Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Banyuwangi, April 2026 – Pelabuhan Tanjung Wangi kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai gerbang logistik wilayah timur Jawa dan sekitarnya melalui kelancaran pelayanan bongkar muat komoditas pupuk selama Triwulan I tahun 2026. Aktivitas distribusi pupuk di pelabuhan berjalan optimal guna mendukung kebutuhan sektor pertanian serta menjaga ketersediaan pupuk bagi masyarakat.

Selama periode Januari hingga Maret 2026, throughput pupuk curah maupun bag di Pelabuhan Tanjung Wangi tercatat sebanyak 107.284 ton dan berjalan positif dengan pelayanan kapal serta kegiatan bongkar muat yang terlaksana secara aman, cepat, dan efisien. Kelancaran ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung rantai pasok nasional, khususnya untuk kebutuhan pertanian di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Periode April 2026, Pelabuhan Tanjung Wangi kembali menerima kedatangan pupuk sebanyak 30.000 ton. Tambahan volume tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya aktivitas logistik sekaligus memperkuat kesiapan distribusi pupuk menjelang musim tanam.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Wangi Eko Budyasmoro menyampaikan bahwa Kelancaran distribusi pupuk merupakan bagian dari peran serta pelabuhan tanjung wangi dalam upaya menjaga stabilitas pasokan barang kebutuhan strategis.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa, khususnya untuk komoditas pupuk yang memiliki peran penting bagi sektor pertanian. Dengan dukungan fasilitas, SDM, dan sinergi antar stakeholder, kami optimistis proses distribusi dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu,” ujar Eko

Manajemen pelabuhan terus berupaya menghadirkan pelayanan prima melalui kesiapan fasilitas, peralatan operasional, serta koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait agar proses bongkar muat dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Dengan kinerja yang konsisten, Pelabuhan Tanjung Wangi optimistis dapat terus menjadi simpul logistik andalan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta ketahanan pangan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.

Bali, Indonesia (22 April 2026) – Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.

Insiden terjadi pada Minggu malam, ketika dua wisatawan internasional mengalami luka serius akibat kecelakaan di area terpencil pulau tersebut. Salah satu korban mengalami trauma kepala, sementara korban lainnya mengalami patah tulang kaki yang signifikan.

Dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas medis darurat di lokasi dan upaya evakuasi alternatif yang tidak berhasil, pihak resort setempat menghubungi tim SGI pada hari Senin.

Dalam waktu kurang dari satu jam sejak permintaan diterima, helikopter FINNS Search & Rescue langsung dikerahkan dari Bali dengan tim lengkap yang terdiri dari dua pilot, load master, teknisi, serta dokter darurat dari Nusa Medica.

Karena adanya pembatasan penerbangan malam di Indonesia, tim sempat melakukan transit di Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumba keesokan paginya.

Operasi ini melibatkan beberapa titik evakuasi, termasuk pendaratan di lapangan sepak bola dekat rumah sakit regional, sebelum melanjutkan ke lokasi resort di pesisir untuk mengevakuasi korban kedua.

Kedua pasien berhasil distabilisasi dan diterbangkan kembali melalui Bima untuk pengisian bahan bakar, sebelum akhirnya tiba dengan selamat di Bali dan langsung dibawa menggunakan ambulans Nusa Medica ke BIMC Hospital Nusa Dua untuk perawatan lanjutan.

Respons Cepat Jadi Penentu Keselamatan

Misi ini menyoroti tantangan besar dalam penanganan keadaan darurat di wilayah terpencil Indonesia, di mana akses terhadap layanan medis sering kali terbatas dan waktu respons melalui transportasi konvensional bisa memakan waktu berjam-jam.

Perwakilan FINNS menyatakan:

“Inilah alasan utama mengapa fasilitas ini dibangun. Di wilayah terpencil Indonesia, akses terhadap layanan medis darurat tidak selalu cepat, dan waktu menjadi faktor yang sangat krusial.Kecepatan tim dalam merespons dan mengeksekusi operasi kompleks ini dengan aman menunjukkan betapa pentingnya kesiapan seperti ini.”

Sementara itu, perwakilan SGI menambahkan:

“Ini adalah operasi yang sangat sensitif terhadap waktu, dilakukan di medan terpencil dengan keterbatasan infrastruktur dan regulasi penerbangan.Fokus utama kami adalah memastikan kedua pasien mendapatkan penanganan secepat dan seaman mungkin. Tanpa respons cepat, kondisi seperti ini dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.”

Tonggak Baru Penanganan Darurat di Indonesia

Keberhasilan misi perdana ini menjadi langkah penting dalam pengembangan kapabilitas tanggap darurat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.

Seiring meningkatnya minat wisata ke destinasi di luar Bali seperti Sumba, kebutuhan akan sistem respons darurat yang cepat, andal, dan profesional menjadi semakin krusial.

Kontak Darurat

Untuk bantuan darurat atau menghubungi tim Search & Rescue:BASARNAS Hotline: 115

Informasi lebih lanjut:https://balisearchandrescue.com/about-us/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

PT Dupoin Futures Indonesia menggelar kegiatan edukasi bertajuk Market Hunt with Dupoin Futures 2026 di Pastis Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). Mengangkat tema Smart Money Concept, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Market Hunt 2026 yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas edukasi mengenai industri perdagangan berjangka kepada masyarakat.

Sebanyak 55 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari masyarakat umum yang tertarik pada trading dan investasi, trader pemula hingga intermediate, calon pengguna platform trading, serta nasabah eksisting Dupoin Futures. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi membaca pasar, manajemen risiko, serta pemahaman dasar mengenai trading berjangka yang legal dan terstruktur.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, hadir sebagai pembicara utama dalam sesi edukasi. Dalam paparannya, ia membahas konsep Smart Money Concept, termasuk pendekatan dalam membaca pergerakan pasar dan memahami struktur market yang dapat menjadi referensi bagi trader dalam mengambil keputusan.

Head of Marketing PT Dupoin Futures Indonesia, Taufan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun koneksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperluas pemahaman publik terhadap perdagangan berjangka.

“Melalui Market Hunt, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih terbuka bagi masyarakat untuk memahami trading berjangka secara lebih terstruktur. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan platform, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih baik mengenai market, manajemen risiko, dan pentingnya trading yang legal serta teregulasi,” ujar Taufan.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap inklusi keuangan di Indonesia. Menurutnya, peningkatan akses terhadap edukasi finansial, termasuk pemahaman mengenai instrumen perdagangan berjangka, menjadi bagian penting dalam memperluas partisipasi masyarakat terhadap ekosistem keuangan formal.

Sebagai salah satu bentuk aksi dukungan inklusi keuangan di Indonesia, Dupoin Futures menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi mengenai industri perdagangan berjangka kepada masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti Market Hunt, Dupoin Futures berupaya membuka akses pengetahuan yang lebih luas, membantu masyarakat memahami peluang dan risiko investasi, serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih inklusif, terinformasi, dan bertanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Jakarta, 24 April 2026 – Nyeri lutut masih sering dianggap keluhan ringan oleh banyak
perempuan, padahal kondisi ini dapat menjadi indikasi awal gangguan
muskuloskeletal yang lebih serius. Dalam momentum Hari Kartini dan Hari
Perawat, Siloam Hospitals Mampang mengangkat isu ini melalui edukasi kesehatan
kepada masyarakat sekaligus memberikan apresiasi terhadap tenaga kesehatan.

Momentum
ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi
kesehatan yang menyasar isu-isu yang kerap terabaikan, khususnya pada perempuan
di usia produktif.

Di
tengah meningkatnya gaya hidup aktif, banyak perempuan menjalani berbagai peran
sekaligus—sebagai profesional, ibu, maupun individu yang aktif secara fisik.
Namun di balik itu, terdapat risiko kesehatan yang sering tidak disadari, yaitu
gangguan pada tulang dan sendi yang dapat berkembang secara
bertahap sejak usia muda.

Keluhan
seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, atau
ketidaknyamanan saat berolahraga kerap dianggap sebagai
hal yang wajar.
Padahal, secara klinis, gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal
gangguan muskuloskeletal yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Perempuan
diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa kondisi tertentu,
seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal ini berkaitan dengan faktor
hormonal, khususnya peran estrogen dalam memengaruhi kekuatan ligamen dan
kepadatan tulang, serta
faktor anatomi dan biomekanik, termasuk
perbedaan struktur panggul dan
pola gerakan tubuh.

“Secara
medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan
muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis. Hal
ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal, seperti peran estrogen terhadap
kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik,
termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh. Karena itu, keluhan
seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu
dievaluasi sejak dini,” ujar dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, Dokter Spesialis
Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang.

Lebih
lanjut, keterlambatan dalam mengenali dan menangani gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks,
termasuk penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan intervensi medis yang lebih lanjut.
Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan deteksi dini menjadi
langkah penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.

Sebagai
bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang
menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih interaktif melalui booth kesehatan
yang terbuka bagi masyarakat. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani
kesenjangan antara informasi
medis dan pemahaman
publik, dengan cara yang lebih komunikatif dan mudah diakses.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi seputar kesehatan
tulang dan sendi, tetapi juga dapat berpartisipasi
dalam berbagai aktivitas dan games edukatif yang dikemas secara menarik.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berkesempatan memperoleh voucher kesehatan
sekaligus memahami pentingnya pencegahan dan penanganan dini gangguan
muskuloskeletal.

Pendekatan
ini mencerminkan komitmen Siloam Hospitals Mampang dalam menghadirkan layanan
kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, serta
relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dalam
rangka memperluas dampak kegiatan, Siloam Hospitals Mampang juga melibatkan
berbagai pelaku usaha lokal melalui kehadiran booth UMKM. Partisipasi ini tidak
hanya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat keterlibatan
komunitas dalam ekosistem kesehatan yang lebih luas.

Kegiatan ini turut didukung
oleh berbagai mitra
strategis dengan rangkaian Pre-Event yang telah berlangsung sejak 21 April 2026 dengan campaign Apresiasi Nakes pada Hari Kartini.
Dukungan juga datang
dari media-media perempuan
yang melihat inisiatif ini sebagai langkah positif
dalam mengangkat isu kesehatan perempuan sekaligus peran perempuan di berbagai
sektor. Selain itu, kehadiran atlet dari Pelita Jaya, seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo, turut memperkuat pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui
pendekatan yang tepat dan terarah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Kenaikan biaya hidup yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai mendorong perubahan perilaku keuangan masyarakat. Tekanan dari meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta ketidakpastian ekonomi global membuat kebutuhan akan dana tambahan menjadi semakin mendesak, terutama bagi kalangan produktif dan pelaku usaha.

Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen.

Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek.

Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan bahwa tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Dalam praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Dalam konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional

JAKARTA — Rencana hilirisasi komoditas gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus dimatangkan pemerintah melalui sinergi lintas sektor. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tengah merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalkan komoditas yang saat ini menguasai sekitar 80 persen pasokan pasar dunia tersebut.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci utama agar nilai tambah komoditas gambir tidak lagi didominasi oleh negara pengimpor. Dalam kunjungannya ke Sumatera Barat, Mentan secara khusus mendorong BUMN Perkebunan untuk mengambil peran sentral dalam membangun ekosistem pengolahan di dalam negeri. “Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN. PTPN kita dorong menjadi lokomotif hilirisasi,” tegas Mentan Amran.

Amran menambahkan, pemerintah tengah mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor perkebunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat agar komoditas unggulan seperti gambir memiliki nilai tambah tinggi dan berdampak langsung ke masyarakat. Kesimpulannya, kita akan melakukan groundbreaking sekitar 35 proyek. Semakin cepat terealisasi, semakin baik dampaknya bagi ekonomi nasional,” tuturnya.

Dukungan terhadap rencana ini juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyebut tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

“Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton,” papar Mahyeldi.

Terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan, Gubernur menambahkan bahwa pengelolaan akan dilakukan oleh PTPN IV PalmCo. “Pabrik pengolahan gambir tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional,” ujarnya.

Pendekatan Realistis PTPN IV PalmCo

Merespons penugasan tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung program hilirisasi gambir sebagai bagian dari strategi penguatan nilai tambah komoditas perkebunan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara.

“Upaya hilirisasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri. Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Taninnya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” ungkap Jatmiko.

Meski demikian, PTPN IV PalmCo mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perhitungan bisnis yang matang dalam merealisasikan investasi hilirisasi. Saat ini, perusahaan tengah bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) untuk menyusun studi kelayakan.

“Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” tegas Jatmiko.

Seiring dengan proses kajian tersebut, perusahaan juga memfokuskan intervensi jangka pendek pada penguatan sektor hulu guna meningkatkan produktivitas dan kualitas gambir petani rakyat.

“Dengan pendekatan riset yang komprehensif, kita berharap produktivitas dan mutu produk gambir menjadi lebih baik, serta terbukanya akses pasar baru yang memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani,” ujarnya.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumbar, Holding Perkebunan Nusantara, serta kalangan akademisi ini diharapkan mampu mentransformasi industri gambir nasional secara menyeluruh. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok gambir bernilai tambah tinggi di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Donor Darah Bali: Rayakan HUT ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Targetkan 30 Kantong Darah untuk Selamatkan Nyawa

Memperingati ulang tahun
ke-13, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Donate
Blood, Save Lives”
, sebuah kegiatan donor darah yang menargetkan
pengumpulan 20 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di
Bali.

 

Kegiatan ini berlangsung pada 24 April 2026,
pukul 09.00 – 12.00 WITA, di Mahogany Meeting Room, Swiss-Belhotel Rainforest
Kuta, dan terbuka untuk masyarakat umum. Program ini menjadi bagian dari
komitmen berkelanjutan hotel dalam menghadirkan dampak nyata melalui inisiatif
Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

 

Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia
Denpasar, Unicare Clinic, dan Askara Optical, kegiatan ini tidak hanya
menghadirkan donor darah, tetapi juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan
gratis serta pemeriksaan mata bagi seluruh peserta. Inisiatif ini dirancang
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat
sekaligus kepedulian sosial.

 

Sebagai bentuk apresiasi, peserta donor darah
akan mendapatkan berbagai benefit menarik seperti voucher Food & Beverage,
voucher menginap, serta merchandise eksklusif dari PMI.

 

Kegiatan donor darah ini merupakan agenda
tahunan yang secara konsisten dijalankan oleh Swiss-Belhotel Rainforest Kuta,
sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-13 dengan tema “13RIGHT:
Beyond Rainforest, Inspiring Growth, Harmony & Togetherness.”
Tema ini
menegaskan komitmen hotel dalam membangun harmoni antara bisnis, masyarakat,
dan lingkungan secara berkelanjutan.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat
peran kami tidak hanya sebagai pelaku industri perhotelan, tetapi juga sebagai
bagian dari komunitas yang peduli. Donor darah adalah aksi sederhana, namun
memiliki dampak besar dalam menyelamatkan nyawa,” ujar Gede Semara Yasa,
Hotel Manager Swiss-Belhotel Rainforest Kuta.

 

Dengan mengusung nilai community care
dan sustainability, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta terus mendorong
keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung,
sekaligus memperkuat posisinya sebagai hotel yang tidak hanya berorientasi pada
layanan, tetapi juga kontribusi nyata bagi Bali.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES