PetroSync Provides API 653 Training to Meet Tank Inspection Standards

Meet tank inspection standards with PetroSync API 653 Training. Build practical skills, improve compliance, and grow your engineering career confidently.

Many engineers in oil and gas work hard to gain experience, but when larger responsibilities arrive, confidence does not always grow at the same pace. You may know operations well, yet inspection standards can still feel challenging when real decisions depend on them.

This is where career growth often slows down. Not because of effort, but because higher roles demand stronger judgment, faster decisions, and proven competency.

When Engineers Struggle to Meet Tank Inspection Standards in Real Operations

Meeting tank inspection standards is not just about following procedures. It requires practical understanding, consistent judgment, and the confidence to make decisions that affect safety and reliability.

Without enough real exposure, even capable engineers can hesitate when standards must be applied under pressure.

1. Incomplete Understanding of Standards Leads to Uncertain Inspection Decisions

Many engineers review standards for hours but still hesitate when real decisions must be made. Without practical context, judgment becomes slower and less confident in the field.

2. Limited Field Experience Causes Hesitation in Critical Tank Assessments

Engineers with limited field experience often need more time to assess tank conditions. This hesitation can delay actions when quick and accurate decisions are required.

3. Different Inspection Practices Across Teams Lead to Risky Compliance Gaps

When teams use different inspection methods, conflicting conclusions often appear. This creates compliance gaps, slows alignment, and increases uncertainty in operational decisions.

4. Lack of Qualification Slows Career Growth in Inspection Roles

Without recognized qualifications, some engineers wait longer for higher-responsibility roles. Career growth often slows when competency is difficult to demonstrate clearly.

At this stage, many engineers begin questioning whether they are truly ready. The more responsibility increases, the more hesitation appears when decisions matter most.

But the real issue is not potential. It is the lack of practical preparation to meet standards with confidence.

How Engineers Can Meet Tank Inspection Standards with Confidence

Confidence comes from preparation, not guesswork. Engineers need practical understanding, clear methods, and the ability to apply standards correctly in real operating conditions.

With the right learning path, decisions become faster, more accurate, and easier to justify.

1. Understand Real Tank Inspection Requirements Beyond Basic Theory

Engineers who study real inspection scenarios can improve decision quality significantly. Practical context helps them recognize issues earlier and respond more effectively in the field.

2. Build Practical Skills through API 653 Training

Through API 653 Training, engineers can complete 40–60 hours of structured learning. This helps turn theory into practical skills that can be used in daily inspection work.

3. Turn Inspection Data into Faster and More Accurate Decisions

With a structured framework, engineers can reduce hesitation and make clearer decisions faster. This improves response time while maintaining stronger judgment and consistency.

4. Apply Consistent Standards Based on API 653

Applying API 653 standards helps reduce inconsistent decisions across teams. It improves alignment, strengthens compliance, and creates more reliable tank inspection outcomes.

When preparation becomes practical and structured, standards no longer feel overwhelming. Engineers begin trusting their judgment and performing with greater confidence.

This is where the right training path starts accelerating both capability and career growth.

Why PetroSync Helps Engineers Become Trusted for Tank Inspection Roles

At some point, engineers realize that trust is earned through decisions. Moving into bigger roles requires more than experience alone.

PetroSync focuses on practical training that helps engineers understand standards, improve judgment, and perform confidently in real situations.

1. Training Built Around Real Tank Inspection Cases from Field Experience

The program uses real tank inspection cases commonly found in operations. Engineers learn how to evaluate conditions and make decisions based on realistic field challenges.

2. Structured Learning That Improves Accuracy and Confidence

Each session is designed to improve how engineers think and decide. This structured approach helps reduce hesitation while increasing confidence in daily inspection responsibilities.

3. Delivered by PetroSync to Support Certification and Career Growth

PetroSync provides guided preparation that helps engineers stay focused and consistent. This support improves certification readiness and opens opportunities for stronger career advancement.

In the end, meeting tank inspection standards is not just about passing requirements. It is about becoming the engineer trusted to make the right decision when it matters.

In an industry where trust creates opportunity, engineers who move forward are those who prepare before the chance arrives. If hesitation still controls your next step, growth will move the same way.

Now is the time to build confidence, strengthen your capability, and grow with PetroSync.

This Press Release is also published on VRITIMES

Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Info Daop 2 Bd

Kamis, 7 Mei 2026

Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Bandung (Jawa Barat), 7 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung – Ketapang PP. Dalam kurun waktu satu minggu sejak mulai beroperasi 1 Mei 2026 lalu, KA Sangkuriang yang berangkat awal dari Daop 2 Bandung, telah melayani total 6.399 pelanggan dari berbagai stasiun.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap KA Sangkuriang menunjukkan bahwa layanan tersebut mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar daerah.

“Sejak mulai dioperasikan, KA Sangkuriang mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Selama satu minggu operasional, tercatat sebanyak 6.399 pelanggan telah menggunakan layanan ini dengan rata-rata harian mencapai 914 pelanggan,” ujar Kuswardojo.

Dari data okupansi, KA Sangkuriang juga mencatat tingkat keterisian yang sangat tinggi. Dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan setiap hari sebanyak 456 kursi, rata-rata okupansi harian KA Sangkuriang mencapai 200,5 persen. Tingginya angka okupansi tersebut menunjukkan adanya pergerakan penumpang dinamis pada berbagai relasi dan stasiun pemberhentian sepanjang perjalanan KA.

“Kehadiran KA Sangkuriang menjadi alternatif transportasi yang diminati masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa,” tambahnya.

KA Sangkuriang melayani masyarakat yang melakukan perjalanan dari Bandung dan wilayah Jawa Barat menuju berbagai kota di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Kehadiran layanan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian, dan mobilitas masyarakat antar wilayah.

KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Berbagai evaluasi dan peningkatan pelayanan akan terus dilakukan guna memastikan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

“KAI Daop 2 Bandung mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih KA Sangkuriang sebagai moda transportasi perjalanan. Tingginya antusiasme ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh pelanggan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi berekspansi ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026 melalui kolaborasi dengan berbagai Senior High School di Quezon, Manila, dan Caloocan. Ekspansi ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN dengan menjadikan pendidikan nonformal sebagai kunci pengembangan talenta muda. Melalui ekosistem berbasis AI seperti Voresi Lab+, Connect+, dan Journeys+, Voresi membantu remaja menemukan vocation, membangun profesi, hingga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Keberhasilan menjangkau lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia serta terpilihnya Voresi dalam Top 10 Google for Startups AI Solutions Lab menjadi fondasi kuat bagi skalabilitas dan ekspansi regional Voresi.

Voresi, startup EdTech asal Indonesia, resmi memulai ekspansi regional ke Filipina pada awal kuartal kedua tahun 2026. Langkah ini menandai fase pertumbuhan strategis Voresi dalam membangun ekosistem pendidikan nonformal berbasis teknologi yang berorientasi pada penciptaan talenta produktif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Ekspansi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Voresi untuk menjawab pergeseran global menuju ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy), di mana jalur karier nonformal semakin mendominasi. Voresi melihat peluang besar di negara berkembang ASEAN, di mana sistem pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjembatani kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Perkembangan teknologi mendorong lahirnya banyak profesi baru di sektor nonformal. Karena itu, pendidikan nonformal akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Cosmas, CEO & Founder Voresi.

Membangun Ekosistem Talenta dari Vocation hingga Economic Value

Didirikan pada 2024, Voresi menghadirkan pendekatan berbeda melalui hybrid ecosystem yang membantu remaja menemukan dan mengembangkan vocation (panggilan hidup), sebagai fondasi dalam membangun karier yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, Voresi tidak hanya membantu remaja menemukan profesi impian, tetapi juga mengarahkan mereka pada specialization yang memiliki nilai ekonomi nyata. Hal ini memastikan bahwa passion yang dimiliki dapat dikonversi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Produk unggulan Voresi dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mendampingi remaja secara menyeluruh dalam membangun masa depan mereka. Melalui Voresi Lab+, sebagai AI-powered personal lab, remaja dapat mengidentifikasi vocation, profession, hingga specialization sebagai peta jalan karier yang terarah dan terukur. Proses ini kemudian diperkuat melalui Connect+, yaitu platform mentoring yang menghubungkan remaja dengan para profesional yang telah sukses di bidang profesi yang mereka impikan, sehingga memungkinkan terjadinya pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dunia nyata. Tidak berhenti pada tahap eksplorasi dan validasi, Voresi juga menghadirkan Journeys+, sebuah program experiential learning yang memberikan pengalaman langsung melalui industry exposure, workshop praktis, hingga internship placement, sehingga remaja dapat memahami dan menjalani proses menuju profesi impian mereka secara konkret. Ketiga layanan ini membentuk pendekatan end-to-end yang memastikan setiap individu tidak hanya menemukan arah, tetapi juga memiliki jalur yang jelas untuk mewujudkan potensi mereka menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Traction Kuat di Indonesia, Siap Replikasi ke Pasar ASEAN

Sejak berdiri, Voresi telah membantu lebih dari 1.000 remaja di 8 provinsi di Indonesia, mencerminkan adopsi pasar yang kuat terhadap pendekatan dan ekosistem yang dikembangkan.

Keberhasilan ini menjadi landasan ekspansi ke Filipina, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai Senior High School (SHS) di wilayah Quezon, Manila, dan Caloocan. Melalui kemitraan ini, ribuan siswa kini mendapatkan akses ke platform Voresi dan seluruh ekosistem layanannya melalui www.voresi.com.

Langkah ini menegaskan skalabilitas model Voresi untuk direplikasi di berbagai negara berkembang dengan karakteristik pasar yang serupa.

Membuka Peluang Kolaborasi dan Investasi Regional

Dengan momentum ekspansi ini, Voresi membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan, mitra industri, serta investor strategis yang memiliki visi dalam pengembangan talenta muda dan pertumbuhan ekonomi berbasis keterampilan di Asia Tenggara.

Voresi menargetkan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak negara ASEAN dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai emerging EdTech ecosystem player dari Indonesia.

“Kami percaya bahwa masa depan ekonomi ASEAN akan sangat ditentukan oleh kualitas talenta mudanya. Voresi hadir untuk memastikan setiap individu tidak hanya menemukan passion mereka, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang nyata,” tutup Cosmas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jakarta Marketing Week 2026 : Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Jakarta (07/05), Dalam agenda tahunan ke-14 Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26), PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi partner MarkPlus Corp sebagai penyelenggara untuk menjadi pengisi rangkaian acara melalui berbagai aktivasi strategis. Partisipasi Jasa Marga dalam perhelatan yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta, mencakup penyelenggaraan WOW Case Competition, booth interaktif, serta pencapaian gemilang dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026.

Tahun ini, JAKMW-26 mengusung tema Jakarta, Global City: “Inclusive, Creative, and Collaborative”. Sejalan dengan hal tersebut, Jasa Marga berpartisipasi dalam WOW Case Competition dengan tema utama pengembangan aplikasi Travoy. Kompetisi strategi pemasaran yang ditujukan bagi Generasi Z (Gen Z) ini menantang para peserta untuk mengembangkan ide kreatif dalam mengoptimalkan aplikasi Travoy sebagai asisten perjalanan digital masa depan yang andal.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam ajang ini merupakan langkah strategis untuk menyerap aspirasi dan inovasi dari sudut pandang pengguna jalan masa depan. “Jasa Marga mengambil kesempatan ini sebagai momentum untuk memacu inovasi berkelanjutan. Dengan melibatkan Gen Z, kami ingin memastikan bahwa transformasi digital yang kami lakukan, khususnya melalui Travoy, benar-benar relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis di masa depan,” ujar Rivan.

Antusiasme terhadap kompetisi ini terbukti sangat tinggi, dengan total 783 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia yang terdaftar. Rangkaian seleksi yang ketat telah dimulai sejak bulan Februari 2026, hingga akhirnya terpilih Top 12 finalis terbaik untuk berkompetisi di panggung utama JAKMW-26. Pada hari pertama JAKMW-26, para finalis memaparkan inti solusi dari proposal business case mereka yang berfokus pada strategi peningkatan awareness dan jumlah unduhan (downloads) aplikasi Travoy di segmen Gen Z. Bertindak sebagai dewan juri pada sesi ini adalah perwakilan manajemen Jasa Marga dan Markplus.

Sebagai bagian dari pembekalan, ke-12 finalis tersebut juga melakukan company visit ke Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) pada Rabu (06/05). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai pusat kendali lalu lintas jalan tol terintegrasi milik Jasa Marga Group. Mengenai hal ini, Rivan menegaskan pentingnya memberikan pengalaman langsung bagi para inovator muda agar solusi yang dihasilkan tetap berpijak pada realitas operasional.

“Melalui kunjungan ke JMTC, kami ingin para finalis melihat langsung bagaimana teknologi dan data dikelola secara real-time untuk melayani masyarakat di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Kami berharap paparan teknologi ini dapat membuka wawasan mereka dalam memberikan solusi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga tajam dan aplikatif untuk pengembangan aplikasi Travoy ke depan, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi talenta digital yang siap membangun infrastruktur Indonesia,” tambah Rivan.

Selain rangkaian kompetisi, Jasa Marga juga berhasil menyabet prestasi di hari pertama pelaksanaan JAKMW-26 dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) 2026 untuk kategori Key Elements of Marketing, Tech-Marketing, dan Entrepreneurial Marketing. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana hadir mewakili manajemen Jasa Marga Group untuk menerima penghargaan tersebut. Selain itu, pengakuan atas kepemimpinan perempuan juga diberikan melalui Direksi Eksekutif Wanita Indonesia BUMN (DEWI BUMN) 2025 kepada Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti dan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Jasa Marga Pramitha Wulanjani.

“Penghargaan yang kami terima menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami juga berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih mengenal Aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan yang membantu pengguna jalan tol dalam merencanakan, memantau, hingga menyelesaikan perjalanan dengan lebih lancar, aman dan nyaman,” tutup Rivan.

Dalam rangkaian acara JAKMW-26, Jasa Marga turut memeriahkan dengan menghadirkan booth interaktif hingga 10 Mei mendatang. Booth ini menawarkan driving simulator experience dan berbagai aktivitas interaktif berhadiah bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat layanan serta transformasi digital yang dilakukan oleh Jasa Marga. Jasa Marga mengajak seluruh pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman berkendara secara digital dan membawa pulang berbagai merchandise menarik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

JAKARTA — Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri.

Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar.

Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif.

Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya.

Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit.

Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor.

“Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” ungkap Herry.

Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik.

Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun.

Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman

LRT Jabodebek menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim sejak Juni 2025 untuk memudahkan pengguna dengan bawaan besar saat perpindahan antarmoda. Sepanjang 2025 tercatat 107 barang dititipkan, dan hingga 2026 sudah 105 barang. Jenis barang beragam dari koper, tas, tripod, hingga kardus. Layanan buka 06.00–21.00 WIB dengan durasi maksimal 3×24 jam dan berat maksimal 30 kg. Pengguna mendapat tanda terima resmi untuk pengambilan.

LRT Jabodebek terus menghadirkan berbagai pengembangan layanan untuk mendukung kenyamanan perjalanan pengguna, salah satunya melalui layanan penitipan barang yang tersedia di Stasiun Halim sejak diluncurkan pada Juni 2025. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi bagi pengguna yang membawa barang berukuran besar agar tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis, nyaman, dan fleksibel, khususnya bagi pengguna yang melakukan perpindahan antarmoda.

Sejak mulai beroperasi, layanan penitipan barang di Stasiun Halim menunjukkan pemanfaatan yang cukup positif dari masyarakat. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 107 barang dititipkan oleh pengguna, sementara hingga tahun 2026 jumlah penitipan mencapai 105 barang. Barang yang dititipkan pun cukup beragam, mulai dari tas gendong hitam, tote bag, totebag merah berisi tas, koper navy, tas, koper, koper sepatu, tripod, koper dan ransel, hingga kardus. Ragam barang tersebut menunjukkan bahwa layanan ini dimanfaatkan oleh pengguna dengan kebutuhan perjalanan yang berbeda-beda, baik untuk aktivitas harian, perjalanan kerja, maupun perjalanan lanjutan menggunakan moda transportasi lainnya.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, menyampaikan bahwa layanan penitipan barang merupakan bagian dari upaya LRT Jabodebek untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

“Layanan penitipan barang di Stasiun Halim kami hadirkan untuk membantu pengguna yang membawa barang bawaan berukuran besar agar tetap dapat bepergian dengan lebih leluasa dan nyaman. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Ke depan, LRT Jabodebek akan terus berupaya menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Radhitya.

Layanan penitipan barang tersedia setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dengan durasi maksimal penitipan selama 3×24 jam. Barang yang dapat dititipkan merupakan barang yang aman, tidak berbahaya, tidak berbau menyengat, dan memiliki berat maksimal 30 kilogram. Untuk menjaga keamanan barang, pengguna akan menerima tanda terima resmi yang wajib ditunjukkan saat proses pengambilan.

Stasiun Halim dipilih sebagai lokasi layanan penitipan barang karena memiliki peran strategis sebagai simpul integrasi antarmoda. Stasiun ini terhubung dengan layanan Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, serta Damri tujuan Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut membuat banyak pengguna datang maupun melanjutkan perjalanan dengan membawa koper atau barang bawaan berukuran besar, sehingga layanan penitipan barang menjadi fasilitas pendukung yang relevan bagi kebutuhan mobilitas pengguna.

Melalui berbagai pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan semakin dekat dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026

Jakarta, Mei 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) meraih penghargaan pada ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Investortrust.id.

Dalam ajang tersebut, WSBP berhasil meraih dua predikat, yaitu Green Achievement in Emission Reduction dan Diamond Achievement in Emission Transparency. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam implementasi operasional yang peduli akan lingkungan serta mengedepankan transparansi dalam pelaporan kinerja keberlanjutan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan serta memperkuat transparansi sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

WSBP terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui berbagai upaya efisiensi dan optimalisasi operasional di seluruh lini bisnis. Pada tahun 2025, WSBP mencatat penggunaan BBM sebesar 1.997.231 liter, atau menurun sekitar 16,24% dibandingkan tahun 2024. Selain itu WSBP juga berhasil mengefisiensi penggunaan air produksi sepanjang tahun 2025 sebesar 68% dibanding tahun sebelumnya, serta pengelolaan limbah yang baik sehingga tercatat pengurangan limbah sampah sebesar 1.575,5 Ton pada 2025.

WSBP juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital seperti SAP dan E-Office guna meningkatkan efisiensi proses kerja dan mengurangi penggunaan sumber daya secara berlebih sebagai wujud komitmen perusahaan dalam penerapan green policy.

Selain itu, WSBP juga menghadirkan program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability, sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap lingkungan. Melalui program ini, setiap pengiriman 10 produk Spun Pile diiringi dengan penanaman 1 pohon, sehingga aktivitas bisnis yang dijalankan turut memberikan dampak positif secara berkelanjutan, tercatat total 4.917 pohon mulai dari Pohon Trembesi, Mangga, Asem, dan Jelutung Rawa berhasil tertanam sepanjang tahun 2025 berkat komitmen WSBP bersama pelanggan dan mitra.

Bersama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku induk usaha yang turut meraih penghargaan Trusted Green Achievement in Emission Reduction dan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency, pencapaian ini mencerminkan konsistensi Waskita Group dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan transparansi hingga penguatan upaya penurunan emisi di seluruh lini bisnis.

“Kami percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih besar ke depan. Oleh karena itu, perusahaan akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Ke depan, WSBP akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini operasional, serta menjalankan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten sebagai landasan dalam menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Liberta Hotel International turut ambil bagian dalam Belajaraya 2026, sebuah festival kolaboratif yang mempertemukan komunitas, organisasi, dan individu lintas industri dalam mendorong ekosistem kreatif dan edukatif yang lebih inklusif.

Partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen Liberta Hotels dalam menghadirkan hospitality experience yang tidak hanya berfokus pada layanan menginap, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang relevan bagi komunitas dan generasi muda.

Melalui booth interaktif yang hadir selama acara berlangsung, Liberta Hotels menghadirkan berbagai aktivitas partisipatif yang mengajak pengunjung untuk terlibat secara langsung, mulai dari kampanye pertukaran buku hingga kegiatan kreatif bersama komunitas.

Salah satu aktivitas utama yang dihadirkan adalah kampanye bertajuk #LiberanYaDiLibertaAja, di mana pengunjung dapat menukarkan minimal tiga buku layak baca untuk mengikuti program undian berhadiah voucher diskon Rp100.000 hingga voucher menginap di jaringan Liberta Hotels.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk engagement dengan pengunjung, tetapi juga mendorong semangat berbagi dan sirkulasi literasi di tengah komunitas muda yang hadir di Belajaraya 2026. Selain itu, Liberta Hotel International juga berkolaborasi dengan komunitas kreatif Krafthing melalui aktivitas mewarnai postcard yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi yang santai, personal, dan kreatif bagi para pengunjung dari berbagai latar belakang.

Kehadiran Liberta Hotels di Belajaraya 2026 sejalan dengan salah satu nilai utama brand sebagai “connector between people and cities” menghadirkan ruang yang memungkinkan individu dan komunitas untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan membangun interaksi yang lebih bermakna.

“Belajaraya menjadi ruang yang sangat relevan untuk mempertemukan berbagai ide, komunitas, dan generasi kreatif dalam satu ekosistem yang terbuka. Kami melihat pentingnya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bersifat pasif, tetapi juga mendorong interaksi langsung dan meaningful engagement antar pengunjung,” ujar Farrell Constantine, Marketing Communication Manager Liberta Hotel International.

Melalui partisipasi ini, Liberta Hotel International ingin terus memperkuat perannya sebagai hospitality brand yang dekat dengan komunitas, serta mendukung terciptanya ruang kolaborasi yang lebih inklusif dan dinamis di berbagai kota di Indonesia.

“Ke depannya, kami berharap partisipasi seperti ini dapat terus membuka lebih banyak kolaborasi dengan komunitas kreatif, edukatif, maupun gaya hidup di berbagai kota. Liberta Hotels ingin terus berkembang sebagai hospitality brand yang relevan dengan generasi muda, sekaligus menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman untuk singgah, tetapi juga bermakna untuk terhubung dan bertumbuh bersama,” tutup Farrell Constantine.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kanteen Resmi Bertransformasi Menjadi Kanteen & Co., Hadirkan Konsep Social Dining Berbasis Komunitas

Jakarta, 7 Mei 2026 – TMG Hotel Tebet dengan bangga mengumumkan rebranding resmi restoran Kanteen menjadi Kanteen & Co., sebuah transformasi menyeluruh yang mencakup identitas visual, konsep ruang, menu, dan struktur harga. Langkah ini menandai babak baru bagi Kanteen & Co. sebagai destinasi social dining yang tidak hanya menawarkan pengalaman bersantap, tetapi juga menjadi ruang komunitas yang dinamis dan terbuka untuk warga metropolitan Jakarta. 

Dari Kanteen ke Kanteen & Co.: Lebih dari Sekadar Nama Baru

Perubahan nama dari Kanteen menjadi Kanteen & Co. mencerminkan perluasan visi yang signifikan. Frasa “& Co.” bukan sekadar ornamen visual, tetapi mencerminkan semangat kebersamaan antara para tamu, komunitas sekitar dan anak-anak muda di Jakarta. Kanteen & Co. dirancang untuk menjadi tempat di mana orang-orang datang bukan hanya karena lapar, tetapi karena ingin terhubung.

Rebranding ini disertai dengan pembaruan total pada elemen interior, struktur harga yang lebih kompetitif, serta penghadiran aktivitas sosial sebagai bagian inti dari pengalaman berkunjung, bukan sekadar fasilitas tambahan.

Konsep Social Dining: Makan, Bermain, Berkomunitas

Salah satu diferensiasi utama Kanteen & Co. adalah perpaduan aktivitas sosial sebagai bagian dari pengalaman. Tersedia koleksi board games yang dapat dinikmati tamu selama kunjungan, serta meja soccer table (foosball) yang menjadi titik kumpul spontan. Fasilitas ini dirancang untuk mendorong interaksi yang lebih natural dengan mengubah kunjungan makan siang menjadi waktu berkumpul yang terasa lebih nyaman, atau menjadikan makan malam bersama rekan kerja sebagai momen kebersamaan.

Pendekatan ini menjawab pergeseran perilaku konsumen ibu kota yang semakin mencari ruang multifungsi sebagai tempat yang dapat dijadikan tempat bekerja, bersantai, dan berkumpul dalam satu tempat.

Menu Baru, Harga Baru: Comfort Food dengan Karakter

Seiring dengan perubahan konsep, Kanteen & Co. memperkenalkan menu baru dengan struktur harga yang lebih kompetitif dan ramah bagi Gen Z. Menu-menu baru dirancang dengan filosofi comfort food yang familier, namun tetap menghadirkan cita rasa yang kekinian dan mudah diingat. Cocok dinikmati sendirian, bersama teman, maupun dalam suasana gathering.

Di antara menu unggulan yang dihadirkan: Black Chili Madurese Duck Rice, Sirloin Steak & Fries, Chicken Burger, dan Jalapeño Vinaigrette Salad. Setiap makanan dihidangan untuk melengkapi suasana santai yang menjadi identitas utama dari konsep tersebut Kanteen & Co.

“Kanteen & Co. bukan sekadar pergantian nama atau desain, tetapi juga sebagai tempat bagi Gen Z, young professional dan eksekutif,” ujar Darmilus Zulfahmi, General Manager TMG Hotel Tebet.

Program Komunitas dan Aktivitas Rutin

Kanteen & Co. akan menghadirkan rangkaian aktivitas untuk para pelanggan seperti sesi live music, stand up comedy, turnamen board game, malam nonton bareng, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang melibatkan komunitas lokal. 

Dengan berlokasi di dekat Mall Kota Kasablanka, salah satu area kuliner dan lifestyle paling dinamis di Jakarta Selatan, Kanteen & Co. memiliki posisi strategis untuk menjadi tempat hangout warga Jakarta.

Tentang Kanteen & Co.

Kanteen & Co. adalah restoran lifestyle yang berlokasi di TMG Hotel Tebet, Jakarta Selatan yang hadir sebagai destinasi hangout untuk Gen Z, young profesionals dan eksekutif. Selain dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti permainan interaktif, foosball, Wi-Fi, free valet, Kanteen & Co. menghadirkan aktivitas seperti live music, stand up comedy, hingga nonton bareng yang beroperasi setiap hari dari jam 6.00 – 22.00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut:

WhatsApp: 0818-0266-8818

Instagram: @tmghoteljakarta  |  @kanteenjakarta

Website: www.tmghoteljakarta.com

Alamat: Jl. Dr. Saharjo No.194-196, Tebet, Jakarta Selatan

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May Day yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Dari total tersebut, layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara mencatatkan sebanyak 49.715 penumpang. Sementara itu, layanan KA Bandara YIA dan YIA Xpress di wilayah Yogyakarta melayani sebanyak 28.511 penumpang.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI Bandara yang terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang andal dan berkualitas.

“Peningkatan jumlah penumpang selama libur May Day ini menjadi indikator bahwa KAI Bandara semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi, khususnya untuk konektivitas menuju dan dari bandara. Kami akan terus menjaga kualitas layanan serta meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Direktur Utama PT Railink.

Selain itu, KAI Bandara juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih taat dan sabar saat melintas di perlintasan kereta api. Dahulukan perjalanan kereta, patuhi rambu lalu lintas, dan berhenti sejenak saat sinyal peringatan berbunyi. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

KAI Bandara akan terus berupaya memberikan layanan terbaik serta berperan aktif dalam meningkatkan keselamatan transportasi demi mendukung mobilitas masyarakat yang aman dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES