Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia kerja yang semakin dinamis, keputusan ini terasa jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya.

Kekhawatiran ini diperparah dengan data career mismatch, yang menunjukkan bahwa 36% pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah kenyataan yang memicu kecemasan besar, terutama bagi orang tua yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk pendidikan anak mereka.

Seorang orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut dimulai dari kekhawatiran yang sangat wajar.

“Di awal, jujur kami cukup khawatir. Takut salah jurusan, takut anak tidak siap menghadapi dunia kerja, dan tentu saja mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup besar. Namun setelah melihat program-program di BINUS yang langsung terhubung dengan dunia industri, saya mulai merasa bahwa ini adalah investasi yang tepat,” ungkap Ibu Rosita, salah satu orang tua mahasiswa BINUS @Bekasi.

Namun, semakin banyak orang tua yang kini melihat pendidikan tinggi bukan hanya sebagai biaya, tetapi sebagai investasi yang memberikan hasil nyata bahkan sebelum anak mereka lulus.

Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus BINUS @Bekasi, menegaskan bahwa penawar terbaik untuk decision anxiety adalah kejelasan arah. Kejelasan arah ini menjadi hal yang sangat dicari oleh orang tua, yang ingin melihat bahwa anak mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

“Orang tua saat ini tidak hanya bertanya ‘anak saya belajar apa?’, tetapi ‘anak saya jadi apa?’. Itulah sebabnya kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kelas kami, sebagai Business, Service & Technology Campus,” ujar Prof. Gatot. Menurutnya, pengenalan industri sejak dini adalah “obat penenang” terbaik bagi decision anxiety yang banyak dirasakan orang tua.

Selain memberi kejelasan arah karir, BINUS @Bekasi juga berusaha meredam tekanan finansial, yang sering menjadi salah satu sumber stres terbesar orang tua. Melalui Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), BINUS memastikan bahwa pendidikan tetap dapat diakses tanpa mengurangi kualitas. Program beasiswa ini memberikan dukungan finansial untuk mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai biaya kuliah yang tinggi.

“Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak dan potensi mereka, tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” jelas Prof. Gatot.

Menurut Dr. Istiani, M.Psi., Psikolog BINUS University, proses pengambilan keputusan pendidikan sekarang ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Tekanan ganda, yaitu keinginan orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak sementara juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial, menciptakan kecemasan yang luar biasa.

“Orang tua saat ini menghadapi tekanan ganda: ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial dan relevan dengan masa depan anak,” jelas Dr. Istiani. “Rasa yakin dalam memilih pendidikan sangat dipengaruhi oleh seberapa jelas orang tua melihat arah masa depan anak mereka.”

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman industri, ekosistem pembelajaran yang relevan, serta dukungan bagi orang tua, BINUS @Bekasi berupaya membantu orang tua melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin.

Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang bagaimana orang tua dan anak bisa melangkah dengan lebih yakin tanpa rasa takut yang berlebihan, dan dengan keyakinan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Optimalkan Momentum BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Otomotif di Surabaya

Surabaya, 24 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut ambil bagian dalam ajang BRI Consumer Expo 2026 yang diselenggarakan pada 24–26 April 2026 di Ciputra World Mall, Surabaya. Kegiatan ini merupakan inisiatif PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai induk perusahaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis konsumer melalui penyediaan berbagai solusi keuangan, mulai dari pembiayaan properti, kendaraan bermotor, hingga kebutuhan gaya hidup dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Melalui konsep one stop financial solution, BRI Consumer Expo menjadi sarana strategis bagi BRI Group untuk memperluas penetrasi produk sekaligus meningkatkan engagement dengan nasabah secara langsung.

Dalam momentum tersebut, BRI Finance memanfaatkan tingginya antusiasme dan trafik pengunjung sebagai peluang untuk memperluas eksposur produk pembiayaan, khususnya di sektor otomotif. Kehadiran perseroan tidak hanya berfokus pada akuisisi pembiayaan baru, tetapi juga memperkuat positioning sebagai bagian integral dari ekosistem BRI Group yang mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan dan kompetitif.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Melalui partisipasi kami di BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan bermotor dengan skema yang kompetitif dan proses yang semakin mudah. Momentum ini kami manfaatkan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat serta memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.”

 

Sejalan dengan semangat tersebut, BRI Finance menghadirkan berbagai program pembiayaan menarik selama penyelenggaraan expo, di antaranya suku bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mulai dari 2,85% efektif per tahun dengan tenor 3 tahun.  Bagi pengunjung yang ingin membeli mobil baru juga bisa mengajukan pembiayaan dengan suku bunga 1,59% dengan tenor 1 tahun. Penawaran ini melengkapi berbagai promo unggulan dalam BRI Consumer Expo, seperti suku bunga KPR mulai dari 1,75% efektif per tahun fixed 1 tahun, serta program travel fair dengan cicilan mulai 0% hingga 36 bulan dan cashback hingga Rp8 juta.

Melalui kombinasi program yang kompetitif dan kemudahan proses pembiayaan, BRI Finance optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan pada segmen pembiayaan konsumer, khususnya otomotif yang tetap menunjukkan prospek positif di tengah dinamika pasar.

Keikutsertaan dalam BRI Consumer Expo 2026 sekaligus mencerminkan komitmen BRI Finance dalam mendukung penguatan bisnis konsumer sebagai salah satu pendorong pertumbuhan BRI Group. “Kami mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Ciputra World Mall, Surabaya, pada 24–26 April 2026 dan memanfaatkan berbagai penawaran menarik yang tersedia di BRI Consumer Expo 2026,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Edukasi 450+ Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini

Telkom AI Connect menggelar webinar “From Problems to Big Ideas” yang diikuti 450+ siswa SD untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini. Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak mengubah masalah sehari-hari menjadi ide bisnis sebagai bagian dari upaya membangun generasi kreatif dan siap menghadapi era digital.

Telkom AI Center of Excellence Jakarta melalui Telkom AI Connect telah sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “From Problems to Big Ideas: Think Like a Young Entrepreneur” pada Rabu, 15 April 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Sekolah Citra Kasih, Sekolah Citra Berkat, dan Sekolah Ciputra Kasih yang bertujuan untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan sejak dini kepada siswa sekolah dasar kelas 5 dan 6.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 450 siswa yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bogor, Surabaya, Samarinda, hingga Ambon. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi berlangsung, terutama dalam sesi interaktif yang mengajak siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengidentifikasi permasalahan sehari-hari.

Sebagai pembuka, Farida Dian Puspitadewi selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membawakan materi utama yang berfokus pada bagaimana siswa dapat mengubah masalah sederhana di sekitar mereka menjadi ide bisnis. “Kewirausahaan dapat dimulai dari kemampuan melihat permasalahan sederhana di sekitar. Dari situ, siswa dapat mengembangkan solusi kreatif yang tidak hanya relevan, tetapi juga berpotensi menjadi ide bisnis yang berdampak,” ujar Farida.

Materi disampaikan secara interaktif melalui pendekatan storytelling serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beberapa konsep yang diperkenalkan antara lain bagaimana menemukan masalah, mengembangkan solusi menjadi ide, serta memahami dasar sederhana dari business plan seperti produk, target market, dan strategi promosi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, tidak hanya pada level profesional dan mahasiswa, tetapi juga sejak usia sekolah dasar. Melalui inisiatif ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, solutif, dan memiliki semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Melalui webinar ini, Telkom AI Connect bersama mitra sekolah menunjukkan bahwa literasi inovasi dan kewirausahaan dapat ditanamkan sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem talenta muda Indonesia yang adaptif dan siap menghadapi era transformasi digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

Penggunaan AI mengubah cara pengguna internet cari informasi, brand kini harus masuk dalam jawaban AI agar tetap terlihat.

Perubahan besar sedang terjadi terkait cara konsumen mencari informasi di internet. Jika sebelumnya pencarian didominasi oleh klik ke berbagai situs web melalui mesin pencari, kini semakin banyak pengguna yang langsung mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).

Data terbaru menunjukkan bahwa perubahan ini bukan sekadar tren sementara. Riset terhadap 5.600 pencarian menemukan bahwa lebih dari separuh respons Google AI Overviews, yakni sebesar 57,5%, tidak menyebutkan brand apa pun. Artinya, dalam banyak kasus, pengguna mendapatkan jawaban tanpa eksposur terhadap brand tertentu.

Fenomena ini diperkuat oleh perubahan perilaku pencarian. Laporan SparkToro mencatat bahwa 58,5% pencarian Google berakhir tanpa klik ke situs eksternal. Sementara itu, Ahrefs menemukan bahwa kehadiran AI Overviews dapat menurunkan click-through rate (CTR) hasil pencarian nomor satu hingga 58%, dengan zero-click rate mencapai 83% pada jenis pencarian tertentu.

Di Indonesia, tren serupa juga mulai terlihat. Dalam riset yang dipublikasikan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer sekaligus Founder Sales Director Indonesia (SDI),  sebanyak 74,6% pengguna internet aktif menggunakan AI untuk riset produk, dan 52,3% keputusan pembelian dipengaruhi oleh brand yang disebut dalam jawaban AI.

Temuan ini menunjukkan bahwa visibilitas dalam sistem AI tidak hanya berdampak pada pencarian informasi, tetapi juga pada tahap awal pengambilan keputusan konsumen. Brand yang tidak muncul dalam jawaban AI berisiko tidak masuk dalam pertimbangan sejak awal.

Menurut analisis Avonetiq, kondisi ini menciptakan perubahan mendasar dalam cara brand bersaing di ranah digital. Jika sebelumnya keberhasilan diukur dari peringkat dan traffic, kini visibilitas ditentukan oleh apakah sebuah brand dianggap cukup kredibel untuk dirangkum sebagai jawaban.

“Dulu kompetisinya soal ranking. Sekarang, kompetisinya soal kepercayaan. AI tidak menampilkan semua opsi, [melainkan] hanya yang dianggap paling relevan dan bisa diverifikasi,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq.

Berbeda dengan mesin pencari tradisional, sistem berbasis AI bekerja dengan menggabungkan berbagai sumber informasi, mengevaluasi konsistensi narasi, serta menilai kredibilitas sebelum menyusun jawaban. Dalam sistem ini, brand dengan jejak digital yang tidak konsisten atau minim validasi eksternal berisiko tidak muncul sama sekali.

Sejumlah praktisi mulai melihat bahwa perubahan ini menandai fase baru dalam strategi digital. Fokus tidak lagi hanya pada optimasi website, tetapi pada bagaimana sebuah brand dipahami sebagai entitas yang kredibel di berbagai sumber.

Pendekatan ini sering dikaitkan dengan konsep AI Visibility Optimization (AVO), yaitu strategi yang berfokus pada pembangunan otoritas digital secara menyeluruh agar brand dapat dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI.

AVO melibatkan kombinasi antara struktur konten yang lebih mudah diproses oleh AI, konsistensi narasi lintas platform, serta penguatan referensi eksternal melalui publikasi dan validasi pihak ketiga.

“Di era AI, visibilitas bukan lagi soal seberapa sering brand muncul, tetapi apakah brand tersebut cukup jelas, konsisten, dan memiliki bukti yang bisa diverifikasi,” tambah Alexandro.

Dengan semakin dominannya peran AI dalam proses pencarian, perusahaan didorong untuk mengevaluasi ulang strategi digital mereka. Tantangan utama tidak lagi sekadar menarik traffic, tetapi memastikan brand tetap relevan dalam sistem yang kini menjadi perantara utama antara informasi dan keputusan konsumen.

Dalam lanskap baru ini, hanya brand yang mampu membangun kredibilitas secara konsisten yang memiliki peluang untuk tetap muncul—bukan hanya di hasil pencarian, tetapi dalam jawaban AI itu sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PhotoBebaz Dorong Format “Designed Experience” di Tengah Social Media Fatigue

PhotoBebaz menghadirkan pendekatan designed experience sebagai respons atas fenomena social media fatigue, dengan merancang pengalaman berfoto yang lebih terkonsep dan layak dibagikan. Didukung teknologi internal melalui Bebaz Labz, perusahaan mencatat pertumbuhan revenue 57% dan memperluas kehadiran di berbagai event besar, sekaligus mengembangkan model bisnis yang menggabungkan pengalaman pengguna dan integrasi brand.

Jakarta, 27 April 2026 – Di tengah tingginya konsumsi konten digital, generasi muda Indonesia kini menghadapi paradoks baru: semakin mudah membuat konten, semakin tinggi pula ekspektasi terhadap kualitas dan pengalaman di balik konten tersebut.

Berdasarkan laporan We Are Social dan Meltwater, masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial, mendorong aktivitas konsumsi sekaligus produksi konten secara masif. Namun, sejumlah studi juga menunjukkan munculnya fenomena social media fatigue, di mana paparan konten yang berlebihan, tekanan untuk terus membagikan aktivitas, serta konten yang repetitif mulai menurunkan ketertarikan pengguna.

Dalam kondisi ini, pengguna tidak berhenti membuat konten, tetapi menjadi lebih selektif terhadap apa yang layak untuk dibagikan. Konten tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari bagaimana seseorang membangun identitas digitalnya.

Melihat pergeseran tersebut, PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, mengembangkan pendekatan designed experience, yaitu pengalaman berfoto yang dirancang untuk menghasilkan konten yang lebih terkonsep, estetik, dan relevan secara sosial.

Founder PhotoBebaz Reyno Anggoro menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi perilaku pengguna dalam membuat konten. “Kalau sebelumnya semua orang cukup dengan kamera di ponsel, sekarang muncul kebutuhan untuk pengalaman yang terasa lebih matang. Orang tidak hanya mencari hasil foto, tapi juga momen yang berbeda dan layak untuk dibagikan,” ujarnya.

Kemudahan teknologi telah membuat produksi konten menjadi semakin instan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menciptakan homogenisasi, di mana banyak konten terasa serupa dan kehilangan diferensiasi. PhotoBebaz melihat celah ini sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga mendorong terciptanya momen yang lebih terkonsep dan menarik untuk dibagikan secara organik oleh pengguna.

Sebagai platform creative-tech, PhotoBebaz mengembangkan pengalaman berfoto menjadi proses penciptaan konten yang lebih matang. Setiap booth tak hanya berfungsi sebagai tempat berfoto, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang dirancang untuk menghasilkan output konten yang lebih relevan sekaligus membuka peluang bagi brand untuk hadir secara lebih kontekstual di dalam pengalaman tersebut.

Pendekatan ini didukung oleh pengembangan sistem internal melalui Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan perangkat lunak milik perusahaan, yang memungkinkan pengalaman di dalam booth dirancang secara konsisten dan scalable di berbagai lokasi. Dengan fondasi ini, PhotoBebaz tidak hanya menghadirkan pengalaman, tetapi juga membangun basis pertumbuhan bisnis yang inovatif.

Setelah sebelumnya mengumumkan pendanaan pertamanya, PhotoBebaz menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth di tahun 2026. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan bisnis Kuartal I telah mengalami peningkatan revenue hingga 57 persen. Pertumbuhan didukung oleh kolaborasi dengan berbagai brand dalam pengembangan media placement digital out-of-home (DOOH), konten iklan di dalam booth, serta prgram berbasis loyalitas dan gamification yang menyasar Gen Z dan Gen Alpha sebagai target utama. Momentum ini juga mendorong ekspansi ke berbagai aktivitas berskala besar, termasuk keterlibatan dalam sejumlah pagelaran seperti Sound Groove Festival, JakCloth, serta Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada Mei 2026.

Di sisi bisnis, PhotoBebaz menggabungkan model pendapatan berbasis transaksi dengan peluang integrasi brand dalam pengalaman pengguna. Selain model B2C, perusahaan juga mengembangkan kanal B2B melalui Bebaz Adz sebagai solusi media placement di dalam pengalaman photobox. Tidak hanya hadir secara digital di dalam booth, brand juga dapat terintegrasi secara fisik melalui elemen visual pada unit photobox, menciptakan pengalaman yang lebih menyatu dengan interaksi pengguna.

Untuk mendukung kenyamanan transaksi, PhotoBebaz juga bekerja sama dengan berbagai platform dompet digital sebagai payment gateway, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih terintegrasi bagi pengguna.

“Pendekatan ini memungkinkan setiap booth PhotoBebaz tidak hanya menjadi titik layanan, tetapi juga memiliki nilai yang terus berkembang seiring dengan pengalaman pengguna yang terjadi di dalamnya,” tambah Reyno.

Ke depan, PhotoBebaz melihat peluang tidak hanya pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi pada bagaimana pengalaman yang dihadirkan dapat terus berkembang dan tetap relevan dalam menciptakan dan membagikan momen.

“Ketika semua orang bisa membuat konten, yang menjadi pembeda adalah bagaimana momen itu diciptakan. Kami tidak hanya menghadirkan pengalaman berfoto, tetapi merancang bagaimana momen bisa terasa lebih bermakna, disimpan, dan secara bersamaan layak untuk dibagikan,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Banyak bisnis merasa sudah rutin kirim pesan ke pelanggan. Promo jalan, broadcast dikirim, tapi hasilnya tetap datar. Tidak ada respons signifikan, apalagi peningkatan loyalitas.

Masalahnya bukan di seberapa sering Anda menghubungi pelanggan. Tapi di seberapa relevan dan personal komunikasi yang dibangun. Tanpa itu, pesan hanya jadi gangguan.

Engagement Pelanggan Rendah dan Tidak Konsisten

Ketika komunikasi terasa generik, pelanggan tidak merasa terhubung. Mereka membaca, lalu mengabaikan. Dalam jangka panjang, engagement bisa turun hingga 40% tanpa disadari.

Tanpa pendekatan yang tepat, bisnis akan terus berbicara; tapi tidak benar-benar didengar oleh pelanggan.

1. Komunikasi Tidak Personal

Pesan yang sama dikirim ke 100% pelanggan tanpa penyesuaian. Akibatnya, komunikasi terasa tidak relevan dan engagement bisa turun hingga 30% karena pelanggan tidak merasa diperhatikan.

2. Pesan Tidak Relevan Dengan Kebutuhan Pelanggan

Tanpa segmentasi, pesan sering tidak sesuai kebutuhan pelanggan. Dampaknya, open rate bisa turun hingga 25% dan banyak pelanggan memilih mengabaikan pesan yang masuk.

3. Tidak Ada Histori Interaksi

Tanpa riwayat interaksi, tim harus mengulang percakapan dari awal. Hal ini bisa menambah waktu respons hingga 2x lebih lama dan menurunkan kualitas pengalaman pelanggan.

4. Sulit Menjaga Hubungan Jangka Panjang

Tanpa strategi berkelanjutan, hanya sekitar 20-30% pelanggan yang kembali. Sisanya hilang karena tidak ada komunikasi yang konsisten setelah transaksi pertama selesai.

Pendekatan Terarah Tingkatkan Engagement

Engagement tidak terjadi secara kebetulan. Dibutuhkan pendekatan berbasis data agar pesan lebih tepat sasaran dan terasa relevan bagi pelanggan.

Dengan sistem yang tepat, bisnis bisa meningkatkan engagement hingga 2-3x lipat tanpa harus menambah volume pesan secara berlebihan.

1. Personalisasi Komunikasi Dengan WhatsApp CRM

Dengan WhatsApp CRM, pesan bisa disesuaikan secara spesifik. Personalisasi ini terbukti meningkatkan response rate hingga 35% dibanding pesan umum yang dikirim tanpa penyesuaian.

2. Kirim Campaign Terarah Dengan Broadcast WhatsApp

Broadcast WhatsApp berbasis segmentasi membuat pesan lebih tepat sasaran. Hasilnya, conversion rate bisa naik hingga 20-25% dibanding broadcast massal tanpa target yang jelas.

3. Simpan Histori Interaksi Pelanggan

Semua percakapan tersimpan dalam sistem, sehingga tim bisa melanjutkan komunikasi tanpa mengulang. Hal ini mampu mempercepat respons hingga 50% dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara signifikan.

4. Bangun Hubungan Jangka Panjang

Komunikasi yang konsisten membantu menjaga hubungan dengan pelanggan. Bisnis dapat meningkatkan repeat order hingga 2x lipat dibanding hanya mengandalkan interaksi satu kali.

WhatsApp CRM Barantum untuk Engagement Lebih Tinggi

Barantum CRM membantu bisnis mengubah komunikasi biasa menjadi strategi yang terarah dan berdampak langsung pada engagement. Semua interaksi pelanggan dikelola dalam satu sistem yang rapi.

Dengan pendekatan ini, setiap pesan tidak hanya terkirim, tapi juga punya peluang lebih besar untuk direspons dan dikonversi.

1. Data Pelanggan Terpusat

Semua data pelanggan tersimpan dalam satu sistem. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi kerja hingga 40% dalam pengelolaan komunikasi.

2. Komunikasi Lebih Personal

Setiap pesan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pendekatan ini mampu meningkatkan engagement hingga 30% dibanding komunikasi yang bersifat umum.

3. Campaign Lebih Relevan

Segmentasi pelanggan membuat campaign lebih tepat sasaran. Hasilnya, tingkat respons bisa meningkat hingga 25% dan mengurangi risiko pesan diabaikan oleh pelanggan.

4. Retensi Pelanggan Meningkat

Komunikasi yang konsisten membantu menjaga hubungan jangka panjang. Bisnis dapat meningkatkan retensi pelanggan hingga 2x lipat dengan strategi komunikasi yang lebih terarah.

Jika engagement masih rendah, kemungkinan besar masalahnya bukan di produk atau harga. Tapi di cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan.

Dengan Barantum CRM komunikasi ke pelanggan lebih personal dan terarah, pelanggan tidak hanya merespons, mereka bertahan. Dan di situlah pertumbuhan bisnis benar-benar terjadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global

KLTC memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan SDM berstandar global setelah memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan internasional dari Amerika Serikat dan Inggris. Pencapaian ini mencakup penghargaan di bidang leadership dan pelatihan, serta akreditasi global yang menegaskan kualitas sistem dan program yang dijalankan KLTC.

Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC) Group semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan sumber daya manusia (SDM) berstandar global setelah memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan internasional dari Amerika Serikat dan Inggris. Pencapaian ini menjadi bagian dari komitmen KLTC dalam menghadirkan program pengembangan SDM yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memenuhi standar internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, KLTC berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat global. Di antaranya adalah Winner of Business Leaders Award dari USA Awards untuk kategori Best Education & Training Leadership, Five Stars Achievement dari National Quality Award (NQA), Amerika Serikat, dan Educational Leadership Awards dari Institute of Public Enterprise, India. Penghargaan ini diberikan kepada institusi yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan kepemimpinan dan pelatihan profesional.

Selain penghargaan, KLTC juga memperoleh berbagai pengakuan internasional melalui akreditasi dan sertifikasi global, termasuk standar manajemen mutu ISO 9001:2015, sertifikasi kompetensi ISO 17024:2012, serta pengakuan Capability Maturity Model Integration (CMMI) Level 3 dari Carnegie Mellon University, USA dan United Kingdom Certification & Inspections, UK.

Pengakuan ini menunjukkan bahwa sistem, proses, dan program yang dijalankan KLTC telah memenuhi standar kualitas internasional dalam pengembangan SDM dan pelatihan profesional. Hal ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan akan pelatihan yang tidak hanya informatif, tetapi juga terukur dan berdampak nyata.

Menurut Puguh Dwi Kuncoro, Direktur Utama KLTC, pencapaian ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga refleksi dari konsistensi dalam menjaga kualitas program. Di tengah persaingan industri pelatihan yang semakin ketat, standar global menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan bahwa proses pembelajaran yang diberikan mampu menghasilkan perubahan yang signifikan.

“Pengakuan internasional ini menjadi penguat bahwa pengembangan SDM harus dilakukan secara serius, terstruktur, dan berstandar. Kami percaya bahwa kualitas pelatihan akan sangat menentukan kualitas individu yang dihasilkan,” ujar Puguh.

Lebih lanjut, KLTC juga tercatat sebagai CPD Approved Provider, yang menunjukkan bahwa program yang dijalankan telah memenuhi standar pengembangan profesional berkelanjutan yang diakui secara global. Status ini memperkuat kredibilitas KLTC dalam menghadirkan program yang tidak hanya relevan, tetapi juga diakui secara internasional.

Tidak hanya itu, KLTC juga masuk dalam daftar Top 20 Learning Services oleh Training Industry Directory, yang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pengembangan SDM yang diperhitungkan di tingkat global.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, kebutuhan akan pengembangan SDM berstandar global menjadi semakin penting. Organisasi tidak lagi hanya membutuhkan pelatihan yang bersifat teoritis, tetapi juga pendekatan yang mampu menjawab tantangan nyata di lapangan, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, hingga pengembangan kompetensi individu.

Melalui berbagai pengakuan internasional ini, KLTC menunjukkan bahwa pendekatan yang mereka kembangkan mampu menjawab kebutuhan tersebut. Program-program yang dirancang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan pola pikir, perubahan perilaku, serta peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

Ke depan, KLTC berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan dampak pengembangan SDM, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi dengan berbagai institusi global serta penguatan standar kualitas menjadi bagian dari strategi untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Pencapaian ini sekaligus menjadi langkah penting bagi KLTC dalam memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan SDM yang tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Dengan menggabungkan pendekatan berbasis ilmu, praktik, dan standar global, KLTC optimis dapat terus berkontribusi dalam menciptakan SDM Indonesia yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES