Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat

Perakitan rangka baja menggunakan besi CNP di bengkel dapat mempercepat penyelesaian proyek karena proses pemotongan dan pengelasan lebih terkontrol serta tidak terganggu cuaca. Namun, keberhasilannya bergantung pada keseragaman kualitas dan dimensi material agar komponen dapat dipasang dengan tepat tanpa penyetelan ulang.

Tenggat proyek jarang bergeser, tetapi pekerjaan rangka sering tertinggal jadwal. Perakitan di ketinggian memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan. Banyak pelaksana akhirnya memindahkan sebagian pekerjaan ke bengkel. Komponen dari besi CNP dipotong dan dilas lebih dulu, baru dikirim ke lokasi.

Cara ini terdengar sederhana, tetapi dampaknya pada jadwal cukup besar. Pekerjaan di bengkel tidak terganggu hujan maupun angin. Penerangan dan pasokan listrik juga jauh lebih stabil. Satu komponen akhirnya selesai dalam rentang waktu yang bisa diprediksi.

Sayangnya, memindahkan pekerjaan ke bengkel bukan jaminan otomatis. Banyak proyek justru tersendat ketika komponen tiba di lokasi. Lubang baut tidak bertemu, panjang batang meleset beberapa milimeter. Perakitan yang seharusnya cepat berubah menjadi pekerjaan penyetelan ulang.

Akar masalahnya hampir selalu sama, yaitu konsistensi material. Memastikan pasokan dari distributor besi baja yang seragam antar batang menjadi langkah awal. Tanpa itu, akurasi yang dicapai di bengkel tidak bertahan sampai lokasi.

Merakit di Bengkel Lebih Cepat daripada Bekerja di Ketinggian

Perbedaan terbesar terletak pada posisi kerja. Di bengkel, komponen bisa diputar mengikuti kebutuhan tukang las. Sambungan dikerjakan pada posisi datar yang paling mudah dikendalikan. Di lokasi, pengelasan profil baja kerap dilakukan dari bawah dengan postur yang menyulitkan.

Alat Bantu yang Tidak Mungkin Dibawa ke Lapangan

Bengkel memungkinkan pemakaian mal atau jig untuk komponen berulang. Satu mal dipakai puluhan kali dengan hasil yang nyaris identik. Pengukuran cukup dilakukan sekali di awal. Cara ini memangkas waktu sekaligus menjaga keseragaman komponen yang dirakit.

Keuntungan lain datang dari sisi keselamatan. Jumlah pekerja di ketinggian berkurang drastis. Pekerjaan di lokasi tinggal pengangkatan dan pemasangan baut.

Data Menunjukkan Percepatan Besar, tetapi Ada Harganya

Penelitian yang dimuat jurnal SINERGI pada 2026 membandingkan dua metode secara langsung. Objeknya pembangunan gedung kantor di Purworejo. Metode modular memangkas durasi dari 150 hari menjadi 87 hari. Percepatannya mencapai 42 persen.

Temuan itu datang bersama catatan yang tidak kalah penting. Biayanya justru 18,11 persen lebih tinggi dibanding metode konvensional. Selisihnya sekitar Rp559 juta pada proyek tersebut. Kecepatan, dengan kata lain, tidak diperoleh secara gratis.

Kapan Selisih Biaya Itu Sepadan

Perhitungannya bergantung pada nilai waktu bagi pemilik proyek. Gudang sewa yang bisa beroperasi dua bulan lebih awal punya hitungan tersendiri. Begitu pula proyek dengan denda keterlambatan yang besar. Pada kasus semacam itu, percepatan menutup selisih biayanya.

Konsistensi Besi CNP Menentukan Keberhasilan Perakitan

Metode bengkel menuntut toleransi yang jauh lebih ketat. Semua perhitungan mal berpijak pada dimensi nominal material. Ketika dimensi aktual menyimpang, seluruh rantai akurasi ikut bergeser. Di titik inilah mutu besi CNP menjadi penentu.

Tebal Basis, Angka yang Sering Terabaikan

Dalam perencanaan baja canai dingin, kekuatan dihitung dari tebal basis logamnya. Lapisan pelindung di permukaan tidak ikut diperhitungkan. Selisih dua sampai tiga persepuluh milimeter terdengar sepele. Pada profil tipis, selisih itu memangkas kapasitas lentur secara nyata.

Sebelum pekerjaan bengkel dimulai, beberapa hal perlu dipastikan:

• tebal aktual batang, bukan sekadar ukuran yang tertulis di label

• keseragaman panjang antar batang dalam satu kiriman • 

• kelurusan profil, karena batang melengkung menyulitkan perakitan

• kesamaan lot pengiriman untuk komponen yang nantinya saling bertemu

• kondisi permukaan, terutama bila komponen akan dicat atau dilas penuh

Butir keempat paling sering diabaikan. Dua lot berbeda bisa memiliki selisih dimensi yang kecil namun konsisten. Pada perakitan baut, selisih kecil yang berulang berubah menjadi persoalan besar.

Tahapan Menyiapkan Komponen Sebelum Dibawa ke Lokasi

1. Terjemahkan gambar kerja menjadi daftar komponen beserta dimensi detailnya.

2. Verifikasi dimensi aktual material yang datang sebelum pemotongan dimulai.

3. Buat satu komponen percobaan, lalu uji kecocokannya dengan pasangannya.

4. Kerjakan produksi massal setelah mal dinyatakan akurat.

5. Beri penandaan pada tiap komponen sesuai posisinya di gambar perakitan.

Langkah ketiga paling sering dilewati karena dianggap membuang waktu. Padahal satu komponen percobaan menyelamatkan puluhan komponen sesudahnya. Biaya pengulangan di lokasi jauh lebih mahal daripada di bengkel.

Memilih Pemasok Besi CNP yang Mendukung Kerja Bengkel

Fabrikasi di bengkel memindahkan pekerjaan dari lokasi sulit ke tempat yang terkendali. Percepatannya terbukti besar, meski biayanya tidak selalu lebih ringan. Keunggulan itu hanya bertahan bila material yang dipakai konsisten.

Pemilihan pemasok karena itu bukan sekadar membandingkan harga per batang. Kesanggupan menyediakan profil baja dalam lot yang seragam punya nilai teknis langsung. Distributor besi baja yang mencatat asal setiap kiriman memudahkan penelusuran ketika muncul selisih dimensi.

Ketersediaan ukuran turut memengaruhi keluwesan perancang. Besi CNP hadir dalam beragam tinggi badan dan ketebalan. Pilihan yang lengkap memungkinkan perencana memakai profil paling efisien, bukan sekadar yang kebetulan ada.

CV Sentral Besi Pratama Putra di Sepanjang, Sidoarjo, menyediakan beragam profil baja untuk kebutuhan fabrikasi. Timnya terbiasa melayani bengkel dan kontraktor yang bekerja dengan toleransi ketat. Pembicaraan mengenai ukuran dan jadwal kirim sejak awal umumnya memperlancar pekerjaan perakitan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Apakah fabrikasi di bengkel selalu lebih murah?

Tidak, penelitian menunjukkan biayanya bisa lebih tinggi meskipun durasi pelaksanaan jauh lebih singkat.

2. Mengapa komponen hasil bengkel kadang tidak cocok saat dirakit di lokasi?

Umumnya karena dimensi aktual material berbeda dari ukuran nominal yang dipakai ketika mal dibuat.

3. Apa yang perlu dicek sebelum memesan profil untuk difabrikasi?

Tebal aktual, keseragaman panjang, kelurusan batang, serta kesamaan lot pengirimannya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?

Krisis arus kas akibat keterlambatan pembayaran piutang masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha di seluruh dunia. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi ini adalah operasional bisnis yang belum berjalan secara optimal. Lantas, bagaimana pendekatan operasional yang lebih efektif dapat membantu UMKM menjaga arus kas tetap sehat dan stabil secara berkelanjutan?

Pada era ekonomi dewasa ini, bayangkan sebuah situasi di mana bisnis Anda mencatatkan penjualan yang terus melesat. Di atas kertas, laporan menunjukkan angka hijau, pesanan terus ada, dan proyek terselesaikan tepat waktu.

Namun, ketika tiba waktunya membayar sewa kantor, gaji tim, hingga invoice pemasok, saldo di rekening perusahaan justru kondisinya kritis.

“Kalau bisnis ini untung, kenapa rasanya selalu pas-pasan?”

Pertanyaan tersebut menjadi pemantik diskusi kecil bertajuk “Making Money vs. Having Money” yang digelar di Kuala Lumpur pada 23 September 2026 lalu. Fenomena ini bukan sekadar teori, melainkan pola sistematis yang dialami hampir semua pemilik usaha yang menerapkan sistem pembayaran tempo (credit terms)—mulai dari skala mikro hingga menengah di berbagai sektor industri.

Pola Sistematis di Balik Lemahnya Arus Kas

Dalam operasional harian, jurang antara “pendapatan tercatat” (accural revenue) dan “uang tunai riil” (cash in) biasanya terbentuk melalui siklus berulang yang tampak wajar:

1. Pekerjaan Tuntas: Barang dikirim atau jasa diselesaikan dengan baik.

2. Faktur Terbit: Penjualan diakui secara akuntansi sebagai pendapatan (revenue).

3. Masa Penundaan: Pelanggan membutuhkan waktu berpekan-pekan hingga berbulan-bulan untuk mencairkan pembayaran.

4. Kewajiban Tetap Berjalan: Beban operasional seperti gaji, sewa, dan kewajiban vendor tetap memiliki tanggal jatuh tempo yang tidak bisa ditawar.

Ketika dua variabel tersebut dibiarkan berjarak terlalu lama, bisnis yang terlihat sehat secara performa penjualan tetap dapat mengalami krisis likuiditas mendadak.

Melihat Kesenjangan dari Kacamata Data Regional

Perasaan “selalu pas-pasan” di kalangan pemilik bisnis memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan jika dibedah di tingkat regional:

Malaysia: Menurut data Experian Malaysia (State of Credit 2025) dan Malaysian Micro Business Association (Mamba), rata-rata keterlambatan pembayaran bagi UMKM mencapai 64 hari. Sektor mikro bahkan harus menunggu hingga 120 hari untuk pekerjaan yang telah selesai. Di sektor transportasi dan logistik, UMKM menunggu rata-rata 26 hari lebih lama dibandingkan korporasi besar.

Indonesia: Riset B2B Payment Practices Trends 2026 dari Atradius Collections menunjukkan bahwa 9 dari 10 perusahaan B2B di Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran, di mana rata-rata sepertiga (33%) dari total piutang usaha berstatus menunggak (overdue). Keterlambatan ini dipicu oleh tekanan likuiditas pelanggan, di mana bisnis menengah (mid-sized firms) menjadi kelompok yang paling rentan. Sejalan dengan itu, data Credit Bureau Indonesia (CBI) mencatat bahwa 6 dari 10 UKM di Indonesia mengalami masalah keterlambatan pembayaran, dan sebagian besar enggan melakukan penagihan secara tegas karena mengedepankan hubungan baik (relasi) dengan klien.

Amerika Serikat & Inggris: Studi U.S. Bank (via SCORE) mengungkapkan 82% kegagalan bisnis dipicu oleh masalah manajemen arus kas. Sementara itu, Federation of Small Businesses di Inggris mencatat sekitar 50.000 bisnis tutup setiap tahun akibat keterlambatan pembayaran piutang.

Biaya Tersembunyi: Ketika Pemilik Usaha Menjadi “Mesin Penagih”

Di luar angka-angka tersebut, ada dampak operasional yang kerap luput dari pencatatan yaitu beban mental dan waktu.

Pada mayoritas UMKM, pemilik usaha adalah satu-satunya pihak yang memegang rekam jejak riwayat piutang—siapa yang menunggak, kapan tanggal jatuh temponya, hingga kapan harus di-follow up kembali. Hal ini menyita fokus strategis yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pengembangan produk atau ekspansi pasar.

Mengapa Aplikasi Belum Tentu Menjawab Masalah Ini?

Solusi konvensional yang kerap ditawarkan adalah adopsi teknologi: sistem pengingat otomatis, dashboard keuangan yang rapi, atau fitur penagihan dalam satu klik. Namun, tingkat adopsi perangkat lunak ini sering membentur tembok kepercayaan.

Dalam salah satu riset pasar, seorang pemilik usaha catering yang mengelola sekitar 200 faktur secara manual menolak menggunakan aplikasi penagihan otomatis.

Alasannya sederhana: menyerahkan data pelanggan dan arus uang ke alat yang belum sepenuhnya dipercaya terasa jauh lebih berisiko dibanding menjalankan cara manual yang sudah ia pahami.

Temuan ini sejalan dengan whitepaper Xero bertajuk “E-Invoicing Readiness Among SMEs in Malaysia” (2025), yang mengungkapkan bahwa 47% UMKM menganggap keamanan dan privasi data sebagai hambatan utama adopsi software keuangan baru. Penghalang utamanya bukan keterbatasan teknologi, melainkan isu kepercayaan (trust) dan kurva pembelajaran (learning curve).

“Banyak pemilik usaha sebenarnya tidak membutuhkan dashboard atau software baru yang rumit untuk dipelajari. Yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa proses penagihan piutang dieksekusi secara konsisten setiap hari tanpa merusak hubungan baik dengan pelanggan,” ucap Adha Gozali, Founder Dayaly Ops dalam event Making Money vs Having Money di Kuala Lumpur akhir September kemarin

Solusi Eksekusi Operasional: Framework SENT → PAID

Alih-alih memaksa pemilik usaha berpindah ke aplikasi atau sistem baru yang rumit, diskusi di Kuala Lumpur menyoroti pentingnya pendekatan yang menggabungkan konsistensi proses manusia dengan disiplin operasional.

Startup operations-as-a-service asal Indonesia, Dayaly Ops, merumuskan kerangka kerja operasional penagihan bertajuk SENT → PAID:

SENT (Tahap Persiapan & Penagihan):

Scan: Meninjau secara menyeluruh daftar faktur dan struktur usianya.

Evaluate: Mengurutkan prioritas berdasarkan nilai piutang, usia faktur, serta probabilitas tertagih.

Nudge: Menjalankan eksekusi penagihan secara profesional dan multi-kanal (WhatsApp, email, hingga telepon).

Track: Mencatat secara sistematis setiap respons dan janji pembayaran pelanggan.

PAID (Tahap Resolusi & Penyelesaian):

Pursue, Agree, Invoice Check, Document: Mengawal proses hingga dana masuk secara penuh langsung ke rekening pemilik bisnis tanpa melalui pihak ketiga.

Pendekatan Layanan Dayaly Collect

Melalui kerangka kerja ini, Dayaly Ops menghadirkan layanan bertajuk Dayaly Collect. Berbeda dari perangkat lunak pasif, Dayaly Collect bertindak sebagai perpanjangan tim operasional (extended team) bagi pemilik usaha.

Prosesnya dirancang untuk meminimalkan beban adaptasi:

Pemilik usaha cukup memberikan daftar faktur tertunda beserta kontak pelanggan. Tim Dayaly Ops menjalankan eksekusi penagihan multi-kanal secara profesional. Dana pembayaran masuk langsung ke rekening pemilik usaha, menjaga keamanan dan kendali penuh atas arus kas. Seluruh rekam jejak penagihan disinkronkan kembali ke sistem pembukuan yang sudah digunakan bisnis tanpa perlu migrasi software.

Forum di Kuala Lumpur ini merupakan kelanjutan dari inisiatif regional Dayaly Ops. Sebelumnya, Dayaly Ops juga menggelar diskusi terbuka di Uluwatu, Bali dan Singapura, yang menghadirkan para pelaku bisnis internasional untuk membedah tantangan operasional harian—mulai dari beban administrasi, koordinasi lintas zona waktu, hingga strategi pendelegasian pekerjaan secara efektif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Sanct Social, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan Sion Abednego, founder asal Indonesia, menayangkan Episode 6 dari seri film pendeknya di YouTube pada Senin (12/10). Film berjudul “Nice to meet you.” itu berlatar Sabtu, 10 Oktober, dan untuk pertama kalinya memperlihatkan hal yang membedakan Sanct Social dari sosial media lain: teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Ceritanya satu hari di Jakarta: dua teman Keisha dari Singapura datang berkunjung, dan Rivani, yang baru memakai Sanct Social, mendapat teman keempat dan kelimanya dari orang yang benar-benar ia temui hari itu. Semua layar aplikasi di film adalah layar sungguhan. Sanct Social gratis, tanpa iklan, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya.

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Di ruang kedatangan bandara, dua perempuan yang belum pernah bertemu saling melambai dengan canggung. Lalu salah satunya mengangkat ponselnya. Yang lain ikut mengangkat ponselnya. Dua ponsel itu bertemu di udara seperti dua gelas yang bersulang. Beberapa detik kemudian, di ponsel yang satu muncul kartu dengan nama yang lain, dan di bawahnya tombol “Add friend”.

Begitulah pertemanan dimulai di Sanct Social, dan begitulah “Nice to meet you.” dimulai, film keenam dari seri Sanct Social, yang tayang di YouTube pada Senin (12/10). Lima episode sebelumnya bercerita tentang satu keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura. Episode keenam membuka bagian lain dari aplikasi ini: teman.

Teman kelima sebelum hari berakhir

Ceritanya berlatar Sabtu, 10 Oktober. Keisha, yang baru pulang di Episode 5, menjemput dua temannya dari Singapura di Jakarta: Dennis, dan Rivani yang berasal dari Malaysia. Rivani baru memakai Sanct Social dan punya tiga teman di dalamnya. Di Sanct Social, pencarian teman dan beberapa fitur lain baru terbuka setelah seseorang punya lima teman, dan aplikasi mengatakannya sendiri lewat kartu kecil: “Sancty keeps this one cozy … 4 of 5 friends — keep going!”

Film ini mengikuti angka itu sepanjang hari. Clarissa, adik Keisha, menjadi teman keempat di bandara. Teman kelima datang siang hari, berlari dan terengah-engah: Raka, yang terlambat makan siang. Dua ponsel bertemu lagi, kali ini di atas mangkuk bakso yang masih mengepul.

Di antara dua pertemuan itu, film memperlihatkan fitur-fitur Sanct Social lewat tingkah lima orang ini, tanpa satu kata pun diucapkan. Empat orang menunjuk ke empat arah untuk makan siang, lalu Keisha membuat polling dengan empat pilihan di grup “Jakarta, one day”, dan suara masuk satu per satu, termasuk dari Raka yang masih di jalan. Keisha mengirim stiker Sancty bertuliskan “Wow!”. Raka merekam pesan suara sambil berlari, dan satu meja mendekatkan kepala ke satu ponsel, lalu tertawa bersama. Setelah makan siang, Raka memotret keempat temannya dengan mode kamera Stereoscopic: di linimasa, foto itu bergerak ketika ponsel dimiringkan, dan lima kepala ikut miring bersama.

Telepon dari Malaysia

Saat senja, ponsel Rivani berdering. Di layar: “Amma”, ibunya di Malaysia, panggilan suara. Rivani menjawab, lalu melepaskan ponsel dari telinganya dan menekan satu tombol. Di ponsel ibunya muncul permintaan dari aplikasi: “Rivani wants to switch to video. Your camera stays off until you accept.” Ibunya menekan “Turn on video”. Lima wajah berdesakan di satu layar dan melambai. Tangan sang ibu naik ke dadanya. Wajahnya tidak pernah diperlihatkan.

Adegan terakhir para sahabat itu sederhana: lima ponsel diletakkan telungkup, bertumpuk, di atas tembok. Tidak ada yang menatap layar.

“Lima film kami bercerita tentang keluarga. Di film keenam kami memperlihatkan hal yang paling membedakan Sanct Social, dan hal itu tidak terjadi di layar, melainkan di antara dua orang yang berdiri berhadapan,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct Social. “Teman pertama di Sanct Social ditambahkan dengan bertemu langsung. Karena itu semua orang di ponselmu adalah orang yang benar-benar pernah kamu temui. Ibu Rivani di Malaysia melihat lima wajah, dan ia tahu anaknya bersama siapa.”

Film ditutup oleh Sancty, yang membungkuk kecil seperti orang yang baru berkenalan, dengan satu kalimat di layar: “Nice to meet you.” Ia lalu mengangkat kartu putih dengan kode QR. Kode itu asli: siapa pun yang mengarahkan ponselnya ke layar akan sampai di sanct.social.

Yang tampil di film ada di aplikasi

Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct Social yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Tujuh fitur tampil di episode ini:

– Menambah teman dengan saling memindai kode QR saat bertemu langsung. Teman juga bisa ditambahkan dengan kode undangan atau lewat perkenalan dari teman.

– Lima teman pertama. Pencarian dan saran pertemanan terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan keduanya hanya menjangkau teman dari teman.

– Polling di dalam obrolan, dengan pilihan yang bisa ditambah.

– Pesan suara.

– Stiker Sancty di dalam obrolan.

– Foto Stereoscopic: satu foto yang bergerak ketika ponsel dimiringkan di linimasa.

– Panggilan suara yang bisa berubah menjadi panggilan video, dan hanya setelah pihak lain menyetujuinya.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct Social tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct Social dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Harga dan ketersediaan

Sanct Social gratis: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Sanct Social tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Versi Android di Google Play belum siap. Aplikasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dan Hindi, dan sudah ada lebih dari 1.000 orang di dalamnya. Keenam episode seri film Sanct Social dapat ditonton di YouTube.

Unduh Sanct Social dan informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

Cakra Elektrolisis, teknologi air tambak tanpa kaporit karya anak bangsa, kini mulai dipercaya & diterapkan di tambak Pulau Jawa. Tersedia 4 titik strategis yang bisa dikunjungi untuk membuktikan langsung kualitas air pasca proses cakra elektrolisis

Yogyakarta –  FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa. Produk karya anak bangsa yang baru diperkenalkan pada awal 2026 ini mulai dipercaya tambak-tambak besar, dan masyarakat dipersilakan datang untuk membuktikan sendiri lewat pengambilan sampel air serta pengecekan kualitas air setelah penggunaan elektrolisis.

Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau Jawa

Berikut lokasi Cakra Elektrolisis yang dapat anda jadikan referensi dan perbandingan performa kualitas air dan budidaya setelah proses elektrolisis :

– Jawa bagian timur : Banyuwangi, Pantai Blimbingsari

– Jawa bagian barat : Kota Serang, Banten

– Pantai selatan Jawa : Purworejo, Tambak KSO FisTx

– Pantai utara Jawa (Pantura) : Jepara, PT Ghana Utamadi Dhuniara

Keempat titik ini mewakili kondisi perairan dan pola budidaya yang berbeda-beda di Pulau Jawa, salah satu wilayah penyumbang pasokan udang nasional. Calon pengguna dapat memilih lokasi yang paling dekat dengan tambak atau kantor mereka.

Buktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek Kualitasnya

FisTx mengajak petambak, pengelola tambak, dan pemangku kepentingan industri udang untuk tidak sekadar percaya pada klaim. “Jika ingin menguji secara langsung dapat mengambil sampel air di lokasi, lalu memeriksa kualitas air pasca penggunaan elektrolisis melalui laboratorium atau alat uji pilihan mereka,” jelas tim FisTx. Kunjungan dikoordinasikan melalui tim FisTx agar pengambilan sampel berjalan lancar.

“Kepercayaan tambak-tambak di Pulau Jawa terhadap Cakra Elektrolisis menunjukkan bahwa petambak Indonesia kini siap memilih teknologi dalam negeri. Cakra lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sebagai pengganti kaporit yang selama ini harus dibeli dan ditangani berulang di setiap siklus. Kami tidak meminta siapa pun percaya begitu saja. Silakan datang ke lokasi, ambil sampel air, dan buktikan sendiri kualitasnya,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

Mengapa sterilisasi air tambak semakin penting

Industri udang nasional sedang didorong tumbuh. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut pada April 2026 produksi udang nasional berada di kisaran lebih dari 1 juta ton, dengan target sekitar 2 juta ton per tahun. Dari sisi ekspor, nilai ekspor udang Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai sekitar US$1,4 miliar atau naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan terbesar (63,1%).

Seiring budidaya yang makin intensif, kualitas air dan biosecurity menjadi fondasi utama. Selama ini kaporit menjadi pilihan umum untuk sterilisasi air, namun pemakaiannya berarti membeli, mengangkut, menyimpan, dan menangani bahan kimia secara berulang di setiap siklus. Cakra Elektrolisis hadir sebagai alternatif tanpa kaporit.

Cakra Elektrolisis alam sistem FDS

Cakra Elektrolisis merupakan bagian dari FDS (FisTx Disinfectan System) bersama Baskara UV dan Nano Disinfektan. Dalam ajang FARM 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026, demo cara kerja Cakra Elektrolisis menjadi daya tarik utama booth FisTx di hadapan lebih dari 350 pengunjung yang sebagian besar adalah teknisi dan pemilik tambak udang.

Sebagai gambaran data lapangan, pada salah satu Kolam B7 (Tambak Area Banyuwangi – Pantai Blimbingsari) yang menerapkan Cakra Elektrolisis, hasil panen siklus pertama (periode Juli 2026) mencatat total panen 9.501 kg pada luasan 5.000 m² dengan DOC 80, FCR 1,21, dan SR 82%.

Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak

Setiap tambak memiliki luasan, sumber air, salinitas, dan pola operasional yang berbeda. Karena itu, FisTx selalu menyarankan calon pengguna berkonsultasi dengan tim teknologi FisTx untuk mendapatkan spesifikasi Cakra Elektrolisis yang sesuai kondisi lapangan sehingga performanya maksimal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Raih Penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026

Jakarta, 9 Oktober 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) meraih penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 (Based on Financial Performance Assessment 2025) dari The Asian Post, bagian dari Infobank Media Group. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan perusahaan berdasarkan hasil penilaian tahun 2025.

Penghargaan diserahkan dalam ajang Indonesia Collaborative Forum & Awarding 2026 yang berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (8/10). Penilaian mengacu pada kajian Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2026 yang dilakukan oleh The Asian Post Research terhadap kinerja keuangan BUMN selama periode 2024–2025, dengan pengelompokan berdasarkan kategori BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, dan anak perusahaan BUMN.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya BRI Finance dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi. Kami memandang pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus memperkuat fundamental bisnis, menerapkan prinsip kehati-hatian, serta memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.”

BRI Finance sebagai perseroan percaya bahwa kinerja keuangan yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi perusahaan pembiayaan untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

“BRI Finance akan terus berfokus pada penguatan kinerja dan tata kelola perusahaan agar dapat menjalankan peran sebagai anak perusahaan BUMN secara optimal. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis secara prudent, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight

Landed Cost Odoo membantu menghitung HPP bahan baku impor dengan memasukkan biaya tambahan seperti freight, bea masuk, dan kepabeanan. Dengan pembebanan biaya yang tepat, nilai persediaan dan margin keuntungan menjadi lebih akurat.

Harga beli dari pemasok luar negeri sering terlihat sangat bersaing. Setelah barang tiba di gudang, angkanya bergerak cukup jauh. Karena itu landed cost Odoo menjadi perhatian banyak importir bahan baku. Harga pokok perlu mencerminkan seluruh biaya sampai barang siap dipakai.

Perhitungan margin ikut keliru ketika dasarnya hanya faktur pemasok. Produk terlihat menguntungkan, padahal biaya perjalanannya belum masuk. Tim penjualan lalu memberi diskon berdasarkan angka semu. Laba baru terasa menipis pada laporan akhir tahun.

Urutan dokumen memperparah keadaan. Tagihan forwarder dan biaya kepabeanan kerap datang beberapa minggu setelah barang masuk. Pada saat itu sebagian barang sudah terjual. Koreksi harga pokok akhirnya dikerjakan secara borongan.

Perbaikannya terletak pada cara biaya tersebut dibebankan. Setiap ongkos perjalanan seharusnya menempel pada barangnya masing-masing. Banyak importir menata mekanisme ini bersama Partner Odoo. Nilai persediaan pun bergerak mendekati biaya sesungguhnya.

Mengapa HPP Impor Sering Lebih Rendah dari Kenyataan

Harga Faktur Pemasok Bukan Harga Perolehan

Harga pada faktur baru mencerminkan nilai barang di pelabuhan asal. Perjalanan menuju gudang menambah sejumlah biaya. Bea masuk, ongkos angkut, dan penanganan pelabuhan ikut menempel. Selisihnya tidak kecil, terutama pada barang bervolume besar.

Tagihan yang Datang Setelah Barang Terjual

Barang biasanya masuk gudang lebih dulu daripada dokumen biayanya. Penjualan berjalan memakai harga pokok sementara. Ketika tagihan tiba, koreksinya hanya dicatat sebagai beban umum. Margin per produk pun tidak pernah diperbaiki.

Komponen Biaya yang Boleh dan Tidak Boleh Masuk Harga Pokok

Standar akuntansi persediaan PSAK 14 menyebut biaya perolehan mencakup harga beli beserta biaya lain. Syaratnya, biaya itu timbul sampai barang berada pada kondisi dan lokasi saat ini.

• Bea masuk dan pungutan sejenis yang tidak dapat dikreditkan

• Ongkos angkut laut atau udara beserta asuransinya

• Biaya kepabeanan, bongkar muat, dan pengangkutan ke gudang

• Biaya penyimpanan di pelabuhan yang melekat pada pengiriman

Bea Masuk Menambah Nilai Persediaan

Bea masuk dihitung dari nilai pabean dengan dasar harga barang, asuransi, dan angkutan. Pungutan ini tidak bisa dikreditkan layaknya pajak masukan. Posisinya karena itu menambah harga perolehan barang. Pembebanannya mengikuti pengiriman yang bersangkutan.

Pajak yang Bisa Dikreditkan Tidak Ikut Masuk

Pajak pertambahan nilai impor umumnya dapat dikreditkan oleh pengusaha kena pajak. Pajak Penghasilan Pasal 22 impor juga berfungsi sebagai kredit pajak. Keduanya tidak menambah nilai persediaan. Memasukkannya ke harga pokok justru membuat margin terlihat lebih buruk.

Cara Menghitung Landed Cost Odoo atas Satu Pengiriman

Mekanismenya sederhana setelah fitur biaya tambahan diaktifkan. Setiap komponen biaya dicatat sebagai produk jasa tersendiri. Urutan penerapannya umumnya seperti berikut:

1. Aktifkan fitur biaya tambahan pada pengaturan persediaan

2. Siapkan produk jasa untuk tiap jenis biaya impor

3. Buat catatan biaya lalu pilih penerimaan barang terkait

4. Tentukan metode pembagian untuk setiap komponen biaya

5. Validasi agar nilai persediaan dan jurnalnya ikut menyesuaikan

Satu catatan biaya dapat mencakup beberapa penerimaan sekaligus. Pola ini berguna ketika satu kontainer memuat beberapa pesanan. Pemisahannya tetap terjaga karena pembagian dihitung per barang. Landed cost Odoo mencatat penyesuaian itu lengkap dengan jurnalnya.

Metode Pembagian yang Tersedia

Pembagian sebaiknya mengikuti sifat biayanya masing-masing:

• Berdasarkan berat untuk ongkos angkut laut

• Berdasarkan volume untuk barang ringan bervolume besar

• Berdasarkan nilai barang untuk bea masuk dan asuransi

• Dibagi rata untuk biaya dokumen yang tidak bergantung jumlah

Syarat Teknis yang Sering Terlewat

Banyak percobaan gagal karena pengaturan produknya belum sesuai. Mekanisme ini menuntut penilaian persediaan otomatis. Metode biayanya pun harus FIFO atau rata-rata bergerak. Produk dengan harga standar tidak dapat menerima pembebanan tersebut.

Pemilihan ERP terbaik sebaiknya mempertimbangkan kemampuan itu sejak tahap penilaian. Banyak perusahaan baru menyadarinya ketika sistem sudah berjalan. Perubahan metode penilaian di tengah jalan memerlukan penyesuaian akuntansi. Diskusi dengan tim keuangan perlu dilakukan sebelum konfigurasi dikunci.

Waktu Pencatatan yang Menentukan

Tanggal pencatatan menentukan periode akuntansi yang terpengaruh. Biaya yang dicatat setelah barang terjual hanya menyesuaikan sisa persediaan. Karena itu perkiraan biaya sebaiknya disiapkan sejak pesanan dibuat. Koreksi dilakukan setelah tagihan sebenarnya diterima.

Membaca Margin Impor Lewat Landed Cost Odoo Sejak Awal

Keputusan harga jual seharusnya berpijak pada biaya yang lengkap. Perbedaan kurs, tarif angkut, dan bea masuk bergerak sepanjang tahun. Tanpa pembebanan yang rapi, perubahan itu tidak pernah terbaca. Penetapan harga pun berjalan berdasarkan kebiasaan lama. Evaluasi berkala atas struktur biaya impor membantu menjaga margin tetap sehat.

i2C Studio mendampingi importir menata perhitungan ini sejak audit alur kerja. Sebagai Partner Odoo berstatus Silver dari Bandung, timnya memetakan dokumen impor lebih dulu. Konfigurasi disusun setelah struktur biayanya dipahami bersama tim keuangan. Diskusi awal cukup untuk menilai ERP terbaik bagi skala usaha Anda.

1. Apakah pajak pertambahan nilai impor termasuk dalam harga pokok barang?

Tidak, sepanjang pajak tersebut masih dapat dikreditkan oleh pengusaha kena pajak.

2. Bagaimana bila tagihan forwarder datang setelah barang terjual?

Biaya tetap dapat dibebankan, meski penyesuaian nilainya hanya mengenai sisa persediaan.

3. Apakah semua metode penilaian persediaan bisa memakai pembebanan ini?

Tidak, karena mekanismenya membutuhkan penilaian otomatis dengan metode FIFO atau rata-rata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Excellence in Strategic Mining Investment, Bukti Investasi Mineral Perkuat Industrialisasi Nasional

JAKARTA — Transformasi industri mineral nasional terus menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi Indonesia. Melalui investasi strategis dan pengembangan hilirisasi yang terintegrasi, sektor pertambangan tidak lagi hanya menjadi penghasil komoditas, tetapi berkembang menjadi penggerak industrialisasi yang memperkuat nilai tambah, investasi, dan penerimaan negara.

Ini memastikan bahwa kekayaan mineral Indonesia mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional telah meningkat hingga mendekati 38%-39%, jauh lebih tinggi dibandingkan kisaran 28%-32% pada periode sebelumnya. Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi yang masuk ke Indonesia bahkan telah mencapai sekitar Rp9.100 triliun.

Rosan juga menegaskan bahwa hilirisasi merupakan mesin transformasi ekonomi Indonesia karena mampu membangun rantai industri yang utuh di dalam negeri sehingga nilai tambah, investasi, dan aktivitas ekonomi dapat semakin banyak dinikmati oleh Indonesia.

Sebagai perpanjangan tangan Negara, Holding Industri Pertambangan MIND ID terus mengarahkan investasi pada pembangunan ekosistem industri mineral yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Berbagai proyek strategis saat ini terus dikembangkan, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi di Kalimantan Barat, pemurnian dan pengolahan logam mulia di Gresik, hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat.

Bagi MIND ID, arah kebijakan tersebut menjadi landasan dalam membangun berbagai proyek hilirisasi mineral strategis. MIND ID berupaya memastikan bahwa kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas tambang, tetapi berkembang menjadi sumber penerimaan negara, penggerak industrialisasi, dan fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

Atas konsistensinya dalam membangun investasi strategis yang memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional, MIND ID meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit 2026.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi MIND ID dalam mendorong investasi strategis di sektor pertambangan yang tidak hanya memperkuat kinerja korporasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas basis industri nasional, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Dalam acara tersebut, Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengarahkan investasi pada sektor-sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi Indonesia.

“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat.”

Salah satu contoh nyata dari dampak investasi hilirisasi terlihat pada pengembangan ekosistem bauksit. Bauksit yang sebelumnya bernilai sekitar US$40 per ton dapat meningkat menjadi sekitar US$350 per ton setelah diolah menjadi alumina, dan mencapai sekitar US$3.200 per ton ketika berkembang menjadi aluminium.

Nilai tambah tersebut menciptakan aktivitas ekonomi baru, memperluas investasi, membuka lapangan kerja, serta memperbesar potensi penerimaan negara.

Transformasi serupa juga terjadi pada komoditas nikel. Mineral yang sebelumnya lebih banyak diekspor sebagai bahan mentah kini menjadi fondasi pengembangan industri feronikel, material baterai, hingga ekosistem kendaraan listrik yang menjadi bagian dari industri masa depan Indonesia.

Dany menekankan, investasi sektor pertambangan yang dijalankan MIND ID terus berlanjut dan ke depan akan semakin menunjukkan nilai manfaat yang lebih besar untuk mendukung kedaulatan ekonomi dan kesejateraan masyarakat.

“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pada akhirnya, itulah fondasi yang akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkas Dany.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan EV BRI Finance Melonjak 13,8 Kali, Minat Kendaraan Listrik Terus Menguat

Jakarta, 8 Oktober 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat peningkatan signifikan pada pembiayaan kendaraan listrik seiring dengan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap electric vehicle (EV). Hingga Agustus 2026, disbursement pembiayaan baru EV BRI Finance tumbuh sekitar 13,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai mendapat tempat yang semakin besar dalam pilihan konsumen. Perkembangan ini didukung oleh meningkatnya awareness masyarakat, pilihan model yang semakin beragam, serta ekosistem kendaraan listrik yang terus berkembang.

“Pertumbuhan pembiayaan EV menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin menjadi bagian dari pilihan mobilitas masyarakat. Dengan pilihan kendaraan yang semakin beragam dan ekosistem yang terus berkembang, kami melihat segmen ini memiliki ruang untuk tumbuh lebih lanjut,” ujar Dhani.

Tren serupa juga terlihat pada pasar kendaraan bekas. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil bekas konvensional pada Juli 2026 turun 4,52% secara tahunan menjadi Rp86,25 triliun. Sebaliknya, pembiayaan mobil listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% secara tahunan menjadi Rp1,52 triliun.

Perbedaan pertumbuhan ini mencerminkan dinamika pasar kendaraan yang mulai dipengaruhi oleh perubahan preferensi konsumen. Pertumbuhan pembiayaan EV, baik pada kendaraan baru maupun bekas, juga menunjukkan semakin terbukanya pilihan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

“Perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu perkembangan yang kami cermati. Selain minat terhadap EV yang meningkat, semakin banyaknya pilihan model dan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik turut memberikan alternatif yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Dhani.

Di sisi lain, BRI Finance juga mencatat pertumbuhan pada pembiayaan mobil baru. Hingga Agustus 2026, disbursement pembiayaan new car meningkat sekitar 9,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan serta penguatan sinergi BRI Finance dengan ekosistem BRI.

“Kami melihat pasar kendaraan terus berkembang dengan karakteristik dan preferensi konsumen yang semakin beragam. Oleh karenanya kami akan terus menyesuaikan strategi pembiayaan dengan perkembangan tersebut, termasuk melihat peluang pertumbuhan pada segmen kendaraan listrik,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Program TJSL di Tabanan Bali

TABANAN – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan melalui renovasi fasilitas sekolah dan edukasi literasi keuangan bagi siswa di Kabupaten Tabanan, Bali. Program ini menyasar SDN 1 Sembung Gede dan SDN 3 Sembung Gede sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan sekaligus pengenalan pengetahuan keuangan sejak dini. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dalam mendorong revitalisasi sekolah, termasuk di wilayah Bali, guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi siswa. Direktur Operasional BRI Finance Wahyudi Darmawan mengatakan, pelaksanaan program TJSL merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui bidang pendidikan, BRI Finance tidak hanya mendukung penyediaan fasilitas belajar yang layak, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan serta pengenalan lembaga jasa keuangan nonbank, yakni perusahaan pembiayaan. “BRI Finance memiliki tanggung jawab untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui program TJSL di bidang pendidikan, yang kali ini kami laksanakan di SDN 1 Sembung Gede dan SDN 3 Sembung Gede. Melalui renovasi sejumlah fasilitas sekolah dan edukasi literasi keuangan, kami berharap dapat membantu menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemahaman keuangan kepada siswa sejak dini,” ujar Wahyudi di Tabanan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Area Head Consumer Adhitya Firmantika, Pimpinan Cabang BRI Finance Denpasar Iskandar, kepala sekolah SDN 1 Sembung Gede dan SDN 3 Sembung Gede, serta jajaran guru dan siswa dari kedua sekolah. Melalui program TJSL Pendidikan ini, BRI Finance akan melakukan renovasi sejumlah fasilitas di kedua sekolah, meliputi sarana sanitasi dan bagian bangunan yang membutuhkan perbaikan. Program ini juga mencakup edukasi literasi keuangan bagi siswa, mulai dari pengenalan pengelolaan keuangan sederhana hingga pemahaman mengenai lembaga jasa keuangan nonbank, termasuk perusahaan pembiayaan. Program TJSL Pendidikan ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini. BRI Finance berupaya agar dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pihak sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara HSB Investasi Menjaga Keamanan Modal Trading Lewat Tata Kelola Transparan

Ingin trading dengan rasa tenang? Simak standar tata kelola dan perlindungan ekstra dana nasabah USD 1 Juta di HSB Investasi, aplikasi trading terbaik.

Bagi yang baru mulai terjun ke dunia trading, kepastian integritas tempat bertransaksi dan kejelasan tata kelola dana tentu menjadi prioritas utama sebelum melakukan deposit. Memilih aplikasi trading yang tepat bukan hanya soal fitur analisis pasar, melainkan memastikan adanya transparansi penuh dalam pengelolaan aset nasabah.

Demi memberikan rasa aman menyeluruh, nasabah HSB Investasi kini terlindungi fasilitas dana ekstra hingga USD 1 Juta hasil kemitraan strategis dengan pialang asuransi global WTW dan PT Asuransi Wahana Tata (Aswata). Fasilitas penjaminan institusional ini tidak hadir begitu saja, melainkan melalui proses evaluasi dan uji kelayakan mendalam (due diligence) terhadap sistem tata kelola pialang.

Dalam proses peninjauan tersebut, pihak pemeriksa independen menelusuri langsung kesiapan operasional HSB Investasi guna memastikan kepatuhan standar industri melalui empat pilar utama:

1. Pemisahan Rekening yang Disiplin: Memeriksa bahwa uang setoran nasabah 100% masuk ke rekening terpisah (segregated account) di bank resmi dan tidak boleh dipakai untuk keperluan kantor HSB.

2. Kecukupan Modal Perusahaan: Memastikan kondisi keuangan pialang sehat dan memiliki cadangan dana yang kuat di atas standar minimum pemerintah.

3. Keamanan Sistem Aplikasi: Menguji teknologi aplikasi trading agar tidak mudah dibobol atau dimanipulasi dari dalam maupun luar.

4. Pencegahan Celah Penipuan: Memastikan prosedur kerja internal memiliki pengawasan berlapis agar tidak ada oknum yang bisa menyalahgunakan saldo kas nasabah.

Bagi seorang pemula, memahami rangkaian pemeriksaan tata kelola di atas sangatlah krusial. Memilih tempat transaksi idealnya tidak sekadar mempertimbangkan tampilan grafik yang menarik atau proses pendaftaran yang cepat, melainkan memastikan tersedianya ekosistem pengawasan resmi yang menjaga saldo modal secara konsisten.

Pada akhirnya, keterbukaan tata kelola ini menyempurnakan reputasi HSB Investasi yang memegang Rating A+++ Bappebti dan pengakuan sebagai Top Broker ICDX. Didukung kepatuhan regulasi resmi serta fasilitas perlindungan ekstra, HSB Investasi menjadi aplikasi trading terbaik bagi siapa saja yang ingin memulai langkah finansial secara aman, tenang, dan terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES