Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman

Mengusung pilar “Humans Behind the Build”, Waringin Megah menempatkan tenaga kerja sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan.

Di tengah kompleksitas industri konstruksi, Waringin Megah General
Contractor menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh desain dan
material, tetapi oleh manusia di baliknya—serta bagaimana keselamatan mereka dijaga secara
konsisten.

Mengusung pilar “Humans Behind the Build”, Waringin Megah menempatkan tenaga kerja
sebagai pusat dari seluruh proses pembangunan. Tim yang bekerja di lapangan maupun di kantor
berjalan dalam sistem koordinasi terstruktur, dengan pembagian peran yang jelas dan saling
terintegrasi.

Setiap area memiliki koordinator yang memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai target.
Koordinator kantor berfokus pada operasional dan komunikasi internal, sementara koordinator
proyek mengawal langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan—mulai dari pengawasan hingga
pengelolaan tim.

Koordinasi rutin menjadi kunci. Melalui pertemuan mingguan lintas divisi yang dilakukan secara
hybrid, seluruh progres, tantangan, dan strategi dibahas secara terbuka. Evaluasi mendalam juga
dilakukan setiap dua minggu untuk memastikan proyek tetap berada di jalur yang tepat.

Tidak hanya itu, setiap pekerjaan selalu diawali dengan identifikasi risiko yang terdokumentasi
secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk mengantisipasi kendala lebih awal
serta mengambil keputusan berbasis data yang akurat.

Dalam menghadapi tantangan di lapangan, tim Waringin Megah mengedepankan problem
solving yang terukur—mengidentifikasi akar masalah dan menentukan solusi paling efisien tanpa
mengorbankan kualitas. Pembelajaran dari setiap pengalaman menjadi bagian dari peningkatan
kompetensi tim secara berkelanjutan.

Di sisi lain, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Waringin
Megah menerapkan standar HSE (Health, Safety, and Environment) secara konsisten di setiap
proyek.

“Proyek yang aman bukan berarti tanpa risiko, tetapi proyek yang mampu mengendalikan risiko
dengan baik. Dengan penerapan yang konsisten—mulai dari safety induction, penggunaan APD,
hingga pengawasan rutin—pekerjaan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien,” ujar Joko
Mariyanto, Manager K3 Waringin Megah General Contractor.

Komitmen ini diwujudkan melalui briefing rutin, disiplin penggunaan Alat Pelindung Diri, serta
pengawasan langsung di lapangan. Waringin Megah juga menanamkan budaya bahwa
keselamatan kerja adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya fungsi K3.

Dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan sistem kerja yang disiplin, Waringin Megah
membuktikan bahwa di balik setiap proyek yang berhasil, ada tim yang bekerja dengan aman,
terarah, dan penuh tanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan Akibat Genangan Air di Petak Jalan Cianjur–Cibeber

Cianjur (Jawa Barat), 5 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat – Sukabumi pada hari ini, Minggu 5 April 2026. Gangguan tersebut disebabkan oleh adanya genangan air di petak jalan antara Cianjur – Cibeber pada KM 87+8/9 akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur pada sore hari.

Akibat kondisi tersebut, untuk sementara perjalanan KA Siliwangi (345) tidak dapat dilanjutkan. Hingga saat ini, rangkaian kereta masih tertahan di Stasiun Cianjur sambil menunggu kondisi lintas kembali aman dan dapat dilalui oleh perjalanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap kondisi operasional.

“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan KA Siliwangi (345). Keputusan untuk menahan perjalanan dilakukan semata-mata demi memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Kuswardojo.

Kuswardojo menambahkan, genangan air yang terjadi di jalur rel tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kereta api karena berpotensi membahayakan perjalanan. Oleh karena itu, petugas di lapangan saat ini terus melakukan pemantauan serta penanganan guna memastikan kondisi lintas kembali normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi genangan air. Perjalanan akan segera dilanjutkan setelah dipastikan jalur aman untuk dilalui,” tambahnya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 2 Bandung memberikan opsi pembatalan perjalanan bagi penumpang KA Siliwangi (345) yang tidak berkenan menunggu. Pelanggan dapat melakukan pembatalan tiket dengan kompensasi pengembalian bea sebesar 100% di luar biaya pemesanan. Selain itu, bagi pelanggan yang tetap menunggu keberangkatan di Stasiun Cianjur, KAI Daop 2 Bandung juga diberikan service recovery sebagai bentuk kompensasi dari pelayanan kepada para pelanggan yang terdampak.

KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap mengikuti arahan petugas di stasiun serta memperhatikan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi KAI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan kereta api,” tutup Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung akan terus memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan kondisi perjalanan KA Siliwangi (345) seiring dengan penanganan genangan air di lokasi terdampak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang

53 Hari, 19.000 KM, Satu Misi: Menyingkap Sisi Lain Tambang Indonesia

Jakarta — Selama 53 hari, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan sejauh 19.000 kilometer, menyusuri Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Perjalanan tersebut bukan sekadar proses produksi film dokumenter, melainkan eksplorasi panjang yang mempertemukan mereka dengan wajah Indonesia yang jarang terlihat—cerita masyarakat, harapan, serta kehidupan di sekitar wilayah pertambangan.

Melalui dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World, keduanya menjelajahi berbagai wilayah dengan kondisi ekstrem, dari dataran rendah hingga ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut. Dalam perjalanan tersebut, Ari dan Nia melihat langsung operasional tambang seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, Vale Indonesia.

Aktor sekaligus produser dokumenter, Ari Sihasale, mengungkapkan perjalanan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang Indonesia dan industri pertambangan.

“Jadi perjalanan kami selama 53 hari, 19.000 km yang kita tempuh. Lalu bagaimana? 1.272 jam nggak pulang-pulang dari Sumatera sampai tanah Papua. Dari 0 sampai 4.285 MDPL. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana Indonesia sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan tambang tidak hanya mengambil, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya,” ujar Ari dalam penayangan film The MIND Journey di Jakarta, Rabu (1/4).

Perjalanan dimulai dari wilayah barat Indonesia hingga timur, menyusuri daerah-daerah yang selama ini hanya mereka dengar namanya. Mulai dari Tanah Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, hingga Papua.

Namun bukan hanya medan yang berat yang menjadi tantangan. Jadwal yang padat dan minim waktu istirahat membuat kebersamaan tim menjadi kunci selama perjalanan berlangsung.

“Pertama kalau dari kami adalah kebersamaan itu penting. Apapun itu kebersamaan itu penting. Jadi kita bisa saling mengingatkan, kita saling peduli. Syutingnya setiap hari soalnya, perpindahannya setiap hari dan tidak ada istirahat, istirahat adalah ketika perpindahan,” kata Ari.

Perubahan suhu ekstrem juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari panas menyengat di Timika, tim harus langsung menuju wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter menyusuri kawasan tambang Grasberg pada hari berikutnya.

“Memang berat ketika kita semua panas, tapi ketika sampai di Timika itu panas sekali kemudian besoknya kita harus naik ke 4000-an. Nah di situlah aklimatisasinya tidak terlalu lama tapi itu kita selalu memperhatikan “vitamin” itu dengan cara kita saling support,” ujarnya.

Bagi Nia Sihasale, perjalanan tersebut bukan hanya proses produksi dokumenter, tetapi juga perjalanan batin yang membuka banyak perspektif baru tentang Indonesia, khususnya terkait kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Ia mengaku, selama perjalanan dari Sumatera hingga Papua, tim menemukan banyak hal terkait pertambangan yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan untuk wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kayak apa ya, tapi yang lain kan kami belum tahu, artinya mungkin satu hal kecil saja bahwa kami tinggal di Jakarta, ya kan di Jakarta Selatan kami. Tiba-tiba ada tambang Pongkor di Bogor kita baru tahu sampai seumur hidup ini,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nia adalah pertemuan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. Ia melihat langsung bagaimana aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan usaha masyarakat, hingga memperkuat hubungan sosial di sekitar wilayah operasional.

Lewat film dokumenter ini, kata Nia, tim berupaya menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai industri pertambangan yang dijalankan oleh Grup MIND ID, sekaligus menjawab berbagai stigma yang berkembang di masyarakat. Seluruh cerita ditampilkan secara natural tanpa skenario.

“Kita ingin membuka mata dan hati yang menonton, bukan bermaksud menggurui tapi supaya ini loh yang benar kalau pertambangan yang dikelola dengan baik bertanggung jawab, kalian bisa bertanya sendiri manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu bukan kami yang menjawab, tidak ada skripnya, jadi murni jawaban dari hati masyarakat,” kata Nia.

Pengalaman tersebut juga menghadirkan momen emosional bagi tim selama perjalanan. Nia mengaku beberapa kali terharu ketika melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kadang kita ikut nangis dan saya juga kadang ikut berkaca-kaca karena ternyata buat masyarakat sekitar dampaknya sangat besar sekali buat keluarga mereka,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia yang begitu luas dan kaya.

“Kita jadi lebih bersyukur dan kita jadi lebih bangga jadi orang Indonesia. Gila ya Indonesia luar biasa banget gitu kita baru, iya kita baru lihat Halmahera, baru lihat Ternate gitu,” kata Nia.

Dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World yang dibintangi Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen ini akan menampilkan perjalanan lintas Indonesia serta kisah masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Program ini akan tayang mulai 4 April 2026, setiap Sabtu pukul 15.00 WIB di Metro TV, dalam 13 episode yang menyuguhkan perjalanan dari Sumatera hingga Papua—membawa penonton melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh cerita.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Divre III Palembang Perpanjang Fasilitas Reduksi bagi Anggota TNI

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang kembali menyampaikan kabar baik bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui perpanjangan program tarif reduksi tiket kereta api.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa perpanjangan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara KAI dan TNI terkait pemberian tarif reduksi bagi anggota TNI. Perjanjian tersebut berlaku selama 2 (dua) tahun, terhitung mulai 30 Maret 2026 hingga 29 Maret 2028.

“Perpanjangan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan kemudahan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi prajurit TNI, baik untuk keperluan dinas maupun pribadi,” ujar Aida.

Seiring dengan diberlakukannya perpanjangan tersebut, terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan oleh anggota TNI yang akan melakukan pembelian tiket keberangkatan mulai 30 Maret 2026, di antaranya:

Anggota TNI yang telah terdaftar sebagai penerima reduksi wajib melakukan registrasi ulang di layanan customer service stasiun untuk penyesuaian masa berlaku hingga 29 Maret 2028. Sementara itu, bagi anggota yang belum terdaftar, proses pendaftaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kerja sama.

Bagi anggota TNI yang memasuki masa pensiun sebelum berakhirnya perjanjian, masa berlaku reduksi akan disesuaikan dengan usia pensiun sesuai ketentuan yang berlaku. Proses registrasi dilakukan di customer service stasiun sesuai jam operasional masing-masing stasiun, dan wajib dilakukan paling lambat 2 hari sebelum jadwal keberangkatan.

Adapun besaran reduksi tarif yang diberikan untuk kereta api antarkota meliputi potongan sebesar 50% untuk kelas bisnis dan ekonomi, serta 25% untuk kelas eksekutif.

Namun demikian, tarif reduksi ini tidak berlaku untuk layanan kereta api perkotaan, tarif khusus dan promosi, serta layanan kereta kelas compartment, luxury, imperial, priority, panoramic, kereta wisata, maupun kereta dengan branding khusus lainnya.

Program ini hanya berlaku bagi anggota aktif dan siswa TNI yang melakukan perjalanan secara perorangan, dengan menunjukkan identitas resmi berupa KTA atau KTS yang masih berlaku. Reduksi tidak dapat dipindahtangankan serta tidak berlaku bagi keluarga anggota maupun PNS di lingkungan TNI.

KAI Divre III Palembang juga mencatat adanya peningkatan pemanfaatan layanan ini. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 261 anggota TNI telah menggunakan layanan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Sementara itu, pada periode Januari hingga 28 Maret 2026, tercatat sebanyak 64 anggota TNI telah memanfaatkan fasilitas tersebut dengan berbagai tujuan di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Untuk wilayah Divre III Palembang, proses registrasi dapat dilakukan di tiga stasiun utama, yaitu Stasiun Kertapati dengan jam operasional pukul 06.00–20.15 WIB, Stasiun Prabumulih pukul 08.00–21.30 WIB, serta Stasiun Lubuk Linggau pukul 07.15–19.45 WIB.

Untuk dapat menikmati fasilitas reduksi, pelanggan wajib melakukan registrasi dengan melengkapi dokumen berupa identitas TNI (KTA/KTS atau surat keterangan resmi), NIK dari KTP elektronik, KTP digital, atau Kartu Keluarga, foto diri, nomor telepon, alamat tempat tinggal, serta alamat email.

Registrasi ini cukup dilakukan satu kali agar data pelanggan terintegrasi dalam sistem aplikasi Access by KAI. Setelah proses registrasi berhasil, pelanggan dapat langsung melakukan pembelian tiket dengan tarif reduksi melalui aplikasi maupun loket stasiun dengan memilih tipe penumpang “reduksi”.

Aida menambahkan bahwa kewajiban registrasi ulang ini bertujuan untuk memastikan layanan tarif reduksi tepat sasaran sekaligus meningkatkan kemudahan akses bagi para prajurit.

“Dengan sistem yang semakin terintegrasi, kami berharap layanan ini dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan efisien bagi anggota TNI,” tutupnya.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, email cs@kai.id, atau melalui media sosial resmi KAI.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES