Long Weekend Datang, Pengeluaran Tambah Bengkak? Ini Cara Biar Dompet Tetap Terjaga

Long weekend sering jadi momen yang paling ditunggu. Kalender merah terasa seperti tombol pause setelah rutinitas yang padat. Ada yang langsung booking tiket, hunting promo hotel, sampai bikin agenda kulineran bareng teman atau keluarga. Rasanya wajar kalau pengeluaran ikut naik saat suasana liburan mulai terasa.

Tahun ini juga sama. Memasuki pertengahan tahun, long weekend identik dengan mini healing, staycation singkat, atau sekadar quality time tanpa harus ambil cuti panjang. Masalahnya, pengeluaran kecil yang muncul berulang sering lewat tanpa terasa. Tahu-tahu saldo tinggal sisa buat bertahan sampai tanggal gajian berikutnya.

Padahal, menikmati liburan dan menjaga kondisi keuangan sebenarnya bisa jalan bareng.

Long Weekend Sering Bikin Pengeluaran “Bocor Halus”

Pengeluaran saat liburan biasanya bukan datang dari satu transaksi besar saja. Justru yang paling terasa sering berasal dari hal-hal kecil.

Mulai dari:

– Kopi kekinian selama perjalanan

– Biaya tol dan bensin tambahan

– Impulsive checkout saat lihat promo

– Makan di luar lebih sering

– Langganan hiburan atau aplikasi dadakan

Kalau ditotal, nominalnya bisa jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Banyak orang juga cenderung lebih permisif saat long weekend. Kalimat seperti “mumpung libur” atau “sekali-sekali” sering jadi pembenaran yang akhirnya membuat budgeting berantakan. Setelah liburan selesai, yang datang malah rasa khawatir lihat mutasi rekening.

Bikin Budget Liburan Bukan Berarti Pelit

Menentukan budget sebelum long weekend justru bikin liburan terasa lebih tenang. Kamu jadi tahu batas aman pengeluaran tanpa harus terus menghitung sisa saldo setiap saat.

Cara paling sederhana:

– Tentukan total budget liburan

– Pisahkan dana transportasi, makan, dan hiburan

– Sisakan dana cadangan

– Hindari memakai limit yang sebenarnya belum siap dibayar

Kalau rencana liburannya ringan, budget kecil pun tetap bisa menyenangkan. Kadang yang dicari memang suasananya, bukan harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang.

Promo Memang Menarik, Tapi Tetap Perlu Filter

Long weekend hampir selalu dibarengi banjir promo. Diskon hotel, cashback makanan, flash sale, sampai promo transportasi muncul bersamaan. Situasi ini sering bikin orang merasa “sayang kalau dilewatkan”.

Padahal, promo tetap pengeluaran kalau barang atau kebutuhannya sebenarnya tidak direncanakan.

Supaya lebih terjaga:

– Cek kebutuhan dulu sebelum checkout

– Hindari belanja karena FOMO

– Bandingkan harga sebelum transaksi

– Gunakan promo yang memang relevan dengan kebutuhan

Kebiasaan kecil seperti ini membantu pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus mengurangi keseruan liburan.

Dana Mengendap Bisa Tetap Bertumbuh

Satu hal yang sering terlupakan saat long weekend adalah pentingnya menyimpan dana cadangan setelah liburan selesai. Banyak orang fokus menikmati momen sekarang, lalu lupa menyiapkan ritme keuangan setelahnya.

Padahal, punya tabungan yang fleksibel bisa membantu kondisi finansial tetap nyaman. Apalagi buat kebutuhan yang sifatnya dekat dan rutin, seperti dana traveling berikutnya, kebutuhan bulanan, atau dana darurat ringan.

Karena itu, menyimpan uang sekarang bukan cuma soal disiplin, tapi juga soal memberi ruang buat rencana-rencana kecil ke depan.

Menikmati Long Weekend dengan Lebih Tenang

Liburan yang menyenangkan biasanya bukan tentang seberapa mahal pengeluarannya. Namun, justru momen istirahatnya, waktunya bersama orang terdekat, dan rasa lega karena bisa rehat sejenak dari rutinitas.

Supaya setelah long weekend kondisi keuangan tetap nyaman, penting punya tempat menyimpan dana yang praktis dan tetap memberikan nilai tambah.

Salah satu fitur yang bisa dipertimbangkan adalah Tabungan NOW neobank. Bunga Tabungan NOW neobank kompetitif dengan cair harian. Uang yang disimpan tetap berkembang sambil tetap mudah diakses kapan saja.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

60 Persen Ruang Pamer Telah Terjual Saat Industri Otomotif Bersiap Untuk Automechanika Jakarta 2026

Jakarta, March 2026. Setelah pengumumannya, Automechanika Jakarta 2026 telah menarik minat yang besar untuk edisi perdananya, yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Dengan luas area pameran seluas 15.000 meter persegi yang terbagi di tiga hall, acara ini akan menjadi pintu gerbang yang komprehensif menuju pasar Indonesia yang memiliki potensi tinggi bagi para pelaku industri internasional maupun domestik. Minat yang tinggi terlihat dari 60 persen area lantai yang telah dibooking oleh perusahaan terkemuka dari dalam dan luar Indonesia.

Automechanika Jakarta berfungsi sebagai platform strategis bagi industri otomotif untuk mendapatkan pijakan dalam ekonomi Indonesia yang berkembang pesat. Berbagai merek global, produsen lokal, distributor, dan penyedia layanan telah konfirmasi partisipasi mereka, sehingga menciptakan akses langsung ke peluang bisnis di seluruh ekosistem otomotif yang terus berkembang di Indonesia.

Peserta pameran domestik akan menampilkan yang terbaik dari produk dan layanan regional

Perusahaan-perusahaan kunci yang terlibat antara lain Astra International, Dharma Group, Indoprima Group, Selamat Sempurna, dan Timur Raya Anugerah Damai, distributor dari merek 555, Seiken, GMB, dan NSK, serta lainnya, yang menyoroti fondasi industri yang kuat di tanah air.

Astra International akan menjadi sorotan, sebagai salah satu produsen dan distributor utama di Indonesia untuk merek seperti Aisin, Akebono, Astra Komponen, Century Batteries, Denso, Evoluzione Tyres, GS Battery, KYB, Pako, dan lainnya. Martogi Siahaan, Direktur, Astra Otoparts mengatakan: “Kami mengakui permintaan yang terus meningkat untuk komponen otomotif berkualitas tinggi baik di produksi maupun aftermarket di Indonesia. Acara ini merupakan platform penting untuk kolaborasi dan menyelaraskan strategi kami dengan tren global demi mendukung perkembangan lanskap otomotif di Indonesia.”

Selain itu, Indoprima Group, sebagai pemasok terkemuka, menghadirkan portofolio produk berupa brake lining, clutch facing, wiring harness, dan per. Ricky Setiawan, Commercial General Manager, Indospring, anak perusahaan Indoprima Group, mengatakan: “Kami telah berpartisipasi dalam acara Automechanika sejak 2014 dan sangat menantikan Automechanika Jakarta. Sebagai pusat regional untuk suku cadang otomotif, pameran ini menawarkan peluang luar biasa untuk bertemu dengan pelanggan potensial dari seluruh dunia.”

Pelaku luar negeri berupaya memanfaatkan potensi ASEAN

Di samping itu, para pelaku kunci industri global juga akan berpartisipasi. Misalnya, lima paviliun negara dan wilayah sudah dikonfirmasi, yaitu dari China, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Didukung oleh pemerintah Singapura, paviliun Singapura akan menjadi daya tarik utama di area pameran, dengan sekitar 20 perusahaan menempati hampir 300 meter persegi ruang pameran. Pemain utama, Scantruck Singapore, yang memasok suku cadang kendaraan komersial Eropa dan keahlian teknis, bertujuan memperluas jangkauan dan kerja sama melalui partisipasi paviliun ini. “Yang membuat pasar ini sangat menarik adalah pertumbuhan pesat di sektor-sektor seperti logistik, pertambangan, konstruksi, dan pengembangan infrastruktur, yang terus mendorong permintaan suku cadang aftermarket yang andal serta dukungan layanan,” ujar Ricky Widjajakusuma, General Manager, Scantruck Singapore. Ia menambahkan: “Automechanika Jakarta membantu menjembatani pemasok internasional dengan pasar lokal, dan kami sangat antusias untuk menjajaki kolaborasi baru di Indonesia.”

Sorotan lain dari pengaruh global ini adalah TriAlliance, yang menawarkan suku cadang aftermarket untuk semua jenis penggerak dan tipe kendaraan, seiring upaya ekspansinya di wilayah dengan potensi luas. Thorben Schröder, General Manager, TriAlliance, mengatakan tentang keikutsertaan mereka: “Kami melihat potensi kuat di pasar ini melalui kelas menengah yang berkembang, meningkatnya kepemilikan kendaraan, dan lebih banyak kendaraan energi baru yang mendorong permintaan pasar aftermarket yang lebih baik. Automechanika Jakarta mendukung strategi global kami dengan memungkinkan memamerkan produk baru, membangun kemitraan, dan memperluas kehadiran kami.”

Pemimpin dunia lainnya seperti Asuki, Filtration Solution, Launch, Mahle, Mansons, Meiji Sangyo, Schmaco, SKF, TecAlliance, Teikin, TUV Rheinland, dan lainnya akan mempresentasikan komponen dan layanan untuk manufaktur, pemeliharaan, dan ketahanan kendaraan.

Industri otomotif Indonesia mempercepat menuju fase pertumbuhan

Investasi asing dan integrasi mendalam pemasok lokal ke dalam rantai pasok global telah menjaga produksi kendaraan di Indonesia tetap kuat. Pada tahun 2025, produksi mobil mencapai sekitar 1,15 juta unit, sementara produksi sepeda motor mendekati 7 juta unit, mengukuhkan status Indonesia sebagai basis manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Daya saing ini diperkuat oleh pengiriman kendaraan CBU yang melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 518.000 unit.

Sektor aftermarket juga siap untuk berkembang, dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,2 persen antara tahun 2024 dan 2030, didorong oleh peningkatan kepemilikan mobil dan bertambahnya usia armada kendaraan. Kesadaran konsumen yang semakin tinggi terhadap keselamatan turut memperkuat permintaan akan layanan perbaikan dan pemeliharaan, membuka peluang menguntungkan bagi bisnis di sektor aftermarket.

Pertumbuhan EV Menggerakkan Masa Depan Jalan Indonesia

Seiring semakin banyak kendaraan listrik (EV) yang beredar di jalanan, permintaan akan  teknologi yang sesuai dan keterampilan khusus pun meningkat. Target pemerintah Indonesia untuk menghadirkan 15 juta EV pada tahun 2030 didukung oleh insentif, infrastruktur, dan kebijakan yang bertujuan membangun rantai pasok baterai dan EV secara menyeluruh. Inisiatif ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan produksi EV regional, menarik minat internasional yang kuat dan memperkuat perannya dalam masa depan mobilitas listrik.

Pameran Automechanika Jakarta akan menyoroti solusi mutakhir yang memenuhi kebutuhan yang terus berkembang ini, menghubungkan para pemangku kepentingan di seluruh ekosistem otomotif. Beragam kategori produk yang komprehensif meliputi Suku Cadang & Komponen, Elektrik & Elektronik, Aksesori & Kustomisasi, Diagnostik & Perbaikan, Solusi Digital & Layanan, Ban & Roda, Bodi & Cat, Manufaktur Otomotif & Otomasi, dan Logistik, Pergudangan & Rantai Pasokan, yang mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor.

Lewat spektrum peserta pameran yang luas, Automechanika Jakarta memberikan wawasan tak tertandingi tentang tren industri terkini dan solusi inovatif yang membentuk masa depan lanskap otomotif ASEAN, bagi pengunjung maupun peserta, mulai dari produsen dan distributor sampai penyedia layanan dan inovator teknologi.

Maksimalkan Eksposur di Automechanika Jakarta

Masih ada waktu untuk bergabung dalam jajaran peserta pameran yang berpengaruh ini. Calon peserta sangat dianjurkan untuk mengamankan tempat mereka lebih awal guna memaksimalkan visibilitas dan dampak di Automechanika Jakarta 2026, mendapatkan posisi premium dan eksposur yang lebih baik selama pameran.

Lebih jauh lagi, Drive Expo Jakarta yang berlangsung bersamaan akan menampilkan model mobil baru di sektor kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor yang membentuk evolusi otomotif Indonesia.

Automechanika Jakarta diselenggarakan oleh Messe Frankfurt (HK) Ltd dan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM). Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.automechanika-jakarta.com atau kirim email kepada penyelenggara di autoasia@hongkong.messefrankfurt.com.

Acara Automechanika lainnya yang diselenggarakan oleh kantor Messe Frankfurt di Greater China meliputi:

• Automechanika Kuala Lumpur: 14 to 16 May 2026 www.automechanika-kl.com

• Automechanika Ho Chi Minh City: 18 to 20 June 2026 www.automechanika-hcmc.com

• Automechanika Shanghai: 2 to 5 December 2026 www.automechanika-shanghai.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

Bravo Motor, bisnis sparepart otomotif asal Kedungdoro, Surabaya, yang didirikan pada tahun 1996 oleh Hengky Purnomo dan kini diteruskan oleh Kenny Purnomo, menyoroti perubahan besar dalam industri sparepart otomotif di era digital.

Semakin banyak pemilik kendaraan kini membeli sparepart sendiri melalui marketplace, WhatsApp, dan platform online karena ingin membandingkan harga atau menghindari markup bengkel. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul masalah baru berupa miskomunikasi antara bahasa bengkel, nama resmi sparepart, dan pemahaman konsumen.

Menurut Kenny Purnomo, banyak pelanggan datang hanya dengan informasi minim seperti foto buram, istilah umum bengkel, atau tanpa data kendaraan lengkap, tetapi tetap berharap sparepart langsung cocok dan dapat dipasang tanpa kendala. Di sisi lain, satu gejala kerusakan kendaraan juga dapat memiliki banyak kemungkinan penyebab, sehingga sparepart sering menjadi pihak pertama yang disalahkan ketika perbaikan tidak menyelesaikan masalah.

Artikel ini juga membahas bagaimana banyak konsumen masih belum memahami perbedaan antara genuine part, OEM, aftermarket, dan produk imitasi, sehingga sering memiliki ekspektasi kualitas yang tidak sesuai dengan harga produk yang dibeli.

Untuk mengurangi kesalahan identifikasi dan konflik setelah transaksi, Bravo Motor menerapkan SOP identifikasi dan retur yang ketat, termasuk meminta dokumentasi part lama, nomor rangka kendaraan, serta detail pemasangan sebelum memproses komplain atau retur barang. Menurut perusahaan, sistem tersebut berhasil menekan kesalahan identifikasi hingga mendekati nol apabila seluruh prosedur diikuti dengan benar.

Saat ini Bravo Motor melayani penjualan melalui toko offline, marketplace, WhatsApp, hingga kebutuhan bengkel dan pelanggan luar kota, dengan lebih dari 6.700 chat pelanggan tercatat hanya dalam 12 hari aktif pada Mei 2026.

Melalui pendekatan “precision and reliable parts sourcing”, Bravo Motor menilai masa depan industri sparepart tidak lagi hanya bergantung pada stok barang, tetapi pada kemampuan mengidentifikasi kebutuhan kendaraan secara akurat, membangun komunikasi teknis yang baik, dan menjaga kepercayaan pelanggan di era otomotif digital.

SURABAYA — Di sebuah kawasan perdagangan otomotif di Kedungdoro, Surabaya, aktivitas toko sparepart tidak lagi sesederhana “jual barang lalu selesai.” Telepon masuk, chat WhatsApp, foto part buram, screenshot percakapan bengkel, hingga voice note customer kini menjadi bagian dari ritme harian bisnis sparepart modern.

Perubahan perilaku konsumen otomotif dalam beberapa tahun terakhir memaksa banyak pelaku industri beradaptasi. Pemilik mobil kini semakin sering membeli sparepart sendiri tanpa melalui bengkel. Alasannya beragam: ingin membandingkan harga, lebih percaya membeli langsung, hingga kekhawatiran adanya markup dari proses pengadaan bengkel.

Namun di balik tren tersebut, muncul persoalan baru yang jarang dibahas secara terbuka: miskomunikasi antara bahasa bengkel, bahasa katalog sparepart, dan pemahaman konsumen.

Fenomena inilah yang banyak ditemui Bravo Motor, bisnis sparepart otomotif asal Surabaya yang berdiri sejak 1996 dan kini diteruskan generasi kedua oleh Kenny Purnomo.

Menurut Kenny, perubahan industri sparepart saat ini bukan lagi sekadar soal stok barang atau harga murah.

“Sekarang tantangan terbesar justru ada di identifikasi part. Orang bisa beli sparepart sendiri dengan sangat mudah, tapi belum tentu tahu barang yang sebenarnya dibutuhkan,” ujarnya.

Bahasa Bengkel Tidak Selalu Sama dengan Nama Resmi Part

Dalam praktik sehari-hari, banyak konsumen datang hanya dengan istilah umum seperti “support,” “laher,” “sensor atas,” atau “karet kaki-kaki.” Padahal dalam dunia sparepart, satu istilah dapat merujuk pada beberapa komponen berbeda.

Belum lagi perbedaan generasi kendaraan, facelift, tipe mesin, hingga kode produksi yang membuat satu model mobil tampak sama tetapi menggunakan part berbeda.

Menurut Kenny, kondisi ini semakin kompleks karena sebagian besar pembeli sebenarnya bukan mekanik atau orang teknis.

“Ada yang disuruh beli oleh bengkel, ada yang diminta bos kantor, ada yang bantu keluarga. Kadang mereka cuma bawa foto buram atau nama part yang sebenarnya bukan nama resmi,” katanya.

Marketplace dan media sosial ikut mempercepat perubahan pola pembelian tersebut. Konsumen kini terbiasa mencari sparepart secara instan hanya bermodal nama kendaraan atau gejala kerusakan.

Padahal, menurut pelaku industri, gejala kerusakan kendaraan tidak selalu mengarah pada satu komponen tertentu.

Misalnya, bunyi pada kaki-kaki mobil bisa berasal dari berbagai sumber: rack steer, tie rod end, rack end, shock breaker, hingga support shock. Sementara pada beberapa model tertentu, pola kerusakan juga mulai terlihat berulang.

Untuk Honda Brio dan Mobilio misalnya, sensor oksigen menjadi salah satu part yang cukup sering dicari. Sedangkan pada HR-V, masalah yang kerap muncul berada pada laher roda belakang dan rack steer.

Namun menurut Kenny, tantangan sebenarnya bukan hanya pada kerusakan kendaraan, melainkan ekspektasi konsumen yang menganggap semua sparepart dapat dipastikan cocok hanya dari model mobil.

“Satu model mobil bisa punya beberapa versi part berbeda. Kadang tahun produksi beda sedikit saja sudah beda barang,” ujarnya.

Ketika Sparepart Menjadi “Tersangka Pertama”

Dalam industri otomotif, proses diagnosis kendaraan sering kali menjadi area abu-abu yang tidak sederhana.

Satu gejala kerusakan dapat memiliki banyak kemungkinan penyebab. Akibatnya, ketika penggantian part tidak menyelesaikan masalah, sparepart sering menjadi pihak pertama yang disalahkan.

Menurut Kenny, tidak sedikit kasus di mana masalah sebenarnya berasal dari diagnosis awal kendaraan yang kurang tepat.

“Kalau masalah belum selesai setelah part diganti, biasanya barang langsung dianggap tidak cocok atau tidak berfungsi. Padahal belum tentu sumber masalahnya di situ,” katanya.

Ia menilai fenomena ini semakin sering terjadi sejak konsumen mulai aktif membeli sparepart sendiri.

Di satu sisi, konsumen merasa lebih aman membeli langsung karena bisa membandingkan harga pasar. Namun di sisi lain, sebagian bengkel juga lebih nyaman apabila proses pengadaan sparepart dilakukan melalui mereka sendiri agar pengerjaan lebih mudah dikontrol.

Perbedaan kepentingan tersebut kadang memunculkan konflik baru di lapangan.

Menurut Kenny, tidak sedikit toko sparepart menerima komplain bahwa barang dianggap tidak original, tidak presisi, atau kualitasnya buruk, meski belum ada proses pengecekan teknis yang benar-benar mendalam.

“Kadang ada perbedaan persepsi antara ekspektasi customer, hasil diagnosis bengkel, dan karakter produk yang dibeli,” ujarnya.

Genuine, OEM, dan Aftermarket: Konsumen Sering Salah Ekspektasi

Persoalan lain yang menurut Kenny masih sering terjadi adalah minimnya pemahaman mengenai kategori sparepart.

Banyak konsumen belum memahami perbedaan antara genuine part, OEM, aftermarket, hingga produk imitasi. Padahal masing-masing memiliki karakteristik, tingkat presisi, dan harga berbeda.

Menurutnya, genuine part umumnya memiliki tingkat presisi tertinggi karena dibuat mengikuti standar pabrikan kendaraan. Namun konsekuensinya, harga genuine juga lebih mahal.

Sementara itu, produk aftermarket memiliki pasar tersendiri karena menawarkan alternatif yang lebih ekonomis.

Masalah muncul ketika konsumen menginginkan harga murah tetapi tetap berharap kualitas identik dengan genuine bawaan pabrik.

“Kalau beli aftermarket atau imitasi, tentu ada risiko toleransi tertentu. Tidak semua bisa 100 persen sama seperti genuine,” kata Kenny.

Ia menilai edukasi mengenai jenis sparepart dan ekspektasi kualitas masih menjadi pekerjaan besar dalam industri otomotif Indonesia.

SOP Ketat Jadi Kunci

Berbeda dengan banyak toko sparepart tradisional yang masih mengandalkan pendekatan informal, Bravo Motor mulai membangun sistem identifikasi dan verifikasi yang lebih ketat.

Menurut Kenny, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan identifikasi sekaligus mengurangi konflik setelah transaksi.

Dalam beberapa kasus, Bravo Motor meminta dokumentasi part lama, nomor rangka kendaraan, hingga detail pemasangan sebelum memproses komplain atau retur.

Pendekatan ini memang membuat proses transaksi terlihat lebih panjang dibanding pembelian biasa di marketplace. Namun menurut Kenny, industri sparepart memang tidak bisa diperlakukan seperti penjualan produk umum.

“Kesalahan kecil dalam identifikasi part bisa bikin bongkar pasang ulang, buang waktu, bahkan biaya jadi lebih besar,” ujarnya.

Menariknya, Kenny mengklaim sistem SOP ketat tersebut berhasil menekan kesalahan identifikasi hingga mendekati nol.

“Kalau semua data lengkap dan prosesnya diikuti benar, sebenarnya kemungkinan salah identifikasi bisa sangat kecil,” katanya.

Saat ini Bravo Motor menangani penjualan melalui berbagai jalur, mulai dari toko offline, marketplace, WhatsApp, hingga webstore.

Dalam 12 hari aktif selama Mei 2026 saja, sistem internal mereka mencatat lebih dari 6.700 chat pelanggan dengan rata-rata lebih dari 560 percakapan per hari.

Angka tersebut menurut Kenny menunjukkan bahwa bisnis sparepart modern semakin bergeser menjadi bisnis berbasis komunikasi dan presisi data.

Dari Toko Sparepart Menjadi Precision Parts Sourcing

Didirikan oleh Hengky Purnomo pada 1996, Bravo Motor awalnya beroperasi sebagai toko sparepart konvensional di Surabaya dengan fokus utama kendaraan Honda.

Namun seiring perkembangan industri otomotif dan perubahan perilaku konsumen, bisnis tersebut mulai berkembang menjadi layanan precision and reliable parts sourcing untuk berbagai merek kendaraan.

Menurut Kenny, masa depan industri sparepart tidak lagi hanya bergantung pada stok barang.

“Ke depan, yang paling penting bukan cuma punya barang. Tapi kemampuan menerjemahkan kebutuhan kendaraan menjadi identifikasi part yang akurat,” katanya.

Ia menilai toko sparepart modern kini berperan sebagai penghubung antara bahasa bengkel, data kendaraan, kebutuhan konsumen, dan informasi teknis produk.

Di tengah semakin terbukanya akses pembelian sparepart secara online, Kenny justru melihat edukasi dan konsultasi akan menjadi nilai paling penting dalam industri ini.

“Semakin mudah orang membeli sparepart sendiri, semakin penting juga komunikasi yang benar supaya tidak salah beli,” ujarnya.

Bagi Bravo Motor, transformasi bisnis sparepart bukan lagi sekadar menjual komponen kendaraan. Di era digital, akurasi informasi dan kemampuan membaca kebutuhan teknis pelanggan justru menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rencana Masa Depan Kini Lebih Ringan, Cek Fasilitas Pembiayaan dari BRI Finance Ini

Jakarta, 15 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan semakin pentingnya perencanaan finansial jangka panjang, masyarakat kini semakin sadar bahwa mempersiapkan masa depan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Mulai dari kebutuhan pendidikan anak, rencana liburan keluarga, renovasi rumah, hingga investasi kendaraan untuk mendukung mobilitas dan produktivitas, semuanya membutuhkan strategi keuangan yang matang.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan multiguna melalui fasilitas dana dengan jaminan BPKB kendaraan. Program ini memberikan kemudahan akses dana dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan, tenor hingga 4 tahun, serta pencairan hingga 90% dari harga kendaraan. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat memperoleh fleksibilitas pendanaan untuk berbagai kebutuhan produktif maupun personal tanpa harus menjual aset kendaraan yang dimiliki.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan,  “Perencanaan masa depan saat ini menjadi prioritas banyak keluarga Indonesia. Tidak hanya untuk kebutuhan pendidikan, tetapi juga untuk mendukung kualitas hidup, seperti perjalanan keluarga, pengembangan usaha, hingga investasi kendaraan yang menunjang aktivitas sehari-hari. Melalui fasilitas dana BRI Finance, kami ingin memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.”

Ia menambahkan bahwa kendaraan saat ini tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari aset produktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan finansial.

“Banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki aset kendaraan dengan nilai yang masih baik, namun membutuhkan likuiditas untuk merealisasikan rencana-rencana penting mereka. Di sinilah BRI Finance hadir memberikan alternatif pembiayaan yang praktis, sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan kendaraannya sambil memperoleh dana tambahan untuk kebutuhan yang lebih prioritas,” tambah Dhani.

Selain untuk kebutuhan pendidikan dan konsumtif terencana, fasilitas dana dari BRI Finance juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan produktif lainnya seperti modal usaha, renovasi rumah, hingga kebutuhan perjalanan atau liburan keluarga yang semakin diminati masyarakat pasca pandemi.

Masyarakat dapat mengajukan fasilitas dana secara mudah melalui layanan digital resmi BRI Flash maupun melalui jaringan layanan BRI Finance di berbagai kota di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

JAKARTA — Indonesia menghadapi sebuah paradoks, menguasai 3% cadangan tembaga dunia, tetapi masih mengimpor bahan baku amunisi dari luar negeri.

Kondisi itu kini mendorong sinergi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan untuk membangun kemandirian dari hulu ke hilir.

Data Kementerian Investasi/BKPM menempatkan Indonesia di urutan ketujuh cadangan tembaga dunia dan ke-11 dalam produksi tambang.

Namun, industri hilir tembaga Indonesia hanya berada di peringkat ke-18, berada di bawah Jepang, India, Korea, bahkan Bulgaria, yang tidak memiliki sumber daya mineral tembaga sama sekali.

Salah satu produk hilir strategis yang kini menjadi sorotan adalah brass cup, bahan baku selongsong amunisi yang selama ini masih dipasok dari impor.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai hilirisasi tembaga memiliki posisi strategis dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Pengolahan tembaga secara terintegrasi, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alat utama sistem persenjataan (alutsista), amunisi, hingga teknologi pertahanan strategis.

“Dengan adanya integrasi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, tetapi juga memperkuat posisi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional,” ujar Dave.

Urgensi hilirisasi ini tercermin dari tren impor yang terus menanjak. Berdasarkan data Perkembangan Impor Non-Migas Kementerian Perdagangan, nilai impor tembaga dan produk turunannya tumbuh rata-rata 5,11% per tahun dalam periode 2021–2025, dari US 1,90 miliar — naik 15,27% secara kumulatif.

Dave optimistis hilirisasi yang dijalankan secara konsisten dapat membangun ekosistem pertahanan yang lebih mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif serta komitmen menjadikan sektor pertahanan sebagai pilar stabilitas nasional.

“Komisi I DPR RI akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta agar hilirisasi tembaga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Di sisi produksi, langkah konkret mulai bergulir.

Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Holding Industri Pertahanan DEFEND ID melalui PT Pindad untuk memproduksi brass cup di Gresik, dengan kapasitas 10.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan komponen amunisi dalam negeri.

Ke depan, MIND ID juga berencana mengembangkan fasilitas hilirisasi untuk memproduksi batang tembaga dan kawat tembaga berkapasitas 300.000 ton per tahun, serta pipa tembaga berkapasitas 100.000 ton per tahun, yang semuanya berbasis katoda tembaga hasil produksi Freeport Indonesia.

Produk hilirisasi tembaga ini juga dapat menjadi bahan baku bagi berbagai industri pertahanan yang sarat dengan tembaga. Langkah ini adalah kontribusi nyata MIND ID sebagai perusahaan milik Negara dalam menjalankan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia untuk Melatih Para Profesional Cybersecurity

Positive Technologies, salah satu pemimpin industri cybersecurity Rusia, terus memperkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Dalam Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia: Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM). Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Nota kesepahaman dan kerja
sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan
bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah
terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman.
Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform
pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi.

“Tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk
mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara
secara keseluruhan. Di Positive Technologies, kami telah membangun salah satu
tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik yang ingin
kami bagikan. Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu
para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui
peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di
Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama
melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,”
ujar Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia
Tenggara di Positive Technologies.

Indonesia, bersama
negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar
dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government,
dan penerapan teknologi modern. Namun, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki
dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga
membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini
menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan
Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40% dari seluruh laporan
kebocoran data di Asia Tenggara.

“Di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber
yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi
setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan
berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan
tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan
melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan
keterlibatan industri. Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman
internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan
beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan
pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat
kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran
pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber
nasional Indonesia,”
ujar Arief Kartasasmita, Rektor UNPAD.

“Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun salah satu
kemitraan pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang cybersecurity,
yang melibatkan dua belas universitas terbaik di negara ini. Kami secara
bertahap menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada
teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi nyata yang akan
dihadapi mahasiswa dalam karier mereka. Pendekatan ini membantu kami mencetak
generasi profesional baru yang mampu mengantisipasi dan mencegah serangan,
bukan sekadar bereaksi terhadapnya. Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam
Positive Hack Camp kini telah menjadi tradisi yang kuat. Pada tahun 2026,
mereka akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus nyata
dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,”

kata Yuliya Danchina, Direktur Pusat
Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies.

Pada Mei 2025, Positive
Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan
terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity
internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika
UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka
dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa
Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut.

Upacara penandatanganan pada
Agustus berlangsung dalam acara Positive Hack Camp, sebuah inisiatif pendidikan
global yang diluncurkan oleh Positive Technologies dan Positive Education untuk
membantu melatih generasi baru profesional cybersecurity.
Dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital Rusia, program ini
mempertemukan lebih dari 90 praktisi cybersecurity
muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Transportasi Publik Makin Diminati Saat Libur Panjang, KAI Layani 195.141 Pengguna LRT Jabodebek

Selama libur panjang 14–17 Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 195.141 pengguna. Puncak terjadi Jumat (15/5) dengan 61.703 pengguna, diikuti Sabtu (16/5) 46.567 pengguna, Kamis (14/5) 44.718 pengguna, dan Minggu (17/5) 42.153 pengguna. Pada pukul 06.00–14.00, mobilitas didominasi keberangkatan dari Stasiun Harjamukti, Jatimulya, Cikunir 1, Cikoko, dan Dukuh Atas. KAI menyebut LRT kini jadi pilihan utama untuk liburan karena tepat waktu dan terintegrasi dengan moda lain.

Pada libur panjang akhir pekan 14 s/d 17 Mei 2026, KAI telah melayani 195.141 pengguna LRT Jabodebek. Berdasar data, jumlah pengguna LRT Jabodebek tertinggi pada Jumat (15/5) : 61.703 pengguna, diikuti Sabtu (16/5) : 46.567 pengguna, Kamis (14/5) : 44.718 pengguna, dan Minggu (17/5) : 42.153 pengguna.

Adapun data yang di rekap pada pukul 06.00 wib – 14.00 wib di periode 14-17 Mei 2026, mobilitas pengguna LRT Jabodebek didominasi oleh perjalanan awal dari Stasiun Harjamukti, Jatimulya, Cikunir 1, dan Cikoko. Berikut data yang di rekap pada pukul 06.00 – 14.00 periode 14-17 Mei :

Kamis (14/5)

Harjamukti : 2.055

Jatimulya : 1.242

Dukuh Atas : 1.210

Jumat (15/5)

Harjamukti : 4.768

Jatimulya : 2.373

Cikunir 1 : 2.247

Sabtu (16/5)

Harjamukti : 2.580

Jatimulya : 1.413

Cikunir 1 : 1.387

Minggu (17/5)

Dukuh Atas : 2.515

Harjamukti : 1.976

Cikoko : 1.150

Sementara itu, rekapan harian perjalanan pengguna LRT Jabodebek, didominasi Stasiun Dukuh Atas, Harjamukti, dan Cikoko.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa minat masyarakat selama libur panjang akhir pekan menunjukkan LRT Jabodebek telah menjadi pilihan dalam melakukan mobilitas masyarakat saat akan berlibur.

“LRT Jabodebek kini tidak hanya digunakan untuk mobilitas rutin saat hari kerja, tetapi juga semakin dimanfaatkan masyarakat selama libur panjang akhir pekan, karena memberikan kepastian waktu perjalanan serta terhubung dengan berbagai kawasan strategis dan moda transportasi lainnya,” ujarnya.

KAI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengguna LRT Jabodebek atas kepercayaannya menggunakan LRT Jabodebek pada periode libur panjang akhir pekan. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang selamat, nyaman, dan aman.

Dengan konektivitas ke berbagai lokasi strategis dan antarmoda, LRT Jabodebek diharapkan dapat terus mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik sebagai solusi mobilitas perkotaan yang modern dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komitmen BRI Life Perkuat Implementasi ESG Melalui Program Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Serta Kepedulian Lingkungan

Asuransi BRI Life terus
menunjukkan peran aktif dalam hal mengimplementasikan program Corporate
Social Responsibility
(CSR), melalui berbagai inisiatif yang berorientasi pada
peningkatan kualitas kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta
kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai program tersebut merupakan wujud
komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan
lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiata CSR ini juga sejalan dengan
implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) serta mendukung
Program Nawacita Pemerintah.

Salah satu implementasi
program CSR yang dilaksanakan BRI Life adalah kegiatan pemeriksaan
mata bagi pekerja BRI Group di lingkungan Menara BRILian. Kegiatan yang
berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 tersebut mendapat antusiasme tinggi dan diikuti
oleh lebih dari 300 pekerja BRI Group yang berkantor di Menara BRILian, Jakarta.

Program pemeriksaan mata ini
merupakan hasil kolaborasi antara BRI Life bersama KL Klinik Mata, yang
menghadirkan berbagai layanan kesehatan mata, meliputi pemeriksaan oleh dokter
spesialis mata, konsultasi kesehatan mata, hingga rekomendasi penggunaan lensa yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Kegiatan ini turut dihadiri
oleh Direktur Pemasaran BRI Life Tina Meilina, serta
CEO KL Klinik Mata, dr. Kelvin Alim Sp.M.

Direktur Pemasaran BRI Life
Tina Meilina

menyampaikan bahwa, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan
terhadap kesehatan pekerja sebagai bagian penting dari produktivitas dan
kualitas hidup.“Kesehatan mata adalah aset penting dalam menunjang
performa kerja. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan setiap individu
di lingkungan Menara BRIlian mendapatkan akses layanan medis berkualitas,”

ujar Tina.

Tina menambahkan, “Melalui
kegiatan pemeriksaan mata ini, BRI Life ingin menghadirkan manfaat nyata bagi
pekerja BRI Group, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan
mata di tengah tingginya aktivitas kerja digital saat ini”
.

Menurut Tina, program ini
juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi SDGs,
khususnya tujuan ke-3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera, dan juga sejalan
dengan Program Nawacita ke-5 pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup
manusia Indonesia melalui peningkatan akses layanan kesehatan yang
berkualitas”.

Selanjutnya, BRI Life akan
terus menghadirkan berbagai inisiatif yang berorientasi pada peningkatan
kualitas hidup dan keberlanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam
memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena
itu, perusahaan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan
manfaat nyata bagi pekerja maupun masyarakat luas.

 

Pemberdayaan Ekonomi dan
Pelestarian Lingkungan

Sebagai bentuk komitmen
perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis
desa, BRI Life bekerja sama dengan Pokdakan Mina Guyub Rukun Kampung Gurame, memberikan
bantuan sarana & prasarana yang terdiri dari 20 kolam ikan gurame berikut 2000
bibit benih gurame, serta puluhan sak pakan gurami di desa Kretek, Bantul,
Yogyakarta, pada 30 April 2026.

Melalui kegiatan ini, BRI
Life berupaya untuk turut berpartisipasi dalam mendorong kemandirian pelaku
usaha lokal, sebagai bagian komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi
nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Sebagai entitas bisnis yang tidak
hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, BRI Life juga terus menghadirkan
berbagai program sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Inisiatif ini sejalan dengan
SDGs terkait pekerjaan layak serta  pertumbuhan
ekonomi dan  tanpa kemiskinan. Sementara
dari sisi Nawacita, program ini sejalan dengan Nawacita ke-3 yaitu membangun
Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, dalam kerangka
mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain fokus pada
pemberadayaan ekonomi, BRI Life juga mendukung pelestarian lingkungan dan
keberlanjutan, melalui kerjasama dengan Yayasan Konservasi dan Inovasi Al-Fatih
melaksanakan penanaman 200 bibit pohon buah seperti mahoni, kayu manis,
tabebuia, jambu air dan lain-lain sebagai tanaman pelindung dan penahan erosi di
wilayah Bogor pada Rabu, 13 Mei 2026.

Tina menyampaikan, kegiatan
ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pelestarian
lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan
ekosistem.

“Penanaman pohon adalah
investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi selanjutnya. Melalui kegiatan
ini, BRI Life ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekaligus
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.
Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan
manfaat bagi generasi mendatang,”
tutup Tina.

Ke depan, BRI Life akan terus
berkomitmen menjalankan berbagai program social, pemberdayaan ekonomi, dan
pelestarian lingkungan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan,
serta mendukung terciptanya pembangunan nasional yang inklusif berwawasan
lingkungan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penawaran Eksklusif Mei di SUBI Private Lounge

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah berkembangnya preferensi nightlife yang lebih personal di Jakarta, SUBI Private Lounge menghadirkan rangkaian pengalaman eksklusif sepanjang bulan Mei bagi para tamu yang mencari suasana lounge premium dengan pendekatan yang lebih intimate dan private.

Berlokasi di Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection, SUBI menghadirkan pengalaman social lounge yang memadukan ambience eksklusif, musik, dan hospitality dalam suasana yang lebih hangat dan personal dibandingkan nightlife konvensional.

Sepanjang bulan Mei, SUBI menghadirkan berbagai pengalaman tematik yang dirancang untuk menemani pertemuan setelah jam kerja, acara sosial di malam hari, hingga private perayaan pribadi. 

Friday Acoustic Night

Setiap Jumat pada minggu ke-2 dan ke-3, pukul 21.00-00.00 WIB, SUBI menghadirkan Friday Acoustic Night bersama Hennessy.

Melalui live acoustic performance dalam suasana lounge yang intimate, tamu dapat menikmati malam yang lebih santai ditemani cocktails dan pilihan bottle offerings dalam setting yang lebih personal dan eksklusif.

Dengan kapasitas terbatas, reservasi lebih awal sangat disarankan.

Saturday DJ Night & Ladies Night

Pada Sabtu minggu pertama dan ke-4, mulai pukul 20.00-23.00 WIB, SUBI menghadirkan DJ Night untuk para tamu yang ingin menikmati suasana akhir pekan dengan musik dan suasana yang lebih meriah namun tetap privat.

Bersamaan dengan Ladies Night, para ladies akan mendapatkan complimentary first cocktail atau wine sebagai bagian dari pengalaman malam di SUBI yang dirancang lebih personal.

Dusk & Drinks – Happy Hour

Setiap hari sepanjang bulan Mei, mulai pukul 15.00-19.00 WIB, SUBI menghadirkan Dusk & Drinks, sebuah happy hour experience untuk menikmati sore menuju malam dalam suasana lounge yang lebih santai.

Melalui penawaran Buy 1 Get 1 untuk selected cocktails dan wine, program ini menjadi pilihan bagi para profesional yang ingin melepas penat setelah aktivitas kerja maupun menikmati waktu santai di tengah ritme kota Jakarta.

Dealing at SUBI

Selain area lounge utama, SUBI juga menawarkan pengalaman ruang privat yang dirancang khusus untuk pertemuan kecil dan acara pribadi dalam suasana yang lebih eksklusif. Mulai dari IDR 2,000K++ untuk ruangan terpilih, berlaku Senin hingga Jumat pukul 11.00-17.00 WIB.

Setiap ruangan dirancang dengan sentuhan kemewahan modern dan dilengkapi dengan: fasilitas karaoke, meja makan, perlengkapan mewah, ruang istirahat pribadi di dalam kamar, TV LED pintar, meja kontrol, dan layanan parkir valet gratis.

Sebagai pelengkap pengalaman, tamu juga akan menikmati complimentary teh melati, sandal dalam ruangan, serta handuk hangat dan dingin (oshibori).

Gather in Style at SUBI 

Lebih dari sekadar lounge, SUBI juga menghadirkan lokasi eksklusif untuk perayaan pribadi dan acara sosial yang lebih berkesan.

Dengan kapasitas hingga 40 tamu dan durasi penggunaan maksimal 6 jam, SUBI menyediakan fasilitas WiFi berkecepatan tinggi serta sistem suara profesional untuk mendukung berbagai acara, mulai dari perayaan ulang tahun, sesi jejaring, hingga pertemuan pribadi untuk merayakan momen penting.

Tersedia juga pilihan tambahan seperti pertunjukan akustik langsung dan penampilan DJ tamu untuk menghadirkan pengalaman acara yang lebih personal dan berkesan.

Melalui rangkaian program sepanjang bulan Mei ini, SUBI Private Lounge menghadirkan pengalaman hiburan malam yang lebih intim, terkurasi, dan personal menggabungkan hiburan, suasana, dan keramahan dalam satu destinasi.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut:

RSVP: +62 8213 2333 288

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Riset F&B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini

Salah satu mitos bisnis industri F&B yang paling sering diulang adalah “Sebagian besar restoran 70-80% gagal di tahun pertama.” dan ini ulang diberbagai media dan blog.

Namun, Tim Riset Tantri menemukan menemukan hasil riset yang berbeda. Berdasarkan data UC Berkeley, OECD, BLS AS, dan Cornell menemukan 70–83% bisnis F&B bertahan di tahun pertama. Tantangan terbesar justru muncul pada tahun ke-3 hingga ke-5 akibat lemahnya sistem operasional dan cashflow.

Data dalam riset ini disusun berdasarkan cross-analysis berbagai penelitian dan dataset internasional, termasuk studi UC Berkeley terhadap 1,9 juta bisnis dan 81.000 restoran independen, data business survival U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), framework OECD, serta Cornell Hospitality Research terkait operasional, cashflow, dan customer experience bisnis restoran.

5 Faktor Utama Tingkat Survival Rate Bisnis Cafe dan Resto

Melalui “Weighted Operational Survival Analysis”, Tim Riset Tantri mengidentifikasi lima faktor operasional yang paling konsisten berkorelasi dengan survival bisnis cafe dan restoran dalam jangka panjang.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa banyak kegagalan bisnis restoran sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan pasar, melainkan akumulasi masalah operasional yang terjadi secara perlahan dalam beberapa tahun pertama bisnis berjalan.

1. Financial dan Cashflow Control (30%)

Masalah yang paling sering terjadi pada bisnis F&B terlihat ramai secara penjualan, tetapi sebenarnya memiliki margin yang sangat tipis. Kenaikan food cost, biaya operasional, dan labor cost sering kali tidak diikuti kontrol cashflow yang baik. (Deloitte Restaurant Industry Outlook, Restaurant365 Industry Reports)

Dalam banyak kasus, owner baru menyadari masalah ketika:

cashflow mulai seret,

pembayaran vendor terlambat,

atau profit tidak sebanding dengan omzet.

tindakan yang tepat seharusnya melakukan: monitoring food cost,

laporan cashflow realtime,

kontrol margin per menu,

serta visibility terhadap biaya operasional harian.

2. Operational Systems dan SOP (25%)

Kasus kedua tertinggi bisnis cafe dan restoran masih bergantung pada owner atau staff tertentu. Ketika volume order meningkat atau tim bertambah, operasional mulai tidak konsisten:

antrean lebih panjang,

salah input order,

stok tidak terkontrol,

hingga kualitas pelayanan menurun.

solusi fase ini adalah membangun sistem sepert:

SOP operasional,

workflow kerja,

inventory system,

serta reporting system yang terstandarisasi. (Cornell Hospitality Quarterly, National Restaurant Association Research)

3. Customer Experience Consistency (20%)

Fokus mencari customer baru tetapi kurang menjaga konsistensi customer experience merupakan faktor ketiga yang kruisial. Padahal customer loyal akan membawa keberlanjutan bisnis sedangkan customer baru tanda perkembangan namun konsekuensi biaya promosi.

Akibatnya:

rasa berubah-ubah,

pelayanan tidak stabil,

waiting time terlalu lama,

atau pengalaman pelanggan berbeda setiap kunjungan.

Hal ini membuat repeat order dan loyalitas pelanggan sulit terbentuk.

Pemilik Bisnis perlu menjaga hal – hal berikut:

konsistensi rasa,

kecepatan pelayanan,

customer flow,

dan quality control operasional. (PwC Consumer Insights Survey ,Deloitte Consumer Experience Research)

4. Adaptability to Consumer Trends (15%)

Perubahan perilaku konsumen di industri F&B saat ini terjadi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya. sementara operasional bisnis cafe / restoran belum mampu beradaptasi dengan cepat.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumen F&B global mulai bergeser ke arah:

delivery & online ordering,

cashless & QR payment,

convenience experience,

self-service ordering,

digital loyalty program,

personalized customer experience,

hingga fast-response service.

Adaptasi terhadap tren bukan hanya mengikuti teknologi baru, tetapi bagaimana bisnis mampu membuat pengalaman pelanggan menjadi:

lebih cepat,

lebih praktis,

lebih nyaman,

dan lebih konsisten. (Deloitte Digital Consumer Trends, McKinsey Perspectives on the future of restaurants, Euromonito Key Consumer Foodservice Trends )

5. Sustainable Expansion Pace (10%)

Mengejar momentum dengan terlalu cepat sebelum sistem bisnis benar-benar matang. Dalam banyak kasus:

kualitas mulai tidak konsisten,

kontrol operasional melemah,

cashflow terganggu,

dan manajemen tim menjadi lebih kompleks.

Bisnis perlu memastikan:

operasional stabil,

cashflow sehat,

SOP berjalan konsisten,

dan tim siap sebelum melakukan ekspansi besar.

salah satu studi kasus di indonesia adalah warung SSB awal bisnis 2002 dan baru tahun 2012 mulai membuka cabang perlahan hingga 86 gerai secara keseluruhan, dengan rincian 85 gerai tersebar di berbagai wilayah Indonesia (mulai dari Pekanbaru, Malang, hingga Denpasar) dan 1 gerai internasional yang berada di Arab Saudi.

Viral Belum Tentu Sustainable

Fokus membantu fondasi yang kuat akan lebih membantu bisnis cafe dan resto tidak hanya bertahan namun berkembang dalam jangka panjang.  

Tidak hanya melalui riset di dunia F&B, Tantri.id telah membantu 2000+ cafe dan restoran Sejak 2023 agar lebih efisien & rapi dengan QR Menu ordering yang terhubung ke POS & Sistem Dapur mengurangi salah orderan dan efisiensi waktu.

Integrasi Inventory mampu menjaga foodcost lebih terkontrol, hingga kelola cabang memastikan perfoma dan SOP terjaga.

160+ fitur digital lainya membuat bisnis kuliner tidak ketinggalan trend sehingga 5 malasah survival rate yang sudah dibahas mampu teratasi dalam 1 aplikasi. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES