Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

Membangun rumah dua lantai memiliki kompleksitas yang jauh berbeda dibandingkan rumah satu lantai. Pada bangunan dua tingkat, struktur lantai bawah harus memikul beban mati (beton, dinding, atap) dan beban hidup (penghuni, furnitur) dari lantai di atasnya. Di sinilah peran besi beton menjadi krusial.

Banyak pemilik rumah mengira bahwa agar bangunan kokoh, seluruh bagian harus menggunakan besi paling besar atau besi ulir di semua titik. Padahal, rahasia bangunan aman dan hemat terletak pada kombinasi jenis besi yang tepat sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Memahami Peran: Kapan Menggunakan Besi Ulir vs Polos?

Dalam konstruksi rumah 2 lantai, struktur utama seperti pondasi, kolom (tiang), dan balok lantai harus memiliki daya ikat yang maksimal dengan beton.

Besi Beton Ulir (Deformed Bar): Wajib digunakan sebagai tulangan utama. Permukaannya yang bersirip berfungsi mengunci beton agar tidak selip saat menerima beban tarik atau guncangan gempa. Besi ulir memastikan integritas struktur tetap terjaga meski bangunan mengalami tekanan besar.

Besi Beton Polos (Round Bar): Sangat ideal digunakan sebagai begel atau sengkang. Fungsinya adalah mengikat tulangan utama agar tidak bergeser saat pengecoran dan menahan gaya geser. Karena sifatnya yang lentur, besi polos lebih mudah dibentuk menjadi cincin-cincin pengikat, yang mempercepat pengerjaan tanpa mengurangi keamanan.

Kasus Nyata: Kegagalan Struktur Akibat Salah Kombinasi

Untuk memahami pentingnya kombinasi ini, mari kita pelajari sebuah kasus yang sering terjadi di lapangan:

Kasus: Retak Diagonal pada Balok Lantai 2 Sebuah proyek rumah tinggal di pinggiran kota mengalami retakan diagonal yang cukup dalam pada balok penyangga lantai dua setelah satu tahun dihuni. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan membongkar sebagian kecil beton (chipping), ditemukan dua kesalahan utama:

Penggunaan Besi Polos sebagai Tulangan Utama: Pemilik rumah menggunakan besi polos diameter 12mm untuk tulangan utama balok karena ingin menghemat biaya material. Akibatnya, saat lantai atas diisi beban furnitur berat, besi polos tidak mampu “mencengkeram” beton dengan kuat. Besi mengalami sedikit pergeseran (slip) di dalam beton yang memicu retakan.

Jarak Begel yang Terlalu Renggang: Begel hanya dipasang dengan jarak 25 cm. Padahal, untuk area tumpuan dekat kolom, begel harus lebih rapat (sekitar 10-15 cm) untuk menahan gaya geser.

Hasilnya: Pemilik rumah harus mengeluarkan biaya tambahan yang sangat besar untuk melakukan grouting (penyuntikan cairan kimia khusus) dan penambahan plat baja untuk memperkuat balok. Biaya perbaikan ini mencapai lima kali lipat dari selisih harga besi ulir yang semula ingin dihemat.

Komposisi Ideal untuk Rumah 2 Lantai yang Aman

Untuk menghindari kasus serupa, berikut adalah panduan kombinasi besi yang umum digunakan dalam standar konstruksi hunian 2 lantai:

Pondasi (Footplat/Cakar Ayam): Gunakan besi ulir minimal diameter 10mm atau 12mm (tergantung desain) agar pondasi memiliki daya jangkar yang kuat ke tanah.

Kolom Utama (Tiang): Minimal menggunakan 6 hingga 8 batang besi ulir diameter 12mm sebagai tulangan inti. Gunakan besi polos diameter 8mm untuk begelnya dengan jarak yang rapat di area dasar dan atas kolom.

Balok Lantai (Ring Balk): Tulangan atas dan bawah wajib menggunakan besi ulir agar lantai tidak melendut atau bergetar saat orang berjalan di atasnya.

Plat Lantai (Dak Beton): Gunakan besi polos atau wiremesh yang dirakit dua lapis agar memiliki elastisitas yang baik dalam menahan beban lantai.

Kesimpulan: Keamanan adalah Investasi

Keamanan bangunan dua lantai tidak ditentukan oleh mahalnya material, melainkan oleh ketepatan penempatannya. Menggunakan besi ulir untuk struktur inti dan besi polos untuk pengikat adalah kombinasi emas yang memberikan keseimbangan antara kekuatan maksimal dan efisiensi biaya.

Ingatlah bahwa dalam membangun rumah, struktur adalah bagian yang paling sulit dan mahal untuk diperbaiki jika terjadi kegagalan. Memastikan kombinasi besi yang tepat sejak awal adalah investasi terbaik untuk melindungi keluarga dan aset Anda dalam jangka panjang.

Apakah rancangan struktur rumah Anda sudah menggunakan kombinasi besi ulir dan polos secara tepat? Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahli struktur untuk menghitung kebutuhan diameter besi sesuai dengan beban bangunan Anda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kanopi Pabrik Ambruk? Ini Kesalahan Pemilihan Besi yang Sering Terjadi

Mendengar kabar kanopi pabrik atau area parkir industri ambruk bukan lagi hal baru, namun tetap saja mengejutkan. Secara visual, kanopi sering dianggap sebagai “struktur tambahan” yang tidak seberat bangunan utama. Padahal, kanopi memiliki tantangan beban yang sangat dinamis: mulai dari terpaan angin kencang, tumpuan air hujan yang meluap, hingga getaran dari aktivitas kendaraan berat di bawahnya.

Penyebab kegagalan struktur kanopi jarang sekali disebabkan oleh satu faktor tunggal. Biasanya, ini adalah akumulasi dari kesalahan pemilihan material sejak tahap perencanaan. Berikut adalah bedah teknis mengapa kanopi pabrik bisa ambruk dan bagaimana menghindari kesalahan fatal tersebut.

Mengabaikan Gaya Angkat Angin dan “Sunat” Ketebalan

Kesalahan paling umum adalah menganggap beban kanopi hanya datang dari atas (berat material). Di area pabrik yang luas dan terbuka, angin dapat masuk ke bawah kanopi dan menciptakan gaya angkat (uplift) yang sangat besar.

Seorang praktisi konsultan struktur industri menjelaskan bahwa banyak proyek gagal karena mengabaikan spesifikasi teknis demi menekan budget.

“Banyak proyek terjebak pada penggunaan ‘besi banci’. Mereka memesan besi dengan ketebalan standar 2,3mm, tapi yang dikirim ke lapangan hanya 1,8mm atau 2,0mm. Pengurangan 0,3mm mungkin terlihat sepele secara visual, tapi secara mekanika teknik, hal tersebut menurunkan kapasitas beban struktur secara drastis. Saat diterjang badai, rangka yang sudah ‘disunat’ ini tidak akan sanggup menahan gaya angkat angin, sehingga sambungan las atau baut bisa lepas seketika.”

Memaksakan Material yang Tidak Sesuai Fungsi

Besi CNP (Channel Profile) adalah favorit untuk kanopi karena harganya yang ekonomis. Namun, besi ini memiliki batas kelenturan tertentu. Banyak proyek pabrik mencoba menghemat budget dengan memaksakan CNP untuk bentang yang terlalu panjang tanpa perhitungan rangka batang (truss) yang mumpuni.

Seorang kontraktor baja spesialis industri menyoroti kebiasaan buruk yang sering ditemui di lapangan terkait pemilihan profil ini.

“Masalahnya bukan pada material CNP-nya, tapi pada pemaksaan fungsinya. Banyak yang memakai CNP tunggal untuk bentang lebar lebih dari 8 meter tanpa kolom tengah. CNP sangat rentan terhadap puntir (torsional buckling) jika bebannya tidak merata. Untuk area bongkar muat truk yang rawan getaran, seharusnya gunakan baja profil yang lebih stabil seperti WF atau pipa baja hitam dengan ketebalan yang tepat.”

Meremehkan Korosi pada Titik Sambungan

Area pabrik sering kali memiliki kelembapan tinggi atau paparan zat kimia tertentu. Kesalahan pemilihan jenis besi tanpa proteksi karat yang memadai adalah awal dari bencana tersembunyi. Banyak kanopi ambruk karena titik las atau sambungan bautnya keropos dimakan karat.

Menggunakan besi hitam tanpa cat primer yang berkualitas, atau tidak menggunakan baut galvanis pada area terbuka, akan mempercepat pelemahan struktur. Saat karat sudah masuk ke inti besi, kekuatan tarik material akan hilang secara total, bahkan jika besi tersebut terlihat tebal dari luar.

Cara Mencegah Kegagalan Struktur Kanopi

Agar investasi bangunan Anda tidak menjadi sumber bahaya, perhatikan langkah preventif berikut:

Gunakan Profil yang Sesuai: Untuk bentang lebar (> 6 meter), pertimbangkan penggunaan baja WF atau sistem rangka ruang (space frame) daripada hanya mengandalkan CNP tunggal.

Cek Spesifikasi dengan Alat Ukur: Pastikan besi yang dikirim memiliki label SNI dan ketebalannya sesuai dengan hasil pengukuran alat caliper secara acak di lapangan.

Perhatikan Sistem Drainase Atap: Beban air yang terjebak akibat talang tersumbat adalah penyebab nomor satu runtuhnya kanopi ringan. Pastikan kemiringan atap cukup untuk mengalirkan air hujan dengan cepat.

Proteksi Anti-Karat: Gunakan material galvanis atau pastikan sistem pengecatan dilakukan dengan standar industri (seperti cat epoxy) untuk mencegah korosi dini di area sambungan.

Kesimpulan

Kanopi pabrik bukan sekadar pelindung dari panas dan hujan; ia adalah bagian dari infrastruktur operasional Anda. Memilih besi hanya berdasarkan harga termurah adalah langkah spekulatif yang mempertaruhkan keselamatan karyawan dan aset di bawahnya.

Biaya membangun kembali kanopi yang ambruk jauh lebih mahal daripada selisih harga besi berkualitas saat pembangunan awal. Pastikan struktur Anda dibangun untuk bertahan, bukan sekadar untuk berdiri sesaat.

Apakah kanopi di area operasional Anda sudah menunjukkan tanda-tanda melendut atau karat di bagian sambungan? Jangan tunggu sampai musim hujan ekstrem tiba untuk melakukan inspeksi struktur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Pernahkah Anda memperhatikan retakan halus yang tiba-tiba muncul di dinding atau kolom rumah, padahal bangunan tersebut baru berumur tiga atau lima tahun? Bagi banyak pemilik rumah, retak rambut atau retakan struktur sering dianggap sebagai “masalah tanah” atau “faktor cuaca”.

Padahal, jika dirunut secara teknis, masalah tersebut sering kali berakar dari dalam beton itu sendiri, tepatnya pada pemilihan dan pemasangan besi beton yang tidak tepat. Besi beton adalah otot bagi bangunan; jika ototnya bermasalah, kulit (dinding) pasti akan ikut pecah.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal terkait besi beton yang sering menyebabkan rumah “rewel” setelah beberapa tahun dihuni.

1. Fenomena “Besi Banci” (Diameter Tidak Standar)

Salah satu penyebab utama retak struktur adalah penggunaan besi yang tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), atau yang akrab disebut “besi banci” di lapangan. Besi ini biasanya dijual lebih murah karena diameternya lebih kecil dari yang tertera pada label.

Seorang praktisi pengawas proyek hunian menjelaskan risiko tersembunyi dari praktik penghematan ini.

“Banyak orang mengira selisih diameter 0,5 mm atau 1 mm itu sepele. Padahal, kapasitas beban besi itu dihitung berdasarkan luas penampang melingkarnya. Jika diameter berkurang sedikit saja, kemampuan besi menahan beban tarik berkurang drastis. Akibatnya, saat bangunan mulai ‘settling’ atau menerima beban perabotan penuh, beton akan retak karena besinya tidak kuat menahan tarikan struktur.”

2. Mengabaikan “Selimut Beton” (Beton Dekking)

Banyak tukang bangunan yang memasang besi tulangan terlalu mepet ke papan bekisting. Akibatnya, saat beton kering, posisi besi berada terlalu dekat dengan permukaan luar dinding atau kolom.

Kondisi ini sangat berbahaya karena besi tidak memiliki “selimut beton” yang cukup tebal untuk melindunginya dari udara dan kelembapan. Seorang ahli forensik bangunan menyoroti dampak jangka panjang dari kesalahan sepele ini.

“Besi yang terlalu dekat dengan permukaan luar akan mudah mengalami oksidasi. Udara dan air merembes masuk melalui pori-pori beton, memicu karat pada besi. Saat besi berkarat, volumenya memuai hingga dua kali lipat. Tekanan dari dalam ini akan mendorong beton keluar, menyebabkan beton pecah atau ‘spalling’, yang diawali dengan retakan memanjang searah besi di dalamnya.”

3. Salah Fungsi: Pakai Besi Polos untuk Tulangan Utama

Demi menekan biaya, sering kali ditemukan penggunaan besi beton polos untuk seluruh bagian rumah, termasuk pada kolom utama dan balok lantai dua. Padahal, besi polos memiliki daya lekat (bonding) yang jauh lebih rendah dibandingkan besi beton ulir.

Dalam struktur beton bertulang, besi dan beton harus bekerja sebagai satu kesatuan. Besi ulir memiliki sirip yang berfungsi “mengunci” beton agar tidak bergeser. Jika tulangan utama hanya menggunakan besi polos, saat terjadi beban puncak atau guncangan, risiko besi “tergelincir” di dalam beton sangat tinggi, yang memicu retakan besar pada struktur utama.

4. Jarak Begel (Sengkang) yang Terlalu Jarang

Begel atau sengkang berfungsi untuk menjaga agar tulangan utama tetap pada posisinya dan menahan gaya geser. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasang begel dengan jarak yang terlalu lebar misalnya lebih dari 20 cm untuk kolom utama rumah tinggal demi menghemat jumlah besi.

Jarak begel yang terlalu renggang membuat tulangan utama menjadi “lemah” saat menahan beban tekan dari atas. Akibatnya, kolom bisa mengalami deformasi (melengkung sedikit), yang kemudian merambat menjadi retakan diagonal pada dinding yang menempel pada kolom tersebut.

Cara Menghindari Retak Bangunan di Masa Depan

Agar investasi rumah Anda tidak menjadi beban biaya renovasi di kemudian hari, pastikan beberapa hal berikut dilakukan saat pembangunan:

Gunakan Besi SNI Full: Selalu ukur diameter besi menggunakan alat caliper saat material tiba di lokasi proyek. Pastikan diameter aktual sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pastikan Selimut Beton Minimal 2-3 cm: Gunakan “tahu beton” (beton dekking) untuk mengganjal besi agar posisinya berada tepat di tengah-tengah struktur, tidak menempel pada bekisting.

Kombinasi Polos dan Ulir: Gunakan besi ulir untuk tulangan utama (kolom dan balok) dan besi polos untuk sengkang (begel). Ini adalah standar efisiensi yang aman.

Perhatikan Detail Sambungan: Pastikan panjang tekukan besi (kait) dan panjang sambungan antar besi sudah sesuai standar agar distribusi beban merata.

Kesimpulan

Rumah yang kokoh bukan hanya soal semen yang banyak atau pasir yang bagus, tapi soal bagaimana besi di dalamnya bekerja dengan benar. Menghemat beberapa juta rupiah dengan membeli besi berkualitas rendah di awal proyek sering kali berujung pada biaya perbaikan yang mencapai puluhan juta rupiah beberapa tahun kemudian.

Ingat, dalam konstruksi, memperbaiki struktur yang sudah tertutup jauh lebih sulit dan mahal daripada membangunnya dengan benar sejak awal.

Apakah dinding rumah Anda mulai menunjukkan retakan di dekat sudut kolom atau balok? Segera periksa apakah itu retak rambut pada plesteran atau retak struktural yang membutuhkan penanganan serius.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali
mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu
meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Imbauan ini
disampaikan seiring dengan meningkatnya jumlah kejadian di perlintasan
sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data internal KAI Divre IV
Tanjungkarang, tercatat sebanyak 43 kejadian di perlintasan pada tahun 2024,
dan meningkat menjadi 50 kejadian pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan
bahwa masih terdapat pelanggaran dan kurangnya disiplin masyarakat dalam
mematuhi aturan keselamatan di kawasan perkeretaapian.

Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar
Zaki Assjari, menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat di jalur rel maupun
pelanggaran di perlintasan sebidang merupakan faktor utama yang berpotensi
menyebabkan kecelakaan.

“Jalur kereta api bukanlah area umum untuk
beraktivitas. Seluruh ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan khusus bagi
operasional perjalanan kereta api. Kehadiran masyarakat di area tersebut sangat
berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa,” ujar Zaki.

Lebih lanjut, Zaki menegaskan bahwa larangan
beraktivitas di jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa
setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan
aktivitas selain untuk kepentingan operasional. Pelanggaran terhadap ketentuan
tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maksimal tiga bulan atau
denda hingga Rp15.000.000 sebagaimana diatur dalam Pasal 199.

Sebagai upaya meningkatkan keselamatan, KAI
Divre IV Tanjungkarang secara konsisten melaksanakan berbagai langkah
preventif, antara lain melalui sosialisasi keselamatan di lingkungan
masyarakat, sekolah, serta komunitas yang berada di sekitar jalur kereta api.
Selain itu, KAI juga terus memperkuat patroli keamanan dan pengawasan di
titik-titik rawan pelanggaran, khususnya di perlintasan sebidang.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar selalu
mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, berhenti sejenak,
serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang.
Disiplin dan kewaspadaan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam mencegah
terjadinya kecelakaan.

“Kami
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran
akan keselamatan di kawasan perkeretaapian. Tidak beraktivitas di jalur rel
serta mematuhi aturan di perlintasan adalah langkah sederhana namun sangat
penting untuk menjaga keselamatan bersama,” tutup Zaki.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Mining Points 2.0 Resmi Berakhir Bittime Raih Antusiasme dan Respon Positif Investor

Jakarta, 28 April 2026 – Bittime Mining Points 2.0 resmi berakhir pada 26 April 2026, kemarin dengan total partisipan lebih dari 8200 sepanjang periode kampanye berlangsung. Kampanye berbasis aktivitas trading dan referral pada platform ini, mendapatkan respon positif dari para investor dengan total 47,8 juta mining points dan prize pool hingga $30.000 USD dalam Palapa ($PLPA).

Lebih lanjut, keberhasilan kampanye Bittime Mining Points 2.0 mendapat berbagai respons positif dari komunitas. Para investor merasa bahwa mekanisme rewards yang didapatkan dari aktivitas trading dan referral menambah nilai investasi sekaligus bonus yang mereka dapatkan dari hasil aktivitas jual-beli.

JackIDX dari komunitas Bittime mengatakan bahwa menurutnya Bittime mining points sangat menguntungkan baginya karena ia mendapatkan hadiah tambahan dalam bentuk token Palapa ($PLPA) dari aktivitas tradingnya. Aktivitas ini memberi motivasi dan menambah nilai kenyamanannya menggunakan Bittime.“Mendapatkan mining points bentuk Palapa ($PLPA) jauh lebih menguntungkan karena dapat di di-staking dengan imbal hasil tahunan sebagai nilai tambah yang konsisten. Pengalaman ini membuat saya semakin nyaman dan betah trading di Bittime,” tambah nya.

Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Di mana, $USDT, $BTC, $XAUT, dan $SLVON menjadi aset-aset yang paling banyak diperdagangkan selama kampanye berlangsung.

Ini menunjukkan bahwa, aktivitas perdagangan yang terjadi pada platform Bittime, didominasi oleh aset-aset yang bergerak cenderung lebih stabil di tengah volatilitas pasar ekonomi global. Apalagi, aset-aset tersebut dapat dibeli dengan jumlah lebih kecil karena bersifat fraksional dan memungkinkan setiap investor untuk memiliki aset dengan jumlah fleksibel.

Sebelumnya, program ini digadang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto Indonesia. Hal ini dipandang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kemudahan Akses New Era of Real World Assets (RWA) Kini Tersedia di Bittime

Jakarta, 28 April 2026 – Di tengah dinamika ekonomi global, tekanan nilai tukar Rupiah, serta meningkatnya kebutuhan akan instrumen investasi yang stabil dan mudah diakses, Bittime menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA). Ini merupakan langkah transformasi Bittime dalam membuka akses investasi terhadap aset dunia nyata bagi masyarakat Indonesia. 

Sebelumnya, langkah strategis ini dilatarbelakangi oleh kondisi investor yang kerap menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses aset-aset global dengan mudah dan biaya terjangkau. Hal ini semakin diperkuat oleh volatilitas nilai tukar Rupiah yang mendorong investor untuk mencari alternatif lindung nilai yang lebih efisien dan fleksibel.

Dengan fokus pada perluasan aksesibilitas investasi, Bittime berupaya memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mendiversifikasi portofolio di tengah tekanan nilai tukar Rupiah dan gejolak geopolitik saat ini.

Keunggulan utama dari aset-aset tokenisasi RWA ini terletak pada sistem kepemilikan fraksional (Fractional Ownership), yang memungkinkan setiap individu untuk memiliki aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) dengan jumlah yang sangat fleksibel. Selain itu, aset-aset seperti Tether ($USDT), Emas Tether ($XAUT), dan saham teknologi raksasa terkemuka (Magnificent 7) memiliki likuiditas tinggi dengan nilai nyata yang berbanding 1:1 dengan aset dunia nyata.

Hal ini menambah keunggulan aset kripto berbasis RWA yang kini dapat dibeli dengan mudah melalui platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Bittime. Apalagi, aset-aset tersebut dapat diperdagangkan tanpa batas waktu atau 24/7 karena bersifat terdesentralisasi.

Selain itu, investor juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan asetnya dengan memanfaatkan fitur staking pada platform Bittime. Di mana, fitur ini memberikan imbal hasil tahunan (APY) sebagai passive income dari total jumlah aset yang dimiliki. Sehingga investor dapat meningkatkan potensi pertumbuhan portfolio tidak hanya dari nilai aset yang bertumbuh tetapi juga imbal hasil tahunan yang didapatkan.

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

Cilegon, 28 April 2026 – PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe) sebagai salah satu anak usaha Krakatau Steel Group bersama PT Bakrie Pipe Industries menyelenggarakan seremoni pengiriman perdana untuk pipa Proyek Construction of Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (Proyek Karian) Paket 2 dan 3 pada akhir minggu lalu. Adapun acara ini dihadiri oleh yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air-Midian Wahyu Tukuboya beserta Tim BBWS C3 Kementerian PU, PPK ATAB 1 (Pejabat Pembuat Komitmen Air Tanah Air Baku)-Nur Widyaningsih Maria Immaculata, Konsultan Proyek, Direktur SEAPI (Southeast Asia Pipe Industries) -Dedy Kurnia dan Kontraktor Pelaksana Paket 2 (PP-JO/Pembangunan Perumahan-Joint Operation) dan Paket 3 (WIKA-JO/Wijaya Karya-Joint Operation).

Proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (KSCS) adalah Proyek
Strategis Nasional (PSN) untuk menyalurkan air baku dari Bendungan Karian di
Lebak ke Serpong, Tangerang Selatan. Dengan pipa sepanjang kurang lebih 43 km, proyek ini
menargetkan pemenuhan kebutuhan air minum 1,84 juta jiwa (368.000 sambungan
rumah) di Banten dan DKI Jakarta

Proyek Karian merupakan
salah satu bendungan terbesar ketiga di Indonesia
(volume 314,7 juta) yang menjadi sumber air utama dan berperan
penting dalam mendukung penyediaan air baku dan penguatan infrastruktur sumber
daya air.  

Direktur
Produksi & Teknologi Krakatau Pipe, Erwin Saputra, menyampaikan bahwa
pengiriman perdana ini merupakan milestone penting dalam rangkaian
pelaksanaan proyek tersebut. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan
proyek berjalan  sesuai standar terbaik.
Pengiriman perdana ini menjadi langkah awal yang menegaskan kesiapan kami dalam
mendukung keberhasilan Proyek Karian, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan
waktu,” tambah Erwin Saputra.

Sebelum
dimulainya proses distribusi, Perseroan telah terlebih dahulu melaksanakan
kegiatan Factory Acceptance Test (FAT) sebagai bagian dari proses
pengendalian mutu. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh
spesifikasi teknis, standar kualitas, serta persyaratan kontrak telah terpenuhi
sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Dalam
proyek ini, Krakatau Pipe dipercaya untuk memasok pipa dengan total 10.390 ton
atau sepanjang 16.464 meter jenis Submerged Arc Welding (HSAW). Pipa
dengan dimensi 72 Inch dan 80 Inch  ini
diproduksi dengan spesifikasi AWWA C200, standar internasional untuk pipa baja
distribusi air yang memiliki kekuatan tinggi, ketahanan terhadap tekanan, serta
durabilitas jangka panjang, sehingga sangat sesuai untuk mendukung
infrastruktur penyediaan air berskala besar.

Dalam
kesempatan terpisah, Direktur Utama Krakatau Pipe, Hengki Purwoko menyampaikan
bahwa “PT Krakatau Pipe Industries sebagai bagian dari Krakatau Steel Group
turut berbangga dapat berpartisipasi dan dipercaya dalam proyek Karian
Dam – Serpong Water Conveyance System-KSCS
dan hal ini merupakan wujud
kontribusi nyata industri baja nasional dalam mendukung infrastruktur
berkelanjutan”.

Adapun
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan
bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari penguatan sinergi di dalam
Krakatau Steel Group untuk mendukung kedaulatan infrastruktur nasional.
“Krakatau Steel Group berkomitmen penuh memberikan dukungan strategis
kepada setiap anak usahanya, termasuk Krakatau Pipe, untuk terus menjadi garda
terdepan dalam menyuplai kebutuhan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Keterlibatan kami dalam proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System ini
adalah wujud nyata dedikasi perusahaan untuk menghadirkan solusi pipa baja
berkualitas tinggi yang memiliki ketahanan jangka panjang,” tambah Dr
Akbar Djohan.

Langkah ini 
sejalan dengan visi transformasi Krakatau Steel Group dalam memperkokoh
ekosistem industri baja domestik. “Kami memastikan bahwa setiap produk
yang dihasilkan oleh grup memenuhi standar internasional dan mengoptimalkan
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Melalui pengiriman perdana ini, Krakatau
Steel Group membuktikan kesiapannya dalam mengakselerasi pembangunan
infrastruktur vital, khususnya di sektor pengolahan dan distribusi air baku
bagi masyarakat luas.” tutup Dr. Akbar Djohan yang
juga menjabat sebagai Chairman IISIA (The Indonesia Iron & Steel Industry
Association) dan ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.

Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?

Dalam dunia konstruksi, sering terjadi fenomena di mana pemilik proyek merasa bangga karena berhasil mendapatkan harga besi di bawah harga pasar. “Hemat sekian persen,” pikir mereka. Namun, selang dua hingga lima tahun kemudian, kebanggaan itu berubah menjadi keluhan: plafon retak, lantai bergetar, atau struktur utama mulai melendut.

Mengapa material yang “murah” justru menjadi pemicu utama membengkaknya biaya pembangunan? Jawabannya bukan sekadar kualitas besi, tetapi konsekuensi logis dari sebuah perhitungan teknis yang diabaikan.

1. Masalah Toleransi: Besi yang “Tipis” Itu Nyata

Banyak besi dengan harga sangat murah di pasaran tidak memiliki diameter atau ketebalan yang sesuai dengan standar nasional (SNI) secara presisi. Ada yang disebut dengan “toleransi”. Misalnya, sebuah besi yang diklaim berdiameter 12mm ternyata secara aktual hanya berukuran 11,2mm atau 11,5mm.

Secara kasat mata, perbedaannya nyaris tak terlihat. Namun, secara hitungan luas penampang, pengurangan diameter sekecil itu bisa menurunkan kekuatan tarik material hingga belasan persen. Ketika Anda membangun struktur bertingkat, akumulasi “kekurangan kekuatan” ini bisa membuat struktur tidak mampu menahan beban desain sesuai perhitungan arsitek, yang berujung pada kerentanan struktural.

2. Biaya “Tambal Sulam” yang Tak Terduga

Ketika sebuah bangunan menggunakan material yang kekuatannya tidak konsisten, tanda-tanda kerusakan akan muncul lebih cepat. Masalah yang sering terjadi adalah:

Retak Rambut: Akibat tulangan yang tidak sanggup menahan beban tarik beton.

Perbaikan Struktural: Anda harus melakukan grouting atau menambah kolom perkuatan di tengah bangunan yang sudah berdiri.

Biaya Bongkar-Pasang: Melakukan perbaikan pada struktur yang sudah tertutup dinding jauh lebih mahal daripada biaya membangunnya dari awal. Inilah yang disebut sebagai cost of failure.

3. Risiko Downtime dalam Bisnis

Jika yang Anda bangun adalah pabrik atau gudang, biaya material murah akan terasa sangat mahal saat operasional terhenti. Jika struktur bangunan mengalami masalah akibat material yang tidak standar, operasional pabrik harus dihentikan untuk perbaikan.

Kerugian akibat kehilangan produktivitas selama perbaikan ini sering kali melampaui total selisih harga besi yang coba Anda hemat di awal. Bagi pengusaha, ketenangan operasional adalah aset, dan material berkualitas adalah premi asuransi terbaik untuk aset tersebut.

4. Masalah Workability (Kemudahan Pengerjaan)

Besi beton murah dengan komposisi kimia yang tidak standar terkadang sangat sulit dibentuk atau justru terlalu getas (mudah patah) saat dibengkokkan oleh tukang. Ini menambah biaya tenaga kerja karena durasi pengerjaan menjadi lebih lama, risiko besi rusak saat ditekuk meningkat, dan limbah besi (waste) yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Ujung-ujungnya, efisiensi yang diharapkan dari harga murah justru hilang karena biaya tambahan di lapangan.

Strategi Cerdas: Membeli Ketahanan, Bukan Sekadar Batangan Besi

Memilih besi beton bukan tentang mencari harga termurah per batang, melainkan tentang Total Cost of Ownership (TCO). Pertimbangkan poin-poin berikut sebelum tergiur harga murah:

Pilih Produk Ber-SNI: Ini adalah standar minimum keamanan yang diakui secara nasional. Produk ber-SNI menjamin kekuatan tarik dan toleransi yang masuk dalam batas aman perhitungan teknik.

Kualitas Bonding: Pastikan besi ulir memiliki sirip yang tajam dan konsisten untuk daya cengkeram beton yang maksimal.

Uji Visual: Besi beton yang berkualitas memiliki permukaan yang bersih, tanpa karat yang berlebihan, dan ukuran yang konsisten dari ujung ke ujung.

Kesimpulan

Harga besi yang sangat murah biasanya merupakan sinyal bahwa ada penghematan biaya produksi di pihak manufaktur, entah itu pada proses smelting, kualitas bahan baku, atau pengurangan dimensi.

Dalam konstruksi, faktor keamanan tidak mengenal diskon. Sebuah struktur bangunan adalah sistem yang saling terikat. Jika satu elemen gagal karena material yang tidak mumpuni, elemen lain akan menanggung beban tambahan. Jangan sampai upaya menghemat biaya di awal justru menjadi investasi kerugian di masa depan.

Sebelum membeli material untuk proyek Anda, mintalah brosur spesifikasi teknis dan pastikan produk tersebut memiliki sertifikasi yang jelas. Harga yang sedikit lebih mahal di depan adalah harga yang jauh lebih murah daripada biaya perbaikan struktur di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Neo Commerce Dukung Tren Padel Jakarta lewat The Royals Battle presented by neobank

The Royals Battle presented by neobank yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas terkemuka di Jakarta, Wang Padel,  menjadi salah satu turnamen padel Jakarta yang menghadirkan lebih dari 200 peserta dalam empat kategori kompetisi. Bank Neo Commerce melalui neobank hadir sebagai sponsor utama. 

Diselenggarakan pada 25–26 April 2026 di Bandeja Padel Arena, acara ini mencerminkan pertumbuhan tren padel tournament Jakarta yang semakin populer seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga dan gaya hidup sehat.

Dalam kesempatan ini, Bank Neo Commerce melalui aplikasi neobank berpartisipasi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup aktif sekaligus memperkuat perannya sebagai bank dengan layanan digital multi-produk untuk kebutuhan masyarakat modern.

Perkuat Peran di Ekosistem Gaya Hidup Modern

Selain sebagai sponsor utama, Bank Neo Commerce juga menjadi enabler ekosistem yang menghubungkan kesehatan finansial dengan gaya hidup aktif. Partisipasi ini melanjutkan inisiatif sebelumnya melalui Neobank Padel Tournament pada 16 November 2025 lalu sekaligus mempertegas kontribusi Bank Neo Commerce dalam mendukung komunitas olahraga.

Melalui event ini, Bank Neo Commerce mendukung penyelenggaraan event padel Jakarta berbasis komunitas, mengintegrasikan pengalaman bank berbasis digital ke aktivitas offline, serta mendorong pemahaman bahwa Bank Neo Commerce melalui neobank adalah bank dengan layanan digital dengan berbagai produk dan layanan. 

Metta Anoraga, Head of Funding & Business Network Bank Neo Commerce, menyampaikan “Sebelumnya kami sudah memiliki Neobank Padel Tournament, dan kami melihat bahwa tren olahraga padel serta gaya hidup sehat terus berkembang. Kami sangat senang dapat terus mendukung gaya hidup sehat yang dimiliki masyarakat saat ini.”

Ia menambahkan “Kami ingin mendorong gaya hidup sehat, bukan hanya secara finansial, tetapi juga healthy body dan healthy mindset. Dengan partisipasi ini, kami berharap dapat mendukung kesehatan mental sekaligus finansial masyarakat.”

Turnamen padel Jakarta ini menghadirkan total hadiah sebesar Rp100.000.000 dalam bentuk Tabungan Neo, yang akan diberikan kepada para pemenang di berbagai kategori:

Kategori

– Men Lower Bronze

– Men Bronze

– Women Lower Bronze

– Women Bronze

– Influencer Match

Rincian Hadiah

– Men Bronze: Juara 1 Rp12.000.000 | Juara 2 Rp6.000.000 | Juara 3 Rp3.000.000

– Men Lower Bronze: Juara 1 Rp10.000.000 | Juara 2 Rp5.000.000 | Juara 3 Rp2.500.000

– Women Bronze: Juara 1 Rp10.000.000 | Juara 2 Rp5.000.000 | Juara 3 Rp2.500.000

– Women Lower Bronze: Juara 1 Rp8.000.000 | Juara 2 Rp4.000.000 | Juara 3 Rp2.000.000

– Influencer Match: Juara 1 Rp7.000.000 | Juara 2 Rp4.000.000

Seluruh hadiah diberikan dalam bentuk saldo Tabungan Neo, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selama acara berlangsung, booth Bank Neo Commerce menjadi pusat aktivitas dengan berbagai program interaktif, antara lain:

Doorprize dan Fish Bowl Challenge

– Padel bag

– Air purifier by Coway

– Tas kolaborasi Neo × TFG

– Saldo tabungan hingga Rp1.000.000

Merchandise dan Rewards

– Neo pouch dan tumbler

– Neo Cat keychain dan plush

– Bonus saldo tabungan

–  Neo Cat Charm

Free Experience (dengan syarat & ketentuan berlaku)

– Kepang rambut 

– Foot massage (±15 menit)

– Minuman Dingin 

Aktivasi ini memperkuat pesan bahwa pengalaman terbaik tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga melalui interaksi yang lebih luas. Selain itu, Bank Neo Commerce memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk unggulan yang relevan dengan gaya hidup aktif, di antaranya: 

Tabungan NOW

– Bunga hingga 4,00% per tahun*

– Bunga dibayarkan harian sehingga membantu memenuhi kebutuhan likuiditas harian

Deposito WOW dan Deposito FLEXI

a. Bunga Deposito WOW

– Tenor 7 hari – 4,75% per tahun* 

– Tenor 1 bulan – 5,75% per tahun*

– Tenor 3 bulan – 6,25% per tahun* 

– Tenor 6 bulan – 6,75% per tahun*

– Tenor 12 bulan – 7,25% per tahun* 

b. Bunga Deposito FLEXI  

– 1 bulan 5,5% per tahun* 

– 3 bulan 6% per tahun*

– 6 bulan  6,5% per tahun*

– 12 bulan 7% per tahun*

– Minimal saldo Rp100.000 untuk Deposito WOW dan Deposito FLEXI

*Informasi bunga periode 27 April 2026

QRIS Neo Bisnis

Selama acara berlangsung, terdapat 5 merchant F&B UMKM yang berpartisipasi dan didukung oleh Bank Neo Commerce yang dirancang untuk mempermudah transaksi melalui QRIS Merchant Neo Bisnis. Layanan ini tersedia langsung di aplikasi neobank, sehingga membantu merchant mengelola transaksi secara lebih efisien.

Keunggulan QRIS Merchant Neo Bisnis:

– Aktivasi mudah dan praktis langsung melalui aplikasi

– Pencairan dana hingga 3x sehari, termasuk akhir pekan dan tanggal merah (untuk transaksi sebelum pukul 14.00 WIB)

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Bunga Tabungan Neo Bisnis hingga 4% per tahun* dengan pencairan harian

Kehadiran QRIS Merchant Neo Bisnis di 5 merchant F&B ini menunjukkan peran Bank Neo Commerce dalam mendukung ekosistem transaksi harian, khususnya bagi pelaku UMKM.

Di sisi pengguna, QRIS juga memberikan kemudahan berupa pembayaran yang cepat, praktis, serta berpotensi mendapatkan promo atau diskon sesuai kebijakan merchant.

Keikutsertaan dalam acara seperti The Royals Battle presented by neobank ini memperkuat posisi Bank Neo Commerce sebagai bank dengan layanan digital yang relevan dengan gaya hidup generasi aktif. Tidak hanya hadir sebagai bank, Bank Neo Commerce juga masuk langsung ke komunitas, mendukung aktivitas nyata, serta menghubungkan gaya hidup dengan kebutuhan finansial sehari-hari. 

Melalui event padel Jakarta The Royals Battle presented by neobank, Bank Neo Commerce menghadirkan sebuah platform kolaborasi antara olahraga, komunitas, dan ekosistem finansial digital. Dengan begitu, peran bank tidak lagi terbatas pada transaksi, tetapi sebagai bagian dari pengalaman hidup pengguna dalam bentuk padel tournament Jakarta. 

Selain itu, Bank Neo Commerce juga menunjukkan bahwa layanan perbankan dapat hadir secara kontekstual dalam gaya hidup modern, termasuk dalam ekosistem padel di Jakarta, di mana keuangan yang sehat berjalan seiring dengan tubuh yang sehat dan mental yang terjaga.

***

Disclaimer: Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS.

Tingkat Bunga Penjaminan LPS sampai 31 Mei 2026 adalah 3,50%

Klik link Tabungan NOW dan Deposito WOW untuk info lengkap dan resmi mengenai Tabungan NOW dan Deposito WOW.

Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store sekarang. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek : Bangun Relasi dan Apresiasi Mitra Bengkel

Dalam upaya mempererat hubungan sekaligus memberikan apresiasi kepada para mitra setia, PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. sukses menyelenggarakan acara bertajuk Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, membangun relasi yang lebih solid, sekaligus memahami kebutuhan konsumen melalui para mekanik dan pemilik bengkel rekanan.

Jakarta, 26 April 2026 – Dalam upaya mempererat hubungan sekaligus memberikan apresiasi kepada para mitra setia, PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. sukses menyelenggarakan acara bertajuk Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, membangun relasi yang lebih solid, sekaligus memahami kebutuhan konsumen melalui para mekanik dan pemilik bengkel rekanan.

Mengusung semangat kolaborasi dan konektivitas, Lupromax Mechanic Connect 2026 tidak sekadar menjadi ajang kumpul, tetapi juga wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara perusahaan dengan para pelaku industri otomotif. Para peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah, khususnya area Jabodetabek, dan merupakan bagian penting dari ekosistem distribusi serta penggunaan produk Lupromax.

“Melalui Lupromax Mechanic Connect 2026, kami ingin memperkuat hubungan jangka panjang dengan para mitra sekaligus mendengar langsung insight dari mereka sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan konsumen. Hal ini menjadi kunci bagi kami untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Hasan Aripin, GM Sales & Marketing PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi bagian dari strategi Lupromax dalam memperluas penyebarluasan produk di wilayah Jabodetabek. Dengan memperkuat relasi dan kolaborasi bersama bengkel rekanan, Lupromax optimis dapat meningkatkan jangkauan serta kehadiran produknya di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Lupromax Mechanic Connect 2026, Hanny Marthin P. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. dalam membangun kedekatan dengan para mitra. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para mekanik dan pemilik bengkel dapat merasa lebih dekat dengan Lupromax, serta bersama-sama memberikan yang terbaik untuk konsumen,” ujarnya.

Menambah nilai inspiratif dalam acara, Lupromax Mechanic Connect 2026 turut menghadirkan seorang Content Creator sekaligus Brand Ambassador Lupromax, yaitu Om Daengg. Dalam sesi khusus, Om Daengg membagikan pengalaman selama menggunakan produk Lupromax, termasuk bagaimana performa produk tersebut mendukung aktivitasnya, serta perjalanannya sebagai bagian dari keluarga besar Lupromax. Kehadiran Om Daengg memberikan perspektif berbeda yang lebih dekat dengan keseharian pengguna, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kualitas produk.

Bertempat di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama mitra, memperluas jaringan, serta menghadirkan produk berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai wilayah, khususnya Jabodetabek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES