Hadirkan Pemateri Global, Telkom AI Center Padang Kupas AI Tools untuk Remote Income

Melalui AI Connect Padang, Telkom AI Center menghadirkan pembelajaran praktis dan demo langsung penggunaan AI untuk mendukung produktivitas dan kerja global.

Padang, 17 Februari 2026 – Telkom AI Center of Excellence Padang kembali menggelar AI Connect Offline Series bertajuk “Build Faster, Work Global: AI Tools for Remote Income” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini mengangkat peran kecerdasan buatan (AI) sebagai alat untuk mempercepat proses kerja sekaligus membuka peluang kerja global melalui skema remote work yang semakin relevan di era digital.

Menghadirkan Will Oak Wild, AI/ML Engineer dan instruktur dari Amerika Serikat, kegiatan ini memberikan wawasan praktis terkait pemanfaatan berbagai tools AI seperti ChatGPT, Claude, serta ekosistem GitHub dalam mendukung produktivitas dan kolaborasi kerja jarak jauh. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung, sehingga peserta dapat memahami penerapannya secara nyata.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, termasuk berbagai pertanyaan seputar peluang karier di bidang AI serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Dalam pemaparannya, Will menekankan bahwa tantangan dalam memulai karier di bidang AI merupakan hal yang wajar, namun bukan menjadi penghalang untuk berkembang. “Masuk ke bidang ini memang tidak mudah. Tapi yang jadi pembeda bukan bakat, melainkan konsistensi. Terus mencoba sampai berhasil, dan jangan berhenti belajar,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. “AI bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru ini adalah alat yang akan membantu kita bekerja lebih cepat dan lebih luas. Ke depan, kemampuan menggunakan AI akan menjadi kebutuhan. Tanpa itu, akan semakin sulit untuk bersaing di dunia kerja digital,” tambahnya.

Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung yang memberikan pengalaman belajar lebih komprehensif bagi peserta. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami tidak hanya konsep, tetapi juga penerapan AI dalam konteks pekerjaan nyata, termasuk dalam skema kerja remote yang membuka akses ke pasar global.

Mizan Lazuardi, selaku Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas akses literasi digital yang inklusif dan aplikatif.  “Kami melihat potensi besar dari talenta lokal, termasuk di Padang, untuk bisa bersaing di tingkat global. Melalui AI Connect, kami ingin membuka akses pengetahuan dan praktik langsung agar masyarakat tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menciptakan peluang, termasuk dalam skema kerja remote,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Padang menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital yang inklusif. Dengan menghadirkan narasumber internasional serta materi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, AI Connect diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, dan beradaptasi dengan ekosistem kerja global yang terus berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom Indonesia dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang melalui AI Connect Offline Series

AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang membahas peran Google for Education dan Google Reference School dalam mendorong transformasi pendidikan digital di era AI.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15–16 April 2026 di Telkom AI Center Padang.

Pada hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.”

Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Sementara itu, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education menekankan bahwa ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia juga menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya.

Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital.

Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan bahwa semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” tambahnya.

Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya dalam membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School.

Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” ujarnya.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semangat Kartini Menggema di Seluruh Indonesia, Perempuan IDSurvey Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Lewat Maheswari Sisterhood Day 2026

Jakarta, 21 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, IDSurvey Group menyelenggarakan Maheswari Sisterhood Day 2026 yang dipusatkan di IDSurvey Headquarters, Jakarta, dan diikuti secara hybrid oleh perempuan-perempuan inspiratif (“Kartini-Kartini”) dari seluruh Indonesia, baik dari holding IDSurvey maupun entitas anak usaha antara lain BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia. Mengusung tema “Laugh Together, Connect Forever”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam mendorong kolaborasi, inovasi, dan transformasi di lingkungan IDSurvey Group.

Maheswari merupakan komunitas perempuan di lingkungan IDSurvey Group yang menjadi wadah pengembangan kapasitas, penguatan jejaring, serta ruang kolaborasi bagi perempuan di seluruh entitas, baik di holding maupun anak usaha. Melalui berbagai program dan inisiatif, Maheswari berperan dalam mendorong perempuan IDSurvey untuk terus berkembang secara profesional maupun personal, sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam mendukung kinerja dan transformasi perusahaan.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas entitas yang menghadirkan energi kebersamaan, memperkuat jejaring, serta mendorong pengembangan kapasitas perempuan di lingkungan IDSurvey Group. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Perempuan Danantara Berkarya”, yang mendorong perempuan di lingkungan BUMN untuk terus berkontribusi aktif, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, menyampaikan bahwa semangat Kartini di lingkungan IDSurvey hari ini tercermin dalam kontribusi nyata perempuan di berbagai lini organisasi, baik operasional, strategis, maupun fungsi pendukung.

“Perempuan di IDSurvey bukan hanya bagian dari organisasi, tetapi merupakan kekuatan strategis yang mendorong inovasi dan menjaga keseimbangan. Semangat Kartini hidup dalam keberanian untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan terus berkembang,” ujar Sinung.

Sinung juga menegaskan bahwa komitmen IDSurvey terhadap pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang inklusif dan berdaya saing global.

“Di lingkungan IDSurvey Group, kami percaya bahwa kesempatan yang setara akan melahirkan talenta terbaik, inovasi yang lebih kuat, dan masa depan yang lebih inklusif,” tambah Sinung.

Kegiatan Maheswari Sisterhood Day 2026 menghadirkan rangkaian aktivitas yang dirancang tidak hanya inspiratif, tetapi juga membangun koneksi yang bermakna, di antaranya:

• Talkshow inspiratif secara hybrid yang menghadirkan narasumber Salsabila Avinandita, yang berbagi perspektif dan pengalaman dalam pengembangan diri, kepemimpinan, serta pentingnya membangun koneksi yang autentik di dunia profesional;

• Peluncuran program “Maheswari Badge Hunter”, sebuah inisiatif pengembangan diri yang dapat diikuti oleh seluruh anggota Maheswari hingga akhir tahun 2026 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan terhadap peningkatan kapasitas perempuan;

• Kegiatan bonding dan interaksi langsung (offline) yang menciptakan ruang kebersamaan, memperkuat sisterhood, serta mendorong koneksi yang lebih personal antaranggota;

• Konsep acara yang inklusif dan ekspresif, memberikan ruang bagi perempuan untuk tampil autentik dan menjadi diri sendiri dalam suasana yang hangat dan suportif.

Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting sebagai acara Maheswari pertama yang mengintegrasikan tidak hanya pengurus, tetapi seluruh anggota dari BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia dalam satu ekosistem kolaboratif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sinung menambahkan bahwa kekuatan utama perempuan IDSurvey terletak pada semangat sisterhood bukan kompetisi, melainkan kolaborasi untuk saling menguatkan dan mengangkat satu sama lain.

“Ketika perempuan saling mendukung, tidak hanya individu yang tumbuh, tetapi organisasi juga ikut melesat. Inilah esensi dari sisterhood yang ingin terus kita bangun di IDSurvey.”

Sejalan dengan arah strategis perusahaan menuju global player, IDSurvey menempatkan penguatan peran perempuan sebagai bagian integral dari nilai kolaborasi, integritas, dan transformasi. Perempuan IDSurvey kini hadir sebagai penggerak perubahan, pemimpin masa depan, sekaligus penjaga harmoni dalam organisasi.

Melalui peringatan Hari Kartini ini, IDSurvey Group menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lebih banyak “Kartini masa kini” yang tidak hanya berdaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan, industri, dan bangsa sejalan dengan semangat Perempuan Danantara Berkarya dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus maju dan berkontribusi.

Selamat Hari Kartini. Bersama, kita berkarya, berdaya, dan membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Women empower women, maju perempuan Indonesia, maju bangsaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

INS Sunayna Tiba di Jakarta, Misi “One Ocean, One Mission” Perkuat Sinergi Maritim Indonesia–India

Jakarta — Kapal patroli lepas pantai milik Indian Navy, INS Sunayna (P57), tiba di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari misi “One Ocean, One Mission” yang menekankan kolaborasi internasional dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan maritim.

Penyambutan dilakukan oleh jajaran TNI Angkatan Laut dari Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III. Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, diwakili oleh Asisten Operasi (Asops), Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, yang hadir langsung di lokasi penyambutan.

Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Laksamana Madya TNI (Purn) Dadi Hartanto serta Atase Pertahanan India Captain (N) Shiv Kumar. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan pentingnya kunjungan tersebut dalam konteks hubungan bilateral kedua negara.

Perkuat Kerja Sama Maritim

Dalam pernyataannya, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel , menekankan bahwa kunjungan ini memiliki makna strategis bagi kedua negara.

“Kehadiran INS Sunayna menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan maritim, khususnya di wilayah Indo-Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan di laut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum ini diharapkan dapat memperluas kerjasama operasional antara kedua angkatan laut.

“Dengan adanya acara ini diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua angkatan laut dalam bidang operasi, latihan bersama serta pertukaran informasi,” tambahnya.

Misi Multinasional di Samudra Hindia

INS Sunayna datang ke Jakarta sebagai bagian dari inisiatif IOS SAGAR (Security and Growth for All in the Region), yang merupakan implementasi visi maritim India untuk memperkuat keamanan dan kerja sama di kawasan.

Kapal ini membawa awak multinasional dari berbagai negara sahabat, termasuk Komoro, Kenya, Maladewa, serta Indonesia. Kehadiran awak lintas negara ini menunjukkan bahwa keamanan maritim menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu negara.

Sebelum tiba di Jakarta, kapal ini telah melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur pelayaran strategis dunia, dengan menunjukkan standar navigasi dan interoperabilitas yang tinggi.

Rangkaian Kegiatan di Jakarta

Selama berada di Jakarta, INS Sunayna dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan bersama TNI AL. Agenda tersebut mencakup interaksi profesional, pertandingan olahraga persahabatan, kegiatan sosial seperti makan malam resmi, hingga open ship bagi para undangan.

Selain itu, juga direncanakan pelaksanaan Passage Exercise (PASSEX) saat kapal meninggalkan perairan Indonesia, sebagai bentuk latihan bersama untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapan operasional kedua angkatan laut.

Simbol Diplomasi dan Stabilitas Kawasan

Kunjungan INS Sunayna ke Jakarta menegaskan komitmen India dan Indonesia dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang aman, terbuka, dan inklusif. Melalui misi “One Ocean, One Mission”, kedua negara menunjukkan bahwa kerja sama maritim menjadi elemen kunci dalam menghadapi tantangan global di laut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Besi CNP untuk Rangka Atap: Investasi Cerdas atau “Bom Waktu” yang Mengintai?

Kalau kita bicara soal rangka atap bangunan, mayoritas pemilik proyek cenderung fokus pada satu variabel utama: biaya. Tidak sedikit proyek rumah, gudang kecil, hingga workshop yang langsung menjatuhkan pilihan pada material paling “ramah di kantong” tanpa benar-benar berhenti sejenak untuk bertanya: “Ini beneran kuat untuk 10 atau 20 tahun ke depan?”

Di sinilah besi CNP (Channel Profile) sering menjadi bintang utama sekaligus bahan perdebatan. Di lapangan, CNP dikenal sebagai solusi “sat-set”—ringan, cepat dipasang, dan jauh lebih hemat dibandingkan profil baja berat seperti I-Beam atau H-Beam. Namun, apakah efisiensi ini berbanding lurus dengan keamanan bangunan Anda?

Mengapa CNP Selalu Laris Manis di Mata Pemilik Proyek?

Tidak bisa dimungkiri, pesona CNP terletak pada kepraktisannya. Bentuknya yang menyerupai huruf “C” memberikan rasio kekuatan terhadap berat yang cukup baik untuk struktur atap standar. Menurut Bapak Suroso (52), seorang kontraktor spesialis gudang ringan yang sudah malang melintang selama dua dekade, CNP adalah “jalan tengah” favorit konsumen.

“Konsumen itu simpel, mereka mau bangunan cepat berdiri tapi biaya nggak bengkak. CNP itu ringan, jadi ongkos tukang lebih murah karena masangnya nggak butuh alat berat atau banyak orang. Untuk proyek kanopi atau gudang kecil, CNP memang jagonya efisiensi budget,” ujar Suroso.

Selain faktor harga, ketersediaan CNP di toko besi pinggir jalan sekalipun membuatnya sangat mudah diakses. Proses pengelasannya pun tergolong sederhana bagi tukang las lokal, sehingga durasi pengerjaan bisa dipangkas signifikan.

Di Mana CNP Menjadi “Pahlawan”, dan Kapan Menjadi Masalah?

Penting untuk dipahami bahwa besi CNP bukanlah material yang “lemah”. Masalahnya bukan terletak pada kualitas bahannya, melainkan pada konteks penggunaannya yang sering kali dipaksakan di luar kapasitas.

Besi CNP akan bekerja sangat optimal jika digunakan pada kondisi berikut:

Rangka atap rumah tinggal dengan bentang yang tidak terlalu lebar.

Struktur kanopi atau garasi yang bebannya hanya berupa atap ringan (seperti spandek atau polycarbonate).

Gudang penyimpanan ringan yang tidak memiliki rencana penambahan beban di langit-langit.

Namun, ceritanya akan berubah 180 derajat saat fungsi bangunan mulai bergeser. Arif (39), seorang pemilik workshop otomotif, sempat mengalami “trauma kecil” akibat salah perhitungan saat menggunakan CNP untuk bengkelnya.

“Dulu saya pakai CNP untuk workshop karena mengejar murah di awal. Awalnya aman. Tapi setelah dua tahun, saya mulai pasang plafon tambahan dan beberapa lampu gantung besar untuk penerangan area kerja. Pas musim hujan dengan angin kencang, atap saya mulai mengeluarkan suara ‘kretek-kretek’ dan kelihatan agak melendut di bagian tengah. Ternyata, CNP saya sudah di titik jenuh bebannya,” kenang Arif.

Bahaya Hidden Costs: Kesalahan yang Sering Diabaikan

Banyak pemilik proyek tidak menyadari bahwa bangunan itu bersifat dinamis. Apa yang hari ini “cukup kuat”, besok bisa jadi “riskan”. Ada beberapa kesalahan fatal yang sering ditemukan di lapangan terkait penggunaan CNP:

Praktik “Sunat” Ketebalan: Demi menekan harga lebih jauh, terkadang pemilik proyek memilih CNP dengan ketebalan yang lebih tipis dari spesifikasi teknik. Mengurangi ketebalan 0,2 mm mungkin terlihat sepele secara visual, tapi secara struktural, itu menurunkan kekuatan tekuk secara drastis.

Memperlebar Jarak Gording: Demi menghemat jumlah batang besi, jarak antar rangka diperlebar tanpa perhitungan beban angin dan beban hujan yang matang.

Bentang yang Terlalu Lebar: Memaksakan CNP untuk menopang atap dengan bentang lebih dari 10-12 meter tanpa kolom tengah adalah resep jitu menuju kegagalan struktur.

Kesimpulan: Kuat atau Sekadar Hemat?

Jawabannya: CNP bisa sangat kuat jika porsinya pas. Jika Anda membangun struktur ringan dengan desain yang tepat, CNP adalah solusi paling cerdas untuk mengamankan cash flow proyek Anda.

Namun, jika Anda berencana membangun gudang besar dengan bentang lebar, atau area yang rawan cuaca ekstrem, memaksakan CNP hanya karena harganya murah adalah langkah yang berisiko. Biaya perbaikan (retrofitting) atau penguatan struktur di kemudian hari justru akan jauh lebih mahal daripada selisih harga baja profil berat di awal.

Dalam dunia konstruksi, material yang paling mahal bukanlah yang harganya paling tinggi di nota toko besi, melainkan material yang salah pilih dan harus diperbaiki saat bangunan sudah operasional.

Apakah Anda saat ini sedang merencanakan rangka atap untuk bangunan baru Anda? Mana yang menurut Anda lebih krusial saat ini: memangkas biaya konstruksi sekarang, atau memastikan atap Anda tetap stabil hingga 20 tahun ke depan?

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerjasama Strategis Dengan Fasset

Jakarta, 23 April 2026 – Nanovest mengumumkan kerjasama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni Emirat Arab, sebagai langkah strategis untuk memperluas bisnis ke pasar Dubai sekaligus membangun konektivitas transaksi aset digital lintas negara. Melalui langkah ini, Nanovest dan Fasset menyatukan kekuatan untuk menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan pengguna mengakses, memindahkan, dan berinvestasi dalam aset digital secara lebih global, cepat, dan efisien.

Kolaborasi ini berfokus pada tiga hal utama: integrasi infrastruktur untuk mendukung transaksi lintas negara, distribusi dan pertukaran aset digital di kedua platform, serta pengembangan produk berbasis tokenisasi ke depannya. Dengan mengintegrasikan sistemnya ke dalam infrastruktur Fasset, Nanovest akan memanfaatkan jaringan dan teknologi global Fasset untuk mempermudah aliran dana internasional dan meningkatkan akses pengguna terhadap peluang investasi di berbagai pasar.

Raafi Hossain, Co-Founder & CEO Fasset, mengatakan “Kami sangat antusias untuk bermitra dengan Nanovest seiring dengan ekspansi kami juga pada Asia Tenggara. Dengan menggabungkan kekuatan lokal Nanovest dan infrastruktur global Fasset, kami dapat menghadirkan penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan memperluas akses ke aset yang di tokenisasi bagi pengguna di berbagai pasar.”

Di saat yang sama, kerja sama ini juga membuka peluang distribusi aset digital secara lebih luas. Aset yang tersedia di Nanovest berpotensi menjangkau pengguna global melalui platform Fasset, sementara proyek tokenisasi global dari Fasset juga dapat diakses oleh pengguna Nanovest di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi pengembangan aset berbasis tokenisasi untuk menghadirkan lebih banyak instrumen investasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar global.

Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menambahkan “Kerjasama strategis ini merupakan langkah nyata Nanovest dalam mempercepat ekspansi global. Melalui kehadiran di pasar UAE hingga global dan kolaborasi dengan Fasset, kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas, didukung oleh teknologi yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih seamless bagi pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.”

Nanovest merupakan platform crypto exchange asal Indonesia yang beroperasi sesuai dengan regulasi OJK dan berfokus pada penyediaan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sementara itu, Fasset adalah platform aset digital dan teknologi blockchain berskala internasional yang menyediakan infrastruktur dan solusi keuangan digital untuk mendukung akses global terhadap aset digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Tanjung Priok Angkat Wastra Nusantara Lewat Pakaian Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja laki-laki dan perempuan BRI Branch Office Tanjung Priok tampil dengan mengenakan pakaian nasional bertema wastra nusantara. Kehadiran busana tradisional di lingkungan kerja menghadirkan suasana yang hangat, berwarna, dan sarat nilai budaya.

Dengan mengusung tema wastra nusantara, para pekerja mengenakan beragam kain dan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti batik, tenun, dan kebaya dengan motif khas daerah masing-masing. Penampilan tersebut tidak hanya memperindah suasana kerja, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian warisan budaya bangsa.

Meskipun mengenakan busana tradisional, para pekerja tetap menjalankan tugas dengan profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Semangat Kartini tercermin dari dedikasi, kerja sama, serta komitmen dalam memberikan layanan yang prima.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya Indonesia sekaligus meneladani nilai perjuangan R.A. Kartini. Melalui peringatan ini, BRI Branch Office Tanjung Priok berharap semangat kebangsaan dan kebanggaan terhadap wastra nusantara terus tumbuh di lingkungan kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Strategis Besi Beton Polos vs Ulir untuk Struktur Bangunan

Dalam setiap proyek konstruksi mulai dari hunian pribadi, ruko, hingga pergudangan. Besi beton adalah tulang punggung utama yang menjaga bangunan tetap berdiri tegak. Namun, di balik dominasinya di lapangan, masih banyak pemilik proyek dan pelaksana yang terjebak dalam pola pikir “asal besi dan cukup kuat.”

Padahal, menggeneralisasi fungsi besi beton adalah kekeliruan fatal yang dapat memicu risiko struktural di masa depan. Di pasar, kita mengenal dua jenis utama: Besi Beton Polos (Round Bar) dan Besi Beton Ulir (Deformed Bar). Meski keduanya tampak serupa, fungsi teknis keduanya sangat kontras dan tidak bisa saling menggantikan secara sembarangan.

Besi Beton Polos: Fleksibilitas untuk Struktur Pendukung

Besi beton polos memiliki permukaan yang halus dan licin tanpa sirip. Karakteristik utamanya adalah elastisitas yang tinggi, sehingga sangat mudah dibentuk atau dibengkokkan oleh tukang di lapangan.

Dalam anatomi bangunan, besi polos biasanya menempati posisi sebagai pendukung, bukan penopang beban utama. Fungsi spesifiknya meliputi:

Begel atau Sengkang: Menjadi pengikat tulangan utama pada kolom dan balok agar tidak bergeser saat pengecoran.

Tulangan Pengikat: Menjaga jarak antar tulangan utama agar tetap presisi sesuai desain struktur.

Konstruksi Ringan: Digunakan pada bagian non-struktural yang tidak menerima tekanan atau beban tarik yang ekstrem.

Kelebihannya terletak pada harga yang lebih ekonomis dan kemudahan pengerjaan. Namun, daya lekat (bonding) besi polos terhadap beton relatif lebih rendah karena permukaannya yang licin.

Besi Beton Ulir: Spesialis Penahan Beban Berat

Berbeda dengan tipe polos, besi beton ulir memiliki pola sirip atau ulir di sepanjang batangnya. Pola ini bukan sekadar hiasan, melainkan inovasi teknis untuk meningkatkan daya cengkeram antara besi dan beton.

Karena kemampuan “mengunci” yang luar biasa ini, besi ulir wajib digunakan pada bagian-bagian krusial seperti:

Kolom Utama & Balok Struktur: Menahan beban vertikal dan horizontal bangunan.

Pondasi Footplat/Cakar Ayam: Menjadi jangkar utama yang menyalurkan beban bangunan ke tanah.

Bangunan Bertingkat: Menahan gaya tarik yang timbul akibat beban hidup maupun potensi guncangan gempa.

Secara teknis, besi ulir memiliki yield strength (tegangan leleh) yang umumnya lebih tinggi dibandingkan besi polos, menjadikannya standar wajib untuk bangunan yang mengejar umur pakai jangka panjang.

Perbedaan Signifikan di Lapangan: Mana yang Lebih Unggul?

Jika kita membedah efektivitas keduanya, perbedaannya akan terlihat jelas pada tiga poin utama:

Daya Ikat (Bonding Strength): Besi ulir memiliki daya ikat hingga tiga kali lipat lebih kuat dibandingkan besi polos. Hal ini meminimalisir risiko pergeseran tulangan di dalam beton saat bangunan menerima beban puncak.

Ketahanan Terhadap Beban Tarik: Beton secara alami sangat kuat menahan tekan, namun lemah menahan tarik. Di sinilah besi ulir bekerja maksimal untuk memberikan kekuatan tarik ekstra pada struktur inti.

Fleksibilitas Pengerjaan: Besi polos lebih unggul dalam kecepatan fabrikasi (pembengkokan), sementara besi ulir cenderung lebih kaku dan membutuhkan alat atau tenaga ekstra untuk dibentuk.

Kesalahan Umum: Mengorbankan Keamanan demi Budget

Salah satu tren berbahaya di lapangan adalah mengganti penggunaan besi ulir dengan besi polos pada struktur utama hanya demi memangkas biaya material. Memang benar, bangunan mungkin tidak akan langsung runtuh setelah selesai dibangun.

Namun, masalah biasanya muncul setelah beberapa tahun. Retak rambut pada beton, penurunan pondasi, hingga getaran yang terasa pada lantai atas sering kali berakar dari pemilihan jenis besi yang tidak sesuai peruntukannya. Mengganti besi ulir dengan polos pada kolom utama adalah langkah spekulatif yang mempertaruhkan investasi properti Anda.

Kesimpulan: Sinergi untuk Bangunan Kokoh

Menanyakan “mana yang lebih kuat” antara besi polos dan ulir sebenarnya kurang tepat. Jawabannya adalah keduanya harus hadir secara sinergis sesuai fungsinya.

Gunakan Besi Beton Ulir sebagai tulangan utama (inti) untuk menjamin keamanan dan stabilitas beban.

Gunakan Besi Beton Polos sebagai sengkang atau pengikat untuk efisiensi pengerjaan dan biaya.

Dalam konstruksi, biaya yang Anda hemat dengan memilih material “asal murah” di awal sering kali berubah menjadi biaya renovasi yang berlipat ganda di kemudian hari. Pastikan setiap batang besi yang terpasang sudah sesuai dengan perhitungan beban agar bangunan Anda tetap kokoh melintasi waktu.

Sedang merencanakan pembelian material untuk proyek Anda? Pastikan Anda memeriksa label SNI pada setiap batang besi untuk menjamin kualitas diameter dan kekuatan yang sesuai standar keamanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Journey into Sustainability Hadir di ARTCYCLE ASHTA District 8, Ajak Publik Melihat Potensi Baru dari Limbah

Dalam rangkaian program ARTCYCLE: EARTHFORM, ASHTA District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan “Journey into Sustainability”, sebuah ruang pengalaman interaktif yang mengangkat isu pengelolaan sampah melalui pendekatan visual, edukatif, dan partisipatif

Dalam rangkaian program ARTCYCLE: EARTHFORM, ASHTA District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan “Journey into Sustainability”, sebuah ruang pengalaman interaktif yang mengangkat isu pengelolaan sampah melalui pendekatan visual, edukatif, dan partisipatif. Berlangsung hingga 17 Mei 2026 di area Melting Pot, ASHTA District 8, inisiatif ini mengajak publik melihat perjalanan limbah dari perspektif yang lebih reflektif sekaligus inspiratif.

Mengusung semangat keberlanjutan yang menjadi bagian dari kurasi ARTCYCLE, “Journey into Sustainability” menghadirkan eksplorasi mengenai bagaimana limbah sehari-hari dapat memiliki kehidupan kedua ketika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Program ini menyoroti realita Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir terbesar sampah di Jakarta, sebuah ruang yang selama ini kerap menjadi “titik hilang” dari konsumsi masyarakat.

Melalui instalasi imersif berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, pengunjung diajak memasuki pengalaman visual yang menggambarkan tumpukan sampah sekaligus potensi tersembunyi di dalamnya. Kanopi bergelombang yang memenuhi area instalasi menjadi simbol transformasi material, memperlihatkan bagaimana limbah dapat berevolusi menjadi medium kreatif dan produk bernilai guna.

Sebagai ruang edukasi interaktif, “Journey into Sustainability” menghadirkan berbagai area pengalaman yang mengajak pengunjung untuk terlibat langsung dalam proses transformasi material. Di area Upcycled Museum, pengunjung dapat mengeksplorasi pengolahan berbagai limbah seperti Tyvek, banner, plastik, dan tekstil menjadi produk baru yang fungsional. Sementara itu, melalui Repair Station, pengunjung dapat mempersonalisasi tote bag menggunakan eco-friendly charms sebagai bentuk ekspresi kreatif berbasis keberlanjutan.

Instalasi Tree of Hope bersama Paperina turut menjadi bagian dari pengalaman kolektif yang mengajak pengunjung menuliskan harapan mereka untuk bumi pada lembaran Tyvek. Selain itu, tersedia Photo Moment berbasis moss yang menghadirkan elemen visual estetik sekaligus memperkuat pesan sustainability dalam ruang pamer.

Partisipasi publik juga diperluas melalui kehadiran Dropbox Station yang memungkinkan pengunjung menyalurkan berbagai jenis limbah agar masuk ke proses daur ulang yang tepat. Bersama MOP Beauty, pengunjung dapat mendonasikan kemasan kosmetik kosong, sementara kolaborasi bersama Cahyono Perdana melalui IEMAHKAI menghadirkan dropbox khusus untuk limbah plastik, botol plastik, dan kertas.

Sebagai bagian dari implementasi ekonomi sirkular, area Product Pop-Up menghadirkan koleksi hasil kolaborasi Liberty Society dengan sejumlah green startup dan social enterprise. Beragam produk fungsional berbasis material daur ulang turut ditampilkan, mulai dari aksesori hingga merchandise hasil transformasi limbah. Selain itu, sebagian hasil penjualan selama periode program akan disalurkan melalui Liberty Society Foundation untuk mendukung pelatihan dan pemberdayaan perempuan dari komunitas marginal.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman eksploratif, rangkaian ARTCYCLE di ASHTA District 8 juga dilengkapi dengan sesi panel edukatif yang membahas berbagai perspektif seputar sustainability dan circular design. Opening ceremony dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 bertepatan dengan Hari Bumi, sebagai momentum untuk memperkuat pesan kolektif mengenai pentingnya kolaborasi dalam menghadapi isu lingkungan.

Melalui “Journey into Sustainability”, ASHTA District 8 bersama Liberty Society dan MOP Beauty menghadirkan ruang kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, edukasi, dan aksi nyata dalam satu pengalaman yang immersive. Program ini sekaligus mempertegas komitmen ASHTA District 8 sebagai destinasi lifestyle yang terus menghadirkan pengalaman terkurasi yang relevan dengan perkembangan budaya, komunitas, dan sustainability di tengah gaya hidup urban masa kini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Limbah Jadi Karya: ARTCYCLE Hadirkan Eksplorasi Material di ASHTA District 8

Dalam rangka merayakan Earth Month, ASHTA District8
menghadirkan ARTCYCLE, sebuah program kurasi yang menjadi ruang eksplorasi seni, desain, dan material berkelanjutan

Dalam rangka merayakan Earth Month, ASHTA District8 menghadirkan ARTCYCLE, sebuah program kurasi yang menjadi ruang eksplorasi seni, desain, dan material berkelanjutan. Mengusung tema EARTHFORM, program ini berlangsung pada 20 April hingga 17 Mei 2026 di area Melting Pot, menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana material sehari-hari dapat berevolusi menjadi karya yang bermakna.

Sebagai konsep utama dalam ARTCYCLE, EARTHFORM mempertemukan brand berkelanjutan dan seniman visual kontemporer untuk mengeksplorasi potensi material yang kerap terabaikan menjadi karya baru yang bermakna. Mulai dari plastik daur ulang, tekstil sisa, hingga material berbasis hayati dan elemen alami, setiap kolaborasi menghadirkan pendekatan unik terhadap transformasi material. Melalui pengalaman yang imersif, pengunjung diajak untuk melihat dan merasakan langsung bagaimana limbah dapat berevolusi menjadi bentuk yang inspiratif—menjadikan EARTHFORM tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga perayaan kreativitas dan praktik yang lebih bertanggung jawab.

“ARTCYCLE: EARTHFORM merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan program yang tidak hanya relevan secara kreatif, tetapi juga berdampak. Kami berharap inisiatif ini dapat membuka perspektif baru tentang keberlanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi dari berbagai latar belakang kreatif dalam melihat potensi material di sekitar kita,” ujar Leonardo Slatter, Sr. Manager Marketing Communications ASHTA District 8.

Dalam perjalanannya, ARTCYCLE: EARTHFORM menghadirkan berbagai kolaborasi antara brand dan seniman, di antaranya Aharimu x Chop Value, Alphabad x Rebricks, Gula x norm:al: living, Harishazka x Bell Living Lab, Lala Bohang x Pable. Setiap kolaborasi menampilkan interpretasi yang beragam, mulai dari karya fungsional hingga eksplorasi artistik yang memperkuat prinsip circular design.

Selain itu, ARTCYCLE juga didukung oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dengan fokus pada pelestarian lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang berlandaskan pada lima pilar keberlanjutan, BLDF secara konsisten mendorong upaya pelestarian lingkungan, salah satunya dengan mengusung gerakan pengelolaan sampah organik. 

Dukungan ini sejalan dengan inisiasi yang tercermin dalam ARTCYCLE, sebagaimana mengangkat potensi material dan limbah menjadi karya yang bernilai. Kesamaan visi dalam mendorong kesadaran terhadap lingkungan melalui pendekatan yang kreatif dan kolaboratif menjadi dasar keterlibatan BLDF pada program ini.

“Kami melihat ARTCYCLE sebagai inisiatif yang menghadirkan pendekatan baru dalam mengomunikasikan isu lingkungan khususnya pengelolaan sampah, menjadi lebih relevan, kreatif, dan inspiratif. Hadirnya kolaborasi ini, kami harap dapat menumbuhkan kesadaran serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Director – Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara.

JOURNEY TO SUSTAINABILITY

Sebagai bagian dari rangkaian ARTCYCLE, Liberty Society bersama MOP Beauty menghadirkan Journey into Sustainability, sebuah inisiatif yang mengangkat isu pengelolaan sampah di Indonesia melalui pendekatan visual dan edukatif. Program ini mengajak pengunjung memahami perjalanan limbah, termasuk realita di Bantar Gebang sebagai salah satu titik akhir terbesar sampah di Jakarta, sebuah ruang yang kerap menjadi “titik hilang” dari konsumsi sehari-hari. Melalui instalasi imersif, termasuk kanopi berbahan Tyvek yang terinspirasi dari lanskap Bantar Gebang, pengunjung diajak melihat bahwa sampah tidak berhenti sebagai limbah, melainkan memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Ruang pengalaman ini dirancang sebagai wadah interaktif yang menggabungkan edukasi, kreativitas, dan partisipasi publik. Pengunjung dapat mengeksplorasi proses transformasi material di area Upcycled Museum, terlibat langsung di Repair Station untuk mempersonalisasi tote bag dengan eco-friendly charms, hingga berpartisipasi dalam instalasi Tree of Hope bersama Paperina. Selain itu, tersedia Photo Moment berbasis moss serta dua kategori Dropbox Station, termasuk kolaborasi dengan MOP Beauty untuk kemasan kosmetik dan instalasi IEMAHKAI oleh Cahyono Perdana untuk limbah plastik dan kertas. Sebagai bagian dari perwujudan ekonomi sirkular, area Product Pop-Up turut menghadirkan koleksi hasil kolaborasi dengan berbagai green startup, di mana 10% dari hasil penjualan akan disalurkan untuk mendukung program pemberdayaan perempuan oleh Liberty Society Foundation.

Melengkapi rangkaian pengalaman tersebut, ASHTA District 8 juga menghadirkan berbagai program belanja yang sifat eksklusif yang dapat dinikmati pengunjung selama periode berlangsung. Melalui program Bring Your Own Tumbler, pengunjung dapat menikmati kopi pilihan hanya dengan Rp15.000 serta menukarkan 2 Koins melalui aplikasi ASRI Living. Selain itu, terdapat Green Picks yang menawarkan diskon 30% untuk tumbler dari Hydro Flask dengan penukaran 3 Koins.

Beragam penawaran menarik lainnya turut dihadirkan, seperti Live to Shop dengan voucher belanja Rp100.000 untuk minimum transaksi Rp750.000, serta Feel Good Shopping yang memberikan complimentary drink untuk minimum pembelanjaan Rp300.000. Bagi pengunjung District 8, tersedia pula program District 8 Exclusives berupa kopi gratis dengan minimum transaksi Rp100.000 dan menunjukkan kartu akses D8. Sementara itu, melalui Treat Yourself, pengunjung dapat menikmati minuman dengan penukaran 20 Koins di aplikasi ASRI Living.

Melalui ARTCYCLE, ASHTA District 8 terus memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup yang menghadirkan pengalaman terkurasi yang menghubungkan seni, budaya, dan komunitas. Program ini menjadi wadah kolaborasi sekaligus ruang refleksi yang mengajak publik untuk melihat material dari perspektif yang berbeda ARTCYCLE: EARTHFORM berlangsung di Melting Pot, ASHTA District 8, dan terbuka untuk publik mulai 20 April hingga 17 Mei 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES