Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengunjungi destinasi wisata, hingga touring bersama komunitas. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan menjadi salah satu cara untuk menikmati momen kemerdekaan sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa persiapan menjadi bagian penting sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk touring dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Touring bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mengisi momen kemerdekaan. Namun, sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, tubuh dalam kondisi prima, dan rute perjalanan sudah dipersiapkan,” ujar Dhani.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum touring menggunakan sepeda motor:

1. Cek kondisi motor

Pastikan kondisi ban, rem, oli, lampu, aki, dan sistem kelistrikan dalam keadaan baik. Untuk perjalanan jauh, pemeriksaan kendaraan di bengkel sebelum keberangkatan juga disarankan.

2. Gunakan perlengkapan keselamatan

Gunakan helm berstandar SNI dan pastikan terpasang dengan benar. Lengkapi dengan jaket, celana panjang, dan sepatu yang sesuai untuk berkendara.

3. Siapkan rute perjalanan

Kenali rute yang akan dilalui dan perkirakan waktu perjalanan. Pastikan juga mengetahui lokasi pengisian bahan bakar dan tempat beristirahat, terutama jika menempuh perjalanan jauh.

4. Istirahat ketika lelah

Jangan memaksakan diri ketika mulai mengantuk atau kelelahan. Beristirahat secara berkala membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.

5. Patuhi aturan lalu lintas

Patuhi rambu dan marka jalan, jaga jarak aman, serta sesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas dan medan. Pastikan pula dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi telah lengkap.

Selain memastikan kendaraan siap digunakan, masyarakat yang sedang mempertimbangkan pembelian motor baru juga dapat memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

BRI Finance menawarkan pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas sehari-hari maupun aktivitas lainnya. 

“Memiliki kendaraan baru tentu perlu disertai perencanaan finansial yang baik. Kami menghadirkan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sehingga masyarakat dapat merencanakan kepemilikan motor baru dengan lebih nyaman,” ujar Dhani.

Melalui persiapan kendaraan, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, masyarakat dapat menikmati perjalanan di momen kemerdekaan dengan lebih aman dan nyaman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Raih Gelar Champion di Brands for Good Award, BINUS SCHOOL Simprug Jadi yang Terbaik untuk Kategori Pendidikan Berdampak

Jakarta — Keunggulan akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan
prestasi sebuah sekolah. Lembaga pendidikan kini juga semakin diakui atas dampak positif
yang mampu mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Perhatian yang semakin
besar terhadap pendidikan yang berlandaskan tujuan dan dampak tersebut tercermin dalam
Brands For Good Awards 2026, sebuah ajang yang mengapresiasi organisasi yang mampu
menciptakan dampak sosial dan lingkungan secara nyata, sejalan dengan keunggulan
organisasi.

Perubahan cara pandang tersebut turut melatarbelakangi penyelenggaraan Brands For
Good Awards 2026 yang bekerjasama dengan Singapore International Mastery Contests
Center (SIMCC) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS). Ajang tersebut kini
memperkenalkan kategori baru, yaitu EDU FOR GOOD, yang memberikan pengakuan
kepada sekolah dengan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang
melampaui pencapaian akademik serta menciptakan dampak langsung dan berkelanjutan
bagi masyarakat dan lingkungan.

Penilaian dalam Brands For Good Awards mencakup sejumlah aspek, antara lain
kepemimpinan, keunggulan organisasi, dampak dari merek, serta kontribusi sosial dan
lingkungan. Tahun ini, ajang ini diikuti oleh sekitar 110 merek dari lebih 25 negara dan
berpuncak pada malam penganugerahan bertajuk “Together For Good” di D’Marquee @
Downtown East, Singapura.

Bagi BINUS SCHOOL Simprug, gelar Champion dalam kategori EDU FOR GOOD bukan
sekadar sebuah penghargaan. Pengakuan ini menegaskan komitmen BINUS SCHOOL
Simprug dalam membina siswa agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu
memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Komitmen ini ditanamkan sejak jenjang Primary Years Programme (PYP), ketika siswa belajar
menghubungkan proses pencarian (inquiry) dengan tindakan yang bertanggung jawab
(responsible action). Nilai tersebut terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang
dipimpin siswa, dibawa oleh para alumni dalam kehidupan profesional maupun pengabdian
kepada masyarakat, serta diperkuat oleh komunitas orang tua yang berbagi pengetahuan
dan keahlian untuk memperkaya pembelajaran di luar kelas.

Melalui pendekatan ini, BINUS SCHOOL Simprug memandang pendidikan berdampak bukan
dari besarnya donasi atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari
kemampuannya membentuk individu yang mampu mengubah empati menjadi aksi nyata
serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

Info Daop 2 Bd

Rabu, 12 Agustus 2026

KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

Bandung (Jawa Barat), 12 Agustus 2026 – Menyambut hari kemerdekaan RI ke 81, KAI Daop 2 Bandung menghadirkan berbagai pernak pernik, ornamen dan hiasan bertema kemerdekaan yang dipasang di seluruh stasiun yang ada di Daop 2 Bandung serta gate tematik di 6 stasiun besar .

Pemasangan umbul umbul, bendera, dan pernak pernik lainnya bukan hanya untuk memeriahkan dan mempercantik stasiun, namun juga sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah kita jalani selama 81 tahun ini.

Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa,” sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan menyambut HUT RI ke 81, Daop 2 Bandung mengajak masyarakat ikut merasakan kemeriahan Perayaan Kemerdekaan RI ke 81 pada tahun ini melalui pernak pernik kemerdekaan yang terpasang di seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung”.

Selain pemasangan hiasan dan ornamen kemerdekaan di sejumlah stasiun dan kantor kantor di Daop 2 Bandung, KAI Daop 2 juga menghias 3 kereta api keberangkatan Daop 2 bandung dengan livery kemerdekaan.

“Livery kemerdekaan tersebut kami pasang pada KA, Turangga, Argowilis dan Parahyangan”. ujar Kuswardojo lebih lanjut.

Melalui pemasangan livery kemerdekaan dan ornamen kemerdekaan di seluruh stasiun, Daop 2 Bandung berharap pelanggan keretaapi bisa ikut serta memaknai dan merasakan perayaan kemerdekaan dengan lebih baik dan penuh sukacita.

Daop 2 Bandung juga mengingatkan kepada penggunajasa keretaapi untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku selama melakukan perjalanan menggunakan jasa layanan keretaapi, serta datang lebih awal menuju stasiun keberangkatan guna menghindarkan diri tertinggal perjalanan keretaapi yang diinginkan terutama pada masa libur dan weekend mengingat kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Marclan International Gelar Sales & Marketing Conference 2026 untuk Perkuat Kinerja Semester Kedua

Jakarta, Agustus 2026 – Marclan International kembali menyelenggarakan Marclan International Sales & Marketing Conference 2026 untuk kedua kalinya sebagai bagian dari evaluasi kinerja semester pertama sekaligus persiapan untuk meningkatkan pencapaian pada semester kedua tahun 2026. Mengusung pendekatan yang lebih praktis, konferensi tahun ini tidak hanya menjadi ruang untuk meninjau hasil kerja, tetapi juga mengidentifikasi area yang masih dapat dikembangkan dan membekali tim dengan pengetahuan serta keterampilan yang relevan.

Konferensi ini diikuti oleh Director of Sales, Sales & Marketing Manager, Sales Manager, Revenue, dan Marketing Communications (Marcom) dari lima properti Marclan, yaitu Marianna Resort & Convention Tuktuk – Samosir, Swarga Suites Bali Berawa, Sari Pacific Jakarta, Hotel Des Indes Menteng, dan TMG Hotel Tebet.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini Sales dan Marketing Conference menggunakan format yang berbeda. Marketing Conference diselenggarakan secara online pada 27-28 Juli 2026, sementara Sales Conference tetap dilaksanakan secara langsung pada 3-4 Agustus 2026 di beberapa lokasi Marclan, termasuk TMG Hotel Tebet, Hotel Des Indes, Nishi Izakaya, dan Sari Pacific Jakarta.

Marketing Conference: Mengubah Hasil Evaluasi Menjadi Pengembangan Kompetensi

Evaluasi semester pertama menjadi titik awal dalam menentukan langkah Marclan untuk semester kedua. Setiap fungsi melihat pencapaiannya bukan hanya dari apa yang sudah berhasil, tetapi juga dari peluang yang masih dapat dikembangkan.

Pada sisi Marketing Communications, hasil review menunjukkan bahwa terdapat peluang untuk lebih mengoptimalkan penggunaan TikTok Ads dan Instagram Ads. Dengan semakin pentingnya digital platforms dalam menjangkau dan membangun engagement dengan audiens, kemampuan tim dalam memahami dan memaksimalkan berbagai advertising tools menjadi salah satu area yang perlu terus diperkuat.

Karena itu, Marclan menjadikan kebutuhan tersebut sebagai dasar dalam menentukan materi pengembangan kompetensi pada Marketing Conference tahun ini. Tim Marcom mendapatkan kesempatan untuk memperdalam penggunaan digital advertising melalui sesi bersama TikTok & Meta Ads Specialist, sekaligus meningkatkan kemampuan content creation melalui sesi bersama CapCut Specialist dan Content Specialist.

Pendekatan ini mencerminkan bagaimana Marclan melihat training dan development bukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari proses perbaikan yang berangkat dari kebutuhan dan hasil evaluasi bisnis.

Marketing Conference juga menjadi ruang bagi tim Marcom untuk berbagi hasil, tantangan, dan pembelajaran dari masing-masing properti. Dengan format yang diselenggarakan secara online pada 27-28 Juli 2026, tim marketing dari seluruh properti dapat berkolaborasi, bertukar insight, dan menyelaraskan prioritas untuk semester kedua.

Sales Conference: Mempertahankan Performa dan Membangun Champion Mindset

Sementara itu, evaluasi semester pertama menunjukkan bahwa performa Sales Marclan berada pada arah yang cukup baik dan terus menunjukkan perkembangan. Memasuki semester kedua, fokusnya bukan hanya mempertahankan pencapaian tersebut, tetapi juga membangun konsistensi, disiplin, dan semangat untuk terus meningkatkan performa di tengah tantangan bisnis yang terus berkembang.

Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi Marclan untuk tidak hanya mempertahankan performa yang telah dibangun, tetapi juga mendorong peningkatan yang lebih konsisten pada semester kedua. Fokusnya adalah membangun konsistensi, disiplin, ownership, dan performance-driven mindset agar tim dapat terus berkembang seiring dengan dinamika bisnis hospitality.

Melalui Sales Conference yang berlangsung pada 3-4 Agustus 2026, Marclan memberikan ruang bagi tim Sales untuk melihat pencapaian semester pertama secara lebih menyeluruh, memahami peluang yang masih tersedia, serta menyelaraskan kembali fokus dan semangat kerja untuk periode berikutnya.

Salah satu upaya untuk memperkuat hal tersebut adalah melalui sesi “Achieving the Champion Mindset” yang dipandu oleh Edi Purnomo dari Excellence Plus Indonesia. Sesi ini membantu tim melihat bahwa pencapaian bisnis tidak hanya bergantung pada strategi, tetapi juga pada pola pikir, konsistensi, ketangguhan, dan kemauan untuk terus meningkatkan standar diri.

Bagi Marclan, membangun champion mindset bukan hanya mengenai menjadi yang terbaik dalam hasil, tetapi mengenai memiliki mentalitas untuk terus belajar, menghadapi tantangan, dan mencari cara yang lebih baik untuk mencapai target.

Kolaborasi, Pembelajaran, dan Persiapan Menuju Semester Kedua

Selain evaluasi dan training, Sales Conference juga dirancang untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antar-tim. Rangkaian kegiatan mencakup AI Workshop, Marclan Loyalty Program Briefing, serta berbagai aktivitas team building.

AI Workshop memberikan kesempatan bagi tim untuk mengenal penerapan artificial intelligence yang dapat mendukung aktivitas Sales dan bisnis, sementara kegiatan team building yang dipandu oleh Doddy Setyadi dan tim juga menjadi bagian dari rangkaian konferensi untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan hubungan antar peserta dari berbagai properti.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pesan penutup serta site inspection di Sari Pacific Jakarta, memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung perkembangan dan penawaran dari salah satu properti Marclan International.

Dari Evaluasi Menuju Aksi di Semester Kedua

Lebih dari sekadar agenda tahunan, Marclan International Sales & Marketing Conference 2026 menjadi refleksi atas bagaimana Marclan menjalankan prinsip peningkatan berkelanjutan.

Semester pertama memberikan Marclan International gambaran mengenai apa yang telah berjalan dengan baik dan area yang masih dapat ditingkatkan. Semester kedua menjadi kesempatan untuk menerjemahkan evaluasi tersebut menjadi tindakan yang lebih terarah.

Dengan memperkuat kompetensi digital marketing, mempertahankan momentum positif Sales, mengembangkan penggunaan teknologi seperti AI, serta membangun mindset yang lebih berorientasi pada performa, Marclan International terus mendorong setiap tim untuk tidak hanya mengikuti perkembangan industri, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Pada akhirnya, semangat yang dibangun melalui Sales & Marketing Conference 2026 bukan hanya untuk mencapai target semester kedua, tetapi untuk membangun cara kerja yang lebih baik secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Ide ke Solusi, Enam Inovasi AI Tampil di Demo Day AI Connect Innovation Lab

AI Connect Makassar menggelar Demo Day dengan menampilkan enam inovasi AI, mulai dari layanan publik, pertanian, bisnis, ekspor UMKM, hingga fashion.

Makassar, 6 Agustus 2026 – Setelah melalui rangkaian pengembangan dan pembekalan, enam tim peserta AI Connect Innovation Lab mempresentasikan solusi berbasis kecerdasan buatan yang mereka kembangkan dalam kegiatan “AI Connect Innovation Lab: Showcasing the Future of AI Solutions”, Kamis (6/8).

Bertempat di Telkom AI Center of Excellence Makassar, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk membawa proyek yang telah dikembangkan selama program ke tahap presentasi dan demonstrasi. Tidak hanya menjelaskan ide, setiap tim memaparkan permasalahan yang ingin diselesaikan, solusi yang ditawarkan, demonstrasi produk, hingga potensi implementasi dan model bisnisnya.

Dari rangkaian program tersebut, peserta menghasilkan enam inovasi berbasis AI, yaitu ASPIRA AI, T-Save, AgriVision AI, GrowMate AI, EksporIn, dan Fitcheck AI. Keenam inovasi tersebut mengangkat beragam kebutuhan, mulai dari pelayanan publik, keamanan obat, pertanian, pengembangan bisnis, ekspor UMKM, hingga kebutuhan personal di bidang fashion. Profil dan informasi selengkapnya mengenai keenam proyek tersebut dapat diakses melalui laman AI Connect Innovation Lab.

Berbeda dari sesi pembelajaran sebelumnya yang berfokus pada pengembangan proyek, Demo Day memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan perspektif langsung dari pihak di luar tim pengembang. Setiap presentasi dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan masukan dari dewan juri yang melihat proyek dari sisi teknologi sekaligus pengembangan bisnis. Dua juri yang hadir dalam kegiatan ini adalah Andi Nur Bau Massepe, Co-founder ANBM Venture, serta Khairul Umam, Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar di bawah Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.

Masukan dari kedua juri menjadi bagian dari proses validasi bagi peserta untuk melihat kembali solusi yang telah dibangun. Tidak hanya mengenai apakah teknologi dapat berjalan, peserta juga diajak melihat bagaimana produk tersebut menjawab kebutuhan pengguna, memiliki potensi untuk dikembangkan, serta dapat diterapkan dalam konteks yang lebih nyata.

Business and Community Lead Telkom AI Connect Makassar, Sunarti M.R., mengatakan bahwa AI Connect Innovation Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pengembangan produk yang lebih utuh kepada peserta, dari membangun solusi hingga memahami bagaimana solusi tersebut dapat memberikan nilai bagi pengguna. “Kami ingin peserta tidak berhenti pada tahap membuat produk berbasis AI. Melalui Innovation Lab, mereka belajar melihat permasalahan secara lebih dekat, memahami kebutuhan pengguna, mendapatkan feedback, dan mulai memikirkan bagaimana solusi tersebut dapat dikembangkan serta memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Sunarti.

Rangkaian Demo Day turut diisi dengan sesi pengenalan produk AI Telkom dan keynote session mengenai perkembangan ekosistem AI di Indonesia, khususnya di Makassar. Sesi tersebut memberikan konteks yang lebih luas bagi peserta mengenai perkembangan teknologi AI sekaligus peluang pengembangannya di tingkat lokal.

Bagi peserta, Demo Day menjadi kesempatan untuk melihat kembali proses pengembangan yang telah mereka jalani sekaligus menguji solusi di hadapan pihak eksternal. Mustamin, salah satu pengembang ASPIRA AI mengatakan bahwa proses selama program memberikan perspektif baru dalam mengembangkan produk, terutama dalam menghubungkan aspek teknologi dengan kebutuhan pengguna dan bisnis. “Selama mengikuti program, kami tidak hanya belajar bagaimana membangun solusi AI, tetapi juga bagaimana menjelaskan value dari produk, memahami target pengguna, dan menerima masukan untuk pengembangan selanjutnya. Demo Day menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat apakah solusi yang kami bangun sudah cukup relevan dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi apresiasi dan networking yang mempertemukan peserta dengan mentor, mitra universitas, AI enthusiast, serta stakeholder yang hadir. Enam tim membawa pulang tidak hanya hasil pengembangan selama program, tetapi juga masukan dan perspektif baru yang dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan proyek mereka pada tahap berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Akses Pendidikan Berkualitas dari Industri Pertambangan Dukung Penguatan Talenta Unggul Nasional

JAKARTA — Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah bangsa dalam membangun peradaban masa depan. Namun, hingga kini masih banyak daerah di Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, mulai dari fasilitas pembelajaran, pendampingan akademik, hingga pengembangan potensi diri generasi muda.

Kondisi tersebut menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai kebutuhan yang semakin krusial, guna memastikan generasi penerus bangsa memiliki kemampuan dan daya saing yang memadai untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, MIND ID terus memperkuat investasi sosial di bidang pendidikan melalui program #MINDucation. Berkolaborasi dengan PT TIMAH (Persero) Tbk dan Ruangguru di Pemali Boarding School,l sejakntahun 2024, dan program ini memberikan pendampingan akademik dan pengembangan diri bagi siswa-siswa terpilih dari Bangka Belitung dan sekitarnya.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan bahwa pembangunan masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak pembangunan nasional.

“Melalui program ini, MIND ID terus konsisten mendukung peningkatan akses dan kualitas pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan lebih banyak generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya serta siap menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan,” ujarnya.

Program #MINDucation menghadirkan berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pembelajaran akademik, try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga kegiatan pengembangan karakter seperti mentorship, expo jurusan, kelas inspirasi, dan project challenge.

Dalam kegiatan bertajuk Pass It Forward: One Step Closes, One Step Begins, MIND ID bersama TIMAH dan Ruangguru menggelar wisuda bagi 72 siswa angkatan 2025/2026 sekaligus menyambut 71 siswa angkatan 2026/2027 yang akan mengikuti program pendampingan belajar secara luring.

Program tersebut menunjukkan hasil yang positif. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 31 dari 33 siswa peserta program berhasil diterima di perguruan tinggi negeri pilihan atau setara 94 persen. Sementara itu, dua siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta dan tiga siswa memilih mengambil gap year untuk mempersiapkan studi lanjutan.

Capaian ini akan ikut memperkuat prestasi Pemali Boarding School dalam mencetak generasi unggul yang sejak berdiri hingga 2025 telah meluluskan 922 alumni yang kini berkiprah sebagai guru, dokter, dosen, anggota kepolisian, hingga karyawan BUMN maupun sektor swasta.

Lebih lanjut, Pria menyampaikan MIND ID memastikan program #MINDucation akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung lahirnya talenta-talenta unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.

“Keberhasilan pendidikan hari ini akan menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing bangsa. Karena itu, kami akan terus mendorong terciptanya akses pendidikan yang lebih baik agar semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutup Pria.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

Oleh *Sachin V. Gopalan

Jakarta, 12 Agustus 2026 — Setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026, hubungan Indonesia dan India memasuki momentum baru yang semakin menegaskan eratnya Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Pertemuan PM Modi dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta membahas berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, teknologi digital, energi, kesehatan, hingga kerja sama maritim dan budaya. Momentum tersebut juga memperlihatkan bagaimana kedua negara terus melihat pembangunan nasional dan transformasi ekonomi sebagai bagian penting dari kerja sama jangka panjang.

Dalam konteks itulah, perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 perlu dilihat bukan hanya melalui kebijakan yang menghasilkan dampak langsung, tetapi juga melalui keberanian untuk membangun institusi dan sistem yang manfaatnya mungkin baru terlihat bertahun-tahun kemudian.

Sejarah memiliki kebiasaan yang menarik dalam menulis ulang kesan pertama.

Program-program nasional yang kini kita rayakan sebagai tonggak pembangunan jarang mendapatkan sambutan yang sepenuhnya positif ketika pertama kali dimulai. Lebih sering, program-program tersebut hadir di tengah skeptisisme, oposisi politik, dan sorotan yang tidak henti-hentinya. Surat kabar memberitakan kegagalan-kegagalan awal. Birokrasi kesulitan beradaptasi. Anggaran melampaui perkiraan. Masyarakat mempertanyakan apakah janji yang ditawarkan sepadan dengan gangguan yang ditimbulkan. Bagi mereka yang hidup di tengah proses tersebut, keberhasilan sering kali terlihat masih jauh dan penuh ketidakpastian.

Baru setelah melihatnya dari perspektif sejarah, berbagai inisiatif tersebut kemudian dipandang sebagai titik balik.

Program perumahan publik Singapura merupakan salah satu contohnya. Program tersebut mengubah sebuah negara yang sebelumnya didominasi permukiman padat menjadi negara dengan salah satu sistem perumahan publik paling sukses di dunia. Saat ini, Housing and Development Board Singapura dipandang sebagai salah satu institusi perumahan publik paling berhasil di dunia. Namun pada tahun-tahun awalnya, pembebasan lahan secara wajib, pembangunan kembali kawasan perkotaan secara cepat, serta komitmen finansial yang sangat besar menuai kritik dari pihak-pihak yang mempertanyakan skala dan kecepatan ambisi pemerintah.

India menawarkan contoh lain yang menarik. Program seperti Aadhaar, Unified Payments Interface atau UPI, Goods and Services Tax, Jan Dhan untuk inklusi keuangan, dan Mid-Day Meal Scheme semuanya menghadapi berbagai kekhawatiran, mulai dari kompleksitas administratif dan kegagalan implementasi hingga persoalan biaya dan tata kelola. Saat ini, Aadhaar telah menjadi platform identitas digital terbesar di dunia, UPI menjadi salah satu rujukan global dalam sistem pembayaran instan, dan Digital Public Infrastructure India semakin banyak dipelajari sebagai model pembangunan digital yang inklusif.

Tidak satu pun dari program tersebut berhasil karena semuanya sempurna sejak awal. Mereka berhasil karena pemerintah terus memperbaikinya sembari tetap berkomitmen pada tujuan yang lebih besar.

Pengalaman Indonesia sendiri menunjukkan pola yang serupa. BPJS Kesehatan menghadapi berbagai persoalan operasional dan kekhawatiran terkait pendanaan pada masa awalnya. QRIS mengharuskan bank, pelaku usaha, dan konsumen beradaptasi dengan ekosistem pembayaran baru. Pembangunan jalan tol berskala besar juga sempat memunculkan pertanyaan mengenai biaya dan prioritas. Bahkan desentralisasi setelah Reformasi pernah dipandang sebagai eksperimen yang ambisius dan penuh ketidakpastian.

Kini, tidak banyak yang berpendapat bahwa inisiatif-inisiatif tersebut seharusnya tidak pernah dicoba. Program-program tersebut menjadi bagian dari lanskap kelembagaan Indonesia karena disempurnakan melalui bertahun-tahun implementasi, investasi, dan pembelajaran.

Dengan latar belakang sejarah tersebut, program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto perlu dinilai dalam perspektif yang sama. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, Koperasi Merah Putih, Danantara, serta berbagai inisiatif nasional lainnya merupakan upaya yang sangat ambisius untuk mengubah arah pembangunan Indonesia.

Nutrisi, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi berbasis desa, investasi strategis, industrialisasi, dan infrastruktur bukanlah proyek politik jangka pendek. Semuanya merupakan investasi antargenerasi yang ditujukan untuk memperkuat fondasi Indonesia Emas 2045.

Skala agenda pemecahan masalah ini mudah terlewatkan di tengah perdebatan politik sehari-hari. Buku Problem Solver, yang baru diterbitkan dan ditulis oleh Dirgayuza Setiawan, Muhammad Qodari, dan Agung Gumilar Saputra, mengidentifikasi 108 tantangan nasional yang menurut para penulis telah ditangani selama 18 bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Tantangan tersebut mencakup pangan, energi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan, industrialisasi, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, pertahanan, dan diplomasi.

Setiap kebijakan dapat dan memang seharusnya diperdebatkan. Tidak semua intervensi akan berjalan persis seperti yang direncanakan, dan beberapa di antaranya tentu akan membutuhkan koreksi yang signifikan. Namun jika dilihat secara keseluruhan, berbagai kebijakan tersebut menunjukkan sebuah pemerintahan yang berupaya melakukan intervensi struktural terhadap rentang tantangan nasional yang sangat luas. Ambisi sebesar itu secara alami akan menarik perhatian publik yang sangat besar.

Ketika sebuah program berjalan dalam skala nasional, bahkan kegagalan implementasi yang relatif kecil dapat terlihat sangat jelas. Gangguan logistik di satu wilayah, keterlambatan pengadaan, ketidakkonsistenan pelaksanaan di daerah, atau persoalan tata kelola dapat dengan cepat mendominasi pemberitaan dan membentuk persepsi publik. Dalam lingkungan media digital saat ini, kegagalan pada tahap awal sering mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan jutaan makanan, transaksi, atau layanan yang berhasil diberikan setiap hari.

Hal tersebut seharusnya tidak mengejutkan. Reformasi berskala besar selalu menghadapi kompleksitas dalam mengelola negara dengan lebih dari 280 juta penduduk yang tersebar di ribuan pulau. Tidak ada proyek percontohan yang sepenuhnya mampu mensimulasikan implementasi secara nasional.

Karena itu, ujian kepemimpinan yang sebenarnya bukanlah menghindari setiap tantangan operasional, melainkan bagaimana merespons tantangan tersebut secara cepat, transparan, dan dengan kemauan untuk terus melakukan perbaikan.

Perbedaan ini penting.

Kritik memainkan peran penting dalam demokrasi yang sehat. Pengawasan publik memperkuat institusi, mengidentifikasi kelemahan, dan memastikan pemerintah tetap dapat dimintai pertanggungjawaban. Kritik yang konstruktif karena itu harus diterima, bukan ditolak.

Namun kritik akan memberikan manfaat terbaik bagi bangsa apabila mampu membedakan antara kelemahan dalam implementasi dan kelemahan dalam visi. Memperbaiki pelaksanaan sangat berbeda dengan meninggalkan tujuan secara keseluruhan.

MBG dan Investasi pada Modal Manusia

Pertimbangkan MBG. Hampir tidak ada yang akan menyangkal pentingnya meningkatkan nutrisi anak, mengurangi stunting, dan berinvestasi pada generasi masa depan yang lebih sehat. Nutrisi selama masa kanak-kanak memengaruhi hasil pendidikan, produktivitas tenaga kerja, dan potensi ekonomi dalam jangka panjang. Negara-negara yang sejak dini berinvestasi pada nutrisi anak tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat modal manusia mereka di masa depan.

Indonesia sedang mencoba melakukan hal serupa dalam skala yang luar biasa besar. Karena itu, tantangannya bukan apakah tujuan tersebut layak diperjuangkan, melainkan apakah implementasinya dapat terus diperbaiki seiring dengan perluasan program.

Logistik yang lebih baik, jaminan kualitas yang lebih kuat, pemantauan yang lebih efektif, serta koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah bukanlah argumen untuk menolak MBG. Justru faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah program tersebut berhasil.

Pada saat yang sama, MBG tidak seharusnya hanya dipandang sebagai program kesejahteraan sosial. Dalam skala yang memadai, penyediaan makanan bagi jutaan masyarakat Indonesia dapat menciptakan permintaan di sektor pertanian, susu, peternakan, perikanan, pengolahan makanan, logistik, dan usaha desa.

Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional, sementara pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan produksi susu domestik sebesar 900.000 ton pada 2029 melalui impor bibit ternak dan dukungan investasi.

Jika hubungan antara nutrisi dan produksi domestik tersebut dikelola dengan baik, MBG dapat menciptakan sebuah lingkaran yang saling memperkuat: meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong investasi, lapangan kerja di pedesaan, dan rantai pasok lokal.

Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Inklusif

Prinsip yang sama berlaku bagi Koperasi Merah Putih. Gerakan koperasi di berbagai belahan dunia telah memainkan peran penting dalam membangun ekonomi yang inklusif.

Amul di India mengubah jutaan peternak sapi perah skala kecil menjadi bagian dari salah satu koperasi susu terbesar di dunia. Fonterra di Selandia Baru berkembang menjadi kekuatan besar dalam sektor pertanian global melalui kepemilikan koperasi. Mondragón di Spanyol menunjukkan bahwa perusahaan yang dimiliki pekerja dapat bersaing secara internasional sekaligus mempertahankan akar komunitas yang kuat.

Ambisi Indonesia sangat besar. Pembentukan 83.371 Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan skala tersebut. Hingga April 2026, sebanyak 5.000 gerai telah dibangun, dengan target mencapai 30.000 gerai pada Agustus.

Angka sebesar itu sendiri seharusnya membantu kita memahami tantangan implementasinya. Membangun beberapa ratus koperasi yang berhasil merupakan satu hal. Mencoba membangun institusi ekonomi yang menjangkau puluhan ribu komunitas di seluruh nusantara merupakan hal yang sama sekali berbeda.

Signifikansi Koperasi Merah Putih pada akhirnya mungkin tidak hanya terletak pada jumlah koperasi yang berhasil dibentuk, tetapi pada hambatan ekonomi yang dapat mereka bantu atasi.

Distribusi pupuk menjadi salah satu contoh. Sistem yang sebelumnya diatur oleh 145 regulasi, termasuk 23 Peraturan Pemerintah dan enam Peraturan Presiden, telah disederhanakan menjadi satu Peraturan Presiden yang ditujukan untuk memungkinkan distribusi yang lebih langsung dari Pupuk Indonesia kepada pengecer dan petani.

Hal ini menunjukkan sebuah poin penting mengenai reformasi. Pemerintahan yang berani tidak selalu berarti menciptakan pemerintahan yang lebih besar. Terkadang transformasi justru muncul dari hal sebaliknya: menyederhanakan birokrasi, menghapus regulasi yang menghambat pelaksanaan, memaksa berbagai institusi untuk berkoordinasi, dan akhirnya mengambil keputusan yang selama bertahun-tahun ditunda.

Beberapa indikator awal di sektor pertanian juga patut diperhatikan. Kombinasi kenaikan harga pembelian pemerintah untuk beras, dukungan irigasi, dan reformasi pupuk dikaitkan dengan Indeks Kesejahteraan Petani yang mencapai sekitar 125 pada 2026, yang dalam buku tersebut disebut sebagai level tertinggi dalam 34 tahun.

Cadangan beras pemerintah juga dilaporkan mencapai 5 juta ton pada April 2026, level tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Inilah jenis hasil yang pada akhirnya harus menjadi ukuran keberhasilan program-program ambisius, bukan sekadar pengumuman yang menyertai peluncurannya, tetapi apakah program tersebut secara terukur meningkatkan ketahanan nasional dan kehidupan masyarakat.

Prinsip yang sama juga berlaku di sektor perikanan. Rencana pemerintah untuk menyediakan 4.582 kapal penangkap ikan modern menargetkan produksi sekitar 2,3 juta ton ikan per tahun, dapat melibatkan sekitar 30 galangan kapal dalam negeri, dan berpotensi menciptakan 600.000 lapangan kerja.

Apakah seluruh target tersebut pada akhirnya dapat tercapai masih harus dilihat. Namun inilah tepatnya skala pemikiran yang dimaksud dengan pembangunan bangsa: menyelesaikan persoalan perikanan sekaligus memperkuat industri galangan kapal, lapangan kerja, ketahanan pangan, ekspor, dan perekonomian pesisir.

Danantara dan Perspektif Jangka Panjang

Danantara juga seharusnya dilihat melalui perspektif jangka panjang yang sama.

Hampir setiap lembaga investasi berdaulat yang berhasil, mulai dari Temasek dan GIC di Singapura hingga Khazanah Nasional di Malaysia dan Mubadala di Abu Dhabi, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kerangka tata kelola, kepercayaan publik, dan disiplin investasi.

Tidak ada satu pun yang muncul dalam semalam sebagai institusi yang dihormati secara global. Kredibilitas mereka diperoleh melalui pengelolaan profesional, transparansi, dan kinerja yang konsisten dari waktu ke waktu.

Ambisi Indonesia dalam membangun lembaga investasi berdaulat harus dinilai dengan standar yang sama. Tujuannya bukanlah mencapai kesempurnaan pada tahun pertama, melainkan membangun kematangan institusi secara bertahap melalui tata kelola yang kuat, pengawasan independen, dan akuntabilitas jangka panjang.

Lebih penting lagi, relevansi Danantara pada akhirnya harus diukur bukan hanya dari besarnya aset yang dikelola, tetapi dari apakah aset tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan ekonomi strategis.

Rencana untuk meningkatkan produksi susu domestik dan memodernisasi sektor peternakan menunjukkan potensi peran modal investasi nasional dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.

Perbedaan tersebut penting.

Pembangunan bangsa bukan sekadar tentang mengeluarkan lebih banyak uang. Pembangunan bangsa adalah tentang menyelesaikan masalah.

Terkadang hal tersebut membutuhkan penciptaan sebuah institusi. Terkadang membutuhkan infrastruktur. Terkadang membutuhkan pengerahan modal dalam skala yang sangat besar. Namun terkadang, yang dibutuhkan justru sesuatu yang jauh lebih sederhana: mengubah sebuah regulasi, menghilangkan hambatan, menghubungkan institusi yang sebelumnya bekerja dalam silo, atau memberikan kewenangan kepada seseorang untuk akhirnya mengambil keputusan.

Keberanian untuk Membangun Harus Disertai Keberanian untuk Mengoreksi

Pada akhirnya, percakapan mengenai reformasi tidak seharusnya berpusat pada apakah kebijakan ambisius akan menghadapi kesulitan. Sejarah menunjukkan bahwa hampir semua reformasi besar memang mengalaminya.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pemerintah memiliki disiplin untuk belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan yang lebih besar.

Di sinilah para pendukung program-program ambisius juga harus menerima prinsip yang sama pentingnya: waktu tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan kinerja yang buruk.

Memberikan waktu bagi program transformatif untuk berkembang bukan berarti memberikan kekebalan terhadap pengawasan. Justru sebaliknya. Semakin besar ambisinya dan semakin besar sumber daya publik yang digunakan, semakin tinggi pula tuntutan terhadap transparansi, hasil yang terukur, pengelolaan profesional, dan akuntabilitas.

Karena itu, respons yang tepat terhadap kegagalan implementasi bukanlah kecaman secara refleks maupun pembelaan tanpa pertanyaan. Respons yang tepat adalah koreksi.

Jika sistem keamanan pangan dalam MBG tidak memadai, perkuat. Jika sebuah koperasi dikelola dengan buruk, perbaiki tata kelolanya. Jika sebuah institusi investasi belum memiliki transparansi yang cukup, tuntut transparansi yang lebih besar. Jika birokrasi menghambat petani mendapatkan pupuk, sederhanakan birokrasi tersebut. Jika sebuah kebijakan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, ubah kebijakan tersebut.

Keberanian untuk membangun harus disertai dengan keberanian untuk mengoreksi.

Saat Indonesia bergerak menuju Indonesia Emas 2045, negara ini membutuhkan lebih dari sekadar perbaikan bertahap. Indonesia membutuhkan investasi besar pada sumber daya manusia, institusi yang lebih kuat, infrastruktur modern, kemampuan teknologi, ketahanan pangan dan energi, kapasitas industri, serta inklusi ekonomi.

Transformasi tersebut secara alami membutuhkan keberanian politik karena manfaat terbesarnya sering kali baru dirasakan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, setelah pertama kali dirancang.

Mungkin di situlah letak paradoks pembangunan bangsa.

Para pemimpin yang berpikir paling jauh ke masa depan sering kali menerima kritik paling keras pada masa kini. Program-program mereka dinilai sebelum memiliki waktu yang cukup untuk berkembang, sementara keberhasilannya baru terlihat setelah institusi berevolusi, sistem membaik, dan generasi berikutnya menikmati manfaat dari keputusan yang dibuat bertahun-tahun sebelumnya.

Namun sejarah jarang memberikan penghargaan kepada pemerintah hanya karena mereka mengumumkan gagasan-gagasan ambisius.

Sejarah memberikan penghargaan kepada mereka yang mampu mengubah ambisi menjadi institusi, institusi menjadi pelaksanaan, dan pelaksanaan menjadi peningkatan yang terukur dalam kehidupan masyarakat.

Sejarah juga memberikan penghargaan kepada pemerintah yang tetap berkomitmen terhadap reformasi sulit sambil menerima kritik konstruktif dengan kerendahan hati, memperbaiki kesalahan secara cepat, dan menyempurnakan kebijakan dengan disiplin.

Pada akhirnya, itulah standar yang seharusnya digunakan untuk menilai reformasi ambisius saat ini.

Bukan apakah setiap solusi sudah sempurna ketika pertama kali dimulai. Bukan pula apakah setiap target dapat dicapai secara langsung.

Melainkan apakah Indonesia menjadi lebih kuat karena ada seseorang yang memiliki keberanian untuk menghadapi persoalan-persoalan yang selama ini dianggap terlalu sulit untuk diselesaikan.

Indonesia Emas 2045 tidak akan dibangun melalui program-program yang sempurna. Indonesia Emas 2045 akan dibangun melalui keberanian untuk mengejar gagasan-gagasan ambisius, disiplin untuk mengukur hasilnya, kerendahan hati untuk memperbaiki kelemahannya, dan kesabaran kolektif untuk memahami bahwa pembangunan bangsa tidak diukur melalui siklus pemberitaan politik, melainkan melalui generasi.

*Sachin V. Gopalan adalah Founder dan CEO Indonesia Economic Forum (IEF), sebuah platform yang dikelola oleh PT Chairos International Ventures yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, investor, dan pemikir untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan jangka panjang. Ia menulis mengenai kebijakan ekonomi, transformasi digital, kewirausahaan, serta peran Indonesia yang terus berkembang dalam perekonomian regional dan global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Winds of Wonders Ajak Keluarga Eksplorasi Imajinasi di Hublife

Melalui Winds of Wonders, Hublife menghadirkan rangkaian aktivitas yang mengajak pengunjung untuk bermain, berimajinasi, sekaligus menemukan berbagai pengalaman baru.

Mengisi waktu bersama keluarga kini bisa menjadi pengalaman yang lebih seru melalui aktivitas yang menggabungkan permainan, kreativitas, dan eksplorasi. Melalui Winds of Wonders, Hublife menghadirkan rangkaian aktivitas yang mengajak pengunjung untuk bermain, berimajinasi, sekaligus menemukan berbagai pengalaman baru. Mengusung tema “Celebrating Wonders, Shaping Tomorrow”, rangkaian ini hadir mulai 6 Agustus hingga 6 September 2026.

Eksplorasi Imajinasi Lewat Beragam Aktivitas

Keseruan untuk si kecil hadir melalui Little Star Stage, area yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas melalui berbagai aktivitas menarik. Mulai dari robotics, coloring, painting, hingga pinwheel making, setiap kegiatan dirancang untuk mengajak anak belajar sambil bermain dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan imajinasi dengan cara yang menyenangkan.

Tidak hanya itu, Little Maker Zone juga menghadirkan berbagai school activities dan competition yang dapat menjadi pengalaman seru bagi anak-anak. Area ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi, mencoba hal baru, sekaligus mengasah kreativitas dan rasa percaya diri melalui aktivitas bersama.

Sementara bagi pengunjung yang ingin menemukan berbagai pilihan untuk melengkapi momen dining dan berkumpul di rumah, Table Top Market menghadirkan kurasi dining, table top dan accent decor, hingga berbagai pilihan food-related lifestyle. Kehadiran area ini melengkapi pengalaman Winds of Wonders dengan pilihan yang tidak hanya menarik, tetapi juga dekat dengan keseharian dan gaya hidup pengunjung.

Belanja Seru, Kesempatan Menang Hadiah

Pengalaman berkunjung ke Hublife semakin lengkap dengan program Spin and Win!. Pengunjung bisa mendapatkan satu kali kesempatan spin dengan minimum transaksi Rp170.000 di tenant yang berpartisipasi dan berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik. Khusus transaksi di Ranch Market, minimum transaksi yang berlaku adalah Rp810.000, dengan maksimal dua struk gabungan dan program berlaku untuk 500 pelanggan pertama. Syarat dan ketentuan berlaku.

Melalui Winds of Wonders, Hublife menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi keluarga untuk bermain, berkreasi, dan menghabiskan waktu bersama. Mulai dari aktivitas kreatif untuk si kecil hingga pilihan lifestyle dan program belanja yang memberikan kejutan, setiap kunjungan dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Dengan rangkaian aktivitas tersebut, Hublife terus menghadirkan program yang relevan untuk berbagai kebutuhan pengunjung, sekaligus menciptakan ruang yang mendorong kreativitas, kebersamaan, dan quality time bersama keluarga.

Nikmati keseruan Winds of Wonders dan temukan berbagai pengalaman penuh keajaiban, kreativitas, dan keseruan bersama keluarga di Hublife.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal

Tambak Indonesia merdeka dari produk impor: FisTx hadirkan Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver buatan lokal untuk petambak Indonesia.

Yogyakarta, Agustus 2026 — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, terus memperluas lini produk yang dirancang dan diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sebagai bagian dari seruan Tambak Merdeka dari Produk Impor dalam gerakan #Merdeka Bersama FisTx dalam rangka memeriahkan HUT NKRI ke 81 Tahun. Tiga produk yang menjadi sorotan dalam sub-campaign ini adalah Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver.

Selama ini, sebagian kebutuhan alat uji kualitas air maupun bahan desinfeksi tambak di Indonesia masih bergantung pada produk impor, yang umumnya datang dengan harga lebih tinggi dan waktu tunggu distribusi yang lebih lama, terutama bagi petambak di wilayah yang jauh dari pusat distribusi. FisTx menjawab kebutuhan itu dengan mengembangkan dan memproduksi alternatif lokal yang dirancang khusus untuk kondisi perairan tambak di Indonesia.

Sekilas tentang ketiga produk:

– Nawasena Test Kit adalah alat uji kualitas air yang dapat digunakan langsung di tepi kolam untuk mendeteksi parameter seperti amonia, nitrit, total alkalinitas, dan kadar oksigen terlarut secara realtime, tanpa perlu mengirim sampel ke laboratorium eksternal. Salah fitur menarik dari Nawasena Test Kit, dilengkapi dengan fitur Smart Virtual Assistant selama 7*24 Jam Non Stop. Fitur ini gratis untuk setiap customer yang sudah melakukan pembelian Nawasena test kit. Fitur Smart Virtual Assistant memastikan pengguna mendapatkan panduan instan kapan saja tanpa kendala waktu.

– Nano Disinfektan adalah larutan disinfektan berbasis ion tembaga dengan kandungan 150.000 ppm yang bekerja menekan populasi patogen penyebab penyakit pada air budidaya, digunakan sebagai bagian dari rutinitas sterilisasi air tambak. Dosis pencegahan Nano Disinfektan (nano copper) FisTx adalah 0,05 ppm setiap 7–14 hari, dan dosis pengobatan 0,1 ppm setiap 3 hari hingga mortalitas menurun signifikan, disesuaikan dengan volume air kolam aktual.

– Nano Silver adalah produk desinfektan berbasis ion perak dengan kandungan Mulai Dari 1.000 ppm s/d 10.000 ppm ion nano silver yang bekerja melengkapi perlindungan terhadap patogen memiliki pH netral (8) dan dirancang khusus untuk dicampur pakan dengan dosis pencegahan 0,05 ppt, sehingga aman dikonsumsi udang secara rutin tanpa mengganggu proses hidupnya.

Ketiganya dikembangkan melalui riset internal FisTx dan diproduksi di fasilitas dalam negeri.

Rico Wisnu Wibisono, Founder dan CEO FisTx, mengatakan pengembangan produk lokal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kemandirian teknologi akuakultur nasional. “Petambak Indonesia berhak mendapatkan teknologi yang dirancang khusus untuk kondisi perairan Indonesia, dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang lebih cepat, tanpa harus bergantung pada produk dari luar negeri,” kata Rico. 

Di Kulon Progo, seorang petambak binaan FisTx sempat mengalami lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 budidaya (DOC 30). Setelah rutin menerapkan Nano Disinfektan, kondisi kolam berangsur pulih. “Alhamdulillah sudah membaik, yang bermasalah kemarin kolam 8 dan kolam 6, sudah mau makan dan kematian menurun,” tulis petambak tersebut kepada tim FisTx. Tambak ini akhirnya berhasil dipanen tuntas pada DOC 120 dengan size 28, total hasil panen 9,5 ton dari tiga kolam.

Berdasarkan data internal perusahaan, adopsi teknologi FisTx secara keseluruhan selama lebih dari lima tahun terakhir berkontribusi pada peningkatan success rate budidaya hingga 83,6%, dan penurunan biaya produksi hingga 27%. FisTx tercatat telah menjangkau lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya di 25 provinsi di Indonesia.

Seruan Tambak Merdeka dari Produk Impor merupakan salah satu tema dan seruan dalam “Merdeka Bersama FisTx”, yang secara keseluruhan menyasar lima masalah klasik budidaya, mulai dari sterilisasi air, penyakit, efisiensi pakan, kualitas air, hingga ketergantungan produk impor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ERP Odoo Membantu Distributor Mengelola Multi Gudang Secara Terpusat

Odoo ERP membantu distributor mengelola stok dan operasional multi gudang secara terpusat dalam satu sistem. Data persediaan lebih mudah dipantau sehingga proses distribusi menjadi lebih cepat dan terkontrol.

Sistem mencatat stok tersedia, tetapi barangnya tidak ditemukan di gudang cabang. Situasi ini akrab bagi distributor yang mengelola lebih dari dua lokasi. Pengiriman tertunda, pelanggan menunggu, dan tim gudang saling menyalahkan. Persoalan inilah yang membuat topik ERP Odoo Membantu Distributor semakin sering dibahas.

Kerugiannya tidak selalu terlihat dalam laporan bulanan. Stok menumpuk di satu gudang, sementara gudang lain kehabisan barang sama. Pembelian baru pun dilakukan padahal barangnya sudah ada di kota sebelah. Biaya penyimpanan naik, sedangkan perputaran persediaan justru melambat.

Akar masalahnya bukan kurang gudang, melainkan data yang tidak menyatu. Setiap lokasi perlu tercatat dalam satu basis data yang sama. Karena itu, pendampingan Konsultan Odoo sejak tahap pemetaan lokasi sangat berpengaruh. Struktur gudang yang keliru sejak awal akan sulit diperbaiki setelah berjalan.

Ketika Stok Tercatat Ada tetapi Barang Tidak Ditemukan

Kebutuhan distribusi nasional memang sedang tumbuh. Badan Pusat Statistik mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen pada triwulan I-2026. Pertumbuhan itu menuntut kesiapan pencatatan di setiap titik penyimpanan. Tanpa itu, penambahan gudang justru menambah titik buta.

Gejala yang Muncul di Gudang Cabang

Beberapa tanda berikut biasanya terasa lebih dulu:

● Barang dikirim antar gudang, tetapi tidak tercatat sampai fisik tiba.

● Stok opname tahunan memaksa operasional berhenti selama beberapa hari.

● Setiap cabang memakai kode barang berbeda untuk produk yang sama.

● Laporan stok gabungan baru tersedia setelah rekap manual antar cabang.

Tanda semacam itu sering dianggap risiko biasa dalam distribusi. Padahal, selisih catatan membuat harga jual dan janji pengiriman ikut meleset.

Cara ERP Odoo Membantu Distributor Menyatukan Data Antar Gudang

Sentralisasi dimulai dari struktur lokasi, bukan dari tampilan dashboard. Satu perusahaan bisa memiliki banyak gudang dengan hierarki lokasi di dalamnya. Setiap zona, rak, dan area karantina layak diberi kode tersendiri. Kedalaman struktur inilah yang membuat ERP Odoo Membantu Distributor menekan selisih stok.

Lokasi Transit untuk Barang dalam Perjalanan

Pengiriman antar gudang sering memakan waktu dua sampai tiga hari. Tanpa lokasi transit, barang seolah menghilang selama masa perjalanan. Pencatatan transit membuat stok tetap terlihat sebelum diterima gudang tujuan. Pendekatan ini juga memperjelas tanggung jawab bila barang rusak di jalan.

Aturan Pengisian Ulang yang Berbeda di Tiap Gudang

Kesalahan klasik distributor adalah menetapkan stok minimum secara nasional. Padahal, pola permintaan gudang Surabaya jelas berbeda dengan gudang Medan. Aturan pengisian ulang sebaiknya disetel per lokasi, bukan per perusahaan. Di titik ini, ERP Odoo Membantu Distributor menjaga stok tetap proporsional.

Rute Pasokan Antar Gudang

Gudang cabang bisa disetel memesan ke gudang pusat, bukan ke pemasok. Skema ini menekan biaya kirim karena pembelian dikonsolidasi di satu titik. Sistem ERP Odoo juga mencatat nilai persediaan terpisah untuk tiap gudang. Dengan begitu, kontribusi laba setiap cabang dapat dinilai lebih adil.

Menandai Stok yang Lambat Bergerak

Laporan umur persediaan per gudang membantu menemukan barang yang mengendap. Stok lambat bergerak bisa dipindahkan ke cabang dengan permintaan lebih tinggi. Langkah kecil ini kerap menghemat biaya lebih besar daripada menambah rak baru.

Urutan Penataan Sebelum ERP Odoo Membantu Distributor Bekerja Optimal

Penataan biasanya berjalan efektif bila mengikuti urutan berikut:

1. Penyeragaman kode barang dan satuan ukur di seluruh cabang.

2. Pemetaan struktur gudang beserta zona penyimpanan dan area transit.

3. Penetapan aturan pasokan serta batas stok minimum tiap lokasi.

4. Pendampingan go-live disertai penghitungan siklus pada bulan pertama.

Urutan ini sebaiknya tidak dipangkas. Kode barang yang belum seragam akan merusak seluruh laporan gabungan.

Bagian yang Sering Terlewat

Penghitungan stok bergilir jauh lebih berguna daripada stok opname tahunan. Tiga hal berikut sebaiknya disiapkan sebelum sistem dijalankan penuh:

● Jadwal penghitungan bergilir per zona agar operasional tetap berjalan.

● Metode pengeluaran barang, misalnya kedaluwarsa terdekat keluar lebih dulu.

● Wewenang persetujuan untuk penyesuaian stok di setiap cabang.

Konsultan Odoo berpengalaman biasanya meminta ketiganya beres sebelum go-live. Persiapan itu memperkecil peluang selisih muncul kembali setelah sistem berjalan.

Menjadikan Data Gudang sebagai Dasar Keputusan Harian

Intinya sederhana: banyak gudang bukan masalah, data terpisah baru masalah. Satu sumber data membuat pembelian, pengiriman, dan penagihan berpijak pada angka sama. Manfaat ERP Odoo Membantu Distributor terasa saat keputusan tidak lagi menunggu rekap. Hasilnya bertahap dan sangat bergantung pada disiplin pencatatan di lapangan.

i2C Studio sebagai partner Odoo resmi mendampingi penataan gudang sampai tahap go-live. Pendekatannya menyesuaikan sistem ERP Odoo dengan alur kerja distribusi yang sudah berjalan. Diskusi awal membantu memetakan kesiapan data sebelum investasi dilakukan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Pelaku Distribusi

1. Berapa jumlah gudang yang bisa dikelola dalam satu sistem?
Tidak ada batas teknis khusus, selama struktur lokasi dan hak akses disusun rapi.

2. Apakah stok opname tahunan masih diperlukan?

Masih, tetapi bebannya jauh lebih ringan bila penghitungan bergilir berjalan rutin.

3. Bisakah tiap cabang hanya melihat stok gudangnya sendiri?

Bisa, karena hak akses dapat dibatasi per gudang sesuai peran penggunanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES