Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

WhatsApp kini menjadi salah satu saluran komunikasi utama yang digunakan banyak bisnis, baik untuk memberikan layanan kepada pelanggan maupun mendorong penjualan. Namun, agar penggunaannya lebih maksimal, perusahaan perlu memilih vendor WhatsApp API Indonesia yang terpercaya dan mampu mendukung kebutuhan operasional secara menyeluruh.

Vendor yang tepat tidak hanya menyediakan akses ke WhatsApp Business API, tetapi juga menawarkan fitur, integrasi, serta layanan implementasi yang dapat membantu bisnis berkembang secara berkelanjutan.

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Vendor WhatsApp API Indonesia?

Memilih vendor WhatsApp API tidak boleh hanya mempertimbangkan harga. Bisnis juga perlu memastikan bahwa vendor memiliki pengalaman, dukungan teknis, serta kemampuan integrasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Beberapa aspek yang layak menjadi pertimbangan antara lain status sebagai Mitra Resmi Meta, kelengkapan fitur, kemudahan integrasi dengan sistem yang sudah digunakan, hingga kualitas layanan implementasi dan pendampingan setelah solusi digunakan.

Bagaimana WhatsApp Business API Membantu Bisnis Berkembang?

WhatsApp Business API membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan secara lebih profesional melalui otomatisasi, kolaborasi tim, dan integrasi dengan berbagai sistem bisnis. Dengan solusi yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Manfaat WhatsApp Business API bagi bisnis meliputi:

● Otomatisasi percakapan untuk mempercepat respons pelanggan.

● Dukungan multi-agent dalam satu nomor WhatsApp.

● Integrasi otomatis dengan CRM.

● Terhubung dengan AI Agent untuk otomatisasi layanan pelanggan.

● Terintegrasi dengan Omnichannel Chat dan Call Center.

● Dashboard dan analitik untuk memantau performa komunikasi.

Mengapa Memilih Barantum untuk WhatsApp Business API?

Sebagai Mitra Resmi Meta, Barantum menyediakan solusi WhatsApp Business API yang telah terintegrasi dengan CRM, AI Agent, Omnichannel Chat, dan Call Center. Solusi ini membantu bisnis mengelola seluruh interaksi pelanggan dalam satu platform yang lebih efisien.

Keunggulan Barantum meliputi:

Mitra Resmi Meta untuk WhatsApp Business API.

Fitur lengkap yang mendukung penjualan dan layanan pelanggan.

Integrasi otomatis dengan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan Call Center.

Demo online terjadwal setiap Selasa dan Kamis.

Tersedia sesi demo offline langsung ke kantor perusahaan (area Jabodetabek).

Free trial untuk membantu bisnis mengevaluasi solusi sebelum implementasi.

Implementasi cepat dalam 3-7 hari kerja dengan dukungan tim lokal yang responsif.

Selain menghadirkan solusi yang terintegrasi, Barantum juga menyediakan berbagai opsi demonstrasi agar bisnis dapat mengevaluasi fitur dan alur kerja sebelum berinvestasi. Dengan demikian, perusahaan dapat memilih solusi WhatsApp Business API yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi

Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Berlandaskan keyakinan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari dukungan masyarakat di sekitarnya, Pelindo Multi Terminal berkolaborasi dengan Pelindo Regional 1 menghadirkan berbagai program yang berfokus pada penguatan pilar pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan peluang kerja dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali diimplementasikan melalui peluncuran Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi Barista dan Pengolahan Hasil Laut yang diikuti oleh 32 orang dari enam kelurahan di Kecamatan Medan Belawan. Program dibuka di Grha Pelindo, Medan, pada Senin (6/7), sebelum peserta mengikuti rangkaian pelatihan vokasi, magang, dan pendampingan yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan sebagai mitra pelatihan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana dan fasilitator pendampingan.

Dalam sambutannya, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mempersiapkan peserta agar mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Pelatihan ini bukan sekadar datang, mengikuti kelas, lalu memperoleh sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Kami berharap program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang siap bersaing sekaligus mendorong lahirnya UMKM yang memiliki daya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat Belawan,” ujar Zulhendri.

Perwakilan Baitulmaal Muamalat sekaligus Pembimbing Teknis Program, Rizky Ardani Situmorang, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara bertahap agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pelatihan, tetapi juga pengalaman praktik serta pendampingan yang berkelanjutan sehingga kompetensi yang dimiliki dapat diterapkan secara nyata.

“Pelatihan ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program yang telah disusun. Setelah mengikuti pelatihan di BBPVP Medan, peserta akan melanjutkan proses magang dan pendampingan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” jelas Rizky.

Program vokasi terdiri atas dua bidang pelatihan, yaitu barista dan pengolahan hasil laut, yang masing-masing diikuti oleh 16 peserta. Pelatihan akan dilaksanakan di BBPVP Medan mulai 13 Juli 2026 dengan durasi 18 hari untuk kelas barista dan lima hari untuk kelas pengolahan hasil laut. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti proses magang serta pendampingan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kemandirian usaha.

Sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan program, kegiatan pembukaan ditutup dengan penandatanganan surat pernyataan komitmen oleh seluruh penerima manfaat sebagai langkah awal mengikuti rangkaian rangkaian program hingga selesai.

Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan, mengapresiasi inisiatif Pelindo yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda Belawan, untuk meningkatkan kompetensi dan membangun masa depan yang lebih baik melalui keterampilan vokasi.

“Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Mari bersama-sama menunjukkan bahwa masyarakat Belawan memiliki semangat, kompetensi, dan kemampuan untuk berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Robby.

Melalui program TJSL yang berfokus pada pilar pendidikan dan pengembangan masyarakat, Pelindo terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, lembaga pelatihan, dan mitra pelaksana, perusahaan berharap program ini dapat melahirkan sumber daya manusia yang lebih kompeten dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bisnis Ramai Belum Tentu Untung, Ini Penyebabnya

Bisnis yang ramai belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar. Tidak sedikit pelaku usaha yang mencatat penjualan tinggi setiap hari, tetapi tetap kesulitan mengetahui ke mana uang bisnisnya pergi.

Penyebabnya sering kali bukan karena omzet kurang, melainkan pengelolaan keuangan yang belum tertata. Uang hasil penjualan bercampur dengan kebutuhan pribadi, transaksi sulit dipantau, hingga arus kas yang tidak tercatat dengan baik.

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa membuat pemilik usaha kesulitan mengambil keputusan, meski bisnis terlihat terus berjalan.

Kenapa Bisnis Ramai Tapi Keuntungan Terasa Tipis?

Ada beberapa penyebab yang cukup sering dialami pelaku usaha.

1. Uang Pribadi dan Uang Usaha Masih Bercampur

Banyak pelaku usaha menggunakan satu rekening untuk semua kebutuhan.

Hasil penjualan masuk ke rekening yang sama dengan gaji, belanja rumah tangga, hingga pembayaran tagihan pribadi.

Akibatnya, keuntungan usaha menjadi sulit dihitung karena arus kas tidak terpisah dengan jelas.

2. Pengeluaran Kecil Tidak Pernah Dicatat

Biaya parkir, ongkos kirim, pembelian bahan baku, atau kebutuhan operasional harian sering dianggap sepele.

Padahal, jika diakumulasikan selama satu bulan, jumlahnya bisa cukup besar dan memengaruhi keuntungan usaha.

3. Sulit Memantau Arus Kas

Omzet yang tinggi belum tentu mencerminkan kondisi keuangan bisnis.

Pemilik usaha tetap perlu mengetahui berapa uang yang masuk, berapa yang keluar, dan berapa keuntungan yang benar-benar diperoleh.

Pencatatan yang rapi membantu proses evaluasi sekaligus mempermudah perencanaan bisnis ke depan.

4. Pembayaran dari Pelanggan Tidak Tercatat dengan Baik

Saat menerima pembayaran dari berbagai metode, proses rekonsiliasi bisa menjadi lebih rumit jika seluruh transaksi masih dilakukan secara manual.

Kondisi ini membuat pelaku usaha membutuhkan waktu lebih lama untuk mencocokkan transaksi harian.

Kenapa Rekening Usaha Penting?

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis.

Rekening usaha membantu pelaku usaha memantau arus kas dengan lebih rapi karena seluruh transaksi bisnis tercatat dalam satu tempat.

Manfaat lain yang bisa dirasakan antara lain:

– Memudahkan memantau pemasukan dan pengeluaran usaha.

– Membantu proses pencatatan keuangan.

– Memisahkan dana operasional dan kebutuhan pribadi.

– Mempermudah evaluasi kondisi bisnis.

Kebiasaan sederhana ini sering menjadi langkah awal membangun pengelolaan usaha yang lebih teratur.

Kapan Sebaiknya Buka Rekening Atas Nama Usaha?

Banyak orang mengira buka rekening atas nama usaha baru diperlukan ketika bisnis sudah besar.

Padahal, rekening usaha sudah bisa dipertimbangkan sejak bisnis mulai memiliki transaksi rutin, baik usaha kuliner, toko online, jasa, maupun UMKM lainnya.

Semakin cepat keuangan dipisahkan, semakin mudah memantau perkembangan bisnis dari waktu ke waktu.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Praktis dengan Neo Bisnis

Kalau ingin memisahkan keuangan usaha dari rekening pribadi, Neo Bisnis dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya:

– Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis

– Bunga tabungan kompetitif*

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah

Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB

Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis.

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Bank Raya Kembali Raih Penghargaan, dalam Inovasi Layanan Digital yang Memahami Kebutuhan Masyarakat

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital. Bank Raya meraih penghargaan dari Infobank untuk dua kategori, yaitu Best Digital Bank in Service Excellence dan Best Digital Bank in Excellence Opening Account via Mobile. Di samping itu, Bank Raya juga dianugerahi Top Bank 2026 pada kategori KBMI 1 dalam ajang 7th Indonesia Top Bank Awards 2026 oleh The Iconomics.

Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai  bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital. Bank Raya meraih penghargaan dari Infobank untuk dua kategori, yaitu Best Digital Bank in Service Excellence dan Best Digital Bank in Excellence Opening Account via Mobile. Di samping itu, Bank Raya juga dianugerahi Top Bank 2026 pada kategori KBMI 1 dalam ajang 7th Indonesia Top Bank Awards 2026 oleh The Iconomics. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi Bank Raya dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang unggul dan relevan bagi nasabah serta menjaga performa kinerjanya.

Ajeng Putri Hapsari, Corporate Secretary Bank Raya mengatakan, “Sebagai bank digital, kami selalu mengedepankan inovasi berbasis data dan pengalaman nasabah untuk menghadirkan layanan-layanan yang memberikan pengalaman yang bermakna dengan memahami aspirasi, kebutuhan, dan menyediakan layanan yang dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah.”

Beberapa indikator kunci yang dijadikan penilaian Infobank adalah bahwa Bank Raya memiliki keunggulan dalam menghadirkan pengalaman layanan terbaik bagi nasabah melalui penilaian berbasis riset serta analisis menyeluruh terhadap capaian kinerja dan publikasi media, baik digital maupun konvensional. Di sisi lain, Top Bank 2026 yang diinisiasi oleh Iconomics menilai berdasarkan kinerja keuangan bank. Komitmen Bank Raya untuk bertransformasi penuh menjadi bank digital ditunjukkan melalui kinerja yang on track, yang tercermin pada Kuartal I/2026, Bank Raya mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar serta pertumbuhan simpanan atau Digital Saving yang meningkat signifikan sebesar 63,9% (yoy) menjadi Rp2,30 triliun, yang didukung oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 7,5% (yoy) mencapai Rp308,35 miliar.

Untuk menghadirkan pengalaman bertransaksi perbankan yang menyenangkan, Bank Raya juga terus berinovasi di Aplikasi Raya dengan meluncurkan fitur terbaru, yaitu Raya Active yang memungkinkan nasabah menabung otomatis dengan menghitung jumlah langkah, jarak tempuh, atau kalori dan menghubungkannya  dengan target menabung.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat transformasi digital dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Bank Raya akan terus berinovasi, memperluas ekosistem digital, serta meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan pengalaman perbankan yang lebih mudah, aman, dan bernilai tambah bagi seluruh nasabah,” ujar Ajeng.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Lokakarya “Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Bagi Para Petani di Kawasan Candi Cetho” berhasil diselenggarakan pada 19–20 Juni 2026 di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta memperkuat kembali nilai-nilai eco-teologi Jawa Kuno yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat agraris lereng Gunung Lawu.

Lokakarya dilaksanakan melalui penyampaian materi, Focused Group Discussion (FGD), observasi lapangan, praktik budaya, serta pemetaan ruang-ruang sakral yang berkaitan dengan sistem pertanian tradisional. Sebanyak 30 petani dari kawasan Candi Cetho terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan dan membagikan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu temuan utama dari lokakarya ini adalah bahwa masyarakat Dusun Cetho masih mempertahankan berbagai ritual agraris yang menjadi bagian dari sistem eco-teologi Jawa Kuno. Ritual seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, hingga Limolasan masih dijalankan sebagai bentuk penghormatan kepada tanah, air, tanaman pertanian, gunung, leluhur, serta kekuatan ilahi yang dipercaya menjaga keseimbangan alam.

Diskusi bersama para petani juga mengungkap bahwa setiap sesaji yang digunakan dalam ritual memiliki makna filosofis yang mendalam. Cok Bakal, Panggang Ayam Jawa, bundel dedaunan, dan sesaji lainnya bukan dipahami sebagai simbol seremonial semata, melainkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, Dewata, Danyang, Mbok Dewi Pratima dan leluhur sekaligus pengingat akan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan alam.

Selain mendokumentasikan ritual, tim lokakarya juga melakukan pemetaan lanskap budaya Dusun Cetho. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan Candi Cetho masih mempertahankan struktur ruang sakral yang utuh, meliputi kawasan candi sebagai pusat spiritual, petirtaan sebagai sumber penyucian dan kehidupan, lahan pertanian sebagai ruang penghidupan, permukiman sebagai ruang sosial budaya, serta makam leluhur sebagai penghubung antargenerasi. Keseluruhan unsur tersebut membentuk sistem kosmologi yang mencerminkan kesinambungan nilai-nilai Jawa Kuno dan praktik eco-teologi yang masih hidup hingga saat ini.

Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Cetho sesungguhnya bukan sedang menghidupkan kembali peradaban Jawa Kuno, melainkan masih menjalaninya hingga hari ini. Berbagai ritual, tata ruang sakral, penghormatan kepada alam, serta sistem pengetahuan tradisional yang tetap diwariskan menjadikan Dusun Cetho sebagai salah satu komunitas warisan budaya hidup (living heritage) yang sangat penting di Pulau Jawa.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno yang telah berhasil menggali kembali pengetahuan, tradisi, dan identitas Kampung Jawa Kuno di kawasan Candi Cetho. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Dusun Cetho menyimpan potensi luar biasa sebagai warisan budaya hidup yang perlu dijaga bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, baik dalam upaya pelestarian tradisi, revitalisasi Kampung Jawa Kuno, maupun pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya, pendidikan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Inilah salah satu langkah yang dibutuhkan Kabupaten Karanganyar untuk memperkuat identitas budayanya sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.” — Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar

Di sisi lain, lokakarya juga mengidentifikasi adanya tantangan berupa pergeseran sebagian praktik budaya akibat proses adaptasi dan akulturasi dengan tradisi lain. Perubahan tersebut terlihat pada penggunaan istilah keagamaan hingga busana pemimpin upacara keagamaan. Oleh karena itu, peserta lokakarya memandang bahwa penguatan identitas budaya Jawa Kuno menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan lokal yang telah diwariskan sejak masa akhir Majapahit.

Berdasarkan hasil lokakarya, peserta merekomendasikan agar Dusun Cetho dikembangkan sebagai pusat studi Eco-Teologi Jawa Kuno di Jawa Tengah sekaligus menjadi Cetho Living Museum, yaitu museum hidup yang menghadirkan pengalaman langsung mengenai hubungan antara budaya, spiritualitas, pertanian, dan lingkungan melalui praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat. Konsep ini diharapkan menjadi ruang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, berbagai ritual agraris yang masih hidup, seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, dan Limolasan, dinilai memiliki potensi untuk ditata bersama masyarakat sebagai bagian dari kalender budaya Kabupaten Karanganyar. Dengan tetap menjaga nilai kesakralannya, ritual-ritual tersebut dapat berkembang menjadi agenda cultural tourism dan ecotourism berbasis masyarakat yang memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Lokakarya ini diprakarsai oleh Cilik Tripamungkas, pemerhati budaya Jawa Kuno, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber Wasi Putu Sari Galung, pemuka agama Siwa Jawa Kuno, serta I Nyoman Subrata, Jero Bandesa Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali, yang membagikan pengalaman mengenai pelestarian sembilan ritual adat pertanian yang hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat adat di desanya. Pertemuan antara tradisi Jawa dan Bali ini menjadi ruang dialog untuk saling berbagi pengetahuan mengenai pelestarian warisan budaya agraris Nusantara sekaligus memperkaya perspektif dalam upaya revitalisasi eco-teologi Jawa Kuno.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, penguatan pengetahuan tradisional, serta revitalisasi nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk menegaskan bahwa pengetahuan ekologis masyarakat Jawa Kuno bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan sebuah sistem pengetahuan yang masih hidup dan tetap relevan dalam menjawab tantangan pelestarian lingkungan, ketahanan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Pengalaman masyarakat Dusun Cetho menunjukkan bahwa harmoni antara manusia, alam, leluhur, dan Yang Ilahi bukan hanya dapat dipelajari dari naskah maupun tinggalan arkeologi, tetapi masih dapat disaksikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari warisan budaya hidup Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus melaksanakan program rutin peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui perbaikan geometri di sejumlah perlintasan sebidang. Sepanjang Tahun 2026, KAI Daop 2 Bandung menargetkan penyelesaian perbaikan pada 47 titik geometri perlintasan, dengan 27 titik di antaranya telah selesai dikerjakan hingga awal Juli 2026.

Salah satu pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung berada di petak jalan antara Stasiun Bandung – Kiaracondong, tepatnya di Perlintasan Sebidang JPL Nomor 163B Jalan Sumatera, Kota Bandung. Pekerjaan dimulai sejak malam hari pada 1 Juli 2026 (kemarin) dan ditargetkan selesai pada 7 Juli 2026, dengan tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa perbaikan geometri merupakan pekerjaan teknis yang bertujuan menjaga kondisi jalur rel dan perlintasan agar tetap memenuhi standar keselamatan operasional.

“Perbaikan geometri merupakan bagian dari program rutin KAI untuk menjaga keandalan prasarana perkeretaapian. Pada pekerjaan di Jalan Sumatera, proses diawali dengan pembongkaran jalur dan lapisan aspal, dilanjutkan pemadatan konstruksi yang membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari sebelum dilakukan pengaspalan kembali. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan tidak terkendala cuaca, pekerjaan di lokasi tersebut ditargetkan selesai pada 7 Juli 2026,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, selama bulan Juli ini, Jalan Sumatera menjadi salah satu fokus pekerjaan di wilayah Kota Bandung setelah sebelumnya KAI menyelesaikan perbaikan geometri di sejumlah lokasi seperti di Jalan Laswi, Jalan Sunda, dan Jalan di Cikudapateuh.

Selain di Kota Bandung, pekerjaan serupa juga dilakukan secara bersamaan di wilayah lainnya, di antaranya dua titik di Purwakarta serta tiga titik pada lintas Ciamis hingga Banjar. Seluruh pekerjaan tersebut dilakukan secara simultan agar target penyelesaian 47 titik hingga akhir tahun dapat tercapai.

Menurut Kuswardojo, perbaikan geometri memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang.

“Geometri perlintasan harus selalu dijaga dalam kondisi baik. Apabila tidak dilakukan perbaikan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, program ini menjadi salah satu prioritas dalam pemeliharaan prasarana yang kami lakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Daop 2 Bandung,” jelasnya.

Selama proses pekerjaan berlangsung, akan ada penerapan pengaturan lalu lintas bersama instansi terkait guna meminimalkan dampak terhadap pengguna jalan. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung. Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa pekerjaan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang. Dukungan dan pengertian masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, dan selamat,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pemeliharaan prasarana secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional perjalanan kereta api, sehingga layanan kepada pelanggan dapat terus berjalan dengan optimal.

About Daop 2 Bandung

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan penyedia jasa layanan transportasi berbasis rel di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung merupakan salah satu daerah operasi KAI yang melayani perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat bagian tengah hingga timur.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

 PT SUCOFINDO (PERSERO) bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) meresmikan fasilitas sumur air bersih bagi masyarakat Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Jumat (27/6). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi wujud kolaborasi kedua pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat desa melalui penyediaan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, yang disaksikan Ketua Umum ABPEDNAS sekaligus Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Indra Utama, Kepala Cabang PT SUCOFINDO (PERSERO) Palembang Andhies Arman, serta Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SUCOFINDO (PERSERO) Nuri Hidayat.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna, mengatakan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kolaborasi. Sinergi bersama ABPEDNAS menjadi langkah nyata untuk menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat peran desa dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar yang lebih baik,” ujar Sandry.

Ia menambahkan bahwa peresmian sumur air bersih di Desa Pulau Semambu juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun PT SUCOFINDO (PERSERO) yang mengusung semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat.

“Momentum 70 tahun SUCOFINDO menjadi pengingat bagi kami bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan kontribusi bagi masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama sehingga mampu mendukung kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat Desa Pulau Semambu serta memberikan manfaat yang dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang,” tambah Sandry.

Program pembangunan sumur air bersih ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SUCOFINDO (PERSERO) yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui program ini, SUCOFINDO terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT SUCOFINDO (PERSERO) Nuri Hidayat, mengatakan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkannya.

“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama ABPEDNAS yang telah mendukung terlaksananya program ini. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami berharap keberadaan sumur air bersih ini dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Desa Pulau Semambu,” ujar Nuri.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat pelaksanaan program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat 70 tahun perjalanan perusahaan, SUCOFINDO berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES


MINIMALISME URBAN BERPADU SENI: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL Liveable Art Soirée DI LUMINE, ASHTA DISTRICT 8

JAKARTA, 6 Juli 2026 – Hari ini, kurasi kolaboratif utama Purana dan Puragraph x Anton Afganial hadir di jantung distrik finansial Jakarta. Kedua jenama ini menyelenggarakan Liveable Art Soirée eksklusif berkonsep tinggi di Lumine, Ashta District 8, yang dihadirkan khusus bagi masyarakat SCBD yang dinamis dan sadar akan gaya.

Pameran terkurasi ini dirancang untuk masyarakat urban modern yang menghargai desain bersih tanpa kompromi. Acara ini menyoroti keindahan struktural yang tajam dari atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) khas PURAGRAPH. Dengan lipatan struktural, garis asimetris, dan tirai monokrom arsitektural, jajaran busana ini menawarkan pendekatan intelektual yang tajam untuk pakaian kerja sehari-hari. Dipadukan dengan busana resort premium PURANA yang mengusung semangat “Livable Art,” koleksi ini menyajikan lemari pakaian serbaguna bagi para profesional metropolitan.

“Lumine di Ashta District 8 merepresentasikan garda terdepan dari desain dan gaya hidup urban global,” ujar Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Kolaborasi kami dengan Anton adalah paduan sempurna untuk lingkungan ini, membuktikan bahwa busana dekonstruktif berkonsep tinggi dan potongan resort yang mengalir dapat menjadi sangat fungsional dan nyaman untuk kehidupan kota sehari-hari. Menyatukan coretan kuas ‘Abundance’ yang ekspresif ke dalam motif dasar orisinal kami menghadirkan kemewahan resort yang bergerak anggun.”

“Nuansa arsitektural modern di Lumine sangat cocok dengan garis-garis struktural berani yang saya tuangkan dalam koleksi ini,” tambah seniman kolaborator Anton Afganial. “Ini adalah karya seni yang dibangun untuk kisi-kisi perkotaan. Ketiadaan motif pada atasan Puragraph memungkinkan garis-garis dekonstruktif mentah dari struktur saya serta palet warna yang dinamis dari statement patch menonjol dengan kekuatan yang luar biasa.”

“Ashta adalah rumah alami bagi identitas struktural Puragraph,” jelas Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Atasan dekonstruktif hitam dan putih polos kami dirancang khusus bagi para profesional SCBD yang menuntut gaya bersih, tanpa motif, namun sangat intelektual. Dengan menyulinkan karya seni Afganial menjadi selembar statement patch tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur.”

Para tamu yang menghadiri Liveable Art Soirée satu hari ini akan menikmati konsultasi penataan gaya terkurasi, akses prioritas untuk potongan edisi terbatas, serta pilihan kemasan yang disesuaikan secara eksklusif.

Supported by:

YATS Colony · EVERNAILS · Four Pillars · Cha Co.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia-India

Jakarta — Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan babak baru hubungan Indonesia dan India saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan anggota DPR RI, Selasa (7/7/2026). Dalam pidato bersejarah yang menjadi yang pertama kalinya disampaikan oleh seorang Perdana Menteri India di parlemen Indonesia, Modi memperkenalkan Visi Gangga-Mahakam sebagai kerangka baru untuk memperdalam kemitraan kedua negara menuju masa depan yang lebih erat.

Disambut Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Presiden Prabowo Subianto, Modi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun atas kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga berakar pada sejarah, budaya, serta nilai-nilai bersama yang telah menghubungkan kedua bangsa selama berabad-abad.

Mengawali pidatonya, Modi menyampaikan rasa hormat atas kesempatan berbicara di hadapan parlemen Indonesia. Ia mengatakan dirinya datang mewakili lebih dari 1,4 miliar rakyat India dengan membawa semangat persahabatan dan komitmen untuk memperkuat hubungan kedua negara.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di hadapan Anda hari ini. Saya datang membawa salam hangat dari setiap warga India,” ujar Modi.

Indonesia dan India Diikat Sejarah dan Budaya

Dalam pidatonya, Modi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India jauh melampaui hubungan diplomatik antarnegara. Menurutnya, kedua bangsa dipersatukan oleh sejarah panjang, peradaban, budaya, dan hubungan antar masyarakat yang telah berkembang selama berabad-abad.

Untuk menggambarkan kedekatan tersebut, Modi mengutip pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang pernah mengatakan bahwa rakyat Indonesia dan India diikat oleh hubungan darah dan budaya.

Ia menyebut berbagai warisan budaya yang menjadi simbol kedekatan kedua bangsa, mulai dari kisah Ramayana dan Mahabharata yang hidup dalam tradisi Indonesia, seni wayang, hingga keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang mencerminkan eratnya hubungan peradaban kedua negara sejak masa lampau. Menurut Modi, hubungan maritim yang telah terjalin selama berabad-abad juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan Indonesia dan India pada era modern.

Dorong Kerja Sama Antariksa hingga Kontra-Terorisme

Selain menyoroti sejarah, Modi mengajak Indonesia memperluas kerja sama pada sektor-sektor yang akan menentukan masa depan kedua negara.

Di bidang antariksa, ia menyatakan India siap mendukung Indonesia dalam pengembangan aplikasi satelit maupun pembangunan fasilitas peluncuran satelit. Menurutnya, kerja sama antariksa yang telah terjalin selama beberapa dekade memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh seiring meningkatnya kebutuhan teknologi dan transformasi digital.

“Kini saatnya membawa kemitraan ini melangkah lebih jauh. Kita dapat bekerja sama dalam aplikasi satelit. India juga siap mendukung Indonesia dalam mengembangkan fasilitas peluncuran satelit,” kata Modi.

Di sektor keamanan, Modi menegaskan bahwa India dan Indonesia memiliki kepentingan bersama dalam memerangi terorisme. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia kepada India setelah serangan teroris di Pahalgam, serta mengajak kedua negara memperkuat kolaborasi dalam pertukaran intelijen, keamanan siber, penanggulangan pendanaan terorisme, dan program deradikalisasi.

Selain itu, Modi menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, memperkuat sentralitas ASEAN, serta memanfaatkan keanggotaan Indonesia di BRICS untuk memperluas kolaborasi di antara negara-negara berkembang.

Visi Gangga-Mahakam untuk Masa Depan

Salah satu bagian paling penting dalam pidato Modi adalah peluncuran Visi Gangga-Mahakam, sebuah konsep yang menurutnya akan menjadi arah baru hubungan Indonesia dan India dalam jangka panjang.

Visi tersebut mengambil inspirasi dari Sungai Gangga di India dan Sungai Mahakam di Indonesia sebagai simbol persahabatan yang terus mengalir dan menghubungkan kedua bangsa. Menurut Modi, kerja sama Indonesia dan India tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan saat ini, tetapi juga harus mampu menciptakan perdamaian, kemakmuran, keamanan, dan kemajuan bersama bagi generasi mendatang.

Konsep tersebut juga diharapkan menjadi landasan kolaborasi kedua negara dalam mendukung visi Viksit Bharat 2047 atau India Maju 2047 serta Indonesia Emas 2045, melalui penguatan kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.

DPR RI Siap Dukung Kemitraan Strategis

Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan PM Modi, termasuk peluncuran Visi Gangga-Mahakam yang dinilainya mencerminkan kedekatan historis sekaligus arah baru hubungan Indonesia dan India.

Menurut Puan, filosofi dua sungai tersebut menjadi simbol bahwa hubungan kedua negara harus terus mengalir dan berkembang.

“Selama kedua sungai itu masih mengalir, maka hubungan kerja sama Indonesia dan India juga harus terus terjalin, semakin erat, dan terus ditingkatkan,” ujar Puan.

Puan menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India telah dibangun sejak era Presiden Soekarno dan memiliki fondasi sejarah yang kuat. Oleh karena itu, DPR RI siap mendukung berbagai kerja sama bilateral yang telah disepakati kedua pemerintah, termasuk melalui dukungan terhadap kebijakan yang diperlukan untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Menurutnya, sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Pidato PM Narendra Modi di DPR RI menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Selain menjadi pidato pertama seorang Perdana Menteri India di parlemen Indonesia, penyampaian Visi Gangga-Mahakam juga menandai dimulainya babak baru hubungan Indonesia dan India yang tidak hanya berlandaskan kepentingan strategis, tetapi juga nilai-nilai sejarah, budaya, demokrasi, dan cita-cita bersama menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Mengatur Penghasilan Freelance yang Tidak Tetap

Bekerja sebagai freelancer menawarkan fleksibilitas, tetapi penghasilannya sering kali tidak tetap. Karena itu, cara mengatur penghasilan freelance perlu disesuaikan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi, tagihan tidak terlambat dibayar, dan tujuan keuangan tetap berjalan.

Banyak orang bertanya, berapa gaji freelance atau apakah ada standar gaji freelance di Indonesia. Jawabannya, tidak ada angka pasti. Pendapatan freelancer bergantung pada jenis pekerjaan, jumlah proyek, pengalaman, hingga kesepakatan dengan klien.

Apakah Ada Standar Gaji Freelance?

Tidak seperti karyawan tetap, gaji freelance umumnya tidak memiliki nominal yang sama setiap bulan.

Beberapa freelancer menerima pembayaran setelah proyek selesai, sementara yang lain dibayar secara mingguan, bulanan, atau berdasarkan jam kerja. Ada juga yang memperoleh freelance gaji harian, terutama untuk pekerjaan di bidang event, fotografi, promosi, hingga pekerjaan lepas lainnya.

Karena sistem pembayarannya beragam, freelancer perlu memiliki strategi mengatur keuangan yang lebih disiplin.

Berapa Gaji Freelance?

Berapa gaji freelance bergantung pada banyak faktor, seperti:

– Jenis pekerjaan yang dikerjakan

– Pengalaman dan keahlian

– Jumlah proyek yang diterima

– Durasi pengerjaan

– Kesepakatan dengan klien

Misalnya, seorang desainer grafis, penulis konten, programmer, atau fotografer tentu memiliki tarif yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk fokus pada cara mengelola pendapatan, bukan hanya besarnya nominal yang diterima.

Tantangan Mengatur Keuangan Freelancer

Pendapatan yang tidak tetap membuat freelancer menghadapi tantangan yang berbeda dibanding pekerja dengan gaji bulanan.

Beberapa di antaranya adalah:

– Sulit memperkirakan pemasukan setiap bulan

– Harus mengatur sendiri pembayaran tagihan

– Perlu menyiapkan dana saat proyek sedang sepi

– Harus disiplin menyisihkan tabungan dan dana darurat

Dengan perencanaan yang baik, tantangan tersebut dapat dikelola lebih mudah.

Cara Mengatur Penghasilan Freelance

1. Gunakan Rata-Rata Penghasilan

Kalau pendapatan selalu berubah, cobalah menghitung rata-rata pemasukan selama tiga hingga enam bulan terakhir.

Angka tersebut bisa dijadikan acuan untuk menyusun anggaran bulanan sehingga pengeluaran menjadi lebih terencana.

2. Dahulukan Kebutuhan Pokok

Saat menerima pembayaran dari klien, prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu, seperti:

– Biaya makan

– Tempat tinggal

– Transportasi

– Internet

– Tagihan rutin

Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, barulah alokasikan dana untuk kebutuhan lainnya.

3. Sisihkan Dana Darurat

Freelancer berpotensi mengalami periode ketika proyek belum tersedia.

Karena itu, dana darurat menjadi salah satu komponen penting agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi saat pemasukan berkurang.

4. Pisahkan Rekening

Sebagian freelancer memilih menggunakan rekening yang berbeda untuk menerima pembayaran dari klien dan rekening untuk kebutuhan sehari-hari.

Cara ini membantu memantau arus kas sekaligus memudahkan menyusun anggaran.

5. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Walaupun penghasilan tidak tetap, usahakan tagihan tetap dibayar sesuai jatuh tempo agar pengeluaran tidak menumpuk.

Kalau memiliki beberapa tagihan setiap bulan, membuat jadwal pembayaran dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan.

Kenapa Freelancer Perlu Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan?

Saat proyek sedang ramai, pembayaran dari klien bisa datang hampir bersamaan. Namun, pada bulan berikutnya, kondisi tersebut belum tentu terulang.

Karena itu, mengatur jadwal pembayaran tagihan menjadi salah satu kebiasaan yang membantu menjaga arus kas tetap stabil.

Tagihan yang dibayar tepat waktu juga membuat pengeluaran lebih mudah dipantau sehingga kamu bisa lebih fokus mengelola pendapatan dari proyek berikutnya.

Bayar Tagihan Lebih Praktis di neobank

Kalau kamu ingin mengelola pengeluaran bulanan dengan lebih praktis, fitur Bayar Tagihan dan Isi Ulang di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Melalui satu aplikasi, kamu dapat melakukan berbagai transaksi harian seperti:

– Pembayaran tagihan listrik

– Air (PDAM)

– Internet dan TV kabel

– BPJS

– Pembelian pulsa

– Paket data

– Token listrik

– Berbagai kebutuhan isi ulang lainnya

Dengan begitu, kamu tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk menyelesaikan berbagai pembayaran rutin.

Sebelum menggunakan layanan, pastikan kamu memahami jenis layanan yang tersedia, biaya (jika ada), serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan fitur Tagihan dan Isi Ulang, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES