SUCOFINDO Dorong Daya Saing Industri Alat Kesehatan melalui Penguatan Pengujian dan Kalibrasi

Dalam rangka mendukung program Asta Cita Pemerintah serta mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor kesehatan, PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) berpartisipasi sebagai pembicara dalam kegiatan Pameran & Business Matching Peningkatan Penggunaan Perbekalan Kesehatan Dalam Negeri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di Bali tersebut menjadi wadah kolaborasi antara institusi kesehatan dan pelaku industri alat kesehatan nasional guna mendorong peningkatan kualitas industri alat kesehatan nasional.

Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Eka Purnamasari menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak menjadi langkah penting untuk memastikan alat kesehatan yang beredar memenuhi aspek mutu, keamanan, dan keselamatan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri alat kesehatan nasional, fasilitas pelayanan kesehatan, serta lembaga pendukung seperti laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dengan kolaborasi yang baik, penggunaan alat kesehatan dalam negeri dapat semakin meningkat sekaligus memastikan produk yang digunakan masyarakat telah memenuhi standar mutu dan keamanan yang berlaku,” ujarnya.

Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Permadi menegaskan bahwa penguatan layanan pengujian dan kalibrasi menjadi bagian dari komitmen PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional.

“Sebagai perusahaan TIC, SUCOFINDO terus memperkuat kapabilitas layanan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas, keamanan, dan daya saing produk dalam negeri. Kami berharap dengan adanya kolaborasi ini dapat mempercepat terciptanya ekosistem industri alat kesehatan nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing global,” tuturnya.

Kepala Subbagian Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Strategic Business Unit Laboratorium PT SUCOFINDO (PERSERO), Aksarani Sa Pratiwi yang turut hadir sebagai pembicara memaparkan terkait layanan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan guna mendukung keamanan, mutu, dan kepatuhan regulasi industri alat kesehatan di Indonesia.

“SUCOFINDO melalui SBU Laboratorium memiliki berbagai layanan, mulai dari pengujian alat elektromedis, pengujian keselamatan listrik, uji fungsi dan performa alat kesehatan, hingga kalibrasi berbagai perangkat kesehatan seperti vital sign monitor, alat radiologi, alat ukur tekanan, suhu, volume, dan laju alir.

SUCOFINDO juga menghadirkan layanan pengujian mikrobiologi, pengujian kimia alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), serta pengujian produk farmasi dan keamanan pangan. Semua layanan ini tentunya telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), serta memiliki izin operasional pengujian dan kalibrasi alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI,” tuturnya.

Aksarani Sa Pratiwi juga menambahkan bahwa pengujian dan kalibrasi alat kesehatan memiliki peran strategis dalam memastikan alat kesehatan yang digunakan masyarakat memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kelayakan fungsi. Selain mendukung pemenuhan regulasi pemerintah, layanan tersebut juga membantu fasilitas pelayanan kesehatan menjaga kualitas pelayanan kepada pasien.

“SUCOFINDO berkomitmen hadir sebagai mitra tepercaya bagi industri alat kesehatan nasional melalui layanan pengujian dan kalibrasi yang andal, akurat, serta sesuai regulasi. Kami berharap dukungan ini dapat meningkatkan daya saing produk alat kesehatan dalam negeri sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk nasional,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Aksarani Sa Pratiwi menyampaikan bahwa laboratorium PT SUCOFINDO (PERSERO) juga dilengkapi berbagai peralatan analisis modern dan kalibrator terstandar untuk menjamin ketertelusuran hasil pengujian dan kalibrasi. Laporan layanan yang dihasilkan pun telah terintegrasi dengan sistem Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan (ASPAK) Kementerian Kesehatan untuk mendukung tata kelola alat kesehatan yang lebih efektif dan akuntabel.

“Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, SUCOFINDO berharap dapat memperluas kolaborasi dengan pelaku industri alat kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung kemandirian industri kesehatan nasional dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri,” tutupnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

Riset embodied AI dan pengembangan algoritma robotika membutuhkan platform fisik yang bisa menguji kontrol gerak, persepsi, dan interaksi secara langsung di hardware nyata.

Platform simulasi tidak selalu mencerminkan kompleksitas yang dihadapi sistem robotik di lingkungan fisik yang tidak terstruktur.

Unitree G1 EDU hadir sebagai platform robot humanoid yang dirancang untuk kebutuhan riset AI dan pengembangan robotika di lingkungan akademik dan R&D. Dengan 23 hingga 43 derajat kebebasan gerak, komputasi Jetson Orin 100 TOPS onboard, dan antarmuka SDK terbuka, G1 EDU mendukung pengembangan dan pengujian algoritma secara langsung di hardware.

Dikembangkan oleh Unitree Robotics, G1 EDU kompatibel dengan ROS 2, Isaac Sim, dan Isaac Lab untuk kebutuhan simulasi dan policy training. SDK terbuka mendukung pengembangan dari level rendah hingga tinggi, dengan kemampuan deployment onboard yang beroperasi secara offline.

Target aplikasi G1 EDU mencakup riset reinforcement learning dan embodied AI di lab universitas, pengembangan algoritma manipulasi dan kontrol gerak, serta pengumpulan dataset dunia nyata untuk imitation learning menggunakan teleoperation VR/XR first-person.

“G1 EDU memberi tim riset platform fisik yang terbuka untuk mengembangkan dan menguji algoritma AI secara langsung. Pipeline dari simulasi ke deployment onboard bisa dijalankan dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Halo Robotics.

Unitree G1 EDU menjadi platform yang relevan untuk institusi riset dan universitas yang membutuhkan hardware humanoid dengan antarmuka terbuka untuk pengembangan aplikasi robotika generasi berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DJI Matrice 400: Platform Drone Enterprise Multi-Payload untuk Semua Industri

Operasional drone di lingkungan industri sering membutuhkan lebih dari satu jenis sensor dalam satu misi, dari kamera survei hingga LiDAR, thermal, dan payload khusus lainnya.

Platform drone yang terbatas pada satu payload memaksa tim untuk menjalankan misi terpisah dan memperpanjang waktu operasional di lapangan.

DJI Matrice 400 hadir sebagai platform drone enterprise yang mendukung hingga tujuh payload simultan dalam satu penerbangan. Dengan waktu terbang 59 menit, jangkauan 20 km, ketinggian operasional maksimal 7.000 mdpl, rating IP55, dan ketahanan angin hingga 15 m/s, platform ini dirancang untuk kondisi lapangan industri yang bervariasi.

Dikembangkan oleh DJI Enterprise, Matrice 400 menggunakan DJI Payload SDK sebagai open platform untuk integrasi payload pihak ketiga, didukung obstacle avoidance omnidirectional berbasis computer vision dan LiDAR onboard untuk penerbangan yang aman. Kapasitas payload 6 kg mendukung konfigurasi multi-sensor untuk survei, inspeksi, keamanan, dan aplikasi industri lainnya secara bersamaan. Sensor yang kompatibel termasuk Zenmuse L3 untuk LiDAR survey, Zenmuse H30T untuk inspeksi visual dan thermal, serta Zenmuse P1 untuk fotogrametri presisi tinggi.

“Matrice 400 dirancang untuk kondisi lapangan industri yang paling menantang. Satu platform bisa dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan misi, dari survei LiDAR, inspeksi visual, hingga operasi SAR yang menggabungkan kamera thermal, speaker, dan spotlight,” ujar Halo Robotics

DJI Matrice 400 menjadi tulang punggung operasional drone industri yang membutuhkan fleksibilitas payload tinggi, daya tahan operasional di kondisi ekstrem, dan kemampuan integrasi dengan ekosistem sensor yang beragam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Marclan International Siap Sambut Lonjakan Pariwisata Indonesia melalui Layanan Long Stay dan Kesiapan Hotel di Berbagai Destinasi

Jakarta, 6 Juli 2026 – Prospek pariwisata Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan tren yang semakin positif. Pemerintah menargetkan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang tahun, sementara meningkatnya minat wisatawan Asia untuk melakukan perjalanan jarak dekat (short-haul travel) turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Kondisi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi industri perhotelan, seiring meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang nyaman, fleksibel, dan sesuai dengan tujuan perjalanan wisatawan.

Seiring berkembangnya tren tersebut, pola perjalanan wisatawan juga mengalami perubahan. Wisatawan tidak hanya melakukan perjalanan singkat, tetapi juga lebih memilih menghabiskan waktu lebih lama di destinasi wisata maupun kota-kota bisnis. Tren ini tentu didorong oleh meningkatnya aktivitas bleisure (business and leisure), remote working, serta keinginan wisatawan untuk menikmati pengalaman yang lebih mendalam selama berada di suatu destinasi.

Melihat perkembangan tersebut, Marclan International menyambut positif momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia dengan terus memperkuat kesiapan jaringan hotel yang dikelolanya. Sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang mengoperasikan berbagai properti di sejumlah destinasi strategis, Marclan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan yang terus meningkat.

“Kami melihat adanya perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan pengalaman selama bepergian. Tidak sedikit tamu yang kini menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan atau memilih tinggal lebih lama untuk bekerja dari destinasi pilihan mereka. Karena itu, kami terus menyesuaikan layanan dan produk hotel agar mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut,” ujar Chandra Himawan, Head of Marketing di Marclan International.

Sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang, Marclan International terus menawarkan pilihan akomodasi konsep menginap yang lebih fleksibel melalui program long stay di sejumlah hotel yang dikelolanya, termasuk TMG Hotel Tebet dan Swarga Suites Bali Berawa. Penawaran ini ditujukan bagi wisatawan yang membutuhkan masa tinggal lebih panjang, baik untuk perjalanan bisnis, bekerja dari jarak jauh (remote working), maupun liburan yang lebih fleksibel. Melalui fasilitas yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas, Marclan International berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menginap yang mampu mengikuti perubahan pola perjalanan wisatawan masa kini.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata, Marclan International memastikan seluruh hotel yang dikelolanya siap menyambut peningkatan jumlah wisatawan. Melalui peningkatan kualitas layanan, penyempurnaan fasilitas, dan pengalaman menginap yang berorientasi pada kebutuhan tamu, setiap hotel diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi berbagai segmen wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Pertumbuhan sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif menjadi peluang bagi industri hospitality untuk menghadirkan layanan yang semakin inovatif dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Menyikapi perkembangan tersebut, Marclan International terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menghadirkan pilihan akomodasi yang lebih fleksibel. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Marclan International dalam mendukung perkembangan industri pariwisata nasional dan mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang semakin kompetitif. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Aceh Bekali UMKM Strategi Jualan di TikTok dan Digital Marketing

Telkom AI Center Aceh membekali UMKM dengan strategi digital marketing dan jualan di TikTok, mulai dari optimasi produk, konten kreatif, hingga pemanfaatan marketplace untuk meningkatkan profit dan daya saing usaha.

Banda Aceh, 7 Juli 2026 – Sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital bagi pelaku UMKM, Telkom AI Center Aceh menggelar workshop bertajuk “Strategi Digital Marketing dan Jualan di TikTok untuk UMKM” pada 22 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Arkan, Founder Digivibes Preneur sekaligus praktisi digital marketing dan e-commerce, sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Rizka Khaira dari Digivibes Preneur bersama tim Telkom AI Center Aceh. 

Workshop yang diikuti oleh para pelaku UMKM dan entrepreneur ini membahas berbagai strategi praktis dalam memanfaatkan platform TikTok sebagai kanal pemasaran dan penjualan, mulai dari penentuan target pasar, strategi harga, optimasi produk di TikTok Shop, hingga pembuatan konten yang mampu meningkatkan konversi penjualan.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai studi kasus bisnis yang berhasil memanfaatkan TikTok Shop Indonesia untuk meningkatkan pendapatan, termasuk produk herbal dan makanan yang berhasil menjangkau pasar lebih luas melalui pendekatan konten yang tepat.

Memahami Pasar Sebelum Berjualan

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam workshop adalah pentingnya memahami target pasar sebelum memulai bisnis atau mengunggah produk di marketplace.

“Kesalahan terbesar banyak pelaku usaha adalah langsung berjualan tanpa mengetahui siapa pembelinya. Padahal, memahami target pasar akan menentukan jenis produk, cara berkomunikasi, hingga konten yang harus dibuat,” ujar Bang Arkan dalam sesi pelatihan.

Peserta juga diperkenalkan pada karakteristik TikTok sebagai platform yang mampu mendorong pembelian spontan melalui video viral dan fitur live streaming, berbeda dengan marketplace konvensional yang mengandalkan niat beli yang sudah ada dari konsumen.

Fokus pada Profit, Bukan Sekadar Omset

Workshop ini juga menyoroti pentingnya membangun bisnis yang sehat dengan berorientasi pada keuntungan (profit), bukan hanya mengejar besarnya omset.

Pemateri menjelaskan strategi penentuan harga yang disarankan bagi pelaku UMKM di TikTok Shop, salah satunya melalui formula sederhana dengan mengalikan harga pokok produksi (HPP) sebanyak empat kali untuk mengantisipasi biaya operasional, promosi, dan potensi kenaikan biaya administrasi platform.

“Kita tidak boleh terjebak pada angka penjualan yang besar tetapi margin keuntungannya kecil. Yang paling penting adalah bisnis tetap sehat dan menghasilkan profit yang berkelanjutan,” jelas Bang Arkan.

Pentingnya SEO dan Judul Produk yang Tepat

Selain strategi harga, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai optimasi SEO di TikTok Shop dan marketplace digital lainnya. Pemateri membagikan formula penyusunan judul produk yang efektif dengan menggabungkan keunggulan toko, nama produk, sinonim, fitur produk, detail, dan manfaat produk.

Strategi ini bertujuan agar produk lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli melalui fitur pencarian di TikTok maupun mesin pencari lainnya.

Peserta juga diajak melakukan riset kategori produk sebelum mengunggah barang ke marketplace. Menurut pemateri, memilih kategori dengan tingkat persaingan yang lebih rendah dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk lebih mudah mendapatkan visibilitas dan penjualan.

Konten Kreatif Menjadi Kunci Penjualan

Dalam sesi digital marketing, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep konten yang terbukti efektif meningkatkan penjualan di TikTok, mulai dari video testimoni pelanggan, unboxing produk, video drama, perbandingan bahan, hingga eksperimen penggunaan produk.

“Konten yang baik bukan hanya yang viral, tetapi konten yang mampu membangun kepercayaan dan mendorong orang untuk membeli. Pelaku UMKM perlu terus bereksperimen dan memahami apa yang dibutuhkan audiens-nya,” ujar Bang Arkan.

Sebagai tindak lanjut, peserta didorong untuk mempraktikkan pembuatan konten dan membagikannya ke dalam grup komunitas untuk mendapatkan masukan dan pendampingan dari para mentor.

Membangun Ekosistem Digital UMKM di Aceh

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Aceh berharap semakin banyak pelaku UMKM di Aceh yang mampu memanfaatkan platform digital secara optimal, tidak hanya untuk memperluas pasar tetapi juga meningkatkan daya saing usaha.

“Kami ingin membantu UMKM di Aceh agar tidak hanya hadir di dunia digital, tetapi juga memahami strategi yang tepat untuk bertumbuh dan menghasilkan keuntungan. Transformasi digital harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Telkom AI Center Aceh juga berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pendampingan dan pelatihan digital bagi UMKM, mulai dari pemasaran digital, pemanfaatan AI, hingga pengembangan bisnis berbasis teknologi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Film Baby Udon Bagikan First Look, Perjuangan Fanny dan Hajime Kondoh Mendapatkan Buah Hati Di Tengah Sakit Kanker

Perjalanan content creator, Fanny Kondoh, dalam membangun keluarga kecilnya bersama sang suami, Hajime Kondoh, pernah menyentuh hati jutaan orang. Dari pertemuan pertama dengan suami, hingga menjadi pejuang dua garis yang dihadapkan cobaan berat: sakit kanker Hajime, keteguhan dan kepercayaannya dalam membagikan kebaikan untuk memudahkan cobaannya, berhasil menginspirasi banyak orang.

Cerita mereka kini dihidupkan lewat film dengan judul BABY UDON garapan sutradara Fajar Bustomi di bawah rumah produksi Sumargo Films dan LYTO Pictures. Dipercaya untuk membawa kisah nyata dari Fanny dan Hajime ke layar lebar, adalah Caitlin Halderman dan Denny Sumargo.

Baby Udon mengangkat tentang FANNY (Caitlin Halderman) yang bertemu, jatuh cinta, dan menikah dengan HAJIME KONDOH (Denny Sumargo). Perjuangan mereka setelah menikah penuh dengan lika-liku, dari kesulitan untuk memiliki anak hingga keadaan Hajime yang kian memburuk setelah Hajime didiagnosis menderita kanker. Fanny yang rapuh harus menanggung beban ganda: merawat Hajime sambil berjuang untuk tetap kuat. Walau keadaan Hajime  semakin hari kian memburuk, ia tetap memikirkan mimpi mereka menjadi orang tua. Hajime pada akhirnya harus menemui ajalnya, tetapi Fanny berhasil mengandung dan melahirkan bayi mereka, yang dijuluki Baby Udon.

First look yang tayang pada 2 Juli 2026 memperlihatkan Fanny yang terbaring di ruang operasi, seperti mengingat kembali memori-memorinya selama bersama Hajime yang penuh dengan isak tangis, momen manis, dan perjuangan dramatis.

Dari cuplikan singkat tersebut, penonton tentu dapat menantikan lebih banyak momen mengharukan di film BABY UDON yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Jika kamu belum melihat first look tersebut, jangan ketinggalan dan saksikan di link berikut ini:

FIRST LOOK BABY UDON | 3 SEPTEMBER 2026

Tentang LYTO PICTURES

TENTANG LYTO PICTURES LYTO PICTURES adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang bergerak di industri hiburan digital dan kreatif, dan mengkhususkan diri dalam produksi dan distribusi konten film dan seri.

Sejak berdiri pada tahun 2018, LYTO Pictures telah mendanai dan memproduksi berbagai film, sebagai berikut: DreadOut, Jailangkung: Sandekala, PAMALI, Pamali: Dusun Pocong, Pengantin Iblis, Pamali: Tumbal, dan Sampai Titik Terakhirmu.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Masyarakat pesisir Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi biru nasional. Namun, di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,27 miliar. Indonesia juga memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 3,1 miliar ton karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Namun, keterbatasan fasilitas rantai dingin (cold storage), kapasitas pengolahan, infrastruktur logistik, dan akses pasar menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di wilayah penghasilnya.

Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bekerja sama dengan Konservasi Indonesia serta berbagai mitra, termasuk International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan GIZ, untuk mendukung masyarakat pesisir di Maluku dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal sekaligus mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat mata pencaharian, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta melindungi ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan mereka.

“Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang,” ujar Rizky Fauzianto, Indonesia Country Lead, Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP). “Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan.”

Di banyak desa nelayan, para nelayan kerap kembali dari melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Namun, keterbatasan akses terhadap es, fasilitas penyimpanan dingin, dan transportasi yang andal memaksa mereka menjual hasil tangkapan secepat mungkin dengan harga yang lebih rendah. Di beberapa wilayah, kehilangan hasil pascapanen bahkan dapat mencapai 30–50 persen. Kondisi serupa juga dialami petani rumput laut. Dari total produksi rumput laut Indonesia yang mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering, alih-alih diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

Ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Di banyak pulau terpencil dan kawasan Indonesia Timur, masyarakat masih bergantung pada generator diesel, dengan pasokan bahan bakar yang harus diangkut melalui jalur laut dalam jarak yang jauh. Kondisi ini membuat biaya listrik menjadi mahal sekaligus rentan terhadap gangguan pasokan.

Penerapan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat mendukung operasional produksi es, fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, konektivitas digital, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil. Dengan memungkinkan produk disimpan lebih lama dan dipasarkan secara lebih optimal, akses terhadap energi yang andal dapat membantu masyarakat menjangkau pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membangun perekonomian lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah pendekatan bertajuk “Sun to Sea”, yang menghubungkan pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif dengan penguatan mata pencaharian berkelanjutan serta pengelolaan ekosistem. Peningkatan akses terhadap energi yang andal untuk mendukung rantai dingin (cold chain) dan berbagai kegiatan produktif lainnya dapat mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menekan tekanan terhadap sumber daya perikanan, serta menciptakan mata pencaharian masyarakat pesisir yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ekosistem pesisir yang sehat juga memegang peranan yang sama pentingnya. Hutan mangrove, seagrass meadows, dan terumbu karang berkontribusi terhadap produktivitas perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi dan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi dalam pengelolaan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi perekonomian mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pengembangan 5.000 kampung nelayan melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, serta program 100GW Village Solarisation yang bertujuan memperluas akses terhadap energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang berbiaya tinggi.

“The opportunity is to connect these investments at the community level,” Fauziano added. “When energy, livelihoods, market access, conservation and resilience are designed together, they can reinforce one another in ways that standalone projects cannot.”

“Peluang terbesar yang kita miliki adalah menghubungkan berbagai investasi tersebut di tingkat komunitas,” tambah Rizky Fauzianto. “Ketika energi, mata pencaharian, akses pasar, konservasi, dan ketahanan masyarakat dirancang untuk saling terhubung, masing-masing akan saling mendukung satu sama lain dengan cara yang tidak dapat dicapai melalui proyek-proyek yang berjalan sendiri-sendiri.”

Sebagai langkah awal, para mitra akan mendampingi sejumlah komunitas percontohan (pilot communities) untuk menguji sekaligus menyempurnakan model pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal. Dukungan melalui catalytic grants dan pendanaan filantropi diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran awal, mengurangi risiko implementasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat. Setelah model tersebut terbukti efektif, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat mendukung replikasi solusi yang layak diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Melalui keterhubungan antara energi bersih, peningkatan peluang ekonomi, dan pengelolaan ekosistem, Indonesia memiliki peluang untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penggerak utamanya.

Tentang Global Energy Alliance for People and Planet

Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) adalah aliansi global yang membangun kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, lembaga filantropi, dan mitra pembangunan untuk mempercepat transisi energi bersih sekaligus membuka peluang ekonomi yang inklusif. Di Indonesia, GEAPP bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung percepatan energi terbarukan, memperluas akses terhadap energi yang andal dan terjangkau, serta mendorong pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan yang menghubungkan energi bersih, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan berkelanjutan, GEAPP mendukung upaya Indonesia dalam mewujudkan transisi energi yang adil dan mencapai target pembangunan rendah karbon.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

JMFF 2026 Tarik 4.026 Pengunjung, Edukasi Mineral Sambil Merajut Kesatuan Indonesia

JAKARTA — Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang diselenggarakan MIND ID bersama seluruh anggota Grup, ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, dan Vale Indonesia, berhasil menarik 4.026 pengunjung, terdiri atas 1.588 anak dan 2.438 orang dewasa selama empat hari penyelenggaraan di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.

Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding penyelenggaraan perdana pada 2025 yang mencapai 2.167 pengunjung sebuah pertumbuhan yang mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap edukasi pertambangan bagi generasi muda.

Selama empat hari penyelenggaraan, anak-anak diajak bermain sambil mengenal berbagai mineral yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, memahami proses penambangan secara sederhana, hingga mengenal pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Setiap wahana dirancang agar pengetahuan tersampaikan lewat pengalaman langsung, bukan sekadar penjelasan.

Selain bermain ria, anak-anak juga diajak mewarnai peta indonesia yang menjadi simbol persatuan dan kesatuan Indonesia di masa depan.

Senja, 7 tahun, mengaku langsung jatuh hati dengan suasana JMFF sejak hari pertama. “Seru banget! Aku jadi tahu kalau banyak barang yang kita pakai sehari-hari itu dari hasil tambang,” ujarnya antusias.

Ia menambahkan bahwa belajar sambil bermain membuat pengetahuan baru lebih mudah diingat. “Kalau ada lagi, aku mau ikut lagi,” katanya.

Orang tua Senja, Pudjiyanti, 47 tahun, menilai pendekatan edutainment yang dihadirkan JMFF menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan pentingnya sumber daya alam kepada anak-anak.

“Anak-anak lebih mudah memahami ketika belajar sambil bermain. Mereka bukan hanya menikmati permainannya, tetapi juga membawa pulang pengetahuan baru tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia dan pentingnya mengelolanya secara bertanggung jawab,” ujar Pudjiyanti.

Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar langsung membuat anaknya jauh lebih antusias dibanding belajar dari buku. “Anak saya biasanya cepat bosan kalau belajar lewat buku. Di sini justru dia semangat mencoba setiap permainan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena manfaatnya sangat terasa, baik untuk anak maupun orang tua,” katanya.

Adapun, Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menyampaikan, JMFF adalah ruang edukasi keluarga yang menyenangkan selama masa liburan sekaligus memperkenalkan sektor pertambangan secara lebih dekat kepada generasi muda.

Melalui pengalaman langsung bermain di taman yang bernuansa pertambangan, anak-anak diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dunia pertambangan serta kontribusinya bagi pembangunan nasional.

“Ini adalah langkah nyata Grup MIND ID untuk membentuk generasi emas yang lebih mampu menghargai sumber daya alam, sekaligus mendukung pengembangan industri pertambangan Indonesia secara berkelanjutan di masa depan,” pungkas Pria.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Underwater Drone FIFISH E-Master untuk Inspeksi Visual Bawah Air

Inspeksi struktur bawah air di kedalaman sedang seperti lambung kapal, tiang jetty, dan infrastruktur pelabuhan membutuhkan visibilitas yang tinggi di kondisi perairan yang sering keruh dan kurang cahaya. ROV dengan pencahayaan dan kemampuan imaging yang memadai menjadi kebutuhan utama untuk inspeksi yang efektif.

FIFISH E-Master hadir sebagai underwater drone untuk inspeksi visual yang mampu beroperasi hingga kedalaman 200 meter dengan current hold 3 knot. Sistem pencahayaan 10.000 lumen LED dan kamera 4K dengan ISO 6400 dan apertur F/2.5 menghasilkan gambar beresolusi tinggi di kondisi perairan dengan visibilitas rendah.

Dikembangkan oleh QYSEA, FIFISH E-Master dilengkapi field of view 70° vertikal dan 120° ultra-wide untuk cakupan inspeksi yang komprehensif dari berbagai sudut. Teknologi AI dehazing meningkatkan kejernihan gambar secara real-time di kondisi air keruh, didukung multifunctional tools dan sensor untuk kebutuhan inspeksi yang lebih spesifik.

“FIFISH E-Master menghasilkan dokumentasi visual berkualitas tinggi di kondisi perairan yang paling menantang sekalipun. AI dehazing memastikan data inspeksi yang diperoleh bisa langsung digunakan untuk analisis kondisi aset bawah air,” ujar Halo Robotics.

FIFISH E-Master menjadi solusi inspeksi visual bawah air untuk kebutuhan pemantauan rutin struktur dan infrastruktur bawah laut yang membutuhkan dokumentasi visual berkualitas tinggi dengan lebih aman, efektif dan efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat Regional

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian di tingkat regional dengan berhasil mempertahankan posisinya selama tiga tahun berturut-turut dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Dalam pemeringkatan tahun 2026 ini, PTPP menempati peringkat ke-279 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025. Di sektor Engineering & Construction Indonesia, PTPP juga berhasil menempati peringkat ketiga, menegaskan posisi Perseroan sebagai salah satu pelaku utama industri konstruksi nasional yang mampu bersaing di tingkat regional.

Penghargaan dan pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 merupakan bagian dari inisiatif Fortune Media dalam memetakan kinerja 500 perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Program ini diselenggarakan oleh Fortune Media bersama Danantara Indonesia, dan menjadi forum apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis terbesar di kawasan.

Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh CEO Fortune Asia, Khoon Fong Ang, kepada perwakilan perusahaan pada ajang Executive Dinner & Fortune Southeast Asia 500 Awards 2026 yang digelar di East Ballroom, The Langham Jakarta, Sudirman Central Business District (SCBD), pada 18 Juni 2026. Acara tersebut mempertemukan para pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis serta konsistensi kinerja Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi dan infrastruktur yang terus berkembang.

“Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis. Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan,” ujar Joko Raharjo.

Capaian ini memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi dan investasi nasional dengan daya saing regional, sekaligus mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagai perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, PTPP terus berkomitmen menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penguatan portofolio usaha yang berkelanjutan.

Dengan kembali masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, PTPP menegaskan posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki daya saing di tingkat regional serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

—SELESAI—

About PT PP (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES