PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, sebagai Holding Perkebunan Nusantara, memperkenalkan inovasi tata kelola teknologi informasi terintegrasi dalam kegiatan Road to Danantara Technology, Innovation and Investment Forum (DTIIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).

Mengusung tema “Shaping the Future of Digital & Financial Innovation in Indonesia” dengan semangat “From Emerging Technology to Investable Growth”, forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan transformasi digital, pengembangan inovasi teknologi, serta penguatan ekosistem investasi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Transformasi Digital PTPN III (Persero), Prasetyo Mimboro, memaparkan keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan Sistem Penyelenggaraan Teknologi Informasi (PTI), sebuah platform digital terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pemantauan kinerja, serta pengukuran dampak implementasi teknologi informasi di seluruh entitas PTPN Group.

Prasetyo menjelaskan bahwa pengembangan platform tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memastikan setiap inisiatif transformasi digital dapat dikelola secara terukur, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“PTPN telah berhasil mengembangkan platform Penyelenggaraan Teknologi Informasi (PTI) yang memungkinkan perusahaan mengukur dampak dari setiap inisiatif transformasi digital. Melalui platform ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran dampak, tetapi juga mengintegrasikan seluruh proses penyelenggaraan teknologi informasi di lingkungan korporasi, mulai dari perencanaan, implementasi, pemantauan, hingga evaluasi kinerja,” ujar Prasetyo.

Platform PTI dikembangkan sebagai pusat pengelolaan dan pelaporan teknologi informasi yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari perencanaan program kerja, pengelolaan anggaran, pemantauan indikator kinerja, pengukuran tingkat kematangan tata kelola TI, hingga pengawasan keamanan siber dan evaluasi implementasi program digitalisasi.

Melalui sistem tersebut, Holding PTPN III dapat memantau perkembangan dan kinerja transformasi digital di seluruh entitas secara lebih komprehensif melalui dashboard terintegrasi. Sistem ini juga memungkinkan proses pelaporan manajemen dilakukan secara berkala, sekaligus mendukung identifikasi risiko dan pengambilan keputusan berbasis data.

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa transformasi digital PTPN Group tidak hanya diarahkan pada pengembangan aplikasi, tetapi juga pada penyelarasan proses bisnis antara Holding, Subholding, dan seluruh entitas operasional perusahaan.

Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) PTPN Group periode 2025–2029 yang mengusung arah pengembangan Digital, Sustainability, and Growth, dengan fokus pada penguatan teknologi pertanian atau AgriTech, integrasi sistem, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia digital.

Dalam roadmap tersebut, PTPN Group telah menetapkan 15 use case transformasi digital yang direncanakan untuk dikembangkan selama lima tahun, dengan tujuh inisiatif prioritas pada periode 2025–2026. Sejumlah inisiatif tersebut mencakup pemantauan kesehatan tanaman (health monitoring), optimalisasi panen (harvest optimization), pemantauan operasional pabrik secara real-time, optimalisasi perencanaan transportasi, serta pengembangan dashboard kinerja operasional kebun dan pabrik.

Selain pengembangan berbagai solusi digital, PTPN Group juga memperkuat enam aspek pendukung teknologi (tech enablers), antara lain pengembangan business cockpit platform, pengelolaan data secara komprehensif, optimalisasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP), pengelolaan aset digital, integrasi layanan berbasis API, serta penguatan keamanan siber.

Transformasi tersebut turut didukung melalui pengembangan Digital Academy sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi serta mendukung implementasi digitalisasi secara berkelanjutan.

Keberhasilan pengembangan platform PTI juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan BUMN lainnya. Platform ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai solusi Software as a Service (SaaS) yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat tata kelola teknologi informasi dan pengukuran dampak transformasi digital secara terintegrasi.

Partisipasi PTPN III dalam forum DTIIF 2026 sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Melalui pengembangan ekosistem digital yang terintegrasi, PTPN III terus memperkuat langkah transformasinya menuju World-Class Smart Agri Company, sekaligus mendukung modernisasi sektor perkebunan nasional serta agenda ketahanan pangan dan energi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Besi Datang Tepat Waktu dan Utuh, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra

Keterlambatan pengiriman besi dapat menghentikan pekerjaan, menambah biaya, dan menggeser jadwal proyek. Karena itu, distributor dengan sistem pengiriman yang terkelola membantu memastikan material tiba tepat waktu dan pekerjaan tetap berjalan lancar.

Pekerjaan pembesian berhenti sejak pagi karena truk belum juga datang. Tukang menunggu, alat menganggur, dan jadwal pengecoran bergeser. Pemandangan semacam ini akrab di banyak proyek. Karena itu memilih toko besi terdekat bukan lagi sekadar urusan kenyamanan.

Persoalannya bukan kejadian sesekali. Penelitian yang dimuat Jurnal Kajian Teknik Sipil pada 2025 memetakan penyebab keterlambatan proyek di Indonesia. Keterlambatan pengiriman material menempati peringkat kedua dengan angka 62 persen. Posisinya hanya kalah dari perubahan desain oleh pemilik proyek.

Dampaknya merembet ke banyak arah. Upah harian tetap berjalan meski tidak ada pekerjaan yang selesai. Sewa alat ikut terbuang dan urutan pekerjaan berikutnya mundur. Pada proyek berdenda, selisih beberapa hari saja sudah terasa.

Kemampuan pemasok mengantar tepat waktu karena itu bernilai setara dengan harganya. Memilih distributor besi baja yang mengelola pengirimannya sendiri memberi kepastian lebih. Jadwal bisa disepakati, bukan sekadar diperkirakan.

Keterlambatan Material Tidak Pernah Berdiri Sendiri

Satu kiriman yang meleset jarang berhenti sebagai satu masalah. Pekerjaan struktur tersusun berantai dan saling menunggu. Pembesian yang tertunda membuat bekisting ikut tertunda. Pengecoran akhirnya bergeser ke hari yang belum tentu cerah.

Biaya yang Tidak Pernah Masuk Rencana Anggaran

Pos biaya akibat menunggu hampir tidak pernah dianggarkan. Upah tim yang tidak produktif tetap dibayar penuh. Mobilisasi ulang alat berat menimbulkan ongkos tambahan. Semuanya muncul tanpa menambah satu pun volume pekerjaan.

Material besi yang tiba dalam kondisi melengkung menimbulkan persoalan serupa. Batang harus diluruskan atau bahkan diganti. Waktu yang terpakai untuk itu tidak pernah kembali.

Mengapa Toko Besi Terdekat Lebih Mudah Menjaga Ketepatan Kirim

Jarak tempuh menentukan banyak hal dalam pengantaran material besi berukuran panjang. Rute pendek memperkecil kemungkinan terjebak kemacetan dan penutupan jalan. Pengiriman susulan di hari yang sama pun masih memungkinkan. Pada pekerjaan yang berjalan cepat, keluwesan semacam itu sangat berharga.

Pemasok Berarmada Sendiri dan Pemasok yang Menitipkan Pengiriman

Perbedaan keduanya justru terasa ketika ada perubahan mendadak. Pemasok dengan armada sendiri bisa mengatur ulang urutan pengantaran. Pemasok yang menitipkan ke jasa angkut pihak ketiga punya ruang lebih sempit. Jadwalnya mengikuti rute penyedia angkutan, bukan kebutuhan proyek.

Penanganan saat bongkar muat juga tidak sama. Kru yang terbiasa membawa besi tahu cara menata muatan agar tidak melengkung. Batang panjang membutuhkan tumpuan di beberapa titik, bukan sekadar ditumpuk.

Yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra di Sepanjang

CV Sentral Besi Pratama Putra menempati Jalan Raya Taman Nomor 8, Sepanjang, Sidoarjo. Posisinya berada di jalur yang menghubungkan Sidoarjo dengan Surabaya. Perusahaan ini bergerak sebagai distributor besi baja yang melayani pembelian retail maupun kebutuhan proyek. Pengantaran dijalankan memakai armada miliknya sendiri.

Ragam barang yang tersedia mencakup kebutuhan struktur sekaligus pekerjaan pelengkap:

• besi beton polos dan ulir serta besi siku

• profil kanal C, UNP, WF, dan H Beam

• plat strip, plat eser, dan plat bordes

• pipa air, pipa gas, dan pipa kotak

• aksesoris pagar serta kawat las

Kelengkapan semacam itu memangkas jumlah pemasok yang perlu dihubungi. Satu nota, satu jadwal kirim, dan satu pihak yang bertanggung jawab. Bagi pelaksana, penyederhanaan ini mengurangi pekerjaan administrasi yang tidak perlu.

Layanan berjalan Senin sampai Sabtu pada pukul 08.00 hingga 16.00. Pemesanan dapat ditempuh lewat saluran telepon maupun pesan WhatsApp. Jalur surel tersedia untuk kebutuhan penawaran tertulis.

Langkah Memastikan Material Sampai Utuh dan Tepat Waktu

1. Sampaikan jadwal pekerjaan, bukan hanya tanggal yang diinginkan untuk pengiriman.

2. Pastikan akses menuju titik bongkar cukup lebar bagi kendaraan pengangkut.

3. Sepakati sejak awal siapa yang menyiapkan tenaga bongkar di lokasi.

4. Siapkan alas dan tumpuan agar batang panjang tidak melengkung saat ditumpuk.

5. Periksa jumlah, ukuran, dan kondisi material besi sebelum surat jalan ditandatangani.

Langkah pertama paling sering dilewatkan. Pemasok yang mengetahui urutan pekerjaan dapat menyusun prioritas pengantaran. Informasi sesederhana itu kerap menyelamatkan jadwal pengecoran.

Menjadikan Toko Besi Terdekat sebagai Mitra Jadwal

Harga material tentu tetap menjadi pertimbangan utama. Namun selisih beberapa persen kehilangan artinya ketika pekerjaan berhenti menunggu. Ketepatan kirim dan kondisi barang saat tiba punya nilai ekonomi yang nyata.

Hubungan dengan pemasok sebaiknya dibangun sejak tahap perencanaan. Berbagi jadwal pekerjaan memungkinkan penyesuaian dilakukan jauh sebelum kebutuhan mendesak. Toko besi terdekat yang memahami ritme proyek bisa menyesuaikan pengantaran tanpa banyak negosiasi ulang.

Sentral Besi Pratama membuka ruang diskusi semacam itu bagi pelaksana di Sidoarjo dan sekitarnya. Kebutuhan material besi dapat dibicarakan lebih dulu, termasuk urutan dan waktu pengantarannya. Pendekatan ini menempatkan pemasok sebagai bagian dari perencanaan, bukan sekadar penyedia barang.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Seberapa besar pengaruh keterlambatan material terhadap jadwal proyek?

Penelitian pada 2025 menempatkannya sebagai penyebab keterlambatan terbesar kedua di Indonesia dengan angka 62 persen.

2. Apa keuntungan memesan dari pemasok yang memiliki armada sendiri?

Jadwal pengantaran lebih mudah disesuaikan ketika urutan pekerjaan di lapangan berubah mendadak.

3. Kapan jadwal pengiriman sebaiknya dibicarakan dengan pemasok?

Sejak tahap perencanaan, agar urutan pengantaran bisa mengikuti tahapan pekerjaan di lokasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026

Medan, Oktober 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Belawan mencatat kinerja positif dalam pelayanan arus barang hingga Agustus 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas general cargo, bag cargo, dan curah kering yang dilayani di wilayah operasionalnya.

Hingga Agustus 2026, trafik general cargo dan bag cargo tercatat sebesar 475.346 ton/m³, tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 390.907 ton/m³. Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya kegiatan bongkar pupuk dalam kemasan (in bag) dan semen dalam kemasan (in bag).

Sementara itu, arus curah kering hingga Agustus 2026 mencapai 4,12 juta ton, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,6 juta ton. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat komoditas bungkil dan cangkang, termasuk untuk mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.

Dari sisi produktivitas, kinerja operasional general cargo hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 1.722 ton/ship/day (t/s/d). Sementara produktivitas layanan curah kering mencapai 6.110 ton/ship/day (t/s/d). Capaian tersebut menunjukkan upaya Branch Belawan dalam menjaga efektivitas proses bongkar muat seiring dengan meningkatnya arus barang.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis, mengatakan peningkatan arus barang menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan dan produktivitas operasional.

“Seiring dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat, kami terus melakukan penguatan pada proses layanan dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Kami berupaya agar kegiatan operasional dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan prosedur, dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” ujar Khoiruddin.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo Multi Terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional. Dengan meningkatnya aktivitas berbagai komoditas, penguatan koordinasi dan konsistensi penerapan standar operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran layanan.

Ke depan, Pelindo Multi Terminal Branch Belawan terus mendorong optimalisasi produktivitas dan kualitas pelayanan untuk mendukung kelancaran arus barang serta aktivitas perdagangan dan industri di wilayah Sumatera Utara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga WTI Pekan Depan Dibayangi Tekanan Jual dan Ketidakpastian Pasokan

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada pekan depan setelah gagal menembus zona resistance US$93,15–US$94,72. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, penolakan harga di area tersebut membuka peluang bagi minyak untuk bergerak turun menuju support US$88,61–US$86,82. Secara teknikal, pergerakan ini berpotensi membentuk pola ABC Correction yang mendukung skenario koreksi lanjutan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa kegagalan WTI melewati resistance menunjukkan tekanan jual masih perlu diperhatikan. Pada timeframe Daily, harga membentuk rejection setelah mencoba menembus area US$93,15–US$94,72. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah tren.

Menurut analisis Dupoin Futures, zona resistance tersebut akan menjadi salah satu level kunci untuk menentukan arah WTI pada pekan depan. Apabila harga kembali menguji resistance tetapi gagal menembusnya, peluang penurunan menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Sebaliknya, jika WTI mampu menembus dan bertahan di atas resistance, skenario bearish yang dipantau Dupoin Futures perlu ditinjau kembali.

Pola ABC Correction yang berpotensi terbentuk mencerminkan kemungkinan berlanjutnya fase koreksi setelah harga mengalami pergerakan naik sebelumnya. Dalam skenario ini, Dupoin Futures melihat zona US$88,61–US$86,82 sebagai area support yang perlu diperhatikan. Reaksi harga ketika mencapai zona tersebut akan membantu menunjukkan apakah tekanan jual masih dominan atau mulai mereda.

Dari sisi fundamental, prospek pemulihan pasokan minyak global dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga. Apabila distribusi energi dari Timur Tengah kembali berjalan lebih normal dan arus ekspor meningkat, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak.

Namun, Dupoin Futures menilai risiko gangguan pasokan masih menjadi faktor yang dapat meningkatkan volatilitas WTI. Serangan terhadap kapal tanker dan ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak mentah. Jika gangguan kembali meningkat, harga minyak dapat mengalami rebound meskipun struktur teknikal masih menunjukkan risiko penurunan.

Perkembangan terbaru memperlihatkan bagaimana sentimen geopolitik dapat mengubah arah harga dalam waktu singkat. Reuters melaporkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa harga WTI turun sekitar US$0,52 menjadi US$90,97 per barel setelah komentar Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan pembicaraan dengan Iran meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Namun, risiko tetap ada karena situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil dan ancaman terhadap distribusi energi masih menjadi perhatian pasar. 

Selain faktor geopolitik, potensi pemulihan pasokan dan perkembangan produksi minyak juga akan memengaruhi keseimbangan pasar. Reuters mencatat bahwa ancaman badai di Teluk Meksiko turut mengganggu produksi minyak lepas pantai AS, sehingga menambah ketidakpastian terhadap pasokan jangka pendek. Faktor tersebut dapat menahan penurunan harga meskipun tekanan jual muncul dari meredanya kekhawatiran konflik.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mengamati perkembangan pasokan global bersamaan dengan respons harga terhadap resistance utama. Jika WTI tetap gagal menembus US$93,15–US$94,72, peluang koreksi menuju US$88,61–US$86,82 masih terbuka. Namun, peningkatan risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga dan membuat pergerakan minyak lebih volatil.

Dengan demikian, prediksi harga WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih cenderung bearish selama harga belum berhasil menembus resistance US$93,15–US$94,72. Target penurunan berada di zona US$88,61–US$86,82, dengan pola ABC Correction sebagai salah satu skenario teknikal yang perlu dicermati.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik, pemulihan pasokan, serta kondisi distribusi energi dapat mengubah sentimen pasar. Karena itu, konfirmasi pergerakan harga tetap diperlukan sebelum menentukan apakah tekanan jual akan berlanjut atau digantikan oleh rebound.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

Jakarta, 9 Oktober 2026 – BRI bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menggelar kegiatan Yoga Session di Kantor Pusat Pelni pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara BRI dan Pelni sekaligus upaya mendorong penerapan work life balance bagi pekerja kedua perusahaan.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Keuangan Pelni, Triswahyu Herlina. Dari BRI, turut hadir Hamid Rusdianto selaku Regional Consumer Banking Head BRI Region 6 serta Rio Nugroho selaku Pemimpin Cabang BRI Veteran.

Melalui kegiatan yoga bersama, BRI dan Pelni mengajak para pekerja untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, serta membangun semangat positif dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan meningkatkan keakraban antarkaryawan dari kedua perusahaan.

Penyelenggaraan Yoga Session ini mencerminkan komitmen BRI dan Pelni dalam membangun kolaborasi yang positif dan berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga melalui kegiatan yang mendukung kesejahteraan pekerja.

Melalui sinergi ini, BRI berharap hubungan kerja sama dengan Pelni semakin erat serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, sejalan dengan semangat penerapan work life balance bagi seluruh pekerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB

Probolinggo (9/10), PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mengumumkan bahwa Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending-Paiton sepanjang 24,08 km akan dioperasikan dengan tarif mulai 14 Oktober 2026 pukul 00:00 WIB.

Pemberlakuan tarif ini merupakan kelanjutan dari masa uji coba sosialisasi tanpa tarif yang telah berjalan dengan lancar. Keputusan penetapan tarif tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7683/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Simpang Susun (SS) Kraksaan-SS Paiton.

Adapun rincian besaran tarif tol pada Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton untuk masing-masing golongan kendaraan yang berlaku untuk dua arah adalah sebagai berikut:

A. Gending – SS Kraksaan

Golongan I: Rp16.000

Golongan II: Rp24.000

Golongan III: Rp24.000

Golongan IV: Rp32.000

Golongan V: Rp32.000

B. Gending – SS Paiton

Golongan I: Rp36.000

Golongan II: Rp54.500

Golongan III: Rp54.500

Golongan IV: Rp72.500

Golongan V: Rp72.500

C. SS Kraksaan – SS Paiton

Golongan I: Rp20.000

Golongan II: Rp30.500

Golongan III: Rp30.500

Golongan IV: Rp40.500

Golongan V: Rp40.500

D. SS Kraksaan – Gending

Golongan I: Rp16.000

Golongan II: Rp24.000

Golongan III: Rp24.000

Golongan IV: Rp32.000

Golongan V: Rp32.000

E. SS Paiton – Gending

Golongan I: Rp36.000

Golongan II: Rp54.500

Golongan III: Rp54.500

Golongan IV: Rp72.500

Golongan V: Rp72.500

F. SS Paiton – SS Kraksaan

Golongan I: Rp20.000

Golongan II: Rp30.500

Golongan III: Rp30.500

Golongan IV: Rp40.500

Golongan V: Rp40.500

Sebagai gambaran estimasi biaya perjalanan, pengendara kendaraan Golongan I yang menempuh rute jarak dekat pada ruas Pasuruan-Probolinggo dari GT Gending menuju GT Kraksaan akan dikenakan tarif sebesar Rp16.000, atau sebesar Rp36.000 jika melanjutkan perjalanan hingga GT Paiton. Sementara itu, bagi masyarakat dari arah Probolinggo yang masuk via GT Probolinggo Timur di ruas Pasuruan–Probolinggo, akumulasi tarif perjalanan menuju GT Kraksaan ditetapkan sebesar Rp28.000 dan sebesar Rp48.000 untuk tujuan GT Paiton, yang juga berlaku untuk arah sebaliknya.

Untuk perjalanan jarak jauh melintasi jaringan terintegrasi Jalan Tol Trans Jawa, pengendara Golongan I asal Surabaya yang masuk via GT Kejapanan Utama menuju GT Kraksaan dikenakan tarif terintegrasi sebesar Rp129.500, serta sebesar Rp149.500 apabila menuju GT Paiton. Adapun bagi masyarakat asal Malang yang masuk melalui GT Malang, akumulasi tarif perjalanan menerus menuju GT Kraksaan adalah sebesar Rp165.500, dan sebesar Rp185.500 untuk tujuan akhir GT Paiton, yang berlaku sama untuk arah sebaliknya.

Masyarakat masih dapat menggunakan Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton secara gratis selama masa sosialisasi, yaitu hingga 13 Oktober 2026 pukul 23:59 WIB. Setelah tarif diberlakukan, pengguna jalan diimbau untuk mempersiapkan kartu uang elektronik dengan saldo memadai sebelum memulai perjalanan.

PT JPB mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu menggunakan kartu e-toll yang sama saat melakukan transaksi tap-in dan tap-out di gerbang tol, serta memastikan kecukupan saldonya sesuai simulasi rute perjalanan yang ditempuh agar tidak memicu antrean di gerbang keluar. Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui fitur CCTV di aplikasi Travoy dan hubungi Call Center 133 untuk bantuan di jalan tol.

Pengoperasian Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton menjadi bagian dari pengembangan konektivitas di kawasan timur Jawa Timur. Kehadiran ruas tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat menuju berbagai kawasan strategis dan destinasi wisata hingga Banyuwangi, termasuk konektivitas menuju Pelabuhan Ketapang.

Dengan pemberlakuan tarif tersebut, pengguna jalan diharapkan dapat memperoleh kepastian biaya perjalanan sekaligus memanfaatkan konektivitas yang ditawarkan oleh Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan timur Jawa Timur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

Melalui penguatan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga ini, diharapkan pembangunan perumahan nasional dapat berjalan lebih terpadu, tepat sasaran, dan mampu mendukung percepatan pencapaian Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat Indonesia

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat sinergi lintas sektor melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) tentang Penguatan Koordinasi dan Pengendalian untuk Optimalisasi dan Percepatan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama sejumlah Kementerian/Lembaga.

Kerja sama ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik, Badan Bank Tanah, serta BP Tapera.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi, sinkronisasi, pemantauan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, termasuk dalam mendukung pencapaian target pembangunan dan Program Tiga Juta Rumah.

Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Transformasi Digital Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Okto Irianto, menyampaikan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan unit rumah, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan ketersediaan dan kepastian lahan, kesesuaian tata ruang, dukungan infrastruktur dasar, kemampuan pembiayaan masyarakat, kesiapan pemerintah daerah, serta kualitas data sebagai dasar perencanaan dan implementasi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan perumahan tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian atau lembaga secara sendiri, melainkan membutuhkan keterpaduan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga pengendalian.

Melalui Nota Kesepahaman Bersama ini, terdapat tiga penguatan utama yang ingin diwujudkan, yaitu penguatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, penguatan basis data dan informasi yang akurat serta terintegrasi, serta penguatan monitoring dan pengendalian pembangunan perumahan.

“Nota Kesepahaman Bersama ini harus kita tempatkan bukan sebagai akhir dari proses koordinasi, tetapi sebagai awal dari pola kerja sama yang lebih komprehensif,” ujar Okto.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang, menyampaikan bahwa kerja sama lintas Kementerian/Lembaga menjadi penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai tantangan dalam ekosistem perumahan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wilson menyoroti pentingnya penyelarasan kebijakan dalam mendukung implementasi program pembiayaan perumahan, salah satunya terkait kebijakan KPR dengan tenor hingga 40 tahun. Menurutnya, masih terdapat beberapa hal yang perlu disinergikan bersama, khususnya terkait aspek agunan yang menjadi perhatian bank penyalur.

“Dengan adanya forum ini, semoga Nota Kesepahaman Bersama yang telah kita tandatangani dapat mengakselerasi upaya bersama dalam mencapai Program Tiga Juta Rumah,” ujar Wilson.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan pembiayaan perumahan rakyat, BP Tapera terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Hingga 7 Oktober 2026, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera telah menyalurkan 176.247 unit KPR Subsidi dengan nilai penyaluran mencapai sekitar Rp21,96 triliun.

Melalui penguatan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga ini, diharapkan pembangunan perumahan nasional dapat berjalan lebih terpadu, tepat sasaran, dan mampu mendukung percepatan pencapaian Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

Jakarta (09/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Jasa Marga Business & Service Immersion: Understanding the Business, Experiencing the Service di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (07/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian P3MD yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti, para Group Head dan Direksi Jasa Marga Group, serta perwakilan manajemen Danantara Indonesia.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa operasional jalan tol memiliki fungsi strategis dalam mengawal kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional. Menurutnya, pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik.

“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik,” jelas Rivan.

Rivan menambahkan bahwa kegiatan business immersion ini adalah bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD selama sembilan bulan. Dalam kegiatan ini, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan, mendukung penegakan hukum, hingga menjadi dasar dalam perumusan rekayasa lalu lintas.

Dalam kesempatan yang sama, VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM) Dumoli HM Sirait menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan Action Learning Project (ALP).

“Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta diajak mendalami empat stasiun pembelajaran (learning stations), yaitu Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat.

Pengalaman peserta kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi langsung JMTC sebagai pusat monitoring dan koordinasi operasional jalan tol. Melalui fasilitas ini, peserta melihat bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, hingga mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan showcase kendaraan operasional, di mana peserta melihat langsung armada pelayanan lalu lintas PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), seperti Mobile Customer Service (MCS), ambulans, derek, dan rescue, serta armada preservasi jalan tol PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Pengalaman peserta tidak berhenti pada pemaparan dan peninjauan lapangan. Peserta juga diajak memecahkan studi kasus operasional melalui diskusi kelompok, dengan menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan penguraian kepadatan rest area. Hasil analisis kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga.

Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya business insight dan leadership lesson bagi seluruh peserta P3MD. Ia juga membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama Jasa Marga.

“Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tutup Rivan.

Melalui kegiatan ini, Jasa Marga turut membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi calon pemimpin BUMN, sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol yang mengintegrasikan operasional, teknologi, manajemen risiko, dan kebutuhan pengguna jalan. Kolaborasi bersama Danantara ini menjadi wujud nyata komitmen Jasa Marga dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui penguatan kapasitas kepemimpinan talenta muda ini, Jasa Marga optimis dapat terus mencetak SDM BUMN unggul yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng

Bagi mahasiswa, pengalaman belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui berbagai kesempatan yang tersedia, mahasiswa dapat memperluas perspektif, mengenal budaya baru, sekaligus mengembangkan diri di lingkungan global.

Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Marry Jane Jessica Tombeng (MJ), mahasiswa Psikologi BINUSIAN 2027 sekaligus salah satu BINUS STAR Ambassador. Melalui Enrichment Program, MJ memilih track Study Abroad dan mendapatkan kesempatan untuk belajar di Victoria University of Wellington, New Zealand.

MJ pertama kali mengenal Enrichment Program dan pilihan Study Abroad melalui First Year Program. Dengan latar belakang pendidikan yang sebelumnya juga memiliki pengalaman internasional, kesempatan untuk belajar di luar negeri menjadi salah satu impiannya. Mulai Semester 4, MJ mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti program tersebut, mulai dari dokumen untuk BINUS, Victoria University of Wellington, hingga kebutuhan administrasi untuk New Zealand Immigration Office.

Menjadi satu-satunya mahasiswa dari cohort BINUSIAN 2027 yang memilih New Zealand membuat pengalaman ini menjadi tantangan tersendiri bagi MJ. Ia perlu beradaptasi dengan kehidupan di negara baru, belajar hidup lebih mandiri, hingga melakukan perjalanan dan mengeksplorasi lingkungan sekitar secara independen. Pengalaman tersebut membantunya keluar dari zona nyaman sekaligus menjadi pribadi yang lebih adaptif dan percaya diri dalam menghadapi situasi baru.

Selama berada di Victoria University of Wellington, MJ berkesempatan mengambil Forensic Psychology, salah satu mata kuliah yang menjadi impiannya. Melalui mata kuliah ini, ia dapat memperluas pemahamannya mengenai manusia dan perilaku dalam konteks hukum, sekaligus mendapatkan perspektif akademik yang lebih luas.

Tidak hanya dari sisi akademik, MJ juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari budaya Māori melalui mata kuliah Te Iwi Māori me āna Tikanga: Māori Social Culture and Beliefs. Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai budaya, nilai, dan kehidupan masyarakat Māori. Bagi MJ, pembelajaran ini juga menjadi ruang refleksi untuk terus berkembang, membangun karakter, dan memahami tujuan hidupnya.

Bagi MJ, perjalanan Study Abroad bukan sekadar kesempatan untuk belajar di luar negeri. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses untuk mengenal diri sendiri, membangun kemandirian, serta melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.

Melalui Enrichment Program, BINUS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman dan kompetensi di luar lingkungan pembelajaran konvensional. Sejalan dengan semangat BINUS @Bekasi sebagai kampus Business, Service, and Technology, pengalaman global menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus berkembang.

Perjalanan MJ menjadi bukti bahwa pengalaman belajar dapat membawa mahasiswa melampaui batas, membuka perspektif baru, dan menciptakan kesempatan untuk terus bertumbuh.

“Berawal dari BINUS, melangkah lebih jauh untuk mendunia.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Aplikasi Trading HSB Investasi Punya Empat Lapis Perlindungan Dana Nasabah

Ketahui 4 lapis perlindungan dana nasabah di aplikasi trading terbaik HSB Investasi. Berizin resmi dengan Rating A+++ Bappebti dan Top Broker ICDX, HSB berikan perlindungan ekstra hingga USD 1 Juta.

Bagi pelaku transaksi derivatif berjangka, mengetahui ke mana dana disetorkan dan bagaimana dana tersebut diamankan adalah hal wajib sebelum memulai transaksi. PT Handal Semesta Berjangka (HSB Investasi) menerapkan arsitektur perlindungan dana komprehensif yang tersusun dalam empat lapisan proteksi berjenjang.

Struktur empat lapis ini dirancang untuk menutup celah risiko, mulai dari kepatuhan hukum transaksi harian hingga jaring pengaman darurat jika terjadi krisis institusional. Berikut rincian mekanisme dari masing-masing lapisan perlindungan dana yang diterapkan oleh HSB Investasi:

Lapisan 1: Regulasi Resmi BAPPEBTI

HSB Investasi beroperasi secara legal di bawah izin dan pengawasan ketat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI ) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, memastikan kepatuhan penuh terhadap undang-undang yang berlaku.

Lapisan 2: Penjaminan Kliring Transaksi

Setiap order transaksi yang dieksekusi di aplikasi HSB tercatat dan dijamin oleh lembaga kliring resmi (Kliring Berjangka Indonesia/Indonesia Clearing House), menjamin transparansi penyelesaian transaksi secara terbuka.

Lapisan 3: Sistem Rekening Terpisah (Segregated Account)

Dana simpanan kas nasabah tidak disimpan di rekening pribadi perusahaan, melainkan ditempatkan di bank kustodian nasional terdaftar yang terpisah penuh dari dana operasional HSB Investasi.

Lapisan 4: Perlindungan Ekstra Dana Nasabah hingga USD 1 Juta

Sebagai lapis pengaman pamungkas, broker forex HSB Investasi bermitra dengan WTW dan Aswata untuk memberikan polis asuransi perlindungan modal kas nasabah jika pialang mengalami kepailitan akibat penipuan internal (misconduct).

Tiga lapisan pertama merupakan fondasi kepatuhan hukum wajib di Indonesia. Kehadiran lapisan keempat berupa fasilitas perlindungan ekstra asuransi menjadikan ekosistem HSB Investasi kian kokoh dibanding pialang berjangka pada umumnya.

Komitmen keamanan menyeluruh ini dibuktikan lewat predikat Rating A+++ BAPPEBTI serta pencapaian prestisius sebagai Top Broker ICDX, yang semakin mengukuhkan reputasi HSB Investasi sebagai salah satu aplikasi trading terbaik di Indonesia. Dengan integrasi empat lapis proteksi ini, kamu dapat fokus menyusun analisa dan mengeksekusi strategi trading di pasar finansial dengan rasa aman dan keyakinan penuh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES