Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok

JAKARTA — Upaya memperluas akses pendidikan berbasis teknologi di daerah terpencil terus didorong berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo yang menyalurkan bantuan perangkat digital ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan mencatat realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan mencapai lebih dari Rp 12,9 miliar. Fokus utama program ini diarahkan pada percepatan digitalisasi pendidikan, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses teknologi.

Dalam kurun 15 bulan, lebih dari 500 program pendidikan telah direalisasikan. Bantuan yang disalurkan antara lain 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di daerah terpencil.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan seluruh perangkat tersebut telah diterima sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu membuka akses pembelajaran yang lebih luas.

“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini bisa terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet yang memadai,” kata Jatmiko saat dihubungi, Senin (05/05/2026).

Menurut dia, keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses belajar-mengajar di daerah terpencil. Melalui program ini, perusahaan ingin mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital atau *cyber education* yang lebih merata.

“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” sebutnya.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan relevansi dengan perkembangan zaman.

Di tingkat sekolah, bantuan tersebut mulai dirasakan dampaknya. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menyebut keterbatasan perangkat dan jaringan selama ini menjadi hambatan utama bagi para guru dalam mengakses materi pembelajaran.

“Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar dan referensi materi bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita. Ia mengatakan sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mengakses materi pembelajaran berbasis internet.

“Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” kata Bambang.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Solusi Strategis Konsultan Bisnis Efba Consulting dalam Menaikkan Angka Penjualan Di 2026

Siaran pers ini menyoroti langkah PT. Efba Consulting dalam menghadirkan solusi strategis untuk menghadapi volatilitas ekonomi tahun 2026 yang menuntut kecepatan adaptasi tinggi bagi pelaku usaha. Faktanya, banyak entitas bisnis mulai mengalami penurunan pendapatan karena strategi pemasaran yang usang serta inefisiensi manajemen operasional yang tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, Efba Consulting menawarkan audit sistemik untuk mendeteksi kebocoran biaya serta memastikan pertumbuhan angka penjualan yang berkelanjutan bagi para mitra usahanya.

Di bawah arahan strategis Muhammad Ibnu Rusydi, efisiensi operasional perusahaan kini disinergikan dengan kepatuhan hukum yang kuat untuk membangun kepercayaan konsumen dan investor global. Selanjutnya, dukungan infrastruktur teknologi dari PT. Efba Digital Mulia memungkinkan setiap korporasi memantau performa penjualan secara waktu nyata melalui sistem ERP yang terintegrasi penuh. Dengan demikian, integrasi antara strategi manajemen, legalitas, dan digitalisasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk melakukan skalabilitas bisnis secara aman dan profesional di tengah persaingan pasar internasional.

JAKARTA, 7 Mei 2026 – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia menghadapi tantangan volatilitas pasar yang sangat dinamis. Faktanya, banyak entitas bisnis mulai mengalami stagnasi pendapatan akibat perubahan perilaku konsumen yang terjadi sangat cepat secara digital. Oleh karena itu, peran seorang konsultan bisnis kini bergeser menjadi arsitek pertumbuhan yang mengandalkan validasi data daripada sekadar klaim sepihak.

PT. Efba Consulting menyadari bahwa penurunan angka penjualan sering kali berakar pada inefisiensi manajemen operasional yang tidak terdeteksi sejak dini. Selanjutnya, banyak pelaku usaha terjebak dalam biaya produksi tinggi tanpa dukungan strategi distribusi yang mumpuni. Dampaknya, margin keuntungan tergerus oleh kebocoran sistemik yang seharusnya bisa dihindari melalui perencanaan yang matang. Lembaga tersebut hadir untuk memberikan jasa konsultan bisnis yang mengutamakan hasil nyata bagi para mitra usahanya.

Banyak pemimpin perusahaan saat ini mulai mencari solusi melalui konsultasi bisnis untuk membedah saluran pemasaran mereka secara menyeluruh. Faktanya, tren beautypreneur dan UMKM nasional menuntut kecepatan adaptasi terhadap regulasi serta inovasi produk yang berkelanjutan. Seorang bisnis consultant profesional bertugas menyelaraskan antara kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi internal agar tetap efisien. Di sisi lain, bisnis konsultan yang kompeten akan membantu organisasi melakukan pivot strategi sebelum risiko finansial membesar.

Muhammad Ibnu Rusydi, selaku pakar strategi di PT. Efba Consulting, menekankan bahwa kenaikan penjualan mutlak memerlukan kepatuhan hukum yang kuat. Menurut pandangan beliau, kepercayaan konsumen global tahun 2026 sangat bergantung pada transparansi dan legalitas setiap produk. Lebih lanjut lagi, tim ahli di Efba memastikan bahwa setiap langkah ekspansi dilindungi oleh payung hukum yang sangat solid. Dengan demikian, operasional perusahaan dapat berjalan lebih tenang tanpa hambatan regulasi yang tidak terduga.

Keberhasilan menaikkan angka penjualan juga sangat bergantung pada dukungan infrastruktur digital yang digunakan oleh korporasi. Faktanya, strategi konsultan manajemen bisnis tradisional sudah tidak lagi memadai untuk memenangkan persaingan di pasar yang serba otomatis. PT. Efba Digital Mulia juga menyediakan fondasi teknologi berupa sistem ERP dan Website profesional yang terintegrasi penuh untuk dukungan tambahan. Oleh karena itu, sinkronisasi data transaksi secara waktu nyata kini menjadi jauh lebih mudah dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Integrasi teknologi ini juga memicu perkembangan layanan konsultan bisnis online yang menjangkau wilayah geografis lebih luas tanpa hambatan fisik. Selanjutnya, para agen dan mitra bisnis dapat memantau pergerakan stok serta arus kas mereka secara instan melalui aplikasi seluler. Dampaknya, efisiensi waktu ini menjadi motor penggerak utama bagi lonjakan angka penjualan perusahaan di tengah ketatnya kompetisi. Perusahaan tersebut membuktikan bahwa sinergi antara manufaktur, strategi, dan digital adalah kunci utama kesuksesan industri masa kini.

Di sisi lain, sektor konsultan bisnis dan manajemen kini memberikan perhatian ekstra pada data riset pasar yang independen dan valid. Khususnya, dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan klien menjadi investasi yang menghasilkan laba yang berkelanjutan. Tim ahli di Efba membantu perusahaan merancang sistem KPI yang sangat transparan untuk memacu produktivitas seluruh elemen tim. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis terjadi secara sistemik dan tidak lagi bergantung pada keberuntungan semata.

Bagi korporasi yang ingin melakukan skalabilitas, pemilihan mitra bisnis consultant yang tepat adalah sebuah keharusan di tahun 2026. PT. Efba Consulting berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi manajemen yang relevan dengan kebutuhan publik. Khususnya, melalui layanan konsultan bisnis manajemen yang inklusif bagi berbagai skala industri di tanah air. Kolaborasi cerdas ini diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing UMKM di kancah internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

deGadai.com Bersinergi dengan Synergy Inarkos Prestige, Hadirkan Solusi Likuiditas Cepat Bagi Para Pebisnis

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah bunga mulai dari 0,1789% per hari, memungkinkan anggota untuk mengakses dana tanpa harus terikat pada tenor bulanan konvensional, kata CEO & Founder deGadai.com Sugih Yusuf (Alung).

deGadai.com, perusahaan gadai privat yang dikenal dengan layanan
pembiayaan berbasis aset, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Synergy
Inarkos Prestige — komunitas eksklusif yang menghimpun para pelaku usaha dan
profesional terkemuka di Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai jawaban nyata
atas kebutuhan likuiditas jangka pendek yang kerap menjadi tantangan di
kalangan pebisnis aktif.

Synergy
Inarkos Prestige adalah bagian dari ekosistem Synergy yang dibangun oleh Bapak
Ismet Natakarmana. Komunitas ini terhubung dalam jaringan lebih dari 20
komunitas bisnis dan profesional, dengan komitmen kuat pada pengembangan relasi
bermakna, pertumbuhan usaha, dan akses terhadap peluang kolaborasi strategis.
Proses kurasi anggota yang ketat menjadikan Synergy Inarkos Prestige sebagai
platform kolaborasi yang efektif dan terpercaya.

“Melalui
kerja sama ini, anggota Synergy Inarkos Prestige dapat mengakses dana dengan
bunga mulai dari 0,1789% per hari — tanpa harus terikat pada tenor bulanan
konvensional. Kami merancang skema ini agar benar-benar adaptif terhadap ritme
bisnis yang dinamis.”

— Sugih
Yusuf (Alung), CEO & Founder deGadai.com

Tidak hanya
soal bunga yang kompetitif, kolaborasi ini juga membuka fleksibilitas pada
jenis aset yang dapat dijadikan jaminan. Mulai dari kendaraan bermotor — baik
personal maupun operasional — jam tangan mewah, tas branded, logam mulia,
hingga berbagai aset bernilai tinggi lainnya. Proses pencairan dirancang cepat,
dengan target dana cair di hari yang sama untuk jenis jaminan tertentu, setelah
proses verifikasi selesai.

Model
pembiayaan berbasis aset ini menjadi solusi relevan bagi pelaku usaha yang
membutuhkan likuiditas segera tanpa harus melewati proses kredit konvensional
yang panjang. Pemilik usaha pun dapat mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki —
tanpa harus melepasnya secara permanen.

“Kerja
sama ini adalah bagian dari strategi kami memperluas layanan ke komunitas
dengan profil nasabah yang spesifik. Kalangan business owner yang mengedepankan
efisiensi, privasi, dan kecepatan dalam pengambilan keputusan finansial adalah
segmen yang sangat kami prioritaskan.”

— Priska
Sahanaya, Corporate Communication deGadai.com

Di sisi
lain, Synergy Inarkos Prestige memandang kolaborasi ini sebagai nilai tambah
nyata bagi para anggotanya. Selain memperluas jaringan bisnis, anggota kini
memiliki akses ke alternatif solusi keuangan yang lebih fleksibel, disesuaikan
dengan dinamika operasional usaha masing-masing.

Kedua pihak
berharap kemitraan ini menjadi katalis dalam mendorong pemanfaatan aset sebagai
instrumen likuiditas yang lebih optimal di kalangan pelaku usaha, sekaligus
memperkuat ekosistem kolaborasi antar komunitas bisnis di Indonesia.

 

Tentang deGadai.com

deGadai.com adalah perusahaan gadai
privat yang menyediakan layanan pembiayaan berbasis aset secara cepat,
fleksibel, dan terpercaya. Dengan pendekatan yang mengutamakan privasi dan
efisiensi, deGadai.com melayani para pebisnis dan profesional yang membutuhkan
solusi keuangan non-konvensional.

Tentang Synergy Inarkos
Prestige

Synergy Inarkos Prestige adalah
komunitas eksklusif di bawah ekosistem Synergy yang didirikan oleh Bapak Ismet
Natakarmana. Terhubung dengan lebih dari 20 komunitas bisnis dan profesional di
Indonesia, komunitas ini berfokus pada pengembangan relasi strategis,
pertumbuhan usaha, dan peluang kolaborasi berkualitas tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengoptimalkan Potensi Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Indonesia dikenal dengan keanekaragaman budaya, alam, dan sumber daya yang melimpah, yang menjadikannya salah satu tujuan wisata utama di dunia. Namun, dalam upaya memanfaatkan potensi tersebut, penting untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dapat dimulai dengan memperkenalkan konsep ekowisata, yang mengutamakan pelestarian alam dan budaya melalui pariwisata. Ekowisata memungkinkan wisatawan untuk menikmati keindahan alam tanpa merusak ekosistem. Misalnya, wisata alam di Taman Nasional Komodo, yang tidak hanya mengedepankan keindahan alam, tetapi juga menjaga kelestarian satwa langka, seperti komodo, serta budaya masyarakat setempat.

Selain itu, penting untuk memprioritaskan pengelolaan destinasi wisata yang berbasis pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Pengelolaan destinasi harus memperhatikan kapasitas daya dukung lingkungan agar tidak terjadi kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh pariwisata massal. Pemerintah perlu memberlakukan aturan yang ketat terkait jumlah wisatawan yang boleh berkunjung, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan sampah dan penggunaan sumber daya alam di kawasan wisata.

Pemberdayaan masyarakat lokal juga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat setempat harus dilibatkan dalam setiap tahapan pengelolaan destinasi wisata, mulai dari perencanaan hingga implementasi. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang merata, serta menjaga kelestarian budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata.

Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, Indonesia juga perlu memanfaatkan teknologi. Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan destinasi wisata, seperti penggunaan energi terbarukan di penginapan, aplikasi mobile untuk memantau kepadatan wisatawan, hingga sistem pembayaran digital yang lebih ramah lingkungan.

Dengan pendekatan yang lebih holistik, pariwisata berkelanjutan di Indonesia dapat memberikan manfaat jangka panjang yang besar bagi ekonomi, masyarakat, dan kelestarian alam.

Kelebihan Tarik Tunai Tanpa Kartu: Lebih Praktis di Era Digital

Tarik tunai tanpa kartu menjadi salah satu fitur yang semakin banyak digunakan karena menawarkan kemudahan, fleksibilitas, dan keamanan tambahan dalam transaksi. Di tengah gaya hidup serba digital, kebutuhan untuk mengakses uang tunai tetap ada, namun cara mengaksesnya kini semakin praktis.

Tanpa perlu membawa kartu fisik, pengguna bisa melakukan penarikan uang langsung melalui aplikasi. Fitur ini mulai banyak digunakan, terutama oleh pengguna yang mengandalkan layanan perbankan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak Perlu Bawa Kartu Fisik

Salah satu keunggulan utama tarik tunai tanpa kartu adalah kemudahan akses.

Kamu tidak perlu:

– Membawa kartu ATM

– Khawatir kartu tertinggal

– Menghadapi risiko kartu hilang

Cukup menggunakan aplikasi di ponsel, proses penarikan bisa tetap dilakukan.

Lebih Praktis untuk Situasi Mendadak

Dalam kondisi tertentu, kebutuhan uang tunai bisa muncul tiba-tiba.

Dengan fitur tanpa kartu:

– Kamu tetap bisa tarik tunai meski tidak membawa dompet

– Proses bisa dilakukan dengan cepat

– Cocok untuk kebutuhan harian yang tidak terduga

Ini membuat akses ke uang tunai jadi lebih fleksibel.

Tambahan Perlindungan dalam Transaksi

Tarik tunai tanpa kartu biasanya menggunakan:

– Kode unik

– Verifikasi di aplikasi

– Kombinasi autentikasi lainnya

Pendekatan ini memberikan perlindungan tambahan dibanding penggunaan kartu fisik yang bisa tertelan atau disalahgunakan.

Namun, tetap penting untuk menjaga kerahasiaan kode dan data pribadi.

Terintegrasi dengan Aplikasi 

Fitur ini umumnya tersedia dalam aplikasi bank dengan layanan digital yang terhubung langsung dengan rekening.

Keuntungannya:

– Transaksi tercatat otomatis

– Mudah dipantau

– Bisa dilakukan kapan saja

Integrasi ini membantu pengguna mengelola keuangan dengan lebih praktis dalam satu ekosistem.

Tetap Perlu Perhatikan Ketentuan

Meskipun praktis, tarik tunai tanpa kartu tetap mengikuti ketentuan seperti:

Limit penarikan

– Biaya (jika ada)

– Ketersediaan ATM jaringan tertentu

Memahami hal ini membantu menghindari kendala saat transaksi.

Akses Tunai Lebih Fleksibel

Di tengah perkembangan layanan digital, tarik tunai tanpa kartu menjadi alternatif yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, fitur ini membantu pengguna tetap bisa mengakses uang tunai tanpa bergantung pada kartu fisik.

Promo Tarik Tunai Tanpa Kartu di neobank

Sebagai tambahan, saat ini tersedia program dari neobank yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna.

Dalam periode:

1–31 Mei 2026

Pengguna yang melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu melalui jaringan ATM Prima menggunakan fitur di aplikasi neobank berkesempatan mendapatkan hadiah sesuai ketentuan program.

Beberapa bentuk hadiah dalam program ini antara lain:

– iPad 2025 (256 GB) untuk pemenang utama

– Neo Angpao masing-masing Rp500.000 untuk beberapa pemenang

Perlu diperhatikan:

– Program memiliki kuota dan periode tertentu

– Hadiah tidak diberikan secara otomatis

– Berlaku syarat dan ketentuan yang ditetapkan penyelenggara

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi neobank.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link s.id/promotariktunai

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Jakarta, 7 Mei 2026 – Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja asal Tiongkok menegaskan bahwa perlindungan industri baja domestik kini menjadi langkah strategis di tengah tekanan baja murah di pasar global.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai respons tegas terhadap lonjakan impor
yang menggerus pasar domestik dan menekan kinerja industri baja nasional.

Pentingnya
Ketahanan Industri Baja Nasional
 

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau
Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global tersebut
menunjukkan pentingnya menjaga ketahanan industri baja nasional.

“Krakatau Steel mendukung penguatan industri baja
nasional agar tetap menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur dan
manufaktur Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo
Subianto dalam memperkuat kemandirian industri strategis nasional,” ujar Dr.
Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel
Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder
Indonesia (ALFI/ILFA).

Sebagai produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau
Steel terus menjalankan transformasi KS Reborn untuk meningkatkan daya
saing dan memastikan keberlanjutan industri baja nasional.

Tarif
Tinggi untuk Koreksi Distorsi Harga

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo
Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menjelaskan bahwa dalam dua tahun
terakhir Brasil menghadapi lonjakan signifikan impor baja canai yang mencapai
sekitar 5,4 juta ton hingga November 2025, jauh di atas rata-rata historis
sekitar 2,2 juta ton per tahun. Sebagian besar impor tersebut berasal dari
Tiongkok dengan pangsa lebih dari 60%.

“Lonjakan impor dengan harga agresif tersebut menekan
industri domestik, mulai dari penghentian operasi blast furnace, pengurangan
tenaga kerja, hingga pembekuan investasi di sektor baja,” ujar Widodo.

Sebagai respons, pemerintah Brasil memperketat kebijakan
impor dan pada Februari 2026 menetapkan bea anti-dumping
terhadap produk cold rolled coil (CRC) dan hot-dip galvanized (HDG) asal
Tiongkok dengan besaran hingga US$670 per ton untuk periode lima tahun.

Menurut Widodo, besaran tarif tersebut menunjukkan bahwa
koreksi kebijakan dapat dilakukan pada skala besar ketika distorsi harga akibat
praktik dumping dianggap merugikan
industri nasional. Jika dibandingkan dengan harga referensi baja Tiongkok
sekitar US$454 per ton pada akhir 2025, maka bea tersebut secara nominal bahkan
melampaui harga produknya sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang tidak hanya menghadirkan layanan teknologi, tetapi juga mengorkestrasi ekosistem digital dan Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi di Indonesia. Mengusung tema “Empowering Beyond: Menembus Batas, Menciptakan Dampak untuk Indonesia”, momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan strategis Lintasarta sekaligus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan digital Indonesia.

Selama hampir empat dekade, Lintasarta tumbuh bersama dinamika industri, membangun fondasi teknologi yang tangguh, adaptif, dan relevan. Di tengah percepatan adopsi AI dan meningkatnya kompleksitas lanskap digital, Lintasarta mendorong transformasi Beyond AI Factory, sebuah pendekatan yang tidak berhenti pada pengembangan AI, tetapi memastikan AI siap diimplementasikan secara aman, terukur, dan berdampak bagi industri serta ekosistem nasional.

“Lintasarta tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan, tetapi terus mentransformasi diri untuk tetap relevan dan berdampak. Di tengah akselerasi AI dan kompleksitas lanskap digital, kami melangkah melampaui konsep AI Factory, menghadirkan AI sebagai solusi terintegrasi yang siap diskalakan, aman, dan memberikan nilai nyata bagi industri serta Indonesia. Empowering Beyond adalah komitmen kami untuk mendorong adopsi AI yang lebih luas dan berdampak,” ujar Armand Hermawan, President Director & CEO Lintasarta.

Strategi ini diperkuat oleh fondasi 4C Lintasarta. Connectivity memastikan keandalan dan kontinuitas sistem digital nasional. Cloud mendukung skalabilitas dan fleksibilitas infrastruktur enterprise di era data dan AI. Cybersecurity menjadi penjaga utama keamanan dan kepatuhan data dalam setiap implementasi teknologi. Sementara Collaboration mengorkestrasi kolaborasi lintas industri untuk mempercepat inovasi dan kesiapan AI nasional.

Fondasi 4C tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dijalankan secara konsisten melalui nilai-nilai perusahaan yang terangkum dalam akronim I CARE: Innovation, Collaboration, Agility, Resilience, dan Ethics. Nilai-nilai ini menjadi pedoman Lintasarta dalam menghadapi dinamika pekerjaan serta melayani pelanggan setiap hari. Dengan demikian, integrasi antara strategi 4C dan nilai I CARE mencerminkan perilaku dan praktik bisnis terbaik yang terus diusung Lintasarta untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

Dalam momentum ulang tahun ke-38, Lintasarta juga menghadirkan program sosial Lintasarta Peduli Negeri yang menjangkau berbagai wilayah melalui pendekatan berbasis dampak. Program ini diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan di 3 yayasan panti asuhan dan pelaksanaan 8 kegiatan sosial, termasuk inisiatif Lintasarta Mengajar yang berfokus pada literasi digital dan pengenalan AI bagi generasi muda.

Melalui keterlibatan langsung Laskar, sebutan untuk karyawan Lintasarta, dalam program volunteering, Lintasarta menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya digerakkan oleh teknologi, tetapi oleh manusia di dalamnya. Edukasi AI, dukungan konektivitas, serta serta program kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang siap menghadapi masa depan digital.

Ke depan, Lintasarta akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi digital Indonesia dengan mendorong pengembangan ekosistem AI yang terintegrasi, peningkatan kapabilitas talenta, serta kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap teknologi yang kami hadirkan tidak hanya relevan, tetapi mampu menciptakan dampak nyata, membuka peluang baru, dan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan digital. Bersama seluruh ekosistem, kami akan terus melangkah lebih jauh untuk menembus batas,” tutup Armand.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Maksimalkan Campaign Marketing dengan Broadcast WhatsApp

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Campaign sudah jalan, promo sudah dikirim, tapi hasilnya tetap biasa saja. Tidak ada lonjakan signifikan, bahkan sulit tahu mana campaign yang benar-benar berhasil.

Masalahnya bukan di seberapa sering campaign dijalankan, tapi di bagaimana strategi dan eksekusinya. Tanpa arah yang jelas, campaign hanya jadi rutinitas tanpa impact.

Campaign Sudah Jalan, Tapi Hasilnya Tidak Terukur dan Kurang Maksimal

Banyak bisnis menjalankan campaign tanpa strategi yang terarah. Pesan dikirim, tapi tidak tahu siapa yang benar-benar tertarik atau siapa yang hanya sekadar melihat.

Akibatnya, potensi campaign tidak maksimal dan sulit berkembang dari waktu ke waktu.

1. Promo Dikirim Ke Semua Customer Tanpa Segmentasi Yang Jelas

Pesan dikirim ke seluruh database tanpa penyaringan. Akibatnya, hingga 70% pelanggan menerima pesan yang tidak relevan dan engagement pun menurun secara signifikan.

2. Pesan Marketing Sering Tidak Dibuka Atau Diabaikan Pelanggan

Tanpa pendekatan yang tepat, open rate bisa turun hingga 20-30%. Banyak pelanggan mengabaikan pesan karena merasa tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Tim Kesulitan Menjadwalkan Dan Mengelola Campaign Secara Konsisten

Proses manual membuat tim kesulitan menjaga konsistensi campaign. Bahkan, hingga 40% campaign bisa terlambat atau tidak berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

4. Tidak Ada Data Yang Bisa Dijadikan Evaluasi Performa Campaign

Tanpa laporan yang jelas, bisnis tidak tahu campaign mana yang efektif. Hal ini membuat optimasi strategi terhambat dan potensi peningkatan performa tidak maksimal.

Cara Menjalankan Campaign yang Lebih Tepat Sasaran dan Terukur

Campaign yang efektif bukan soal volume, tapi relevansi dan timing. Dengan strategi yang tepat, hasil bisa meningkat tanpa harus menambah jumlah pesan.

Pendekatan berbasis data membantu bisnis memahami pelanggan dan mengirim pesan yang lebih tepat sasaran.

1. Segmentasi Customer Berdasarkan Minat Dan Histori Interaksi

Dengan segmentasi, pesan bisa disesuaikan berdasarkan perilaku pelanggan. Cara ini terbukti meningkatkan response rate hingga 25-35% dibanding campaign tanpa target yang jelas.

2. Strategi Komunikasi Yang Lebih Relevan Untuk Meningkatkan Engagement

Pesan yang sesuai kebutuhan pelanggan mampu meningkatkan engagement hingga 30%. Dengan pendekatan seperti WhatsApp Marketing, komunikasi jadi lebih tepat sasaran dan tidak terasa mengganggu.

3. Pengiriman Pesan Massal Yang Terjadwal Tanpa Proses Manual Berulang

Broadcast WhatsApp memungkinkan pengiriman pesan otomatis ke ribuan pelanggan. Hal ini menghemat waktu hingga 50% dan menjaga campaign tetap konsisten tanpa bergantung pada proses manual.

4. Monitoring Performa Campaign Secara Real-Time Untuk Evaluasi Cepat

Dengan monitoring real-time, tim bisa langsung melihat hasil campaign. Hal ini membantu meningkatkan performa hingga 20-25% melalui evaluasi dan perbaikan yang lebih cepat.

Barantum Bantu Campaign Marketing Lebih Efektif dan Mudah Dikelola

Setelah memahami pentingnya strategi dan sistem, campaign tidak bisa lagi dijalankan secara manual. Dibutuhkan solusi yang mampu memastikan semua proses berjalan optimal.

Broadcast WhatsApp dari Barantum membantu bisnis mengelola campaign secara lebih terarah, terukur, dan siap menghasilkan impact nyata.

1. Kirim Pesan Ke Ribuan Customer Sekaligus Dengan Segmentasi Yang Tepat

Barantum memungkinkan pengiriman pesan ke ribuan pelanggan dalam satu waktu. Dengan segmentasi yang tepat, engagement bisa meningkat hingga 30% dibanding campaign massal biasa.

2. Tingkatkan Engagement Dengan Pesan Yang Lebih Personal Dan Relevan

Pesan dapat disesuaikan dengan data pelanggan. Pendekatan ini mampu meningkatkan response rate hingga 25-35% karena pelanggan merasa komunikasi lebih relevan.

3. Laporan Campaign Lengkap Untuk Analisis Dan Optimasi Strategi

Setiap campaign dilengkapi data performa yang detail. Tim dapat meningkatkan efektivitas campaign hingga 20-25% melalui analisis dan perbaikan berkelanjutan.

4. Mudah Digunakan Oleh Tim Marketing Tanpa Workflow Yang Rumit

Sistem dirancang sederhana dan mudah digunakan. Dalam banyak kasus, tim bisa menjalankan campaign secara optimal dalam waktu kurang dari 1-2 hari tanpa training kompleks.

Jika campaign hanya dijalankan tanpa arah, hasilnya akan selalu biasa saja. Bukan karena produk tidak menarik, tapi karena strategi yang tidak tepat.

Dengan sistem yang tepat, setiap campaign bisa lebih terarah, terukur, dan menghasilkan.

Sekarang saatnya berhenti sekadar kirim pesan, dan mulai menjalankan campaign yang benar-benar berdampak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Orang Tua Tak Perlu Khawatir, BINUS UNIVERSITY Siapkan Talenta Hospitality yang Siap dan Relevan dengan Kebutuhan Industri Berkelanjutan

Bekasi, 5 Mei 2026 — Di tengah transformasi besar yang terjadi di industri hospitality global, kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak menjadi semakin relevan. Perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi layanan, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik sustainability telah mengubah wajah industri hospitality menjadi jauh lebih dinamis, kompetitif, dan berbasis nilai.

Namun di balik perubahan tersebut, peluang industri justru terus bertumbuh. Hospitality kini tidak lagi dipahami semata sebagai industri perhotelan konvensional, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem luas yang mencakup pariwisata, event, food and beverage, luxury service, travel business, hingga entrepreneurship berbasis pengalaman (experience economy). Transformasi ini juga mendorong perubahan signifikan terhadap kebutuhan talenta di dalamnya.

Industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan operasional, tetapi juga business acumen, digital capability, serta pemahaman kuat terhadap sustainability, mulai dari green hospitality, responsible tourism, hingga strategi bisnis yang berorientasi keberlanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui Program Hotel Management yang berada di kampus BINUS @Kemanggisan dan Business Hotel Management di kampus BINUS @Bekasi menegaskan perannya dalam menyiapkan talenta hospitality yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap beradaptasi dan berkembang di industri yang terus berubah.

Program Studi Hotel Management (HM) BINUS University dirancang dengan pendekatan berbasis industri global melalui Global Hotel Simulation, kolaborasi proyek nyata dengan mitra industri, international exposure, serta peluang sertifikasi profesional. Mahasiswa tidak hanya dilatih dalam service excellence, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai operasional hotel modern yang kini semakin terintegrasi dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.

Sementara itu, Program Business Hotel Management (BHM) di BINUS @Bekasi menghadirkan pendekatan yang lebih strategis dengan fokus pada entrepreneurship, digital hospitality, dan business innovation. Program ini secara khusus mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pelaku industri yang mampu membaca peluang, membangun bisnis, serta mengintegrasikan prinsip sustainable business practices dalam setiap keputusan bisnis yang diambil.

Pendekatan kedua program ini menjadi semakin krusial di tengah pergeseran industri. Di era AI dan otomatisasi, hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia melalui human-centered service excellence. Namun di saat yang sama, industri juga menuntut talenta yang mampu mengelola teknologi sekaligus memahami pentingnya keberlanjutan sebagai standar global baru.

Komitmen BINUS University juga diperkuat melalui kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri, yang memberikan mahasiswa pengalaman langsung melalui real project, mentoring oleh praktisi, hingga internship di berbagai sektor hospitality. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga terhubung dengan berbagai pemain utama di sektor hospitality, baik di tingkat nasional maupun global. Ekosistem industri yang relevan mencakup jaringan hotel dan hospitality terkemuka seperti ARTOTEL Group, Mandarin Oriental Hotel Group, JW Marriott, InterContinental Hotels Group, Pullman Hotels and Resorts, serta Hyatt Hotels Corporation.

Keterhubungan dengan ekosistem industri ini mencerminkan luasnya peluang karir yang dapat diakses oleh lulusan, mulai dari hotel dan resort internasional, luxury service, hingga sektor food & beverage dan entrepreneurship hospitality yang terus berkembang. Paparan terhadap standar global ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya memahami operasional, tetapi juga ekspektasi industri kelas dunia, termasuk dalam penerapan sustainability, digital innovation, dan customer experience yang semakin kompleks.

Dr. Yanti, S.Kom., MM – Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism, BINUS University, pada pertemuan di kampus BINUS @Bekasi menyampaikan bahwa fokus utama pendidikan hospitality saat ini adalah memastikan lulusan memiliki kesiapan menyeluruh terhadap kebutuhan industri.

“Industri hospitality saat ini tidak hanya berubah, tetapi juga berevolusi dengan standar baru, termasuk sustainability. Di BINUS University, melalui Program Hotel Management (HM) dan Business Hotel Management (BHM), kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memahami arah industri dan berkontribusi secara relevan di dalamnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kombinasi antara service excellence, business mindset, digital capability, dan sustainability awareness menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin lulusan BINUS tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Eduard Rudolf Pangkerego – COO ARTOTEL Group menyampaikan bahwa industri saat ini semakin selektif dalam mencari talenta.

“Hospitality hari ini membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami service, tetapi juga bisnis, teknologi, dan sustainability. Talenta yang memiliki perspektif ini akan jauh lebih siap menghadapi dinamika industri. Kami melihat lulusan dengan pendekatan seperti yang diterapkan BINUS memiliki keunggulan tersebut,” ungkapnya.

Hal ini juga diperkuat oleh perspektif asosiasi industri. Garna Sobhara Swara – Vice President of Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menekankan pentingnya kombinasi antara kompetensi dan passion dalam industri hospitality.

“Kami membutuhkan talenta yang bukan hanya terampil, tapi juga punya passion. Lulusan BINUS menghadirkan keduanya dan itu yang membuat mereka punya nilai lebih di industri hospitality.”

Perspektif serupa juga disampaikan oleh alumni. Rasendriya Bhamakerti alumni sekaligus pemilik restoran Aiko Inshokuten, Albert Ryan Huang alumni sekaligus Financial Cafe & Resto Consultant dan Muhammad Ilham Jivaresta alumni sekaligus pemilik Kopi Danau Semi juga menilai bahwa pendidikan hospitality membekali mahasiswa dengan kesiapan karir sekaligus pola pikir kewirausahaan yang relevan dengan dinamika industri saat ini.

“Yang kami pelajari bukan hanya operasional, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir strategis dan entrepreneurial dalam melihat peluang di industri hospitality. Kami juga dibekali kemampuan untuk adaptif terhadap perubahan, termasuk memahami pentingnya sustainability sebagai bagian dari bisnis masa depan. Hal ini menjadi keunggulan saat memasuki dunia kerja maupun saat ingin membangun usaha sendiri,” tuturnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta hospitality yang berkualitas dan relevan, BINUS University meyakini bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri adalah kunci utama. Melalui Program Hotel Management dan Business Hotel Management, BINUS menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan kerja, tetapi juga kesiapan menghadapi masa depan industri yang lebih digital, kompetitif, dan berkelanjutan.

Bagi BINUS University, memilih pendidikan hospitality bukan sekadar memilih jurusan, tetapi memilih jalur karir di industri global yang terus berkembang dengan standar baru. Dan bagi para orang tua, ini menjadi keyakinan bahwa anak-anak mereka dipersiapkan bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi untuk menjadi talenta yang relevan, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam industri yang semakin menempatkan sustainability sebagai prioritas utama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ARBA Produk Asli Anak Bangsa Yang Merubah Standar Industri Hospitality: Dari Sekadar Okupansi ke Mesin Profit Berbasis Sistem

“Kami Tidak Hanya Mengelola Hotel. Tapi Kami Menciptakan Ekosistem.” — ARBA Perkenalkan MANTRA & CADABRA sebagai Standar Baru Industri Hospitality

Jakarta, 30 April 2026 — Industri hospitality terlalu lama hidup dalam kebohongan yang dianggap normal: kamar penuh disamakan dengan bisnis yang sehat. Padahal faktanya, banyak properti tetap tidak menghasilkan profit meski terlihat ramai. PT ARBA International Grup secara terbuka menyebut ini sebagai kegagalan cara berpikir industri. Melalui fase REBORN, ARBA datang bukan untuk mengikuti pola lama, tetapi untuk membongkarnya dengan memperkenalkan “Magic System”, kombinasi MANTRA dan CADABRA berbasis sistem dan data, yang dirancang untuk mengubah properti dari sekadar terisi menjadi mesin profit yang terukur, terkontrol, dan dapat direplikasi.

Kepemimpinan Baru, Arah Lebih Agresif

Sejak tahun 2026, ARBA dipimpin oleh Aldy Prasetya Noor Mohammad sebagai Direktur Utama, menandai fase transformasi baru yang lebih agresif, terstruktur, dan berbasis performa.

Dengan pendekatan yang berangkat dari pengalaman operasional hingga strategi, Aldy menekankan bahwa setiap langkah bisnis harus berdampak langsung terhadap hasil.

“Fokus kami sederhana: setiap strategi harus menghasilkan. Bukan hanya terlihat berjalan, tetapi benar-benar berdampak pada revenue dan profit,” tegas Aldy.

Proof of Execution: Bukan Sekadar Narasi

Saat ini, ARBA telah mengelola lebih dari 76+ properti di berbagai wilayah Indonesia, mencakup hotel, villa, apartemen, hingga glamping.

Implementasi sistem ARBA menunjukkan hasil nyata:


Peningkatan revenue hingga 30–60% dalam 3–6 bulan

Efisiensi biaya operasional yang meningkatkan margin

Performa lebih stabil tanpa ketergantungan pada high season

Selain itu, ARBA mencatat tingkat kepuasan mitra yang tinggi, tercermin dari:

rendahnya angka putus kontrak, review yang positif, ini menjadi faktor pendorong mayoritas mitra melanjutkan kerja sama jangka panjang

Hal ini menjadi indikator bahwa pendekatan berbasis sistem tidak hanya menjanjikan, tetapi terbukti memberikan hasil nyata.

Ekspansi Agresif: Target 40 Properti per Bulan

Memasuki fase REBORN, ARBA menunjukkan pertumbuhan yang akseleratif dengan peningkatan jumlah properti secara konsisten setiap bulan.

Perusahaan menargetkan:

akuisisi hingga 40 properti baru per bulan

Ekspansi ini didukung oleh sistem operasional yang telah terstandarisasi dan scalable, memungkinkan pertumbuhan cepat tanpa kehilangan kontrol terhadap performa.

“Magic System”: Engine di Balik Performa

Sebagai inti transformasi, ARBA memperkenalkan “Magic System”, bukan ilusi, melainkan sistem terstruktur yang menjadi engine utama performa bisnis.

MANTRA (Management & Transformation)

Engine eksekusi:

Operasional berbasis SOP & data

Kontrol biaya disiplin

Monitoring performa real-time

CADABRA (Competitive, Advance, Above, Be A Loyal, Raising, Agile)

Engine pertumbuhan:

Positioning market yang presisi

Pricing & distribusi berbasis data

Penciptaan demand yang berkelanjutan

Kombinasi keduanya menghasilkan sistem yang:

terukur

dapat direplikasi

scalable

Hasilnya bukan sekadar operasional yang berjalan, tetapi mesin profit yang konsisten menghasilkan.

Menggeser Paradigma Industri

ARBA menegaskan bahwa indikator keberhasilan dalam hospitality harus berubah:

Dari okupansi ke profit
Dari volume ke margin
Dari aktivitas ke hasil

“Occupancy without profit is an illusion,” ujar Aldy Prasetya Noor Mohammad.

Dari Operator ke System Builder

ARBA memposisikan diri bukan sebagai operator konvensional, melainkan sebagai system builder yang membangun fondasi bisnis hospitality berbasis performa.

“Banyak properti punya potensi, tapi tidak punya engine untuk menggerakkannya. Kami membangun engine itu,” jelas Aldy.

Diferensiasi: Bukan Tools, Tapi “Taste”

Dalam menghadapi persaingan, ARBA menekankan bahwa keunggulan tidak terletak pada tools, melainkan pada cara berpikir dan kualitas eksekusi.

“Jika dianalogikan, kita bisa saja memiliki kertas yang sama dan pensil yang sama. Namun ketika diminta menggambar sebuah pohon, hasilnya pasti akan berbeda. Artinya, kita bisa menggunakan tools dan data yang sama, tetapi hasil akhirnya tetap tidak akan sama. Yang kami unggulkan adalah ‘taste’ kemampuan membaca market dan mengeksekusi dengan presisi,” tambah Aldy Prasetya Noor Mohammad.

Pendekatan ini menempatkan ARBA tidak hanya sebagai pengguna sistem, tetapi sebagai pihak yang mampu menginterpretasikan data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak langsung pada performa.

Ekosistem Brand Terintegrasi

Untuk memperkuat penetrasi pasar, ARBA mengembangkan portofolio brand:


BlackBox
(cabin & backpacker), COSSAN (kos harian–bulanan),  ARBA (hotel budget),  BHATARA (villa & resort),  ARCANOVA (hotel bintang 3–5).

Pendekatan ini menciptakan diversifikasi revenue dan stabilitas bisnis di berbagai segmen pasar.

Lebih dari Sekadar Operator

Dalam setiap kerja sama, ARBA berperan sebagai strategic partner, terlibat langsung dalam:

peningkatan revenue

optimalisasi profitabilitas

pengembangan bisnis jangka panjang

Seluruh keputusan berbasis data dan sistem terintegrasi.

Closing Statement

“Kami tidak menunggu revenue datang. Kami menciptakan revenue itu sendiri,” tutup Aldy.

Melalui fase REBORN, ARBA menegaskan ambisinya untuk menjadi standar baru dalam industri hospitality Indonesia, sekaligus memperluas langkah menuju pasar regional Asia Tenggara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES