mall at Menara Jakarta menjadi ruang yang dapat mewadahi berbagai karakter komunitas. Dari Somatic Yoga, Mat Pilates, Vinyasa Yoga, Breathwork, Sound Healing, hingga Soundbath, pengunjung dapat menemukan aktivitas yang mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran dalam suasana yang lebih mindful.

Di sisi lain, komunitas dengan aktivitas yang lebih aktif dan dinamis turut mengambil bagian melalui Line Dance, Pound Fit, hingga European Swordsmanship (HEMA). Tidak berhenti pada olahraga dan wellness, Glow Society juga menghadirkan ruang bagi komunitas kreatif dan sosial melalui Trunk Show, sketch session, Mahjong Corner, serta berbagai aktivitas yang membuka kesempatan untuk berinteraksi dan berbagi minat.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa sebuah community hub tidak harus hadir dengan satu bentuk aktivitas. Justru, keberagaman komunitas dan ketertarikan yang bertemu dalam satu tempat menciptakan suasana yang lebih hidup, terbuka, dan inklusif bagi siapa pun yang ingin ikut berpartisipasi.

K Mall, Tempat Komunitas Bertemu dan Berkembang

Dikemas dalam Glow Society, K Mall at Menara Jakarta terus mengembangkan perannya sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai komunitas. Setiap kegiatan menjadi kesempatan bagi komunitas untuk membawa aktivitas mereka ke ruang publik, sekaligus membuka peluang bagi pengunjung untuk mengenal, mencoba, dan terhubung dengan minat baru.

Semangat sebagai community hub juga menjadi bagian dari bagaimana K Mall at Menara Jakarta membangun pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung. Dengan menghadirkan ruang untuk bergerak, berkarya, bersosialisasi, maupun sekadar menikmati waktu bersama, K Mall menjadi tempat di mana komunitas tidak hanya berkumpul, tetapi juga dapat membangun koneksi dan menciptakan pengalaman bersama.

Melalui Glow Society, K Mall menunjukkan bahwa sebuah ruang dapat menjadi lebih dari sekadar destinasi. Ia dapat menjadi titik temu bagi berbagai cerita, minat, dan komunitas yang tumbuh bersama

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Indonesia tengah mempercepat digitalisasi ekosistem kepabeanan dan perdagangan. Namun, perkembangan sistem pemerintah belum selalu diikuti oleh kesiapan sistem bisnis untuk terhubung dan beradaptasi.

Dengan berbagai platform pemerintah yang memiliki fungsi dan persyaratan berbeda, pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti input data manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi data, serta kompleksitas integrasi teknis.

Artikel ini membahas tantangan struktural dalam lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan mengapa middleware semakin dibutuhkan untuk menjembatani sistem bisnis dengan berbagai platform pemerintah. Selain membahas kebutuhan akan validasi data, kepatuhan, dan konektivitas antarsistem, artikel ini juga memperkenalkan bagaimana LogLines dari OneByOne dikembangkan untuk membantu mengatasi kesenjangan integrasi tersebut dan mendukung proses perdagangan lintas batas yang lebih terhubung, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi digital.

Indonesia memproses lebih dari 2,5 juta deklarasi impor setiap tahunnya dan menjadi salah satu ekonomi perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mencakup salah satu pasar e-commerce dengan pertumbuhan tercepat. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indonesia juga tengah mempercepat transformasi digitalnya. Platform pemerintah semakin terhubung, proses regulasi beralih ke sistem online, dan pelaku usaha diharapkan dapat bertukar informasi secara digital, termasuk dalam proses kepabeanan.

Sistem kepabeanan Indonesia tidak dikelola melalui satu platform tunggal. Pelaku usaha yang melakukan kegiatan lintas batas harus berinteraksi dengan berbagai sistem pemerintah yang terpisah, masing-masing dengan fungsi dan mandatnya sendiri. Misalnya, CEISA 4.0 menangani proses utama deklarasi kepabeanan, BPOM mengatur kepatuhan terkait pangan dan obat-obatan, sementara NIB mencakup perizinan usaha. Setiap sistem memiliki fungsi masing-masing dan belum dirancang untuk saling terhubung. Akibatnya, freight forwarder, broker, atau importir sering perlu memindahkan dan mengelola data di beberapa sistem untuk satu proses pengiriman. Inilah akar dari berbagai kendala yang setiap hari dihadapi oleh para profesional di bidang perdagangan. Masalahnya bukan terletak pada satu sistem yang tidak berfungsi, melainkan pada beberapa sistem yang masing-masing berjalan dengan baik tetapi sejak awal tidak dirancang untuk saling terintegrasi.

Mudah untuk menganggap bahwa persoalan ini hanyalah masalah teknis yang dapat diselesaikan dengan engineering. Tinggal menghubungkan sistem, mengotomatisasi dokumen, dan semuanya selesai. Namun sebenarnya dalam praktiknya, sejumlah faktor struktural membuat proses tersebut jauh lebih kompleks. Akibatnya, masih terjadi input data secara manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi antar sistem, serta workflow yang terpisah-pisah.

Sebagai contoh, web service CEISA menggunakan teknologi SOAP/XML dan mengharuskan pihak yang mengirimkan data baik perusahaan maupun PPJK berizin untuk terdaftar dan mendapatkan sertifikasi teknis dari CEISA. Jadi, memiliki koneksi API saja belum cukup. Pihak yang menggunakan koneksi tersebut juga harus terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu.

Contoh lainnya, pengiriman data melalui CEISA memerlukan sertifikat digital kepabeanan Indonesia yang valid dan terikat pada entitas pengirim tertentu. Jika sertifikat tersebut sudah kedaluwarsa, disiapkan pada environment yang salah, atau terhubung dengan kode perusahaan yang berbeda (NIB dan NPWP), pengiriman data dapat gagal.

Jika seluruh faktor tersebut digabungkan, terlihat mengapa middleware pihak ketiga menjadi semakin dibutuhkan. Perannya adalah menjadi penghubung antara software freight perusahaan dan web service pemerintah, sekaligus memastikan data dapat diterjemahkan ke format yang sesuai dan memenuhi persyaratan di kedua sisi. 

Dengan kondisi tersebut, platform integrasi yang efektif untuk kepabeanan Indonesia perlu menawarkan lebih dari sekadar memindahkan data dari satu sistem ke sistem lainnya. Platform tersebut perlu:

Menangani proses pengajuan data secara otomatis ke CEISA dan sistem terkait, sesuai dengan format yang dipersyaratkan oleh masing-masing sistem.

Melakukan validasi izin dan HS Code sebelum pengajuan, sehingga kesalahan dapat ditemukan lebih awal dan tidak setelah data ditolak oleh sistem tujuan.

Menerapkan validasi data dan deteksi anomali untuk memastikan data tetap akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Tetap mengikuti perkembangan regulasi, karena persyaratan dan ketentuan dapat berubah dari waktu ke waktu. 

Mendukung seluruh pihak dalam ekosistem, termasuk freight forwarder, broker/PPJK, importir, eksportir, maskapai, perusahaan pelayaran, pengguna ERP, dan penyedia e-commerce, yang masing-masing berinteraksi dengan sistem pemerintah dengan kebutuhan yang berbeda.

Inilah celah yang secara khusus ingin dijawab oleh platform LogLines dari OneByOne. LogLines menyediakan satu lapisan API yang menghubungkan pelaku usaha di bidang logistik dengan ekosistem kepabeanan Indonesia, dan dikembangkan melalui kolaborasi langsung dengan instansi pemerintah Indonesia.

Arah perkembangannya sudah jelas. Indonesia tidak akan memperlambat upaya digitalisasinya, begitu pula dengan negara-negara lain di kawasan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah sistem bisnis akan mampu membangun konektivitas dan beradaptasi seiring berkembangnya infrastruktur pemerintah, atau justru kesenjangan tersebut akan menjadi hambatan baru dalam perdagangan Indonesia.

Artikel ini disusun berdasarkan studi kasus mengenai lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan pengembangan LogLines oleh OneByOne.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 91,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika suku bunga dan pemulihan sektor otomotif yang masih berlangsung. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kualitas portofolio melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian. “Kinerja BRI Finance pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Laba perseroan tumbuh 91,2% secara year-on-year. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang kami jalankan secara konsisten,” ujar Dhani, Selasa (22/9/2026). Kinerja tersebut turut ditopang oleh ekspansi pembiayaan konsumer yang menjadi kontributor utama pertumbuhan bisnis BRI Finance. Penyaluran pembiayaan pada segmen konsumer tercatat tumbuh 223,35% secara YoY per Juni 2026. Di sisi lain, segmen konsumer tetap menjadi bagian penting dari bisnis BRI Finance. Ke depan, perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75% pada segmen konsumer dan 25% pada segmen komersial. Komposisi tersebut mencerminkan fokus perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumer sekaligus terus mengembangkan potensi pertumbuhan pada segmen komersial. Dhani menuturkan, optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. “Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio secara seimbang dengan melihat kebutuhan pasar dan potensi masing-masing segmen. Kami tetap menjaga pertumbuhan secara prudent dengan memperhatikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko,” jelasnya.

BRI Finance memandang prospek industri pembiayaan masih memiliki ruang pertumbuhan seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang semakin beragam. Namun, perusahaan tetap mencermati berbagai dinamika industri, termasuk kondisi suku bunga dan perkembangan sektor otomotif. Untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, perseroan terus mengedepankan prinsip manajemen risiko yang prudent. Fokus pembiayaan diarahkan pada segmensegmen yang memiliki kualitas aset baik serta prospek pertumbuhan positif. Dengan strategi tersebut, BRI Finance berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat, memperkuat kualitas portofolio, serta memberikan solusi pembiayaan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pertumbuhan laba sebesar 89% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, utamanya adalah penguatan portofolio pembiayaan serta optimalisasi sinergi BRI Group. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan bisnis yang terbuka melalui diversifikasi portofolio dan pengembangan segmen pembiayaan yang memiliki prospek positif. “Meski penjualan kendaraan diperkirakan masih menghadapi tekanan, kami melihat ruang pertumbuhan laba tetap terbuka melalui selective growth dan diversifikasi portofolio. Kami terus mengoptimalkan sinergi BRI Group, memperkuat pembiayaan produktif seperti investasi dan modal kerja, serta menjaga kualitas aset. Dengan demikian, pertumbuhan laba dapat dijaga secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Dhani, Selasa (22/9/2026). Dhani menuturkan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BRI Finance dalam menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membangun portofolio pembiayaan yang sehat. Perusahaan juga terus mengoptimalkan ekosistem BRI Group untuk membuka peluang bisnis di berbagai segmen. Di sisi lain, segmen konsumer tetap menjadi salah satu pilar utama bisnis BRI Finance. Ke depan, perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75% pada segmen konsumer dan 25% pada segmen komersial. Lebih lanjut, BRI Finance terus menjaga kualitas aset dan disiplin pengelolaan risiko di tengah upaya memperluas portofolio pembiayaan. Keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. “Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan sekaligus memperkuat kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” tuturnya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

JAKARTA — Indonesia Contact Center Association(ICCA) kembali menggelar konferensi tahunan Indonesia Contact Center Conference & Exhibition (ICCE) pada 22–23 September 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Pertemuan dua hari ini mempertemukan ratusan praktisi layanan konsumen, perbankan, BUMN, regulator, serta pengembang solusi teknologi contact center dan customer experience (CX) dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang kian meluas membawa tantangan nyata bagi operasional korporasi. Organisasi kini dituntut mempertahankan mutu interaksi pelanggan, memberdayakan tenaga kerja agar tetap relevan, sekaligus menjamin tata kelola data yang aman. Menjawab tantangan tersebut, ICCE 2026 mengangkat tema “Experience, Empowerment, Ethics” dengan moto “Better CX, Stronger People and Trusted Service!”. Fokusnya bertumpu pada tiga hal: menaikkan standar kepuasan pelanggan lewat otomatisasi, mempertahankan peran esensial manusia di tengah digitalisasi, serta memastikan penggunaan teknologi berjalan secara beretika.

Agenda ICCE 2026 memadukan konferensi utama, diskusi panel, hingga pameran teknologi terapan. Selain menjadi sarana evaluasi dan adopsi praktik terbaik antar-industri, forum ini membuka ruang pertukaran wawasan langsung antar pelaku usaha untuk membangun sistem layanan yang lebih tangguh, efisien, dan berpusat pada manusia.

Sesi diskusi panel dan pemaparan studi kasus menghadirkan para praktisi dari institusi keuangan dan pelayanan publik skala besar. Pembicara dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dijadwalkan membagikan pengalaman operasional mereka di panggung utama. Selain itu, sesi panel khusus akan mempertemukan perwakilan manajemen BCA, Bank Mandiri, BNI, BPJS Kesehatan, dan PLN untuk membedah strategi penanganan aduan jutaan nasabah serta pelanggan setiap harinya.

Di area pameran, pengunjung dapat melihat langsung demonstrasi sistem dari puluhan penyedia solusi contact center global maupun lokal. Deretan penyedia solusi yang berpartisipasi antara lain Exotel, NxAI, Tetherfi, Zoho, Salesforce, Midpoint Global, WhatsApp, Avaya bersama ACA Pacific, Telexindo Bizmart, FPT AI, Sestek, eCentrix Teknologi Indonesia, KPSG, Celebal Technologies, Wiz AI, ConnectNow, Aruwa, serta belasan penyedia solusi lainnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Telkom AI Connect Papua berkolaborasi dengan fotografer profesional lokal untuk membekali anak muda Papua memanfaatkan AI dalam fotografi, content creation, dan personal branding.

Jayapura, 22 September 2026 – Telkom AI Connect Papua berkolaborasi dengan profesional fotografi lokal untuk memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia fotografi kepada anak muda Papua. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coaching Class AI for Papuan Youth Series 1 bertema “Pemanfaatan AI dalam Dunia Photography” yang berlangsung di Telkom AI Center of Excellence Papua, Kotaraja, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 15.00 WIT tersebut diikuti 15 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pekerja swasta. Menghadirkan Ezra Sanggenafa, profesional fotografer, sebagai narasumber, kegiatan membekali peserta dengan pemahaman mengenai perkembangan AI serta penerapannya dalam mendukung proses kreatif, pekerjaan fotografi, content creation, dan personal branding.

Business and Community Lead Telkom AI Connect Papua, Raquela Sanggenafa, mengatakan pengenalan AI kepada anak muda perlu diarahkan pada pemanfaatan yang relevan dengan minat dan bidang yang mereka geluti. Menurutnya, fotografi menjadi salah satu ruang kreatif yang dapat memanfaatkan AI tanpa menghilangkan peran manusia dalam menghasilkan karya.

“Kami ingin anak muda Papua tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga melihat bagaimana teknologi ini bisa digunakan untuk mendukung keterampilan dan kreativitas yang sudah mereka miliki. Dalam fotografi, AI dapat menjadi alat bantu untuk mengeksplorasi ide, mempercepat proses kerja, dan membuka ruang kreativitas baru, sementara karakter dan sentuhan manusia tetap menjadi bagian penting dari sebuah karya,” ujar Raquela.

Mengenal AI sebagai Creative Assistant

Materi kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar AI dan perkembangannya dalam industri kreatif. Peserta diajak melihat berbagai kemungkinan penggunaan AI dalam fotografi, mulai dari mencari inspirasi, mengembangkan ide, menyusun konsep visual, hingga membantu proses kreatif.

Ezra juga memperkenalkan AI sebagai creative assistant yang dapat membantu fotografer bekerja lebih efektif. Pemanfaatan tersebut dapat diterapkan pada sejumlah tahapan, seperti pengembangan konsep, pencarian referensi visual, penyusunan moodboard, editing, pengembangan konten, hingga personal branding.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa penggunaan AI bukan untuk menggantikan kreativitas fotografer. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses eksplorasi sehingga fotografer dapat lebih fokus pada kreativitas, storytelling, dan karakter visual yang ingin dibangun.

Peserta Praktik Mengembangkan Ide Fotografi dengan AI

Tidak berhenti pada pemaparan materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung pemanfaatan AI dalam proses kreatif. Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk mengembangkan ide fotografi dengan bantuan AI dan mempelajari cara menyusun prompt agar dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Sesi berlangsung secara interaktif dengan peserta yang mencoba berbagai kemungkinan, mengevaluasi hasil, serta berdiskusi mengenai penggunaan AI dalam proses kreatif. Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung agar peserta tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mulai mengeksplorasinya untuk menghasilkan karya.

Selain praktik, sesi coaching, discussion & Q&A memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dalam fotografi dan content creation. Pembahasan turut menyoroti pentingnya mempertahankan orisinalitas, identitas visual, dan sentuhan personal ketika memanfaatkan teknologi AI.

Membuka Peluang Anak Muda di Industri Kreatif

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang penggunaan AI dalam perkembangan industri kreatif dan dunia kerja. Kemampuan menggunakan AI secara kreatif dinilai dapat menjadi keterampilan tambahan bagi anak muda yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang fotografi, content creation, maupun personal branding.

Pada sesi refleksi, peserta didorong untuk mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri, sekaligus tetap memperhatikan kreativitas, orisinalitas, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Coaching Class AI for Papuan Youth Series 1 menjadi bagian dari upaya Telkom AI Connect Papua untuk mendekatkan teknologi AI dengan kebutuhan dan minat anak muda di Papua. Melalui kolaborasi dengan pelaku industri kreatif lokal, pengenalan AI tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman praktis yang relevan dengan bidang yang dekat dengan peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan interaksi informal antara peserta, narasumber, dan penyelenggara. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Telkom AI Connect Papua mendorong anak muda Papua untuk melihat AI sebagai salah satu alat yang dapat membantu mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, dan mengeksplorasi peluang baru di industri kreatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dikta Meriahkan Jam Session di Grand Galaxy Park

Jam Session menghadirkan Dikta sebagai special performer yang menemani pengunjung bernyanyi bersama pada 19 September 2026.

September bakal terasa makin ramai di Grand Galaxy Park mall di Bekasi! Setelah sempat dirindukan para pengunjung, Jam Session Grand Galaxy Park Bekasi akhirnya kembali hadir dan mengajak pengunjung untuk menikmati akhir pekan dengan musik, hiburan, dan berbagai aktivitas seru. Kali ini, Jam Session  menghadirkan Dikta sebagai special performer yang menemani pengunjung bernyanyi bersama pada 19 September 2026.

Kehadiran Jam Session menjadi salah satu highlight dari rangkaian program Grand Galaxy Park di bulan September yang menghadirkan berbagai pilihan aktivitas untuk pengunjung dari berbagai kalangan. Tidak hanya menikmati pertunjukan musik, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan olahraga, kompetisi, hingga hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga dan komunitas.

Dari Jam Session hingga Kompetisi, September Makin Seru

Keseruan dimulai pada 19 September 2026 melalui Jam Session yang membawa suasana akhir pekan menjadi semakin meriah. Penampilan Dikta menjadi salah satu momen yang paling dinantikan, mengajak pengunjung untuk menikmati musik secara langsung, bernyanyi bersama, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Di hari yang sama, pengunjung juga dapat menyaksikan Coloring Competition by Best Kids Galaxy yang menghadirkan aktivitas kreatif untuk anak-anak. Kehadiran kegiatan ini semakin melengkapi pilihan aktivitas keluarga, sehingga satu kunjungan ke Grand Galaxy Park dapat diisi dengan beragam pengalaman yang menyenangkan untuk semua usia.

Memasuki 26 September 2026, aktivitas kembali berlanjut melalui Rise & Move yang menghadirkan berbagai kegiatan olahraga bersama komunitas. Pada hari yang sama, Fun Run by Organa juga siap mengajak masyarakat bergerak lebih aktif sekaligus menikmati suasana olahraga yang lebih fun dan engaging.

Tidak berhenti sampai September, Grand Galaxy Park juga telah menyiapkan keseruan berikutnya melalui Rollie Pop Up,  Inline Skating Championship Series yang akan berlangsung pada 11 Oktober 2026. Kehadiran rangkaian kegiatan ini semakin memperkuat peran Grand Galaxy Park sebagai ruang bagi komunitas untuk berkumpul, beraktivitas, dan menikmati berbagai pengalaman lifestyle.

Lengkapi Weekend dengan Live Music

Buat pengunjung yang lebih suka menikmati akhir pekan dengan suasana santai sambil ditemani musik, Grand Galaxy Park juga menghadirkan Live Music Every Weekend. Berbagai penampilan musik akan menemani waktu bersantai pengunjung sekaligus membuat suasana weekend di Grand Galaxy Park Bekasi semakin hidup.

Melalui rangkaian event yang dihadirkan, Grand Galaxy Park Bekasi terus menghadirkan pengalaman yang beragam dan relevan bagi masyarakat Bekasi. Mulai dari musik, aktivitas kreatif, olahraga, hingga kegiatan komunitas, seluruhnya menjadi bagian dari upaya Grand Galaxy Park untuk menciptakan ruang berkumpul yang aktif, seru, dan dapat dinikmati bersama.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, September hingga Oktober menjadi waktu yang pas untuk kembali menikmati berbagai keseruan di Grand Galaxy Park Bekasi. Jadi, jangan lupa catat tanggalnya dan ajak keluarga, sahabat, maupun komunitasmu untuk menikmati rangkaian event yang siap membuat akhir pekan semakin berwarna!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Telkom AI Center Bandung mengajak peserta mengidentifikasi pain point dan merumuskannya menjadi gagasan AI use case untuk kebutuhan lokal.

Bandung, 22 September 2026 – Telkom AI Center Bandung mengajak peserta melihat peluang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bukan dari teknologi yang sedang populer, melainkan dari permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi fokus dalam sesi kedua “AI Connect Bandung: How AI Fits You” bertajuk “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” yang digelar pada 29 Agustus 2026.

Kegiatan ini melanjutkan sesi sebelumnya yang membahas AI readiness dan peluang pemanfaatan AI. Pada sesi kedua, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi pain point atau masalah yang dihadapi, kemudian mengeksplorasi kemungkinan penggunaan AI sebagai bagian dari proses perumusan AI use case.

Pendekatan tersebut menempatkan masalah sebagai titik awal dalam mencari solusi berbasis AI. Peserta tidak diarahkan untuk langsung memilih tools, melainkan terlebih dahulu memahami siapa yang menghadapi masalah, apa kendalanya, serta nilai apa yang dapat diberikan apabila masalah tersebut diselesaikan atau dioptimalkan.

Menemukan Peluang AI dari Masalah

Sesi “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” dikemas dalam format workshop dan interactive session dengan menghadirkan Adelia Octavian Mandasari, Business Development Telkom Indonesia, sebagai narasumber.

Adelia menjelaskan bahwa kemampuan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan peluang penggunaan AI.

“AI use case seharusnya lahir dari masalah yang ada. Karena itu, kita perlu membiasakan diri melihat permasalahan di sekitar sebagai peluang untuk menciptakan nilai, bukan sekadar mencari teknologi yang sedang tren,” ujar Adelia.

Peserta kemudian diperkenalkan pada kerangka sederhana untuk mengidentifikasi pain point, mengeksplorasi peluang penggunaan AI, dan merumuskannya menjadi AI use case. Proses tersebut membantu peserta membedakan permasalahan yang memang membutuhkan AI dengan masalah yang dapat diselesaikan menggunakan pendekatan lain.

Menurut Adelia, kemampuan tersebut menjadi penting agar penggunaan AI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap kebutuhan pengguna.

Belajar dari Kasus di Berbagai Sektor

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga diajak melihat sejumlah contoh pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif.

Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa peluang penggunaan AI tidak selalu berasal dari persoalan yang kompleks. Proses manual yang berulang, kesulitan mengolah informasi, kebutuhan meningkatkan efisiensi, hingga kebutuhan memberikan layanan yang lebih personal dapat menjadi titik awal untuk mengeksplorasi penggunaan AI.

Dari contoh tersebut, peserta belajar bahwa bentuk AI use case sangat bergantung pada konteks permasalahan, kebutuhan pengguna, sumber daya yang tersedia, serta dampak yang ingin dihasilkan. Dengan demikian, AI tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan tertentu.

Peserta Mulai Merumuskan AI Use Case

Pemahaman yang diperoleh kemudian diterapkan dalam sesi ideasi. Peserta diminta mengidentifikasi permasalahan yang mereka temui secara langsung di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Dari pain point tersebut, peserta mulai merumuskan kemungkinan solusi dengan mempertimbangkan peran AI dalam menyelesaikan atau mengoptimalkan permasalahan. Tahapan ini mendorong peserta untuk melihat hubungan antara kebutuhan pengguna, proses yang berjalan saat ini, dan potensi nilai yang dapat dihasilkan melalui pemanfaatan AI.

Proses ideasi juga menunjukkan bahwa menemukan AI use case membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari mengamati masalah, memahami kebutuhan, mengeksplorasi solusi, hingga menilai relevansi AI sebagai pendekatan.

Menghimpun Gagasan dalam Local AI Use Case

Ide yang muncul dari sesi tersebut kemudian dihimpun sebagai bagian dari Local AI Use Case, sebuah upaya untuk mendokumentasikan gagasan implementasi AI yang berangkat dari permasalahan dan kebutuhan yang dekat dengan lingkungan masyarakat.

Penghimpunan tersebut diharapkan dapat memperlihatkan beragam kebutuhan AI yang muncul dari konteks lokal. Dengan pendekatan berbasis permasalahan, gagasan yang dikumpulkan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mempertimbangkan relevansi dan potensi dampaknya bagi pengguna.

Kehadiran Local AI Use Case sekaligus membuka perspektif bahwa inovasi AI dapat berangkat dari persoalan sehari-hari. Masalah sederhana yang ditemui secara berulang dapat menjadi bahan untuk mengembangkan gagasan solusi apabila diidentifikasi dan dirumuskan secara tepat.

AI Dimulai dari Memahami Masalah

Sesi “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” menjadi bagian dari rangkaian AI Connect Bandung: How AI Fits You yang membawa peserta dari tahap mengenali kesiapan AI menuju proses menemukan peluang pemanfaatannya.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar mengenai AI dan berbagai tools yang tersedia, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan cara berpikir berbasis masalah. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan pain point, dan menilai relevansi AI menjadi fondasi sebelum sebuah ide dikembangkan menjadi solusi.

Bagi Telkom AI Center Bandung, pendekatan berbasis masalah tersebut menjadi penting agar pemanfaatan AI tetap dekat dengan kebutuhan nyata. Dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar, berbagai gagasan AI use case dapat mulai dirumuskan, dikembangkan, dan dipertimbangkan untuk menghasilkan nilai yang lebih relevan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

PT Railink (KAI Bandara) menyampaikan bahwa telah terjadi insiden tertempernya kendaraan roda empat oleh KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai pada Kamis (3/9), di perlintasan resmi terjaga yang berada di emplasemen Stasiun Binjai.

Kejadian terjadi sekitar pukul 13.40 WIB di kilometer 20+4/5, tepatnya pada perlintasan resmi yang dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan. Berdasarkan laporan masinis KA U80 Srilelawangsa relasi Medan–Binjai, kereta tertemper sebuah kendaraan minibus jenis Avanza saat melintas di lokasi tersebut.

Setelah kejadian, KA U80 tiba di Stasiun Binjai pada pukul 13.42 WIB. Petugas KAI Bandara segera melakukan koordinasi dengan unit pengamanan, sarana, serta petugas terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap kereta api dan memastikan kondisi perjalanan tetap aman.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kereta api dalam kondisi aman dan dapat melanjutkan perjalanan. Sementara itu, kendaraan minibus dilaporkan terpental ke sisi luar jalur kereta api. Tidak terdapat gangguan terhadap perjalanan kereta api lainnya akibat kejadian tersebut.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan bahwa keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami memastikan bahwa setelah kejadian, petugas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan jalur untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman. Seluruh rangkaian KA Srilelawangsa dalam kondisi aman dan kejadian ini tidak mengganggu perjalanan kereta api lainnya,” ujar Porwanto.

KAI Bandara mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu dan aturan saat melintasi perlintasan sebidang, termasuk berhenti ketika sinyal peringatan aktif dan mendahulukan perjalanan kereta api.

Perlintasan sebidang merupakan area yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. KAI Bandara terus mendukung berbagai program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang bersama para pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES