Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

ATI Tekankan Pentingnya Penyempurnaan Regulasi untuk Menjaga Keseimbangan antara Kualitas Pelayanan, Kepastian Investasi, dan Keberlanjutan Infrastruktur.

Jakarta (12/08), Upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memperbesar peran swasta membutuhkan dukungan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi menjadi salah satu faktor kunci agar investasi di sektor jalan tol tetap menarik, sekaligus memberikan kepastian dalam perencanaan dan pengambilan investasi jangka panjang bagi investor.

Hal tersebut yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Rabu (12/8). FGD ini membahas berbagai isu strategis dalam pengusahaan jalan tol sekaligus membuka ruang dialog konstruktif, strategis dan solutif antara lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi, termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol yang optimal bagi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama. FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” ujar Dody.

Pembahasan dalam FGD mencakup berbagai topik termasuk investasi jalan tol yang bankable dan sustainable, kepastian dalam pengusahaan, konsistensi terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), mekanisme penyesuaian tarif, penerapan prinsip fair risk sharing, serta pengelolaan berbagai perubahan dan dinamika usaha yang menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kepercayaan investor dan lembaga pembiayaan. Berbagai isu seperti integrasi jalan tol, pemanfaatan ruang milik jalan tol, TIP, hingga penerapan MLFF juga dibahas secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kondisi jaringan, kebutuhan pelayanan, struktur pembiayaan, dan keberlanjutan investasi.

Mantan Kepala BAPPENAS dan Menteri Keuangan Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., yang sekarang menjabat sebagai Dean & CEO ADB Institute mengatakan bahwa pembangunan jalan tol memiliki manfaat ekonomi yang jauh lebih luas dari sekadar penyediaan infrastruktur transportasi.

“Di tengah kebutuhan pembangunan yang besar dan ruang fiskal yang perlu dikelola secara optimal, keterlibatan swasta menjadi semakin penting. Karena itu, kita perlu membangun model pembiayaan dan ekosistem pengusahaan yang mampu menarik investasi jangka panjang, sekaligus memastikan manfaat pembangunan jalan tol dapat dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian secara luas,” ucap Bambang.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Dr. M. Chatib Basri, Visiting Scholar di Harvard CID dan Visiting Professor in Practice di London School of Economics memberikan tanggapannya. Menurutnya di tengah kondisi APBN yang sangat ketat saat ini, partisipasi swasta dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur akan menjadi sangat penting.

“Sangat boleh jadi, APBN kita tidak memiliki ruang, bukan saja untuk membiayai infrastruktur, tetapi juga untuk memberikan insentif fiskal bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati dan mengikat dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan pemegang konsesi. Terlebih lagi, untuk menarik investor asing yang punya kebebasan memilih untuk menempatkan modalnya di mana saja, tentunya kita harus dapat memberikan penawaran yang lebih menarik dibandingkan negara lain,” jelas Chatib Basri.

Di sisi lain, Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., juga turut memberikan pandangannya dalam FGD ini.

“Pengembangan jaringan jalan tol memberikan manfaat ekonomi yang besar, dan manfaat tersebut meningkat sebanding dengan skala jaringan yang terbangun. Namun laju realisasi pembangunan saat ini masih jauh dibawah kebutuhan untuk mencapai target tersebut. Karena kebutuhan modalnya melampaui kapasitas pembiayaan publik, percepatan pembangunan bergantung pada peran swasta. Karena itu, mendorong ekosistem jalan tol yang sehat menjadi penting agar peran swasta dapat dioptimalkan secara berkesinambungan” ujar Yudhistira.

Saat ini, panjang jaringan tol beroperasi melebihi 3.115 km dengan nilai akumulasi investasi yang menembus Rp668 triliun hingga diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun, oleh karenanya industri jalan tol memegang peran vital sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, pengembangan industri jalan tol perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa industri jalan tol kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus berjalan selaras dengan keberlanjutan iklim investasi melalui penyelarasan arah kebijakan bersama.

“Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif. Pada akhirnya, dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi yang baik, kita ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri. Forum hari ini merupakan langkah awal yang perlu kita tindak lanjuti secara konkret, baik melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan,” ujar Rivan.

Pelaksanaan FGD ini mempertegas peran ATI sebagai mitra strategis Pemerintah dalam membangun iklim investasi jalan tol yang sehat dan transparan. ATI berkomitmen menciptakan ekosistem jalan tol yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun industri sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jaga Kedaulatan Mineral Nasional, Tata Kelola Emas Jadi Kunci Peningkatan Nilai Tambah

JAKARTA – Indonesia memiliki cadangan emas yang besar dan menempati posisi keempat dunia menurut Bank Sentral. Posisi strategis ini mampu menjadi tonggak kedaulatan mineral nasional dengan tata kelola yang optimal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kebutuhan emas domestik mencapai sekitar 190-200 ton per tahun. Namun, besarnya potensi cadangan emas saat ini belum sepenuhnya diimbangi dengan pasokan emas yang masuk melalui jalur formal. Pasokan emas dari jalur formal baru berada di kisaran 53,5-86,2 ton per tahun.
Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat tata kelola dan mengintegrasikan rantai pasok emas nasional ke dalam sistem yang formal, transparan, dan terstandardisasi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, salah satu persoalan yang masih ditemukan dalam tata kelola emas nasional adalah adanya penjualan emas yang terindikasi ilegal.
“Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya,” kata Tri dalam dalam forum MINDialogue: Komoditas untuk Negeri, Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Di sisi lain, sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dan pertambangan rakyat memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap pasokan emas nasional. Produksi dari sektor tersebut diperkirakan mencapai 50-120 ton per tahun, atau mendekati volume pasokan yang berasal dari jalur formal.
Tri mengatakan pemerintah tengah berupaya memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat dengan memfasilitasi penambang yang selama ini teridentifikasi sebagai penambang liar untuk memperoleh izin melalui mekanisme Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
“Nah untuk ke depan seperti apa, untuk perbaikan tata kelola dan lain sebagainya sebetulnya untuk kementerian ESDM mencoba untuk memfasilitasi adanya penambang yang teridentifikasi sebagai penambang liar untuk diberikan izin melalui mekanisme IPR,” tambah Tri.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, tantangan Indonesia bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kekayaan sumber daya alam mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa.
“Hampir semua diversifikasi sumber daya kita ada, sumber daya alam ya. Kita punya gas, kita punya minyak, di apa sektor maritim, agrikultur, hampir semua range ada dan kita juga punya apa namanya kekuatan stok cadangan yang sangat mumpuni. Tetapi persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan value yang lebih besar terhadap kekuatan sumber daya alam yang kita miliki,” kata Todotua.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menilai pengelolaan cadangan mineral, khususnya emas, bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurut dia, pengelolaan mineral juga berkaitan dengan kepentingan nasional dalam menjaga keamanan, kedaulatan, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
“Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” terang Maroef.
Menurut Maroef, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat dalam tata kelola emas nasional. Hal itu mencakup pengelolaan pertambangan rakyat, keterlacakan (traceability) rantai pasok bijih, hingga penguatan ekosistem perdagangan hasil tambang agar terhubung dengan jalur formal.
MIND ID menilai pembenahan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sinergi lintas institusi, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Transformasi tata kelola cadangan mineral, kata Maroef, perlu dilakukan di setiap simpul utama proses bisnis pertambangan, mulai dari sektor hulu, menengah (midstream), hingga hilir.
Di sektor hulu, MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR yang didukung harmonisasi regulasi dan pembinaan teknis secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas pertambangan rakyat berjalan lebih tertib dan aman sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara di sektor menengah (midstream), pengolahan bijih perlu diperkuat melalui kehadiran lembaga agregator berbadan hukum yang mampu menjamin keterlacakan rantai pasok menuju sistem formal.
Melalui skema tersebut, perusahaan yang ditunjuk dapat berperan sebagai pembina teknis sekaligus pembeli siaga (offtaker) untuk memastikan hasil tambang memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Penguatan tata kelola dari hulu hingga midstream selanjutnya diharapkan meningkatkan pasokan bahan baku yang masuk ke rantai pasok formal. Hal ini akan memperkuat produktivitas industri pengolahan dan pemurnian emas nasional, memperluas akses masyarakat terhadap produk emas yang terstandardisasi, serta mendukung penguatan ekosistem bullion nasional.
MIND ID meyakini perbaikan tata kelola emas tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memastikan kekayaan emas Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola emas nasional menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan rantai pasok yang terhubung secara legal, transparan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Indonesia dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjaga nilai strategis kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kedaulatan negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Aplikasi Kasir POST Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional Bisnis

Aplikasi POS yang tepat membantu UMKM mengelola transaksi, stok, dan laporan secara lebih efisien. Pilih sistem yang mudah digunakan, fleksibel, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis.

Digitalisasi mendorong semakin banyak pelaku UMKM beralih dari pencatatan manual ke aplikasi POS (Point of Sale) untuk mengelola operasional bisnis. Tidak hanya membantu mencatat transaksi, sistem POS kini mampu mengelola stok, menerima pembayaran digital, hingga menyajikan laporan penjualan secara real-time dalam satu platform.

Bagi UMKM, penggunaan aplikasi POS membantu mengurangi kesalahan pencatatan, mempercepat proses transaksi, serta memudahkan pemilik usaha memantau kondisi bisnis tanpa harus selalu berada di lokasi.

Efisiensi Operasional Jadi Alasan Utama Adopsi POS

Kebutuhan bisnis yang terus berkembang membuat sistem manual semakin sulit dipertahankan, terutama ketika jumlah transaksi meningkat atau usaha mulai membuka cabang baru. Dengan aplikasi POS berbasis cloud, data transaksi, stok, dan laporan dapat terhubung dalam satu dashboard sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Selain itu, dukungan pembayaran digital seperti QRIS, laporan otomatis, serta kemampuan berjalan secara offline menjadi fitur yang semakin dibutuhkan pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari retail, kuliner, salon, hingga laundry.

Memilih POS yang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Selain fitur, pelaku UMKM juga perlu mempertimbangkan model harga dan kemudahan penggunaan. Sistem yang mudah dioperasikan, fleksibel mengikuti pertumbuhan bisnis, serta memiliki dukungan pelanggan yang responsif akan membantu proses digitalisasi berjalan lebih lancar.

Bagi bisnis yang berencana melakukan ekspansi, model harga berbasis paket (tier) juga dinilai lebih efisien dibanding biaya tambahan untuk setiap outlet baru.

Teknologi yang Mendukung Pertumbuhan UMKM

Pemanfaatan aplikasi POS bukan lagi sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi menjadi investasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Dengan data yang lebih akurat dan operasional yang terintegrasi, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POST menghadirkan aplikasi POS yang dirancang untuk UMKM, retail, dan bisnis F&B. Melalui satu platform, pelaku usaha dapat mengelola transaksi, stok, pembayaran QRIS, hingga laporan penjualan secara real-time dengan sistem yang mudah digunakan dan siap mendukung bisnis bertumbuh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rekomendasi Motor Irit untuk Kerja, Tetap Stylish Dipakai ke Mana Saja

Bagi banyak pekerja, sepeda motor bukan lagi sekadar alat transportasi. Selain irit bahan bakar untuk mobilitas harian, motor juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan karakter penggunanya. Tak heran jika kini banyak orang mencari motor yang hemat BBM, nyaman digunakan setiap hari, sekaligus memiliki desain yang stylish saat diajak ke kantor, nongkrong, hingga akhir pekan.

Jika Anda sedang mencari motor dengan kriteria tersebut, berikut beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan sebelum membeli.

1. Pilih Motor yang Irit untuk Mobilitas Harian

Bagi pekerja yang menempuh perjalanan pulang-pergi setiap hari, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu faktor penting. Motor dengan teknologi mesin yang efisien dapat membantu menekan biaya operasional tanpa mengurangi performa saat digunakan di jalan perkotaan.

Salah satu pilihan yang banyak dilirik adalah Yamaha Grand Filano. Motor ini mengusung mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang dipadukan dengan Electric Power Assist Start untuk membantu akselerasi awal, serta Stop & Start System (SSS) yang membantu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar ketika motor berhenti di lampu merah atau kemacetan.

Berdasarkan pengujian menggunakan metode WMTC, Yamaha Grand Filano mencatat konsumsi bahan bakar hingga 60,2 km/liter. Dipadukan dengan kapasitas tangki 4,4 liter, motor ini secara teoritis mampu menempuh jarak hingga sekitar 265 km dalam satu kali pengisian penuh.

Sebagai gambaran, jarak tersebut setara dengan perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon tanpa perlu mengisi bensin di tengah perjalanan. Untuk penggunaan harian, jarak tempuh ini juga cukup menemani aktivitas pulang-pergi kantor selama beberapa hari, tergantung rute dan kondisi lalu lintas.

2. Desain Stylish Bikin Percaya Diri

Selain hemat BBM, tampilan motor kini menjadi bagian dari personal style. Yamaha Grand Filano hadir dengan desain klasik modern dan pilihan warna yang beragam, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai outfit kerja, mulai dari office look yang formal hingga smart casual untuk Friday office atau agenda setelah pulang kantor. Kombinasi desain premium dan warna yang stylish membuat Yamaha Grand Filano tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan, tetapi juga melengkapi penampilan dan gaya hidup pengendaranya.

3. Bagasi Besar untuk Aktivitas Sehari-hari

Rutinitas bekerja sering kali mengharuskan membawa berbagai perlengkapan, seperti laptop, jas hujan, dokumen, hingga barang belanja sepulang kantor.

Karena itu, kapasitas bagasi menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan. Yamaha Grand Filano menawarkan bagasi berkapasitas 27 liter, salah satu yang terbesar di kelas skutik 125 cc, sehingga memberikan ruang penyimpanan yang lebih praktis untuk kebutuhan harian.

4. Fitur Praktis untuk Mobilitas Modern

Motor untuk bekerja juga sebaiknya mampu mendukung gaya hidup yang serba cepat. Karena itu, fitur-fitur praktis menjadi nilai tambah yang dapat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja dengan mobilitas tinggi.

Yamaha Grand Filano dilengkapi Smart Front Refuel, sehingga pengendara tidak perlu turun dari motor saat mengisi bahan bakar. Fitur ini memudahkan ketika sedang mengejar jam masuk kantor atau berpindah dari satu meeting ke meeting berikutnya.

Saat baterai smartphone mulai menipis setelah digunakan untuk meeting online, navigasi, atau membalas email sepanjang hari, USB Power Socket memungkinkan perangkat tetap terisi daya selama perjalanan pulang. Pengendara pun dapat tetap terhubung tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah perjalanan.

Untuk urusan keamanan dan kenyamanan, Smart Key System (keyless) membuat pengendara tidak perlu lagi mengeluarkan kunci dari saku atau tas. Fitur ini juga memberikan rasa lebih tenang saat memarkir motor di area perkantoran, pusat perbelanjaan, atau ketika sedang bertemu klien di berbagai lokasi.

Dengan berbagai fitur tersebut, Yamaha Grand Filano tidak hanya menawarkan teknologi modern, tetapi juga solusi yang relevan untuk mendukung produktivitas, mobilitas, dan gaya hidup pekerja masa kini.

5. Nyaman Dipakai Kerja, Cocok juga untuk Lifestyle

Motor yang baik bukan hanya nyaman digunakan pada hari kerja, tetapi juga tetap menyenangkan diajak beraktivitas di akhir pekan. Dengan desain premium dan fitur yang lengkap, Yamaha Grand Filano cocok digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari commuting ke kantor, menikmati coffee shop hopping, city riding, hingga menghadiri berbagai komunitas dan event lifestyle.

Kombinasi efisiensi bahan bakar, desain yang menarik, dan fitur modern menjadikan motor ini tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan harian, tetapi juga bagian dari gaya hidup pengendaranya.

Kesimpulan

Memilih motor untuk bekerja tidak harus mengorbankan penampilan. Kini tersedia pilihan skutik yang mampu menggabungkan efisiensi bahan bakar, desain premium, serta fitur modern dalam satu paket.

Bagi kamu yang menginginkan motor irit sekaligus stylish untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari, Yamaha Grand Filano menjadi salah satu rekomendasi yang layak dipertimbangkan. Dengan karakter tersebut, motor ini tidak hanya mendukung perjalanan dari rumah ke kantor, tetapi juga menemani berbagai momen setelah jam kerja dengan tetap tampil percaya diri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rayakan Kemerdekaan di Fatmawati City Center Dengan Penawaran 17-8-45

Melalui Penawaran Spesial Kemerdekaan 17•8•45, Fatmawati City Center (FCC) menghadirkan berbagai benefit spesial bagi konsumen yang ingin memiliki hunian sekaligus menikmati kemudahan hidup dalam kawasan dengan akses premium.

Semangat kemerdekaan tahun ini hadir dengan kesempatan baru untuk memiliki hunian di salah satu kawasan terintegrasi Jakarta Selatan. Melalui Penawaran Spesial Kemerdekaan 17•8•45, Fatmawati City Center (FCC) menghadirkan berbagai benefit spesial bagi konsumen yang ingin memiliki hunian sekaligus menikmati kemudahan hidup dalam kawasan dengan akses premium.

Hadir hingga 31 Agustus 2026, Promo Kemerdekaan 17•8•45 menawarkan tiga benefit utama, yaitu 17 Bulan Free IPL, Rp 8 Juta Voucher ASRI Living, serta Rp 45 Juta Subsidi Interior. Rangkaian promo ini menjadi kesempatan untuk memulai perjalanan menuju hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih praktis dan seimbang.

Tinggal di Kawasan dengan Premium Access

Fatmawati City Center merupakan kawasan hunian terintegrasi di Jakarta Selatan yang menghadirkan beragam pilihan properti, mulai dari apartemen, rumah, hingga rukan. Tidak berhenti sebagai kawasan hunian, FCC juga terus mengembangkan area lifestyle, commercial, dan entertainment yang melengkapi kebutuhan sehari-hari dalam satu lingkungan.

Salah satu keunggulan FCC adalah premium access yang memberikan kemudahan mobilitas menuju berbagai destinasi penting di Jakarta Selatan. Berada dekat dengan MRT Fatmawati serta memiliki akses mudah menuju JORR, FCC menawarkan konektivitas yang mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari menuju area bisnis, lifestyle, healthcare, hingga berbagai commercial hub di sekitarnya.

Kemudahan akses tersebut menjadi bagian dari pengalaman good living yang ditawarkan FCC, ketika mobilitas yang lebih praktis memberikan lebih banyak ruang untuk menikmati waktu, menjalani aktivitas, dan menciptakan keseimbangan dalam keseharian.

Pilihan Hunian untuk Berbagai Gaya Hidup

Dengan konsep kawasan terintegrasi, FCC menghadirkan pilihan hunian yang dapat mengikuti kebutuhan dan gaya hidup penghuninya. Apartemen menawarkan pilihan unit mulai dari Studio hingga 3 Bedroom untuk gaya hidup urban yang praktis, sementara Cluster Botany Hills dan Botany Garden menghadirkan pilihan rumah tapak bagi keluarga yang menginginkan kenyamanan dan ruang lebih luas di tengah kota.

Bagi para entrepreneur dan profesional, FCC juga menghadirkan rukan serta pilihan SOHO yang memungkinkan aktivitas bisnis berkembang dalam lingkungan yang strategis. Seluruh 

pilihan tersebut dipadukan dengan lingkungan kawasan yang terus berkembang, sehingga penghuni dapat menikmati pengalaman tinggal yang lebih terintegrasi.

Kesempatan Memulai Hunian Baru di Momen Kemerdekaan

Promo Kemerdekaan 17•8•45 menjadi momentum untuk merayakan semangat kemerdekaan dengan langkah yang lebih personal: memiliki hunian di kawasan yang mendukung kehidupan urban yang nyaman, terkoneksi, dan seimbang.

Dengan benefit 17 Bulan Free IPL, Rp 8 Juta Voucher ASRI Living, dan Rp 45 Juta Subsidi Interior, promo ini dapat dinikmati hingga 31 Agustus 2026.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Promo Kemerdekaan 17•8•45 dan pilihan hunian yang tersedia, kunjungi www.fatmawaticitycenter.com atau Instagram @fatmawaticitycenterofficial.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ROAD TO PURANA 17: PURANA MEMULAI RANGKAIAN SELEBRASI LEWAT “PURANA KIDS MODEL SEARCH” DI CENTRAL DEPARTMENT STORE

Didukung penuh oleh Central Department Store, aktivasi pra-acara ini mencari wajah resmi lini busana anak PURANA KIDS menjelang pembukaan gerakan sirkular “Renjana Perca” pada 14 Agustus di Grand Indonesia.

JAKARTA, 9 Agustus 2026 — Menandai hitung mundur menuju perayaan ulang tahun ke-17, rumah mode kontemporer PURANA mengoperasikan aktivasi pra-acara spesial “Road to PURANA 17: Purana Kids Model Search” pada Minggu, 9 Agustus 2026. Didukung penuh oleh Central Department Store, proses audisi berlangsung secara eksklusif di Premiere Lounge Central Grand Indonesia Level 2.

Audisi ini bertujuan untuk memilih talenta cilik serta perwakilan keluarga (anak dan orang tua) yang akan menjadi wajah resmi merek PURANA KIDS selama satu tahun penuh.

Para model terpilih akan tampil perdana dalam peragaan busana peluncuran resmi PURANA KIDS pada 23 Agustus 2026, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian eksibisi kebudayaan 10 hari “PURANA 17: Renjana Perca” (14–23 Agustus 2026) di Main Atrium East Mall Grand Indonesia.

Nonita Respati — Founder & Chief Creative Officer, PURANA

“Selama 17 tahun, PURANA membawa warisan budaya ke dalam gaya hidup modern melalui filosofi ‘Livable Art’. Memperluas visi ini ke generasi penerus lewat PURANA KIDS adalah langkah alami bagi kami. Kami ingin anak-anak mengenakan, merasakan, dan mencintai wastra Nusantara serta desain ramah lingkungan sejak dini . Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Central Department Store atas dukungan penuh dalam mewujudkan ruang kolaborasi keluarga dan budaya ini.”

Kong Surapongpracha – County Director Central Department Store Indonesia.

“Sebagai mitra ritel utama di Grand Indonesia, Central Department Store sangat bangga dapat mendukung penuh perjalanan ulang tahun ke-17 PURANA. Penyelenggaraan Purana Kids Model Search di Premiere Lounge kami sejalan dengan komitmen Central 

untuk menghadirkan pengalaman belanja keluarga yang mengedepankan karya terbaik Indonesia. Kami siap menyambut para pelanggan untuk menikmati kemudahan transaksi dan pemesanan koleksi terbaru PURANA eksklusif melalui Central.”

SOROTAN UTAMA GERAKAN “PURANA 17: RENJANA PERCA” (14–23 AGUSTUS 2026)

Aktivasi pra-acara ini membuka jalan bagi gerakan kebanggaan nasional ekonomi sirkular yang mengolah sisa kain perca arsip 17 tahun produksi PURANA :

Arsitektur Kardus 100% Daur Ulang: Struktur spasial dirancang oleh Arief Susanto dan difabrikasi oleh DusDukDuk 

The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolaborator: Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Kaloka Pottery), Hana Surya (THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (MOHOI), Arief Susanto (DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (FUGUKU) .The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolabor

Peragaan Busana: Menampilkan PURANA SS27 x FUGUKU Bags (14 Agu), PURAGRAPH Vol. 2 x Puracha Bags (19 Agu) , dan PURANA KIDS (23 Agu).

Renjana Showcase Boutique: Akses pratayang perdana (first-to-preview) dan pemesanan awal (pre-order) yang diproses eksklusif melalui Central Department Store .

Demo “Waste-to-Weave” & 14 Workshop: Kelas interaktif keberlanjutan untuk publik.

APRESIASI DAN DUKUNGAN MITRA STRATEGIS

Gerakan kebudayaan nasional “PURANA 17: Renjana Perca” diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner dan didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner. Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner, Wardah selaku Make Up & Skin Care Partner, serta JIM Models sebagai Model Agency Partner . Gerakan ini turut didukung oleh mitra industri Optik Seis, Vicenza, dan Primaya Hospital, dengan dukungan hidangan dari F&B Partners Djournal Coffee, Doré by LeTAO, dan Coca-Cola Europacific Partners. Amplifikasi narasi publik dan komersial disiarkan oleh Popbela.com, Narasi, Kompas.com, Her World Indonesia, The Luxury Reports, Kumparan Woman, Dailah Sajian Nusantara, dan Central Department Store.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sribu dan Sudin PPAPP Jakarta Utara Dorong Perempuan Lebih Berdaya di Era Digital

JAKARTA — Sekitar 60 kader PKK, kader Dasawisma, dan pengelola RPTRA Kelurahan Penjaringan mengikuti edukasi pemanfaatan teknologi dan media digital yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (21/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sribu turut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk memanfaatkan dunia digital secara lebih produktif.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Lantai 3 Kelurahan Penjaringan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang edukatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai marketplace jasa digital yang mempertemukan bisnis dengan freelancer profesional di Indonesia, Sribu.com hadir melalui sesi “Perempuan Berdaya di Era Digital” yang dibawakan oleh Sribu Care Manager, Melinda Milenia Puspita. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai kebutuhan digital yang dapat menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, mulai dari desain branding, pengelolaan media sosial, pembuatan website, hingga kebutuhan digital bagi usaha kecil.

Sribu kemudian membawa pembahasan tersebut ke dalam praktik. Peserta diajak membuat konten berdasarkan berbagai kebutuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus belajar menyusun informasi agar lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan.

Tema yang diberikan mencakup Posyandu Balita, kerja bakti, pencegahan demam berdarah, pola hidup sehat, gerakan bank sampah, kegiatan 17 Agustus, edukasi gizi seimbang, hingga promosi UMKM warga.

Menurut Melinda Milenia Puspita, Sribu Care Manager, kemampuan digital tidak harus dimulai dari keterampilan yang rumit. Yang lebih penting adalah keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan mencoba memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan yang nyata.

“Perempuan yang berdaya bukanlah mereka yang tahu segalanya, melainkan mereka yang berani terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang,” ujar Melinda.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana keterampilan digital dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas di lingkungan mereka. Bagi kader PKK, Dasawisma, dan pengelola RPTRA, kemampuan membuat konten dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada warga, mempublikasikan kegiatan, mengedukasi masyarakat, hingga membantu memperkenalkan UMKM di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menghadirkan Harry Yassir Elhadidy Siregar, Kasubtim Kemitraan Lembaga Strategis, Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Kementerian Komunikasi dan Digital, yang membawakan materi “Bersuara & Berdaya: Merangkai Cerita Untuk Informasi 3E+1N Menjadi Konten Kreator Edukatif Bukan Provokatif.” Materi tersebut memberikan pembekalan tentang penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Ia mendorong kader PKK dan Dasawisma untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi pencipta dan penyebar konten positif yang mendukung komunikasi, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Bagi Sribu, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan keterampilan digital melalui pengalaman yang dapat langsung diterapkan. Dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi, perempuan diharapkan dapat memanfaatkannya bukan hanya untuk memperoleh informasi, tetapi juga untuk belajar, berkarya, mendukung kegiatan masyarakat, serta melihat peluang baru yang dapat dikembangkan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri digital, edukasi seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak perempuan untuk berani belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus meningkatkan peran mereka di ruang digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi, Tandatangani MoU dengan 11 Mitra Strategis di Lampung

Bandar Lampung, 12 Agustus 2026 – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus mengokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah ini tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, pada Rabu (12/8/2026).

MoU tersebut ditandatangani oleh Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman.

Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare

Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa kolaborasi multipihak ini merupakan wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa.

“Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Denaldy.

Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Denaldy.

Komitmen Penuh PTPN I (Persero) dalam Implementasi Program

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir.

“Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan,” kata Arif.

Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengunjungi destinasi wisata, hingga touring bersama komunitas. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan menjadi salah satu cara untuk menikmati momen kemerdekaan sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa persiapan menjadi bagian penting sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk touring dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Touring bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mengisi momen kemerdekaan. Namun, sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, tubuh dalam kondisi prima, dan rute perjalanan sudah dipersiapkan,” ujar Dhani.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum touring menggunakan sepeda motor:

1. Cek kondisi motor

Pastikan kondisi ban, rem, oli, lampu, aki, dan sistem kelistrikan dalam keadaan baik. Untuk perjalanan jauh, pemeriksaan kendaraan di bengkel sebelum keberangkatan juga disarankan.

2. Gunakan perlengkapan keselamatan

Gunakan helm berstandar SNI dan pastikan terpasang dengan benar. Lengkapi dengan jaket, celana panjang, dan sepatu yang sesuai untuk berkendara.

3. Siapkan rute perjalanan

Kenali rute yang akan dilalui dan perkirakan waktu perjalanan. Pastikan juga mengetahui lokasi pengisian bahan bakar dan tempat beristirahat, terutama jika menempuh perjalanan jauh.

4. Istirahat ketika lelah

Jangan memaksakan diri ketika mulai mengantuk atau kelelahan. Beristirahat secara berkala membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.

5. Patuhi aturan lalu lintas

Patuhi rambu dan marka jalan, jaga jarak aman, serta sesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas dan medan. Pastikan pula dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi telah lengkap.

Selain memastikan kendaraan siap digunakan, masyarakat yang sedang mempertimbangkan pembelian motor baru juga dapat memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

BRI Finance menawarkan pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas sehari-hari maupun aktivitas lainnya. 

“Memiliki kendaraan baru tentu perlu disertai perencanaan finansial yang baik. Kami menghadirkan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sehingga masyarakat dapat merencanakan kepemilikan motor baru dengan lebih nyaman,” ujar Dhani.

Melalui persiapan kendaraan, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, masyarakat dapat menikmati perjalanan di momen kemerdekaan dengan lebih aman dan nyaman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Raih Gelar Champion di Brands for Good Award, BINUS SCHOOL Simprug Jadi yang Terbaik untuk Kategori Pendidikan Berdampak

Jakarta — Keunggulan akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan
prestasi sebuah sekolah. Lembaga pendidikan kini juga semakin diakui atas dampak positif
yang mampu mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Perhatian yang semakin
besar terhadap pendidikan yang berlandaskan tujuan dan dampak tersebut tercermin dalam
Brands For Good Awards 2026, sebuah ajang yang mengapresiasi organisasi yang mampu
menciptakan dampak sosial dan lingkungan secara nyata, sejalan dengan keunggulan
organisasi.

Perubahan cara pandang tersebut turut melatarbelakangi penyelenggaraan Brands For
Good Awards 2026 yang bekerjasama dengan Singapore International Mastery Contests
Center (SIMCC) dan Singapore University of Social Sciences (SUSS). Ajang tersebut kini
memperkenalkan kategori baru, yaitu EDU FOR GOOD, yang memberikan pengakuan
kepada sekolah dengan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang
melampaui pencapaian akademik serta menciptakan dampak langsung dan berkelanjutan
bagi masyarakat dan lingkungan.

Penilaian dalam Brands For Good Awards mencakup sejumlah aspek, antara lain
kepemimpinan, keunggulan organisasi, dampak dari merek, serta kontribusi sosial dan
lingkungan. Tahun ini, ajang ini diikuti oleh sekitar 110 merek dari lebih 25 negara dan
berpuncak pada malam penganugerahan bertajuk “Together For Good” di D’Marquee @
Downtown East, Singapura.

Bagi BINUS SCHOOL Simprug, gelar Champion dalam kategori EDU FOR GOOD bukan
sekadar sebuah penghargaan. Pengakuan ini menegaskan komitmen BINUS SCHOOL
Simprug dalam membina siswa agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu
memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Komitmen ini ditanamkan sejak jenjang Primary Years Programme (PYP), ketika siswa belajar
menghubungkan proses pencarian (inquiry) dengan tindakan yang bertanggung jawab
(responsible action). Nilai tersebut terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang
dipimpin siswa, dibawa oleh para alumni dalam kehidupan profesional maupun pengabdian
kepada masyarakat, serta diperkuat oleh komunitas orang tua yang berbagi pengetahuan
dan keahlian untuk memperkaya pembelajaran di luar kelas.

Melalui pendekatan ini, BINUS SCHOOL Simprug memandang pendidikan berdampak bukan
dari besarnya donasi atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari
kemampuannya membentuk individu yang mampu mengubah empati menjadi aksi nyata
serta menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES