Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Jakarta – Arsitektur subsidi energi nasional kini berada di persimpangan jalan. Ketergantungan terhadap LPG impor yang kian masif tidak hanya membebani devisa, tetapi juga membuat belanja subsidi dalam APBN menjadi tidak optimal karena lebih banyak digunakan untuk menopang komoditas impor ketimbang menggerakkan sumber daya domestik.

Melansir Laporan Kinerja Ditjen Migas Kementerian ESDM tahun 2025, ketergantungan Indonesia terhadap gas impor terus memburuk dalam lima tahun terakhir.

Porsi impor LPG kini telah mendominasi lebih dari 75% konsumsi nasional. Pada 2021, dari konsumsi 8,36 juta ton, impor mencapai 6,34 juta ton. Angka ini melonjak menjadi 7,49 juta ton impor pada 2025 dari total konsumsi 9,24 juta ton.

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja itu sekitar Rp120 triliun sampai Rp150 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia naik, pasti lebih besar lagi,” ujar Bahlil saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon II di Kementerian ESDM di Jakarta pekan ini.

Selain tekanan devisa, Bahlil juga menyoroti beban subsidi LPG di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus merangkak.

Kementerian Keuangan mencatat belanja subsidi LPG mencapai Rp67,6 triliun pada 2021, melonjak menjadi Rp100,4 triliun pada 2022, kemudian sebesar Rp74,3 triliun pada 2023, Rp80,9 triliun pada 2024, dan mencapai Rp87 triliun pada 2025.

”Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari jalan agar bahan baku yang tersedia di dalam negeri bisa dikonversi untuk mengganti LPG,” imbuh Bahlil.

Salah satu strategi yang digenjot guna menutup gap besar impor LPG ialah melalui hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dikembangkan oleh MIND ID, Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga. Proyek ini telah diresmikan Percepatan Pengembangan Coal to DME oleh Presiden Prabowo dalam Rangkaian Groundbreaking Proyek Hilirisasi Ke-2 di akhir April 2026.

Sejumlah akademisi dan pengamat memberi catatan kritis atas grounbreaking proyek tersebut. Pengamat energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Iwa Garniwa menilai keberhasilan DME sebagai substitusi LPG tidak hanya bergantung pada pembangunan pabrik, tapi juga butuh dukungan dari sisi insentif fiskal dan konsistensi kebijakan.

DME kata Iwa perlu disokong oleh kepastian harga batu bara dan stimulus kebijakan berupa subsidi agar harga jualnya lebih terjangkau diterima masyarakat.

”DME sangat sensitif terhadap harga batu bara dan capex gasifikasi itu tinggi. Jika harga batu bara di atas US$60 per ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi,’’ ujar Iwa.

Dalam hal ini, Iwa mendorong dilakukannya reformasi subsidi energi secara bertahap dari komoditas ke individu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tanpa reformasi ini, insentif untuk beralih ke jaringan gas (jargas), listrik, atau DME menjadi lemah.

Selain itu, pemerintah diminta mengembangkan indikator kinerja proyek ini. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pabrik DME, melainkan dari penurunan volume impor LPG, penghematan subsidi, dan penurunan intensitas emisi per kapita.

”Diversifikasi energi rumah tangga adalah isu multidimensi yang menyangkut fiskal, ketahanan energi, lingkungan, dan keadilan sosial. Keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan mengelola transisi secara berkeadilan,” jelas Iwa saat dihubungi. 

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menyusun peta jalan diversifikasi energi rumah tangga berdasarkan karakteristik wilayah.

Misalnya, pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di kota besar yang dekat dengan jaringan transmisi gas, penggunaan kompor listrik di daerah dengan surplus daya listrik, serta pemanfaatan DME di wilayah non-pipa seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Dengan skema tersebut, potensi substitusi LPG diperkirakan dapat mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 55%-75% dari volume impor LPG saat ini.

Selain dukungan kebijakan, Pengamat Energi Migas Hadi Ismoyo juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan infrastruktur DME.

”Infrastruktur kompor DME sudah ada di Lemigas. Tidak masalah. Tinggal membuat pabrik skala besar. Danantara bisa kolaborasi dengan Pertamina yang sudah punya jaringan distribusi yang matang dan terukur,” ungkap Hadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Jakarta, 8 Mei 2026 – Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi, keselamatan kerja, serta transparansi proyek infrastruktur. Dalam konteks itu, PT SUCOFINDO (PERSERO) menyerahkan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) (29/4).

Sertifikasi tersebut meliputi SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, SNI ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), SNI ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, SNI ISO 31000:2018 tentang Manajemen Risiko, serta SNI ISO 21502:2020 tentang Panduan Manajemen Proyek.

Langkah ini dinilai penting di tengah tantangan industri konstruksi yang semakin kompleks, mulai dari aspek kepatuhan regulasi, pengendalian risiko proyek, hingga tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi mengatakan, penerapan sistem manajemen terintegrasi tidak hanya menjadi instrumen kepatuhan, tetapi juga fondasi dalam menjaga kualitas proyek dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen WIKA dalam menerapkan standar internasional secara menyeluruh. Di sisi lain, hal ini menegaskan peran SUCOFINDO sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam memastikan operasional industri berjalan sesuai praktik terbaik global,” ujar Agus Permadi.

Menurut Agus, integrasi sistem manajemen memungkinkan perusahaan membangun pola kerja yang lebih efektif, terukur, dan adaptif terhadap berbagai risiko operasional maupun dinamika industri.

Ia menambahkan, penerapan standar internasional juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap sektor konstruksi nasional, terutama pada proyek-proyek strategis yang menuntut kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas tinggi.

“Penerapan sistem manajemen terintegrasi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola perusahaan yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan. Sertifikasi ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan instrumen untuk menjaga konsistensi kinerja di seluruh lini operasional,” kata Agus.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Manajamen Risiko dan Legal PT Wijaya Karya (PERSERO) Tbk Fafan Khoirul Fanani, menyampaikan sertifikasi tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif.

“Sertifikasi ini memperkuat posisi WIKA dalam menghadapi tantangan pasar ke depan. Integrasi aspek mutu, lingkungan, keselamatan kerja, hingga manajemen risiko menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Fafan.

Menurut dia, implementasi enam sistem manajemen internasional secara terintegrasi merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

“Kami mengapresiasi dukungan SUCOFINDO yang selama ini menjadi mitra strategis dalam proses sertifikasi dan penguatan standar perusahaan,” katanya.

Selain layanan sertifikasi sistem manajemen, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menyediakan layanan penunjang sektor konstruksi, antara lain Sertifikat Laik Operasi (SLO), pengujian material konstruksi seperti batuan, beton dan tanah, survei seismik, hingga survei topografi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB

Jakarta, 4 Mei 2026 – Perubahan pola hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Rumah kini berkembang menjadi ruang multifungsi, mulai dari tempat beristirahat, bekerja, hingga pusat interaksi keluarga.

Dalam konteks tersebut, renovasi hunian semakin menjadi pilihan strategis bagi masyarakat. Dibandingkan membeli atau membangun rumah baru, renovasi dinilai lebih efisien, terutama di tengah tren kenaikan suku bunga kredit perumahan serta harga properti yang terus meningkat. Selain itu, kebutuhan untuk menyesuaikan fungsi ruang, termasuk ruang kerja di rumah, turut mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan hunian yang telah dimiliki.

Dari sisi biaya, renovasi rumah memerlukan perencanaan finansial yang tidak sedikit. Kebutuhan dana renovasi untuk rumah sederhana dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dalam konteks tersebut, fleksibilitas dalam mengakses pendanaan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat tetap merealisasikan kebutuhan renovasi tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Menjawab peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan melalui produk BRI Flash, yaitu fasilitas dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan. Produk ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan dengan proses yang cepat dan fleksibel, sehingga masyarakat dapat merencanakan renovasi rumah secara lebih matang.

Melalui BRI Flash, BRI Finance menawarkan suku bunga mulai dari 0,7% per bulan, tenor hingga 4 tahun, serta plafon pembiayaan hingga 90% dari nilai kendaraan yang dijaminkan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap hunian, renovasi menjadi salah satu prioritas yang semakin penting. BRI Finance hadir untuk memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan fleksibel, sehingga masyarakat dapat mengelola kebutuhan renovasi sekaligus menjaga perencanaan keuangan secara lebih terstruktur.”

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola risiko yang disiplin dalam setiap penyaluran pembiayaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga serta mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan secara jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%

Jakarta, 4 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menunjukkan ketahanan kinerja di tengah meningkatnya kewaspadaan industri terhadap risiko pembiayaan. Hingga Februari 2026, Perseroan berhasil menjaga rasio non-performing financing (NPF) pada level 2,23%, mencerminkan kualitas portofolio yang tetap terkelola dengan baik dan berada dalam batas yang sehat sesuai ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari konsistensi Perseroan dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penguatan kerangka manajemen risiko secara menyeluruh. “Kami memastikan setiap proses pembiayaan dijalankan secara disiplin, mulai dari proses underwriting, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan portofolio yang dilakukan secara berkala dan terukur,” ujarnya.

Seiring dengan itu, BRI Finance juga terus meningkatkan efektivitas fungsi collection serta memperkuat sistem monitoring terhadap kewajiban pembayaran debitur. Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi mitigasi risiko guna menjaga stabilitas kualitas aset di tengah dinamika eksternal yang terus berkembang.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya tren peningkatan rasio pembiayaan bermasalah di industri dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dan meningkatkan selektivitas dalam ekspansi bisnis.

“Dinamika tersebut berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pencadangan serta mendorong industri untuk lebih prudent dalam menyalurkan pembiayaan, dengan tetap menjaga kualitas portofolio,” tambah Wahyudi.

Meski demikian, BRI Finance melihat ruang pertumbuhan tetap terbuka pada awal tahun 2026. Penyaluran pembiayaan masih menunjukkan tren yang positif, dengan strategi yang lebih selektif dan berbasis pada profil risiko debitur serta daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan aktivitas industri yang masih bergerak positif, ditopang oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis dan kualitas aset.

“Dengan disiplin dalam penerapan manajemen risiko serta penguatan fungsi monitoring dan collection, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Skema Mulai 0,7%, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Motor Premium

Jakarta, 1 Mei 2026 – Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih menghadapi sejumlah tantangan, kendaraan roda dua tetap mempertahankan posisinya sebagai moda transportasi paling relevan di Indonesia. Fleksibilitas, efisiensi biaya, serta kemampuannya menjangkau berbagai kebutuhan mobilitas menjadikan sepeda motor tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis.

Kinerja industri pun mencerminkan hal tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2025 melampaui 6,4 juta unit atau tumbuh sekitar 1,3% secara tahunan. Rata-rata penjualan bulanan yang konsisten di atas 500 ribu unit menjadi indikator kuat bahwa permintaan pasar tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan ekonomi.

Dari sisi skema transaksi, pembelian dengan angsuran masih menjadi pilihan utama dengan porsi sekitar 65% dari total penjualan. Hal ini menegaskan peran penting perusahaan pembiayaan dalam menjaga keberlanjutan konsumsi masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan industri otomotif nasional.

Merespons tren tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan motor baru segmen premium dengan suku bunga kompetitif mulai dari 0,7% per bulan dan tenor fleksibel hingga lima tahun. Program ini secara khusus ditujukan bagi nasabah BRI serta karyawan BRI Group sebagai bagian dari optimalisasi sinergi dalam ekosistem keuangan BRI.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengungkapkan bahwa pasar roda dua saat ini menunjukkan pergeseran preferensi yang semakin jelas, terutama pada meningkatnya minat terhadap kendaraan di segmen premium.

“Sepeda motor kini tidak lagi dipandang semata sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai representasi gaya hidup dan identitas penggunanya. Kami melihat adanya peningkatan demand pada motor premium yang menawarkan kombinasi performa, desain, dan nilai prestis. Melalui program ini, BRI Finance berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan tersebut,” jelas Dhani.

Lebih lanjut, pertumbuhan pasar juga turut didukung oleh kondisi makro yang lebih kondusif, termasuk tren penurunan suku bunga serta kemudahan akses pembiayaan yang semakin luas. Kombinasi faktor ini berkontribusi terhadap peningkatan transaksi dalam beberapa periode terakhir.

Untuk memberikan kemudahan akses, pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara digital melalui platform resmi BRI Finance maupun melalui jaringan dealer rekanan di seluruh Indonesia. Dengan proses yang semakin terintegrasi dan efisien, BRI Finance optimistis dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem pembiayaan otomotif nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif

Medan, 8 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut berpartisipasi dalam ajang BRI Consumer Expo 2026 “Goes to Medan” yang diselenggarakan pada 8–9 Mei 2026 di Club House Royal Sumatra, Medan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis BRI Group, dengan dukungan Danantara Indonesia, dalam menghadirkan platform terintegrasi guna mendorong pertumbuhan bisnis konsumer sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap solusi keuangan yang inovatif dan kompetitif.

BRI Consumer Expo mengusung konsep one stop financial solution, yang mengintegrasikan berbagai penawaran pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), hingga produk finansial lainnya dengan pameran properti, otomotif, serta beragam aktivitas gaya hidup. Melalui konsep ini, masyarakat dapat mengakses kebutuhan pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi dalam satu lokasi.

Dalam pameran ini, BRI Finance menghadirkan berbagai penawaran menarik, di antaranya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga mulai dari 1,75% flat per tahun untuk fixed 1 tahun, serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan suku bunga mulai dari 1,59% flat per tahun untuk tenor 1 tahun. Penawaran ini turut didukung oleh kehadiran proyek properti unggulan seperti Royal Botanica Park yang menawarkan hunian modern dengan konsep living redefined.

Partisipasi BRI Finance dalam BRI Consumer Expo 2026 juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk pengembang properti dan dealer otomotif, sehingga pengunjung dapat memperoleh solusi pembiayaan yang komprehensif dan sesuai kebutuhan secara langsung di lokasi acara.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam ajang ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat.

“Melalui partisipasi di BRI Consumer Expo 2026 Medan, kami ingin memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan solusi pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan. Kami juga melihat kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, sehingga dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Dhani.

Selain menawarkan produk pembiayaan, BRI Consumer Expo 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik seperti property expo, automotive expo, talkshow, serta hiburan musik yang memberikan pengalaman lebih interaktif dan engaging bagi pengunjung.

Dengan kehadiran BRI Finance dalam ajang ini, perusahaan optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai mitra keuangan terpercaya dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis konsumer BRI Group secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

VRITIMES Hadir Sebagai Media Partner SCALECON 2026 Surabaya, Berbagi Wawasan tentang AI dan Masa Depan Media Digital

Surabaya, 10 Mei 2026 — Setelah sukses diselenggarakan pada 9 Mei 2026 di The Sanctuary Hall, Lagoon Avenue Mall, Surabaya, SCALECON 2026 Surabaya berhasil menarik perhatian lebih dari 500 peserta yang terdiri dari para profesional, praktisi teknologi, dan pemimpin bisnis. VRITIMES tidak hanya berperan sebagai media partner, namun juga membuka booth interaktif yang menjadi salah satu daya tarik utama di event tersebut.

Booth VRITIMES menjadi tempat bagi pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia media dan digital visibility. Dengan fokus pada AI-driven media solutions, pengunjung dapat mempelajari bagaimana VRITIMES memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung strategi pemasaran digital yang lebih efektif serta meningkatkan visibilitas brand melalui platform media digital yang inovatif.

Ferry Bayu, Co‑Founder & CEO VRITIMES, turut berpartisipasi sebagai pembicara dalam sesi panel bertema “AI, Media & the New Rules of Digital Visibility in Indonesia”. Dalam sesi ini, Ferry membahas dampak teknologi AI dalam transformasi industri media di Indonesia, serta bagaimana para pelaku bisnis dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing di dunia digital yang semakin kompetitif.

“SCALECON 2026 Surabaya merupakan kesempatan luar biasa untuk memperkenalkan bagaimana teknologi AI dapat mengubah lanskap industri media. Kami di VRITIMES percaya bahwa kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka potensi baru dalam meningkatkan visibilitas digital dan pengalaman audiens. Melalui partisipasi kami di event ini, kami berharap dapat memberikan wawasan lebih dalam kepada para profesional di industri media dan bisnis mengenai manfaat AI dalam mendorong transformasi digital yang lebih efektif,” ujar Ferry Bayu.

Selain itu, booth VRITIMES juga menjadi tempat bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan tim ahli dari VRITIMES tentang bagaimana AI dapat diterapkan dalam strategi media, meningkatkan engagement dengan audiens, serta memaksimalkan performa kampanye digital.

Sebagai media partner utama acara ini, VRITIMES berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperkenalkan penerapan teknologi AI yang dapat membuka peluang lebih luas bagi industri media dan komunikasi di Indonesia. Partisipasi dalam SCALECON 2026 Surabaya semakin menegaskan peran VRITIMES sebagai penggerak inovasi di dunia media digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

KLTC® kembali menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT) angkatan ke-8 yang akan berlangsung pada akhir tahun 2026. Program intensif selama 160 jam ini dirancang untuk mencetak trainer profesional melalui pendekatan praktis dan terstruktur. Dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta dukungan berbagai sertifikasi nasional dan internasional, PPKPT menjadi bagian dari upaya KLTC® dalam meningkatkan kualitas trainer dan pengembangan SDM di Indonesia.

Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) kembali menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT) sebagai upaya meningkatkan kualitas trainer di Indonesia. Program ini akan memasuki angkatan ke-8 dan dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026, menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KLTC® dalam mencetak trainer profesional yang mampu memberikan dampak nyata dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Di tengah meningkatnya kebutuhan pelatihan di berbagai sektor, kualitas trainer menjadi faktor krusial yang menentukan efektivitas pengembangan SDM. Namun, tidak semua individu yang berperan sebagai trainer memiliki standar kompetensi yang memadai. Kondisi ini mendorong perlunya program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang lebih terstruktur, komprehensif, dan berorientasi pada praktik.

Melalui PPKPT, KLTC® menghadirkan program intensif selama 160 jam yang dilaksanakan dalam 8 hari, dirancang khusus untuk membentuk trainer profesional dengan pendekatan yang aplikatif. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga pada penguasaan teknik fasilitasi, pemahaman psikologi peserta, serta kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang efektif.

PPKPT angkatan ke-8 nantinya akan dibuka untuk 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta wajib berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari profesional, praktisi, hingga individu yang ingin mengembangkan karier sebagai trainer. Pendaftaran PPKPT ini akan segera dibuka pada bulan Juni 2026 mendatang.

Salah satu keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang mengintegrasikan berbagai metode dan disiplin ilmu. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung, simulasi, serta proses evaluasi yang dirancang untuk memastikan kesiapan peserta dalam menjalankan peran sebagai trainer profesional.

Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai sertifikasi yang mendukung kompetensi mereka, di antaranya Certified Hypnotherapist, Certified NLP Practitioner, Certified NLP Coach, Certified Public Speaker, hingga Certified Trainer. Sertifikasi ini berasal dari berbagai lembaga nasional dan internasional, yang turut memperkuat kredibilitas peserta dalam menjalankan profesinya.

Menurut Direktur KLTC®, keberadaan program seperti PPKPT menjadi semakin relevan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah. Trainer tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan yang mampu membantu individu dan organisasi berkembang secara berkelanjutan.

“Menjadi trainer bukan sekadar berbicara di depan peserta, tetapi tentang bagaimana menciptakan perubahan dalam diri peserta. Karena itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang serius, terstruktur, dan mendalam, agar seorang trainer benar-benar siap menjalankan perannya,” ujar Dr. Puguh Dwi Kuncoro.

Melalui program ini, KLTC® menargetkan lahirnya trainer profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang proses belajar manusia. Dengan demikian, setiap trainer yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan SDM di berbagai bidang.

KLTC® berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat standar kualitas trainer di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara ilmu, praktik, dan pengalaman, KLTC® berharap dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengembangan SDM yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

Jakarta (10/05), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara dalam perhelatan hari keempat The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26) di Grand Atrium, Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (09/05). Dalam sesi talkshow bertajuk “Driving Customer Experience Through Smart Mobility Ecosystem”, Rivan memaparkan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Direksi Jasa Marga lainnya, di antaranya Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani dan pendiri MCorp Hermawan Kertajaya serta jajaran BOD-1 dan Roadster Jasa Marga. Kehadiran secara lengkap jajaran direksi ini merupakan bentuk dukungan nyata Perusahaan terhadap penguatan transformasi digital dan pengembangan talenta inovator muda di Indonesia.

Dalam paparannya, Rivan menjelaskan bahwa masa depan industri jalan tol sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas yang cerdas dan terintegrasi.

“Travoy adalah salah satu karya anak bangsa yang lahir dari inovasi para Roadster, betul-betul lahir dari rohnya insan Jasa Marga. Setiap pengguna jalan membutuhkan informasi untuk membantu mengambil keputusan dan mencapai tujuan perjalanannya. Proses pengambilan keputusan tersebut menjadi sangat penting, terutama dengan lebih dari 3,5 juta kendaraan yang melintas setiap harinya di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga. Dengan jumlah ini, setiap tahunnya Jasa Marga melayani jumlah pelanggan sebesar 1,3 miliar kendaraan,” ujar Rivan.

Visi pembangunan ekosistem digital Jasa Marga diwujudkan secara konkret melalui penyelenggaraan Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026, sebuah kompetisi strategi pemasaran yang menantang kreativitas mahasiswa dalam mengoptimalkan fitur-fitur aplikasi Travoy. Rivan menambahkan bahwa masukan dari generasi muda sangat krusial bagi transformasi perusahaan.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan pengguna jalan terus berevolusi. Dengan melibatkan mahasiswa dalam kompetisi ini, kami mendapatkan sudut pandang yang jujur dan inovatif. Hal ini sangat membantu kami dalam menyempurnakan Travoy agar tetap menjadi asisten digital perjalanan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui Travoy, Jasa Marga menghadirkan engagement yang lebih dekat dengan pelanggan. Inovasi ini menjadi wujud gagasan generasi emas bangsa dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” tambah Rivan.

Kompetisi yang dimulai sejak Februari 2026 ini telah menarik antusiasme luar biasa dari 783 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sebelum mencapai babak final, Top 12 Finalis telah melewati serangkaian proses seleksi mulai dari tahap Rocket Pitch, Agency Pitch, hingga Consultant Pitch, serta pembekalan melalui company visit ke Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).

Puncaknya, pada babak akhir yaitu BOD Pitch, ide-ide brilian para finalis diuji langsung oleh dewan juri yang terdiri dari manajemen Jasa Marga dan MCorp. Berdasarkan hasil penilaian para juri, telah terpilih Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026:

* Juara 1: Tim UITB Co. – Beranggotakan Ardi Saputra (Universitas Indonesia), Haycal Hidayatullah (Institut Teknologi Bandung), dan Muhammad Dewata Agung Soesetyo (Universitas Indonesia).

* Juara 2: Tim GTA On The Road – Beranggotakan Angelin Veronica (Universitas Airlangga), Tony Gunawan (Universitas Airlangga), dan Gerard Viriyandra (Universitas Airlangga).

* Juara 3: Tim Gacor Sukses – Beranggotakan Ridhwan Fadly Saputra (Universitas Airlangga), Talitha Firyal Ghina Nuha (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), dan Ahmad Hasan Fitaihi (Universitas Airlangga).

Para pemenang berhak atas total hadiah mencapai lebih dari Rp40 juta, sertifikat bagi seluruh partisipan, peluang emas untuk mengikuti program magang di Jasa Marga, serta portofolio yang relevan dengan standar industri (industry-ready portfolio).

Selain itu, Jasa Marga juga memberikan apresiasi kepada para pemenang kategori Best JMTC Video Challenge, yaitu Juara 1 Muhammad Nur Nobi Kamosa dari ITB, Juara 2 Fransisca Andini Cakra Puspitasari dari Universitas Airlangga, dan Juara 3 I Gde Ari Wirya Palguna dari Universitas Telkom atas kreativitas yang ditampilkan melalui karya terbaik mereka.

Mengenai hasil kompetisi ini, Rivan menyampaikan apresiasinya kepada para pemenang. “Selamat untuk ketiga tim yang telah berhasil menjadi pemenang. Solusi yang kalian tawarkan sangat aplikatif dan kreatif. Kami bangga dapat memberikan wadah bagi para talenta muda untuk ikut berkontribusi dalam transformasi digital Jasa Marga guna mewujudkan pelayanan jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tutup Rivan.

Meski rangkaian kompetisi utama telah berakhir, keseruan Jasa Marga di JAKMW-26 masih berlanjut. Pengunjung masih dapat mengunjungi booth Jasa Marga hingga Minggu (10/05). Booth ini menawarkan pengalaman driving simulator serta berbagai aktivitas interaktif berhadiah menarik. Jasa Marga mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan hari terakhir Jakarta Marketing Week 2026 di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perjalanan Mahasiswa BINUS University dalam Meraih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah III

Jakarta, 5 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Stanley Nathanael Wijaya, mahasiswa Computer Science dari School of Computer Science (SOCS) BINUS @Alam Sutera angkatan B27, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Pilmapres LLDIKTI Wilayah III dan melanjutkan langkahnya ke tingkat nasional. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa BINUS mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat yang lebih luas.

Bagi Stanley, pengalaman mengikuti Pilmapres merupakan perjalanan yang penuh makna. Ia mengaku merasa bersyukur sekaligus bangga dapat mewakili BINUS di tingkat wilayah. Di sisi lain, sebagai kompetisi individu, ia juga merasakan tekanan karena harus tampil secara maksimal di hadapan para juri dan peserta dari berbagai universitas. Meskipun demikian, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu momen tak terlupakan.

Selain proses kompetisi, kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas menjadi nilai tambah tersendiri. Melalui interaksi tersebut, Stanley mendapatkan banyak insight baru, memperluas wawasan, serta membangun relasi yang dapat mendukung pengembangan dirinya ke depan.

Keputusan untuk mengikuti Pilmapres juga tidak datang secara tiba-tiba. Sejak SMP hingga kuliah, Stanley telah aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan organisasi. Ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi kandidat Pilmapres, ia melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan pengalaman dan relasi. Baginya, Pilmapres bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk bertumbuh.

Dalam perjalanannya, dukungan dari BINUS University menjadi salah satu faktor penting. Stanley mendapatkan mentoring dari para guru besar serta bimbingan dari dosen School of Computer Science. Selain itu, berbagai program pengembangan mahasiswa, dukungan dari BINUS, hingga fasilitas pendukung lainnya turut membantu proses persiapannya secara menyeluruh.

Pencapaian ini juga sejalan dengan visi BINUS University dalam fostering and empowering society. Melalui berbagai program pengembangan, BINUS tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berkembang, berani mengambil peluang, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Di balik pencapaiannya, tentu terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan terbesar adalah mengatur waktu di tengah padatnya aktivitas, termasuk mengikuti berbagai kompetisi lainnya secara bersamaan. Selain itu, setiap tahapan seleksi Pilmapres juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri, mulai dari penyusunan gagasan kreatif, hingga kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris. Proses ini menjadi pembelajaran berharga yang mendorong Stanley untuk terus mengembangkan kemampuan, baik secara akademik maupun non-akademik.

Sebagai bagian dari BINUS @Alam Sutera yang memiliki fokus pada creative business, perjalanan Stanley juga mencerminkan pentingnya kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta adaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan. Hal ini tidak hanya relevan dalam dunia kompetisi, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.

Saat ini, Stanley tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat nasional dengan melakukan berbagai persiapan yang lebih matang. Baginya, setiap proses yang dijalani merupakan bagian penting dari perjalanan menuju hasil yang lebih baik.

Melalui pengalamannya, Stanley juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa BINUS untuk terus berani mencoba dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Ia menekankan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan integritas yang dimiliki.

“Always do your best, even when no one is watching. Because true excellence is built in silence through perseverance, integrity, and faith. Prestasi mungkin membawa kita dikenal, tetapi karakter, kerendahan hati, dan doa yang membuat kita bermakna.”, ujar Stanley.

Perjalanan Stanley menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi, selama memiliki kemauan untuk mencoba dan terus belajar. Melalui perjalanannya ia berharap dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan berprestasi. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES