“HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

Bagi PAM JAYA, memperingati kemerdekaan juga berarti terus hadir dan mengambil bagian dalam memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya dibangun melalui pekerjaan masing-masing, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi sesama.

Jakarta, 17 Agustus
2026 – Semangat kemerdekaan turut dirasakan keluarga
besar PAM JAYA dalam
memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bertempat di Kantor PAM JAYA, Kalimalang, Jakarta Timur, peringatan berlangsung
dengan penuh antusias dan diikuti
oleh seluruh jajaran Direksi PAM JAYA, Daya Wanita
PAM JAYA, serta seluruh pegawai PAM JAYA.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini diikuti oleh 2.000
pegawai PAM JAYA yang sekaligus
menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan merefleksikan kembali
peran perusahaan dalam memberikan pelayanan publik bagi masyarakat Jakarta.
Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga
melalui komitmen untuk terus bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa
semangat kemerdekaan memiliki makna yang dekat dengan keseharian insan PAM
JAYA, khususnya dalam menjalankan tanggung jawab memberikan pelayanan air minum
kepada masyarakat.

“Kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki
peran untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan
masyarakat. Bagi PAM JAYA, semangat tersebut kami wujudkan melalui pekerjaan
dan pelayanan yang kami berikan setiap hari. Semoga semangat kemerdekaan ini
terus memperkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar PAM JAYA untuk
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jakarta,” ujar Arief.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PAM JAYA
berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para pegawai. Berbagai kegiatan yang
diselenggarakan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menjadi
ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarpegawai, serta
menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kerja.

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan PAM JAYA melalui dukungan dalam pemberian bantuan mobil ambulans dari Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta untuk masyarakat Suku Baduy. Penyerahan bantuan ambulans
tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta dan diberikan oleh Gubernur
DKI Jakarta kepada perwakilan penerima
bantuan, dengan turut
disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Direktur Utama PAM JAYA.

Ambulans tersebut nantinya akan dikelola oleh yayasan untuk mendukung
kebutuhan masyarakat setempat, khususnya dalam membantu meningkatkan akses
terhadap layanan kesehatan. 

Dukungan tersebut menjadi
bagian dari semangat
berbagi manfaat yang sejalan dengan nilai pelayanan publik. Kehadiran
ambulans diharapkan dapat membantu masyarakat Suku Baduy memperoleh akses
transportasi kesehatan yang lebih mudah, terutama ketika membutuhkan penanganan
atau rujukan ke fasilitas kesehatan.

Bagi PAM JAYA, memperingati kemerdekaan juga berarti terus hadir dan
mengambil bagian dalam memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya dibangun melalui
pekerjaan masing-masing, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi sesama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

Jakarta (11/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan jalan tol yang lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan melalui transformasi layanan berbasis teknologi dan data. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) terkait integrasi data kendaraan bermotor, di antaranya data berat kendaraan melalui perangkat Weigh In Motion (WIM), identifikasi kendaraan dengan Radio Frequency Identification (RFID) Reader , serta pembacaan pelat nomor melalui teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) milik Jasa Marga ke dalam sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) milik Kemenhub.

Penandatanganan PKS dilakukan pada Senin (10/08) di Kantor Kemenhub, Jakarta, oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, serta disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Turut hadir Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo Manuhutu, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti, perwakilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam skema kerja sama ini, Jasa Marga mengintegrasikan data lalu lintas kendaraan angkutan barang dari platform Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) melalui sharing Application Programming Interface (API) ke dalam platform Hubnet Kemenhub. Data faktual yang tercatat di lapangan mencakup data berat kendaraan yang terukur menggunakan WIM, no pelat kendaraan, gambar CCTV, dan lain-lain yang dikelola Jasa Marga, serta data kepemilikan kendaraan dari sistem BLUe. Inisiatif integrasi ini memungkinkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang di jalan tol dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan komprehensif.

Data yang terintegrasi tersebut selanjutnya dapat dipantau secara real-time melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali operasional jalan tol berbasis data. Melalui JMTC, informasi kendaraan yang masuk dapat dipantau secara lebih cepat untuk mendukung pengawasan serta respons terhadap potensi pelanggaran kendaraan angkutan barang di jalan tol.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Jasa Marga terhadap agenda nasional Zero Over Dimension Overloading (ODOL) 2027 sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu keselamatan di jalan tol. Terlebih lagi, data Jasa Marga mencatat keberadaan kendaraan ODOL meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mempercepat kerusakan jalan tol. Integrasi perangkat Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan akan semakin memperkuat kesiapan penegakan hukum digital melalui Electronic Traffic Law Enforcement HUB (ETLE HUB) yang digagas Kemenhub untuk mencapai target nasional Zero ODOL 2027, dengan tahap pengawasan dan sosialisasi hingga akhir Desember 2026 sebelum penindakan efektif berlaku 1 Januari 2027.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menegaskan bahwa Jasa Marga terus mengambil peran aktif dalam mendorong digitalisasi pengawasan angkutan barang di seluruh jaringan jalan tol.

“Implementasi WIM dan integrasi data ini adalah bentuk kontribusi nyata Jasa Marga untuk mendorong pengawasan berbasis data (data-driven). Kami tidak hanya menyiapkan infrastruktur WIM dan pendukungnya seperti RFID Reader dan ANPR, tetapi juga memastikan datanya terhubung langsung ke sistem Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub. Dengan begitu, pengawasan pelanggaran terhadap tonase kendaraan dan administrasi tidak lagi mengandalkan cara manual, melainkan terekam secara presisi dan terintegrasi,” tegas Rivan.

Rivan juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi penting untuk mendorong perubahan perilaku di seluruh ekosistem angkutan barang, mulai dari perusahaan angkutan, pemilik kendaraan, pemilik barang hingga pengemudi. Integrasi data akan membantu membangun pengawasan yang lebih terukur dan mendorong keseriusan bersama dalam mewujudkan Zero ODOL pada 2027. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya berfokus pada penguatan infrastructure, tetapi juga mendorong infraculture melalui perubahan budaya berkendara yang lebih tertib serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, permasalahan kendaraan ODOL telah lama menjadi perhatian bersama karena memiliki dampak yang luas, khususnya terhadap keselamatan dan kondisi infrastruktur transportasi. Pelanggaran ODOL memiliki dampak yang luas.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan bahwa pengembangan sistem pengawasan dan penegakan hukum angkutan barang melalui ETLE HUB merupakan bagian dari rencana aksi nasional penanganan kendaraan ODOL yang dilaksanakan secara lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan.

“Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan seluruh stakeholder untuk membangun satu sistem pengawasan dan penegakan hukum angkutan barang melalui alat bukti rekaman elektronik, pelanggaran muatan lebih, ataupun pelanggaran dimensi,” ungkap Aan.

Selain melalui penguatan sistem pengawasan, Jasa Marga juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung ketertiban dan keselamatan di jalan tol. Pengguna jalan dapat turut melaporkan potensi pelanggaran kendaraan angkutan barang, termasuk ODOL, melalui aplikasi Travoy maupun Call Center Jasa Marga 133. Laporan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan jalan tol yang semakin aman, tertib, dan berkeselamatan.

Langkah strategis Jasa Marga ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap agenda Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta meningkatkan keselamatan konektivitas nasional. Melalui integrasi WIM, RFID Reader, ANPR, dan BLUe ini, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan jalan tol yang lancar, aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

Tentang PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Email: corcomm@jasamarga.co.id

Press  release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono luncurkan seri “Catatan Sang Petambak Udang”, bagikan pengalaman lapangan sebagai petambak & konsultan lewat 3 e-book gratis.

Yogyakarta, Di balik jabatan CEO Fistx Indonesia, Rico Wisnu Wibisono menghabiskan sebagian besar kariernya bukan di balik meja, melainkan di pematang tambak. Sebelum membangun FisTx menjadi perusahaan teknologi akuakultur, ia lebih dulu turun langsung sebagai pembudidaya udang dan menjadi konsultan bagi puluhan tambak di berbagai wilayah Indonesia pengalaman yang kini ia rangkum dalam sebuah seri catatan lapangan bertajuk “Catatan Sang Petambak Udang.”

Seri ini lahir dari keresahan yang sama, yang berulang kali ia temui di lapangan: banyak keputusan teknis di tambak masih diambil berdasarkan kebiasaan atau intuisi, bukan data. Padahal, jarak antara panen gagal dan panen sukses seringkali hanya berjarak satu perhitungan yang keliru, satu indikator yang terlewat, atau satu solusi yang datang terlambat.

“Catatan Sang Petambak Udang” memosisikan Rico bukan sekadar sebagai pemimpin perusahaan teknologi, melainkan sebagai seseorang yang pernah dan masih berdiri di titik yang sama dengan petambak: menghadapi udang yang mati mendadak, air yang tiba-tiba keruh, dan kincir yang tak lagi bekerja optimal. Dari titik itulah, ia menulis, bukan sebagai teori, tetapi sebagai catatan dari pengalaman langsung yang kemudian diperkaya dengan riset ilmiah dan solusi teknologi yang dikembangkan FisTx.

Sejauh ini, tiga catatan lapangan telah diterbitkan sebagai bagian dari seri ini, masing-masing membahas satu sisi tantangan yang paling sering dihadapi petambak udang vaname di Indonesia:

– “Kincir Air untuk Tambak Udang” catatan tentang rekayasa aerasi tambak, dari sisi yang jarang dibahas tuntas. Baca Selengkapnya

– “Novel of Vibrio” catatan tentang bagaimana mengelola, bukan sekadar melawan, ancaman bakteri Vibrio. Baca Selengkapnya

– “Cerita dari Kasat Mata: Dari Nano ke Makro” catatan tentang kematian massal udang dan jawaban yang ditemukan di skala nanometer. Baca Selengkapnya

Ketiganya dapat diunduh gratis melalui tautan yang tersedia di masing-masing artikel.

Rico menyampaikan bahwa seri ini akan terus bertambah seiring dengan pengalaman lapangan dan riset yang terus dilakukan oleh tim FisTx bersama para mitra petambak di seluruh Indonesia. 

Tentang FisTx Indonesia

FisTx Indonesia adalah perusahaan teknologi akuakultur nomor satu dengan solusi terlengkap asal Yogyakarta. Fistx menghadirkan solusi terintegrasi untuk industri budidaya perikanan Indonesia, mulai dari teknologi sterilisasi air, nutrisi, desain kolam, hingga pendampingan petambak. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.fistx.co.id.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Bukan Sekadar Hadir di Gala Premiere, ESAFX Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama Film Ketok Mejik

ESAFX memperkuat kolaborasi dengan industri kreatif Indonesia melalui perannya sebagai Official Partner film Ketok Mejik. Diwakili Direktur Utama ESAFX, Pak Handoko, ESAFX hadir dalam Gala Premiere Ketok Mejik pada 9 Agustus 2026 dan berinteraksi langsung dengan para pemeran film melalui sesi interview serta berbagai aktivitas dokumentasi bersama cast.

Kolaborasi ESAFX dan Ketok Mejik menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas brand awareness, membangun trust, dan menjangkau audiens Indonesia melalui pendekatan entertainment dan lifestyle. Film drama komedi karya sutradara Yogi S. Calam dan produksi HAHA Production ini menghadirkan Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Ersya Aurelia, Arief Didu, dan Agus Kuncoro. Ketok Mejik tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026, dengan cerita yang memadukan komedi, persahabatan, serta isu keuangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Jakarta, 18 Agustus 2026. Kolaborasi antara industri finansial dan industri kreatif Indonesia semakin menarik perhatian. Salah satunya melalui kerja sama ESAFX sebagai Official Partner film Ketok Mejik, yang memasuki momentum penting melalui kehadiran ESAFX dalam Gala Premiere Ketok Mejik pada 9 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ESAFX diwakili oleh Pak Handoko selaku Direktur ESAFX. Kehadiran ini menjadi bagian dari rangkaian aktivasi partnership antara ESAFX dan film Ketok Mejik, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas industri dapat dikembangkan tidak hanya melalui eksposur merek, tetapi juga melalui pengalaman dan konten yang lebih dekat dengan masyarakat.

ESAFX dan Ketok Mejik Hadirkan Kolaborasi Finansial dan Entertainment

Kerja sama ESAFX dengan Ketok Mejik menjadi langkah untuk memperluas komunikasi perusahaan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan entertainment dan gaya hidup masyarakat Indonesia.

Bagi ESAFX, kolaborasi dengan film nasional seperti Ketok Mejik memberikan ruang untuk membangun citra perusahaan yang lebih mapan sekaligus memperluas jangkauan komunikasi kepada audiens yang lebih luas.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan ESAFX menghadirkan komunikasi yang lebih visual dan relevan melalui berbagai aset yang tersedia dalam sebuah produksi film, mulai dari aktivitas bersama pemeran hingga materi konten yang dapat dikembangkan di berbagai platform digital.

Direktur ESAFX Hadiri Gala Premiere Ketok Mejik

Sebagai bagian dari official partnership, ESAFX turut hadir dalam Gala Premiere film Ketok Mejik pada 9 Agustus 2026.

Kehadiran Direktur ESAFX, Pak Handoko, menjadi salah satu bentuk dukungan langsung perusahaan terhadap karya perfilman Indonesia sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan antara ESAFX dengan tim produksi dan para pemeran Ketok Mejik.

Dalam acara tersebut, ESAFX juga melakukan berbagai aktivitas bersama para pemeran film. Salah satunya adalah sesi interview bersama cast Ketok Mejik yang menghadirkan sejumlah pemeran utama, termasuk Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Ersya Aurelia, dan Arief Didu.

Aktivitas tersebut menghasilkan berbagai materi foto dan video yang dapat digunakan sebagai bagian dari komunikasi digital ESAFX, sekaligus memberikan perspektif yang lebih ringan dan entertainment-driven mengenai kolaborasi antara ESAFX dan Ketok Mejik.

Kehadiran ESAFX dalam Gala Premiere juga diperkuat dengan dokumentasi resmi bersama cast dan pada backdrop film Ketok Mejik, sehingga momentum partnership dapat dihadirkan secara visual kepada audiens yang lebih luas.

Memperluas Jangkauan Melalui Industri Kreatif Indonesia

Kolaborasi ESAFX dan Ketok Mejik juga menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam memperluas jangkauan pemasaran melalui industri kreatif.

Film memiliki kemampuan untuk menjangkau audiens dalam skala besar sekaligus menghadirkan komunikasi melalui storytelling. Karakter, cerita, visual, dan berbagai elemen entertainment dapat menjadi medium untuk membangun kedekatan antara sebuah brand dengan masyarakat.

Bagi ESAFX, pendekatan tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan brand dalam konteks yang lebih luas, tanpa menjadikan komunikasi semata-mata berorientasi pada promosi produk.

Melalui partnership ini, ESAFX dapat mengembangkan berbagai materi komunikasi yang menggabungkan unsur entertainment, lifestyle, dan edukasi secara lebih natural.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan perilaku audiens digital yang tidak hanya mengonsumsi informasi melalui iklan, tetapi juga melalui film, media sosial, video pendek, wawancara, dan konten berbasis pengalaman.

Ketok Mejik, Film Drama Komedi dengan Sentuhan Isu Keuangan

Ketok Mejik merupakan film drama komedi Indonesia terbaru karya sutradara Yogi S. Calam yang diproduksi oleh HAHA Production.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Film Ketok Mejik dibintangi oleh sejumlah nama yang telah dikenal masyarakat Indonesia, di antaranya Ananta Rispo, Dodit Mulyanto, Tarra Budiman, Ersya Aurelia, Arief Didu, dan Agus Kuncoro.

Cerita berpusat pada Ben, yang diperankan oleh Ananta Rispo, seorang pewaris bengkel Ketok Mejik milik keluarganya. Bengkel tersebut ternyata menghadapi persoalan utang yang menumpuk serta tekanan dari sosok Bos Toyib.

Bersama sahabatnya, Ben kemudian mengandalkan sebuah palu sakti peninggalan leluhur untuk mempertahankan sekaligus menghidupkan kembali usaha bengkel tersebut.

Menariknya, cerita Ketok Mejik tidak hanya menghadirkan unsur komedi dan persahabatan, tetapi juga menyentuh sejumlah isu keuangan modern, termasuk fenomena pinjaman online atau pinjol.

Perpaduan antara komedi, persahabatan, masalah ekonomi, dan kehidupan sehari-hari membuat Ketok Mejik membawa tema yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Sinergi Entertainment dan Financial Industry

Partnership antara ESAFX dan Ketok Mejik menunjukkan adanya peluang sinergi antara industri financial services dengan industri entertainment di Indonesia.

Kolaborasi lintas industri memungkinkan perusahaan menghadirkan brand melalui konteks yang lebih beragam. Di sisi lain, industri kreatif juga mendapatkan kesempatan untuk membangun kolaborasi dengan brand dari sektor yang berbeda.

Bagi ESAFX, nilai utama dari partnership ini tidak hanya berada pada eksposur selama periode penayangan film, tetapi juga pada kemampuan untuk mengembangkan berbagai materi komunikasi yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang.

Mulai dari konten bersama cast, dokumentasi Gala Premiere, hingga berbagai materi digital, partnership tersebut memberikan sejumlah aset komunikasi yang dapat dikembangkan ke dalam strategi brand dan content marketing ESAFX.

Hal ini sekaligus memperkuat pendekatan ESAFX dalam membangun brand awareness dan trust melalui komunikasi yang lebih relevan dengan keseharian masyarakat.

Dari Gala Premiere Menuju Penayangan di Bioskop

Gala Premiere pada 9 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian partnership ESAFX dan Ketok Mejik.

Setelah melalui rangkaian promosi dan Gala Premiere, film Ketok Mejik akan resmi hadir di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kisah Ben dan perjuangannya mempertahankan bengkel warisan keluarganya, sekaligus menikmati perpaduan komedi, persahabatan, dan isu kehidupan finansial yang menjadi bagian dari cerita film.

Sementara bagi ESAFX, kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk terus mengeksplorasi cara baru dalam membangun hubungan dengan masyarakat melalui kombinasi antara brand, entertainment, lifestyle, dan content experience.

Dengan hadirnya ESAFX sebagai Official Partner Ketok Mejik, partnership ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara sektor finansial dan industri kreatif dapat menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih dekat, relevan, dan memiliki nilai bagi audiens.

Tentang Film Ketok Mejik

Ketok Mejik adalah film drama komedi Indonesia karya sutradara Yogi S. Calam dan diproduksi oleh HAHA Production.

Trading di EsaFX dan dapatkan tiket nonton Gratis!!” />

Coba Akun Demo Trading di EsaFX Gratis Dan Virtual $10.000

Film ini dibintangi oleh Ananta Rispo sebagai Ben, Dodit Mulyanto sebagai Saged, Tarra Budiman sebagai Made, Ersya Aurelia sebagai Resita, Arief Didu sebagai Unung, dan Agus Kuncoro sebagai Bos Toyib.

Ketok Mejik tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

” />

Jakarta, 18 Agustus 2026 – Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke-6 sejak pertama kali diluncurkan pada 2019. Mengusung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara, sekaligus menjadi momentum ketika teknologi, regulasi, dan adopsi institusional bertemu dalam satu forum.

IDBW 2026 berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai konferensi Web3 institusional terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, IDBW menghadirkan lebih dari 75 pembicara global dan regional yang berasal dari lebih dari 30 negara, mencakup para pemimpin bursa aset digital, perwakilan regulator dan kementerian, hingga pelaku industri keuangan digital dari dalam maupun luar negeri. Penyelenggaraan IDBW 2026 juga mendapat dukungan dari lebih dari 300 ecosytem partner, melingkupi komunitas, media, event partner, maupun sponsor, mencerminkan kuatnya kepercayaan dan antusiasme industri terhadap perkembangan ekosistem Web3 di kawasan.

IDBW 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya dalam adalah keterlibatan pemerintah yang lebih terstruktur. Untuk pertama kalinya, blockchain dan teknologi baru lainnya resmi masuk sebagai subsektor ekonomi kreatif nasional, sejalan dengan penandatanganan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif oleh Presiden pada awal Juli 2026.

Chairman & Founder IDBW 2026, Aditya Raflein, memandang pencapaian tahun ini sebagai penegasan arah jangka panjang yang sejak awal ingin dibangun IDBW. “Sejak hari pertama, kami percaya bahwa blockchain bukan sekadar tren teknologi, melainkan infrastruktur peradaban baru. Saat ini kita melihat ketika lebih dari 12.000 orang, pemerintah, dan pemain global duduk dalam satu forum di Jakarta, itu bukan sekadar pencapaian angka. Itu adalah bukti bahwa Indonesia sedang menulis babak barunya sendiri dalam sejarah teknologi dunia, dan IDBW ingin menjadi rumah bagi babak itu ditulis,” ujar Raflein.

Blockchain Jadi Bagian dari Arah Pembangunan Ekonomi Kreatif Nasional

Kehadiran pemerintah dalam IDBW 2026 tidak sekadar simbolis. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaparkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional saat ini telah mencapai 7,38%, dengan target melampaui 8% pada akhir tahun mendatang. Sektor ini juga tercatat inklusif, sekitar 58% pelakunya adalah perempuan, dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja muda terbesar, mengingat lebih dari 60% pekerja di sektor ini berasal dari generasi Z dan milenial.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pada awal Juli 2026, terbit Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2025–2045 sebagai masterplan jangka panjang ekonomi kreatif Indonesia. Dalam rencana ini, jumlah subsektor ekonomi kreatif resmi bertambah dari 17 menjadi 21, dengan empat subsektor baru berbasis teknologi baru, mencakup AI, blockchain, IoT/Web3, dan cybersecurity.

“Pemerintah melihat bahwa sektor teknologi baru ini sangat penting untuk dibangun bersama, bukan hanya dari sisi peningkatan kapasitas talenta dan pelatihan, tetapi juga dari sisi memberikan masukan regulasi yang diperlukan agar ekosistem blockchain di Indonesia dapat bergerak lebih baik lagi ke depan.”

Harsya menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor kini dijalankan melalui tim implementasi yang dipimpin bersama oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian PPN/Bappenas, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dengan melibatkan 22 kementerian dan lembaga, termasuk OJK, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Keuangan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, turut menyoroti pentingnya keselarasan antara pembangunan infrastruktur digital dan perencanaan pembangunan nasional. 

“Blockchain dan teknologi digital lainnya hanya akan memberi dampak nyata bila dibangun sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan. Bappenas berkomitmen memastikan inovasi seperti blockchain terintegrasi dalam kerangka besar pembangunan Indonesia, sehingga manfaatnya dirasakan secara merata, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” kata Rachmat.

Selama dua hari penyelenggaraan, IDBW 2026 menghadirkan puluhan sesi panel dan keynote yang membahas tokenisasi real-world asset, infrastruktur pembayaran on-chain, identitas digital, hingga arah regulasi aset kripto di Indonesia. Sejumlah tokoh global turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Richard Teng (Co-CEO Binance), Gracy Chen (CEO Bitget), Justin Sun (Founder TRON), Leonard Leung (CEO Aster), Vugar Usiyev (CEO MEXC), Sam Christian (Director Global Product Marketing OKX), Eddy Christian Ng (Expansion Lead Tether), serta perwakilan BNB Chain, Circle, OSL Group, Chainalysis, dan TRM Labs.

Dari sisi ekosistem domestik, hadir pula Chung Ying Lai (CEO D3 Labs), William Sutanto (Co-Founder & CEO Indodax), Nathanael Christian (Co-Founder & CEO IDRX), Anderson Sumarli (Co-Founder & CEO Ajaib), serta Robby (General Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia), yang bersama-sama membahas peluang tokenisasi aset dan pengembangan infrastruktur Web3 berbasis IP lokal.

Traders Royale dan The Pitch Royale, Panggung Aksi dan Inovasi Web3

Selain rangkaian panel dan keynote, IDBW 2026 juga menghadirkan dua agenda unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Traders Royale powered by Aster menghadirkan kompetisi trading langsung yang mempertemukan trader profesional, KOL, hingga peserta publik dalam format turnamen head-to-head, menjadikan strategi dan performa trading sebagai hiburan sekaligus edukasi pasar yang atraktif bagi pengunjung.

The Pitch Royale tampil sebagai panggung bagi startup-startup Web3 untuk memaparkan solusi mereka langsung di hadapan jajaran venture capital terkemuka. Melalui sesi ini, IDBW 2026 membuka jalan bagi para founder muda Indonesia dan regional untuk mendapatkan exposure, masukan, dan potensi pendanaan, mempertegas peran IDBW bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai jembatan nyata antara inovator dan investor.

Didukung Ekosistem Sponsor dan Mitra Terluas

Kesuksesan IDBW 2026 turut didukung oleh jajaran sponsor dan mitra ekosistem, dipimpin oleh OKX Wallet, Tether, Aster, Binance Academy, BNB Chain, D3 Labs, Tangem, FLOQ, INDODAX, Mobee, Onigiri, ANOA Token, dan BitGo. Selain itu, Bitget, Sumsub, MEXC, Bybit Indonesia, GSR, Pinetree Securities, Ajaib, MDI Ventures, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Meteon Run juga berpartisipasi dalam mendukung acara ini.

IDBW 2026 turut didukung oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), AFTECH, Thrilld Labs, dan Arktivak sebagai Strategic Ecosystem Partner. Dukungan dari berbagai pelaku industri, baik di tingkat domestik maupun global, menegaskan semakin kuatnya kepercayaan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar sekaligus pusat pengembangan solusi berbasis blockchain di kawasan.

“Kami tidak membangun IDBW untuk satu edisi, kami membangunnya untuk satu generasi. Panggung ini akan terus kami perbesar, bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai tempat lahirnya keputusan, kolaborasi, dan keberanian untuk membangun masa depan digital Indonesia. Selama masih ada satu builder Indonesia yang punya mimpi besar, IDBW akan selalu ada untuk membantunya bicara ke dunia,” tutup Raflein.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah bergerak di sekitar level US$64.000. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong investor mencermati aset-aset yang dianggap mampu menjadi pelindung ketika ketidakpastian pasar meningkat.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat berada di sekitar US$63.600–US$64.000. Data pasar menunjukkan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut masih bergerak dalam rentang yang relatif terbatas setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat perkembangan konflik dan negosiasi AS-Iran. Barron’s mencatat Bitcoin naik sekitar 0,9% ke US$63.605, sementara investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang terus memengaruhi sentimen pasar global. Pada 18 Agustus 2026, berakhirnya gencatan senjata AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Reuters melaporkan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS meningkat setelah berakhirnya gencatan senjata, sementara emas dan aset kripto masih mencatat kenaikan tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor kembali bersiap menghadapi kemungkinan volatilitas yang lebih tinggi.

Bitcoin dan Emas Bergerak di Tengah Ketidakpastian

Menariknya, Bitcoin dan emas sama-sama mendapatkan perhatian ketika risiko geopolitik meningkat, meskipun karakter keduanya berbeda. Emas secara tradisional dipandang sebagai aset defensif atau safe haven ketika investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

World Gold Council mencatat bahwa risiko geopolitik, terutama konflik AS-Iran, menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja emas sepanjang paruh pertama 2026. Harga emas bahkan sempat mencetak rekor US$5.405 per troy ounce pada Januari sebelum mengalami koreksi pada bulan-bulan berikutnya.

Bitcoin, di sisi lain, masih menunjukkan karakter sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap perubahan sentimen investor. Pergerakannya dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa konflik geopolitik tidak selalu membuat Bitcoin naik. Ketika ketegangan meningkat dan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, Bitcoin justru dapat mengalami tekanan.

Pada Juli lalu, misalnya, Bitcoin sempat turun menuju US$62.000 setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap energi dan kondisi ekonomi global. CoinDesk mencatat Bitcoin sebelumnya berada di sekitar US$64.385 sebelum turun ke US$62.037 dalam periode tersebut.

Risiko dari Posisi Derivatif

Selain faktor geopolitik, kondisi pasar derivatif juga menjadi perhatian. Funding rate merupakan biaya periodik yang dibayarkan antara posisi long dan short pada kontrak perpetual. Ketika funding rate berada di wilayah positif, pemegang posisi long umumnya membayar pemegang posisi short. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa sentimen bullish sedang mendominasi.

Data pasar pada Juli menunjukkan funding rate Bitcoin telah berada di wilayah positif sejak akhir Juni, sementara open interest futures juga meningkat. Benzinga melaporkan open interest futures Bitcoin naik dari sekitar US$44 miliar menjadi US$47,6 miliar pada pertengahan Juli.

Kenaikan open interest bersamaan dengan funding rate positif dapat menunjukkan meningkatnya aktivitas dan kecenderungan posisi long. Kondisi ini tidak otomatis berarti Bitcoin akan mengalami koreksi, tetapi menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mengambil posisi dengan ekspektasi kenaikan harga. Apabila sentimen tiba-tiba berubah, posisi dengan leverage tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya likuidasi dan memperbesar pergerakan harga.

Karena itu, rebound Bitcoin di atas US$64.000 belum tentu menjadi sinyal bahwa tren naik telah kembali sepenuhnya. Investor masih perlu memperhatikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan level tersebut dan menembus area resistance berikutnya dengan dukungan volume serta permintaan spot yang kuat.

Sebelumnya, Bitcoin juga beberapa kali gagal mempertahankan penguatan di atas US$64.000–US$65.000. CoinDesk mencatat Bitcoin sempat mencapai US$65.500 pada Juli sebelum kembali mengalami tekanan akibat profit taking dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pantau Pergerakan Bitcoin, Saham AS, dan Emas Digital di Nanovest

Bagi investor Indonesia, perkembangan pasar global saat ini dapat menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai berbagai kelas aset. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest.

Nanovest menyediakan akses bagi investor untuk mengeksplorasi berbagai aset dalam satu aplikasi. Bagi investor yang tertarik mulai berinvestasi di Saham AS maupun mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan aplikasi investasi saham dan kripto di Indonesia.

Dari sisi regulasi, PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) terdaftar dan diawasi oleh diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nanovest telah diasuransikan dengan Asuransi Sinarmas, sebagai bagian dari perlindungan terhadap risiko cybercrime.

Bagi investor yang baru mulai, memahami risiko tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan Bitcoin yang cepat menunjukkan bahwa peluang dan risiko selalu berjalan beriringan, terutama ketika pasar dipengaruhi faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, serta penggunaan leverage.

Untuk memantau pergerakan Saham AS, Aset Kripto, dan Emas Digital, investor dapat menggunakan Nanovest. Informasi lebih lanjut tersedia melalui website resmi Nanovest. Aplikasi Nanovest juga tersedia melalui Play Store dan App Store.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investor perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

Apple (AAPL) memasuki fase baru setelah mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sekaligus menghadapi tantangan berupa valuasi saham yang semakin tinggi. Jika dalam satu dekade terakhir kenaikan saham Apple didukung kombinasi pertumbuhan laba, buyback, dan ekspansi valuasi, ruang untuk mengandalkan kenaikan rasio valuasi kini semakin terbatas.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan laba dan kemampuan Apple mempertahankan kinerja fundamental menjadi semakin penting bagi investor. Dengan kapitalisasi pasar yang sempat menembus US$5 triliun pada akhir Juli, ekspektasi terhadap kinerja perusahaan juga semakin tinggi. Reuters melaporkan kapitalisasi pasar Apple sempat mencapai sekitar US$5,04 triliun pada 28 Juli 2026 sebelum kembali berada di bawah level tersebut.

Valuasi Apple Semakin Premium

Selama bertahun-tahun, Apple berhasil menciptakan nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan bisnis sekaligus program pembelian kembali saham. Buyback mengurangi jumlah saham yang beredar sehingga pertumbuhan laba perusahaan dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba per saham (EPS) yang lebih kuat.

Data pengajuan Apple kepada regulator menunjukkan perusahaan terus mengalokasikan dana besar untuk buyback. Pada enam bulan pertama tahun fiskal 2026, Apple membeli kembali sekitar 135 juta saham senilai US$36 miliar. Pada April 2026, dewan direksi juga mengesahkan tambahan program buyback hingga US$100 miliar.

Namun, kenaikan valuasi kini menjadi tantangan tersendiri. Pada pertengahan Juli, Apple diperdagangkan dengan forward P/E sekitar 34,8 kali dan trailing P/E sekitar 40 kali. Valuasi tersebut menunjukkan investor telah memberikan premium tinggi terhadap prospek pertumbuhan Apple.

Artinya, kenaikan saham Apple ke depan membutuhkan lebih dari sekadar ekspansi multiple. Perusahaan harus terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba agar valuasi tinggi tersebut dapat dipertahankan.

Fundamental Masih Solid

Dari sisi bisnis, Apple masih memiliki sejumlah keunggulan struktural. Ekosistem perangkat yang saling terintegrasi, basis pengguna yang besar, bisnis layanan dengan pendapatan berulang, serta kemampuan menghasilkan arus kas menjadi fondasi utama perusahaan.

Pada kuartal kedua fiskal 2026, Apple mencatat pendapatan US$111,2 miliar, naik 17% secara tahunan. Laba per saham dilusian mencapai US$2,01, meningkat 22%. Pendapatan layanan juga kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Basis pengguna Apple juga terus berkembang. Pada kuartal pertama fiskal 2026, perusahaan menyebut jumlah perangkat aktif dalam ekosistemnya telah melampaui 2,5 miliar unit. Skala tersebut menjadi aset penting bagi Apple karena semakin besar basis pengguna, semakin besar pula peluang perusahaan meningkatkan monetisasi melalui layanan dan produk baru.

Kinerja kuartal ketiga fiskal 2026 kembali memperlihatkan kekuatan tersebut. Pendapatan Apple meningkat 16,4% menjadi US$109,42 miliar, sementara penjualan iPhone melonjak 21,7% menjadi US$54,25 miliar. Penjualan Mac juga tumbuh hampir 29%.

AI Jadi Katalis Pertumbuhan Berikutnya

Salah satu faktor yang dapat menentukan prospek Apple dalam beberapa tahun mendatang adalah kemampuan perusahaan memonetisasi kecerdasan buatan (AI).

Apple memiliki keunggulan berupa basis perangkat aktif yang sangat besar. Jika fitur AI dapat diintegrasikan secara efektif ke iPhone, Mac, dan layanan perusahaan, teknologi tersebut berpotensi mendorong siklus pembaruan perangkat sekaligus meningkatkan penggunaan layanan.

Namun, investor juga perlu melihat realisasinya secara kritis. Apple menghadapi persaingan ketat dalam AI dan harus membuktikan bahwa fitur baru tersebut mampu menciptakan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, bukan hanya meningkatkan pengalaman pengguna.

Tantangan lainnya datang dari sisi biaya dan pasokan. Dalam laporan terbaru, Apple menyebut keterbatasan pasokan teknologi chip canggih menjadi salah satu kendala dalam memenuhi permintaan. Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal September hanya sekitar 9% hingga 11%, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 12%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental Apple masih kuat, mempertahankan pertumbuhan dua digit akan semakin sulit seiring skala bisnis yang semakin besar.

Pertumbuhan Laba Jadi Penentu Saham AAPL

Dengan valuasi yang sudah berada pada level premium, fase berikutnya bagi Apple kemungkinan akan lebih bergantung pada pertumbuhan laba dibandingkan ekspansi valuasi.

Investor akan mencermati apakah pertumbuhan iPhone, layanan, Mac, serta peluang AI dapat menjaga pertumbuhan pendapatan dan EPS. Buyback juga tetap dapat memberikan dukungan terhadap EPS dengan mengurangi jumlah saham beredar, tetapi buyback saja tidak cukup untuk menjadi mesin utama pertumbuhan dalam jangka panjang.

Karena itu, Apple kini berada dalam posisi di mana ekspektasi pasar sangat tinggi. Perusahaan harus terus menghasilkan pertumbuhan fundamental agar valuasi yang mahal tetap dapat dibenarkan.

Bagi investor, kondisi tersebut membuat kinerja pendapatan, margin, EPS, perkembangan layanan, strategi AI, serta program buyback menjadi sejumlah indikator penting yang perlu dipantau dalam menilai prospek saham AAPL ke depan.

Pantau Saham AS, Kripto, dan Emas Digital di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengakses saham global sekaligus mengeksplorasi aset kripto dan emas digital dalam satu platform.

Nanovest menyediakan akses investasi mulai dari Rp5.000. Berdasarkan informasi resmi Nanovest, transaksi aset kripto difasilitasi oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, transaksi emas digital dilakukan melalui PT Indonesia Logam Pratama yang berizin dan diawasi Bappebti.

Untuk perlindungan keamanan, Nanovest menyebut aset pengguna mendapatkan perlindungan melalui Asuransi Sinarmas, termasuk terhadap risiko serangan siber pada produk tertentu.

Aplikasi Nanovest tersedia di Google Play Store dan App Store. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Nanovest dapat dilihat melalui situs resmi Nanovest.

Disclaimer: Investasi memiliki risiko. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Road to PURANA 17: PURANA Memulai Rangkaian Selebrasi Lewat “PURANA Kids Model Search” Di Central Department Store

Didukung penuh oleh Central Department Store, aktivasi pra-acara ini mencari wajah resmi lini busana anak PURANA KIDS menjelang pembukaan gerakan sirkular “Renjana Perca” pada 14 Agustus di Grand Indonesia.

JAKARTA, 9 Agustus 2026 — Menandai hitung mundur menuju perayaan ulang tahun ke-17, rumah mode kontemporer PURANA mengoperasikan aktivasi pra-acara spesial “Road to PURANA 17: Purana Kids Model Search” pada Minggu, 9 Agustus 2026. Didukung penuh oleh Central Department Store, proses audisi berlangsung secara eksklusif di Premiere Lounge Central Grand Indonesia Level 2.

Audisi ini bertujuan untuk memilih talenta cilik serta perwakilan keluarga (anak dan orang tua) yang akan menjadi wajah resmi merek PURANA KIDS selama satu tahun penuh.

Para model terpilih akan tampil perdana dalam peragaan busana peluncuran resmi PURANA KIDS pada 23 Agustus 2026, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian eksibisi kebudayaan 10 hari “PURANA 17: Renjana Perca” (14–23 Agustus 2026) di Main Atrium East Mall Grand Indonesia.

Nonita Respati — Founder & Chief Creative Officer, PURANA

“Selama 17 tahun, PURANAmembawa warisan budaya ke dalam gaya hidup modern melalui filosofi ‘Livable Art’. Memperluas visi ini ke generasi penerus lewat PURANA KIDS adalah langkah alami bagi kami. Kami ingin anak-anak mengenakan, merasakan, dan mencintai wastra Nusantara serta desain ramah lingkungan sejak dini . Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Central Department Store atas dukungan penuh dalam mewujudkan ruang kolaborasi keluarga dan budaya ini.”

Kong Surapongpracha – County Director Central Department Store Indonesia.

“Sebagai mitra ritel utama di Grand Indonesia, Central Department Store sangat bangga dapat mendukung penuh perjalanan ulang tahun ke-17 PURANA. Penyelenggaraan Purana Kids Model Search di Premiere Lounge kami sejalan dengan komitmen Central

untuk menghadirkan pengalaman belanja keluarga yang mengedepankan karya terbaik Indonesia. Kami siap menyambut para pelanggan untuk menikmati kemudahan transaksi dan pemesanan koleksi terbaru PURANA eksklusif melalui Central.”

SOROTAN UTAMA GERAKAN “PURANA 17: RENJANA PERCA” (14–23 AGUSTUS 2026)

Aktivasi pra-acara ini membuka jalan bagi gerakan kebanggaan nasional ekonomi sirkular yang mengolah sisa kain perca arsip 17 tahun produksi PURANA :

Arsitektur Kardus 100% Daur Ulang: Struktur spasial dirancang oleh Arief Susanto dan difabrikasi oleh DusDukDuk 

The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolaborator:Sutjipto AdiRuth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Kaloka Pottery), Hana Surya (THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (MOHOI), Arief Susanto (DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (FUGUKU) .The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolabor

Peragaan Busana: Menampilkan PURANA SS27 x FUGUKU Bags (14 Agu), PURAGRAPH Vol. 2 x Puracha Bags (19 Agu) , dan PURANA KIDS (23 Agu).

Renjana Showcase Boutique: Akses pratayang perdana (first-to-preview) dan pemesanan awal (pre-order) yang diproses eksklusif melalui Central Department Store .

Demo “Waste-to-Weave” & 14 Workshop: Kelas interaktif keberlanjutan untuk publik.

APRESIASI DAN DUKUNGAN MITRA STRATEGIS

Gerakan kebudayaan nasional “PURANA 17: Renjana Perca” diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner dan didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner. Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner, Wardah selaku Make Up & Skin Care Partner, serta JIM Models sebagai Model Agency Partner . Gerakan ini turut didukung oleh mitra industri Optik SeisVicenza, dan Primaya Hospital, dengan dukungan hidangan dari F&B Partners Djournal CoffeeDoré by LeTAO, dan Coca-Cola Europacific Partners. Amplifikasi narasi publik dan komersial disiarkan oleh Popbela.com, Narasi, Kompas.com, Her World Indonesia, The Luxury Reports, Kumparan Woman, Dailah Sajian Nusantara, dan Central Department Store.

Tentang PRFG

Tentang PURANA
Didirikan pada tahun 2009 oleh Nonita Respati, PURANA adalah rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia yang dikenal mengawinkan teknik wastra tradisional dengan kriya modern di bawah filosofi “Livable Art” . Mengambil nama dari Bahasa Sanskerta yang berarti “kitab kuno”, PURANA terus memelopori gerakan fashion sirkular melalui praktik zero-waste, pemberdayaan pengrajin lokal, dan kolaborasi seni lintas disiplin.

Tentang CENTRAL
Central Department Store merupakan department store premium asal Thailand yang berlokasi di East Mall, Grand Indonesia, Jakarta. Dikenal melalui pengalaman berbelanja berstandar internasional, Central menghadirkan kurasi eksklusif berbagai label mewah internasional serta karya dari desainer lokal ternama.
Berlokasi di salah satu destinasi lifestyle paling prestisius di Jakarta, Central terus menetapkan standar dalam industri ritel kelas atas melalui pelayanan istimewa, pengalaman berbelanja premium, serta kurasi fashion yang sophisticated di Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengunjungi destinasi wisata, hingga touring bersama komunitas. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan menjadi salah satu cara untuk menikmati momen kemerdekaan sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa persiapan menjadi bagian penting sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk touring dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Touring bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mengisi momen kemerdekaan. Namun, sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, tubuh dalam kondisi prima, dan rute perjalanan sudah dipersiapkan,” ujar Dhani.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum touring menggunakan sepeda motor:

1. Cek kondisi motor

Pastikan kondisi ban, rem, oli, lampu, aki, dan sistem kelistrikan dalam keadaan baik. Untuk perjalanan jauh, pemeriksaan kendaraan di bengkel sebelum keberangkatan juga disarankan.

2. Gunakan perlengkapan keselamatan

Gunakan helm berstandar SNI dan pastikan terpasang dengan benar. Lengkapi dengan jaket, celana panjang, dan sepatu yang sesuai untuk berkendara.

3. Siapkan rute perjalanan

Kenali rute yang akan dilalui dan perkirakan waktu perjalanan. Pastikan juga mengetahui lokasi pengisian bahan bakar dan tempat beristirahat, terutama jika menempuh perjalanan jauh.

4. Istirahat ketika lelah

Jangan memaksakan diri ketika mulai mengantuk atau kelelahan. Beristirahat secara berkala membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.

5. Patuhi aturan lalu lintas

Patuhi rambu dan marka jalan, jaga jarak aman, serta sesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas dan medan. Pastikan pula dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi telah lengkap.

Selain memastikan kendaraan siap digunakan, masyarakat yang sedang mempertimbangkan pembelian motor baru juga dapat memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

BRI Finance menawarkan pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas sehari-hari maupun aktivitas lainnya.

“Memiliki kendaraan baru tentu perlu disertai perencanaan finansial yang baik. Kami menghadirkan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sehingga masyarakat dapat merencanakan kepemilikan motor baru dengan lebih nyaman,” ujar Dhani.

Melalui persiapan kendaraan, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, masyarakat dapat menikmati perjalanan di momen kemerdekaan dengan lebih aman dan nyaman.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Kemitraan Indonesia–India: Pengembangan Sumber Daya Manusia Perlu Mendapat Perhatian Lebih Besar

Persahabatan yang semakin erat tengah terjalin antara dua pemimpin politik paling berpengaruh di Asia. Sejak kunjungan kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri India Narendra Modi, kedua pemimpin berhasil membangun hubungan yang hangat dan saling percaya. Persahabatan tersebut akan semakin diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli atas undangan Presiden Prabowo. Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Modi ke Indonesia sejak Presiden Prabowo menjabat, sekaligus kunjungan keempatnya secara keseluruhan ke Indonesia.

Namun, arti penting kunjungan ini jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan bilateral. Kunjungan tersebut mencerminkan semakin strategisnya hubungan Indonesia–India di tengah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. Pada saat Presiden Prabowo berkunjung ke India pada Januari 2025, kedua pemimpin telah menyepakati sejumlah agenda prioritas, antara lain memperdalam kerja sama pertahanan, memperluas perdagangan dan investasi, memperkuat keamanan maritim, meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta mempererat kemitraan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pertemuan di Jakarta diharapkan menjadi momentum untuk mengubah berbagai komitmen politik tersebut menjadi implementasi yang nyata.

Dari Look East Menuju Act East

Kunjungan Perdana Menteri Modi juga mencerminkan semakin kuatnya keterlibatan India di Asia Tenggara. Dalam satu dekade terakhir, hubungan India dengan kawasan ini telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya lebih banyak berorientasi pada diplomasi melalui kebijakan Look East Policy, kini India mengembangkan pendekatan yang jauh lebih ambisius melalui Act East Policy. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa India tidak lagi sekadar ingin menjalin hubungan dengan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bagian penting dari arsitektur ekonomi kawasan.

Bagi Asia Tenggara, India merupakan salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus pasar yang dihuni lebih dari 1,4 miliar penduduk. Sebaliknya, bagi India, Asia Tenggara merupakan pintu gerbang menuju kawasan Indo-Pasifik, pusat manufaktur yang semakin penting, serta mitra strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Hubungan ekonomi kedua belah pihak pun berkembang sangat pesat. Nilai perdagangan antara India dan Asia Tenggara hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, meningkat dari sekitar US$76 miliar pada 2014 menjadi US$140 miliar pada 2024. ASEAN kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India dengan kontribusi sekitar 11 persen terhadap total perdagangan global negara tersebut. Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi jangkar utama dalam hubungan ekonomi yang terus berkembang ini.

Jika satu dekade terakhir ditandai oleh pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat, maka satu dekade mendatang berpotensi menjadi periode yang jauh lebih penting. Pergeseran rantai pasok global mendorong banyak perusahaan untuk meninjau kembali strategi investasinya. Berbagai perubahan struktural yang sedang berlangsung menciptakan peluang baru bagi negara-negara yang mampu menawarkan ekosistem manufaktur yang saling melengkapi. Dalam konteks inilah Indonesia dan India memiliki peluang menjadi penggerak utama perubahan, ketika kedua pemimpin negara merumuskan arah baru bagi kemitraan bilateral.

Seiring semakin banyak perusahaan global mengurangi ketergantungan pada satu basis produksi melalui strategi China+1 maupun China+Many, India dan Asia Tenggara tidak lagi dipandang sebagai pesaing, melainkan sebagai ekosistem manufaktur yang saling melengkapi di berbagai sektor seperti elektronik, otomotif, farmasi, semikonduktor, dan industri kimia. India mengembangkan berbagai kebijakan seperti Make in India dan National Logistics Policy, sementara negara-negara Asia Tenggara memiliki keunggulan masing-masing. Vietnam menjadi kekuatan utama dalam ekspor elektronik, Indonesia tengah membangun industri kendaraan listrik, Thailand mempertahankan posisinya sebagai pusat otomotif regional, sedangkan Malaysia memainkan peran penting dalam pengemasan dan pengujian semikonduktor. Bila dipadukan dengan peran Singapura sebagai pusat konektivitas global dan layanan keuangan kelas dunia, seluruh negara tersebut berpotensi membentuk rantai nilai regional yang semakin kuat dan terintegrasi.

Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Kunci

Ketika Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi bertemu di Jakarta, pembahasan mereka seharusnya juga memberikan perhatian besar pada perkembangan teknologi paling revolusioner saat ini, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI akan mengubah secara mendasar cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, kunci utama untuk memaksimalkan manfaat AI bukan semata-mata terletak pada teknologinya, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya. Inilah salah satu bidang kerja sama Indonesia–India yang paling menjanjikan, namun hingga kini masih belum banyak mendapatkan perhatian. Kedua negara sama-sama memiliki populasi muda yang produktif dan membutuhkan lebih banyak lapangan kerja berkualitas serta peluang karier yang menjanjikan. Di tengah berbagai pembahasan mengenai perdagangan, pertahanan, dan teknologi digital, investasi pada pengembangan sumber daya manusia justru berpotensi memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang paling besar bagi kedua negara.

Membangun Talenta untuk Masa Depan

Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang besar dan produktif, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memperluas ketersediaan talenta, terutama pada tingkat manajemen dan kepemimpinan. Di sisi lain, kekuatan terbesar India bukan hanya terletak pada besarnya jumlah penduduk, melainkan pada kedalaman ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan yang telah dibangunnya selama puluhan tahun. Meski demikian, hubungan akademik antara kedua negara masih belum berkembang seoptimal potensi yang dimiliki. Hingga kini, hanya sedikit perguruan tinggi India yang secara aktif membangun kemitraan strategis dengan universitas-universitas di Indonesia melalui pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, maupun penelitian bersama.

Beberapa universitas Indonesia seperti Universitas IndonesiaUniversitas Gadjah MadaInstitut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor memang telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di India, termasuk Indian Institutes of Technology (IIT)Indian Institutes of Management (IIM)University of Delhi, dan Jawaharlal Nehru University. Namun, hingga kini belum banyak kemitraan berskala besar dan berdampak strategis seperti yang telah dibangun Indonesia bersama berbagai universitas di Australia, Jepang, Tiongkok, Singapura, maupun Amerika Serikat. Padahal, ruang untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan India masih sangat terbuka.

Potensi terbesar justru tidak terletak pada program pertukaran mahasiswa konvensional. Yang lebih dibutuhkan adalah kolaborasi yang bersifat strategis, seperti penyelenggaraan pendidikan eksekutif, akademi bersama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan keterampilan digital, pusat riset bersama, serta program pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Bahkan, terbuka peluang membangun kemitraan segitiga antara perguruan tinggi Indonesia, India, dan Singapura untuk menghadirkan program pendidikan yang dapat melayani kebutuhan kawasan Asia Tenggara secara lebih luas.

Apabila dipandang dari perspektif pembangunan ekonomi, kerja sama antarpendidikan tinggi dapat berkembang menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia–India. India memiliki kapasitas yang sangat besar dalam mencetak insinyur, manajer, dan tenaga ahli teknologi, sementara Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta di bidang-bidang tersebut untuk mendukung transformasi industrinya. Melalui kemitraan kelembagaan yang dirancang secara baik, Indonesia dapat mempercepat pengembangan sumber daya manusianya, sementara India memperluas pengaruh pendidikan tingginya di Asia Tenggara. Hasilnya bukan hanya menguntungkan sektor pendidikan, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.

Kemitraan semacam ini juga akan mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connections) sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga. Ketika India semakin memperluas perannya di Asia Tenggara melalui kebijakan Act East, dan Indonesia terus mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi di bawah agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto, investasi pada pengembangan sumber daya manusia berpotensi menjadi fondasi utama fase berikutnya dalam hubungan bilateral kedua negara. Bagi berbagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan eksekutif dan pengembangan kepemimpinan, momentum ini menghadirkan peluang yang sangat besar. Ke depan, pengembangan kepemimpinan kemungkinan akan menjadi sama pentingnya dengan perdagangan, investasi, maupun kerja sama pertahanan dalam memperkuat hubungan Indonesia–India.

*Shoeb Kagda adalah Country Director Singapore Management University (SMU) Indonesia Office sekaligus Co-Founder Indonesia Economic Forum. Selama lebih dari tiga dekade, ia aktif mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, bisnis, dan kebijakan publik, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, pendidikan eksekutif, investasi, dan hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Asia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES