Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Jenderal TNI Lucky Avianto memimpin operasi ke pedalaman Papua untuk menghancurkan ladang ganja yang diduga terkait aktivitas kelompok separatis, dengan temuan puluhan tanaman siap panen dan satu terduga pelaku diamankan.

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara. Dalam pernyataannya, Presiden menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi penerus bangsa.

“Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak, hancur, dan kehilangan masa depan,” tegas Presiden dilansir dari kanal resmi setkab.go.id pada Selasa (14/4/2026).

Merespons arahan Presiden, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, langsung mengambil langkah cepat dan tegas.  

Dalam operasi yang penuh tantangan di medan berat, prajurit TNI berhasil menembus belantara hutan Papua dan mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka. Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam menjaga bangsa.

“Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Namun, pasukan tidak berhenti. Mereka terus bergerak lebih dalam, menembus sunyi rimba Papua,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Selasa (14/1/2026).

Hasilnya, lanjut Lucky, ladang ganja kedua di wilayah Desa Esipding, Distrik Serambakom, berhasil diungkap. Sebanyak 80 batang ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh.

Dalam operasi tersebut, Kogabwilhan III juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial L-U, yang kemudian dibawa personel TNI bersama seluruh barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan.

Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja lain masih tersebar di pedalaman Papua.

Apalagi, Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dapat ‘lampu hijau’ membudidayakan tanaman haram tersebut, setelah pimpinan mereka, salah satunya Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, secara terang-terangan memperbolehkan anggotanya menanam ganja. 

Kondisi ini menjadi ironi yang menyakitkan. Di saat masyarakat khususnya para orang tua di Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, TPNPB-OPM justru memperluas ancaman tersebut.

“Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegas Lucky.

Di tengah sunyi hutan dan beratnya medan, prajurit TNI berdiri sebagai garda terdepan, bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia.

“Dari Papua, pesan perang badar melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba. Bahwa TNI, bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat,” pungkas Lucky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS @Malang Hadirkan REACH Out: Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus

Malang, April 2026 – Dinamika kehidupan perkuliahan yang semakin cepat, tuntutan akademik, hingga adaptasi di era digital menghadirkan tantangan baru bagi kesehatan mental di lingkungan kampus. Dalam situasi ini, kampus tidak lagi cukup hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga perlu menjadi lingkungan yang aman, suportif, dan responsif terhadap kondisi psikologis setiap individu. Meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di dunia pendidikan tinggi mendorong perlunya langkah yang lebih konkret, tidak hanya dalam bentuk awareness, tetapi juga pembekalan keterampilan dasar dalam menghadapi distress psikologis sejak tahap awal.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui BINUS @Malang menghadirkan Seminar dan Expo Psychological First Aid (PFA) dalam rangka Proyek Inisiatif 2026 bertajuk REACH Out (Responsive Empathetic Aid for Campus Health) yang diselenggarakan pada 9–10 April 2026 di lingkungan BINUS @Malang. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan dan staf karyawan, sebagai upaya bersama dalam membangun budaya yang lebih peduli dan suportif terhadap kesehatan mental.

REACH Out tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman, tetapi juga memberikan pendekatan yang aplikatif melalui konsep Psychological First Aid (PFA) dengan metode Look, Listen, Link. Melalui seminar yang menghadirkan Psikolog Cindy Adhianty Tupan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya respons awal dalam situasi psikologis serta bagaimana menjadi support system yang empatik di lingkungan sekitar. Sementara itu, expo interaktif yang berlangsung selama dua hari di area lobby kampus menjadi sarana edukasi yang lebih engaging, dengan berbagai aktivasi dan penyebaran informasi dari berbagai unit di BINUS @Malang untuk memperluas pemahaman peserta secara menyeluruh.

Direktur Kampus BINUS @Malang, Dr. Robertus Tang Herman, S.E., M.M., menyampaikan, “Melalui REACH Out, kami ingin menegaskan bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai tempat pengembangan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga sebagai ekosistem yang peduli terhadap kesejahteraan mental. Ini menjadi bagian dari komitmen BINUS @Malang dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga humanis dan suportif.” Ia menambahkan bahwa sebagai kampus Digital Technopreneur, BINUS @Malang melihat kesiapan mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari bagaimana mereka mampu memahami diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

Lewat kegiatan ini, BINUS @Malang ingin mulai dari hal yang sederhana: membuka ruang, membangun kepekaan, dan memastikan bahwa setiap individu di lingkungan kampus tahu bahwa mereka tidak sendirian. Karena pada akhirnya, lingkungan belajar yang baik bukan hanya tentang seberapa pintar seseorang berkembang, tapi juga seberapa kuat mereka saling menjaga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi dalam Membangun Proses Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, 14 April 2026 – Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis.

Sistem informasi memainkan peran penting dalam memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung.

Namun demikian, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi.

Sebagai bagian dari School of Information Systems BINUS University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti:

Business Intelligence

Enterprise Resource Planning (ERP)

Digital Automation Technology

User Experience (UX)

Cloud Computing

IT Governance

Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik.

Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan BINUS University.

Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, BINUS University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES