Bank Raya Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, Aplikasi Raya Hadir di LOKALINKD

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelaku usaha lokal dengan menghadirkan Aplikasi Raya sebagai pembayaran digital untuk mempermudah pelaku usaha dan konsumen dalam bertransaksi di bazaar LOKALINKD. LOKALINKD digelar pada 15–16 Agustus 2026 di CIBIS Park, Simatupang, yang menghadirkan ratusan produk dan karya kreatif dari pelaku usaha lokal, diantaranya Naroo Matcha dan Burger Qiu.

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelaku usaha lokal dengan menghadirkan Aplikasi Raya sebagai pembayaran digital untuk mempermudah pelaku usaha dan konsumen dalam bertransaksi di bazaar LOKALINKD. LOKALINKD digelar pada 15–16 Agustus 2026 di CIBIS Park, Simatupang, yang menghadirkan ratusan produk dan karya kreatif dari pelaku usaha lokal,  diantaranya Naroo Matcha dan Burger Qiu.

Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya menjelaskan, “Sebagai Official Bank Partner LOKALINKD, Bank Raya turut berpartisipasi dalam mempercepat inklusi keuangan digital dengan mengenalkan Aplikasi Raya sebagai alat pembayaran yang praktis. Tidak hanya sebagai alat pembayaran bagi pengunjung, Bank Raya juga mengenalkan ragam fitur bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya,  seperti Saku Bisnis. Dengan demikian, pengelolaan keuangan para pelaku usaha menjadi  lebih praktis dan efisien.”

Dukungan Bank Raya terhadap kegiatan berbasis komunitas dan ekonomi kreatif juga sejalan dengan komitmen Bank Raya untuk  memperluas inklusi keuangan digital di masyarakat. Hingga kuartal  II/2026, pertumbuhan Digital Saving mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4% (yoy). Sementara itu, transaksi Aplikasi Raya meningkat 41,2% dan mencapai 3 juta transaksi.

Guna mendukung komitmen Bank Raya dalam memberikan akses perbankan digital yang luas bagi masyarakat,  Bank Raya terus merangkul berbagai komunitas pelaku usaha di Indonesia. Selain  LOKALINKD, Bank Raya sebelumnya juga telah mensponsori Lala Market, P-Land, dan Sundown Markette. Ke depannya Bank Raya akan terus memperluas dukungan bagi pertumbuhan pelaku usaha lokal dengan mendorong adopsi Saku Bisnis untuk mempermudah pengelolaan usaha mereka. 

“Pertumbuhan Digital Saving dan transaksi di Aplikasi Raya menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari. Bagi kami, perkembangan ini bukan hanya mengenai pertumbuhan transaksi, tetapi juga bagaimana layanan digital dapat memberikan kemudahan dan mendukung masyarakat dalam mengelola keuangannya secara lebih praktis dan terencana.” tegas Ajeng

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menguatkan di Tengah Pemulihan, Waskita Beton Precast Bersama PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak di NTT

Jakarta, Agustus 2026 – Bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggalkan duka bagi masyarakat. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, berbagai dukungan terus hadir untuk membantu masyarakat terdampak kembali bangkit.

Sebagai bagian dari kepedulian tersebut, PT Waskita Beton Precast Tbk berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam melalui masa pemulihan. Melalui kolaborasi bersama PMI, kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Bantuan yang disalurkan melalui PMI berupa hygiene kit, baby kit, serta perlengkapan penunjang kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan serta memenuhi kebutuhan bayi selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Waskita Beton Precast mengapresiasi PMI dan seluruh relawan yang terus mendampingi masyarakat di wilayah terdampak. Perusahaan meyakini, pemulihan pascabencana membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.

“Bagi kami, kontribusi kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari semangat gotong royong untuk membantu saudara-saudara kita di NTT kembali bangkit,” tambah Fandy.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Waskita Beton Precast dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Good Corporate Governance (GCG) melalui program sosial yang dilaksanakan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran. Ke depan, perusahaan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Ekspansi Jaringan Dealer Nasional, Indoteknik.com Perkuat Pasokan Tools Untuk Industri Otomotif

Jakarta — PT. Indoteknik Dotcom Gemilang atau dikenal dengan Indoteknik.com kali ini turut terlibat dalam penyediaan kebutuhan tools untuk sejumlah jaringan bengkel PT. QJ Motor Indonesia dalam rangkaian grand opening sepanjang 2026.

Penyediaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan tools yang digunakan untuk menunjang aktivitas bengkel QJ Motor di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Jawa hingga Bali, Riau, Samarinda, dan Banjarmasin.

Mendukung Kebutuhan Tools Bengkel 

Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, Indoteknik tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga memastikan proses pemenuhan barang dapat berjalan sesuai kebutuhan. Mulai dari menyesuaikan produk dengan kebutuhan bengkel hingga proses pengiriman ke masing-masing lokasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyediaan tools.

Namun dalam praktiknya, proses distribusi ke banyak cabang sekaligus tentu memiliki tantangan tersendiri. 

Supervisor Business Development Indoteknik, Putra, menyoroti pentingnya konsistensi pasokan barang di lapangan.

“Tantangannya sendiri adalah dari ketersediaan stok untuk barang yang sudah dijadikan standar dan memastikan dapat memenuhi kebutuhan setiap cabangnya,” ujar Putra.

Berbekal rekam jejak dalam menangani kebutuhan tools di berbagai sektor, Indoteknik terus berupaya menjaga ketersediaan produk agar operasional pelanggan tetap berjalan lancar.

Perluas Dukungan untuk Industri Otomotif Nasional

Dukungan terhadap kebutuhan bengkel QJ Motor menjadi salah satu bagian dari pengalaman Indoteknik dalam melayani sektor otomotif. 

Selain QJ Motor, Indoteknik juga telah mendukung kebutuhan tools untuk BYD, Denza, Hyundai, Mercedes-Benz, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Hino, Wuling, Neta (Arista Group), UD-Trucks (Astra International), serta ribuan perusahaan lainnya.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tools di sektor otomotif memiliki cakupan yang beragam, mulai dari kebutuhan bengkel hingga operasional dan perawatan.

Kemampuan dalam menyediakan produk yang sesuai menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas pelanggan. 

Bagi Indoteknik, penyediaan tools bukan hanya mengenai ketersediaan produk, tetapi juga bagaimana kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara tepat.

Komitmen Indoteknik.com ke Depan

Untuk kedepannya, Indoteknik berkomitmen untuk terus memperluas dukungan terhadap kebutuhan tools di sektor otomotif maupun industri lainnya di Indonesia. 

Pengalaman dalam menangani kebutuhan berbagai pelanggan menjadi bekal untuk terus meningkatkan layanan dan memperluas cakupan penyediaan tools.

“Menjamin mutu dari produk yang di-supply sesuai dengan standar yang ditentukan, memberikan service terbaik dari penyediaan barang hingga aftersales atas produk yang di-supply,” tambah Putra.

Selain melalui penyediaan langsung, berbagai kebutuhan tools juga dapat dilihat melalui Indoteknik.com. Website tersebut menyediakan beragam produk untuk kebutuhan industri, bengkel, dan operasional, lengkap dengan informasi produk, spesifikasi, serta harga yang dapat menjadi referensi sebelum melakukan pembelian.

Melalui Indoteknik.com, pelanggan dapat mencari berbagai kebutuhan tools dalam satu platform, baik untuk kebutuhan bengkel maupun operasional industri.

#MitraTepercayaKebutuhanIndustri

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

India–Indonesia Golf Cup 2026 Kembali Digelar untuk Keempat Kalinya, Rayakan Persahabatan, Bisnis, Olahraga, dan Harapan

Jakarta — Kedutaan Besar India di Jakarta dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan India–Indonesia Golf Cup 2026 untuk keempat kalinya, yang akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Pondok Indah Golf Course, Jakarta.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, India–Indonesia Golf Cup telah berkembang menjadi salah satu agenda tahunan unggulan Kedutaan Besar India, yang mempertemukan para diplomat, pejabat senior pemerintah, pemimpin bisnis, pengusaha, profesional, serta anggota komunitas India dan Indonesia. Lebih dari sekadar turnamen golf, ajang ini telah menjadi platform yang bermakna untuk memperkuat persahabatan yang telah terjalin lama antara India dan Indonesia melalui olahraga, jejaring bisnis, dan interaksi budaya.

Diselenggarakan dibawah dukungan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, turnamen tahun ini diperkirakan akan diikuti oleh 144 pegolf serta lebih dari 300 tamu undangan dalam acara Gala Dinner dan Awards Ceremony.

Menjelang penyelenggaraan turnamen, Sandeep Chakravorty mengatakan:

“India–Indonesia Golf Cup mencerminkan persahabatan yang erat dan kemitraan yang berkelanjutan antara India dan Indonesia. Selama empat tahun terakhir, turnamen ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar acara olahraga. Ajang ini telah menjadi platform yang mempertemukan para pemimpin dari pemerintahan, diplomasi, dan dunia usaha untuk membangun hubungan yang bermakna serta menciptakan peluang baru untuk kolaborasi.

Olahraga memiliki kemampuan unik untuk menyatukan masyarakat lintas budaya, dan kami bangga bahwa turnamen ini terus memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong niat baik dan saling pengertian. Tahun ini, kami sangat senang karena acara ini juga akan mendukung anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker melalui kemitraan kami dengan Yayasan Lions Indonesia. Kami berharap para peserta dan mitra dapat bergabung dalam upaya memberikan dampak positif dengan berkontribusi pada tujuan yang bermakna ini, sekaligus menegaskan bahwa semangat sejati India–Indonesia Golf Cup tidak hanya hadir di lapangan golf, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Memperkuat Kemitraan Strategis India dan Indonesia

Turnamen ini mencerminkan semakin kuatnya kemitraan strategis antara India dan Indonesia dengan menciptakan ruang untuk dialog, kolaborasi, dan persahabatan di antara para pemimpin pemerintahan, diplomasi, industri, dan perdagangan. Para peserta akan menikmati satu hari pertandingan golf, layanan hospitality premium, serta networking yang akan ditutup dengan Gala Dinner untuk merayakan hubungan erat yang telah terjalin antara kedua negara.

Selain mendorong keterlibatan di bidang olahraga dan bisnis, penyelenggaraan tahun 2026 juga membawa misi sosial yang kuat melalui kemitraan dengan Yayasan Lions Indonesia. Dalam Gala Dinner, kegiatan penggalangan dana akan mendukung upaya yayasan untuk memperluas Rumah Singgah Lions, fasilitas akomodasi sementara yang menyediakan tempat tinggal yang aman dan penuh perhatian bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker beserta keluarga mereka.

Para tamu akan memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui charity raffle dan donasi, sehingga semakin memperkuat komitmen turnamen untuk memberikan kembali manfaat kepada masyarakat.

India–Indonesia Golf Cup 2026 juga mendapatkan dukungan dari berbagai sponsor dan mitra perusahaan dari kedua negara. Kontribusi tersebut terus meningkatkan posisi acara ini sebagai salah satu turnamen golf diplomatik dan bisnis terkemuka di Jakarta.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, India–Indonesia Golf Cup terus membawa semangat “Celebrating India–Indonesia Relations”, sekaligus menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi jembatan yang kuat bagi diplomasi, persahabatan, kolaborasi bisnis, dan kontribusi bagi masyarakat.

Detail Acara

India–Indonesia Golf Cup 2026

Tanggal: Sabtu, 22 Agustus 2026

Lokasi: Pondok Indah Golf Course, Jakarta

Awards Ceremony & Gala Dinner

Lokasi: Pondok Indah Golf Course Ballroom

Waktu: Pukul 19.00 WIB dan seterusnya

Kontak Media

Panitia Penyelenggara

India–Indonesia Golf Cup 2026

Kedutaan Besar India, Jakarta

Email: Prakash Vijaykumar

Telepon: 0818-715274

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat

Bittime menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama seiring meningkatnya potensi pasar Futures di Indonesia. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime terus mengembangkan layanan Futures sekaligus mendorong edukasi, literasi, dan manajemen risiko bagi trader aset digital.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama sejak produk tersebut diluncurkan. 

Target tersebut disampaikan Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam acara Bittime di Bali, Bittime Alpha Gala Night pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta, mulai dari pengguna VIP, trader, KOL, komunitas, hingga mitra institusional, tersebut membahas perkembangan pasar Futures di Indonesia, karakteristik Bittime Futures, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan terhadap instrumen Futures dan perkembangan pasar aset digital di Indonesia.

Pasar Futures di Indonesia Masih Memiliki Ruang Pertumbuhan

Ryan mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme Bittime terhadap potensi pasar Futures Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan.

“Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan Lymn.

Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan pasar derivatif secara global. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dibahas dalam acara, perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global. 

Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,20% secara bulanan, sementara jumlah investor telah mencapai lebih dari 22 juta, berdasarkan data OJK.

Bittime meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026, setelah memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Bittime menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK.

Penyebutan pertama merujuk pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya dalam kerangka regulasi OJK, setelah pengaturan dan pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti kepada OJK.

Dengan hadirnya Bittime Futures, Bittime kini menawarkan portofolio 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Bittime Futures menyediakan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta opsi Cross Margin dan Isolated Margin.

Data perdagangan Bittime juga menunjukkan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP secara konsisten berada di posisi dua teratas dalam daftar pair Futures, baik pada periode satu minggu terakhir maupun 21 hari terakhir. Sementara itu, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk dalam lima besar pada kedua periode tersebut. 

Pertumbuhan Harus Diiringi Edukasi dan Literasi

Di tengah peluang pertumbuhan Futures, Ryan menilai edukasi dan literasi tetap menjadi bagian penting karena instrumen tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan Spot.

“Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” kata Ryan.

Menurutnya, fleksibilitas untuk mengambil posisi Long maupun Short dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi trader dalam merespons kondisi pasar, tetapi perlu diimbangi pemahaman yang memadai sebelum melakukan transaksi.

“Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari peserta. Banyak yang tidak hanya tertarik pada peluang Futures, tetapi juga ingin memahami bagaimana menggunakannya secara lebih bertanggung jawab. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar Futures di Indonesia,” ujar Ryan.

Bittime menilai Futures akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem produk perusahaan, sejalan dengan visi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Saham MPLX Mendadak Jadi Sorotan, Apa yang Membuat Investor Tertarik?

Saham MPLX (NYSE: MPLX) kembali menjadi perhatian investor di pasar saham Amerika Serikat. Perusahaan infrastruktur energi tersebut menarik minat pasar setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid, mempertahankan distribusi tunai bagi pemegang unit, serta memberikan pandangan pertumbuhan yang cukup agresif untuk beberapa tahun ke depan.

MPLX merupakan perusahaan midstream yang memiliki dan mengoperasikan berbagai aset infrastruktur energi di Amerika Serikat. Bisnisnya mencakup pengangkutan dan penyimpanan minyak mentah serta produk olahan, hingga layanan pengumpulan, pemrosesan, dan pengangkutan gas alam serta natural gas liquids (NGL).

Berbeda dengan perusahaan energi yang pendapatannya sangat bergantung pada harga jual minyak atau gas, bisnis midstream seperti MPLX lebih banyak berfokus pada infrastruktur dan volume yang mengalir melalui aset-asetnya. Hal ini membuat investor melihat MPLX sebagai salah satu saham energi yang memiliki karakter pendapatan dan arus kas yang relatif stabil.

Kinerja Kuartal II 2026 Jadi Salah Satu Pendorong

Perhatian terhadap MPLX semakin meningkat setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal II 2026 pada awal Agustus. MPLX mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada perusahaan sebesar $1,077 miliar, meningkat dibandingkan $1,048 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, adjusted EBITDA mencapai $1,775 miliar, naik dari $1,690 miliar pada kuartal II 2025. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi dari dua segmen utama MPLX, yaitu Crude Oil and Products Logistics serta Natural Gas and NGL Services.

Dari sisi pendapatan, hasil MPLX juga melampaui ekspektasi pasar. Total pendapatan dan pendapatan lainnya meningkat sekitar 10,3% secara tahunan menjadi $3,31 miliar. Pertumbuhan aktivitas pengumpulan dan fraksinasi gas menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja perusahaan selama kuartal tersebut.

Kinerja tersebut menjadi penting karena investor tengah memperhatikan kemampuan perusahaan energi untuk tetap menghasilkan arus kas di tengah perubahan harga komoditas dan dinamika permintaan energi. Dalam kasus MPLX, pertumbuhan volume bisnis gas alam dan NGL memberikan sinyal positif terhadap ekspansi bisnisnya.

Distribusi Tinggi Masih Menjadi Daya Tarik Utama

Selain kinerja operasional, salah satu alasan MPLX banyak diperhatikan adalah kebijakan pengembalian modal kepada investor. Perusahaan menetapkan distribusi kuartal II 2026 sebesar $1,0765 per common unit.

Secara tahunan, angka tersebut setara dengan sekitar $4,31 per unit apabila distribusi dipertahankan pada tingkat yang sama. MPLX juga mencatatkan distribution coverage ratio sebesar 1,3 kali pada kuartal II 2026, yang menunjukkan bahwa arus kas distributable perusahaan masih mampu menopang pembayaran kepada pemegang unit.

Pada kuartal tersebut, MPLX menghasilkan distributable cash flow sebesar $1,45 miliar dan mengembalikan lebih dari $1,1 miliar kepada pemegang unit. Pengembalian tersebut tidak hanya berasal dari distribusi tunai, tetapi juga mencakup pembelian kembali unit.

Bagi investor yang mencari saham dengan potensi pendapatan rutin, kombinasi antara distribusi dan arus kas yang kuat menjadi salah satu faktor utama yang membuat MPLX menarik perhatian. Berdasarkan data pasar terbaru yang tersedia, saham MPLX juga memiliki forward yield di kisaran 7%, meskipun tingkat imbal hasil dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan kebijakan distribusi perusahaan.

Target Pertumbuhan Distribusi Jadi Katalis Baru

Hal lain yang membuat pasar semakin memperhatikan MPLX adalah panduan pertumbuhan distribusinya. Dalam laporan kuartal II 2026, perusahaan menyatakan ekspektasi kenaikan distribusi sebesar 12,5% pada 2026 dan 2027.

Jika target tersebut dapat direalisasikan, MPLX berpotensi semakin menarik bagi investor yang berorientasi pada pendapatan. Namun, rencana kenaikan distribusi tentu akan berjalan bersamaan dengan kebutuhan perusahaan untuk membiayai ekspansi dan menjaga struktur keuangan.

MPLX sendiri terus mengembangkan bisnis Natural Gas dan NGL. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah dimulainya operasi fasilitas pemrosesan Harmon Creek III pada Agustus serta pengembangan kapasitas pengolahan sour gas di kawasan Permian. Ekspansi ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menangkap pertumbuhan produksi energi di wilayah-wilayah strategis Amerika Serikat.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati risiko yang ada. MPLX memiliki leverage ratio sebesar 3,7 kali pada akhir kuartal II 2026. Selain itu, ekspansi aset membutuhkan belanja modal yang besar sehingga perusahaan harus menjaga keseimbangan antara investasi pertumbuhan, pengelolaan utang, dan pengembalian modal kepada investor.

Bagaimana Pergerakan Saham MPLX?

Saham MPLX sempat bergerak mendekati level tertinggi dalam 52 minggu terakhir setelah laporan keuangan kuartal II dirilis. Data pasar menunjukkan saham ini sempat menyentuh $60,95 pada 5 Agustus 2026, sementara kisaran harga 52 minggu berada antara $47,80 hingga $60,95.

Kenaikan perhatian terhadap MPLX mencerminkan bagaimana investor saat ini tidak hanya fokus pada saham teknologi atau perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan. Saham energi dengan arus kas kuat dan potensi pengembalian modal juga tetap menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi portofolio.

Meski demikian, investor perlu memahami bahwa MPLX tetap memiliki risiko yang terkait dengan industri energi. Perubahan permintaan minyak dan gas dalam jangka panjang, kondisi ekonomi, regulasi, belanja modal, hingga potensi peningkatan utang dapat memengaruhi kinerja perusahaan di masa depan.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat tingginya distribusi atau pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Analisis terhadap kondisi keuangan, strategi ekspansi, kemampuan menghasilkan arus kas, serta risiko industri tetap penting dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplor berbagai aset kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, yang dapat menjadi pilihan bagi para investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai investasi juga tidak perlu khawatir. Di aplikasi ini, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest juga berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website resmi Nanovest. Bagi kamu yang ingin mulai menggunakan Nanovest, aplikasinya sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Tembus US$74.000, Sinyal Menuju US$80.000 Makin Kuat?

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Bitcoin (BTC) kembali membuat pasar kripto bergairah. Aset kripto terbesar dunia itu melonjak sekitar 7,9 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (21/8), hingga diperdagangkan di kisaran US$74.409 atau sekitar Rp1,31 miliar, setelah sebelumnya bergerak dari sekitar US$63.000 menuju area US$75.000 dalam waktu kurang dari dua hari.

Lonjakan ini membawa kembali level US$80.000 ke radar investor. Namun, berbeda dengan reli yang hanya ditopang euforia jangka pendek, pergerakan Bitcoin kali ini didorong kombinasi beberapa katalis besar: membaiknya likuiditas global, kembalinya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, serta gelombang likuidasi posisi short.

Salah satu pemicu terbesarnya datang dari Amerika Serikat (AS). Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat ukuran operasi pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang.

Batas pembelian yang sebelumnya maksimal US$2 miliar per operasi dinaikkan menjadi setidaknya US$4 miliar, efektif mulai 9 September hingga 4 November 2026. Kebijakan tersebut menyasar obligasi dengan tenor 10 hingga 30 tahun dan ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas di pasar obligasi jangka panjang.

Pengumuman itu sempat menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahkan dolar AS, kondisi yang secara umum memberikan ruang lebih besar bagi aset seperti Bitcoin dan emas untuk menguat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai reli Bitcoin kali ini menjadi menarik karena tidak hanya berasal dari satu faktor.

“Kita melihat tiga mesin bekerja hampir bersamaan. Likuiditas makro mendapat sentimen positif, investor institusional kembali mengakumulasi Bitcoin melalui ETF spot, lalu posisi short yang terlalu besar dipaksa keluar dari pasar. Kombinasi seperti ini membuat kenaikan harga menjadi sangat cepat,” ujar Yudho.

Dana Institusi Kembali Masuk

Sinyal kuat lainnya datang dari pasar ETF Bitcoin spot di AS yang mencatat arus dana bersih sebesar US$517,19 juta pada 19 Agustus, menjadi inflow harian terbesar sejak 4 Mei 2026. BlackRock IBIT memimpin dengan sekitar US$284,7 juta, disusul ARK 21Shares ARKB sebesar US$77,7 juta dan Fidelity FBTC sekitar US$62,4 juta.

Masuknya lebih dari setengah miliar dollar AS dalam satu hari memberi indikasi bahwa kenaikan Bitcoin tidak sepenuhnya berasal dari spekulasi investor ritel.

Menurut Yudho, aliran ETF menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kalau ingin menilai apakah reli ini punya napas lebih panjang, jangan hanya melihat candle hijau atau persentase kenaikan harian. Perhatikan apakah inflow ETF tetap berlanjut. Konsistensi permintaan spot jauh lebih penting untuk menjaga tren dibandingkan reli yang hanya berasal dari leverage,” kata Yudho.

Short Seller “Terbakar”, Reli Makin Kencang

Setelah Bitcoin menembus sejumlah level resistance, kenaikan harga kemudian diperbesar oleh fenomena short squeeze.

Lebih dari US$3,1 miliar posisi short kripto dilikuidasi ketika harga bergerak cepat ke atas. Investor yang sebelumnya bertaruh harga akan turun terpaksa menutup posisi, yang pada akhirnya menambah tekanan beli di pasar.

Besarnya pergerakan tersebut juga menjadi perhatian perusahaan analitik blockchain Glassnode. Pergerakan penutupan harian Bitcoin tercatat sekitar 5,8 standar deviasi di atas volatilitas 30 harinya, menjadi pergerakan naik sebesar itu yang terbesar sejak Oktober 2023.

Artinya, reli yang terjadi kali ini tergolong tidak biasa, bahkan untuk ukuran Bitcoin yang dikenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi.

Bitcoin Menuju US$80.000?

Secara teknikal, Bitcoin kini telah meninggalkan zona resistance penting US$69.000-US$70.000 dan bergerak di atas level psikologis US$72.000.

Selama harga mampu mempertahankan area tersebut sebagai support, peluang Bitcoin melanjutkan penguatan menuju US$76.000-US$80.000 tetap terbuka.

Level US$80.000 juga mulai kembali masuk ke dalam proyeksi sejumlah pengamat pasar. Yudho perkirakan Bitcoin berpotensi memasuki akhir tahun 2026 di sekitar US$80.000 sebelum memasuki fase penguatan yang lebih besar pada tahun berikutnya.

Namun, Yudho mengingatkan bahwa US$80.000 sebaiknya dibaca sebagai skenario, bukan kepastian.

“US$80.000 sekarang semakin dekat secara teknikal, tetapi pasar tidak bergerak dalam garis lurus. Setelah kenaikan hampir vertikal, konsolidasi atau koreksi sehat sangat mungkin terjadi. Selama Bitcoin mampu menjaga area sekitar US$72.000 dan permintaan spot tetap kuat, skenario menuju US$76.000 hingga US$80.000 masih terbuka,” jelasnya.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di atas US$72.000 dapat membuka ruang koreksi kembali ke area US$70.000 hingga sekitar US$68.000.

September Bisa Jadi Penentu

Selain faktor harga, investor juga mulai memperhatikan perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Salah satu katalis yang menjadi perhatian adalah perkembangan CLARITY Act, regulasi yang bertujuan memberikan struktur lebih jelas mengenai pembagian pengawasan pasar aset digital di AS. Laporan pasar menyebut pemungutan suara di Senat dijadwalkan pada 15 September 2026.

Bila dikombinasikan dengan arus masuk ETF yang berkelanjutan dan kondisi likuiditas yang mendukung, perkembangan regulasi positif dapat memberikan katalis lanjutan bagi pasar kripto.

Namun, CEO FLOQ ini menilai investor tetap perlu menjaga ekspektasi.

“Momentum Bitcoin sedang sangat kuat, tetapi justru ketika pasar bergerak cepat, disiplin menjadi semakin penting. Jangan mengejar harga hanya karena takut tertinggal. Perhatikan fundamental, likuiditas, regulasi, dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing,” tutup Yudho.

Dengan Bitcoin kembali mendekati area US$75.000, pasar kini menghadapi pertanyaan berikutnya: apakah reli ini hanya ledakan akibat short squeeze, atau awal perjalanan Bitcoin menuju US$80.000 dan level yang lebih tinggi?

Jawabannya kemungkinan akan ditentukan oleh satu hal yang tidak bisa dihasilkan dari likuidasi semata: apakah pembeli riil dan dana institusional tetap bertahan setelah euforia mereda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lewat Program New Home-Pass New Tree, Linknet Hijaukan Pesisir Bekasi untuk Peringati HUT ke-81 RI

BEKASI, 20 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Link Net Tbk (“Linknet”, Kode Emiten: LINK) kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Penanaman ini merupakan bagian dari program “New Home-Pass, New Tree”, sebuah inisiatif keberlanjutan Linknet yang telah dijalankan sejak tahun 2025. Melalui program ini, Linknet mengimbangi perluasan jaringan dan home-pass dengan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Linknet telah menanam sebanyak 22.500 pohon, termasuk 13.500 mangrove di wilayah pesisir Pemalang, Cilacap, dan Bintan.
Inisiatif tersebut terus diperluas sebagai bagian dari upaya Linknet untuk menghadirkan pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri teknologi Indonesia, Linknet terus memperluas jaringan dan infrastruktur digital yang kini menjangkau lebih dari 5 juta home-pass di lebih dari 80 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. 
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Linknet berkomitmen memastikan ekspansi konektivitas digital berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
_”Linknet percaya bahwa jejak konektivitas yang kami hadirkan di berbagai wilayah Indonesia harus sejalan dengan jejak hijau yang kami tinggalkan. Setiap bibit mangrove yang ditanam di Muara Gembong merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir,”_ ujar Head of Regulatory & Sustainability Linknet, Lidia Elvina.
Pelaksanaan program ini turut didukung oleh kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam menjaga kelestarian pesisir Indonesia. Dalam kegiatan penanaman di Muara Gembong, Linknet bekerja sama dengan Pertamina Foundation melalui Adi Askara Bumi (AAB), Yayasan Mangrove Bahagia Lestari, Kelompok Bahagia Berkarya (KEBAYA), serta komunitas dan masyarakat setempat.
Bagi Pertamina Foundation, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan, terutama dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
_”Kolaborasi dengan Linknet melalui program ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata bagi pemulihan ekosistem pesisir. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut menjaga kelestarian alam Indonesia,”_ ujar Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah.
Pemilihan Muara Gembong menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir. Mangrove memiliki fungsi ekologis penting dalam membantu menjaga kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, serta berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Linknet juga telah menanam 5.000 mangrove di pesisir Serang.
_“Melalui program New Home-Pass, New Tree, Linknet menargetkan penanaman sebanyak 301.000 pohon sepanjang 2026–2028, termasuk 122.000 mangrove. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat lingkungan yang berkelanjutan sekaligus tumbuh bersama dengan perluasan konektivitas digital Linknet di Indonesia,”_ tambah Lidia.
Program New Home-Pass, New Tree menjadi bagian dari komitmen Linknet untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya khususnya memperkuat mata pencaharian dan masyarakat pesisir (SDGs1), memperkuat penyerapan karbon untuk menangani perubahan iklim (SDGs 13), memulihkan habitat biota laut (SDGs 14), melestarikan keseimbangan ekosistem (SDGs 15), dan membangun kemitraan lintas sektor yang inklusif (SDGs 17).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan: Momentum Bullish Masih Terjaga, Target 4.594–4.655

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, tren kenaikan pada grafik harian masih cukup kuat setelah harga berhasil melewati resistance sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa buyer masih memiliki kendali terhadap pasar dan membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju area resistance berikutnya di 4.594 hingga 4.655. Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan potensi koreksi sebelum mengambil posisi baru.

Pada time frame Daily, harga emas menunjukkan struktur pasar yang masih mendukung skenario bullish. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah keberhasilan harga melakukan breakout terhadap resistance sebelumnya. Breakout tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mampu mendorong harga melewati batas yang sebelumnya menjadi penghalang kenaikan. Setelah menembus resistance, harga kemudian membentuk base area, yang dapat menjadi pijakan bagi pergerakan berikutnya.

Terbentuknya base area setelah breakout memberikan indikasi bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum menentukan arah lanjutan. Selama harga mampu mempertahankan area tersebut dan tidak kembali masuk ke bawah resistance yang telah ditembus, peluang tren bullish tetap terbuka. Dalam skenario ini, target kenaikan berikutnya berada pada kisaran 4.594–4.655.

Menurut Geraldo Kofit, area resistance tersebut menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pada pekan depan. Jika buyer mampu mempertahankan momentum dan harga berhasil menembus resistance 4.594, maka peluang untuk menguji level 4.655 semakin terbuka. Namun, apabila harga mengalami rejection ketika mendekati resistance, aksi ambil untung dapat memicu koreksi dalam jangka pendek.

Karena posisi harga sudah berada dalam tren naik, melakukan pembelian secara langsung ketika harga mendekati resistance dinilai memiliki risiko yang lebih besar. Untuk memperoleh level entry yang lebih optimal, Dupoin Futures menyarankan agar pelaku pasar menunggu kemungkinan retracement menuju area support 4.417. Level tersebut dapat menjadi zona yang menarik untuk melihat kembali kekuatan buyer.

Koreksi menuju 4.417 tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren bullish telah berakhir. Dalam kondisi pasar yang sedang mengalami penguatan, penurunan sementara justru dapat menjadi bagian dari proses retest setelah breakout. Apabila harga turun ke area tersebut kemudian membentuk rejection, swing low, atau sinyal pembalikan lainnya, peluang untuk kembali melanjutkan kenaikan akan semakin besar. Strategi menunggu koreksi juga dapat membantu trader memperoleh posisi dengan potensi risiko yang lebih terukur dibandingkan mengejar harga di dekat resistance.

Dari sisi fundamental, prospek emas (XAUUSD) juga masih mendapatkan dukungan dari sejumlah faktor eksternal. Salah satu katalis utama berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar dapat meningkatkan daya tarik emas bagi investor global karena harga logam mulia menjadi relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menjaga aliran dana masuk ke pasar emas.

Selain pergerakan dolar AS, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian investor. Ketidakpastian mengenai kondisi fiskal dapat meningkatkan kebutuhan terhadap aset yang dianggap mampu menjadi penyimpan nilai di tengah meningkatnya risiko ekonomi. Dalam situasi seperti ini, emas berpotensi mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven.

Namun, terdapat pula sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang penguatan emas. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga energi yang lebih tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Apabila inflasi kembali menjadi perhatian utama, ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga dapat menjadi lebih terbatas.

Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah XAUUSD. Pemangkasan suku bunga biasanya memberikan sentimen positif terhadap emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak menghasilkan bunga. Sebaliknya, apabila tekanan inflasi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, daya tarik emas dapat menghadapi tekanan.

Meski demikian, untuk saat ini arus dana menuju emas masih dinilai cukup kuat. Kombinasi pelemahan dolar AS, kekhawatiran fiskal, dan permintaan safe haven memberikan fondasi yang cukup bagi tren bullish untuk bertahan. Pelaku pasar akan terus memantau apakah faktor-faktor tersebut mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan harga minyak dan potensi perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan dengan sasaran 4.594 hingga 4.655. Breakout resistance sebelumnya dan pembentukan base area menjadi dasar utama dari proyeksi bullish tersebut. Namun, mengingat harga sudah mengalami kenaikan, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi. Area 4.417 dapat menjadi level penting untuk mencari konfirmasi apabila terjadi retracement. Jika support tersebut mampu bertahan dan buyer kembali mengambil alih, peluang XAUUSD untuk melanjutkan tren kenaikan menuju 4.594–4.655 masih terbuka. Sementara itu, perkembangan dolar AS, kondisi fiskal Amerika Serikat, harga minyak, serta ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah momentum bullish tersebut dapat berlanjut sepanjang pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kemitraan Strategis jadi Kunci Dorong Kedaulatan Mineral

JAKARTA – Upaya menciptakan kemitraan strategis menjadi salah satu kunci untuk mendorong kedaulatan mineral Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menguasai teknologi dan memperkuat rantai nilai industri mineral nasional.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa menjelaskan, kesenjangan teknologi Indonesia di sejumlah sektor mineral sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, selama ini Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku seperti alumina dan aluminium, sementara produk turunannya masih diproduksi di luar negeri.
Ia mencontohkan, Indonesia selama ini mengolah bauksit menjadi alumina atau aluminium ingot untuk kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang. Namun, untuk produk ekstrusi aluminium yang digunakan di sektor dirgantara, otomotif hingga pertahanan, Indonesia masih harus menunggu pasokan selama lima hingga enam bulan.
Sigit menilai teknologi untuk mengembangkan produk turunan aluminium maupun baja masih berada dalam jangkauan Indonesia. Namun, tantangan yang lebih besar berada pada mineral berbasis semikonduktor dan sejumlah mineral khusus yang saat ini hanya dikuasai oleh negara-negara maju.
“Tapi bukan jadi masalah, kita punya strategi di mana kita melakukan strategic partnership. Jadi kementerian strategis, di mana kita memiliki share terhadap kita punya mineral, you punya teknologi, tapi kalau you gak dapat mineral dari kita, maka gak bisa jalan. Kita strategic partnership, kita bangun kolaborasi R&D, kita ajak semua perguruan tinggi,” ujar Sigit dalam MINDialogue, di Jakarta, Rabu, (12/8/2026).
Senada dengan itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengakui kemitraan strategis masih dibutuhkan untuk mempercepat transfer teknologi ke Indonesia. Menurutnya, investasi asing tetap diperlukan karena Indonesia masih memiliki kelemahan dalam riset dan pengembangan atau research and development (R&D).
“Memang kenapa kita butuh juga investasi dari luar? Kita juga butuh partner teknologi karena memang terus terang kita juga sangat lemah dalam research and development. Maka itu PR besar,” kata Todotua.
Ia mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang masih menghadapi tantangan pada rantai pasok bagian tengah. Padahal, Indonesia telah memiliki sumber daya nikel dan fasilitas pengolahan HPAL.
Saat ini, Indonesia tengah melaksanakan kerja sama strategis Indonesia dalam proyek baterai kendaraan listrik. Hal ini ditandai dengan kolaborasi antara anak usaha MIND ID, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengadopsi teknologi manufaktur sel baterai kendaraan listrik.
Keduanya tengah membangun pabrik baterai electric vehicle (EV) berlokasi di Karawang, Jawa Barat yang akan segera diresmikan pemerintah. Adapun kapasitas produksi awal ditaksir mencapai sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Proyek ini digarap oleh konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dengan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan IBC. CBL sendiri merupakan anak usaha dari CATL. Konsorsium perusahaan-perusahaan itu pun membentuk perusahaan baru bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menekankan bahwa kemitraan strategis harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia. Ia menilai selama ini banyak kekayaan mineral nasional yang justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain yang memiliki keunggulan teknologi dan pendanaan.
Menurut Maroef, kondisi tersebut membuat Indonesia belum sepenuhnya menikmati manfaat dari sumber daya mineral yang dimiliki. Padahal, pengelolaan mineral seharusnya mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi bangsa dan negara.
“MIND ID memandang perlunya upaya perbaikan komprehensif yang melibatkan sinergi lintas institusi. Kami mengidentifikasi bahwa transformasi tata kelola cadangan mineral nasional harus dilakukan di setiap simpul kunci proses bisnis pertambangan, yakni dari sektor hulu, menengah midstream hingga hilir,” kata Maroef.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES