Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Infrastruktur bawah laut di fasilitas migas memerlukan inspeksi berkala yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Metode konvensional memiliki batasan kedalaman, durasi, dan kondisi arus yang sering memaksa jadwal inspeksi mundur atau dilaksanakan dengan cakupan yang tidak optimal.

QYSEA FIFISH E-Master hadir sebagai ROV inspeksi bawah laut yang dirancang untuk memenuhi standar operasional industri migas di kondisi yang tidak memungkinkan penyelam beroperasi secara efektif.

FIFISH E-Master membawa sistem kamera resolusi tinggi dengan pencahayaan yang cukup kuat untuk menghasilkan data inspeksi berkualitas di kedalaman operasional fasilitas migas.

Kemampuan manuver omnidireksional membuat ROV ini dapat mendekati komponen dari sudut manapun yang diperlukan untuk inspeksi weld seam, flange, dan area korosi yang lokasinya tidak selalu mudah dijangkau. Fitur AI dehazing yang bekerja secara real-time meningkatkan kejernihan gambar di kondisi visibilitas rendah yang umum di perairan Indonesia.

FIFISH E-MASTER menghasilkan rekaman video yang dapat langsung dikategorikan ke dalam laporan inspeksi digital dengan referensi posisi, membangun basis data kondisi aset yang konsisten untuk program Integrity Management Plan. Tim asset integrity mendapat data yang cukup komprehensif untuk membuat keputusan pemeliharaan berbasis kondisi aktual.

“Program inspeksi underwater yang sebelumnya terkendala lokasi atau arus, kini dapat dijalankan dengan jadwal yang lebih konsisten dan dokumentasi yang lebih terstruktur,” ujar Halo Robotics.

Dalam industri migas, data kondisi aset bawah laut yang terdokumentasi dengan baik menjadi bagian penting dari pengelolaan integritas yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Kawasan hutan skala besar sulit dipantau secara menyeluruh oleh tim keamanan darat. Perambahan liar, penebangan ilegal, dan titik api awal sering baru terdeteksi setelah dampaknya sudah meluas jauh melampaui batas yang seharusnya bisa dicegah.

Drone DJI Enterprise seperti DJI Dock 3 mampu melakukan pemantauan udara yang mengubah respons keamanan hutan dari reaktif menjadi proaktif.

DJI Dock 3 dengan drone Matrice 4TD melakukan misi patroli jalur batas kawasan secara terjadwal dan menjalankan misi pemantauan hutan dengan kemampuannya mendeteksi panas dari titik api yang belum terlihat secara visual oleh kamera RGB, bahkan di bawah kanopi asap tebal. Laser range finder terintegrasi memberikan koordinat GPS titik panas secara langsung ke tim respons di darat tanpa perlu kalkulasi manual.

Setiap anomali yang terdeteksi langsung memicu notifikasi ke command center dengan foto dan koordinat lokasi. Seluruh data penerbangan, rekaman video, dan hasil deteksi terpusat di platform DJI FlightHub 2 yang dapat diakses dari mana saja. Rekam jejak patroli yang terstruktur membangun basis data kondisi kawasan untuk pelaporan yang lebih komprehensif.

“Titik api yang terdeteksi dini oleh drone memberi tim waktu untuk memverifikasi dan merespons dengan lebih cepat dan tepat,” ujar Halo Robotics.

Deteksi dini potensi kebakaran lahan menentukan seberapa besar kerusakan yang bisa dicegah sebelum api meluas di luar kendali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Proyek konstruksi di lokasi terpencil seperti jembatan, menara transmisi, atau bendungan sering menghadapi masalah dimana material yang dibutuhkan tidak bisa sampai tepat waktu karena akses jalan belum ada atau tidak memadai.

Keterlambatan pengiriman material di tengah jadwal konstruksi yang ketat berdampak langsung pada biaya lembur, idle time alat berat, dan terhambatnya milestone proyek. DJI FlyCart 100 adalah drone kargo udara yang memindahkan material langsung ke titik yang membutuhkan, tanpa bergantung pada kondisi infrastruktur jalan.

Dengan kapasitas angkut hingga 85 kilogram, FlyCart 100 mampu membawa material konstruksi berbobot signifikan seperti komponen baja, peralatan surveying, atau suku cadang mesin yang tidak bisa menunggu jadwal logistik darat.

Dua konfigurasi pengiriman tersedia sesuai kondisi lapangan: sistem winch untuk pengiriman presisi ke titik tanpa area pendaratan, dan sistem lifting untuk operasi rutin yang lebih efisien. Tim logistik proyek dapat mengatur jadwal penerbangan dari jarak jauh tanpa harus menempatkan operator di setiap titik pengiriman.

Pada proyek infrastruktur linear seperti jalan tol atau jalur pipa, FlyCart 100 mengurangi ketergantungan pada rantai logistik darat yang harus mengikuti jalur yang belum selesai dibangun. Material dapat dikirim langsung ke segmen aktif konstruksi yang paling jauh dari depot, sehingga progres di seluruh segmen dapat berjalan paralel tanpa harus menunggu jalur akses selesai terlebih dahulu. Pendekatan ini mengubah logistik dari bottleneck menjadi faktor yang bisa dikendalikan secara mandiri oleh tim proyek.

“Di proyek konstruksi terpencil, waktu tunggu material adalah biaya tersembunyi yang sering underestimated. FlyCart 100 memberi tim proyek jadwal pengiriman logistik yang lebih pasti,” ujar Halo Robotics.

Logistik udara seperti DJI FlyCart 100 bukan sekadar alternatif, tetapi solusi Ketika infrastruktur jalan adalah bagian dari apa yang sedang dibangun.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

Gangguan pada jaringan transmisi listrik tegangan tinggi jarang terjadi tiba-tiba tanpa tanda. Komponen yang mengalami kerusakan awal seperti isolator retak, sambungan longgar, atau transformator dengan pendinginan tidak optimal akan menunjukkan perbedaan suhu sebelum kegagalan total terjadi.

Kamera termal Hikmicro dapat menangkap perbedaan suhu ini jauh sebelum menjadi gangguan yang memutus aliran listrik.

Kamera termal Hikmicro menghasilkan data suhu kuantitatif per piksel, bukan sekadar gambar warna yang hanya menunjukkan distribusi panas secara visual. Tim inspeksi mendapat pembacaan suhu aktual di setiap titik komponen yang diinspeksi. Data ini menjadi dasar analisis kondisi yang dapat dibandingkan antar sesi inspeksi untuk melacak perkembangan anomali dari waktu ke waktu.

“Inspeksi dengan handheld kamera termal meningkatkan akurasi pemeriksaan jaringan transmisi secara signifikan,” ujar Halo Robotics.

Deteksi dini anomali termal pada aset transmisi bukan sekadar efisiensi pemeliharaan, tetapi investasi langsung dalam memastikan keandalan jaringan listrik di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Perkebunan kelapa sawit, karet, dan tanaman keras lain di Indonesia sering kali mencakup area yang tidak terjangkau kendaraan darat secara efisien, terutama di musim hujan ketika jalan tanah menjadi tidak bisa dilewati.

DJI FlyCart 100 adalah drone kargo yang membawa beban hingga 85 kilogram untuk mendistribusikan material pertanian ke titik mana pun dalam radius operasional yang tidak tergantung kondisi jalan.

Drone kargo DJI FlyCart 100 beroperasi dalam dua konfigurasi, sistem lifting dan sistem winch untuk pengiriman ke titik yang tidak memiliki landing zone bersih seperti tengah kanopi atau area bertebing.

Sistem keamanan canggih pada FlyCart 100 seperti fitur obstacle avoidance aktif selama penerbangan mengurangi risiko tabrakan dengan kanopi pohon atau infrastruktur lapangan tanpa memerlukan pengawasan konstan dari operator. Sementara parasut darurat yang aktif otomatis akan melindungi drone dan muatan jika terjadi kegagalan sistem kritis.

“Distribusi material ke titik aplikasi yang jauh bukan sekadar masalah logistik. Keterlambatan pemupukan karena akses terhambat berdampak langsung pada produktivitas per hektar yang bisa sangat signifikan dalam skala perkebunan besar,” ujar Halo Robotics.

DJI FlyCart 100 memberikan solusi distribusi yang tidak lagi terikat kondisi infrastruktur jalan, menjadikan konsistensi jadwal aplikasi di seluruh blok perkebunan sesuatu yang bisa direncanakan dan diandalkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

Tekanan regulasi dan komitmen ESG mendorong operator minyak dan gas untuk membangun sistem pemantauan emisi yang tidak hanya mendeteksi keberadaan metana, tetapi juga mengukur besarnya laju kebocoran secara terverifikasi.

Data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka internasional seperti OGMP 2.0 memerlukan metodologi pengukuran yang melampaui sekadar deteksi kualitatif. SeekOps menyediakan sensor metana berbasis drone yang telah divalidasi secara independen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan emisi tingkat fasilitas.

Sensor SeekOps menggunakan teknologi TDLAS (Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy) dengan sensitivitas pengukuran hingga 1 part per billion (ppb), jauh melampaui kemampuan sensor multi-gas konvensional.

Sensor ini dipasang pada drone seperti DJI Matrice 400 yang terbang mengikuti pola jalur sistematis di sekitar fasilitas, mengumpulkan data konsentrasi metana beserta koordinat GPS dan data meteorologi secara bersamaan, kemudian mengoreksi pengaruh angin dan kondisi cuaca sehingga hasil pengukuran mencerminkan laju emisi aktual, bukan sekadar konsentrasi sesaat.

Hasil dari SeekOps mencakup peta distribusi metana georeferensi dalam format 2D grid dan 3D point cloud yang menunjukkan sebaran konsentrasi di seluruh area fasilitas. Lokasi sumber emisi dihitung berdasarkan analisis plume sehingga tim operasional dapat langsung mengarahkan inspeksi lanjutan ke komponen spesifik yang paling berkontribusi terhadap total emisi. Data ini tersedia dalam format yang kompatibel dengan platform pelaporan OGMP 2.0, sehingga proses dokumentasi emisi untuk keperluan audit eksternal menjadi lebih efisien.

“Perbedaan antara deteksi dan kuantifikasi metana sangat signifikan dari perspektif pelaporan emisi. Sensor SeekOps memberikan data yang cukup presisi untuk mendukung target pengurangan emisi yang terukur dan dapat diverifikasi,” ujar Halo Robotics.

Dengan meningkatnya tuntutan transparansi emisi dari investor dan regulator, kemampuan mengukur dan melaporkan emisi metana secara konsisten bukan lagi keunggulan kompetitif, melainkan syarat operasional yang harus dipenuhi setiap operator fasilitas migas berskala besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Pertumbuhan pesat penggunaan drone komersial membawa risiko baru bagi fasilitas strategis, termasuk kilang migas, bandara, area militer, dan infrastruktur kritis lainnya.

Drone yang terbang tanpa izin di zona terlarang dapat membawa muatan pengintai atau bahan berbahaya, sehingga deteksi dan netralisasi tepat waktu menjadi prioritas operasional keamanan. LZ Tech menyediakan ekosistem solusi anti drone yang mencakup deteksi, identifikasi, penjejakan, dan jamming dalam berbagai format penerapan.

Untuk respons taktis cepat, LZ Tech menyediakan jammer gun portabel yang dapat memantau status jamming secara langsung melalui tampilan LCD terintegrasi tanpa memerlukan perangkat tambahan.

Untuk perlindungan area yang lebih luas dan bersifat permanen, LZ Tech menawarkan sistem stasioner yang mampu mendeteksi serial number drone, kecepatan, orientasi, dan koordinat GPS target secara bersamaan dalam satu antarmuka terpadu. Fitur white list dan black list memisahkan drone yang diotorisasi dari yang tidak tanpa harus menjamming seluruh penerbangan di area tersebut.

Untuk kebutuhan mobile seperti pengamanan konvoi atau event skala besar, LZ Tech menyediakan sistem vehicle-mounted yang mengintegrasikan deteksi, jamming, dan command-and-control dalam satu platform kendaraan.

“Ancaman drone di lingkungan industri dan fasilitas keamanan tidak cukup ditangani dengan deteksi saja. Netralisasi yang tepat sasaran membutuhkan sistem terintegrasi dengan kemampuan identifikasi yang akurat,” ujar Halo Robotics.

Solusi anti drone berbasis LZ Tech yang didistribusikan dapat dikombinasikan dengan sistem patroli drone otomatis seperti DJI Dock 3 untuk membentuk lapisan pertahanan udara yang komprehensif, mulai dari deteksi awal hingga respons aktif terhadap ancaman drone tidak sah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Jaringan transmisi tenaga listrik yang membentang ratusan kilometer menghadapi ancaman tetap dari pertumbuhan vegetasi yang mendekati konduktor.

Pemangkasan yang terlambat atau tidak tepat sasaran memicu risiko gangguan aliran listrik, blackout, dan kebakaran koridor yang berdampak luas. Terrasolid adalah software pemrosesan data LiDAR yang secara luas digunakan untuk analisis koridor transmisi berbasis point cloud dari survei drone.

TerraScan, modul utama dalam ekosistem Terrasolid, memproses point cloud hasil survei LiDAR drone untuk mengklasifikasikan objek di sepanjang koridor transmisi secara otomatis. Sistem ini memisahkan kelas data seperti ground, vegetasi, konduktor, dan struktur tower dalam satu alur kerja batch tanpa input manual per-span. Hasil klasifikasi menjadi dasar analisis identifikasi pohon atau cabang yang jarak vertikal maupun horizontalnya sudah mendekati batas aman dari konduktor.

TerraModeler membangun Digital Terrain Model (DTM) dan Digital Surface Model (DSM) koridor berdasarkan data LiDAR yang telah diklasifikasikan. Model ini menghasilkan peta kontur dan tampilan cross-section yang menampilkan profil vegetasi versus posisi konduktor di setiap span tower.

TerraMatch mengoreksi misalignment pada data point cloud yang terjadi akibat inkonsistensi trajektori GPS atau turbulensi selama penerbangan. Akurasi data yang lebih tinggi berarti analisis clearance vegetasi lebih andal sebagai dasar keputusan anggaran pemeliharaan koridor.

Di Indonesia, Halo Robotics mengintegrasikan Terrasolid dalam program survei koridor transmisi, dikombinasikan dengan drone DJI Matrice 400 dan payload LiDAR DJI Zenmuse L3 untuk akuisisi data lapangan.

“Data LiDAR koridor transmisi yang diolah dengan Terrasolid memberikan informasi lokasi yang lebih efisien dan presisi dibanding inspeksi visual konvensional,” ujar Halo Robotics.

Kombinasi survei LiDAR drone dan analisis Terrasolid mengubah program pemeliharaan koridor dari aktivitas reaktif menjadi manajemen aset berbasis data yang terencana dan dapat dipertanggungjawabkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Divre III Palembang Imbau Masyarakat Manfaatkan Faskes Alternatif Selama Klinik Mediska Tutup Sementara

Palembang, 19 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menginformasikan kepada masyarakat bahwa seluruh layanan Klinik Mediska di wilayah Divre III Palembang akan tutup sementara selama periode cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026.

Manager Humas KAI Divre III Palembang menyampaikan bahwa penutupan sementara ini berlangsung mulai 18 Maret hingga 24 Maret 2026, dan seluruh layanan kesehatan di Klinik Mediska akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

Pelayanan Klinik Mediska di KAI Divre III Palembang diantaranya:

1. Klinik Mediska Palembang

Alamat: Jalan Kartini No. 11, Kel. Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang

2. Klinik Mediska Prabumulih

Alamat: Jalan Stasiun Prabumulih, Kel. Pasar 1 Prabumulih, Kec. Prabumulih Utara, Kota Prabumulih

3. Klinik Mediska Muara Enim

Alamat: Jalan Jenderal Sudirman, Kel. Pasar 1 Muara Enim, Kec. Muara Enim, Kabupaten Muara Enim

4. Klinik Mediska Lahat

Alamat: Jalan Inspektur Yazid, Komplek Balai Yasa Lahat, Kec. Lahat, Kabupaten Lahat

“Penyesuaian ini dilakukan dalam rangka mengikuti kebijakan cuti bersama nasional, sekaligus memastikan kesiapan layanan kesehatan dapat kembali optimal setelah periode libur panjang,” ujar Manager Humas KAI Divre III Palembang.

Selama periode penutupan, KAI mengimbau kepada masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di Klinik Mediska, untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

– Dalam kondisi gawat darurat, pasien dapat langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Penentuan kondisi darurat akan dilakukan oleh dokter jaga IGD.

– Untuk kondisi tidak darurat, masyarakat dapat mencari fasilitas kesehatan tingkat pertama lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan yang beroperasi 24 jam, atau menunggu hingga klinik kembali mediska buka.

– Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat yang aktif.

– Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui BPJS Care Center 165.

Di tengah penyesuaian layanan ini, KAI Divre III Palembang mencatat tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan. Selama bulan Ramadan 1447 H / 2026 19 Februari hingga 17 Maret 2026, total kunjungan pasien di seluruh Klinik Mediska mencapai 3.618 kunjungan, dengan rincian:

– Klinik Mediska Palembang: 9 pasien umum, 567 pasien BPJS, 536 pegawai, dan 1.218 keluarga pegawai

– Klinik Mediska Prabumulih: 7 pasien umum, 1 pasien BPJS, 60 pegawai, dan 124 keluarga pegawai

– Klinik Mediska Muara Enim: 79 pasien BPJS, 232 pegawai, dan 285 keluarga pegawai

– Klinik Mediska Lahat: 134 pasien BPJS, 150 pegawai, dan 216 keluarga pegawai

Bagi KAI, kesehatan pegawai dan keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga kelancaran operasional serta keselamatan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, mudah diakses, dan terpercaya.

KAI Divre III Palembang berharap masyarakat dapat memahami penyesuaian layanan ini dan tetap menjaga kesehatan selama masa libur. Keberadaan Klinik Mediska diharapkan terus memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pegawai dan keluarga, tetapi juga bagi pelanggan serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Jalanan Kota ke Ruang Edukasi Keuangan, BRI Finance Berbagi Kepedulian dengan Lady Ojol

Depok, 10 Maret 2026 – Di tengah hiruk-pikuk mobilitas kota yang tak pernah benar-benar berhenti, ada sosok-sosok tangguh yang terus bergerak, mengantar penumpang, mengirimkan makanan, hingga memastikan berbagai kebutuhan masyarakat terpenuhi tepat waktu. Sekian dari banyaknya kelompok, mereka adalah para pengemudi ojek online perempuan atau lady ojol, yang setiap hari menjalankan peran ganda, baik di jalan maupun di rumah.

Memaknai semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Berbagi Bingkisan & THR Lady Ojol” bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Cabang BRI Finance Depok dan diikuti oleh sekitar 100 lady ojol dari wilayah Jabodetabek.

Bagi banyak perempuan, profesi sebagai pengemudi ojek online bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk ketangguhan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, tersimpan peran sebagai ibu, istri, sekaligus tulang punggung tambahan bagi rumah tangga. Kehadiran mereka juga menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi mikro di perkotaan.

Melihat kontribusi tersebut, BRI Finance tidak hanya menghadirkan bantuan dalam bentuk bingkisan Ramadan dan Tunjangan Hari Raya (THR), tetapi juga membekali para peserta dengan literasi keuangan yang relevan. Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal (pinjol), yang masih menjadi tantangan nyata di tengah masyarakat.

Melalui sesi edukasi tersebut, para lady ojol diberikan pemahaman mengenai cara mengelola keuangan secara lebih bijak serta mengenali risiko dari praktik pinjaman ilegal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah, doa bersama, dan ditutup dengan buka puasa bersama yang menghadirkan suasana kebersamaan khas Ramadan.

Acara ini turut dihadiri oleh Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, serta Manajer Funding YBM BRILiaN, Wahyu Wijanarko, yang secara simbolis menyerahkan bingkisan dan THR kepada para peserta.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Para lady ojol adalah representasi perempuan tangguh di tengah dinamika perkotaan. Mereka tidak hanya berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Melalui program TJSL Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan edukasi keuangan agar mereka semakin terlindungi dari risiko pinjaman online ilegal dan mampu mengelola keuangan secara lebih bijak,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, BRI Finance terus mendorong program sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui edukasi dan pemberdayaan. “Kolaborasi dengan YBM BRILiaN menjadi bagian dari upaya kami untuk memperluas dampak sosial sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES