Asuransi Modi dari BRI Life Gelar Fun Run 7K

Bagian
dari Pre‑Launching Produk Digital Modi, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Aktif

Sebagai bagian
dari rangkaian pre-launching produk Modi (Mobile Digital Insurance), BRI
Life menyelenggarakan kegiatan Modi Fun Run 7K sebagai wujud komitmen dalam mendorong
masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif. Kegiatan ini juga
menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan Modi sebagai solusi asuransi
digital yang praktis, fleksibel, dan relevan dengan gaya hidup modern.

Kegiatan Modi
Fun Run 7K dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026, di area Car Free Day Jalan
Sudirman–Setiabudi, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh ratusan peserta dari
berbagai komunitas olahraga dan masyarakat umum. Selain lari sejauh 7
kilometer, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas pendukung
seperti; medical check-up, olahraga bersama, hiburan musik dari DJ, serta
pembagian doorprize bagi peserta.

Melalui kegiatan
ini, BRI Life menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih kontekstual dengan
gaya hidup masyarakat masa kini, di mana perlindungan tidak hanya hadir saat
risiko terjadi, namun juga menjadi bagian dari keseharian yang aktif, sehat,
dan produktif.

Direktur BRI
Life, Sutadi, dalam sambutannya menyampaikan, “Modi Fun Run 7K merupakan bagian
dari rangkaian pre-launching produk Modi. Kami ingin memperkenalkan bahwa
asuransi kini dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk
dalam mendukung aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.”

Ia menambahkan:

“Kami
mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir. Kegiatan ini sejalan dengan
komitmen BRI Life dalam membantu masyarakat Indonesia hidup lebih baik melalui
perlindungan yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan.”

Kolaborasi
Modi dengan Gofit

Dalam
kesempatan yang sama, BRI Life juga melakukan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dengan platform Gofit sebagai bagian dari strategi
penguatan literasi gaya hidup sehat dan perluasan ekosistem proteksi digital.

Kolaborasi
ini berfokus pada edukasi gaya hidup aktif sekaligus pengenalan solusi
perlindungan Modi yang relevan bagi komunitas olahraga dan kebugaran. Sinergi
ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem terintegrasi antara gaya hidup sehat
dan perlindungan finansial berbasis digital.

Sutadi
menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan
inklusi keuangan dengan menjangkau segmen milenial dan komunitas olahraga,
sekaligus menyederhanakan proses akses, pembelian produk, hingga klaim secara
online.

“Dengan
jumlah anggota Gofit yang terus bertumbuh, kolaborasi ini menjadi peluang
strategis bagi BRI Life untuk menghadirkan solusi perlindungan yang saling
menguntungkan. Melalui sinergi berbagai event dan aktivitas bersama dalam satu
tahun ke depan, kami melihat potensi jangkauan hingga lebih dari 50 ribu
pemilik polis Modi,” tutup Sutadi.

Arah
Strategis Menuju Grand Launching MODI

Kegiatan
Modi Fun Run 7K merupakan bagian dari rangkaian menuju Grand Launching MODI by BRI Life,
yang akan menghadirkan inovasi layanan asuransi digital secara lebih luas
kepada masyarakat Indonesia.

Sebagai
solusi perlindungan berbasis digital, MODI dirancang untuk memberikan kemudahan
akses, fleksibilitas perlindungan, serta pengalaman berasuransi yang lebih
sederhana dan terintegrasi dengan kebutuhan gaya hidup modern.

Masyarakat dapat mengakses dan mempelajari lebih
lanjut mengenai produk MODI melalui platform digital BRI Life di: digital.brilife.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut melalui terminal penumpang yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, tercatat meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026.

Selama periode H-15 hingga H+15 atau 6 Maret hingga 5 April 2026, Pelindo Multi Terminal mencatat total pergerakan penumpang sebanyak 1.129.281 orang. Angka ini naik 14,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 983.454 orang.

Puncak arus mudik terjadi pada H-2 (19 Maret 2026) dengan jumlah penumpang sebanyak 53.595 orang, sementara puncak arus balik tertinggi tercatat pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 61.774 orang.

Dari total trafik tersebut, terdapat tiga terminal penumpang dengan aktivitas terpadat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tanjung Balai Karimun mencatat pergerakan jumlah penumpang sebanyak 268.777 orang, disusul Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dengan 267.678 orang, serta Tanjungpinang sebanyak 263.675 orang.

VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan menjelaskan bahwa selama periode Angkutan Lebaran 2026, perusahaan mengelola 15 terminal penumpang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Momentum libur lebaran identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu kami memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal penumpang berjalan optimal, didukung koordinasi lintas stakeholders, serta penguatan layanan di lapangan. Upaya ini kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap penumpang,” terang Farid.

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, Pelindo Multi Terminal berharap setiap perjalanan yang dilalui masyarakat tidak sekadar menjadi perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi bagian dari momen berharga untuk kembali bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. Dengan layanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berkomitmen untuk hadir sebagai bagian dari perjalanan itu dengan menghubungkan jarak, menjaga kenyamanan, dan memastikan setiap langkah pulang berlangsung dengan aman dan penuh makna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat GCG dan Kualitas Aset, BRI Finance Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Sleman

Sleman, 11 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) secara konsisten menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperkuat praktik tata kelola perusahaan yang baik melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama Kejaksaan Negeri Sleman yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Kantor Kejaksaan Negeri Sleman.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto, S.H., M.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Ari Hani Saputri, S.H., M.H., Kepala Cabang BRI Finance Sleman Insan Nur Susilo, S.H., serta perwakilan dari kedua institusi.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BRI Finance dalam mengoptimalkan penanganan pembiayaan bermasalah melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis kepastian hukum. Selain itu, upaya ini juga diarahkan untuk mendorong penyelesaian kewajiban nasabah secara lebih efektif dengan tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan solusi yang berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa sinergi dengan Kejaksaan Negeri Sleman merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis perusahaan secara jangka panjang.

“BRI Finance berkomitmen untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi prinsip integritas. Hal ini penting agar kami dapat terus menghadirkan layanan pembiayaan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, aspek kepastian hukum memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan sekaligus mendukung stabilitas operasional perusahaan. Melalui kolaborasi dengan Kejaksaan, khususnya peran Jaksa Pengacara Negara, proses mitigasi risiko hukum dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan terukur.

“Dukungan ini akan memperkuat pengelolaan kualitas aset serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. BRI Finance memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan keberlanjutan,” tambahnya.

Melalui inisiatif ini, BRI Finance terus mendorong penguatan implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi referensi sinergi antara industri pembiayaan dan institusi penegak hukum dalam menjaga stabilitas sektor pembiayaan, khususnya di tingkat regional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Kapasitas dan Kelancaran Lalu Lintas, Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol Tingkatkan Kenyamanan Perjalanan di Koridor Trans Jawa

Surabaya (16/04) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan melalui percepatan proyek pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol pada segmen Kejapanan–Gempol (KM 769+450 s.d. KM 772+650). Hingga Minggu ke-32 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 69,72% dan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di salah satu koridor vital Trans Jawa.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas perjalanan pengguna jalan secara menyeluruh.

“Kami memahami bahwa kelancaran perjalanan menjadi harapan utama setiap pengguna jalan, terutama di ruas dengan mobilitas tinggi seperti Surabaya–Gempol. Melalui pelebaran pada segmen Kejapanan–Gempol yang merupakan jalur penghubung dari arah Surabaya menuju Malang dan sebaliknya sebagai bagian dari distribusi lalu lintas, JTT berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan minim hambatan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam setiap perjalanan,” ujar Ria.

Lebih lanjut, peningkatan kapasitas ini juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik yang lebih efisien serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Dengan arus lalu lintas yang lebih lancar, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi peningkatan perkerasan jalan, pekerjaan struktur jembatan, serta penyempurnaan perlengkapan jalan seperti rambu dan marka. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, and Environment serta mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol guna memastikan hasil akhir yang andal dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, JTT juga memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara terukur dengan pengaturan lalu lintas yang adaptif dan situasional. Hal ini bertujuan agar pengguna jalan tetap dapat melintas dengan aman dan nyaman selama proses konstruksi berlangsung.

Peningkatan kapasitas di ruas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran Jalan Tol Trans Jawa sebagai tulang punggung konektivitas nasional.

JTT mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

Untuk informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Bogor (17 April 2026) – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset(ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.

Dalam acara Reviu Optimasi Aset Tetap Tanah dan Bangunan yang diselenggarakan di Aula PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor pada tanggal 16-17 April 2026, Manajemen memaparkan pencapaian ROA perseroan, yang hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27%. Capaian tersebut setara dengan 117,63% dari target tahun 2025 sebesar 2,78%.

Meskipun telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencapаi 7,6% рada tahun 2029. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP.

Guna mengakselerasi pencapaian target tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan sesi khusus Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan jajaran Direksi, Region Head Sub Holding, serta Kepala Divisi terkait. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dari aspek GRC (Governance, Risk and Compliance) terhadap langkah-langkah yang telah diambil, serta mengevaluasi aspek penting lainnya yang mencakup strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi analisis, hingga alur proses pengelolaan.

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi menyampaikan optimalisasi aset merupakan salah satu inisiatif strategis untuk memastikan seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif. Selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel. Dengan sistem yang baik, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, namun juga harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.”, tutup Direktur Aset.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

Jakarta, (17/4) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam mendukung perdagangan biomassa berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang melalui partisipasi aktif dalam Business Forum on Palm Biomass Collaboration Japan–Indonesia di acara International Biomass Expo 2026, Tokyo. Forum dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari para pengusaha power plant sebagai pengguna biomassa dan trader of biomass.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna sebagai narasumber menyoroti pentingnya peran TIC dalam memastikan kualitas, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok biomassa, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi rendah karbon di Jepang yang terus meningkat.

“Sebagai negara yang sedang mempercepat transisi menuju energi rendah karbon, Jepang membutuhkan pasokan biomassa yang tidak hanya stabil, tetapi juga terverifikasi secara kualitas dan keberlanjutannya. Di sinilah peran SUCOFINDO sebagai lembaga TIC menjadi sangat krusial,” ujar Sandry Pasambuna.

Menurutnya, Indonesia sendiri memiliki potensi biomassa yang besar, khususnya dari limbah kelapa sawit seperti Palm Kernel Shell (PKS), Empty Fruit Bunch (EFB), dan serat sawit, yang memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan, biaya kompetitif, serta kedekatan geografis dengan Jepang. Namun, kepercayaan terhadap kualitas dan keberlanjutan produk menjadi fondasi utama dalam memastikan kelancaran perdangan biomassa di pasar global. Tanpa sistem pengujian dan verifikasi yang andal, berbagai risiko seperti ketidaksesuaian spesifikasi, sengketa kualitas, hingga kurangnya bukti keberlanjutan dapat terjadi.

“Melalui layanan TIC, SUCOFINDO memastikan setiap produk biomassa yang diekspor telah melalui proses pengujian laboratorium dan inspeksi independen, mencakup parameter penting seperti kadar air, nilai kalor, kandungan sulfur, hingga kadar abu. Hal ini memberikan jaminan kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan bagi pembeli global,” jelas Sandry Pasambuna.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok biomassa dari hulu ke hilir dengan layanan terintegrasi di sektor kelapa sawit, mulai dari pengujian laboratorium Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, Pre-shipment inspection untuk ekspor CPO dan produk sawit, Sertifikasi Green Gold Label (GGL) yang menjamin ketertelusuran (traceability), hingga penelusuran rantai pasok yang memastikan kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan produk. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga telah bekerja sama dengan Japan Quality Assurance Organization (JQA) untuk turut memberikan pendampingan dan solusi strategis bagi pelaku industri dalam memenuhi persyaratan pasar global, termasuk untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi terbarukan.

“Melalui berbagai layanan tersebut, SUCOFINDO berkomitmen memperkuat daya saing produk sawit Indonesia sekaligus menjadi mitra terpercaya dalam mendorong perdagangan yang transparan, berkelanjutan, dan bernilai tambah,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Pelaksanaan pendidikan bagi Petugas Penunjang Operasional (PPO) Logistik dari seluruh Branch Office supervisi BRI Region 6 telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna mendukung optimalisasi operasional di masing-masing unit kerja.

Selama berlangsungnya pendidikan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian jadwal yang telah disusun. Materi yang diberikan tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat pemahaman terkait peran strategis fungsi logistik dalam mendukung kinerja perusahaan.

Kegiatan pendidikan ini secara resmi ditutup oleh Bapak Luthfi Adriyanto selaku Department Head Logistic, General Affair dan Network BRI Region 6. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan agar seluruh ilmu dan wawasan yang telah diperoleh selama masa pendidikan dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para PPO Logistik dapat semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung kelancaran operasional serta pencapaian target perusahaan di BRI Region 6.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara

Pergerakan harga emas dunia pada pekan depan diperkirakan masih akan diwarnai tekanan dalam jangka pendek, seiring munculnya sinyal koreksi dari sisi teknikal serta pengaruh sentimen global yang belum sepenuhnya mendukung penguatan lanjutan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat bahwa pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan indikasi pelemahan setelah gagal melanjutkan kenaikan di area resistance penting.

Dalam beberapa sesi terakhir, harga emas memang sempat mencatatkan penguatan yang cukup signifikan. Namun, kegagalan untuk menembus level resistance menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai terbatas. Kondisi ini umumnya diikuti oleh fase koreksi sebagai bagian dari penyesuaian pasar setelah pergerakan naik yang cukup tajam.

Menurut Geraldo Kofit, potensi penurunan harga dalam waktu dekat masih tergolong sebagai koreksi yang wajar dan belum mencerminkan perubahan tren utama secara keseluruhan. Dengan kata lain, tekanan yang muncul lebih bersifat sementara dan menjadi bagian dari dinamika pasar sebelum menentukan arah berikutnya.

Dalam proyeksi untuk pekan depan, harga emas diperkirakan berpotensi bergerak turun menuju area support terdekat di kisaran 4.739. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pelaku pasar. Apabila tekanan jual berlanjut, maka peluang penurunan lebih dalam ke area 4.702 juga terbuka.

Kendati demikian, kedua level tersebut juga memiliki peran penting sebagai area penopang yang dapat menahan laju penurunan harga. Respons pasar di area support tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan apakah harga akan melanjutkan koreksi atau justru kembali menguat.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas turut dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat melemah, dolar kini menunjukkan pemulihan yang membuat harga emas cenderung tertekan. Hal ini terjadi karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi investor global ketika nilai dolar meningkat.

Selain itu, aksi ambil untung oleh pelaku pasar juga menjadi faktor yang memperbesar tekanan terhadap harga emas. Setelah mencatatkan kenaikan signifikan sebelumnya, sebagian investor memilih untuk mengamankan keuntungan, sehingga mendorong harga terkoreksi.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Pasar masih melihat peluang bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini membuat instrumen berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memperkuat tekanan terhadap emas. Dalam situasi yield yang meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga minat investor terhadap logam mulia ini cenderung menurun dalam jangka pendek.

Meski demikian, prospek jangka menengah emas masih tetap didukung oleh permintaan sebagai aset safe haven. Ketidakpastian global, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, masih menjadi faktor yang menjaga minat investor terhadap emas. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas berpotensi mengalami koreksi pada pekan depan sebagai bagian dari penyesuaian pasar. Namun, selama penurunan tidak menembus area support kunci secara signifikan, tren utama masih berpeluang tetap berada dalam jalur kenaikan.

Dengan demikian, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan harga di level-level penting serta perkembangan sentimen global. Volatilitas yang masih tinggi menuntut strategi yang lebih hati-hati agar dapat memanfaatkan peluang di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Upaya Mengatasi Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan beragamnya kondisi sosial-ekonomi yang ada. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat adalah tingginya angka kematian akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular, serta ketimpangan akses terhadap fasilitas kesehatan yang berkualitas. Dalam menghadapi masalah ini, upaya yang terintegrasi dari berbagai sektor diperlukan untuk mencapainya.

Penyakit menular tetap menjadi masalah yang signifikan di Indonesia. Penyakit seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV/AIDS masih banyak ditemukan, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan. Penyebaran penyakit ini juga sering kali dipengaruhi oleh faktor sosial seperti pola hidup yang tidak sehat dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan. Pemerintah Indonesia melalui program vaksinasi dan kampanye pencegahan penyakit berusaha untuk mengurangi angka kejadian penyakit menular di masyarakat.

Selain itu, penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker juga menunjukkan angka prevalensi yang tinggi di Indonesia. Gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang buruk, serta kurangnya aktivitas fisik memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Untuk itu, pemerintah berfokus pada upaya pencegahan melalui program edukasi dan penyuluhan kesehatan yang menyasar pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit.

Ketimpangan dalam akses layanan kesehatan juga menjadi tantangan yang harus diatasi. Masyarakat di daerah terpencil dan pedesaan sering kali kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Infrastruktur yang kurang berkembang dan kekurangan tenaga medis menjadi faktor utama yang menghambat pemerataan layanan kesehatan. Pemerintah melalui program pembangunan infrastruktur kesehatan dan distribusi tenaga medis di daerah-daerah tersebut berusaha untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu langkah penting dalam memberikan akses kesehatan yang lebih merata kepada masyarakat Indonesia. Meskipun ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya, JKN diharapkan dapat memberikan solusi dalam mengurangi ketimpangan dalam akses layanan kesehatan.

Pentingnya edukasi kesehatan juga harus menjadi perhatian utama dalam mengatasi tantangan kesehatan ini. Program penyuluhan yang intensif tentang pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pentingnya akses kesehatan yang tepat waktu akan sangat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.

Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan

egiatan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, di lingkungan BRI Region 6 berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini diikuti oleh para karyawan yang dengan antusias hadir untuk bersama-sama meningkatkan keimanan dan mempererat tali silaturahmi.

Pengajian diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kebaikan seluruh insan serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin serta surat-surat pendek lainnya yang dipimpin oleh Ustad Nuryadi selaku Pengurus YBM BRI Jakarta.

Selama berlangsungnya acara, suasana terasa tenang dan penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, menciptakan nuansa religius yang menyejukkan hati. Momen ini juga menjadi sarana refleksi diri di tengah kesibukan pekerjaan.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian antar sesama karyawan di BRI Region 6 dapat terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES