Bank Raya (AGRO) Menggelar RUPST 2026

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST 2026) pada 20 Mei 2026. RUPST 2026 dihadiri oleh para Pemegang Saham yang mewakili 89,53% atau sejumlah 22,08 miliar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan oleh Perseroan.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 (RUPST 2026) pada 20 Mei 2026.  RUPST  2026 dihadiri oleh para Pemegang Saham yang mewakili 89,53% atau sejumlah 22,08 miliar saham dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan oleh Perseroan. Dalam RUPST 2026 telah dibahas dan disetujui mata acara Rapat sebagai berikut (1) Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan serta Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025, (2) Penetapan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 dan Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025, (3) Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026, (4) Pendelegasian wewenang untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk tahun 2026-2030, (5) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, dan (6) Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Terkait dengan kinerja Perseroan selama Tahun Buku 2025, Pemegang Saham di dalam RUPST  2026 memutuskan bahwa Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, telah diterima, disetujui, dan disahkan. RUPST 2026 juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi atas tindakan pengurusan Perseroan dan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2025 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tercermin dalam laporan tersebut di atas. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 yang termuat dalam Laporan Tahunan tersebut diatas telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota jaringan Ernst & Young Global), dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Penyelenggaraan RUPST 2026 merupakan salah satu upaya penerapan tata kelola perusahaan yang baik, yang menempatkan organ perusahaan tertinggi yaitu Rapat Umum Pemegang Saham untuk menyetujui serta mengesahkan keputusan yang akan dijalankan atau telah dijalankan oleh manajemen. Melalui agenda RUPST ini, Perseroan juga menegaskan langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, adaptif terhadap dinamika industri perbankan, serta mendukung penguatan arah bisnis jangka panjang Bank Raya.”

Bagus menambahkan, “Bank Raya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap seluruh Pemegang Saham atas dukungan yang diberikan kepada Bank Raya. Perseroan berharap kinerja Bank Raya akan terus tumbuh positif dan berkelanjutan”

RUPST 2026 menyetujui perubahan susunan Pengurus Perseroan sebagaimana telah ditetapkan, sehingga susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut: 

Susunan Dewan Komisaris

– Komisaris Utama : Muhamad Sidik Heruwibowo

– Komisaris Independen : Johanes Kuntjoro Adisardjono

– Komisaris Independen : Retno Wahyuni Wijayanti

– Komisaris Independen : Farid Rahman*

– Komisaris : Tatang Yuliono*

  Susunan Direksi

– Direktur Utama :  Ida Bagus Ketut Subagia

– Direktur Digital & Operasional :  Lukman Hakim

– Direktur Keuangan :  Rustarti Suri Pertiwi

– Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan 

  dan Sumber Daya Manusia : Danar Widyantoro  

– Direktur Bisnis : Kicky Andrie Davetra

*) efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatutan disetujui Otoritas Jasa Keuangan

“Dengan dukungan dari Pemegang Saham yang ditunjukkan dengan disetujuinya seluruh usulan mata acara dalam RUPST 2026 ini, kami optimistis Bank Raya akan semakin kuat melangkah sebagai bank digital yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, Perseroan akan terus fokus memperkuat fundamental bisnis, memperluas inovasi layanan digital, serta meningkatkan kontribusi dalam mendorong percepatan inklusi keuangan digital di Indonesia.” tutup Bagus

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun

Jakarta (20/05), PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (20/05). Dalam salah satu mata acara rapat tersebut, Dewan Komisaris & Direksi Jasa Marga melaporkan pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp1,1 triliun atau setara dengan 31% dari laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan, di tengah ekspansi yang dilakukan, Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga nilai/value pemegang saham. Perseroan mengupayakan kesinambungan pembagian dividen melalui kebijakan terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan.

“Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date) 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan,” ujar Rivan.

Rivan juga menjelaskan, sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menjaga core profit tetap stabil di angka Rp3,7 triliun. Selain itu, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, meningkat 5,8% year-on-year (yoy), yang didorong oleh kontribusi utama pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun. Sedangkan, EBITDA Perseroan tercatat meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan capaian EBITDA Margin yang tangguh pada level 67,0%.

“Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024,” jelas Rivan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus memperkuat lini bisnisnya yang mencakup bisnis konsesi, pengoperasian dan preservasi, hingga pengembangan bisnis prospektif. Pada lini bisnis konsesi jalan tol, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai market leader, yaitu sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM. Total konsesi yang dikelola Perseroan merepresentasikan 42% pangsa pasar jalan tol di seluruh Indonesia. Sebagai market leader industri jalan tol di Indonesia, transaksi di jalan tol Perseroan di sepanjang tahun 2025 mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengembangkan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) berbasis Intelligent Transport System (ITS) yang mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98%. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui Aplikasi Travoy, sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol, yang pada tahun 2025 memiliki jumlah pengunduh sebanyak 1,1 juta orang, meningkat 48% dibandingkan tahun 2024. Transformasi digital Perseroan memberikan kontribusi positif terhadap Customer Satisfaction Index (CSI) tahun 2025 yang mencapai nilai 5,13 dari skala 6 yang masuk dalam kategori “Puas”. Hal ini sejalan dengan komitmen Perseroan dalam menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi pengguna jalan.

Hingga akhir tahun 2025, terdapat 59 rest area yang beroperasi di sepanjang ruas jalan tol Jasa Marga Group. Sebanyak 26 rest area atau 44% dari total tersebut merupakan Travoy Rest, rest area yang dimiliki dan dikelola oleh Jasa Marga. Sepanjang tahun 2025, program rejuvenasi Travoy Rest diinisiasi oleh Perseroan dengan memperbarui fasilitas umum, standardisasi pelayanan petugas, penataan tenant, optimalisasi area parkir serta ruang terbuka hijau untuk menjamin kenyamanan pengguna saat beristirahat.

Jasa Marga percaya bahwa pelayanan terbaik lahir dari lingkungan kerja yang inklusif, sehat, dan mendukung kesetaraan. Melalui berbagai program pengembangan human capital, Jasa Marga terus memperkuat komitmen terhadap inklusivitas lintas generasi dan kesetaraan gender melalui program rekrutmen berbasis kompetensi untuk menghadirkan talenta unggul yang siap mendukung pertumbuhan berkelanjutan Perseroan. Perseroan juga mendorong pengembangan kapabilitas karyawan dengan beasiswa pendidikan lanjutan, mendukung employee well-being melalui Roadster Sportivo (Sport, Art, Interest, Activity, & Community), serta memperkuat inisiatif pengembangan talenta muda melalui Magang Generasi Bertalenta (Magenta).

Komitmen Perseroan untuk memberikan yang terbaik tidak berhenti pada kenyamanan fisik, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, realisasi program TJSL diwujudkan melalui pembangunan Taman Lalu Lintas di rest area, penghijauan dan program green rest area melalui Water Treatment dan Waste Management, serta penguatan daya saing UMKM melalui pelatihan, sertifikasi, pameran, pemberdayaan komunitas UMKM lokal di rest area. Sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Perseroan mengadopsi sejumlah usecase green initiative dalam program Green Toll Road, pemanfaatan energi terbarukan melalui inovasi Hybrid Wind Tree, penyediaan fasilitas pendukung kendaraan listrik di rest area, pemberdayaan komunitas, peningkatan kapabilitas SDM, hingga penerapan budaya K3. Program strategis ini tidak hanya memitigasi dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan komunitas sosial Perseroan untuk terus beroperasi secara berkelanjutan.

Jasa Marga juga melakukan percepatan transformasi strategis dari infra as structure menuju infra as culture sebagai wujud komitmen Perseroan dalam Melayani Sepenuh Hati. Langkah ini merupakan bentuk komitmen penuh Perseroan dalam mendorong keunggulan kompetitif dan nilai Perseroan dalam jangka panjang. Melalui internalisasi budaya kerja JSMR MOVE (Modern, Optimistic, Valuable, Excellent), Perseroan berhasil memperkuat kapabilitas internal mentalitas “Roadster Jasa Marga”. Transformasi budaya yang masif ini difokuskan pada pembentukan pola pikir berbasis layanan yang menempatkan customer experience dan customer satisfaction sebagai prioritas utama.

Selanjutnya, dalam agenda RUPST Tahun Buku 2025 juga menyetujui penetapan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, dengan susunan sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Juri Ardiantoro

Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf

Komisaris: M Asrorun Ni’am Sholeh

Komisaris Independen: Tedi Kurniawan

Komisaris Independen: Nachrowi Ramli

Komisaris Independen: Rudi Antariksawan

Komisaris: Nurul Ghufron

Direksi

Direktur Utama: Rivan A. Purwantono

Wakil Direktur Utama: Andry Tanudjaja

Direktur Bisnis: Reza Febriano

Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani

Direktur Layanan: Yaya Ruhiya

Direktur Operasi: Fitri Wiyanti

Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati

Ke depan, Jasa Marga optimistis kinerja Perseroan sepanjang tahun 2026 akan semakin kuat melalui implementasi berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan. “Kami akan mengupayakan peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur. Kami yakin dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional yang solid,” tutup Rivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tukar Koin ASRI Living dan Nikmati myBCA Java Jazz Festival 2026

Menikmati festival musik kini jadi semakin mudah dan menguntungkan bersama ASRI Living. Melalui kolaborasi spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026

Menikmati festival musik kini jadi semakin mudah dan menguntungkan bersama ASRI Living. Melalui kolaborasi spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026, ASRI Living mengajak para member setianya untuk menukarkan koin hasil transaksi belanja menjadi akses eksklusif menuju salah satu festival musik terbesar dan paling ditunggu di Indonesia.

Sebagai integrated loyalty application yang terhubung dengan berbagai pusat perbelanjaan dalam ekosistem ASRI, ASRI Living terus menghadirkan pengalaman lifestyle yang lebih rewarding bagi para penggunanya. Tidak hanya memberikan berbagai promo, diskon, hingga keuntungan belanja sehari-hari, kini ASRI Living juga membuka kesempatan bagi customer untuk menikmati pengalaman hiburan dan musik melalui program spesial bersama myBCA Java Jazz Festival 2026.

Melalui program ini, para pengguna aplikasi ASRI Living dapat menukarkan koin yang telah dikumpulkan untuk mendapatkan berbagai benefit eksklusif festival, mulai dari tiket hingga potongan harga spesial. Program redemption ini berlangsung hingga 24 Mei 2026 dan dapat diakses secara eksklusif melalui aplikasi ASRI Living.

Melalui program spesial ini, para pengguna ASRI Living dapat menukarkan koin yang telah dikumpulkan dengan berbagai benefit eksklusif myBCA Java Jazz Festival 2026, mulai dari 3 Days Pass dengan penukaran 200 koin, Daily Pass dan akses Special Show masing-masing dengan 100 koin, hingga potongan harga spesial berupa diskon 20% hanya dengan 10 koin dan diskon 10% dengan 5 koin. Seluruh penukaran koin dapat dilakukan secara eksklusif melalui aplikasi ASRI Living hingga 24 Mei 2026, menjadikan setiap transaksi belanja di ekosistem ASRI terasa semakin rewarding dan penuh pengalaman seru. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen ASRI Living dalam menghadirkan pengalaman yang lebih relevan dengan gaya hidup urban masa kini. Tidak hanya berfokus pada pengalaman berbelanja, ASRI Living juga ingin memberikan added value melalui akses terhadap entertainment, lifestyle experience, hingga berbagai program eksklusif yang dapat dinikmati para member di seluruh mall dalam ekosistem ASRI.

ASRI Living sendiri merupakan aplikasi loyalitas terintegrasi yang dapat digunakan di berbagai pusat perbelanjaan ASRI seperti ASHTA District 8, PIK Avenue, Mall of Indonesia, Grand Galaxy Park, dan Hublife Taman Anggrek. Dengan beragam keuntungan yang tersedia, ASRI Living hadir untuk memberikan kemudahan sekaligus pengalaman belanja yang lebih seamless dan rewarding bagi para customer.

Jadi, saatnya jadikan koin kamu lebih valuable dan bersiap menikmati pengalaman musik yang lebih seru di myBCA Java Jazz Festival 2026 bersama ASRI Living. Download aplikasinya, kumpulkan koin kamu, dan turn your koin into music!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha

Hari raya sering bikin beberapa kebutuhan mendadak naik harga, termasuk saat Iduladha. Penyebabnya biasanya sederhana: permintaan meningkat dalam waktu singkat, sementara stok barang di pasaran terbatas. Akibatnya, harga beberapa kebutuhan ikut melonjak dibanding hari biasa.

Kalau saat Idulfitri orang ramai berburu baju baru dan kebutuhan mudik, suasana Iduladha biasanya identik dengan olahan daging kurban, acara bakar sate, sampai kumpul keluarga. Nah, momen inilah yang sering membuat beberapa barang mendadak lebih mahal dari biasanya.

1. Hewan Kurban

Setiap menjelang Iduladha, harga hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau biasanya ikut naik. Tahun ini, kondisi pasar hewan juga dipengaruhi oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak di beberapa daerah.

Karena permintaan hewan kurban meningkat menjelang hari raya, stok ternak yang sehat biasanya jadi lebih cepat terserap pasar. Akibatnya, harga hewan kurban di beberapa wilayah ikut mengalami penyesuaian.

Selain faktor stok, biaya pakan dan distribusi juga sering memengaruhi harga jual hewan kurban di lapangan.

2. Tusuk Sate

Salah satu barang yang sering mendadak laris saat Iduladha adalah tusuk sate.

Daging kurban biasanya diolah jadi sate untuk acara kumpul keluarga atau bakar-bakaran bersama teman. Karena permintaan meningkat dalam waktu bersamaan, harga tusuk sate di beberapa tempat juga ikut naik.

Kalau di hari biasa satu bungkus tusuk sate bisa dibeli sekitar Rp10 ribuan, saat Iduladha harganya bisa naik tergantung wilayah dan jumlah stok yang tersedia.

Meski terlihat sederhana, kebutuhan kecil seperti ini sering jadi pengeluaran tambahan yang tidak disadari.

3. Arang untuk Bakar Sate

Selain tusuk sate, arang juga jadi barang yang sering dicari saat Iduladha.

Permintaan arang meningkat karena banyak orang memilih memasak sate atau barbecue saat libur Iduladha. Akibatnya, harga arang di pasaran biasanya ikut naik dibanding hari biasa.

Di beberapa daerah, harga arang bisa meningkat hampir dua kali lipat ketika mendekati hari raya, terutama untuk ukuran kecil yang banyak dicari pengguna rumahan.

4. Panggangan Sate

Ada satu barang yang sering “hilang misterius” setiap Iduladha: panggangan sate.

Banyak orang merasa sudah punya alat panggangan di rumah, tapi entah kenapa saat mau dipakai justru tidak ditemukan. Akhirnya, beli baru jadi solusi paling cepat.

Karena permintaan meningkat menjelang Iduladha, harga panggangan sate juga biasanya ikut naik. Apalagi untuk model portable atau yang berbahan stainless steel.

Kalau beli mendadak dekat hari raya, pilihan barang biasanya juga lebih terbatas.

5. Cabai dan Minyak Goreng

Harga cabai sebenarnya cukup sering berubah bahkan di luar musim hari raya. Tapi saat Iduladha, permintaan bahan masakan biasanya meningkat karena banyak orang memasak dalam jumlah lebih besar.

Hal yang sama juga berlaku untuk minyak goreng. Kebutuhan memasak saat hari raya membuat permintaan meningkat di pasar dan retail.

Meski pemerintah tetap melakukan pengawasan harga pangan, fluktuasi harga musiman masih cukup sering terjadi di berbagai daerah tergantung distribusi dan stok barang.

6. BBM dan Biaya Perjalanan

Momen libur panjang saat Iduladha juga sering membuat mobilitas masyarakat meningkat. Banyak orang bepergian ke luar kota, pulang kampung singkat, atau sekadar jalan bersama keluarga.

Karena itu, pengeluaran untuk bahan bakar juga biasanya ikut naik selama periode libur panjang.

Harga BBM non subsidi sendiri memang mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan dan kondisi harga minyak dunia. Jadi, saat harga energi global meningkat, biaya perjalanan masyarakat juga ikut terasa lebih besar.

7. Kenaikan Harga Musiman Memang Sering Terjadi

Naiknya harga beberapa kebutuhan saat Iduladha sebenarnya bukan hal baru. Fenomena ini hampir selalu terjadi ketika permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.

Supaya pengeluaran lebih terkontrol, banyak orang biasanya mulai membeli kebutuhan tertentu lebih awal sebelum harga naik mendekati hari raya.

Mulai dari tusuk sate, arang, sampai kebutuhan dapur sederhana kadang justru lebih hemat kalau dibeli jauh-jauh hari. Selain lebih tenang, stok barang biasanya juga masih lebih mudah ditemukan.

Untuk kebutuhan belanja harian saat Iduladha, pembayaran digital seperti QRIS juga semakin sering digunakan karena lebih praktis saat bertransaksi di pasar, minimarket, sampai merchant UMKM. Melalui neobank, pengguna bisa melakukan pembayaran QRIS neobank langsung dari aplikasi untuk membantu transaksi harian jadi lebih mudah dan cepat.

***

Jika ingin mempelajari produk QRIS neobank lainnya yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua

Pada September 2025, Masuo Kuremura, yang sebelumnya
menjabat sebagai Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri,
ditunjuk sebagai Ketua “Dialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG),”
sebuah platform dialog yang didedikasikan untuk memajukan kerja sama ekonomi
praktis antara ASEAN dan Jepang.

Pada bulan yang sama, Pemerintah Jepang memperkenalkan
kerangka kebijakan baru untuk kerja sama dengan ASEAN, yang secara jelas
mendefinisikan pendekatan “Ko-kreasi” (Co-Creation) yang dibangun di atas empat
pilar utama:

1.      
 Resiliensi Rantai Pasok,

2.      
 Investasi
Digital dan AI,

3.      
 Ko-kreasi
Inovasi, dan

4.      
 Transisi
Energi melalui AZEC (Asia Zero Emission Community).

Dengan partisipasi dari 13 organisasi ekonomi di seluruh
ASEAN, DISG akan memainkan peran sentral dalam mempercepat pengembangan dan
pelaksanaan proyek kemitraan pemerintah-swasta konkret yang selaras dengan
keempat pilar tersebut.

* Apa itu DISG?

DISG adalah platform dialog yang didirikan menyusul
Pertemuan Menteri Ekonomi Jepang-ASEAN pada tahun 2020, yang bertujuan untuk
memajukan kerja sama ekonomi Jepang-ASEAN dari “konsep” menjadi “implementasi
nyata” di bawah visi ko-kreasi bersama.

Menanggapi tantangan pandemi COVID-19, ASEAN dan Jepang
menyadari perlunya kolaborasi yang lebih erat, yang kemudian melahirkan DISG.

Berfokus pada bidang prioritas seperti transformasi digital,
inisiatif hijau, dan pengembangan industri, DISG menampilkan proyek kerja sama
Jepang-ASEAN terbaru, sekaligus mempertemukan para ahli dari sektor swasta,
akademisi, dan publik untuk menghasilkan peluang kemitraan baru secara konkret.

DISG juga berkolaborasi erat dengan 13 organisasi ekonomi,
termasuk Japan External Trade Organization (JETRO) dan ASEAN Business Advisory
Council (ASEAN-BAC), menyalurkan tantangan bisnis dunia nyata dan proposal
proyek ke dalam rekomendasi kebijakan yang diajukan ke Pertemuan Menteri
Ekonomi Jepang-ASEAN (AEM-METI).

Siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) terpadu pemerintah-swasta
ini, yang menghubungkan kebijakan dan bisnis dalam siklus keberlanjutan dan
memungkinkan pelaksanaan yang cepat dan berdampak tinggi, adalah fitur utama
dari DISG.

* Latar Belakang:
Pendekatan “Ko-kreasi” Jepang dengan ASEAN

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Jepang terutama memandang
ASEAN sebagai basis manufaktur, mendukung pengembangan industri melalui
produksi.

Saat ini, ASEAN telah berkembang menjadi pasar pertumbuhan
yang dinamis, di mana penanganan tantangan sosial seperti ESG dan SDGs
menghasilkan nilai bersama secara global.

Era dukungan satu arah telah berlalu. Kita sekarang memasuki
fase baru di mana kekuatan teknologi Jepang serta potensi pertumbuhan dan skala
pasar ASEAN digabungkan untuk menciptakan nilai bersama (ko-kreasi).

Terhadap latar belakang ini, Pemerintah Jepang telah
memosisikan ulang hubungannya dengan ASEAN sebagai hubungan “Ko-kreasi.”

* Empat Arah Utama
untuk Kerja Sama Masa Depan

1. Memperkuat Rantai Pasok (Membangun basis manufaktur
yang tangguh dan mandiri)

Di tengah ketegangan ekonomi AS-Tiongkok yang sedang
berlangsung dan negosiasi tarif, pendekatan tradisional, seperti mengekspor produk
murah melalui ASEAN sebagai jalur pengalihan, menjadi kurang efektif.

Bagi ekonomi ASEAN, meningkatkan industri dalam negeri kini
menjadi prioritas kritis. Dari perspektif keamanan ekonomi, membangun rantai
pasok yang mandiri telah menjadi keharusan yang mendesak.

Memperkuat kemampuan manufaktur, mulai dari proses hulu
seperti tanah jarang (rare earths) dan logam langka hingga produksi tahap
akhir, sangatlah penting. Namun, mencapai hal ini secara independen tetap
sulit.

Bersama dengan negara-negara mitra yang memiliki visi yang sama,
Jepang akan mendukung ASEAN dalam membangun rantai pasok yang benar-benar
otonom melalui kolaborasi dan sumber daya bersama.

2. Investasi Digital dan AI

Investasi skala besar oleh hyper-scaler (operator pusat data
besar) sedang berkembang di seluruh ASEAN. Pada saat yang sama, terdapat
pengakuan yang berkembang bahwa model bahasa besar yang lebih ringkas (Compact
LLM) dan dioptimalkan secara lokal mungkin lebih baik dalam memenuhi permintaan
regional dan kebutuhan masyarakat.

Ketergantungan pada sumber daya komputasi yang
terkonsentrasi di sejumlah kecil negara besar menghadirkan risiko dari sudut
pandang keamanan ekonomi.

Kekuatan Jepang terletak pada ekosistemnya yang
komprehensif, mulai dari pengembang aplikasi AI hingga perusahaan yang mampu
membangun LLM, serta teknologi semikonduktor dasar. Hal ini memosisikan
negara-negara ASEAN untuk bermitra dengan Jepang dalam mengembangkan kemampuan
komputasi independen sebagai alternatif yang kredibel.

3. Ko-kreasi Inovasi

DISG dirancang untuk membawa dinamisme sektor swasta secara
langsung ke dalam proses pembuatan kebijakan.

Inisiatif unggulannya adalah “Fast Track Pitch,” sebuah
platform inovasi terbuka di mana perusahaan terkemuka Jepang, startup, dan
perusahaan ASEAN berkolaborasi untuk mengembangkan solusi bagi tantangan sosial
spesifik kawasan.

Pendekatan ini telah memberikan hasil nyata, termasuk
perusahaan Jepang yang mengatasi tantangan ekspansi di ASEAN melalui kemitraan
dengan startup lokal.

Pada tahun fiskal 2025, acara telah diadakan di Singapura,
Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

4. Transisi Energi melalui AZEC

Transisi hijau gaya Eropa yang cepat tidak dapat diterapkan
di Asia tanpa adaptasi.

Di ASEAN, di mana pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,
menjaga pasokan energi yang stabil untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan
aktivitas ekonomi tetap menjadi hal yang esensial. Menyeimbangkan netralitas
karbon dengan keamanan energi merupakan tantangan utama.

Diperlukan pendekatan pragmatis. Pendekatan yang
menggabungkan kekuatan Jepang dalam teknologi canggih seperti hidrogen dan
amonia dengan pembangkit listrik tenaga gas serta solusi efisiensi energi untuk
mengurangi permintaan energi secara keseluruhan.

Jepang akan berkontribusi dalam memberikan solusi transisi
energi yang disesuaikan dan mencerminkan kondisi riil di ASEAN.

— Komentar dari
Ketua DISG Masuo —

Masuo Kuremura, Ketua DISG (Japan-ASEAN Economic and
Industrial Cooperation Committee), METI / Direktur Eksekutif JETRO Singapura

Lahir tahun 1976. Lulusan Fakultas Hukum, Universitas Tokyo.

Bergabung dengan METI pada tahun 2002. Memegang peran kunci
termasuk Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Direktur Divisi
Keuangan Industri, dan Direktur Divisi Industri Dirgantara, Pertahanan, dan
Ruang Angkasa.

Saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif JETRO
Singapura. Sejak Juli 2025, ia telah mengemban perannya dalam mengawasi ASEAN
dan kawasan APAC yang lebih luas dari Singapura, dan memimpin inisiatif kerja
sama ekonomi pemerintah-swasta Jepang-ASEAN yang baru.

 “Sementara kebijakan
‘mengutamakan kepentingan negara sendiri’ (country-first) mendapatkan momentum
secara global, Jepang telah lama berkembang bersama komunitas internasional
melalui sistem ekonomi bebas berbasis aturan dan kerangka kerja seperti CPTPP
dan RCEP.

Agar ASEAN dapat mempertahankan pertumbuhannya, sangat
penting untuk menjunjung tinggi kerangka kerja perdagangan dan investasi bebas
ini, dan Jepang akan terus mendukung serta mempromosikannya secara aktif.

Kekuatan Jepang terletak pada keandalannya—menepati
komitmennya—dan dalam memberikan solusi berkualitas tinggi yang menciptakan manfaat
dalam jangka panjang bagi negara mitra. Alih-alih berfokus pada biaya jangka
pendek, bermitra dengan Jepang menawarkan manfaat jangka panjang yang
signifikan dalam mengatasi tantangan sosial dan meningkatkan produktivitas.

Menangani tantangan lokal melalui kerja sama Jepang-ASEAN
pada akhirnya berkontribusi pada penyelesaian tantangan global. Bukan hanya
korporasi besar, tetapi juga startup dengan teknologi dan inovasi baru yang
akan membentuk masa depan.

Dengan mengintegrasikan ekosistem startup Jepang dan ASEAN,
kita dapat membangun model kapitalisme baru—model yang menyeimbangkan
pertumbuhan ekonomi dengan penyelesaian tantangan sosial, daripada hanya
mengandalkan insentif finansial skala besar.

Saya berharap kaum muda akan membawa ide dan teknologi
mereka ke dalam upaya ini dan membantu menciptakan model baru yang dapat
memimpin dunia.”

Hingga saat ini, DISG terutama beroperasi secara daring. Ke
depannya, DISG akan menyertakan keterlibatan tatap muka untuk lebih mempercepat
pengembangan dan implementasi proyek pemerintah-swasta yang konkret.

Dari dialog menuju tindakan, dari konsep menuju implementasi
nyata—DISG akan membawa kemitraan Jepang-ASEAN ke tingkat berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

Tangerang, 20 Mei 2026 — Penyakit aorta merupakan salah satu kondisi kardiovaskular paling berbahaya yang membutuhkan diagnosis dan penanganan cepat. Keterlambatan penanganan dalam hitungan jam dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan, terutama pada kasus acute aortic dissection. Melihat tantangan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan penanganan aorta kompleks melalui pendekatan multidisiplin dan teknologi bedah modern.

Dalam media gathering bertajuk “Kecepatan Menyelamatkan Nyawa: Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern”, dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village menjelaskan bahwa penyakit aorta sering kali datang sebagai kondisi gawat darurat dengan risiko fatal yang sangat tinggi apabila tidak segera ditangani.

Aortic dissection merupakan kondisi ketika lapisan dinding aorta robek dan darah masuk ke lapisan pembuluh darah. Pada fase akut, risiko kematian dapat meningkat sekitar 1–2% setiap jam dalam 24–48 jam pertama apabila tidak mendapatkan penanganan,” jelas dr. Dicky.

Aorta sendiri merupakan pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan pada aorta seperti aneurisma aorta maupun diseksi aorta dapat berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya menimbulkan kondisi yang mengancam jiwa. Secara global, insidensi acute aortic syndromes mencapai sekitar 4,8 per 100.000 orang per tahun, sementara beban penyakit aneurisma aorta di Indonesia juga terus meningkat.

Di Indonesia, dari lebih dari 2.500 rumah sakit, hanya sekitar 120–150 rumah sakit yang memiliki layanan bedah jantung. Namun, untuk penanganan aorta kompleks, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki kemampuan komprehensif dan pengalaman menangani kasus dengan tingkat kesulitan tinggi. Siloam Hospitals Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit yang mampu menangani kasus aorta kompleks, termasuk kondisi kritis yang membutuhkan tindakan cepat, teknologi modern, dan kolaborasi multidisiplin.

dr. Dicky menekankan bahwa keberhasilan penanganan kasus aorta tidak hanya ditentukan oleh satu dokter atau satu prosedur, melainkan oleh kesiapan sistem pelayanan secara menyeluruh. Penanganan optimal membutuhkan koordinasi cepat antara Unit Gawat Darurat, radiologi, dokter bedah, anestesi, ICU, tim kardiologi hingga rehabilitasi dalam satu protokol yang terintegrasi.

Memasuki lebih dari 30 tahun pelayanan kesehatan di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village terus memperkuat kapabilitas layanan kardiovaskular kompleks dengan pengalaman menangani lebih dari 40.000+ kasus kompleks secara multidisiplin.

Siloam Hospitals Lippo Village saat ini menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang mengimplementasikan teknik Frozen Elephant Trunk (FET), sebuah teknik bedah modern untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut. Teknik ini menjadi salah satu standar emas terbaru dalam penanganan bedah aorta modern.

Selain teknik bedah terbuka dan FET, Siloam Hospitals Lippo Village juga didukung oleh layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, CT Scan kardiovaskular 24 jam, serta tim multidisiplin terintegrasi yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan intensive care.

Melalui penguatan layanan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, Siloam Hospitals Lippo Village berharap dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan aorta kompleks berstandar tinggi di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada penyakit kardiovaskular yang mengancam jiwa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dampak Konflik Internasional terhadap Inflasi Global dan Rantai Pasok Dunia

Konflik internasional, baik dalam bentuk perang fisik, perang dagang, maupun ketegangan geopolitik antarnegara besar, selalu menjadi salah satu guncangan (shock) eksternal paling signifikan bagi perekonomian dunia. Di era globalisasi saat ini, rantai pasok global telah terintegrasi sedemikian rupa, sehingga ketidakstabilan di satu wilayah dapat dengan cepat merambat ke wilayah lain melalui jalur perdagangan dan keuangan. Salah satu dampak paling nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat dunia dari adanya konflik geopolitik adalah lonjakan inflasi global, yang dipicu oleh gangguan pasokan barang-barang esensial dan perubahan kebijakan ekonomi negara-negara terdampak.

Jalur Transmisi Konflik Terhadap Kenaikan Inflasi

Mekanisme utama bagaimana konflik internasional memicu inflasi global adalah melalui supply shock atau kelangkaan pasokan komoditas vital. Ketika wilayah yang kaya akan sumber daya alam terlibat konflik, jalur produksi dan distribusi energi seperti minyak mentah dan gas alam biasanya akan terganggu. Mengingat energi merupakan input dasar bagi hampir seluruh industri dan sektor transportasi, kenaikan harga minyak akan langsung mengerek biaya produksi barang dan jasa secara global, sebuah fenomena yang dikenal sebagai cost-push inflation. Untuk memahami bagaimana volatilitas komoditas ini memengaruhi sentimen pasar dan indikator makroekonomi secara makro, Anda dapat memperdalam analisisnya di Market Analysis KVB.

Selain sektor energi, konflik internasional sering kali memukul sektor pangan global. Banyak wilayah konflik merupakan lumbung pangan dunia yang mengekspor komoditas dasar seperti gandum, jagung, dan bahan baku pupuk. Hambatan pada jalur pelayaran strategis akibat blokade atau ancaman keamanan memaksa perusahaan logistik mencari rute alternatif yang lebih jauh, yang pada akhirnya menaikkan biaya pengapalan (freight rates) secara drastis. Ketika biaya logistik dan bahan baku pangan melonjak, negara-negara pengimpor net akan mengalami imported inflation, di mana harga barang-barang konsumsi di dalam negeri naik bukan karena peningkatan permintaan domestik, melainkan karena mahalnya harga barang dari luar negeri.

Kebijakan Proteksionisme dan Ketegangan Moneter

Dampak sekunder dari konflik internasional adalah lahirnya kebijakan ekonomi yang bersifat proteksionis dari berbagai negara. Demi mengamankan pasokan dalam negeri, negara-negara sering kali menerapkan pembatasan ekspor pangan atau energi. Di sisi lain, penggunaan sanksi ekonomi dan pembekuan aset keuangan antarnegara yang berkonflik menciptakan fragmentasi perdagangan global. Praktik ini memaksa rantai pasok bergeser dari prinsip efisiensi biaya (offshoring) menjadi prinsip keamanan geopolitik (friend-shoring), yang secara struktural membuat biaya produksi global menjadi lebih mahal dalam jangka panjang.

Menghadapi tekanan inflasi yang tinggi akibat konflik, bank-bank sentral di seluruh dunia biasanya akan merespons dengan kebijakan moneter kontraktif, yaitu menaikkan suku bunga acuan secara agresif untuk meredam ekspektasi inflasi. Langkah ini berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan memicu fluktuasi tajam di pasar mata uang. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan bergerak sangat cepat ini, para pelaku ekonomi dan investor membutuhkan infrastruktur perdagangan yang stabil dan transparan untuk melindungi nilai aset mereka dari risiko penurunan daya beli uang.

Kelola Risiko Portofolio Anda Bersama KVB Futures

Dinamika inflasi global yang dipicu oleh konflik internasional menuntut para pelaku pasar untuk lebih jeli dalam mengelola risiko dan mencari instrumen pelindung nilai (hedging). KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan dengan stabilitas tinggi dan dukungan teknologi eksekusi mutakhir, memungkinkan Anda untuk mengakses dan bertransaksi di pasar global secara profesional dan aman. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah finansial Anda dengan menyediakan layanan yang transparan demi menjaga ketahanan portofolio Anda di tengah ketidakpastian geopolitik.

Seluruh fitur dan infrastruktur digital kami dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para trader yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keamanan data di setiap kondisi pasar. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional dalam mengamankan modal dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika ekonomi dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Cuma Hijab Paris Polos, napocut Kenalkan 4 Variasi Hijab Segiempat Paris Tegak Paripurna

Jakarta, 20 Mei 2026 – Selama ini napocut dikenal luas sebagai salah satu pionir yang mempopulerkan penggunaan hijab segiempat Paris di Indonesia. Namun seiring berkembangnya kebutuhan konsumen, brand ini kini mempertegas posisinya melalui pengenalan empat variasi utama yang melengkapi koleksi hijab Paris premium miliknya. 

Transformasi ini menunjukkan bahwa napocut tidak hanya berfokus pada koleksi polos saja. Berangkat dari riset material yang sudah menjadi ciri khasnya, napocut  kini menawarkan empat varian produk:

Plain Paris Scarf

Embroidery Scarf

Plain Tassel Scarf

Plain Crystal Scarf

Keempatnya disiapkan untuk berbagai agenda, mulai dari pemakaian sehari-hari hingga kebutuhan acara yang lebih formal.

Mengutamakan Kualitas Material yang Konsisten

Meskipun hadir dalam empat jenis varian, napocut tetap mempertahankan standar bahan yang sama. Seluruh koleksi tersebut menggunakan material Premium Japan Cotton Voil (Paris) berukuran 115 x 115 cm. Material ini memiliki beberapa keunggulan yang menjadi kualitas napocut:

Tegak Paripurna: Bahan ini mudah dibentuk dan tetap rapi saat dikenakan tanpa mudah berubah posisi meski terkena angin

Daya Tahan Bahan: Serat kainnya kuat dan tidak mudah berbulu, bahkan setelah melewati beberapa kali pencucian secara manual

Perawatan Mudah: Karakteristik kain tetap halus dan tidak mudah kusut, sehingga praktis untuk penggunaan jangka panjang

Saat ini, koleksi hijab paris segiempat napocut tersedia dalam lebih dari 100 pilihan warna yang dikurasi agar sesuai dengan berbagai undertone kulit perempuan Indonesia. Untuk mendapatkan koleksi lengkap ini, konsumen dapat mengunjungi situs resmi napocut.com atau mendatangi langsung 25 napocut store yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inisiatif Pemerintah Indonesia dalam Penanggulangan Penyakit Menular

Penyakit menular merupakan salah satu ancaman kesehatan utama di Indonesia. Penyebarannya yang cepat, terutama di daerah padat penduduk dan akses kesehatan terbatas, menuntut intervensi yang cepat dan terencana. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan berbagai inisiatif untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular dengan pendekatan holistik.

Salah satu inisiatif utama adalah imunisasi. Program vaksinasi mencakup penyakit seperti campak, polio, hepatitis B, difteri, dan tetanus. Pemerintah memastikan vaksin tersedia di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, serta melaksanakan imunisasi massal ketika wabah terjadi. Program ini terbukti efektif menurunkan angka kasus penyakit menular dan meningkatkan imunitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah memperkuat sistem pelayanan kesehatan. Fasilitas seperti puskesmas, rumah sakit, dan laboratorium dilengkapi kemampuan diagnostik untuk mendeteksi penyakit lebih cepat. Penggunaan sistem informasi kesehatan digital memudahkan pemantauan kasus penyakit secara real-time, sehingga langkah pengendalian dapat diterapkan lebih cepat. Surveilans epidemiologi ini menjadi alat penting untuk memprediksi dan mencegah wabah sebelum menyebar luas.

Edukasi dan kesadaran masyarakat juga menjadi strategi penting. Pemerintah secara rutin menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kampanye Germas. Masyarakat diajak untuk menerapkan cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi risiko penularan penyakit melalui kebiasaan sehari-hari. Peningkatan kesadaran masyarakat memperkuat efektivitas program kesehatan pemerintah.

Kerja sama internasional turut mendukung upaya pemerintah. Indonesia bekerja sama dengan WHO, UNICEF, dan lembaga donor untuk mendapatkan bantuan teknis, vaksin, dan pelatihan tenaga kesehatan. Dukungan ini memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi penyakit menular dan mempercepat respons terhadap wabah.

Selain itu, regulasi menjadi fondasi dalam penanggulangan penyakit menular. Undang-Undang Kesehatan dan peraturan menteri terkait mengatur pelaporan kasus, karantina, dan tindakan darurat saat wabah muncul. Regulasi ini memberikan panduan yang jelas bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sehingga penanganan penyakit menular dapat dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi.

Dengan kombinasi imunisasi, penguatan sistem kesehatan, edukasi masyarakat, kolaborasi internasional, dan regulasi, pemerintah Indonesia berupaya menekan angka penyakit menular. Strategi ini menyasar pencegahan, deteksi, dan penanganan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

Danantara Bahas Indonesia Open Network, Dorong Fondasi Baru Ekonomi Digital yang Lebih Inklusif

Jakarta — Upaya Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional terus bergerak ke arah yang lebih inklusif dan terbuka. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026), sejumlah pemangku kepentingan membahas potensi pengembangan Indonesia Open Network (ION), sebuah konsep infrastruktur digital publik terbuka yang dinilai dapat menjadi landasan baru bagi ekosistem ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Pertemuan tersebut mempertemukan CEO Danantara Rosan Roeslani dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty serta Steering Committee ION dan CEO Indonesia Economic Forum, Sachin V Gopalan. Diskusi berfokus pada bagaimana pendekatan open digital public infrastructure atau infrastruktur publik digital terbuka dapat membantu membangun sistem ekonomi digital yang lebih efisien, lebih terhubung, dan mampu diakses lebih banyak pelaku usaha.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital nasional, pembahasan mengenai infrastruktur digital terbuka muncul sebagai pendekatan baru yang dinilai dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem digital. Alih-alih membangun sistem yang tertutup dan terfragmentasi, model ini menawarkan fondasi bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pelaku, mulai dari perusahaan besar hingga usaha skala kecil dan menengah.

Rosan Roeslani menilai Indonesia saat ini sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi digital generasi berikutnya. Menurutnya, transformasi digital tidak lagi hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi terbaru, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata.

“Indonesia sedang membangun fondasi ekonomi digital generasi berikutnya yang lebih efisien, terbuka, dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Melalui Indonesia Open Network, kami melihat peluang menghadirkan fondasi baru bagi ekonomi digital nasional yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan ION tidak sekadar berkaitan dengan pengembangan teknologi baru. Di balik konsep tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni memastikan pembangunan ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.

“Yang ingin dicapai bukan sekadar percepatan adopsi teknologi. Kami ingin memastikan ekonomi digital Indonesia dapat bekerja untuk semua,” tambahnya.

Belajar dari Infrastruktur Digital Terbuka

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep digital public infrastructure atau DPI semakin banyak mendapat perhatian di berbagai negara. Berbeda dari platform digital tertutup yang biasanya dikendalikan oleh satu perusahaan atau ekosistem tertentu, DPI dirancang sebagai lapisan dasar yang terbuka dan dapat digunakan bersama.

Model seperti ini dinilai mampu menciptakan interoperabilitas yang lebih baik antar layanan digital sekaligus mendorong inovasi lebih luas. India menjadi salah satu negara yang kerap dijadikan contoh penerapan model tersebut melalui berbagai layanan digital berskala nasional yang menghubungkan masyarakat dengan sistem pembayaran, identitas digital, hingga layanan publik.

Dalam konteks Indonesia, Indonesia Open Network hadir sebagai salah satu gagasan yang mencoba mengadaptasi pendekatan tersebut ke dalam ekosistem perdagangan dan layanan digital nasional. Konsep ini berupaya membangun jaringan terbuka yang memungkinkan lebih banyak pelaku usaha terhubung dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengatakan pihaknya memaparkan potensi Indonesia Open Network kepada Danantara, termasuk sejumlah implementasi awal yang tengah disiapkan.

“Kami menjelaskan konsep Indonesia Open Network sebagai jaringan perdagangan digital berbasis open source, termasuk Indonesia One, aplikasi mobilitas berbasis ION yang tengah dipersiapkan untuk hadir di Indonesia melalui Nammayatri,” kata Chakravorty.

Indonesia One disebut menjadi salah satu contoh implementasi yang dibangun di atas ekosistem ION. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai platform mobilitas yang terhubung dengan jaringan terbuka, sehingga memungkinkan kolaborasi lintas penyedia layanan dalam satu ekosistem yang lebih fleksibel.

Peluang Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

Pembahasan mengenai ION muncul pada saat ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Indonesia masih menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, didukung pertumbuhan pengguna internet, transaksi digital, dan meningkatnya adopsi layanan daring.

Di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan tantangan baru. Banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi hambatan untuk masuk ke ekosistem digital yang lebih besar. Faktor biaya, akses teknologi, serta keterbatasan integrasi kerap menjadi kendala utama.

Model jaringan terbuka seperti ION dipandang berpotensi membuka peluang partisipasi yang lebih luas. Dengan fondasi yang dapat digunakan bersama, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk terhubung dan berkembang dalam ekosistem digital nasional.

Sandeep mengatakan respons awal yang diterima dari Danantara menunjukkan ketertarikan terhadap potensi pengembangan model tersebut.

“Danantara melihat banyak kemungkinan yang dapat dikembangkan dari inisiatif ini,” ujarnya.

Meski pembahasan masih berada pada tahap awal, pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana Indonesia mulai menjajaki pendekatan baru dalam membangun fondasi ekonomi digital jangka panjang. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, sistem yang lebih terbuka dan inklusif dinilai dapat menjadi salah satu kunci untuk memastikan transformasi digital berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES