LinkAja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Bersama BAZNAS

Melalui program “Ramadhan Berbagi, Aceh Bangkit Bersama”, LinkAja dan LinkAja Syariah menyalurkan bantuan bagi ratusan keluarga terdampak bencana di Aceh dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran fintech syariah dalam memperluas donasi digital dan
solidaritas sosial.

Jakarta, 11 Maret 2026PT Fintek Karya
Nusantara (LinkAja)
bersama layanan LinkAja Syariah menyalurkan
bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak musibah di Aceh dan wilayah
sekitarnya melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Ramadhan Berbagi, Aceh Bangkit
Bersama”
, yang memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat
solidaritas sosial sekaligus mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

Program ini difokuskan
pada penyaluran paket bantuan Ramadhan bagi ratusan keluarga terdampak, yang
didistribusikan melalui jaringan nasional BAZNAS di wilayah Aceh, Sumatra
Barat, dan Sumatra Utara.

Aceh dipilih sebagai
fokus program karena wilayah tersebut masih menghadapi tantangan pemulihan
pascabencana, dengan banyak keluarga terdampak yang membutuhkan dukungan untuk
memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali aktivitas ekonomi mereka. Melalui program
ini, LinkAja berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus
memperkuat semangat kebangkitan komunitas lokal.

CEO LinkAja, Yogi
Rizkian
Bahar, menyampaikan
sebagai perusahaan teknologi finansial nasional yang berakar pada semangat
#SatukanPotensiIndonesia, LinkAja berkomitmen untuk menghadirkan dampak sosial
yang nyata melalui kolaborasi lintas sektor. “Kami percaya bahwa teknologi
finansial tidak hanya berperan dalam mempermudah transaksi, tetapi juga dapat
menjadi sarana untuk memperluas dampak sosial. Melalui kolaborasi bersama
BAZNAS dan momentum Ramadhan, LinkAja ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi
masyarakat terdampak gempa di Aceh dan sekitarnya serta membantu mempercepat
proses pemulihan mereka,” ujar Yogi.

Inisiatif ini juga
mendapat dukungan dari Dewan Pengawas Syariah LinkAja, Dr. H. Zainut Tauhid
Sa’adi, M.Si.
, yang telah resmi menjabat sebagai Pimpinan BAZNAS RI Periode
2026–2031. Menurut beliau, kolaborasi antara teknologi digital dan lembaga
pengelola zakat menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat bagi
masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kehadiran platform seperti LinkAja Syariah dapat
mempermudah masyarakat dalam menyalurkan berbagai bentuk donasi secara lebih
cepat, transparan, dan tepat sasaran.

“Di bulan Ramadhan,
semangat kepedulian dan berbagi semakin kuat. Kehadiran platform digital
seperti LinkAja Syariah memudahkan masyarakat untuk menyalurkan kebaikan,
sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para mustahiq yang membutuhkan,
sekaligus memberikan kemudahan bagi para muzakki dalam menunaikan kewajiban dan
amal kebaikan mereka secara lebih praktis dan aman,” ujar Zainut Tauhid
Sa’adi
.

Ia berharap inisiatif
ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan
sekitarnya, sekaligus memperkuat peran teknologi finansial syariah dalam
mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, turut mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara
platform fintech dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pemulihan
masyarakat pascabencana. “Kami menyambut baik kolaborasi bersama LinkAja dan
LinkAja Syariah dalam membantu masyarakat Aceh dan sekitarnya yang terdampak bencana.
Dengan jaringan distribusi BAZNAS, bantuan dapat disalurkan secara cepat dan
tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan,” pungkas Arifin.

QRIS Jadi Motor Pertumbuhan
Transaksi Digital
Di tengah meningkatnya
adopsi pembayaran digital di Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian
Standard)
menjadi salah satu pendorong utama aktivitas transaksi di
ekosistem LinkAja.

Hingga akhir 2025,
jumlah pengguna QRIS LinkAja meningkat sekitar 40% secara tahunan (YoY) dengan
volume transaksi yang turut tumbuh sekitar 20%. Pertumbuhan ini sejalan dengan
tren nasional yang menunjukkan percepatan adopsi pembayaran digital, di mana transaksi
digital secara keseluruhan tumbuh 39,21%, sementara transaksi QRIS meningkat
hingga 139,99% pada periode yang sama.

QRIS kini menjadi salah
satu kanal pembayaran utama di ekosistem LinkAja yang digunakan untuk berbagai
kebutuhan sehari-hari, mulai dari transaksi di merchant UMKM, pembelian
BBM, transportasi, hingga belanja di toko offline maupun online.
Untuk mendukung kemudahan transaksi tersebut, LinkAja juga menghadirkan
berbagai fitur tambahan seperti pembayaran tagihan rutin, aktivitas e-commerce,
merchant QRIS offline, serta layanan tarik tunai tanpa kartu di ATM.

LinkAja Syariah Perkuat Ekosistem Donasi Digital
Sebagai bagian dari
pengembangan ekosistem keuangan syariah digital, LinkAja Syariah menghadirkan
platform donasi digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat menyalurkan
berbagai bentuk kontribusi sosial secara lebih mudah.

Melalui platform ini, pengguna dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah,
wakaf, hingga donasi kemanusiaan secara digital dalam satu ekosistem yang aman
dan transparan. LinkAja Syariah juga bekerja sama dengan lebih dari 100 lembaga
donasi terpercaya, termasuk BAZNAS, untuk memastikan proses penyaluran bantuan
berlangsung secara akuntabel dan tepat sasaran.

Hingga awal tahun 2026, LinkAja Syariah telah
mendapatkan berbagai pengakuan mulai dari ”Indonesia Innovation of The Year — Financial
Technology” oleh Asian Management Excellence Award 2025, “Best Islamic Digital Payment
Service Provider” oleh The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2025, dan
“Best Financial Technology Provider untuk Zakat” oleh BAZNAS.

Dengan menggabungkan inovasi teknologi finansial, layanan keuangan
syariah digital, serta komitmen terhadap dampak sosial, LinkAja berharap dapat
terus berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat
budaya berbagi di masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pergantian Pimpinan Pengawas Kripto OJK, Dorong Kolaborasi Regulator dan Industri

Jakarta, 12 Maret 2026 — Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Adi Budiarso untuk menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menggantikan Hasan Fawzi yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, Adi Budiarso saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Pelaku industri aset kripto menyambut baik kepemimpinan baru ini sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hasan Fawzi selama memimpin pengawasan sektor inovasi teknologi keuangan dan aset kripto.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Hasan Fawzi atas perannya dalam memperkuat fondasi industri kripto di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hasan Fawzi atas kepemimpinan dan kontribusinya selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD. Di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi tata kelola, penguatan regulasi, maupun peningkatan kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Calvin.

Ia menambahkan bahwa salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah proses peralihan pengawasan industri kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK yang berjalan dengan baik, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem yang telah terbentuk.

Tokocrypto juga menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Industri berharap kepemimpinan baru ini dapat semakin memperkuat ekosistem inovasi teknologi keuangan dan aset digital di Indonesia.

“Kami menyambut baik penunjukan Bapak Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem aset kripto dan inovasi teknologi keuangan di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” kata Calvin.

Menurutnya, dukungan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan menjadi kunci bagi pertumbuhan industri di masa depan.

“Ke depan, kami berharap OJK dapat terus mendorong terciptanya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memberikan ruang inovasi bagi pelaku industri, serta memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis industri aset kripto Indonesia dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Pertumbuhan Transaksi dan Status Syariah Kripto

Di tengah dinamika regulasi dan perkembangan industri, aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren yang kuat. Data dari Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) mencatat volume transaksi di pasar spot mencapai Rp24,33 triliun selama periode 1–28 Februari 2026. Selain itu, aktivitas perdagangan di pasar derivatif juga mencatat nilai transaksi sebesar Rp3,88 triliun pada periode yang sama, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar terhadap instrumen kripto di Indonesia.

Calvin menilai, data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia masih tetap kuat, baik di pasar spot maupun derivatif. “Ini menjadi sinyal bahwa industri kripto nasional tetap memiliki daya tarik yang besar dan terus berkembang di tengah proses penguatan regulasi. Momentum ini juga menunjukkan pentingnya kehadiran kebijakan yang mendukung inovasi, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat perlindungan bagi konsumen,” ujar Calvin.

Perkembangan industri ini juga diikuti dengan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk lembaga keagamaan. Muhammadiyah baru-baru ini menerbitkan fatwa terkait hukum kripto dalam Islam melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 4 Maret 2026.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa kripto pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai harta (māl mutaqawwam), yakni aset yang memiliki nilai ekonomi, dapat dimiliki, disimpan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, hukum dasar transaksi kripto pada prinsipnya adalah mubah atau diperbolehkan selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariah.

Namun, Muhammadiyah menegaskan bahwa kebolehan tersebut bersifat bersyarat. Jika aset atau mekanisme transaksi kripto mengandung unsur riba, penipuan, perjudian, atau spekulasi berlebihan, maka hukumnya dapat berubah menjadi tidak diperbolehkan.

Dalam dokumen tersebut juga dijelaskan sejumlah aktivitas kripto yang dinilai diperbolehkan, antara lain investasi kripto di pasar spot, penggunaan kripto sebagai penyimpan nilai berbasis teknologi kriptografi, pemanfaatan utility token dalam ekosistem blockchain, governance token yang memberikan hak partisipasi dalam tata kelola proyek, serta airdrop kripto selama tidak melibatkan aktivitas yang melanggar prinsip syariah.

Menanggapi hal tersebut, Calvin mengatakan pandangan Muhammadiyah menjadi salah satu perkembangan positif yang dapat membantu memperluas pemahaman publik terhadap aset kripto, khususnya dari perspektif syariah.

“Kami melihat pandangan Muhammadiyah ini sebagai kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman masyarakat mengenai aset kripto. Ini memberikan perspektif bahwa kripto tidak hanya dilihat dari sisi tren investasi, tetapi juga dari aspek utilitas, tata kelola, dan mekanisme transaksinya. Ke depan, edukasi dan literasi tetap menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih utuh dan bijak,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dollar Melambung Tinggi, Wisatawan Domestik Kompak Incar Liburan di Dalam Negeri

Menjelang musim libur panjang lebaran tahun ini, terjadi pergeseran tren yang signifikan di kalangan wisatawan nusantara. Faktor utama yang mengubah peta perjalanan masyarakat Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi global yang menyebabkan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp 17.000. 

Para pelancong lokal kini kompak mengalihkan incaran liburan mereka ke berbagai destinasi domestik sebagai alternatif untuk bepergian ke destinasi internasional. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh mahalnya biaya liburan ke luar negeri akibat pelemahan Rupiah, tetapi juga diperparah oleh situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. 

Konflik yang masih berlanjut di sana turut menyumbang kekhawatiran dan menurunkan minat masyarakat untuk berpergian ke luar negeri. Situasi ini diperburuk dengan adanya laporan sejumlah maskapai penerbangan internasional yang gagal terbang atau mengalami penundaan, sehingga banyak wisatawan mancanegara (termasuk WNI) terjebak dan tidak bisa kembali ke negara asal sesuai jadwal. Kekacauan perjalanan internasional ini semakin menegaskan pilihan masyarakat untuk memilih liburan yang lebih aman, dekat, dan tentunya ramah di kantong di tengah tekanan ekonomi. 

Namun di tengah situasi tersebut, sektor pariwisata domestik justru melihat peluang. Berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri mendorong banyak wisatawan untuk kembali melirik destinasi di dalam negeri. Sejumlah destinasi unggulan Indonesia diperkirakan akan kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Berikut beberapa destinasi yang menjadi pilihan favorit:

Bali

Pulau Dewata tetap menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. Selain pantai dan budayanya yang mendunia, Bali dianggap sebagai “rumah kedua” bagi wisatawan yang ingin menikmati fasilitas berkelas internasional tanpa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus paspor dan visa. Bali menawarkan berbagai jenis penginapan, mulai dari vila mewah hingga penginapan murah, dan penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia. Ini membuat Bali pilihan yang paling masuk akal di tengah harganya.  

Yogyakarta

Kota pelajar ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Kenaikan jumlah wisatawan lokal sudah terlihat sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, dan tren ini diprediksi akan berlanjut hingga lebaran. Yogyakarta menawarkan paket liburan lengkap mulai dari wisata candi bersejarah seperti Borobudur dan Prambanan, petualangan alam di Gunung Merapi dan pantai-pantai selatan, hingga kuliner khas yang legendaris dengan harga yang tetap bersahabat. 

Bandung

Bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, Bandung adalah destinasi liburan akhir pekan yang selalu menarik untuk dikunjungi. Udara sejuk, ragam kuliner kreatif, serta factory outlet yang mendagangkan busana bermerek dengan harga diskon menjadi magnet utama. Selain itu, banyaknya villa dan hotel dengan pemandangan indah di kawasan Lembang dan Dago Pakar menjadikan Bandung sebagai destinasi favorit untuk melepas penat dengan biaya yang terjangkau. 

Danau Toba

Menawarkan keindahan alam yang spektakuler, Danau Toba di Sumatera Utara telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling memikat di Indonesia. Dikenal sebagai salah satu danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba menawarkan panorama alam yang menenangkan, dengan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya memiliki kaya akan budaya dan tradisi masyarakat Batak, menambah keunikan dalam pengalaman bagi setiap pengunjung. Destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia kelas dunia dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan berwisata ke luar negeri. 

Bagi wisatawan yang ingin menikmati persona alam ini dengan lebih dekat, menginap di Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir dapat menjadi pilihan yang tepat. Terletak di kawasan Tuktuk di Pulau Samosir, resort ini menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan langsung ke Danau Toba. Lingkungannya yang dikelilingi alam membuat setiap momen terasa lebih santai.

Fenomena ini menjadi dorongan bagi industri pariwisata domestik untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat upaya promosi. Di tengah berbagai ketidakpastian global, konsep “berlibur di negara sendiri” tidak lagi dianggap sekedar alternatif, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama yang praktis, cerdas, dan menyenangkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa hubungan antara India dan Indonesia memiliki fondasi sejarah dan budaya yang sangat kuat, yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama pariwisata.

Ia menyoroti bahwa wisatawan India telah menjadi salah satu kontributor utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Pada tahun lalu sekitar 735.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, sebagian besar ke Bali. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita juga dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke India,” ujarnya.

Dubes Sandeep juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

“Pada Juli 2023 kita bahkan belum memiliki satu pun penerbangan langsung antara India dan Indonesia. Sekarang sudah ada beberapa penerbangan setiap hari, tetapi kita masih membutuhkan konektivitas yang lebih kuat, terutama antara ibu kota kedua negara,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa India telah memberikan fasilitas e-visa gratis bagi wisatawan Indonesia hingga lima tahun, dan berharap Indonesia dapat mempertimbangkan kebijakan serupa untuk wisatawan India.

Pariwisata sebagai Jembatan Peradaban

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pariwisata menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.

“Selama berabad-abad, Indonesia dan India telah terhubung melalui budaya, perdagangan, spiritualitas, dan pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa India kini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Indonesia.

“Tahun 2025 Indonesia menerima lebih dari 734 ribu wisatawan dari India, menjadikan India salah satu kontributor utama bagi pariwisata kita,” katanya.

Namun demikian, ia menilai promosi destinasi Indonesia bagi wisatawan India masih perlu diperluas di luar Bali.

“Sebagian besar wisatawan India masih datang ke Bali. Kita ingin memperkenalkan destinasi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, termasuk Borobudur, Bromo, dan Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan peradaban yang telah terjalin lama.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan yang merayakan warisan bersama, harmoni budaya, dan saling menghormati antar peradaban,” tambahnya.

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Panel kedua bertajuk “Wonderful Indonesia: An Outlook of Indonesian Tourism Industry 2026 and Beyond” dimoderatori oleh Manoj Bhat, Honorary Consul of India di Surabaya.

Diskusi ini menghadirkan Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah; Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu; Sachin Gopalan, Founder Indonesia Economic Forum; Hairani Tarigan, Vice Secretary General ASITA; Yohanes Susanto, Ketua ASPPI; Mardijono Nugroho, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur; serta Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Hanung Triyono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hubungan historis yang kuat dengan India melalui warisan budaya dan agama.

“Jawa Tengah menunjukkan kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan India, yang tercermin dari keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menawarkan kombinasi wisata alam dan buatan.

“Kota Batu dikenal sebagai kota wisata sejak zaman Belanda, bahkan pernah dijuluki ‘Little Switzerland of East Java’,” katanya.

Sachin Gopalan menyoroti potensi festival tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan internasional.

“Festival dapat menarik pengunjung dari berbagai negara. Contohnya Java Jazz Festival yang mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pengembangan festival seni pertunjukan yang melibatkan Indonesia dan India untuk memperkuat pertukaran budaya.

Sementara itu, Evy Afianasari menekankan potensi Jawa Timur sebagai bagian dari paket perjalanan wisata yang terintegrasi.

“Wisatawan India sangat tertarik pada paket perjalanan yang menghubungkan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Memperkuat Kemitraan Pariwisata

Melalui forum ini, pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas perjalanan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam mempromosikan destinasi wisata India dan Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Dengan potensi wisata budaya, spiritual, alam, hingga kesehatan yang dimiliki kedua negara, kerja sama pariwisata India dan Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan pertukaran budaya antara kedua bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mobilitas Ramadan Meningkat, LRT Jabodebek Perbolehkan Penumpang Berbuka Puasa Saat Perjalanan

LRT Jabodebek mencatat peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk berbuka puasa di kereta dan stasiun.

Mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan terus menunjukkan peningkatan. LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna harian mencapai lebih dari 120 ribu penumpang, mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi publik untuk beraktivitas selama bulan suci.

Seiring dengan tingginya mobilitas tersebut, LRT Jabodebek menghadirkan layanan ramah Ramadan dengan memperbolehkan penumpang berbuka puasa secara sederhana saat berada di dalam kereta maupun di area stasiun.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kebijakan ini diberikan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang masih berada dalam perjalanan ketika waktu berbuka tiba.

“Selama Ramadan, banyak pengguna yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa, khususnya pada jam pulang kerja. Oleh karena itu LRT Jabodebek memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk berbuka puasa secara sederhana di dalam kereta maupun di area stasiun,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Untuk itu, LRT Jabodebek memastikan kesiapan operasional mulai dari sarana, prasarana, hingga petugas layanan guna memastikan perjalanan pengguna tetap aman dan nyaman.

Meski diperbolehkan berbuka puasa selama perjalanan, LRT Jabodebek tetap mengimbau penumpang agar menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dengan mengonsumsi makanan atau minuman ringan serta tidak meninggalkan sampah di dalam kereta maupun area stasiun.

Melalui layanan ini, LRT Jabodebek berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman sekaligus menikmati perjalanan menggunakan transportasi publik yang aman, tertib, dan efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ramadhan Penuh Berkah, PLN IP UBP Jatigede Menyelenggarakan Kegiatan Santunan untuk Anak Yatim & Duafa

Selasa, 3 Maret 2026

PLN Indonesia Power UBP Jatigede menyelenggarakan kegiatan Santunan Anak Yatim & Duafa yang dirangkaikan dengan acara Buka Bersama Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

Santunan diberikan kepada sejumlah anak yatim dan kaum duafa yang berasal dari Desa Kadujaya, Cijeunjing, dan Karedok. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Manajer Unit, jajaran manajemen UBP Jatigede, bersama perwakilan dari LAZ UBP Jatigede, PIKK UBP Jatigede, dan PPIP UBP Jatigede.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan antara UBP Jatigede dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadhan. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh insan UBP Jatigede dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur.agi dan kebersamaan di bulan Ramadhan. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh insan UBP Jatigede dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Daftar Konflik Global 2026 yang Perlu Dipantau Trader dan Investor

Pergerakan pasar keuangan global tidak hanya dipengaruhi oleh data ekonomi atau kebijakan bank sentral. Konflik geopolitik juga sering menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga di berbagai instrumen seperti emas, minyak, indeks saham, hingga mata uang.

Bagi trader dan investor, memahami dinamika konflik internasional sangat penting untuk mengantisipasi perubahan sentimen pasar. Gejolak geopolitik biasanya memicu pergerakan harga yang cepat karena pasar bereaksi terhadap ketidakpastian global.

Ketika konflik meningkat, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti emas. Sebaliknya, aset berisiko seperti saham atau mata uang negara berkembang sering mengalami tekanan.

Dalam kondisi seperti ini, trader biasanya akan mengikuti perkembangan berita dan laporan pasar secara berkala. Anda dapat melihat contoh laporan terbaru melalui analisis pasar terbaru di Artikel Market Analysis untuk memahami dinamika pergerakan market global.

Daftar Konflik Global 2026 Wajib Dipantau Trader & Investor

Berikut beberapa konflik internasional yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar global pada tahun 2026.

1. Konflik Timur Tengah

Kawasan Timur Tengah selalu menjadi pusat perhatian trader karena wilayah ini merupakan salah satu penghasil minyak terbesar di dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut sering memicu lonjakan harga minyak global.

Ketika konflik meningkat, pasokan energi dunia dapat terganggu sehingga harga minyak naik tajam. Dampaknya tidak hanya dirasakan di pasar komoditas, tetapi juga dapat memengaruhi inflasi global dan pergerakan indeks saham.

Bagi trader yang fokus pada komoditas energi, perkembangan situasi di kawasan ini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan strategi trading.

2. Ketegangan Amerika Serikat dan China

Persaingan antara Amerika Serikat dan China juga menjadi salah satu konflik geopolitik yang terus dipantau oleh pelaku pasar global. Ketegangan ini tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga mencakup perdagangan, teknologi, dan kebijakan ekonomi.

Ketika hubungan kedua negara memanas, pasar saham global sering mengalami tekanan karena investor menghindari risiko. Selain itu, mata uang utama seperti dolar AS dan yuan China juga dapat mengalami volatilitas tinggi.

Perubahan kebijakan perdagangan antara kedua negara dapat memengaruhi rantai pasokan global serta sektor teknologi.

3. Konflik Rusia dan Ukraina

Konflik antara Rusia dan Ukraina masih memberikan dampak signifikan terhadap pasar global, terutama pada sektor energi dan komoditas.

Rusia merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia. Ketika konflik meningkat, pasokan energi global dapat terganggu sehingga harga minyak dan gas mengalami kenaikan.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik juga sering mendorong kenaikan harga emas karena investor mencari aset yang lebih stabil.

4. Ketegangan di Kawasan Asia Timur

Kawasan Asia Timur juga menjadi perhatian pasar global, terutama terkait ketegangan geopolitik di sekitar Taiwan dan Semenanjung Korea.

Taiwan memiliki peran penting dalam industri semikonduktor dunia. Jika terjadi konflik di kawasan tersebut, rantai pasokan teknologi global dapat terganggu sehingga memengaruhi perusahaan teknologi dan indeks saham global.

Hal ini membuat trader yang berfokus pada saham teknologi dan indeks global perlu memantau perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.

Dampak Konflik Geopolitik Terhadap Pasar Trading

Konflik internasional biasanya menciptakan ketidakpastian yang memicu volatilitas pasar. Berikut beberapa dampak yang sering terjadi di pasar keuangan:

Lonjakan harga emas
Emas sering dianggap sebagai aset safe haven sehingga harganya cenderung naik saat ketidakpastian global meningkat.

Pergerakan harga minyak
Konflik di wilayah penghasil energi dapat mengganggu pasokan global dan memicu kenaikan harga minyak.

Volatilitas mata uang
Mata uang utama seperti USD, EUR, dan JPY sering mengalami pergerakan besar ketika terjadi konflik geopolitik.

Tekanan pada pasar saham
Ketidakpastian global dapat membuat investor mengurangi investasi pada aset berisiko seperti saham.

Pentingnya Mengikuti Informasi Pasar Secara Berkala

Dalam dunia trading, informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan. Trader yang memahami kondisi geopolitik biasanya lebih siap menghadapi volatilitas pasar.

Selain mengikuti berita global, trader juga perlu menggunakan platform trading yang menyediakan berbagai instrumen agar dapat memanfaatkan peluang di berbagai kondisi market.

Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas dalam satu platform trading yang terintegrasi.

Bagi yang ingin mulai trading dan memanfaatkan peluang dari pergerakan pasar global, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading di Registrasi KVB Futures  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perluas Jangkauan Layanan di Sumatra, Bank Neo Commerce Relokasi KC Medan

Kantor Cabang (KC) Bank Neo Commerce Medan kini beroperasi di Jl. Glugur No.71A/1 (Jl. Gatot Subroto), Petisah Tengah, Medan. 

Lokasi baru ini menggantikan kantor sebelumnya di kawasan Kampung Baru, Medan. 

Relokasi dilakukan untuk: 

– Mempermudah akses nasabah 

– Mendekatkan layanan ke pusat aktivitas ekonomi 

– Menyediakan fasilitas dengan konsep yang lebih modern 

Relokasi Kantor Cabang (KC) Bank Neo Commerce Medan mencerminkan fokus bank dalam meningkatkan akses layanan perbankan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Medan dan sekitarnya. 

Medan sebagai Wilayah Prioritas Bank Neo Commerce

Medan dipandang sebagai salah satu wilayah strategis bagi Bank Neo Commerce di Pulau Sumatra. 

Kota ini memiliki peran penting sebagai: 

– Pusat perdagangan dan jasa 

– Penggerak aktivitas UMKM 

– Barometer pertumbuhan ekonomi regional 

Melalui relokasi KC Medan, Bank Neo Commerce berupaya berkontribusi dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal melalui layanan perbankan berbasis digital dan tatap muka. 

Baca juga: Daftar Kantor Cabang Bank Neo Commerce 

Dukungan untuk Nasabah Konsumer, UMKM, dan Komersial 

Bank Neo Commerce menyediakan layanan untuk berbagai segmen, termasuk konsumer, UMKM, dan korporasi. 

Melalui kantor cabang Medan, nasabah dapat memperoleh: 

– Layanan administrasi dan konsultasi perbankan 

– Akses produk simpanan dan pembiayaan 

– Pendampingan transaksi bisnis 

Pendekatan ini mendukung strategi bank untuk meningkatkan inklusi dan aktivitas transaksi nasabah. 

Integrasi Kantor Cabang dan Ekosistem Digital 

Selain layanan fisik, Bank Neo Commerce terus mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi neobank. Nasabah dapat mengakses: 

– Transaksi harian 

– Pembayaran dan top-up 

– Tabungan dan layanan keuangan lainnya 

Semua layanan tersebut tersedia dalam satu aplikasi, sesuai dengan kebutuhan gaya hidup dan bisnis modern. 

Komitmen Jangka Panjang Bank Neo Commerce 

Relokasi KC Medan merupakan bagian dari strategi jangka panjang bank untuk: 

– Memperluas penetrasi pasar 

– Meningkatkan kualitas layanan 

– Menjaga efisiensi operasional 

– Memastikan kepatuhan terhadap regulasi 

Dengan lokasi yang lebih strategis, Bank Neo Commerce berharap dapat memberikan akses layanan perbankan yang lebih mudah, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. 

Jika ingin mempelajari produk dan layanan neobank lainnya, kunjungi situs resmi Bank Neo Commerce

Informasi produk dan layanan di Bank Neo Commerce dapat diakses melalui neobank di PlayStore atau App Store.   

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penyelamat di Masa Puncak: Mulia Box Jamin Stok “Ready-to-Go” Saat Pesanan Lebaran Membludak

BANDUNG, 10 Maret 2026 – Di balik keriuhan pesanan hampers yang membanjiri para pelaku usaha menjelang Idul Fitri, terselip sebuah kekhawatiran nyata: kehabisan kemasan di tengah jalan. Saat permintaan pelanggan sedang tinggi-tingginya, keterlambatan suplai kotak bisa menjadi mimpi buruk bagi kelangsungan bisnis. Memahami situasi kritis tersebut, Mulia Box hadir sebagai mitra sigap dengan menjamin ketersediaan stok Ready-to-Go untuk mendukung kelancaran operasional para pengusaha.

Momen menjelang Lebaran adalah waktu di mana kecepatan menjadi segalanya. Banyak pemilik brand lokal seringkali terjebak dalam situasi di mana stok kemasan habis lebih cepat dari perkiraan, sementara vendor lain memerlukan waktu produksi yang lama. Mulia Box memecah kebuntuan ini dengan menyediakan sistem pembelian satuan yang bisa langsung didapatkan tanpa harus menunggu proses pre-order.

“Kami sering melihat kepanikan para pengusaha kuliner atau fashion ketika pesanan mereka membludak tapi kotak habis. Di saat itulah kami hadir. Kami ingin menjadi sandaran yang bisa diandalkan, sehingga mereka bisa fokus pada kualitas produknya tanpa perlu pusing memikirkan kemasan yang belum tersedia,” ujar Martha Meilita, Owner Mulia Box.

Meskipun tersedia secara cepat, kualitas tetap menjadi prioritas utama. Menggunakan material corrugated (karton gelombang) yang terbukti kokoh, kotak dari Mulia Box mampu menahan beban hantaran dengan aman. Kekuatan material ini sudah dibuktikan oleh puluhan brand besar yang telah melakukan custom box Lebaran di Mulia Box. Selain kuat, desain yang ditawarkan pun eksklusif dan modern, memberikan karakter kuat pada paket hantaran tanpa terlihat membosankan.

Bagi para pelaku usaha yang membutuhkan solusi cepat di masa kritis, stok Ready-to-Go kami kini dapat dibeli langsung di gudang produksi kami bagi pelanggan yang ingin melihat kualitas material secara dekat, serta tersedia di berbagai jaringan ritel ternama seperti Borma, Prama, dan Setiabudi Supermarket. Kehadiran fisik di berbagai titik ini memastikan bahwa solusi kemasan kami selalu dekat dan siap menyelamatkan operasional bisnis Anda, bahkan di tengah puncak kesibukan menjelang Idul Fitri.

LOKASI PEMBELIAN

Untuk memastikan Anda mendapatkan produk asli Mulia Box, silakan kunjungi titik distribusi resmi kami berikut ini:

Pembelian Langsung (Gudang/Pabrik): PT Mulia Mitra Boxindo – 

Jl. Radio Palasari no 102, Dayeuhkolot, Bandung

Jaringan Ritel (Offline):

1. Jaringan Borma Toserba

Borma Toserba Cijerah: Jl. Raya Cijerah No.90, Cijerah, Kec. Bandung Kulon, Kota Bandung.

BORMA Toserba Cikutra: Jl. Cikutra Barat No.66, Cigadung, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

BORMA Toserba Gempol Sari: Jl. Gempol Sari, Melong, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi.

BORMA Toserba Kerkof: Jl. Kerkof No.35, Leuwigajah, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi.

2. Jaringan Prama Toserba & Fresh

Prama Toserba Banjaran: Jl. Raya Banjaran Barat No.588, Lebakwangi, Kec. Arjasari, Kabupaten Bandung.

Prama Toserba Babakan Sari: Jl. Babakan Sari No.11, Babakan Sari, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung.

PRAMA Toserba Ciparay: Jl. Raya Laswi No.382, Serangmekar, Kec. Ciparay, Kabupaten Bandung.

Prama Fresh Burangrang: Jl. Burangrang No.37, Malabar, Kec. Lengkong, Kota Bandung.

Prama Fresh Garuda: Jl. Garuda No.81, Garuda, Kec. Andir, Kota Bandung.

PRAMA Fresh Mekarwangi: Jl. Mekar Laksana No.1, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Prama Fresh Perintis: Jl. Perintis No.72, RT.13/RW.06, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung.

3. Retailer Lainnya

Setiabudi Supermarket: Jl. Dr. Setiabudi No.42-46, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung.

TIKMA Soreang: Jl. Raya Soreang-Ciwidey No.90-94, RT.01/RW.002, Pamekaran, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung.

Shopee Resmi:  Mulia Box Kardus.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pariwisata Malioboro Yogyakarta Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul.

YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, kawasan ini juga menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang meningkat signifikan menjelang hari raya.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat bahwa periode libur Lebaran secara konsisten menjadi salah satu puncak kunjungan wisatawan ke wilayah ini. Data dari Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa pada masa libur Lebaran beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang dalam satu periode liburan, dengan Malioboro menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, kawasan Malioboro memiliki daya tarik yang relatif stabil bagi wisatawan domestik karena lokasinya yang strategis serta keberadaan berbagai fasilitas wisata di sekitarnya.

“Malioboro tetap menjadi magnet wisatawan ketika datang ke Yogyakarta, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran, karena kawasan ini mudah diakses dan memiliki banyak aktivitas wisata dalam satu area,” ujarnya dalam keterangan kepada media.

Malioboro sebagai Ruang Wisata Kota

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mengalami penataan yang cukup signifikan. Relokasi pedagang kaki lima ke Teras Malioboro serta pengaturan jalur pedestrian membuat kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki.

Wisatawan yang datang ke Malioboro umumnya melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro, mengunjungi pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, menikmati kuliner malam, hingga berfoto di titik-titik ikonik seperti Titik Nol Kilometer dan Tugu Yogyakarta.

Selama bulan Ramadhan, kawasan ini juga memiliki suasana yang berbeda. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pedagang kuliner musiman muncul di sekitar Malioboro dan kawasan sekitarnya, menawarkan berbagai makanan tradisional yang menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Yogyakarta.

Pada malam hari, aktivitas wisata biasanya berlanjut dengan wisata kuliner dan pertunjukan seni jalanan yang kerap muncul di sekitar kawasan tersebut.

Tren Wisata Lebaran di Yogyakarta

Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata di Yogyakarta juga mulai bergerak ke arah pengalaman yang lebih personal dan berbasis komunitas. Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata populer, tetapi juga kegiatan yang memberi pengalaman langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.

Wisata Susur Gang: Cara Baru Mengenal Kota Yogyakarta

Salah satu bentuk wisata alternatif yang berkembang di Yogyakarta adalah wisata susur gang, yang memperkenalkan sisi kota melalui lorong-lorong kecil, kampung tua, dan cerita sejarah lokal.

Beberapa komunitas yang aktif mengembangkan kegiatan ini antara lain:

Gang-Gangan, yang mengajak peserta menjelajahi gang-gang kecil di pusat kota sambil mendengar cerita sejarah kawasan kampung.

Mlampah Ziarah, yang memadukan perjalanan kaki dengan narasi sejarah tokoh dan situs budaya di Yogyakarta.

Walk The Past, komunitas tur sejarah yang fokus pada kisah masa lalu kota melalui rute-rute bersejarah.

Alon Mlampah, yang menawarkan tur jalan kaki santai untuk mengenal kehidupan masyarakat dan dinamika ruang kota.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam kelompok kecil sehingga peserta dapat lebih memahami cerita lokal yang jarang ditemukan dalam tur wisata konvensional.

Wisata Kuliner Berbasis Komunitas

Selain tur sejarah, wisata berbasis komunitas juga berkembang melalui kegiatan eksplorasi kuliner lokal.

Salah satu komunitas yang cukup aktif adalah Krida Kuliner, yang kerap mengadakan tur kuliner tradisional di berbagai sudut kota Yogyakarta. Kegiatan ini biasanya mengajak peserta mencicipi makanan khas lokal sekaligus mengenal cerita di balik warung atau pedagang legendaris.

Bagi wisatawan yang datang saat libur Lebaran, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif untuk menikmati kuliner Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih kontekstual, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil di tingkat lokal.

Akomodasi di Sekitar Malioboro

Sebagai pusat wisata kota, kawasan Malioboro memiliki berbagai pilihan akomodasi, mulai dari hotel skala besar hingga penginapan kecil yang berada di sekitar pusat kota.

Kedekatan kawasan ini dengan berbagai objek wisata utama membuat banyak wisatawan memilih menginap di area sekitar Malioboro agar lebih mudah menjangkau berbagai destinasi.

Salah satu hotel yang berada di kawasan tersebut adalah Liberta Malioboro, yang menjadi salah satu opsi akomodasi di sekitar pusat wisata kota dengan akses yang relatif dekat ke Malioboro, Stasiun Tugu, serta sejumlah destinasi budaya di Yogyakarta.

Menjaga Keseimbangan Pariwisata Kota

Meski kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun, sejumlah pihak menilai pentingnya pengelolaan pariwisata kota yang tetap memperhatikan kenyamanan ruang publik dan keberlanjutan budaya lokal.

Pengembangan wisata berbasis komunitas, seperti tur susur gang dan eksplorasi kuliner tradisional, dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus menyebarkan manfaat ekonomi ke berbagai kampung di Yogyakarta.

Dengan kombinasi antara wisata kota, kuliner tradisional, serta aktivitas berbasis komunitas, kawasan Malioboro diperkirakan masih akan menjadi salah satu pusat pergerakan wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan dan libur Lebaran di tahun-tahun mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES