BRI Region 6 Gelar TOT New Qlola, Perkuat Kompetensi Pekerja dalam Layanan Digital

BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (TOT) New Qlola sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi pekerja terhadap pengembangan layanan digital perusahaan. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta terpilih yang nantinya akan berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung implementasi Qlola di lingkungan kerja.

Pelaksanaan TOT New Qlola bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai fitur, manfaat, serta pengoperasian platform Qlola yang merupakan solusi digital BRI dalam mendukung kebutuhan transaksi dan layanan nasabah, khususnya segmen korporasi. Para peserta dibekali dengan materi teknis dan praktik langsung agar mampu menguasai sistem secara optimal.

Dalam kegiatan ini, peserta juga didorong untuk aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga tercipta pemahaman yang lebih mendalam serta kesiapan dalam menyampaikan kembali materi kepada rekan kerja di unit masing-masing. Dengan demikian, proses transfer knowledge dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

BRI Region 6 berharap melalui pelaksanaan TOT New Qlola ini, para peserta dapat menjadi trainer yang andal dan mampu mengakselerasi adopsi layanan digital di seluruh unit kerja. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi layanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah di era transformasi digital.

Ke depan, BRI Region 6 akan terus mendorong peningkatan kapabilitas sumber daya manusia guna mendukung implementasi berbagai inisiatif digital yang semakin berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Resmi, Indonesia Punya Perwakilan “Mitra Pemimpin Global” di Bidang Koding dan Kecerdasan Artifisial

Tentang Program
Program Global Leaders adalah kemitraan tingkat tertinggi Code.org, yang mendukung organisasi-organisasi yang secara aktif mempromosikan dan menerapkan kurikulum Ilmu Komputer dan AI di sekolah-sekolah, memberikan pelatihan guru, berbagi data penggunaan kurikulum, dan berkolaborasi dalam jaringan global para pemimpin pendidikan.
Pada 28 Februari 2026, perwakilan dari seluruh Global Leaders berkumpul dalam pertemuan resmi perdana bersama CEO baru Code.org, Karim Meghji, dan Karina Borja, Director Global BD. Sesi ini mempertemukan para mitra dari berbagai negara untuk memperkenalkan organisasi masing-masing, menyelaraskan tujuan bersama, serta mendiskusikan kolaborasi ke depan untuk mempercepat pendidikan Ilmu Komputer (CS) dan Kecerdasan Artifisial (AI) secara global. Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan lintas negara dan dampak kolektif.

1 Maret 2026 di Palo Alto, California, Perwakilan Indonesia dari KodeKiddo Terpilih sebagai salah satu dari 14 Pemimpin Global di Seluruh Dunia oleh Code.org. Organisasi nirlaba paling terkemuka di dunia yang berdedikasi untuk memperluas akses ke pendidikan koding/ilmu komputer (CS) dan Kecerdasan Artifisial (KA) di lebih dari 190 negara sejak tahun 2013.

Sebagai lembaga bimbel perintis Koding dan KA sejak 2016, KodeKiddo menyampaikan kebanggaannya, “Kami merasa terhormat dapat mewakili Indonesia di panggung global dan terus memperluas akses ke pembelajaran KKA berkualitas tinggi bagi siswa dan guru. Pemilihan ini merupakan pengakuan yang bermakna dari organisasi global dan bukti kuat atas misi, kredibilitas, dan komitmen jangka panjang KodeKiddo dan pengakuan lembaga internasional terhadap pendidikan Koding dan KA di Indonesia, dimana hanya 14 organisasi dan 15 negara dari 190 negara yang telah menjadi Program Mitra Pemimpin Global Code.org”, terang Meilani Hendrawidjaja, Pendiri KodeKiddo.

“KodeKiddo telah menunjukkan visi dan eksekusi dalam menghadirkan pendidikan Computer Science & Artificial Intellige berkualitas tinggi kepada siswa dan guru. Melalui Program Pemimpin Global, kami sangat antusias untuk memperdalam kemitraan ini dan mendukung pertumbuhan serta jangkauan yang berkelanjutan,” kata Karina Borja, Direktur Pengembangan Bisnis Global Code.org.

Karina Borja juga menambahkan, “Program Global Leaders adalah kemitraan tingkat tertinggi, yang mendukung organisasi-organisasi yang secara aktif mempromosikan dan menerapkan kurikulum Ilmu Komputer dan AI di sekolah-sekolah, memberikan pelatihan guru, berbagi data penggunaan kurikulum, dan berkolaborasi dalam jaringan global para pemimpin pendidikan. Dengan ini perkembang Koding dan Kecerdasan Artifisial di suatu negara khususnya Indonesia diharapkan menjadi semakin pesat”. Pesatnya perkembangan tersebut dikarenakan adanya : 

Implementasi berbagai kurikulum KA yang terbaru dari Code.org dapat diakses secara gratis bagi guru dan murid di sekolah-sekolah Indonesia.

Perkuat pengembangan profesional guru melalui program, perangkat dan sumber belajar yang terstruktur dari Code.org.

Keberlanjutan pembelajaran Koding dan KA yang sesuai dengan perkembangan teknologi dunia melalui komunitas praktisi global melalui pertemuan secara teratur, buletin, dan acara internasional.

Pelatihan pemanfaatan code.org akan diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan untuk guru dan siswa di Indonesia. Perdana akan dilakukan pada tanggal 18 April 2026 secara gratis untuk guru SD sampai dengan SMA.

Adaptasi kurikulum dan pembelajaran agar sejalan dengan kebutuhan di Indonesia, seperti penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia, penyesuaian dan penambahan nilai-nilai budaya Indonesia ke dalam materi pembelajaran.

Semakin mudahnya akses sumber pendidikan yang telah selaras nilai budaya lokal, kredibel, terkini dan diakui secara internasional akan menjadikan pendidikan Koding KA di Indonesia bertumbuh pesat serta relevan terhadap perkembangan teknologi di tingkat dunia. Dengan ini, daya saing generasi muda Indonesia di bidang dan KA semakin adaptif dan kompetitif di level internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel Group Kembali Nakhodai IISIA,Fokus pada Akselerasi Ekosistem Industri Baja Indonesia untuk Menembus Pasar Global

Jakarta (13/4) – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum (Chairman) The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) untuk periode kedua (2026-2030), menandai babak baru penguatan sinergi baja nasional. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10/4), dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap stabilitas sektor logam.

Dalam arahannya, Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa kepengurusan
IISIA periode ini merupakan mitra strategis krusal sekaligus motor penggerak
dalam memperkuat struktur industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan
berkelanjutan. Menperin mencatat prestasi gemilang subsektor industri logam
dasar yang tumbuh pesat 15,71% pada tahun 2025, menempatkan Indonesia di
peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan total produksi mencapai 19 juta ton.

Visi “Blue-Green” untuk Masa Depan Baja Nasional yang Rendah
Karbon dan Berkelanjutan.

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Dr. Akbar Djohan membawa visi
besar transformasi ekosistem baja melalui konsep “Blue-Green
Industry”. Inisiatif ini mengintegrasikan inovasi teknologi digital dengan
komitmen keberlanjutan lingkungan guna memenuhi standar global yang kian ketat.

“Kami bertekad menjadikan IISIA sebagai rumah yang inklusif dan
solid bagi seluruh pelaku industri baja nasional, baik dari sektor hulu hingga
hilir. Fokus kami pada 2026-2030 adalah membangun fondasi bangsa yang kuat
melalui penguatan solidaritas antaranggota dan peningkatan daya saing di kancah
internasional,” ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman
ALFI/ILFA.

Menjawab Tantangan Struktural dan Tekanan Global

Meski produksi nasional tumbuh rata-rata 14% per tahun, Akbar menyoroti
tantangan optimalisasi utilisasi industri yang masih berada di angka 52,7%
serta ancaman praktik dumping impor yang mendistorsi persaingan sehat di pasar.
Menanggapi hal tersebut, Krakatau Steel bersama IISIA akan memperkuat sinergi
dengan pemerintah untuk mengoptimalkan perlindungan pasar melalui penerapan SNI
wajib secara konsisten dan tegas.

“Industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional. Melalui
penguatan hilirisasi dan produk bernilai tambah tinggi, kita tidak hanya akan
berjaya di negeri sendiri, tetapi juga menjadi pemain yang disegani di pasar
internasional,” tambahnya.

Melalui kepemimpinan di IISIA, Krakatau Steel
berkomitmen untuk terus memelopori integrasi industri baja dari hulu ke hilir,
memastikan pasokan baja untuk kebutuhan infrastruktur dan manufaktur nasional
tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif sehingga sejalan dengan visi besar
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita.

Optimalisasi
dan Transformasi Jadi Kunci Daya Saing

Pada
kesempatan tersebut Dr. Akbar Djohan turut menekankan dua mesin penggerak utama
dalam kepengurusannya: optimalisasi aset dan transformasi teknologi. Langkah
ini bertujuan menutup celah defisit produk antara (intermediate) dan hilir guna
menekan ketergantungan impor bahan baku serta memperkuat struktur biaya
industri nasional.

“Transformasi
digital dalam proses produksi dan penguatan rantai pasok domestik adalah kunci
agar industri baja kita efisien dan memiliki daya tawar tinggi di pasar
ekspor,” tegas Akbar.

Krakatau
Steel: Motor Penggerak Industri Nasional

Sebagai
pemimpin pasar, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) terus memperkuat peran
strategisnya sebagai lokomotif ekonomi dalam mendukung kemandirian industri
nasional. Dr. Akbar
Djohan memastikan bahwa Krakatau Steel Group akan terus meningkatkan kapasitas
dan efisiensi operasional untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Dengan sinergi di bawah naungan IISIA, Krakatau Steel Group siap menjadi
katalisator pertumbuhan sektor manufaktur serta pionir dalam penerapan standar
industri hijau yang kompetitif di kawasan regional, memastikan pasokan baja
untuk infrastruktur nasional tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Pertahankan Kualitas Pembiayaan, NPF Tetap Terjaga di Level 2,23%

Jakarta, 11 April 2026 – Di tengah dinamika industri pembiayaan yang menunjukkan peningkatan risiko kredit dalam beberapa waktu terakhir, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, rasio non-performing financing (NPF) Perseroan tercatat sebesar 2,23%, berada pada level yang sehat dan di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan.

“BRI Finance secara disiplin menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses penyaluran pembiayaan, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga penguatan monitoring portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Perseroan juga terus mengoptimalkan fungsi collection serta meningkatkan intensitas pemantauan pembayaran untuk mengantisipasi potensi pembiayaan bermasalah sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas aset sekaligus memastikan kinerja tetap terjaga di tengah tantangan eksternal.

Sejalan dengan itu, BRI Finance mencermati bahwa industri pembiayaan secara umum menghadapi tekanan terhadap kualitas pembiayaan, yang tercermin dari tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan. Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta memperkuat pengelolaan risiko.

“Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada peningkatan biaya pencadangan serta mendorong industri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance tetap melihat peluang pertumbuhan yang positif. Penyaluran pembiayaan baru pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, meskipun dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat dan profil risiko debitur.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang tetap mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, pelaku industri cenderung menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang prudent serta penguatan monitoring dan collection, kami optimistis industri multifinance tetap memiliki ruang untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

RI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja sebagai CreatorHub dalam kegiatan Bincang Santai CreatorHub. Kegiatan ini dilaksanakan bersama BRI Region 6, BRI Region 7, dan BRI Region 8 sebagai ajang mempererat sinergi.

Acara berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh keceriaan. Para peserta tampak aktif berdiskusi, berbagi ide, serta bertukar pengalaman seputar pengembangan konten kreatif yang relevan dengan kebutuhan komunikasi perusahaan di era digital.

Melalui kegiatan ini, para CreatorHub tidak hanya mendapatkan inspirasi baru, tetapi juga memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi lintas region. Interaksi yang terjalin secara akrab menjadikan forum ini sebagai ruang yang produktif sekaligus menyenangkan.

Partisipasi BRI Region 6 dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin mendorong lahirnya inovasi dalam penyampaian informasi perusahaan yang lebih kreatif dan menarik. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menghasilkan energi positif bagi pengembangan komunikasi internal yang lebih dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

The Changing Landscape of Indonesian Cinema

The Indonesian film industry has witnessed significant changes since its inception in the 1950s. Its development reflects not only the evolution of Indonesian society but also the shifting tastes and global influences that have shaped cinematic trends throughout the years. This article examines the journey of Indonesian cinema from its early days to the modern era.

Indonesian cinema began in the early 1950s when the country was still finding its footing after independence. Usmar Ismail’s Darah dan Doa (1950), widely regarded as the first Indonesian feature film, set the stage for an industry focused on portraying the nation’s struggle for independence and the creation of its identity. These early films were often patriotic, seeking to inspire pride and unity in a newly independent Indonesia.

By the 1970s, the Indonesian film industry began moving toward a more commercial approach. The boom in action films, melodramas, and horror movies mirrored international trends, with local filmmakers adapting Western and Asian cinema styles to cater to local tastes. During this period, actors like Rano Karno and Suzanna became stars, and many of their films became cult favorites. While this era was characterized by mass appeal, it also marked a time of limited creative diversity, with filmmakers frequently relying on proven formulas for success.

In the late 1990s and early 2000s, Indonesian cinema experienced a shift towards a more independent and artistic approach. This period saw the emergence of a new generation of filmmakers who sought to explore deeper themes and experiment with unconventional styles. Films such as Ada Apa dengan Cinta? (2002) were pivotal in revitalizing the industry, particularly by appealing to younger audiences with more relatable, contemporary stories.

The 2010s marked a renaissance in genre filmmaking in Indonesia. The success of internationally recognized films like The Raid (2011) and Pengabdi Setan (2017) highlighted the industry’s growing reputation for producing high-quality action and horror films. Directors such as Gareth Evans and Joko Anwar brought Indonesian films to global audiences, helping to elevate the country’s cinematic profile internationally.

The digital revolution has also played a crucial role in shaping the future of Indonesian cinema. Streaming platforms like Netflix have provided Indonesian filmmakers with unprecedented access to international audiences, facilitating the distribution of films far beyond Indonesia’s borders. This development has also contributed to a diversification of the types of films being produced, with filmmakers tackling niche genres and unconventional topics.

In the current era, the Indonesian film industry is flourishing with a diverse range of voices and stories. The rapid expansion of the digital landscape, coupled with local and international collaborations, promises a bright future for Indonesian cinema as it continues to develop and adapt to changing tastes and technologies.

Pastikan Angkutan Lebaran Tetap Andal, KAI Divre IV Tanjungkarang Catat Tren Pertumbuhan Penumpang di Masa Angkutan Lebaran Tahun 2021–2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Divisi Regional IV Tanjungkarang memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran
2026 berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Hingga akhir masa angkutan,
KAI Divre IV Tanjungkarang mencatat total 87.846 pelanggan yang telah dilayani.

 

Capaian ini menjadi penutup yang
positif sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai salah satu moda
transportasi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas selama periode
Lebaran.

 

Secara historis, jumlah penumpang
Angkutan Lebaran di wilayah Divre IV Tanjungkarang menunjukkan tren pertumbuhan
yang signifikan dalam enam tahun terakhir. Pada tahun 2021, jumlah penumpang
tercatat sebanyak 1.309 pelanggan, angka tersebut relatif rendah karena pada
periode tersebut mobilitas masyarakat masih dibatasi akibat pandemi COVID-19
serta adanya kebijakan pembatasan perjalanan. Pada tahun 2022, jumlah tersebut
melonjak drastis menjadi 47.600 pelanggan seiring dengan meningkatnya aktivitas
perjalanan.

 

Memasuki tahun 2023, jumlah
penumpang tercatat sebesar 44.493 pelanggan, sedikit mengalami penyesuaian,
sebelum kembali menunjukkan tren peningkatan pada 2024 menjadi 72.957
pelanggan. Puncak tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan total 89.610
pelanggan.

 

Sementara itu, pada Angkutan
Lebaran 2026, jumlah penumpang mencapai 87.846 pelanggan atau hanya turun
sekitar 1,97% dibandingkan tahun 2025. Meskipun demikian, angka tersebut tetap
berada pada level tinggi dan mencerminkan stabilitas permintaan terhadap
layanan kereta api.

 

Tren ini menunjukkan bahwa dalam
beberapa tahun terakhir, KAI Divre IV Tanjungkarang berhasil menjaga
konsistensi pertumbuhan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat, bahkan
setelah fase lonjakan signifikan pasca pemulihan mobilitas.

 

Manajer Humas PT KAI Divre IV
Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyampaikan bahwa capaian tersebut
merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam memastikan kualitas layanan
secara berkelanjutan.

 

“Kami memastikan Angkutan Lebaran
2026 berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman. Konsistensi jumlah penumpang
dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan
masyarakat terhadap kereta api terus terjaga,” ujar Zaki.

 

Ia menambahkan bahwa berbagai
langkah strategis telah dilakukan untuk mendukung keberhasilan Angkutan Lebaran
tahun ini, mulai dari peningkatan kesiapan sarana dan prasarana, penguatan
pengawasan operasional, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun dan selama
perjalanan.

 

Selain itu, kesiapan sumber daya
manusia juga menjadi fokus utama, dengan memastikan seluruh petugas dalam
kondisi prima dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

 

Keberhasilan ini juga tidak
terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan serta meningkatnya
kesadaran masyarakat dalam memilih transportasi publik yang aman, nyaman, dan
tepat waktu.

 

Dengan berakhirnya masa Angkutan
Lebaran 2026, KAI Divre IV Tanjungkarang akan terus melakukan evaluasi
menyeluruh sebagai dasar untuk peningkatan layanan di masa mendatang.
Perusahaan optimistis tren positif ini dapat terus dipertahankan seiring dengan
penguatan kualitas layanan dan inovasi yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kualitas jurnalisme di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan dari berbagai media, mulai dari media online, cetak, hingga elektronik.

Dalam sesi pengarahan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tujuan, mekanisme, serta tahapan program fellowship yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, wawasan, dan profesionalisme insan pers. Program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dunia perbankan dan media dalam menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.

Kehadiran BRI Region 6 dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem media yang sehat dan berkualitas. Melalui program ini, diharapkan para jurnalis dapat terus berkembang serta menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berdampak positif bagi publik.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara BRI dan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai informasi terkait program dan layanan perusahaan kepada masyarakat luas.

Dengan adanya partisipasi dalam Program BRI Fellowship Journalism 2026, BRI Region 6 optimistis dapat turut berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas jurnalisme di Indonesia sekaligus memperkuat sinergi yang telah terjalin dengan berbagai media.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Renovasi Lobi Drop Off Gedung BRI Region 6 Resmi Rampung, Tingkatkan Kenyamanan dan Kelancaran Akses

Renovasi area lobi drop off parkir Gedung BRI Region 6 telah resmi diselesaikan dan diresmikan oleh manajemen BRI Region 6. Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam upaya peningkatan fasilitas serta kualitas pelayanan bagi seluruh pekerja dan tamu yang berkunjung ke lingkungan Gedung BRI Region 6.

Perbaikan dan penataan ulang area lobi drop off dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, serta efisiensi arus kendaraan. Dengan desain yang lebih modern dan tata kelola lalu lintas yang lebih tertata, area ini kini mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna, baik internal maupun eksternal.

Salah satu manfaat utama dari renovasi ini adalah berkurangnya potensi kemacetan saat proses penurunan penumpang kendaraan roda empat di depan lobi gedung. Kini, alur kendaraan menjadi lebih lancar dan terorganisir, sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan dan mobilitas menjadi lebih efisien.

Manajemen BRI Region 6 menyampaikan bahwa pembaruan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan representatif. Diharapkan dengan adanya renovasi ini, aktivitas operasional sehari-hari dapat berjalan lebih optimal serta memberikan kesan positif bagi setiap tamu yang datang.

Ke depan, BRI Region 6 akan terus melakukan berbagai peningkatan fasilitas guna mendukung produktivitas dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream

Jakarta,
5 Februari 2026 –
MAXi Yamaha terus
menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses
menggebrak pasar big skutik premium tanah air dengan meluncurkan Yamaha TMAX,
MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected serta LEXi, MAXi Yamaha kini kembali
memanjakan para konsumen dengan meluncurkan warna dan grafis baru pada Yamaha AEROX
ALPHA
, bertepatan dengan perhelatan Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS),
di JIExpo Kemayoran, Jakarta (5/2).  

Pembaruan
warna dan grafis anyar itu kini hadir dalam 6 varian, mulai dari Elixir Dark
Silver, Matte Purple Black, White Pearl Blue, Red, Blue,
dan Black. Suguhan warna dan grafis baru ini, tidak
hanya semakin mempertegas spirit
Brave, Aggresive,
Dynamic, Anti-Mainstream, Stand Out, dan Speed sebagai spirit utama AEROX
ALPHA. Namun, juga semakin menegaskan posisinya sebagai super sport scooter yang
cocok menjadi lifestyle item para youngster masa kini.

Varian Elixir Dark
Silver
kini menghiasi strata tertinggi pada line-up AEROX ALPHA, yakni
AEROX ALPHA “TURBO” dan “TURBO” Ultimate. Hadir dalam balutan warna silver dan
hitam dominan, corak gold pada velg, serta dipertegas lewat tampilan grafis berbentuk
anak panah bergaris tipis dengan kelir hitam, merah, dan gold, lengkap dengan
tulisan AEROX di bagian atas pada leg side cover, semakin menegaskan DNA AEROX ALPHA
sebagai the real Super Sport Scooter yang siap manjakan excitement para
penggunanya.

Sebagai
salah satu line-up favorit para youngster, Yamaha Indonesia kini pun resmi
menambah line-up AEROX ALPHA Cybercity dengan menghadirkan varian AEROX ALPHA
Cybercity ABS dengan warna Matte Purple Black dan White Pearl Blue,
serta AEROX ALPHA Cybercity dengan pilihan warna yang sama seperti sebelumnya,
yakni Matte Blue Red. Melalui update ini, Yamaha semakin menunjukkan aura
ALPHA-nya, yang terus konsisten menjawab kebutuhan konsumen yang terus bergerak
dinamis.

Varian Matte Purple
Black
dengan kombinasi ungu, hitam, dan merah tampil anti-mainstream dengan
suguhan desain velg asimetris berwarna ungu di bagian depan dan merah di bagian
belakang. Tak ketinggalan, varian White Pearl Blue dengan kombinasi
hitam, biru, dan putih mutiara juga semakin memperkaya pilihan. Bicara soal grafis,
line-up Cybercity saat ini tampil dengan highlight tulisan AEROX besar pada
bagian boomerang, lengkap dengan guratan garis tipis yang menyelimuti body,
yang mengisyaratkan karakter speed. 

Adapun, varian Red,
Blue,
dan Black kini turut meramaikan line-up
AEROX ALPHA 2026. Berfokus pada tampilan kombinasi dua warna dan konsep grafis
yang selaras dengan line-up Cybercity, AEROX ALPHA lebih menonjolkan kesan dan tampilan
yang jauh lebih sederhana, namun tetap menonjolkan aura aggressive khas AEROX
lewat aneka aksen grafis anti-mainstream, yang membuatnya semakin pas jadi
lifestyle item yang bikin auto melirik.    

“Sebagai
wujud nyata untuk memperkuat nilai keunggulan & kualitas produk MAXi
Yamaha, kami secara konsisten terus melakukan aneka inovasi yang berkelanjutan.
Selain meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX
Connected pada Januari kemarin, secara spesial dalam perhelatan Indonesia
Internasional Motor Show tahun ini, kami turut meluncurkan sentuhan warna dan
grafis baru pada line-up AEROX ALPHA untuk seluruh line-up. Kami berharap,
perubahan ini tidak hanya semakin mempertegas posisi AEROX ALPHA sebagai Super Sport
Scooter masa kini dan mampu memenuhi impian para youngster untuk terus tampil
stand out & anti-mainstream bersama Yamaha AEROX ALPHA,” ujar Rifki
Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia
Motor Mfg.

AEROX
ALPHA saat ini dipasarkan dengan varian dan warna berikut:

 

ALPHA
Super Sport Design

AEROX
ALPHA kini memiliki tampilan desain yang porty dan aerodinamis layaknya motor
balap legendaris Yamaha YZF-R1M, yang dapat dilihat dari desain lampu depan dan
belakang berciri khas R-DNA Yamaha dengan teknologi Full LED, lengkap dengan Dual
Projector Lamp pada bagian depan, sekaligus telah dilengkapi dengan Emergency
Stop Signal**. Selain itu, speedometer motor ini pun telah menggunakan Full
Digital Speedometer** dan TFT Infotainment Display**, yang dapat menyajikan 3
mode display, konektivits Y-Connect, hingga sistem navigasi** Turn by Turn yang
terhubung dengan Google Maps.

ALPHA
Super Sport Experience

AEROX
ALPHA memiliki riding position yang lebih sporty, berkat dukungan suspensi
depan berdiameter 30 mm dan sub tank** pada bagian belakang. Optimalisasi
kontrol dan pengereman di update dengan hadirnya fitur TCS**, ABS**, serta
double disc brake. Adapun, AEROX ALPHA juga sudah menggunakan mesin Blue Core
155cc VVA generasi terbaru berteknologi Yamaha Electric CVT (YECVT)** yang bisa
memberikan sensasi berkendara TURBO”. Dengan spesifikasi mesin ini, AEROX ALPHA
bisa menghasilkan tenaga maksimal 11,3 kW / 8.000 rpm dan torsi maksimal
sebesar 14,2 Nm / 6.500 RPM.

ALPHA
Feature

AEROX
ALPHA juga disematkan dengan berbagai fitur fungsional. Salah satunya adalah
fitur konektivitas Y-Connect yang sudah menggunakan CCU 2.0** sehingga mampu
mengatur riding location untuk menentukan tujuan berkendara, lokasi pom bensin
terdekat, menyimpan lokasi tujuan favorit, dan lainnya. Selain itu, fitur
seperti USB charging system, smart key system, stop & start system dan
bagasi luas berkapasitas 24,5 liter juga dihadirkan pada motor.

Untuk
informasi lebih lanjut terkait produk silahkan kunjungi website resmi Yamaha
Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id/

*Harga rekomendasi On The Road (OTR) Jakarta

**Hanya tersedia pada tipe tertentu

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES