Kafe, Klinik, dan Showroom Butuh Ruang yang Tidak Sama

Setiap jenis ruang usaha seperti kafe, klinik, dan showroom memiliki kebutuhan teknis serta pola operasional yang berbeda sehingga tidak bisa dirancang dengan pendekatan yang sama. Perencanaan yang mengutamakan fungsi, alur aktivitas, dan standar teknis sejak awal dapat mencegah kesalahan desain serta biaya perbaikan di kemudian hari.

Satu tim menggarap kafe, klinik, dan showroom dengan pendekatan yang sama persis. Hasilnya terlihat rapi di gambar tiga dimensi. Masalah baru muncul setelah ruang itu dipakai setiap hari. Interior ruang usaha yang keliru sejak awal akan terus menagih biaya perbaikan.

Bentuk kegagalannya berbeda-beda, tetapi sama mahalnya. Kafe kehilangan empat meja karena dapur ternyata kurang luas. Klinik tertahan izin operasionalnya karena alur ruangnya tidak sesuai ketentuan. Showroom terasa suram meski jumlah lampunya berlebih.

Ketiganya bukan persoalan selera. Semuanya berakar pada perhitungan teknis yang terlewat di tahap gambar. Penyedia Jasa Konstruksi dan Bangunan yang terbiasa menangani ruang komersial umumnya memulai dari pola operasional, bukan dari tema visual.

Kenapa Interior Ruang Usaha Tidak Bisa Memakai Satu Formula

Yang Pelanggan Beli Menentukan Bentuk Ruangnya

Kafe menjual durasi singgah. Klinik menjual rasa tenang dan kepastian prosedur. Showroom menjual tampilan produk sebelum orang menyentuhnya. Tiga tujuan itu melahirkan tata letak yang berbeda jauh.

Desain interior komersial yang baik selalu berangkat dari pertanyaan operasional. Berapa orang melintas per jam, ke mana mereka bergerak, dan di titik mana mereka berhenti. Jawabannya menentukan lebar jalur, posisi kasir, sampai jenis material lantai.

Tiga Prioritas yang Tidak Bisa Ditukar

Pada kafe, prioritas utamanya kapasitas dapur. Pada klinik, kepatuhan regulasi. Pada showroom, kualitas pencahayaan. Menggeser urutan ini membuat interior ruang usaha terlihat bagus tetapi sulit dioperasikan.

Kafe Berdiri atau Jatuh di Area Dapurnya

Pekerjaan yang Paling Sering Diremehkan

Area belakang menyerap porsi anggaran yang jauh lebih besar dari dugaan pemilik. Pekerjaan ini jarang terlihat pelanggan, tetapi menentukan apakah dapur sanggup bekerja di jam sibuk:

• Jalur exhaust dan perangkap lemak yang memenuhi persyaratan pengelola gedung.

• Titik daya khusus untuk mesin kopi, chiller, dan kompor induksi.

• Saluran air kotor dengan kemiringan memadai agar tidak sering tersumbat.

Luas dapur menekan jumlah kursi secara langsung. Setiap meter yang dapur ambil adalah pendapatan yang hilang per bulan. Karena itu penentuan luas dapur harus selesai sebelum penataan area makan dimulai, bukan sesudahnya.

Alur pengunjung juga perlu dipisahkan dari jalur pelayan. Dua arus yang bersilangan memperlambat layanan setiap hari selama bertahun-tahun.

Klinik Mengikuti Regulasi Sebelum Estetika

Sirkulasi Bersih dan Kotor Tidak Boleh Bersilangan

Di fasilitas kesehatan, regulasi datang lebih dulu daripada konsep visual. Alur pasien, alur tenaga medis, dan jalur limbah harus terpisah tegas. Ruang tindakan menuntut penutup lantai tanpa nat serta sudut dinding melengkung. Keduanya dirancang agar pembersihan tuntas, bukan karena alasan tampilan.

Pencahayaan pun diatur berbeda untuk tiap fungsi ruang. SNI 6197 tentang konservasi energi pada sistem pencahayaan menetapkan tingkat terang yang tidak seragam antar ruangan. Ruang periksa menuntut angka jauh lebih tinggi daripada ruang tunggu.

Kesalahan di tahap ini berakibat mahal. Perbaikan alur ruang setelah dinding berdiri berarti membongkar ulang hampir seluruh pekerjaan. Banyak pemilik klinik baru menyadarinya saat inspeksi perizinan berlangsung.

Showroom Menjual Lewat Pencahayaan

Kapasitas Listrik yang Sering Kurang Dihitung

Showroom menuntut kontras, bukan sekadar terang merata. Lampu sorot pada produk harus lebih kuat daripada pencahayaan umum di sekitarnya. Tanpa selisih itu, ruangan terasa datar meski jumlah titik lampunya banyak.

Konsekuensinya masuk ke pekerjaan kelistrikan. Dua hal berikut menentukan apakah konsep pencahayaan bisa benar-benar berjalan:

• Kapasitas daya terpasang yang memperhitungkan beban puncak sekaligus pendinginnya.

• Pembagian grup saklar agar area display bisa diatur terpisah dari area kasir.

Sirkulasi udara ikut berubah karenanya. Lampu sorot melepas panas, sehingga beban pendingin naik di area tertentu. Perencanaan yang mengabaikan hal ini melahirkan titik panas yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Menyesuaikan Interior Ruang Usaha dengan Karakter Bisnis

Urutan kerja yang layak Anda jalankan sebelum desain dikunci:

1. Tetapkan target operasional, misalnya jumlah kursi, jumlah pasien, atau volume display.

2. Hitung kebutuhan area pendukung lebih dulu, baru sisanya untuk area pelanggan.

3. Periksa persyaratan perizinan dan aturan pengelola gedung yang mengikat fungsi usaha itu.

4. Kunci kebutuhan daya, air, dan pembuangan sebelum gambar visual difinalkan.

5. Baru susun konsep estetika di atas kerangka teknis yang sudah pasti.

Ringkasnya, perbedaan ketiga jenis ruang ini terletak jauh di bawah permukaan. Yang membedakan bukan warna atau material, melainkan alur, kapasitas, dan sistem pendukungnya.

Terra by Trimitra mengerjakan ruang komersial dari sektor ritel, perkantoran, sampai makanan dan minuman. Pembahasan dimulai dari pola operasional klien, bukan dari referensi visual. Bagi pemilik usaha yang sedang menyiapkan gerai baru, Kontraktor Interior dengan pengalaman lintas sektor membantu menemukan selisih kebutuhan itu sejak awal.

Pertanyaan Seputar Penataan Ruang Usaha

1. Berapa porsi luas yang wajar untuk dapur kafe?

Bergantung menu dan volume pesanan, sehingga perhitungannya harus mengikuti target produksi, bukan persentase umum.

2. Apa yang paling sering menghambat izin operasional klinik?

Alur ruang yang tidak memisahkan sirkulasi bersih dan kotor secara tegas.

3. Kenapa showroom terasa gelap meski lampunya banyak?

Karena pencahayaannya merata tanpa kontras, sehingga produk tidak menonjol dari latar sekitarnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Satu Gudang, Semua Kebutuhan Besi: Cara Sentral Besi Pratama Putra Melayani Proyek

Membeli kebutuhan besi dari banyak pemasok dapat meningkatkan biaya transportasi, memperumit administrasi, dan menghambat jadwal proyek akibat keterlambatan pengiriman. Mengandalkan satu distributor seperti Sentral Besi Pratama Putra mempermudah pengadaan berbagai jenis besi, menghemat waktu, serta membuat koordinasi proyek lebih efisien.

Satu proyek kecil saja bisa melibatkan empat atau lima toko material berbeda. Besi beton dibeli di satu tempat, profil di tempat lain, plat di tempat ketiga. Pola ini terbentuk perlahan demi mengejar harga termurah untuk tiap jenis. Yang jarang dihitung adalah ongkos memilih banyak distributor besi baja sekaligus.

Biaya tersebut tidak muncul di nota mana pun. Waktu terpakai untuk membandingkan harga, menelepon, lalu menagih kepastian kirim. Ongkos angkut dibayar terpisah kepada setiap pemasok. Tim administrasi kemudian sibuk merekonsiliasi nota yang datang dari berbagai arah.

Dampak terbesarnya justru jatuh pada jadwal. Pekerjaan tidak menunggu kiriman tercepat, melainkan yang paling lambat. Satu pemasok yang meleset sudah cukup menahan seluruh tahapan. Risikonya bertambah seiring banyaknya pihak yang terlibat.

Menyatukan pengadaan ke satu pintu memangkas sebagian besar persoalan itu. Pemasok yang menyediakan besi beton sekaligus profil, plat, dan pipa menyederhanakan koordinasi. Mencari supplier besi cnp sidoarjo yang juga melayani kebutuhan lain menghemat waktu lebih banyak dari dugaan.

Pengadaan yang Terpecah Menimbulkan Ongkos di Luar Harga Barang

Selisih harga antar toko memang nyata. Namun selisih itu dihitung per batang, bukan per proyek. Begitu ongkos kirim terpisah dimasukkan, keunggulannya kerap menipis. Belum lagi waktu yang habis untuk mengurus semuanya.

Tiga Pemasok Berarti Tiga Jadwal Kirim

Setiap pemasok memiliki rute dan hari pengiriman sendiri. Menyamakan ketiganya pada satu hari hampir mustahil. Akibatnya material konstruksi datang bertahap tanpa urutan yang direncanakan. Tim lapangan menyesuaikan pekerjaan dengan kedatangan barang, bukan sebaliknya.

Kondisi ini turut memperbesar kebutuhan lahan penyimpanan. Barang yang datang terlalu dini harus ditampung entah di mana. Pada lokasi sempit, persoalannya berubah menjadi hambatan harian.

Riset Menempatkan Mutu di Atas Harga saat Memilih Distributor Besi Baja

Anggapan bahwa harga adalah penentu utama ternyata tidak didukung data. Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur Yogyakarta memuat studi pemilihan pemasok pada 2025. Objeknya pemasok beton siap pakai, tetapi kriterianya berlaku lebih luas. Kualitas memperoleh bobot 0,396, jauh di atas harga yang hanya 0,212.

Pengiriman menyusul dengan bobot 0,148 dan pelayanan 0,136. Pada tingkat subkriteria, kesesuaian material dengan spesifikasi teknis menempati posisi tertinggi. Konsistensi kualitas material pun masuk tiga besar.

Konsistensi yang Sulit Dijaga pada Pengadaan Terpecah

Di sinilah pengadaan dari banyak sumber menemui batasnya. Material dari pabrik berbeda memiliki toleransi dimensi yang berbeda pula. Dalam satu struktur, campuran itu menyulitkan pekerjaan fabrikasi presisi. Pemeriksaan mutu juga harus diulang untuk setiap sumber.

Satu Atap untuk Besi Beton, Profil, Plat, hingga Pipa

CV Sentral Besi Pratama Putra menempati Jalan Raya Taman Nomor 8, Sepanjang, Sidoarjo. Perusahaan ini melayani pembelian retail sekaligus kebutuhan proyek. Pengantaran dijalankan memakai armada miliknya sendiri. Ragam barangnya mencakup hampir seluruh kebutuhan pekerjaan struktur.

• besi beton polos dan ulir serta besi siku

• profil kanal C, UNP, WF, dan H Beam

• plat strip, plat eser, dan plat bordes

• pipa air, pipa gas, dan pipa kotak

• aksesoris pagar serta kawat las

Kelengkapan semacam itu memungkinkan satu nota untuk banyak jenis barang. Jadwal kirim cukup disepakati dengan satu pihak saja. Perannya sebagai supplier besi cnp sidoarjo sekaligus penyedia material konstruksi lain membuat koordinasi lebih ringkas.

Layanan berjalan Senin sampai Sabtu pada pukul 08.00 hingga 16.00. Pemesanan dapat ditempuh lewat telepon, pesan WhatsApp, maupun surel.

Langkah Menyatukan Pengadaan Material Proyek

1. Susun daftar kebutuhan seluruh jenis material besi untuk satu tahap pekerjaan.

2. Tanyakan kepada calon pemasok jenis mana saja yang sanggup mereka penuhi.

3. Bandingkan total biaya termasuk ongkos kirim, bukan harga satuan per jenis.

4. Sepakati jadwal pengantaran bertahap mengikuti urutan pekerjaan di lapangan.

5. Tunjuk satu orang di proyek sebagai penanggung jawab komunikasi dengan pemasok.

Langkah ketiga paling sering keliru dijalankan. Perbandingan harga satuan membuat pengadaan terpecah tampak lebih murah. Hitungan total biaya material konstruksi biasanya memberi gambaran yang berbeda.

Menempatkan Distributor Besi Baja sebagai Mitra Pengadaan

Kapan Memisah Pemasok Justru Lebih Masuk Akal

Menyatukan pengadaan bukan aturan yang berlaku mutlak. Item berspesifikasi sangat khusus kadang hanya tersedia di satu tempat. Volume yang sangat besar juga wajar ditenderkan terpisah demi harga terbaik. Yang penting keputusannya diambil secara sadar, bukan karena kebiasaan.

Pengadaan material pada akhirnya soal mengelola risiko, bukan semata menekan harga. Mutu, ketepatan kirim, dan konsistensi punya nilai yang bisa dihitung. Pemasok yang lengkap memudahkan ketiganya dijaga sekaligus.

Hubungan jangka panjang dengan distributor besi baja memberi keuntungan tambahan. Pemasok yang mengenal pola kebutuhan proyek dapat menyiapkan stok lebih awal. Penyesuaian jadwal pun tidak perlu dinegosiasikan dari nol setiap kali.

CV Sentral Besi Pratama Putra membuka ruang pembicaraan semacam itu bagi pelaksana di Sidoarjo dan sekitarnya. Kebutuhan material konstruksi dapat dibahas lebih dulu, termasuk urutan serta waktu pengantarannya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Apakah membeli dari satu pemasok selalu lebih mahal?

Tidak selalu, sebab perbandingan yang adil harus memasukkan ongkos kirim dan waktu pengurusan.

2. Kriteria apa yang paling menentukan saat memilih pemasok material?

Studi pada 2025 menempatkan kualitas dengan bobot tertinggi, melampaui harga sebagai pertimbangan utama.

3. Kapan pengadaan dari beberapa pemasok masih masuk akal?

Ketika item berspesifikasi khusus hanya tersedia di satu tempat atau volumenya layak ditenderkan terpisah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70 SUCOFINDO: Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi 22 Tenant Kantin Kementerian Kehutanan

Jakarta, (19/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) resmi menyerahkan Sertifikat Halal kepada 22 tenant kantin Koperasi Karyawan di lingkungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Sertifikat tersebut diperoleh setelah para pelaku usaha melalui proses pemeriksaan kehalalan produk yang dilakukan oleh PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), yang selanjutnya sertifikat diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam rangka memperingati HUT ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO).

Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Mamat Salamet Burhanudin, mengapresiasi inisiatif PT SUCOFINDO (PERSERO) dan Kementerian Kehutanan dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha kantin. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

“Kami mengapresiasi Kementerian Kehutanan yang memberikan perhatian terhadap sertifikasi halal bagi para pelaku usaha di lingkungan kantin. Inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lainnya. Kami juga berharap SUCOFINDO terus memperluas pendampingan sertifikasi halal agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan akses terhadap sertifikasi halal,” tuturnya.

Mamat Salamet Burhanudin menambahkan, sertifikasi halal tidak hanya menjadi pemenuhan peraturan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam membangun kepercayaan konsumen. Dengan adanya sertifikasi halal, konsumen memiliki kepastian dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Mamat Salamet Burhanudin juga mengingatkan bahwa 17 Oktober menjadi batas akhir kewajiban sertifikasi halal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Umum Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Irfan Mudofar, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, sertifikasi halal menjadi bagian penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan kebersihan produk pangan yang disediakan oleh tenant kantin, sekaligus meningkatkan kenyamanan konsumen.

“Kami mengapresiasi dukungan SUCOFINDO dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi tenant kantin di lingkungan Kementerian Kehutanan. Sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi juga merupakan komitmen untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kebersihan produk yang disajikan kepada konsumen. Kami berharap program ini dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha serta membuka peluang untuk mengembangkan pasar yang lebih luas,” kata Irfan Mudofar.

Irfan Mudofar juga berharap kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan SUCOFINDO dapat terus berlanjut, termasuk melalui perluasan pendampingan sertifikasi halal bagi kelompok usaha lainnya, seperti pelaku usaha yang berada di lingkungan perhutanan sosial.

Selanjutnya, Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO (PERSERO), Nuri Hidayat, menyampaikan bahwa program Sertifikasi Halal Gratis ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mendorong peningkatan kualitas dan daya saing usaha.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong pelaku usaha untuk naik kelas dengan meningkatkan standar operasional, menjaga kualitas produk, serta membangun kepercayaan konsumen. Kami berharap fasilitasi sertifikasi halal ini dapat menjadi langkah awal bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam prosesnya, LPH PT SUCOFINDO melakukan pemeriksaan kehalalan produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan mencakup bahan yang digunakan, proses produksi, serta pemenuhan kriteria halal lainnya untuk memastikan produk memenuhi persyaratan sertifikasi halal.

Di akhir, Nuri Hidayat berharap para tenant dapat semakin konsisten menjaga kualitas dan kehalalan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing usaha kuliner. “Program ini sekaligus menjadi wujud penerapan prinsip Creating Shared Value (CSV), yaitu menciptakan manfaat bersama melalui pemberdayaan pelaku usaha dan penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” tutup Nuri Hidayat.

Sebagai perusahaan jasa di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan industri nasional yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan berbagai layanan bernilai tambah, antara lain Sertifikasi Produk Halal, pengujian laboratorium, Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, serta pendampingan untuk memastikan produk pangan aman, bermutu, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mendag Busan Resmi Tutup TEI ke-41, Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

Kabupaten Tangerang, 18 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Minggu, (18/10). Selama lima hari pelaksanaan, pameran dagang terbesar di Indonesia ini mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar, atau 31,1 persen melampaui target USD 17,5 miliar. TEI ke-41 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada 14—18 Oktober 2026.

Mendag Busan menyampaikan, capaian TEI ke-41 merupakan hasil sinergi pemerintah, perwakilan perdagangan RI di luar negeri, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Semuanya berhasil bekerja sama untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional.

“Selama lima hari penyelenggaraan TEI ke-41, nilai transaksi mencapai USD 22,94 miliar, melampaui target USD 17,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari eksportir, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, hingga para pemangku kepentingan,” ujar Mendag Busan dalam konferensi pers penutupan TEI, Minggu, (18/10) di ICE BSD City.

Nilai potensi transaksi TEI ke-41 mencakup 426 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Di dalamnya juga sudah termasuk nilai potensi transaksi sebesar USD 327,7 juta dalam penyelenggaraan pameran kuliner dalam negeri Pangan Nusa Expo yang berlangsung di tempat dan waktu yang sama dengan TEI ke-41. Sementara itu, jika dilihat secara keseluruhan, potensi transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mencapai USD 510,79 juta.

Negara dengan nilai potensi transaksi terbesar pada TEI 2026 adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, kategori produk dengan nilai potensi transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.

Dari sisi partisipasi, TEI ke-41 diikuti 1.873 ekshibitor, melampaui target 1.500 perusahaan hingga sebesar 24,9 persen dari target yang ditetapkan. Pameran tahun ini juga mencatat 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. Berdasarkan jumlah buyer, lima mitra dagang dengan partisipasi terbesar adalah India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan. Sementara itu, jumlah pengunjung pameran tercatat lebih dari 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

Untuk mendorong momentum pasca-TEI ke-41, Kemendag menerapkan strategi terintegrasi melalui tiga tahapan. Pertama, pertemuan untuk penjajakan kerja sama bisnis (business matching) sebelum pameran dengan dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Kedua, business matching selama pameran. Ketiga, pengawalan kesepakatan dagang setelah pameran agar peluang transaksi dapat ditindaklanjuti.

“Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional,” ujar Mendag Busan.

TEI ke-41 turut menjadi panggung bagi wirausaha muda melalui Campuspreneur, sebuah program di bawah Program Strategis Kemendag “Dari Lokal untuk Global” ini dilaksanakan melalui kerja sama Kemendag dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kemendag membekali mahasiswa dan civitas academica dengan pelatihan ekspor, pendampingan, serta akses pasar.

Sebanyak 25 peserta Campuspreneur dari 20 perguruan tinggi terpilih menampilkan produk inovatif hasil kurasi di TEI ke-41. Para peserta juga mengikuti pitching dan business matching dengan buyer mancanegara. Program tersebut mencatat potensi transaksi lebih dari USD 24,57 juta.

“Melalui Campuspreneur, kami memberikan kesempatan kepada wirausaha muda untuk memasarkan produk inovatif dan menjajaki peluang ekspor. Potensi transaksi yang tercatat menunjukkan bahwa mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari pengembangan eksportir baru Indonesia,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan juga mengapresiasi kedutaan besar dan konsulat jenderal RI, perwakilan perdagangan RI, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pelaku usaha yang berkontribusi dalam penyelenggaraan TEI ke-41. Apresiasi juga disampaikan kepada PT Pertamina sebagai strategic partner, PT Bank Mandiri sebagai official bank partner, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) sebagai event partner. Apresiasi lainnya diberikan kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN Indonesia), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta lembaga, PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo) selaku penyelenggara, ICE BSD City sebagai penyedia tempat, para peserta pameran, buyer internasional, dan rekan-rekan media.

Mendag Busan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan momentum yang telah terbentuk dari TEI ke-41 dengan memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas produk, dan mengoptimalkan tindak lanjut kesepakatan perdagangan. Ia pun mengundang para pelaku usaha dan buyer internasional untuk kembali berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia tahun berikutnya.

“Mari kita jaga momentum ini dengan terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk, memperluas kemitraan, serta memastikan peluang yang telah terbuka dapat menghasilkan ekspor yang berkelanjutan. Sampai jumpa di TEI selanjutnya pada 13–17 Oktober 2027,” pungkas Mendag Busan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

Jakarta, 19 Oktober 2026 – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 mendorong pelaku pasar untuk kembali mencermati risiko dan diversifikasi portofolio investasi.

Di tengah tekanan pasar saham domestik dan pergerakan nilai tukar rupiah, aset alternatif seperti Bitcoin turut menjadi perhatian, meski memiliki karakteristik risiko dan dinamika harga yang berbeda dari saham.

Berdasarkan data BEI pada Senin (19/10/2026), IHSG telah terkoreksi sekitar 40% sepanjang tahun berjalan, menjadikan pasar saham Indonesia salah satu yang berkinerja terburuk secara global.

Tekanan tersebut mengikuti kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), ketika IHSG merosot 11,4% setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran terkait aksesibilitas dan transparansi pasar Indonesia serta membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Potensi perubahan status tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai arus keluar modal asing.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham domestik tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh persepsi investor global, likuiditas, transparansi pasar, dan risiko makroekonomi.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor. Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp18.025 per dolar AS pada Senin (19/10/2026). Pergerakan mata uang ini menjadi bagian dari konteks ekonomi yang dapat memengaruhi keputusan investasi, terutama pada aset yang diperdagangkan secara global.

Bitcoin dan Dinamika Aset Alternatif

Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menjadi salah satu aset yang dapat dicermati investor ketika mengevaluasi pilihan di luar instrumen investasi konvensional. Namun, kehadiran aset kripto dalam portofolio tidak serta-merta menghilangkan risiko, sebab harganya juga dapat bergerak tajam akibat perubahan likuiditas global, sentimen pasar, arus modal, dan perkembangan regulasi.

Data historis pasangan BTC/IDR menunjukkan bahwa harga Bitcoin dalam rupiah mengalami pergerakan yang signifikan sepanjang 2026.

Berdasarkan data historis FLOQ, harga BTC/IDR sempat berada di kisaran Rp1,02 miliar dalam rentang 52 minggu dan mencapai kisaran Rp1,93 miliar pada titik tertingginya dalam periode tersebut. Pada 19 Oktober 2026, data yang sama mencatat harga Bitcoin sekitar Rp1,48 miliar.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin memiliki dinamika harga tersendiri. Meski kerap dibahas sebagai alternatif investasi, kinerja historisnya tidak menjamin keuntungan di masa mendatang. Harga dalam rupiah juga dipengaruhi oleh perubahan harga Bitcoin di pasar global dan pergerakan nilai tukar.

Karena itu, grafik historis BTC/IDR, termasuk titik tertinggi sepanjang masa (all-time high atau ATH), dapat menjadi referensi untuk memahami siklus harga dan volatilitas. 

Halving Berikutnya dan Prospek Pasar Kripto

Selain pergerakan harga, investor juga mencermati faktor fundamental jaringan Bitcoin, termasuk peristiwa halving. Mekanisme ini mengurangi separuh imbalan Bitcoin bagi penambang setiap 210.000 blok, atau kurang lebih setiap empat tahun. Halving terakhir berlangsung pada April 2024, sedangkan halving berikutnya diperkirakan terjadi pada 2028.

Menjelang periode tersebut, pelaku pasar dapat memperhatikan dinamika suplai Bitcoin baru, permintaan investor, likuiditas, serta perkembangan adopsi aset digital. Meski demikian, halving bukan indikator yang dapat berdiri sendiri untuk memprediksi harga. Dampaknya terhadap pasar bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan seberapa jauh ekspektasi pasar telah tercermin dalam harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa periode sebelum halving berikutnya masih menyisakan ruang bagi perubahan sentimen dan dinamika harga Bitcoin.

“Kalau melihat siklus Bitcoin, halving berikutnya diperkirakan masih sekitar 600 hari lagi dari posisi kita sekarang. Artinya, pasar masih punya waktu untuk merespons berbagai perkembangan, baik dari sisi permintaan, likuiditas, adopsi, maupun kondisi makroekonomi. Namun, kita juga tidak bisa berasumsi bahwa harga belum sepenuhnya memperhitungkan halving atau bahwa kenaikan besar pasti terjadi pada 2027,” kata Yudho.

Menurutnya, perkembangan industri aset digital juga perlu dilihat dari sisi regulasi dan kualitas partisipasi pasar. Kerangka pengawasan yang semakin matang dapat membantu membangun kepastian bagi pelaku industri dan konsumen, tetapi tidak menghilangkan risiko fluktuasi harga maupun risiko yang melekat pada setiap produk investasi.

“Hal menarik untuk dicermati menjelang 2027 bukan hanya halving, melainkan bagaimana perkembangan regulasi, akses investor, infrastruktur perdagangan, dan permintaan riil bergerak bersama. Bitcoin memiliki karakteristik suplai yang berbeda dari aset keuangan konvensional, tetapi arah harganya tetap dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, ruang pertumbuhan perlu dilihat sebagai kemungkinan, bukan kepastian,” tambahnya.

Diversifikasi Bukan Berarti Bebas Risiko

Dalam situasi pasar yang bergejolak, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengelola eksposur investasi. Namun, diversifikasi tidak selalu berarti menambah sebanyak mungkin jenis aset. Investor perlu memahami hubungan pergerakan antaraset, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, serta toleransi terhadap potensi kerugian.

Saham dan Bitcoin memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi keduanya dapat mengalami tekanan secara bersamaan ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Oleh karena itu, keputusan untuk mengalokasikan dana ke aset kripto perlu mempertimbangkan volatilitas yang tinggi, kemungkinan penurunan harga yang tajam, keamanan penyimpanan aset, dan kondisi keuangan masing-masing investor.

Perkembangan pasar saham Indonesia dan aset kripto pada akhirnya memperlihatkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data, bukan semata-mata mengikuti perubahan sentimen. Dengan memantau indikator makroekonomi, perkembangan regulasi, likuiditas, serta fundamental masing-masing aset, investor dapat mengevaluasi pilihan portofolionya secara lebih terukur.

Yudho memandang edukasi dan pemahaman risiko sebagai bagian penting dari perkembangan industri aset digital. Dalam kondisi pasar yang dinamis, informasi mengenai mekanisme pasar, karakteristik aset, dan kerangka regulasi dapat membantu masyarakat memahami peluang sekaligus keterbatasan setiap instrumen investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Zemangat Anak Bangsa Raih ASOCIO Digital Award 2026 Kategori AI in Workforce & Future Skill

PT Zemangat Anak Bangsa berhasil memboyong penghargaan ASOCIO Digital Award 2026 untuk kategori AI in Workforce & Future Skill pada 6 Oktober 2026 di Jakarta. Perusahaan teknologi ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih penghargaan regional tersebut di kategori terkait. Pencapaian ini diraih berkat inovasi ekosistem AI melalui platform perekrutan pintar Tuju dan pemandu karir berbasis AI LajuKarir.

SURABAYA, 14 OKTOBER 2026 — PT Zemangat Anak Bangsa, perusahaan penyedia solusi teknologi manajemen sumber daya manusia (HRIS), resmi dianugerahi penghargaan internasional bergengsi ASOCIO Digital Awards 2026 untuk kategori AI in Workforce & Future Skill. Penghargaan ini diberikan oleh Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) sebagai bentuk apresiasi atas inovasi berkelanjutan PT Zemangat Anak Bangsa menyiapkan talenta masa depan dengan LajuKarir dan otomatisasi rekrutmen cerdas di produk baru Zemangat, Tuju. 

Di kategori AI in Workforce & Future Skill, PT Zemangat Anak Bangsa bangga menjadi satu-satunya entitas yang mewakili Indonesia di antara total 13 penerima penghargaan dari seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Dalam kesempatan bergengsi ini, PT Zemangat Anak Bangsa juga secara resmi mengenalkan Tuju—platform rekrutmen teranyar yang diluncurkan oleh Zemangat—secara langsung di hadapan para pemimpin industri teknologi kawasan Asia-Pasifik pada rangkaian acara awarding di ASOCIO AI Summit 2026. 

Berdiri sejak tahun 2021 di Surabaya, PT Zemangat Anak Bangsa awalnya berfokus untuk menyediakan platform HRIS terjangkau bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab tantangan besar yang dihadapi pelaku usaha dalam mendapatkan talenta berkualitas, Zemangat memperluas inovasinya pada tahun 2026 dengan menghadirkan lini produk menggunakan kecerdasan buatan, yaitu : 

Tuju (B2B): Platform rekrutmen cerdas terbaru dari Zemangat yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan menyaring dan menemukan kandidat terbaik secara efisien. Dilengkapi fitur unggulan AI Candidate Match, Tuju menyintesiskan evaluasi psikometri, penilaian berbasis gim (game-based assessment), serta matriks keterampilan untuk menyajikan skor kecocokan kandidat yang akurat dan transparan.

LajuKarir (B2C): Platform career companion berbasis AI yang berfungsi sebagai wadah penyiapan talenta sekaligus talent pool bagi Tuju. LajuKarir membantu pencari kerja dan fresh graduate meningkatkan kualitas diri melalui AI CV Audit, program 30 Hari Mencari Kerja, panduan membuat portofolio, hingga simulasi wawancara voice-to-voice yang semuanya disesuaikan dengan preferensi minat, latar belakang, dan bakat dari pengguna.

Sinergi antara platform rekrutmen Tuju dan LajuKarir akan mengeliminasi asimetri informasi antara pelamar dan pemberi kerja. Integrasi ini diperkirakan akan memberi dampak operasional nyata dengan memangkas waktu rekrutmen (Time-to-Hire) dari 30–45 hari menjadi hanya 7–14 hari, menghemat hingga 90 jam kerja HR per bulan (setara 11 hari kerja). 

“Kami sangat bangga atas pengakuan internasional dari ASOCIO ini. Penghargaan ini menjadi sangat istimewa karena kami tidak hanya membawa nama Zemangat, LajuKarir, dan Tuju, tetapi juga menjadi satu-satunya yang mewakili Indonesia di kategori AI in Workforce & Future Skill dari 13 penerima award di tingkat regional.” ujar Fielien Kosasih, CEO PT Zemangat Anak Bangsa.

Dalam pengembangannya, platform rekrutmen Tuju mengedepankan prinsip Responsible AI. Fitur AI Candidate Match pada Tuju dirancang untuk mengevaluasi kandidat secara objektif berdasarkan kompetensi dan perilaku, bebas dari bias demografis, serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi (UU PDP). Perusahaan juga menerapkan filosofi Human-in-the-Loop, di mana kecerdasan buatan berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan (decision-support tool), sementara keputusan akhir rekrutmen tetap berada di tangan profesional HR. 

“Pengenalan Tuju di ASOCIO AI Summit 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk menunjukkan bagaimana inovasi AI dari Indonesia mampu menjembatani kesiapan talenta muda dengan kebutuhan rekrutmen industri masa depan.” ucap Harmadhani Adi, CTO PT Zemangat Anak Bangsa. 

Ke depannya, PT Zemangat Anak Bangsa berkomitmen untuk terus berinovasi menciptakan solusi HR berbasis teknologi yang inklusif dan efektif bagi usaha berskala mikro, kecil, hingga menengah dengan rentang skala 10 hingga 1.000 karyawan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Turut Pantau Penguatan Operasional 10.070 Koperasi Desa Merah Putih

Jombang – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) turut mendukung percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pemantauan kesiapan koperasi dan penguatan koordinasi di daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memastikan koperasi dapat beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna bersama Direktur Bisnis Ryanto Wisnuardhy, Direktur Aset Agung Setya Imam Effendi, serta Direktur SDM dan Umum A. Miftahuddin Amin, turut serta memantau penguatan operasional KDKMP di Jombang dan Kediri, Jawa Timur, serta Jakarta.

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat operasionalisasi KDKMP secara serentak mulai 15 Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan pemantauan terhadap 10.070 titik KDKMP dengan melibatkan jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan aparat kewilayahan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya memimpin rapat koordinasi KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Rapat tersebut membahas percepatan pasokan barang subsidi bantuan pemerintah, pemantauan serentak 10.070 titik KDKMP, serta pembentukan posko pemantauan untuk memastikan kesiapan operasional koperasi.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemantauan langsung diperlukan untuk memastikan ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional di lapangan. “Saya dan Direktur Utama Agrinas ini dapat arahan langsung dari Bapak Presiden. Mulai 15 Oktober, kita akan melakukan monitoring secara serentak. Seluruh kementerian dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk melakukan kunjungan selama 8 hari kedepan. Kita ingin memastikan barang dan sarana operasional sudah tersedia. Kalau belum, kita cari tahu apa masalahnya,” ujarnya.

Sebanyak 10.070 titik KDKMP yang menjadi sasaran pemantauan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ketersediaan barang subsidi, seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk, menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung kegiatan usaha koperasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan per 14 Oktober 2026 pukul 09.05 WIB, sebanyak 83.363 KDKMP telah berbadan hukum, 79.733 telah memiliki akun SIMKOPDES, dan 60.854 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 28.240 titik telah selesai 100 persen, sementara 7.392 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Penguatan ekosistem pangan nasional merupakan bagian dari upaya Holding Perkebunan Nusantara, mendukung agenda strategis pemerintah. Keterlibatan jajaran Direksi PTPN dalam pemantauan KDKMP menjadi bagian dari koordinasi untuk mendukung pelaksanaan agenda pemerintah. Sinergi antarlembaga dan pemangku kepentingan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendala di lapangan serta memastikan kesiapan sarana dan kebutuhan operasional koperasi.

Pemerintah juga menyiapkan posko pemantauan yang dikoordinasikan Menteri Koperasi bersama Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, dengan melibatkan kementerian terkait dan PT Agrinas Pangan Nusantara. Posko tersebut akan memantau perkembangan operasionalisasi dan menindaklanjuti berbagai kendala agar KDKMP dapat beroperasi serta melayani kebutuhan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Optimistis Industri Multifinance Tumbuh di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Jakarta, 15 Oktober 2026 – Industri multifinance masih memiliki peluang untuk tumbuh pada 2026, meskipun dihadapkan pada dinamika ekonomi global yang turut mempengaruhi aktivitas ekonomi domestik. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menilai proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan industri sebesar 2%–4% secara year-on-year (YoY) pada akhir tahun ini masih realistis, dengan dukungan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan permintaan pembiayaan yang masih terbuka.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa peluang pertumbuhan industri tetap perlu dioptimalkan melalui strategi bisnis yang terukur, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko.

“BRI Finance memandang proyeksi pertumbuhan industri multifinance pada 2026 masih realistis. Kami tetap optimistis terhadap peluang pertumbuhan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan permintaan pembiayaan yang masih terbuka. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian agar kualitas aset tetap terjaga,” ujar Dhani.

Di sisi lain, penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri mencerminkan tantangan yang masih dihadapi sektor multifinance. Dinamika ekonomi global turut memengaruhi aktivitas ekonomi domestik, termasuk daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta permintaan pembiayaan investasi. Kondisi tersebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan pelaku industri dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Menghadapi kondisi tersebut, BRI Finance terus memperkuat sinergi dengan BRI Group dan mengoptimalkan peluang bisnis secara selektif. Perusahaan juga mendorong perluasan kerja sama dengan mitra strategis, pengembangan segmen bisnis yang potensial, serta peningkatan efektivitas pemasaran untuk mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan.

Strategi tersebut sejalan dengan kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance yang mencatat pertumbuhan sebesar 110,09% secara tahunan (year-on-year). Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perusahaan di tengah dinamika industri pembiayaan.

“BRI Finance akan terus mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, serta mengembangkan segmen bisnis yang potensial. Kami juga memastikan bahwa upaya mendorong pertumbuhan dilakukan secara selektif dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kinerja Stabil, BRI Finance Raih Penghargaan Best SOE 2026 dari The Asian Post

Highlight

BRI Finance meraih penghargaan Early Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 dari The Asian Post.Perseroan membukukan laba Rp91 miliar pada 2025 di tengah kondisi industri pembiayaan yang belum sepenuhnya pulih.BRI Finance mengandalkan kualitas portofolio, pengendalian risiko, dan sinergi BRI Group untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

 

 

Jakarta- PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) meraih penghargaan The Asianpost Best State-Owned Enterprise 2026 dari The Asian Post, bagian dari Infobank Media Group.

Pengakuan ini diberikan melalui penilaian kinerja keuangan perusahaan periode 2024–2025, melalui kajian bertajuk Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2026 yang disusun oleh The Asian Post Research. Alhasil, BRI Finance ditempatkan sebagai salah satu anak usaha BUMN penerima penghargaan atas capaian kinerja perseroan di tengah kondisi industri pembiayaan yang belum sepenuhnya pulih, terutama pada segmen otomotif.

Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo menerima langsung penghargaan dari Wakil Pimpinan Redaksi Infobank Media Group Kanoto Mohamad.

Dalam acara yang diselenggarakan pada 8 Oktober 2026 itu, BRI Finance memperoleh predikat Early Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026.

Adapun, kajian yang diselenggarakan The Asian Post mengukur kinerja keuangan perusahaan selama periode 2024–2025 dan membaginya ke dalam tiga kelompok, yakni BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, serta anak perusahaan BUMN.

Dari 160 perusahaan yang masuk dalam pemeringkatan, sebanyak 61 perusahaan meraih predikat “Sangat Bagus” dan berhak memperoleh penghargaan The Best State-Owned Enterprise (SOE) 2026.

Bagi BRI Finance, capaian ini berjalan beriringan dengan upaya menjaga profitabilitas dan kualitas pembiayaan. Perseroan membukukan laba Rp91 miliar pada 2025, ketika industri pembiayaan masih menghadapi tantangan pemulihan permintaan, khususnya di sektor otomotif. Situasi tersebut mendorong perusahaan untuk lebih cermat dalam menentukan arah ekspansi dan menyalurkan pembiayaan.

Alih-alih mengejar pertumbuhan secara agresif, BRI Finance mengedepankan selektivitas dalam penyaluran pembiayaan dengan mempertimbangkan kualitas portofolio dan risiko. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga kesehatan bisnis sekaligus mempertahankan kinerja di tengah dinamika pasar.

Sebagai bagian dari ekosistem BRI Finance juga mengoptimalkan sinergi dalam grup untuk memperluas peluang bisnis. Segmen pembiayaan konsumer menjadi salah satu area yang terus dikembangkan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar yang masih terbuka.

 

Memperkuat Fondasi Pertumbuhan

Pengembangan bisnis tersebut tetap disertai upaya memperkuat fondasi perusahaan. BRI Finance berfokus pada peningkatan kualitas portofolio, disiplin pengelolaan risiko, serta optimalisasi proses dan kapabilitas operasional.

Upaya ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara peluang ekspansi dan prinsip kehati-hatian. Ke depan, perseroan akan melanjutkan pengembangan pembiayaan konsumer secara lebih terarah dengan dukungan peningkatan kapabilitas operasional dan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus menjaga kualitas pembiayaan.

Dengan strategi tersebut, BRI Finance berupaya mempertahankan kinerja yang sehat dan memperkuat kontribusinya terhadap bisnis BRI Group. Penghargaan yang diraih pada 2026 menjadi bagian dari catatan kinerja perseroan, seiring langkah perusahaan menjaga kualitas aset dan mencari peluang pertumbuhan yang terukur. (*) RAL

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Penyesuaian Proyeksi Pertumbuhan Industri Multifinance

Jakarta, 16 Oktober 2026 – Industri perusahaan pembiayaan menghadapi tantangan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global yang mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor dan permintaan pembiayaan investasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyesuaikan proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance pada akhir 2026 menjadi 2%–4% secara tahunan (year-on-year/YoY), dari proyeksi sebelumnya sebesar 6%–8%.

Penyesuaian tersebut sejalan dengan kondisi industri yang masih menghadapi tekanan. Berdasarkan data OJK yang dirujuk dalam materi perusahaan, piutang pembiayaan industri tumbuh 1,68% YoY per Agustus 2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menilai penyesuaian proyeksi tersebut mencerminkan dinamika ekonomi yang perlu dicermati oleh pelaku industri. Menurutnya, tekanan ekonomi global dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta permintaan pembiayaan investasi.

“BRI Finance memandang proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sebesar 2%–4% secara YoY pada akhir 2026 cukup realistis, dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi dan tantangan industri saat ini. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat strategi bisnis, mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, serta fokus pada segmen pembiayaan potensial dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset,” ujar Dhani.

Selain itu, BRI Finance juga terus memperkuat kerja sama dengan mitra strategis serta mengembangkan segmen bisnis yang dinilai potensial. Efektivitas strategi pemasaran juga terus ditingkatkan agar penyaluran pembiayaan dapat tumbuh secara berkelanjutan, dengan tetap mempertimbangkan profil risiko dan kualitas aset.

“BRI Finance mendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan melalui optimalisasi sinergi dengan BRI Group, penguatan kerja sama dengan mitra strategis, serta pengembangan segmen bisnis yang potensial. Kami juga meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan prinsip kehati-hatian guna mendukung pencapaian target perusahaan secara berkelanjutan,” jelas Dhani.

Di tengah tantangan industri, BRI Finance juga mencatat pertumbuhan total penyaluran pembiayaan sebesar 110,09% YoY berdasarkan data yang disampaikan perusahaan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perusahaan di tengah dinamika industri multifinance.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES