Kompak dan Anggun, Frontliner BRI Branch Office Jatinegara Kenakan Pakaian Nasional di Hari Kartini

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja frontliner BRI Branch Office Jatinegara tampil kompak dan anggun dengan mengenakan pakaian nasional saat melayani nasabah. Nuansa tradisional yang menghiasi area layanan menciptakan suasana yang hangat sekaligus penuh makna.

Para frontliner mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan keindahan serta keberagaman budaya nusantara. Kekompakan dalam balutan pakaian nasional tersebut tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Meskipun mengenakan busana tradisional, para pekerja tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Senyum ramah dan sikap sigap menjadi bukti komitmen frontliner dalam menjaga kualitas layanan.

Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini, khususnya dalam hal dedikasi, semangat berkarya, dan peran aktif dalam lingkungan kerja. BRI Branch Office Jatinegara berharap semangat tersebut terus menginspirasi seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa

Medan, April 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, hadir sebagai narasumber dalam Kuliah Umum bertema Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka Medan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (21/4), bertempat di Auditorium Bung Karno, Universitas Satya Bhinneka.

Kuliah umum ini menghadirkan Finan Syaifullah, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo Multi Terminal, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Finan membawakan materi seputar perkembangan praktik CSR di lingkungan BUMN, mulai dari landasan regulasi, implementasi program, hingga kaitannya dengan konsep green economy yang tengah menjadi tren global. Ia juga menekankan pentingnya menyederhanakan konsep keberlanjutan seperti SDGs dan triple bottom line agar lebih mudah dipahami dan diterapkan langsung oleh masyarakat di lapangan.

Sebagai wujud nyata program CSR, Pelindo Multi Terminal memfokuskan implementasinya pada tiga bidang utama: pendidikan melalui program Pelindo Mengajar, lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah, serta pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pelaku usaha kecil. Ketiganya mencerminkan komitmen perusahaan bahwa CSR adalah strategi bisnis jangka panjang sekaligus investasi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam kuliah umum ini adalah Rumah Kelola Sampah (RKS), program unggulan CSR Pelindo Multi Terminal yang mengintegrasikan tiga pihak secara setara: perusahaan, akademisi, dan masyarakat. Melalui RKS, masyarakat diajak memahami pengelolaan sampah dari skala rumah tangga, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, pengembangan hidroponik, hingga pemanfaatan panel surya—sehingga persoalan lingkungan sekaligus menjadi peluang kewirausahaan yang nyata.

“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Rumah Kelola Sampah adalah bukti bahwa ketika perusahaan, akademisi, dan masyarakat bekerja bersama, perubahan nyata bisa terjadi,” ujar Finan Syaifullah

Program RKS juga secara aktif mendorong keterlibatan mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan, mengembangkan inovasi berbasis lingkungan, dan membangun komunitas yang berdampak. Ke depan, program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk permasalahan sampah di Kota Medan sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu perkuliahan.

Kegiatan ini disambut positif oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka, Martin, yang berharap kolaborasi dengan SPMT dapat terus berkembang termasuk dalam mendukung Semarak Bazar Kreasi, program tahunan Prodi Kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa.

Bagi Pelindo Multi Terminal, kolaborasi dengan perguruan tinggi ini sejalan dengan keyakinan perusahaan bahwa generasi muda adalah penggerak utama transformasi menuju ekonomi yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Di awal, kirim pesan satu per satu masih terasa aman. Tapi saat bisnis mulai berkembang, volume chat meningkat, dan semuanya jadi lambat. Tim mulai kewalahan, pelanggan menunggu, dan peluang mulai hilang.

Masalahnya bukan di tim, tapi di cara kerja. Selama komunikasi masih manual, bisnis akan selalu tertinggal dari kecepatan pelanggan.

Proses Komunikasi Masih Manual dan Lambat

Banyak bisnis masih mengandalkan proses manual untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Terlihat sederhana, tapi dampaknya besar ketika volume meningkat.

Tanpa sistem yang terintegrasi, komunikasi jadi lambat, tidak konsisten, dan sulit berkembang.

1. Pengiriman Pesan Dilakukan Satu Per Satu

Tim harus mengirim pesan satu per satu ke pelanggan. Proses ini bisa memakan waktu hingga 2-3 jam per hari dan menghambat efisiensi kerja secara keseluruhan.

2. Tidak Ada Sistem Integrasi Komunikasi

Chat dan data pelanggan berjalan terpisah di berbagai platform. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan hingga 30% karena informasi tidak terhubung secara langsung.

3. Respons Pelanggan Tidak Konsisten

Setiap tim memiliki cara balas yang berbeda. Akibatnya, kualitas komunikasi tidak stabil dan bisa menurunkan kepercayaan pelanggan hingga 20-25%.

4. Sulit Scale Komunikasi Bisnis

Saat jumlah pelanggan meningkat 2-3x, tim tidak mampu mengimbanginya. Tanpa sistem, bisnis akan kesulitan berkembang dan kehilangan banyak peluang.

Automasi Komunikasi Jadi Kunci Efisiensi

Untuk bisa berkembang, bisnis tidak bisa terus mengandalkan cara manual. Dibutuhkan sistem yang mampu menjalankan komunikasi secara otomatis dan terstruktur.

Dengan automasi, bisnis bisa tetap responsif tanpa menambah beban kerja tim secara signifikan.

1. Integrasi Sistem Dengan WhatsApp Gateway Official

Integrasi melalui WhatsApp Gateway Official memungkinkan semua komunikasi terhubung dalam satu sistem. Proses kerja bisa dipercepat hingga 40-50% dibanding cara manual.

2. Kirim Pesan Otomatis Ke Pelanggan

Pesan dapat dikirim otomatis berdasarkan trigger tertentu. Hal ini mampu menghemat waktu tim hingga 50% dan memastikan pelanggan selalu mendapat respons tepat waktu.

3. Standarisasi Komunikasi Bisnis

Template pesan membantu menjaga konsistensi komunikasi. Dengan standar yang jelas, kualitas layanan bisa meningkat hingga 25% dan lebih profesional di mata pelanggan.

4. Dukungan Respons Otomatis Dengan AI Agent

AI Agent memungkinkan bisnis merespons pelanggan secara otomatis. Hingga 70% pertanyaan umum dapat ditangani tanpa campur tangan tim secara langsung.

WhatsApp Gateway Official Barantum untuk Bisnis Terintegrasi

Setelah memahami pentingnya automasi, bisnis butuh sistem yang benar-benar siap digunakan. Bukan hanya cepat, tapi juga stabil dan aman untuk jangka panjang.

Barantum menghadirkan WhatsApp Business API resmi yang membantu bisnis menjalankan komunikasi secara otomatis dan terintegrasi dalam satu sistem.

1. API Resmi Dan Stabil

Barantum menggunakan API resmi seperti WhatsApp Business API, memastikan pengiriman pesan lebih stabil dan mengurangi risiko gangguan hingga 90% dibanding sistem tidak resmi.

2. Mudah Integrasi Ke Berbagai Sistem

Sistem dapat terhubung dengan CRM, website, hingga tools lainnya. Proses integrasi bisa mempercepat alur kerja hingga 30-50% tanpa perlu pengembangan yang kompleks.

3. Pengiriman Pesan Lebih Aman

Dengan sistem resmi, risiko nomor terblokir dapat ditekan hingga 90%. Hal ini membuat komunikasi bisnis lebih aman dan terpercaya di mata pelanggan.

4. Siap Untuk Kebutuhan Skala Besar

Sistem mampu menangani ribuan hingga jutaan pesan per hari. Cocok untuk bisnis yang ingin scale tanpa khawatir komunikasi menjadi bottleneck operasional.

Jika komunikasi masih manual, bisnis akan terus tertahan di titik yang sama. Bukan karena kurang peluang, tapi karena sistem yang tidak mendukung.

Dengan WhatsApp Gateway Official dari Barantum, komunikasi bisa berjalan lebih cepat, aman, dan siap untuk berkembang lebih besar.

Sekarang saatnya beralih dari cara lama ke sistem yang benar-benar bisa mendorong pertumbuhan bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Gunung Sahari Kenakan Pakaian Nasional Beraneka Warna

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja BRI Branch Office Gunung Sahari tampil meriah dengan mengenakan pakaian nasional yang kaya akan motif dan warna. Suasana kantor pun dipenuhi nuansa budaya yang beragam, mencerminkan keindahan serta kekayaan tradisi Indonesia.

Berbagai jenis busana adat dikenakan oleh para pekerja, mulai dari kebaya hingga pakaian khas dari berbagai daerah di nusantara. Perpaduan warna dan motif yang beragam menciptakan tampilan yang semarak sekaligus mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Meski tampil dalam balutan busana tradisional, para pekerja tetap menjalankan tugas dengan profesional dan penuh dedikasi dalam melayani nasabah. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap pelayanan prima.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini serta upaya untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa di lingkungan kerja. Diharapkan, semangat Kartini dapat terus menginspirasi seluruh pekerja untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Minat Gen-Z terhadap posisi pemimpin menurun tajam, dengan mayoritas tidak tertarik menjadi manajer. Fenomena ini dikenal sebagai conscious unbossing, di mana generasi muda mulai meninggalkan model leadership lama yang dianggap tidak seimbang. Puguh Dwi Kuncoro menilai hal ini sebagai sinyal bahwa organisasi perlu segera mengubah pendekatan kepemimpinan agar tetap relevan di masa depan.

Minat generasi muda terhadap posisi kepemimpinan di dunia kerja mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Laporan dari Enigma Business School (2026) mencatat hanya sekitar 11% Gen Z yang menjadikan posisi senior leadership sebagai tujuan karier utama. Sementara itu, laporan Robert Walters menunjukkan lebih dari 50% profesional Gen Z tidak tertarik untuk menjadi manajer. Fenomena ini menandai adanya perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap kepemimpinan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang melihat posisi pemimpin sebagai simbol pencapaian karier, banyak Gen Z kini memandang peran tersebut sebagai beban dengan tekanan tinggi, tanggung jawab besar, namun tidak selalu diiringi dengan otonomi dan keseimbangan hidup yang memadai. Pergeseran ini bukan menunjukkan hilangnya ambisi, melainkan perubahan definisi tentang kesuksesan dan kualitas hidup.

Dalam diskursus global, fenomena ini mulai dikenal dengan istilah conscious unbossing, yaitu kecenderungan individu untuk secara sadar tidak mengejar peran kepemimpinan dalam bentuk tradisional. Pilihan ini didorong oleh keinginan untuk memiliki kontrol lebih besar atas waktu, kesehatan mental, serta fleksibilitas dalam bekerja.

Menanggapi fenomena ini, Puguh Dwi Kuncoro, pakar kepemimpinan, konsultan manajemen bisnis sekaligus pendiri Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC), menilai bahwa fenomena conscious unbossing bukan sekadar tren generasi, tetapi merupakan respons terhadap model kepemimpinan yang belum berevolusi.

“Banyak organisasi masih mempertahankan pola kepemimpinan lama yang identik dengan kontrol, tekanan tinggi, dan tanggung jawab besar tanpa diimbangi dengan dukungan yang memadai. Di sisi lain, generasi sekarang mencari makna, fleksibilitas, dan ruang untuk berkembang. Ketika kedua hal ini tidak selaras, wajar jika peran pemimpin menjadi kurang diminati,” ujar Puguh.

Menurutnya, fenomena ini harus dipahami sebagai sinyal perubahan dalam sistem kerja. Jika organisasi tidak segera beradaptasi, maka mereka berisiko kehilangan potensi pemimpin masa depan yang sebenarnya memiliki kapasitas, namun memilih jalur yang berbeda.

Perubahan ini juga diperkuat dengan berkembangnya pola kerja fleksibel, seperti freelance dan side hustle, yang memberikan alternatif karier di luar jalur struktural. Dalam kondisi ini, posisi kepemimpinan tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan dalam dunia profesional.

Puguh menambahkan bahwa untuk menjawab tantangan ini, pendekatan kepemimpinan perlu mengalami pergeseran. Leadership tidak lagi dapat berfokus pada instruksi dan kontrol, tetapi harus berkembang menjadi lebih suportif dan memberdayakan. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah coaching leadership, di mana pemimpin berperan sebagai fasilitator yang membantu anggota tim bertumbuh, bukan sekadar mengarahkan.

“Jika kepemimpinan masih dipersepsikan sebagai beban, maka orang akan cenderung menghindarinya. Namun jika leadership dimaknai sebagai proses bertumbuh bersama, maka peran ini akan kembali menarik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa redefinisi kepemimpinan menjadi kunci dalam menghadapi fenomena conscious unbossing. Organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan perkembangan individu secara berkelanjutan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa masa depan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang siap memimpin, tetapi juga oleh bagaimana sistem mempersiapkan dan mendukung mereka. Tanpa perubahan pendekatan, kesenjangan antara organisasi dan generasi pemimpin berikutnya akan semakin besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya

Kucing dikenal sebagai hewan yang ekspresif, terutama melalui suara kucing yang mereka keluarkan setiap hari. Bagi Pawfriends yang memelihara kucing, memahami suara kucing bukan hanya sekadar lucu-lucuan, tetapi juga cara penting untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, hingga emosi mereka. Setiap suara kucing memiliki arti yang berbeda, mulai dari tanda lapar, ingin bermain, hingga kucing merasa tidak nyaman.

Jenis-Jenis Suara Kucing yang Perlu Diketahui

1. Meong (Meow)

Suara kucing yang paling umum adalah meong. Biasanya, suara kucing ini digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia.

Makna dari suara kucing meong bisa berbeda tergantung intonasi:

– Meong pendek: menyapa Pawfriends

– Meong panjang: meminta sesuatu (makan atau perhatian)

– Meong berulang: tanda kucing sedang lapar

Penting untuk memahami pola suara kucing ini agar Pawfriends bisa merespons dengan tepat.

2. Purring (Dengkuran)

Purring adalah suara kucing yang terdengar seperti dengkuran halus. Umumnya, suara kucing ini menandakan rasa nyaman dan bahagia.

Namun, dalam beberapa kondisi, suara kucing berupa purring juga bisa berarti:

– Menenangkan diri saat sakit

– Mengurangi stres

Jadi, jangan langsung menganggap semua suara kucing purring berarti bahagia, ya Pawfriends.

3. Hissing (Mendesis)

Jika Pawfriends mendengar suara kucing seperti desisan, ini adalah tanda bahaya. Suara kucing ini menunjukkan bahwa kucing sedang merasa terancam atau takut.

Biasanya suara kucing hissing disertai dengan:

– Bulu berdiri

– Telinga ke belakang

– Postur tubuh defensif

Saat mendengar suara kucing ini, sebaiknya beri ruang agar kucing merasa aman.

4. Growling (Geraman)

Growling adalah suara kucing yang lebih dalam dan menyeramkan. Suara kucing ini biasanya muncul ketika kucing marah atau ingin mempertahankan wilayahnya.

Makna dari suara kucing growling:

– Tidak ingin diganggu

– Sedang stres atau terancam

Pawfriends perlu berhati-hati jika sering mendengar suara kucing ini.

5. Chirping atau Trilling

Jenis suara kucing ini terdengar unik seperti “cuit-cuit”. Biasanya, suara kucing ini digunakan induk untuk memanggil anaknya.

Pada kucing peliharaan, suara kucing ini bisa berarti:

– Mengajak bermain

– Menunjukkan rasa senang

– Mengundang perhatian Pawfriends

Kenapa Memahami Suara Kucing Itu Penting?

Memahami suara kucing membantu Pawfriends:

1. Mengetahui kebutuhan kucing dengan cepat

2. Menghindari kesalahpahaman

3. Mendeteksi kondisi kesehatan lebih awal

Misalnya, jika suara kucing berubah drastis, bisa jadi ada masalah kesehatan atau stres. Oleh karena itu, memperhatikan suara kucing adalah bagian penting dari perawatan.

Dukung Komunikasi dengan Nutrisi yang Tepat

Selain memahami suara kucing, Pawfriends juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi kucing terpenuhi. Salah satu cara terbaik adalah memberikan makanan yang lezat dan sesuai kebutuhan mereka.

Agar Pawfriends bisa memberikan makanan dengan cara yang lebih praktis dan higienis, produk seperti Deli-Joy Sendok dari Unicharm Indonesia bisa menjadi pilihan. 

Deli-Joy Sendok (Snack) dari Unicharm Indonesia

1. Pertama di Indonesia, inovasi snack kucing dalam kemasan sendok yang tidak mudah tumpah

2. Mengandung protein hewani tinggi dengan 100% ikan asli dengan kandungan vitamin E

3. Tekstur lembut creamy lembut yang disukai kucing

4. Tidak mengandung babi

5. Tanpa pengawet dan pewarna buatan.

Kemasan sendok ini dirancang khusus untuk membantu memberikan wet food kepada kucing dengan lebih mudah, sehingga proses makan menjadi lebih rapi dan nyaman.

Rekomendasi Artikel Lainnya: Tips Mengatur Pemberian Snack Kucing

Simpulan

Setiap suara kucing adalah bentuk komunikasi yang memiliki arti tersendiri. Dari meong, purring, hingga hissing, semua suara kucing memberikan petunjuk tentang perasaan dan kebutuhan mereka.

Dengan memahami suara kucing, Pawfriends bisa memberikan perawatan yang lebih tepat, membangun hubungan yang lebih erat, serta memastikan kucing selalu dalam kondisi sehat dan bahagia.

Yuk Lebih Peka dengan Suara Kucing Kesayanganmu!

Pawfriends, mulai sekarang coba lebih perhatikan setiap suara kucing yang anabul keluarkan, ya. Lengkapi juga perawatan mereka dengan nutrisi terbaik seperti Deli-Joy Sendok dari Unicharm Indonesia agar kucing tetap happy dan komunikatif setiap hari!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Cut Mutiah Kenakan Pakaian Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja frontliner BRI Branch Office Cut Mutiah mengenakan pakaian nasional saat memberikan pelayanan kepada nasabah. Penampilan yang sarat nuansa budaya ini menghadirkan suasana berbeda di area layanan, sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini.

Beragam busana tradisional dari berbagai daerah dikenakan dengan penuh percaya diri, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang beragam. Meski tampil dalam balutan pakaian adat, para frontliner tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan prima kepada setiap nasabah.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan kerja. Selain itu, peringatan ini juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai Kartini, khususnya dalam hal dedikasi, ketangguhan, dan semangat berkarya.

Melalui peringatan Hari Kartini, BRI Branch Office Cut Mutiah berharap seluruh pekerja dapat terus menginspirasi dan memberikan kontribusi terbaik, baik bagi perusahaan maupun masyarakat luas

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES